Anda di halaman 1dari 38

REFERAT TRANSFUSI DARAH

Disusun oleh: Andika Billy Setiadi 03009013 Pembimbing: dr. H. Sabur Nugra a! S". An dr. U#u Nur adiat! S". An dr. Ade N.! S". An $E%ANITERAAN $&INI$ 'AHASIS(A FA$U&TAS $ED)$TERAN UNI*ERSITAS TRISA$TI Bagian Ane+te+i , RSUD $ara-ang %eri.de / N.0e1ber 2013 , 3 De+e1ber 2013

BAB I %ENDAHU&UAN

Tranfusi darah sering menyelamatkan kehidupan, misalnya dalam kasus-kasus yang gawat, perawatan neonatus premature yang intensif modern, anak dengan kanker, penerima cangkok organ merupakan kasus yang tidak mungkin tanpa tranfusi. Tranfusi darah merupakan tindakan pengobatan pada pasien (anak, bayi dan dewasa) yang diberikan atas indikasi. esesuaian golongan darah antara resipien dan donor merupakan salah satu hal mutlak. !," Tranfusi darah adalah salah satu rangkaian proses pemindahan darah donor ke dalam sirkulasi darah resipien sebagai upaya pengobatan. Tranfusi darah telah mulai dicoba dilakukan se#ak abad ke !$ dan hingga pertengahan abad ke !%, namun berakhir dengan kegagalan, karena cara pemberiannya dan pada waktu itu dipakai sebagai sumber donornya adalah darah hewan. &elalui berbagai percobaan dan pengamatan kemudian disimpulkan bahwa manusia yang semestinya men#adi sumber darah. 'amun demikian pada masa ini, karena masih banyaknya kegagalan yang berakibat kematian, tranfusi darah sempat dilarang dilakukan. Pada masa ini, tranfusi darah telah diker#akan langsung dari arteri ke dalam (ena resipien.!,) Pemikiran dasar pada tranfusi darah adalah cairan intra(askuler dapat diganti atau disegarkan dalam cairan pengganti yang sesuai dari luar tubuh. Pada tahun !*+!, ,andsteiner menemukan golongan darah sistem -./ dan kemudian sistem antigen 0h (rhesus) ditemukan oleh ,e(ine dan 1tetson di tahun !*2*. antigen lain seperti Duffy, edua sistem ini men#adi dasar penting bagi tranfusi darah modern. &eskipun kemudian sistem berbagai sistem ell dan lain-lain, tetapi sistem-sistem tersebut kurang berpengaruh. Tata cara tranfusi darah semakin berkembang dengan digunakannya antikoagulan pada tahun !*!) oleh 3ustin (.elgia), -gote (-rgentina), dan ,ewisohn (!*!$). 1ekitar tahun !*2% dimulailah sistem pengorganisasian bank darah yang terus berkembang sampai kini.!,$
2

Tranfusi darah memang merupakan upaya untuk menyelamatkan kehidupan dalam banyak hal, dalam bidang pediatri misalnya dalam perawatan neonates prematur, anak dengan keganasan, anak dengan kelainan defisiensi atau kelainan komponen darah, dan transplantasi organ. 'amun tranfusi bukanlah tanpa resiko, meskipun telah dilakukan berbagai upaya untuk memperlancar tindakan tranfusi, namun efek samping reaksi tranfusi atau infeksi akibat tranfusi tetap mungkin ter#adi. &aka bila diingat dan dipahami mengenai keamanannya, indikasinya perlu diperketat.!,% -pabila memungkinkan, masih perlu dicari alternatif lain untuk mengurangi pengguanaan tranfusi darah. Pemberian komponen-komponen darah yang diperlukan sa#a lebih dibenarkan dibandingkan dengan pemberian darah lengkap (whole blood). Prinsip ini lebih ditekankan lagi di bidang ilmu kesehatan anak karena bayi maupun anak yang sedang tumbuh sebaiknya tidak diganggu sistem imunologisnya dengan pemberian antigen-antigen yang tidak diperlukan. Prinsip dukungan tranfusi darah bagi anak dan rema#a serupa dengan orang dewasa, tetapi neonates dan bayi mempunyai berbagai aspek khusus.!,4 .anyak hal yang harus diperhatikan dan dipersiapkan sehingga tranfusi dapat dilaksanakan secara optiamal. /leh karena itu, salah satu tugas besar dimasa yang akan datang adalah meningkatkan pemahaman akan penggunaan tranfusi darah sehingga penatalaksanaannya sesuai dengan indikasi dan keamanannya dapat ditingkatkan. !,5

BAB II %E'BAHASAN

A. DARAH DAN TRANFUSI DARAH !. Darah sebagai organ Darah yang semula dikategorikan sebagai #aringan tubuh, saat ini telah dimasukkan sebagai suatu organ tubuh terbesar yang beredar dalam sistem kardio(askuler, tersusun dari : !. omponen cairan. omponen korpuskuler atau seluler, ". omponen korpuskuler yaitu materi biologis yang hidup dan

bersifat multiantigenik, terdiri dari sel darah merah, sel darah putih dan keeping trombosit, yang kesemuanya dihasilkan dari sel induk yang senantiasa hidup dalam sumsum tulang. etiga #enis sel darah ini memiliki masa hidup terbatas dan akan mati #ika masa hidupnya berakhir. -gar fungsi organ darah tidak ikut mati, maka secara berkala pada waktu-waktu tertentu, ketiga butiran darah tersebut akan diganti, diperbarui dengan sel se#enis yang baru. omponen cair yang #uga disebut plasma, menempati lebih dari $+ (olume 6 organ darah, dengan bagian terbesar dari plasma (*+6) adalah air, bagian kecilnya terdiri dari protein plasma dan elektrolit. Protein plasma yang penting diantaranya adalah albumin, berbagai fraksi globulin serta protein untuk factor pembekuan dan untuk fibrinolisis. ",$ Peran penting darah adalah a. 1ebagai organ transportasi, khususnya oksigen (/"), yang dibawa dari paru-paru dan diedarkan ke seluruh tubuh dan kemudian mengangkut sisa pembakaran (7/") dari #aringan untuk dibuang keluar melalui paruparu. 8ungsi pertukaran /" dan 7/" ini dilakukan oleh hemoglobin, yang terkandung dalam sel darah merah. Protein plasma ikut berfungsi sebagai sarana transportasi dengan mengikat berbagai materi yang bebas dalam plasma, untuk metabolism organ-organ tubuh.
4

b. 1ebagai orgam pertahanan tubuh (imunologik), khususnya dalam menahan in(asi berbagai #enis mikroba pathogen dan antigen asing. Tranfusi darah adalah salah satu rangkaian proses pemindahan darah donor ke dalam sirkulasi darah ini resipien dilakukan sebagai oleh upaya leukosit pengobatan.&ekanisme pertahanan

(granulosit dan limfosit) serta protein plasma khusus (immunoglobulin). c. Peranan darah dalam menghentikan perdarahan (mekanisme

homeostasis) sebagai upaya untuk mempertahankan (olume darah apabila ter#adi kerusakan pada pembuluh darah. 8ungsi ini dilakukan oleh mekanisme fibrinolisis, khususnya #ika ter#adi aktifitas homeostasis yang berlebihan.",4 -pabila ter#adi pengurangan darah yang cukup bermakna dari komponen darah korpuskuler maupun non korpuskuler akibat kelainan bawaan ataupun karena penyakit yang didapat, yang tidak dapat diatasi oleh mekanisme homeostasis tubuh dalam waktu singkat maka diperlukan penggantian dengan tranfusi darah, khususnya dari komponen yang diperlukan.",%

". Definisi dan tu#uan tranfusi darah Tranfusi darah adalah suatu rangkain proses pemindahan darah donor ke dalam sirkulasi dari resipien sebagai upaya pengobatan. .ahkan sebagai upaya untuk menyelamatkan kehidupan. .erdasarkan asal darah yang diberikan tranfusi dikenal !. Homologous tranfusi (berasal dari darah orang lain), ". Autologous tranfusi (berasal dari diri sendiri).!,$ Tu#uan tranfusi darah adalah : a. b. c. &engembalikan dan mempertahankan (olume yang normal peredaran darah &enggantikan kekurangan komponen seluler atau kimia darah &eningkatkan oksigenasi #aringan
5

d. e.

&emperbaiki fungsi homeostasis Tindakan terapi khusus

2. Tranfusi darah dalam klinik Darah dan berbagai komponen- komponen darah, dengan kema#uan teknologi kedokteran, dapat dipisah- pisahkan dengan suatu proses dan ditransfusikan secara terpisah sesuai kebutuhan." Darah dapat pula disimpan dalam bentuk komponen- komponen darah yaitu: eritrosit, leukosit, trombosit, plasma dan factor- factor pembekuan darah dengan proses tertentu yaitu dengan Refrigerated Centrifuge.2,$ Pemberian komponen-komponen darah yang diperlukan sa#a lebih

dibenarkan dibandingkan dengan pemberian darah lengkap (whole blood). Dasar pemikiran penggunaan komponen darah: (!)lebih efisien, ekonomis, memperkecil reaksi transfusi, (")lebih rasional, karena (a)darah terdiri dari komponen seluler maupun plasma yang fungsinya sangat beragam, serta merupakan materi biologis yang bersifat multiantigenik, sehingga pemberiannya harus memenuhi syaratsyarat (ariasi antigen minimal dan kompatibilitas yang baik, (b) transfusi selain merupakan live saving therapy tetapi #uga replacement therapy sehingga darah yang diberikan haruslah safety blood. mengurangi (olume transfusi, elebihan terapi komponen dibandingkan reaksi imunologik lebih kecil, dengan terapi darah lengkap: (!)disediakan dalam bentuk konsentrat sehingga (")resiko (2)pengawetan, ())penularan penyakit lebih kecil, ($)aggregate trombosit dan leukosit dapat dihindari, (4)pasien akan memerlukan komponen yang diperlukan sa#a, (%)masalah logistic lebih mudah, (5)pengawasan mutu lebih sederhana.2,%

). 9ndikasi Tranfusi darah 1ecara garis besar 9ndikasi Tranfusi darah adalah : a. :ntuk mengembalikan dan mempertahankan suatu (olume peredaran darah yang normal, misalnya pada anemia karena perdarahan, trauma bedah, atau luka bakar luas. b. :ntuk mengganti kekurangan komponen seluler atau kimia darah, misalnya pada anemia, trombositopenia, hipotrombinemia, dan lain-lain.

eadaan yang memerlukan Tranfusi darah : a. -nemia karena perdarahan, biasanya digunakan batas 3b %-5 g;d,. .ila telah turun hingga ),$ g;d,, maka penderita tersebut telah sampai kepada fase yang membahayakan dan tranfusi harus dilakukan secara hati-hati. b. -nemia haemolitik, biasanya kadar 3b dipertahankan hingga penderita dapat mengatasinya sendiri. :mumnya digunakan patokan $g;d,. 3al ini dipertimbangkan untuk menghindari terlalu seringnya tranfusi darah dilakukan. c. -nemia aplastik d. ,eukimia dan anemia refrekter e. -nemia karena sepsis

$. Prosedur pelaksanaan tranfusi darah .anyak laporan mengenai kesalahan tatalaksana tranfusi, misalnya kesalahan pemberian darahmilik pasien lain. :ntuk menghindari berbagai kesalahan, maka perlu diperhatikan : a. b. 9dentitas pasien harus dicocokan secara lisan maupun tulisan 9dentitas dan #umlah darah dalam kemasan dicocokkan dengan formulir permintaan darah
7

c.

Tekanan darah, frekuensi denyut #antung dan suhu harus diperiksa sebelumnya, serta diulang secra rutin.

d.

/bser(asi ketat, terutama pada !$menit pertama setelah tranfusi darah dimulai. 1ebaiknya !unit darah diberikan dalam waktu !-" #am tergantung status kardio(askuler dan dian#urkan tidak lebih dari ) #am mengingat kemungkinan proliferasi bakteri pada suhu kamar.2,)

B. SEDIAAN DARAH UNTU$ TRANFUSI !. &acam-macam komponen darah :ntuk kepentingan tranfusi, tersedia berbagai produk darah, seperti yang tercantum dalam table 2.!. Tabel 2.! arakteristik darah dan komponen-komponen darah

10

11

12

13

".

Tranfusi <ritrosit <ritrosit adalah komponen darah yang paling sering ditransfusikan.

<ritrosit

diberikan

untuk

meningkatkan

kapasitas

oksigen

dan

mempertahankan oksigenasi #aringan. Transfusi sel darah merah merupakan komponen pilihan untuk mengobati anemia dengan tu#uan utama adalah memperbaiki oksigenisasi #aringan.! Pada anemia akut, penurunan nilai 3b dibawah 4 g;dl atau kehilangan darah dengan cepat =2+6 - )+6 (olume darah, maka umumnya pengobatan terbaik adalah dengan transfusi sel darah merah(1D&).!," Pada anemia kronik seperti thalassemia atau anemia sel sabit, transfusi 1D& dimaksudkan untuk mencegah komplikasi akut maupun kronik. 1D& #uga diindikasikan pada anemia kronik yang tidak responsi(e terhadap obatobatan farmakologik.$ Transfusi 1D& pra- bedah perlu dipertimbangkan pada pasien yang akan men#alani pembedahan segera (darurat), bila kadar 3b > 4g;d,=-da #uga yang menyebutkan, #ika kadar 3b >!+gr;dl,=2Transfusi tukar merupakan #enis transfusi darah yang secara khusus dilakukan pada neonatus, dapat dilakukan dengan darah lengkap segar, dapat pula dengan sel darah merah pekat(1D&P) ; mampat(1D&&). 5,2 Transfusi tukar ini diindikasikan terutama pada neonatus dengan -./ incompatibility atau hiperbilirubinemia yang tidak memberikan respon adekuat dengan terapi sinar. 9ndikasi yang lebih #arang adalah D97 ; pengeluaran toksin seperti pada sepsis. %,5 .iasanya satu; dua (olume darah diganti. " 8aktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam memberikan transfusi selain kadar 3b adalah: (!)?e#ala, tanda, dan kapasitas (ital dan fungsional penderita, (")-da atau tidaknya penyakit kardiorespirasi atau susunan saraf pusat, (2)Penyebab dan antisipasi anemia, ())-da atau tidaknya terapi alternatif lain. Pedoman untuk
14

transfusi pada anak dan rema#a serupa dengan pada dewasa (lihat tabel 2.") :ntuk neonatus, tidak ada indikasi transfusi eritrosit yang #elas disepakati, biasanya, pada neonatus eritrosit diberikan untuk mempertahankan 3b, berdasarkan status klinisnya",2 Pilihan produk eritrosit untuk anak dan rema#a adalah suspensi standar eritrosit yang dipisahkan dari darah lengkap dengan pemusingan dan disimpan dalam antikoagulan;medium pengawet pada nilai hematokrit kirakira 4+6. Dosis biasa adalah !+ @ !$ ml; g, tetapi (olume transfusi sangat ber(ariasi, tergantung pada keadaan klinis (misalnya perdarahan terus menerus atau hemolisis). :ntuk neonatus, produk pilihan adalah konsentrat P07 (3t %+ @ *+6) yang diinfuskan perlahan-lahan (" @ ) #am) dengan dosis kira-kira !$ ml; g...),4 TeAt .oA: ebutuhan darah (ml)B ..(kg)A4A(3b target-3b tercatat) Dibagian 9lmu esehatan -nak 8 :9-017& Cakarta, dosis tranfusi

didasarkan atas makin anemis seorang resipien, maka sedikit #umlah darah yang diberikan per et mal dalam suatu seri tranfusi darah dan makin lambat pula #umlah tetesan yang diberikan, untuk menghindari komplikasi gagal #antung. Di bagian 9lmu esehatan -nak 8 :9-017& Cakarta, dosis yang dipergunakan untuk menaikkan 3b adalah dengan menggunakan modifikasi rumus empiris sebagai berikut : .ila yang digunakan sel darah merah pekat (packed red cells), maka kebutuhannya adalah !;" dari darah lengkap, men#adi:

.. (kg) A 2 A (3b diinginkan - 3b tercatat)

:ntuk

anemia

yang

bukan
15

karena

perdarahan,

maka

teknis

pemberiannya adalah dengan tetesan. &akin rendah 3b awal makin lambat

tetesannya dan makin sedikit (olume sel darah merah yang diberikan. Cika menggunakan packed red cells untuk anemia, lihat tabel 2.2

Tabel 2.2. Dosis P07 untuk transfuse

2.

Tranfusi 1uspensi Trombosit

1uspensi trombosit dapat diperoleh dari ! unit darah lengkap segar donor tunggal, atau dari darah donor dengan cara; melalui tromboferesis. omponen ini masih mengandung sedikit sel darah merah, leukosit, dan plasma. omponen ini ditransfusikan dengan tu#uan menghentikan perdarahan karena trombositopenia, atau untuk mencegah perdarahan yang berlebihan pada pasien dengan trombositopenia yang akan mendapatkan tindakan in(asi(e.4,%
16

9ndikasi transfusi trombosit pada anak dan bayi dapat dilihat berikut ini.

Anak4anak dan re1a5a Trombosit >!+A!+*;, dan perdarahan Trombosit >!+A!+*;, dan prosedur in(asif Trombosit >"+A!+*;, dan kegagalan sumsum tulang dengan faktor risiko perdarahan tambahan Defek trombosit kumulatif dan perdarahan atau prosedur in(asi(e

Bayi beru+ia 6 / bulan Trombosit >!++A!+*;, dan perdarahan Trombosit >$+A!+*;, dan prosedur in(asif Trombosit >"+A!+*;, dan secara klinis stabil Trombosit >!++A!+*;, dan secara klinis tidak stabil Transfusi trombosit harus diberikan kepada penderita dengan angka trombosit >$+A!+*;,, #ika ada perdarahan atau direncanakan untuk mengalami prosedur in(asif. Penelitian pada penderita trombositopenia dengan gagal sumsum tulang menun#ukkan bahwa perdarahan spontan meningkat ta#am #ika trombosit turun men#adi >"+=*;,. Dengan alasan ini maka banyak dokter anak mengan#urkan transfusi trombosit profilaksis untuk mempertahankan trombosit ="+ A!+*;, pada anak dengan trombositopenia karena gagal sumsum tulang. Pemberian komponen ini sebagai profilaksis pada pasien tanpa perdarahan terutama men#adi kontro(ersi bidang onkologi
17

pediatric. -ngka tersebut #uga menimbulkan kontro(ersi karena banyak ahli memilih transfusi pada batas $-!+A!+*;, untuk penderita tanpa komplikasi. &eskipun demikian, transfusi dengan komponen ini mutlak diperlukan oleh pasien leukemia akut yang sedang men#alani kemoterapi, dan mengalami trombositopenia berat (trombosit >=" , dengan perkiraan setiap unit trombosit akan dapat meningkatkan #umlah trombosit sebesar !+.+++;m". !,",2 ). Tranfusi Plasma 1egar .eku (fresh froDen plasma) Plasma segar beku adalah bagian cair dari darah lengkap yang dipisahkan kemudian dibekukan dalam waktu 5 #am setelah pengambilan darah. 3ingga sekarang, komponen ini masih diberikan untuk defisiensi berbagai factor pembekuan. (.ila ada; tersedia, harus diberikan factor pembekuan yang spesifik sesuai dengan defisiensinya).",2 Plasma beku segar ditransfusikan untuk mengganti kekurangan protein plasma yang secara klinis nyata, dan defisiensi faktor pembekuan 99, E, E99, F dan F9. ebutuhan akan plasma beku segar ber(ariasi menurut faktor spesifik yang akan diganti.",$ omponen ini dapat diberikan pada trauma dengan perdarahan hebat atau ren#atan (syok), penyakit hati berat, imunodefisiensi tanpa ketersediaan preparat khusus, dan pada bayi dengan enteropati disertai kehilangan protein (protein losing enteropathy). &eskipun demikian, penggunaan komponen ini sekarang semakin berkurang. Dan bila diperlukan, maka dosisnya "+-)+ ml; kg..;hari. 9ndikasi lain transfusi plasma beku segar adalah sebagai cairan pengganti selama penggantian plasma pada penderita dengan purpura trombotik trombositopenik atau keadaan lain dimana plasma beku segar diharapkan bermanfaat, misalnya tukar plasma pada penderita dengan perdarahan dan koagulopati berat. Transfusi plasma beku segar tidak lagi dian#urkan untuk penderita dengan hemofilia - atau . yang berat, karena sudah tersedia konsentrat faktor E999 dan 9F yang lebih aman. Plasma beku segar tidak
18

dian#urkan untuk koreksi hipo(olemia atau sebagai terapi pengganti imunoglobulin karena ada alternatif yang lebih aman, seperti larutan albumin atau imunoglobulin intra(ena. Pada neonatus, transfusi plasma beku segar memerlukan pertimbangan khusus. 9ndikasi transfusi plasma beku segar untuk neonatus meliputi: (!)&engembalikan kadar eritrosit agar mirip darah lengkap untuk kepentingan transfusi masif, misalnya pada transfusi tukar atau bedah #antungG (")Perdarahan akibat defisiensi (itamin G (2) oagulasi intra(askuler diseminata (D97) dengan perdarahanG ())Perdarahan pada defisiensi faktor koagulasi kongenital bila terapi yang lebih spesifik tidak tersedia atau tidak memadai.$,% Pedoman transfusi 88P pada anak, dapat dilihat pada berikut.

Bayi! anak dan re1a5a7 Defisiensi faktor pembekuan darah yang berat dan perdarahan Defisiensi faktor pembekuan dan prosedur in(asif Pembalikan darurat efek warfarin oagulopati pengenceran dan perdarahan Penggantian protein antikoagulan (antitrombin-999, Protein 7, dll) 7airan pengganti tukar plasma untuk purpura trombotik

trombositopenik 4. onsentrat factor E999 (factor anti hemofilia -) omponen ini merupakan preparat kering yang mengandung konsentrat factor E999, prokoagulan, yang diperoleh dari kumpulan ( pooled) plasma dari
19

sekitar "+++-2+.+++ donor. 3asil dimurnikan dengan teknik monoclonal, dan dilakukan penonaktifan (irus melalui misalnya pemanasan (heattreated). Pengemasan dalam botol berisi "$+ dan !.+++ unit. Dosis pemberian sama dengan kriopresipitat. 2

%. ompleks factor 9F omponen ini disebut #uga kompleks protrombin, mengandung factor pembekuan yang tergantung (itamin , yang disintesis di hati, seperti factor adang E99, 9F, F, serta protrombin. 1ebagian ada pula yang mengandung protein7. omponen ini biasanya digunakan untuk pengobatan hemofilia .. diberikan pada hemofilia yang mengandung inhibitor factor E999 dan pada beberapa kasus defisiensi factor E99 dan F. Dosis yang dian#urkan adalah 5+!++ unit;kg.. setiap ") #am.!,"

5. -lbumin -lbumin merupakan protein plasma yang dapat diperoleh dengan cara fraksionisasi 7ohn. ,arutan $6 albumin bersifat isoosmotik dengan plasma, dan dapat segera meningkatkan (olume darah. omponen ini digunakan #uga untuk hipoproteinemia (terutama hipoalbuminemia), luka bakar hebat, pancreatitis, dan neonatus dengan hiperbilirubinemia. Dosis disesuaikan dengan kebutuhan, misal pada neonatus hiperbilirubinemia perlu !-2g;kg.. dalam bentuk larutan albumin $6.$,4

*. 9munoglobulin

20

omponen ini merupakan konsentrat larutan materi Dat anti dari plasma, dan yang baku diperoleh dari kumpulan se#umlah besar plasma. omponen yang hiperimun didapat dari donor dengan titer tinggi terhadap penyakit seperti (arisela, rubella, hepatitis., atau rhesus. .iasanya diberikan untuk mengatasi imunodefisiensi, pengobatan infeksi (irus tertentu, atau infeksi bakteri yang tidak dapat diatasi hanya dengan antibiotika dan lain-lain. Dosis yang digunakan adalah !-2 ml;kg...%,5

2. !+. Transfusi darah autologus Transfusi #enis ini menggunakan darah pasien sendiri, yang

dikumpulkan terlebih dahulu, untuk kemudian ditransfusikan lagi. 3al ini sebagai pilihan #ika pasien memiliki Dat anti dan tak ada satu pun golongan darah yang cocok, #uga #ika pasien berkeberatan menerima donor orang lain. &eski demikian, tetap sa#a tidak lepas sama sekali dari efek samping dan reaksi transfusi seperti ter#adinya infeksi.2,) 8. $)'%&I$ASI TRANFUSI DARAH 1. Reak+i tran+9u+i dara +e#ara u1u1 Tidak semua reaksi transfusi dapat dicegah. -da langkah-langkah tertentu yang perlu dilakukan untuk mencegah ter#adinya reaksi transfusi, walaupun demikian tetap diperlukan kewaspadaan dan kesiapan untuk mengatasi setiap reaksi transfusi yang mungkin ter#adi. -da beberapa #enis reaksi transfusi dan ge#alanya bermacam-macam serta dapat saling tumpang tindih. /leh karena itu, apabila ter#adi reaksi transfusi, maka langkah umum yang pertama kali dilakukan adalah menghentikan transfusi, tetap memasang infus untuk pemberian cairan 'a7l +,*6 dan segera memberitahu dokter #aga dan bank darah.$,5
21

2. Reak+i Tran+9u+i He1.litik Akut 0eaksi transfusi hemolitik akut (0T3-) ter#adi hampir selalu karena ketidakcocokan golongan darah -./ (antibodi #enis 9g& yang beredar) dan sekitar *+6-nya ter#adi karena kesalahan dalam mencatat identifikasi pasien atau unit darah yang akan diberikan.!," ?e#ala dan tanda yang dapat timbul pada 0T3- adalah demam dengan atau tanpa menggigil, mual, sakit punggung atau dada, sesak napas, urine berkurang, hemoglobinuria, dan hipotensi. Pada keadaan yang lebih berat dapat ter#adi ren#atan (shock), koagulasi intra(askuler diseminata ( 9D), dan;atau gagal gin#al akut yang dapat berakibat kematian.!," :ntuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan tindakan sebagai berikut: (a) meningkatkan perfusi gin#al, (b) mempertahankan (olume intra(askuler, (c) mencegah timbulnya D97.!," 3. Reak+i Tran+9u+i He1.litik &a1bat 0eaksi transfusi hemolitik lambat (0T3,) biasanya disebabkan oleh adanya antibodi yang beredar yang tidak dapat dideteksi sebelum transfusi dilakukan karena titernya rendah. 0eaksi yang lambat menun#ukkan adanya selang waktu untuk meningkatkan produksi antibodi tersebut. 3emolisis yang ter#adi biasanya ekstra(askuler.!,5 ?e#ala dan tanda yang dapat timbul pada 0T3, adalah demam, pucat, ikterus, dan kadang-kadang hemoglobinuria. .iasanya tidak ter#adi hal yang perlu dikuatirkan karena hemolisis ber#alan lambat dan ter#adi ekstra(askuler, tetapi dapat pula ter#adi seperti pada 0T3-. -pabila ge#alanya ringan, biasanya
22

tanpa pengobatan. .ila ter#adi hipotensi, ren#atan, dan gagal gin#al, penatalaksanaannya sama seperti pada 0T3-.$,5

/. Reak+i Tran+9u+i N.n4He1.litik a. De1a1 Demam merupakan lebih dari *+6 ge#ala reaksi transfusi. :mumnya ringan dan hilang dengan sendirinya. Dapat ter#adi karena antibodi resipien bereaksi dengan leukosit donor. Demam timbul akibat akti(asi komplemen dan lisisnya sebagian sel dengan melepaskan pirogen endogen yang kemudian merangsang sintesis prostaglandin dan pelepasan serotonin dalam hipotalamus. Dapat pula ter#adi demam akibat peranan sitokin (9,-!b dan 9,4). :mumnya reaksi demam tergolong ringan dan akan hilang dengan sendirinya.

b. Reak+i alergi 0eaksi alergi (urtikaria) merupakan bentuk yang paling sering muncul, yang tidak disertai ge#ala lainnya. .ila hal ini ter#adi, tidak perlu sampai harus menghentikan transfusi. 0eaksi alergi ini diduga ter#adi akibat adanya bahan terlarut di dalam plasma donor yang bereaksi dengan antibodi 9g< resipien di permukaan sel-sel mast dan eosinofil, dan menyebabkan pelepasan histamin. 0eaksi alergi ini tidak berbahaya, tetapi mengakibatkan rasa tidak nyaman dan menimbulkan ketakutan pada pasien sehingga dapat menunda transfusi. Pemberian antihistamin dapat menghentikan reaksi tersebut.

23

#. Reak+i ana9ilaktik 0eaksi yang berat ini dapat mengancam #iwa, terutama bila timbul pada pasien dengan defisiensi antibodi 9g- atau yang mempunyai 9g? anti 9g- dengan titer tinggi. 0eaksinya ter#adi dengan cepat, hanya beberapa menit setelah transfusi dimulai. -kti(asi komplemen dan mediator kimia lainnya meningkatkan permeabilitas (askuler dan konstriksi otot polos terutama pada saluran napas yang dapat berakibat fatal. ?e#ala dan tanda reaksi anafilaktik biasanya adalah angioedema, muka merah (flushing), urtikaria, gawat pernapasan, hipotensi, dan ren#atan. Penatalaksanaannya adalah : (!) menghentikan transfusi dengan segera, (") tetap infus dengan 'a7l +,*6 atau kristaoid, (2) berikan antihistamin dan epinefrin. Pemberian dopamin dan kortikosteroid perlu dipertimbangkan. -pabila ter#adi hipoksia, berikan oksigen dengan kateter hidung atau masker atau bila perlu melalui intubasi.!,"

:. E9ek +a1"ing lain dan re+ik. lain tran+9u+i a. $.1"lika+i dari tran+9u+i 1a++i9 Transfusi massif adalah transfusi se#umlah darah yang telah disimpan, dengan (olume darah yanglebih besar daripada (olume darah resipien dalam waktu ") #am. Pada keadaan ini dapat ter#adi hipotermia bila
24

darah yang digunakan tidak dihangatkan, hiperkalemia, hipokalsemia dan kelainan koagulasi karena ter#adi pengenceran dari trombosit dan factorfactor pembekuan. Penggunaan darah simpan dalam waktu yang lama akan menyebabkan ter#adinya beberapa komplikasi diantaranya adalah kelainan #antung, asidosis, kegagalan hemostatik, acute lung injury.2 ! b. %enularan "enyakit In9ek+i 1; He"atiti+ 0iru+ Penularan (irus hepatitis merupakan salah satu bahaya; resiko besar pada transfusi darah. Diperkirakan $-!+ 6 resipien transfusi darah menun#ukkan kenaikan kadar enDim transaminase, yang merupakan bukti infeksi (irus hepatitis. 1ekitar *+6 ke#adian hepatitis pasca transfusi disebabkan oleh (irus hepatitis non - non .. &eski sekarang ini sebagian besar hepatitis pasca transfusi ini dapat dicegah melalui seleksi donor yang baik dan ketat, serta penapisan (irus hepatitis . dan 7, kasus tertular masih tetap ter#adi. Perkiraan resiko penularan hepatitis . sekitar ! dari "++.+++ dan hepatitis 7 lebih besar yaitu sekitar !:!+.+++. !," 2; AIDS <Acquired Immune Deficiency syndrome) Penularan retro(irus 39E telah diketahui dapat ter#adi melalui transfusi darah, yaitu dengan rasio !:4%+.+++, meski telah diupayakan penyaringan donor yang baik dan ketat. 3; In9ek+i 8'* Penularan 7&E terutama berbahaya bagi neonatus yang lahir premature atau pasien dengan imunodefisiensi. .iasanya (irus ini menetap di leukosit danor, hingga penyingkiran leukosit merupakan cara efektif mencegah atau mengurangi kemungkinan infeksi (irus ini.

25

Transfusi sel darah merah rendah leukosit merupakan hal terbaik mencegah 7&E ini.!," /; %enyakit in9ek+i lain yang 5arang .eberapa penyakit walaupun #arang, dapat #uga ditularkan melalui transfusi adalah malaria, toAoplasmosis, 3T,E-!, mononucleosis infeksiosa, penyakit chagas (disebabkan oleh trypanosoma cruDi), dan penyakit 7CD ( Creut"feldt #akob $isease). Pencemaran oleh bakteri #uga mungkin ter#adi saat pengumpulan darah yang akan ditransfusikan. Pasien yang terinfeksi ini dapat mengalami reaksi transfusi akut, bahkan sampai mungkin ren#atan. eadaan ini perlu ditangani seperti pada 0T3- ditambah dengan pemberian antibiotic yang adekuat. :; =*HD<Graft versus Host disease; ?E3D merupakan reaksi; efek samping lain yang mungkin ter#adi pada pasien dengan imunosupresif atau pada bayi premature. 3al ini ter#adi oleh karena limfosit donor bersemai %engrafting) dalam tubuh resipien dan bereaksi dengan antigen pen#amu. 0eaksi ini dapat dicegah dengan pemberian komponen 1D& yang diradiasi atau dengan leukosit rendah.%,5 D. %ENAN==U&AN=AN REA$SI TRANSFUSI

!. ".

1top transfuse 'aikkan tekanan darah dengan koloid,kristaloid,#ika perlu

tambah (asokonstriktor,inptropik. 2. .erikan oksigen !++6


26

). $. 4. %. 5

Diuretika manitol $+ mg atau furosemid (lasiA)!+-"+ mg. -ntihistamin 1teroid dosis tinggi Cika perlu eAchange transfusion Periksa analisa gas dan Ph darah!+

27

E. %E'ERI$SAAN >AN= BERHUBUN=AN DEN=AN TRANFUSI DARAH =.l.ngan dara adalah ciri khusus darah dari suatu indi(idu karena adanya perbedaan #enis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Dua #enis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan AB) dan R e+u+ (faktor 0h). 1istem -./ ?olongan darah manusia ditentukan berdasarkan #enis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai berikut:

9ndi(idu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen - di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen . dalam serum darahnya. 1ehingga, orang dengan golongan darah menerima darah dari orang dengan golongan darah - atau /. hanya dapat

9ndi(idu dengan golongan darah B memiliki antigen . pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen - dalam serum darahnya. 1ehingga, orang dengan golongan darah . hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah . atau /

9ndi(idu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen - dan . serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen - maupun .. 1ehingga, orang dengan golongan darah -. dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah -./ apapun dan disebut resipien universal. 'amun, orang dengan golongan darah -. tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama -..

9ndi(idu dengan golongan darah ) memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen - dan .. 1ehingga, orang dengan golongan darah / dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah -./ apapun dan disebut donor universal. 'amun, orang dengan golongan darah / hanya dapat menerima darah dari sesama /
28

. 1istem 0hesus 1istem rhesus ini ditemukan melalui penyuntikan sel-sel darah merah kera &acacca rhesus kepada marmot (guinea-pig) untuk mendapatkan anti serum. -nti serum yang didapat ternyata bereaksi dengan sel-sel darah merah. ,antigen-0h yang ditemukan dalam darah kera &acaca rhesus oleh ,andsteiner dan Hiener pada tahun !*)+ itu #uga ditemukan dalam darah manusia. .erdasarkan ada tidaknya antigen-0h, maka golongan darah manusia dibedakan atas dua kelompok, yaitu : !.0hesus positif, bila dalam darah merahnya terdapat faktor 0h pada permukaan sel darah merahnya ".0hesus negatif, bila dalam darah merahnya tidak terdapat faktor 0h pada permukaan sel darah merahnya Cika seseorang 0h(I), maka ia dapat menerima darah dengan 0h(I) atau 0h(-). 1edangkan orang dengan 0h(-), hanya bisa menerima darah dengan 0h (-) sa#a. /leh karena itu darah 0h(-) sering disediakan untuk operasi-operasi darurat dimana tidak ada waktu lagi untuk melakukan pengecekan golongan darah seseorang. :ntuk dapat menyumbangkan darah, seorang donor darah harus memenuhi syarat sebagai berikut:J!K
!. ". 2. 4. $. 4. %.

calon donor harus berusia !%-4+ tahun, berat badan minimal $+ kg kadar hemoglobin =!",$ gr6 tekanan darah !++-!$+ (sistole) dan %+-!++ (diastole). 'adi 2+-!++A;menit teratur menandatangani formulir pendaftaranan tidak mengalami gangguan pada pembeku darah
29

8.

lulus pengu#ian kondisi berat badan, hemoglobin, golongan darah, dan pemeriksaan oleh dokter

*.

untuk men#aga kesehatan dan keamanan darah, calon donor tidak boleh dalam kondisi atau menderita sakit seperti alkoholik, penyakit hepatitis, diabetes militus, epilepsi, atau kelompok masyarakat risiko tinggi mendapatkan -9D1 serta mengalami sakit seperti demam atau influensaG baru sa#a dicabut giginya kurang dari tiga hariG pernah menerima transfusi kurang dari setahunG begitu #uga untuk yang belum setahun menato, menindik, atau akupunkturG hamilG atau sedang menyusui. Penyumbang darah (donor) disaring keadaan kesehatannya.

Denyut nadi, tekanan darah dan suhu tubuhnya diukur, dan contoh darahnya diperiksa untuk mengetahui adanya anemia. Ditanyakan apakah pernah atau sedang menderita keadaan tertentu yang menyebabkan darah mereka tidak memenuhi syarat untuk disumbangkan. eadaan tersebut adalah hepatitis, penyakit #antung, kanker (kecuali bentuk tertentu misalnya kanker kulit yang terlokalisasi), asma yang berat, malaria, kelainan perdarahan, -9D1 dan kemungkinan tercemar oleh (irus -9D1. Hepatitis, kehamilan, pembedahan mayor yang baru sa#a di#alani, tekanan darah tinggi yang tidak terkendali, tekanan darah rendah, anemia atau pemakaian obat tertentuG untuk sementara waktu bisa menyebabkan tidak terpenuhinya syarat untuk menyumbangkan darah. .iasanya donor tidak diperbolehkan menyumbangkan darahnya lebih dari ! kali setiap " bulan. :ntuk yang memenuhi syarat, menyumbangkan darah adalah aman. eseluruhan proses membutuhkan waktu sekitar ! #am, pengambilan darahnya sendiri hanya membutuhkan waktu !+ menit. .iasanya ada sedikit rasa nyeri pada saat #arum dimasukkan, tetapi setelah itu rasa nyeri akan hilang.

30

1tandard

unit

pengambilan

darah

hanya

sekitar

+,)5

liter.

Darah segar yang diambil disimpan dalam kantong plastik yang sudah mengandung bahan pengawet dan komponen anti pembekuan. 1e#umlah kecil contoh darah dari penyumbang diperiksa untuk mencari adanya penyakit infeksi seperti -9D1, hepatitis (irus dan sifilis. Darah yang didinginkan dapat digunakan dalam waktu selama )" hari. Pada keadaan tertentu, (misalnya untuk mengawetkan golongan darah yang #arang), sel darah merah bisa dibekukan dan disimpan sampai selama !+ tahun. arena transfusi darah yang tidak cocok dengan resipien dapat berbahaya, maka darah yang disumbangkan, secara rutin digolongkan berdasarkan #enisnyaG apakah golongan -, ., -. atau / dan 0h-positif atau 0h-negatif. 1ebagai tindakan pencegahan berikutnya, sebelum memulai transfusi, pemeriksa mencampurkan setetes darah donor dengan darah resipien untuk memastikan keduanya cocok: teknik ini disebut cross&matching. 7rossmatch adalah pemeriksaan serologis untuk menetapkan sesuai atau tidak sesuainya darah donor dengan darah resipien. Dilakukan sebelum transfusi darah dan bila ter#adi reaksi transfusi darah. Terdapat dua cara pemeriksaan, yaitu:
1. 7rossmatch mayor : mencampur enitrosit donor (aglutinogen donor)

dengan serum resipien (aglutinin resipien)


2.

7rossmatch minor : mencampur eritrosit resipien (aglutinongen resipien) dengan serum donor (aglutinin donor)

7ara menilai basil pemeriksaan adalah sebagai berikut:


-

.ila

kedua

pemeriksaan

(crossmatch

mayor

dan

minor

tidak

mengakibatkan aglutinasi eritrosit, maka diartikan bahwa darah donor sesuai dengan darah resipien sehingga transfusi darah boleh dilakukanG bila crossmatch mayor menghasilkan aglutinasi, tanpa memperhatikan hasil 7rossmatch minor, diartikan bahwa darah donor tidak sesuai dengan darah resipien sehingga transfusi darah tidak dapat dilakukan dengan menggunakan darah donor itu
31

.ila 7rossmatch mayor tidak menghasilkan aglutinasi, sedangkan dengan 7rossmatch minor ter#adi aglutinasi, maka 7rossmatch minor harus diulangi dengan menggunakan serum donor yang diencerkan. .ila pemeriksaan terakhir ini ternyata tidak menghasilkan aglutinasi, maka transfusi darah masih dapat dilakukan dengan menggunakan darah donor tersebut. .ila pemeriksaan dengan serum donor yang diencerkan menghasilkan aglutinasi, maka darah donor itu tidak dapat ditransfusikan.

BAB III $ESI'%U&AN


32

!. Transfusi darah adalah suatu rangkaian proses pemindahan darah donor ke dalam sirkulasi darah resipien sebagai upaya pengobatan, pemikiran dasar pada transfusi adalah cairan intra(askuler dapat diganti atau disegarkan dengan cairan pengganti yang sesuai dari luar tubuh. ". Peran penting darah adalah a. 1ebagai organ transportasi, khususnya oksigen (/"), yang dibawa dari paru-paru dan diedarkan ke seluruh tubuh dan kemudian mengangkut sisa pembakaran (7/") dari #aringan untuk dibuang keluar melalui paru-paru. b. 1ebagai orgam pertahanan tubuh (imunologik), khususnya dalam menahan in(asi berbagai #enis mikroba pathogen dan antigen asing. c. Peranan darah dalam menghentikan perdarahan (mekanisme homeostasis) sebagai upaya untuk mempertahankan (olume darah apabila ter#adi kerusakan pada pembuluh darah. 2. Tu#uan transfusi darah adalah: (!)mengembalikan dan mempertahankan (olume yang normal peredaran darah, (")mengganti kekurangan komponen seluler atau kimia darah, (2)meningkatkan oksigenasi #aringan, ())memperbaiki fungsi homeostasis, ($)tindakan terapi khusus. ). Darah dapat pula disimpan dalam bentuk komponen- komponen darah yaitu: eritrosit, leukosit, trombosit, plasma dan factor- factor pembekuan darah dengan proses tertentu yaitu dengan Refrigerated Centrifuge. $. 1ecara garis besar 9ndikasi Transfusi Darah adalah: 1. :ntuk mengembalikan dan mempertahankan suatu (olume peredaran darah yang normal, misalnya pada anemia karena perdarahan, trauma bedah, atau luka bakar luas. 2. :ntuk mengganti kekurangan komponen seluler atau kimia darah, misalnya pada anemia, trombositopenia, hipoprotrombinemia, hipofibrinogenemia, dan lain-lain

33

4. ?e#ala dan tanda yang dapat timbul pada 0eaksi Tranfusi 3emolitik -kut adalah demam dengan atau tanpa menggigil, mual, sakit punggung atau dada, sesak napas, urine berkurang, hemoglobinuria, dan hipotensi. Pada keadaan yang lebih berat dapat ter#adi ren#atan (shock), koagulasi intra(askuler diseminata ( 9D), dan;atau gagal gin#al akut yang dapat berakibat kematian %. ?e#ala dan tanda yang dapat timbul pada 0T3, adalah demam, pucat, ikterus, dan kadang-kadang hemoglobinuria. 5. 0eaksi Transfusi 'on-3emolitik a. Demam b. 0eaksi alergi c. 0eaksi anafilaktik *. Penularan penyakit infeksi pada tranfusi a. 3epatitis (irus b. -9D1 c. Penyakit 7&E d. Penyakit infeksi lain yang #arang e. ?raft Eersus 3ost disease Transfusi darah merupakan bentuk terapi yang dapat menyelamatkan #iwa. .erbagai bentuk upaya telah dan hampir dapat dipastikan akan dilaksanakan, agar transfusi men#adi makin aman, dengan resiko yang makin kecil. &eskipun demikian, transfusi darah belum dapat menghilangkan secara mutlak resiko dan efek sampingnya.2 :ntuk itulah indikasi transfusi haruslah ditegakkan dengan sangat hati- hati, karena setiap transfusi yang tanpa
34

indikasi adalah suatu kontraindikasi. &aka untuk memutuskan apakah seorang pasien memerlukan transfusi atau tidak, harus mempertimbangkan keadaan pasien menyeluruh. Pada pemberian transfusi sebaiknya diberikan komponen yang diperlukan secara spesifik untuk mengurangi resiko ter#adinya reaksi transfusi. 9ndikasi untuk pelaksanaan transfusi didasari oleh penilaian secara klinis dan hasil pemeriksaan laboratorium.2 &enyadari hal ini, maka perlu kiranya mereka yang terlibat dalam praktek transfusi darah mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam bidang ilmu kedokteran transfusi (transfusion medicine).

35

DAFTAR %USTA$A !. ,atief 1-, 1uryadi -, 7achlan &0. Petun#uk Praktis -nestesiologi <disi edua, Cakarta :

.agian -nestesiologi dan Terapi 9ntensif 8 :9 : "++" ". 0amelan 1, ?atot D, Transfusi Darah Pada .ayi dan -nak dalam Pendidikan cabang Cakarta, halaman: "!-2+ 2. 1udarmanto ., &udrik T, -? 1umantri, Transfusi Darah dan Transplantasi dalam .uku -#ar 3ematologi- /nkologi -nak, "++$, Cakarta, .alai Penerbit 9D-9, halaman: "!%-""$ ). 3offbrand, -.E. apita selekta 3ematologiG oleh -.E 3offbrand dan C.<. PettitG alih bahasa, edokteran

berkelan#utan (7ontinuing &edical <ducation) Pediatrics :pdates, "++$, Cakarta, 9D-9

9yan Darmawan. <d.".-Cakarta:<?7 !**4. $. Palang &erah 9ndonesia. Pelayanan Transfusi Darah, "++" http:;;www.palangmerah.org;pelayanan transfusi.asp. 4. 1udoyo -H, 1etiohadi .. .uku -#ar 9lmu Penyakit Dalam Cilid 99 <disi Departemen 9lmu Penyakit Dalam 8 :9. "++4 %. ?ary, 0 1trange, Hilliam 0, 1te(en ,, "++", Pediatric <mergency &edicine, " nd edition. .oston: &c ?raw 3ill, halaman: $"%-$"* 5. <. 1hannon cooper,!**", 7linic in ,aboratory &edicine, Eolume !", 'umber ), Philadelphia: H. 1aunders 7ompany, halaman: 4$$-44$ *. Dr. 3usein -latas. .uku uliah ! 9lmu esehatan -nak, !*5$, Cakarta, .agian 9lmu eempat. Cakarta :

esehatan -nak 8akultas edokteran :ni(ersitas 9ndonesia, halaman: )%2-)5+ !+. ,atief, 1aid. Transfusi darah dalam pembedahan dalam Petun#uk Praktis -nestesiologi. <d."G CakartaG .agian -nestesiologi dan Terapi 9ntensif 8 :9G CakartaG"++*

36

37