Anda di halaman 1dari 7

PENGARUH

TINGKAT

UPAH

TERHADAP

KESEJAHTERAAN

PEKERJA

DIDAERAH

KUREKSARI WARU SIDOARJO(studi kasus hanya pekerja yang mendapatkan upah dibawah UMR)M. Yasin Yusuf 1 ABSTRACT The informal sector has an important role in contri buting to development, because theinformal sector absorbs labor (especially lower-class society) significantly reducing theurban unemployment problem and increase the income of urban poor. In addition, the informal sector to contribute to government revenue of the city. Informal sector growthis not rapid enough balanced with the welfare of its workers.. As in the Kureksari Waru,i n t h e a r e a t h e r e a r e m a n y c o t t a g e i n d u s t r i e s e n g a g e d i n t h e w o r l d w h e r e i n d u s t r i a l blacksmiths were included in the informal sector.Keywords: Wages, Welfare and Informal Sector.Salah satu problema penting yang dihadapi negara-negara Dunia Ketiga sepertihalnya Indonesia adalah merebaknya kontradiksi ekonomi politik evolusi pertumbuhan perkotaan dinegara-negara tersebut. Pertumbuhan konsentrasi penduduk dikota-kota besar negara-negara Dunia Ketiga terjadi dengan kecepatan yang sangat tinggi. Tetapi, pertumbuhan kota-kota tersebut ternyata tidak diikuti dengan kecepatan yang sebandingoleh pertumbuhan industrialisasi. Fenomena ini oleh para ahli disebut sebagai urbanisasi berlebih atau over urbanization . Istilah ini menggambarkan bahwa tingkat urbanisasiyang terjadi terlalu tinggi melebihi tingkat industrialisasi yang dicapai oleh evolusi suatumasyarakat.Arus migrasi desa-kota yang cukup besar tidak semuanya terserap disektor industrimodern dikota, karena keterbatasan sektor industri modern dan tidak semua migranmemiliki

skill atau kemampuan untuk masuk kesektor industri modern tersebut. Hal inimengakibatkan para migran yang tidak dapat masuk kesektor industri modern lebihmemilih sektor informal yang relatif mudah untuk dimasuki.Agar tetap dapat bertahan hidup ( survive ), para migran yang tinggal dikotamelakukan aktifitas-aktifitas informal (baik yang sah dan tidak sah) sebagai sumber mata pencaharian mereka. Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan daripada menjadi Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya Angkatan 2006 Reguler pengangguran yang tidak memiliki penghasilan atau memiliki penghasilan tetapi rendahdan tidak tetap.Beberapa jenis pekerjaan yang termasuk di dalam sektor informal, salah satunyaadalah pedagang kaki lima, seperti warung nasi, penjual rokok, penjual Koran danmajalah, penjual makanan kecil dan minuman, dan lain-lainnya. Mereka dapat dijumpai di pinggir-pinggir jalan di pusat-pusat kota yang ramai akan pengunjung. Merekamenyediakan barang-barang kebutuhan bagi golongan ekonomi menengah ke bawahdengan harga yang dijangkau oleh golongan tersebut. Tetapi, tidak jarang mereka yang berasal dari golongan ekonomi atas juga ikut menyerbu sektor informal.Dengan demikian, sektor informal memiliki peranan penting dalam memberikansumbangan bagi pembangunan perkotaan, karena sektor informal mampu menyeraptenaga kerja (terutama masyarakat kelas bawah) yang cukup signifikan sehinggamengurangi problem pengangguran diperkotaan dan meningkatkan penghasilan kaummiskin diperkotaan. Selain itu, sektor informal memberikan kontribusi bagi pendapatan pemerintahan kota. Namun, pertumbuhan sektor informal yang cukup pesat tidak diimbangi dengankesejahteraan para pekerjanya. Seperti di daerah Kureksari Waru, di daerah tersebutterdapat banyak industri rumah tangga yang berkecimpung di dunia pandai besi dimanaindustri tersebut termasuk dalam sector informal, hampir sebagian besar dari penduduk didaerah tersebut bekerja sebagai tukang pandai besi, baik itu sebagai buruhnya ataupunsebagai pemilik industri pandai besi tersebut. Sistem berkeja yang ada di industri rumahtangga pandai besi adalah

para buruh mengerjakan produksi di pabrik pemilik, jadi buruhtidak perlu membawa pulang bahan mentahnya kemudian diolah di rumahnya masing-masing, tetapi buruh langsung mengerjakan atau mengolah bahan mentah tersebut diruang produksi pemilik industri.B e r d a s a r k a n u r a i a n l a t a r b e l a k a n g d i a t a s , maka penulis terdorong untuk m e n g a d a k a n p e n e l i t i a n y a n g b e r j u d u l Pengaruh Sidoarjo . PEKERJA Tingkat Upah T e r h a d a p Kesejahteraan Pekerja di Daerah Kureksari Waru

Menurut

DEPNAKERTRANS,

pekerja

merupakan

setiap

orang

y a n g menghasilkan barang atau jasa yang mempu nyai nilai ekonomis baik yang menerimagaji atau bekerja sendiri yang terlibat dalam kegiatan menual. atau tenaga kerja yang bekerja di dalam hubungan kerja pada pengusaha dengan menerima upah dan atauimbalan dalam bentuk lain. TENAGA KERJA DAN ANGKATAN KERJA Penduduk adalah sumber dari tenaga kerja. Penduduk terdiri dari tenaga kerja a t a u penduduk k e r j a . Lebih usia jelas kerja dan bukan tenaga kerja atau bukan penduduk usia

Undang-undang

ketenagakerjaan

memberikan

pengertian

tentang

tenagakerja sebagai berikut.Tenaga kerja (manpower ) merupakan penduduk pada usia kerja dan yang lazim dipakai adalah penduduk berusia 15-64 tahun. Atau dengan perkataan lain tenaga kerjaadalah jumlah seluruh penduduk dalam suatu negara yang

dapat memprodusir barangd a n

jasa

jika

ada

permintaan

terhadap

tenaga

m e r e k a d a n j i k a m e r e k a m a u berpartisipasi dalam angkatan tersebut. UPAH Menurut Hasanudin ketua DPN APINDO: Upah adalah hak pekerja atau buruhyang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja atau buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurutsuatu perjanjian kerja, kesepakatan,atau peraturan perundang-undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja atau buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan atau jasay a n g t e l a h a t a u a k a n d i l a k u k a n . U p a h p a d a U U n o 1 3 t a h u n 2 0 0 3 p a s a l 1 a y a t 3 0 tentang ketenagakerjaan yang berbunyi : Upah adalah hak pekerja/buruh yang diterimadan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerjakepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja,k e s e p a k a t a n , a t a u p e r a t u r a n p e r u n d a n g - u n d a n g a n , t e r m a s u k t u n j a n g a n b a g i pekerja/buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa yang telah atau akandilakukan.D a r i d e f i n i s i - d e f i n i s i d i a t a s m a k a d a p a t d i j e l a s k a n b a h w a upah a d a l a h pembayaran yang harus di terima oleh pekerja dari pengusaha menurut

ketentuanhukum dan perjanjian yang berlaku.

dibawah UMR. Padahal UMR sendiri dibuat supaya menjadi patokan bagi pengusahadalam memberikan upah kepada pekerja. Atas didasari pernyataan tersebutlah penelitiingin meneliti pengaruh upah terhadap pekerja industri pandai besi yang upahnya di bawah UMR.

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT UPAH DENGAN KESEJAHTERAAN Kesejahteraan menurut Nurachmad (2009:42) adalah suatu p e m e n u h a n kebutuhan atau keperluan yang bersifat jasmaniah dan rohaniah, baik di dalam

maupund i l u a r h u b u n g a n k e r j a , y a n g s e c a r a l a n g s u n g m a u p u n t i d a k l a n g s u n g d a p a t mempertinggi produktivitas kerja dalam lingkungan kerja yang aman dan sehat. Tujuandari kesejahteraan adalah untuk menciptakan motivasi. Kesejahteraan merupakan alasanutama bagi pekerja untuk bergabung dan tetap menjadi anggota perusahaan. Mengukur kesejahteraan dapat dengan menggunakan pendapatan yang diterima oleh pelakupelakue k o n o m i . K a r e n a d e n g a n a d a n y a k e n a i k a n u p a h ( u p a h r i i l d a n u p a h n o m i n a l ) a t a u pendapatan maka kesejahteraan para pekerja akan meningkat, hal ini disebabkan dengan pendapatan yang naik, pekerja akan lebih mampu mencukupi kebutuhannya.Dalam teori ekonomi, pendapatan pelaku ekonomi (measured income) yangterbagi menjadi pendapatan permanen atau tetap (permanent income) dan pendapatantidak tetap (transitory income, unplanned income, atau unanticipated income). Dalam kontek pekerja, upah pekerja merupakan komponen pendapatan permanen. Upah selalu berkaitan dengan istilah upah riil dan upah nominal. Upah yang diterima pekerja disebutdengan upah nominal (nominal wage). Upah riil (real wage) adalah upah yang telahdiperhitungkan dengan daya beli dari upah yang diterima atau upah nominal.Harga barang dan jasa akan mempengaruhi daya beli dari upah pekerja ini. Bisasaja upah nominal pekerja mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya, tetapikarena biaya hidup naik, maka daya beli dari upah pekerja bisa lebih rendah dari tahuns e b e l u m n y a . M e s k i p u n a d a k e n a i k a n , t i n g k a t k e n a i k a n u p a h r i i l t i d a k s e b e r a p a dibandingkan dengan upah riil tahun sebelumnya. Dari pernyataan -pernyataan di atasd a p a t d i s i m p u l k a n b a h w a u p a h t e n a g a k e r j a m e m p e n g a r u h i e k s i s t e n s i k e h i d u p a n minimal para pekerja. Jadi semakin besar upah yang diterima oleh pekerja maka tingkatkemakmurannya akan meningkat, sebaliknya jika upah pekerja semakin kecil maka tingkat kemakmuran pekerja akan semakin rendah pula.

PENELITIAN TERDAHULU

Penelitian terdahulu yang digunakan oleh penulis antara lain :1 . Y u n a s t i t i ( 2 0 0 6 ) , d i J a w a T e n g a h , t e n t a n g D e t e r m i n a n j a m k e r j a p a r a p e k e r j a d i propinsi Jawa Tengah . Hasil penelitian yaitu : a) Upah dan umur berpengaruh siginifikan terhadap jam kerja, jam kerja para pekerja yang menerima upah di atas UMK mempunyai jam kerja yang lebih panjang pada setiap kelompok umur. b) Pendidikan tidak berpengaruh terhadap jam kerja, artinya semakin tinggi , pendidikan pekerja, maka mereka bekerja dengan jam kerja yang sama dengan pekerja yang mempunyai tingkat pendidikan lebih rendah. c) Tempat tinggal tidak berpengaruh terhadap jam kerja, rata -rata jam k e r j a perminggu pekerja yang tinggal di kota tidak berbeda dengan pekerja yangtinggal di desa, d) Jenis kelamin berpengaruh terhadap jam kerja, dimana rata -rata jam k e r j a perminggu pekerja laki-laki lebih panjang dibandingkan dengan pekerja perempuan. Dilihat jam kerja menurut upah dan jenis kelamin menunjukkan pekerja laki-laki bekerja lebih panjang dibandingkan pekerja perempuan padasetiap tingkat upah. e) Status pekerja berpengaruh terhadap jam kerja, bahwa rata -rata jam k e r j a perminggu pekerja berstatus kawin lebih panjang dibanding pekerja yang berstatus tidak kawin. Dilihat jam kerja menurut upah dan status pekerjamenunjukkan jam kerja pekerja dengan status kawin bekerja dengan jam kerjalebih tinggi dibandingkan pekerja dengan status tidak kawin pada setiap tingkatupah.Persamaan penelitian yang akan di teliti dengan penelitian terdahulu adalah pekerjasamasama berkerja di sektor informal yang tidak membutuhkan pe ndidikan yangtinggi.

Sedangkan perbedaannya adalah tempat penelitian serta dalam penelitian terdahulu adalah memakai analisa cross section. 2.Salman (2000), di Desa Sudimampir Kecamatan Indralaya Sumatera S e l a t a n , tentang Analisis Variabel -Variabel Yang Mempengaruhi Curahan Jam KerjaRumah Tangga Petani di Sektor Informal, dipengaruhi oleh luas lahan, j u m l a h anggota keluarga, pendidikan kepala keluarga, umur, dan pendapatan usahatani.

Anda mungkin juga menyukai