Anda di halaman 1dari 8

Nama No.

Reg MK Prodi

: ANTOK : 5215 107232 : Elektronika III : Pendidikan Teknik Elektronika

MODUL V HIGH PASS FILTER I. DATA

No 1 2 3 4 5

F in(Hz) 100 100 100 100 100

Gambar Rangkaian High Pass Filter OP-AMP Tabel Hasil Pengukuran R(K) C(F) RF(K) RI(K) Fc(Hz) Vout (1) 10 10 10 10 10 1 1 1 1 1 10 10 10 10 10 10 6,8 4,7 3,3 2,4 15.9 15.9 15.9 15.9 15.9 2.73 2.73 2.73 2.73 2.73

Vout (2) 5.47 4.59 4.02 3.64 3.40

II. ANALISA Nilai frekuensi cut off low pass filter : Fc1 = 1/2RC Fc = 1/6.28.10000.1.10-3 = 15.9 Hz Berdasarkan tabel hasil praktikum, pada kolom nilai Fc (cut frekuensi) sebesar 15,9 Hz. Frekuensi masukan (Fin) yang digunakan adalah 100 Hz. Saat Fin lebih besar dari Fc maka nilai Vout1 akan tetap seiring pengukuran. Ini dibuktikan dari hasil pengukuran Vout1 pada pengukuran 1-5 tidak mengalami perubahan dalam kata lain tetap pada 2.73 V. Berbeda dengan Vout2 yang mengalami pelemahan dari 5.47 3.40 V. Penurunan ini menunjukkan adanya pelemahan pada rangkaian High Pass Filter penguat Op-amp .

III. KESIMPULAN Pada saat Fin lebih besar dari Fc, maka nilai Vout pada rangkaian high pass filter tidak mengalami pelemahan atau penguatan atau dalam kata lain tetap. Sedangkan Vout pada rangkaian Op amp akan mengalami pelemahan. Hal ini membuktikan bahwa hig pass filter meloloskan frekuensi tinggi diatas frekuensi cut off. Dan high pass filter ini melemahkan tegangan keluaran Op-amp. IV. SARAN Harus teliti dalam melakukan perhitungan dan pelajari dulu materi sebelum melakukan praktek supaya tidak terjadi kesalahan. V. KETERKAITAN ANTAR PRAKTIKUM Praktikum ini memiliki keterkaitan dengan praktikum non inverting. Dimana pada rangkaian praktikum ini tegangan input diberikan kekaki positif Op-amp. Sedangkan ground diambil dari kaki negative Op-amp. Praktikum ini menunjukan perbedaan nilai tegangan keluaran high pass filter dengan keluaran low pass filter pada praktikum sebelumnya.

Nama No.Reg MK Prodi

: ANTOK : 5215 107323 : Elektronika III : Pendidikan Teknik Elektronika

MODUL VI BAND PASS FILTER I. DATA

No

F in (Hz) 100 100 100 100 100

R1 (K) 10 10 10 10 10

C1 (F) 1 1 1 1 1

Gambar Rangkaian Band Pass Filter OP-AMP Tabel Hasil Pengukuran Vout R2 C2 R3 R4 Fc1 Fc2 (1) (K) (nF) (K) (K) (Hz) (Hz) 1 1 1 1 1 47 47 47 47 47 10 10 10 10 10 10 6,8 4,7 3,3 2,4 15.9 33.8 15.9 33.8 15.9 33.8 15.9 33.8 15.9 33.8 5.06 5.06 5.06 5.06 5.06

Vout (2)

Vout(3)

1 2 3 4 5

10.1 8.50 7.44 6.73 6.27

0 0 0 0 0

II. ANALISA Nilai frekuensi cut off low pass filter : Fc1 = 1/2R1C1 Fc = 1/6.28.10000.1.10-3= 15.9 Hz Nilai frekuensi cut off high pass filter : Fc2 =1/2R2C2 Fc =1/6.28.1000.47.10-9= 33.8 Hz Dari table hasil praktikum Band Pass Filter Op-amp diatas. Menujukan perbedaan nilai frekuensi cut off atas dan bawah. Pada saat frekuensi cut off bawah(Fc1) lebih kecil dari frekuensi masukan (Fin) menyebabkan tegangan keluaran (Vout1) tetap atau tidak mengalami perubahan, akan tetapi nilai tegangan keluaran (Vout2) mengalami

pelemahan atau penurunan. Sedangkan pada saat nilai frekuensi cut off bawah lebih kecil (Fc1) dari frekuensi cut off atas (Fc2) maka nilai tegangan keluaran (Vout3) tidak ada keluaran atau bernilai 0 V. III. KESIMPULAN Dari table hasil praktikum membuktikan fungsi band pass filter untuk menunjukan perbedaan nilai frekuensi cut off atas (Fc2) dan frekuensi cut off bawah (Fc1). Pada saat frekuensi cut off bawah(Fc1) lebih kecil dari frekuensi masukan (Fin) menyebabkan tegangan keluaran (Vout1) tetap atau tidak mengalami perubahan, akan tetapi nilai tegangan keluaran (Vout2) mengalami pelemahan atau penurunan. Sedangkan pada saat nilai frekuensi cut off bawah lebih kecil (Fc1) dari frekuensi cut off atas (Fc2) maka nilai tegangan keluaran (Vout3) tidak ada keluaran atau bernilai 0 V. IV. SARAN Harus teliti dalam melakukan perhitungan dan pelajari dulu materi sebelum melakukan praktek supaya tidak terjadi kesalahan V. KETERKAITAN ANTAR PRAKTIKUM Praktikum ini memiliki keterkaitan dengan praktikum non inverting. Dimana pada rangkaian praktikum ini tegangan input diberikan kekaki positif Op-amp. Sedangkan ground diambil dari kaki negative Op-amp. Praktikum ini juga berkaitan dengan praktikum modul IV Low Pass Filter dan High Pass Filter, dimana pada praktikum ini menunjukan perbedaan nilai frekuensi cut off atas (high pass filter) dan nilai frekuensi cut off bawah (low pass filter).

Nama No.Reg MK Prodi

: ANTOK : 5215 107323 : Elektronika III : Pendidikan Teknik Elektronika

MODUL VII INTEGRATOR I. DATA

No 1 2 3 4 5

Fin (Hz) 100 100 100 100 100

R (K) 10 10 10 10 10

Gambar Rangkaian Integrator OP-AMP Tabel Hasil Pengukuran C Fc R1(K) Vout (V) Amplitudo (uF) (Hz) 1 10 15.9 2.92 2V 1 6.8 23.4 5.64 2.1 V 1 4.7 33.8 5.76 2.2 V 1 3.3 48.2 7.88 2.3 V 1 2.4 66.3 8.04 2.6 V

Fasa () 3.48 3.65 3.82 4.00 4.52

II. ANALISA Analisa perhitungan frekuensi cut off : Fc = 1/2R1C Fc1 = 1/6.28.10000.1.10-3= 15.9 Hz Fc2 = 1/6.28.6800.1.10-3= 23.4 Hz Fc3 = 1/6.28.4700.1.10-3= 33.8 Hz Fc4 = 1/6.28.3300.1.10-3= 48.2 Hz Fc5 = 1/6.28.2400.1.10-3= 66.3 Hz Analisa perhitungan amplitude : A = Tinggi Gelombang.V/div.1 A1 = 2 x 1 x 1 = 2 V A2 = 2.1 x 1 x 1 = 2.1 V A3 = 2.2 x 1 x 1 = 2.2 V A4 = 2.3 x 1 x 1 = 2.3 V A5 = 2.6 x 1 x 1 = 2.6 V

Analisa perhitungan fasa : = A.Sin(t) 1 = 2 x sin (0.1) = 3.48 2 = 2.1 x sin (0.1) = 3.65 3 = 2.2 x sin (0.1) = 3.82 4 = 2.3 x sin (0.1) = 4.00 1 = 2.6 x sin (0.1) = 4.52 Dari tabel hasil praktikum diatas menunjukan perubahan atau peningkatan nilai amplitude mulai 2 V-2.6 V, dan nilai fasa mulai 3.48-4.52. III. KESIMPULAN Dari tabel hasil praktikum membuktikan fungsi intergrator. Ditunjukan dari hasil praktikum dimana nilai tegangan keluaran mengalami peningkatan mulai 2.92V-8.04V, nilai amplitude yang juga mengalami peningkatan mulai 2V-2.6V, dan nilai fasa yang mengalami perubahan mulai 3.48-4.52. IV. SARAN Harus teliti dalam melakukan perhitungan dan pelajari dulu materi sebelum melakukan praktek supaya tidak terjadi kesalahan VI. KETERKAITAN ANTAR PRAKTIKUM Praktikum ini memiliki keterkaitan dengan praktikum non inverting. Dimana pada rangkaian praktikum ini tegangan input diberikan kekaki positif Op-amp. Sedangkan ground diambil dari kaki negative Op-amp. Praktikum ini juga berkaitan dengan praktikum modul IV Low Pass Filter dan High Pass Filter, dimana pada praktikum ini menunjukan pengintegralan suatu sinyal keluaran, nilai amplitude dan nilai fasa.

Nama No.Reg MK Prodi

: ANTOK : 5215 107323 : Elektronika III : Pendidikan Teknik Elektronika

MODUL VIII DIFFERENSIATOR I. DATA

No 1 2 3 4 5

Fin (Hz) 100 100 100 100 100

Gambar Rangkaian Differensiator OP-AMP Tabel Hasil Pengukuran R C Fc R1(K) Vout (V) Amplitudo (K) (uF) (Hz) 10 1 10 15.9 3.65 3.2 V 10 1 6.8 15.9 2.22 2.1 V 10 1 4.7 15.9 1.79 1.3 V 10 1 3.3 15.9 1.40 0.75 V 10 1 2.4 15.9 1.02 0.2 V

Fasa () 5.56 3.65 2.26 1.30 0.34

II. ANALISA Analisa perhitungan frekuensi cut off : Fc = 1/2RC Fc = 1/6.28.10000.1.10-3 = 15.9 Hz Analisa perhitungan amplitude : A = Tinggi Gelombang.V/div.1 A1 = 6.4 x 1 x 1 = 3.2 V A2 = 3.2 x 1 x 1 = 2.1 V A3 = 2.6 x 1 x 1 = 1.3 V A4 = 1.5 x 1 x 1 = 0.75 V A5 = 0.4 x 1 x 1 = 0.2 V

Analisa perhitungan fasa : = A.Sin(t) 1 = 3.2 x sin (0.1) = 5.56 2 = 2.1 x sin (0.1) = 3.65 3 = 1.3 x sin (0.1) = 2.26 4 = 0.75 x sin (0.1) = 1.30 1 = 0.2 x sin (0.1) = 0.34 Dari tabel hasil praktikum diatas menunjukan perubahan atau penurunan nilai amplitude mulai 3.2 V-0.2 V, dan nilai fasa mulai 5.56-0.34. III. KESIMPULAN Dari tabel hasil praktikum membuktikan fungsi differensiator. Ditunjukan dari hasil praktikum dimana nilai tegangan keluaran mengalami penurunan mulai 3.65V-1.02V, nilai amplitude yang juga mengalami peningkatan mulai 3.2V-0.2V, dan nilai fasa yang mengalami perubahan mulai 5.56-0.34. V. SARAN Harus teliti dalam melakukan perhitungan dan pelajari dulu materi sebelum melakukan praktek supaya tidak terjadi kesalahan VII. KETERKAITAN ANTAR PRAKTIKUM Praktikum ini memiliki keterkaitan dengan praktikum non inverting. Dimana pada rangkaian praktikum ini tegangan input diberikan kekaki positif Op-amp. Sedangkan ground diambil dari kaki negative Op-amp. Praktikum ini juga berkaitan dengan praktikum modul IV Low Pass Filter dan High Pass Filter, dimana pada praktikum ini menunjukan perbedaan pada saat praktikum integrator dimana sinyal mengalami peningkatan, sedangkan pada praktikum differensiator mengalami penurunan suatu sinyal keluaran, nilai amplitude dan nilai fasa.