Anda di halaman 1dari 3

Rani Mahita Aji (36519)

Eror Pada Sistem Global Positioning System (GPS)


Clock satelit
Clock pada satelit menggunakan clock atom, yakni clock yang menggunakan frekuensi transisi elektronik dalam microwave , wilayah optik , atau ultraviolet dari spektrum elektromagnetik dari atom sebagai standar frekuensi untuk elemen ketepatan waktunya. Meskipun clock ini sangat baik, namun tetap terdapat kemungkinan kesalahan atau ketidakakuratan pada clock ini yang mengakibatkan kesalahan pembacaan posisi. Keakuratan clock tergantung dari dua faktor. Faktor pertama adalah temperatur dari atom-atom sampel, dan faktor berikutnya adalah frekuensi dan lebar intrinsik dari transisi elektronis.

Orbit satelit (data ephemeris)


Meskipun satelit diposisikan dalam orbit yang tetap dan presisi, kekuatan gravitasi dapat menyebabkan sedikit pergeseran pada satelit sehingga tidak sesuai dengan orbitnya. Matahari dan bulan memiliki pengaruh yang lemah pada orbit. Data orbit diperbaharui secara teratur dan dikirim ke penerima dalam paket data ephemeris. Data ephemeris dikirim ke penerima setiap 30 detik namun informasi yang terkandung tidak diperbaharui setiap pengiriman tersebut. Oleh karena itu error pada GPS dapat terjadi akibat ketidakakuratan orbit satelit.

Pengaruh lapisan ionosfer


Sinyal dari satelit melewati atmosfer bumi sebelum sampai pada penerima. Ketika melewati troposfer dan ionosfer, kecepatan sinyal akan berkurang. Pada lapisan ionosfer, sejumlah besar elektron dan ion terbentuk karena ionisasi dari sinar matahari. Elektron dan ion tersebut terkonsentrasi pada emoat lapisan konduktif di ionosfer. Lapisan tersebut ialah lagisan D-, E-, F1-, dan F2-. Lapisanlapisan tersebut akan merefraksi gelombang elektromagnetis dari satelit yang menyebabkan melambatnya gelombang tersebut.

Pengaruh lapisan troposfer


Lapisan troposfer juga berpengaruh pada pelambatan gelombang elektromagnetik. Peristiwa refraksi juga terjadi pada lapisan ini, namun penyebabnya adalah perbedaan konsentrasi dari uap air pada troposfer akibat dari perbedaan kondisi cuaca. Lapisan troposfer menyebabkan error namun tidak sebesar pengaruh oleh ionosfer.

Keterbatasan penerima
Penerima memilliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menghitung waktu tempuh sinyal. Pada GPS untuk keperluan sipil, penerima memiliki akurasi yang lebih rendah sehinggan dimungkinkan terdapat error posisi.

Geometri satelit
Geometri satelit merupakan posisi dari masing-masing satelit terhadap penerima, dan posisi tersebut dapat mempengaruhi akurasi GPS. Jika satelit berdekatan, maka akurasinya rendah. Sebaliknya,

Rani Mahita Aji (36519)

jika satelit berjauhan, justru akurasinya lebih baik. Pada gambar 1 dan 2, daerah biru menunjukkan range posisi dari penerima. Dari kedua gambar tersebut terlihat bahwa satelit dengan posisi berjauhan menghasilkan range posisi yang lebih kecil sehingga error posisi semakin minimal.

Gambar 1 Geometri Satelit dengan DOP kecil

Gambar 2 Geometri Satelit dengan DOP besar

Untuk mengindikasikan kualitas dari geometri satelit, digunakan DOP (Dilution of Precision). DOP menunjukkan seberapa besar error pengukuran akan mempengaruhi output lokasi GPS. DOP dapat dianggap sebagai nilai pengali error. Misal DOP bernilai 2, maka artinya berapapun nilai error pengukurannya, nilai error final akan lebih besar dua kalinya. Dengan mengetahui nilai DOP maka kita dapat mengetahui seberapa error hasil perhitungan GPS. Nilai DOP dihitung dari posisi keempat satelit yang digunakan pengguna. Semakin jauh jarak antar satelit, semakin kecil nilai DOPnya. Artinya akurasi GPS semakin baik.

Rani Mahita Aji (36519)

Jalur jamak (multipath)


Sinyal satelit GPS dapat melewati jalur yang berbeda-beda ketika dikirim menuju antena GPS. Sebagian dari sinyal langsung ke tujuan sedangkan sisanya dapat memantul terlebih dahulu akibat adanya penghalang seperti bangunan, tanah, gunung, dll. Peristiwa lintasan jamak terlihat pada gambar 3. Oleh karena itu, sebagian sinyal akan menempuh jarak yang lebih jauh dan mengalami penundaan. Sinyal yang diterima merupakan resultan dari sinyal LOS dan pantulan, sehingga dapat menimbulkan ketidakakuratan. Terdapat beberapa teknik untuk mengatasi efek lintasan jamak tersebut. Untuk sinyal yang mengalami tunda waktu yang lama, penerima telah memiliki sistem untuk tidak memproses sinyal tersebut sehingga tidak mengganggu hasil pembacaan GPS. Sedangkan untuk tunda waktu yang kecil, digunakan antena spesial untuk mengatasinya, salah satunya antena choke ring. Choke ring terdiri dari elemen antena sentral dengan beberapa cincin konsentris konduktif yang mengelilinginya, dan tertutup dalam sebuah kubah pelindung seperti yang terlihat pada gambar 4. Antena tersebut bekerja dengan cara memantulkan sinyal yang datang dari bawah (akibat pantulan tanah), sehingga sinyal tersebut tidak mengganggu pemrosesan sinyal pada penerima. Sinyal lintasan jamak dengan tunda waktu yang kecil lebih susah untuk difilter karena sinyal tersebut diterima dengan waktu yang sangat dekat dengan sinyal asli.

Gambar 3 Peristiwa Lintasan Jamak

Gambar 4 Antena Choke Ring