Anda di halaman 1dari 7

Penilaian

1. Dasar penilaian Pengertian Surat Berharga Surat pengakuan utang, wesel, saham, obligasi, sekuritas kredit atau setiap derifatifnya atau suatu kewajiban dari penerbit yang lazim diperdagangkan dalam pasar modal dan pasar uang. Menurut Wirjono Prodjodikoro, istilah surat-surat berharga itu terpakai untuk surat-surat yang bersifat seperti uang tunai, jadi yang dapat dipakai untuk melakukan pembayaran. Ini berarti bahwa surat-surat itu dapat diperdagangkan, agar sewaktu-waktu dapat ditukarkan dengan uang tunai atau negotiable instruments (Wirjono Prodjodikoro, 1992 : 34). Macam macam Surat Berharga : Saham, Obligasi, SUN, wesel, surat sekuritas, dan lain lain. Penilaian obligasi Obligasi sebagai instrument investasi jangka panjang mempunyai karakteristik penilaian yang spesifik dan berbeda dengan instrumen investasi lainnya seperti saham. Konsep penilaian obligasi yang bentuk pendapatannya dikenal dengan istilah yield pada dasarnya dikembangkan atas dasar intrinsik dari nilai tersebut. Selain itu, besaran aliran dana yang dihasilkan dari kupon (suku bunga) obligasi tersebut merupakan faktor penting dalam penilaian sebuah obligasi, konsep penilaian obligasi diantaranya meliputi: 1. Jumlah dan waktu dari arus kas yang akan diterima investor 2. Tanggal jatuh tempo obligasi 3. Tingkat pengembalian yang diinginkan investor Pertama, time value of money/nilai waktu mata uang. Yaitu perhitungan pendapatan atas nilai uang tertentu, dimana investor akan menghitung nilai investasinya sampai periode jatuh temponya yang akan bertambah dari pendapatan suku bunga. Tingkat suku bunga didapatkan dari perhitungan rasio antara tingkat pendapatan yang akan diterima ddengan nilai pokok investasi pada periode tertentu. Perhitungannya adalah jika R (reeturn) merupakan tingkat suku bunga dan Po merupakan nilai pokok dari investasi (principal) maka bisa dibuat rasio:

Kedua, future value/ nilai yang akan datang. Mempunyai pengertian bahwa nilai yang akan diterima dari investasi serta hasil pendapatan suku bunga tersebut diinvestasikan kembali dengan tingkat suku bunga yang sama dalam periode waktu tertentu. Atau dengan kata lain future valuemerupakan nilai yang diterima dari hasil pendapatan interest dan pokok investasi yang diterima. Metode perhitungan yang digunakan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu simple interest dan compaund interest. Simple interest - FV= future value - r = interest - n = Time compound Interest (bunga majemuk) - FV= future value (nilai yang didapatkan dalam periode tertentudimasa mendatang). - (nilai investasi pada tahun pertama). - r = interest - n = Time atau PV= Ketiga, present value/nilai sekarang. Yaitu jumlah uang yang harus di investasikan sekarang untuk mendapatkan sejumlah uang tertentu pada suatu periode nanti. Metode ini juga disebut metode arus kas diskonto. Untuk perhitungannya dapat menggunakan rumus: - PV = Present value ( nilai yang diinvestasikan pada masa sekarang) - FV = Future value ( nilai yang didapatkan dalam periode tertentu dimasa datang) - r = interest - n = time - t = tahun ke t

Keuntungan Investasi Obligasi

1. Dividen (cenderung tetap) 2. Capital Gain

Kerugian Investasi Obligasi

1. Capital Loss 2. Cut Loss 3. Perusahaan tidak mampu membayar hutang

Penilaian saham biasa Saham biasa adalah salah satu dari jenis saham yang ada selain saham preferen. Umumnya saham biasa tidak berbeda jauh dengan saham preferen, karena saham preferen bisa juga disebut dengan saham campuran. Meskipun kelihatan sama antara saham biasa dengan saham preferen tetapi karakteristik antara keduanya masih berbeda. Saham bisa juga menjadikan sebagai modal dari suatu perusahaan, modal yang dibutuhkan untuk perusahaan biasanya adalah modal untuk jangka panjang. Modal yang didapat dari penjualan saham adalah uang tunai. Tentunya hal ini bisa didapatkan dengan menerbitkan saham biasa selain dengan menerbitkan obligasi. Jika perusahaan hanya mengeluarkan satu kelas saham saja, saham ini biasanya dalam bentuk saham biasa (cammon stock). Pemegang saham adalah pemilik dari perusahaan yang mewakilkan kepada manajemen untuk menjalankan operasi perusahaan. Sebagai pemilik perusahaan, pemegang saham bisa melakukan berbagai hak. Beberapa hak yang dimiliki oleh pemegang sahan biasa adalah sebagai berikut: a) Hak kontrol. Pemegang saham biasa mempunyai hak untuk memilih dewan direksi. Ini berarti bahwa pemegang saham mempunyai hak untuk mmengontrol siapa yang akan memimpin perusahaannya. b) Hak menerima pembagia keuntungan. Sebagai pemilik perusahaan, pemegang saham biasa berhak mendapatkan bagian dari keuntungan perusahaan. Tidak

semu saham dibagikan, sebagian laba akan ditanamkan kembali kedalam perusahaan. Laba yang ditahan ini (retained earnings) merupakan sumber dana internal perusahaan. c) Hak preempetif Hak preempetif (preempetif right) merupakan hak untuk mendapatkan persentasi pemilik yang sama jikaperusahaan mengeluarkan tambahan lembar saham, maka jumlah saham yang beredar akan lebih banyak dan akibatnya presentase kepemilikan pemegang saham yang lama akan turun. Hak ini memberika prioritas kepada pemegang saham lam untu membeli tambahan saham yang baru, sehingga presentase pemiliknya tidak berubah. Pembagian jenis pasar saham biasa Dengan peningkatan modal bisnis dari hasil penjualan saham, maka perusahaan dapat menjalankan kegiatan operasionalnya dari modal yang didapat tersebut. Saham biasa memiliki tempat penjualan yang sama seperti saham preferen yaitu di: a) b) Primary market (pasar primer). Secondary market (pasar sekunder) Saham biasa adalah saham biasa. a) b) c) Pemegang saham mendapat prioritas dalam pemilihan ketua komisaris. Hak penerbit saham akan diutamakan bila mereka menerbitkan saham baru. Tanggung jawab yang terbatas bisa diberikan terhadap saham yang ada. Saham biasa (common stock) adalah surat berharga dalam bentuk piagam atau sertifikat yang memberikan pemegangnya bukti atas hak-hak dan kewajiban menyangkut andil kepemilikan dalam suatu perusahaan. Saham biasa mempunyai sifat kebalikan dari saham preferen (prefered stock) dalam hal pengambilan suara, pembagian dividen dan hakhak yang lain. Saham biasa disebut juga sekuritas tidak berpenghasilan tetap. Pemegang saham biasa dapat memengaruhi kebijakan korporasi melalui proses pengambilan suara (voting) dalam pembuatan tujuan dan kebijakan, stock split dan memilih dewan direksi perusahaan. Pemegang saham biasa mempunyai keuntungan dalam bentuk dividen dan capital gain. Pemegang saham (shareholder atau stockholder), adalah seseorang atau badan hukum yang secara sah memiliki satu atau lebih saham pada perusahaan. Para pemegang saham adalah pemilik dari perusahaan tersebut. Perusahaan yang terdaftar dalam bursa efek berusaha untuk meningkatkan harga sahamnya. Konsep pemegang saham adalah sebuah teori yang tidak terlalu banyak memiliki kelebihan

karakteristik saham biasa dibandingkan saham preferen atau saham campuran. Berikut adalah karakteristik dari saham

bahwa perusahaan hanya memiliki tanggung jawab kepada para pemegang sahamnya dan pemiliknya, dan seharusnya bekerja demi keuntungan mereka. Pemegang saham diberikan hak khusus tergantung dari jenis saham, termasuk hak untuk memberikan suara (biasanya satu suara per saham yang dimiliki) dalam hal seperti pemilihan papan direktur, hak untuk pembagian dari pendapatan perusahaan, hak untuk membeli saham baru yang dikeluarkan oleh perusahaan, dan hak terhadap aset perusahaan pada saat likuidasi perusahaan. Namun, hak pemegang saham terhadap aset perusahaan berada di bawah hak kreditor perusahaan. Ini berarti bahwa pemegang saham biasanya tidak menerima apa pun bila suatu perusahaan yang dilikuidasi setelah kebangkrutan (bila perusahaan tersebut memiliki lebih untuk membayar kreditornya, maka perusahaan tersebut tidak akan bangkrut), meskipun sebuah saham dapat memiliki harga setelah kebangkrutan bila ada kemungkinan bahwa hutang perusahaan akan direstrukturisasi. Masyarakat dapat membeli saham biasa di bursa efek via broker. Di Indonesia, pembelian saham harus dilakukan atas kelipatan 500 lembar atau disebut juga dengan 1 lot. Saham pecahan (tidak bulat 500 lembar) bisa diperjualbelikan secara over the counter. Salah satu tujuan masyarakat untuk membeli saham adalah untuk mendapatkan keuntungan dengan cara sebagai berikut. a) b) Meningkatkan nilai kapital capital gain. Mendapatkan dividen. Beberapa perusahaan Indonesia melakukan dual listing saham di Bursa Efek Jakarta dan New York Stock Exchange. Saham yang diperjualbelikan di NYSE tersebut biasa dikenal dengan American Depositary Receipt (ADR). Harga saham, bisa naik atau pun turun, seiring dengan situasi dan kondisi yang ada. Pada saat krisis moneter pada tahun 1998, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merupakan barometer saham di Indonesia terpuruk hingga mencapai nilai di bawah 400. Hal ini menyebabkan saham-saham di dalam negeri menjadi under value. Dalam periode 2002-2006, nilai IHSG telah pulih bahkan sudah beberapa kali memecahkan rekor. Untuk bisa menilai apakah sebuah saham bernilai mahal atau murah, biasanya digunakan rasio perhitungan seperti Earning-per-Share (EPS), Price-to-Earning Ratio (PER), Price-to-Book Value (PBV) dan lain-lain. Untuk berinvestasi di saham, disarankan untuk melakukan teknik valuasi terlebih dahulu dan uang yang hendak diinvestasikan disebar di dalam beberapa saham, agar resiko bisa dibagi. Selain itu, banyak ahli (Jeremy J. Siegel, James P. O'Shaughnessy) menyarankan agar berinvestasi di dalam saham dilakukan dalam jangka panjang. Mereka menyarankan rentang waktu antara 10-20 tahun untuk bisa mendapatkan hasil yang signifikan dalam berinvestadi di dalam saham.

Penilaian Saham

1. Nilai Buku : Nilai saham yang didasarkan pembukuan peusahaan emiten 2. Nilai Pasar : Harga dari saham di pasar pada saat tertentu yang ditentukan pelaku pasar. Nilai pasar ditentukan oleh permintaan dan penawaran saham dipasar bursa. 3. Nilai intrinsik : Nilai seharusnya dari suatu saham.

Keuntungan Investasi Saham

1. Deviden 2. Capital Gain 3. Kemungkinan dapat saham Bonus

Kerugian Investasi Saham

1. Tidak mendapat deviden 2. Capital Loss 3. Perusahaan Bnagkrut dan Diliquidasi 4. Saham di Delist dari bursa

Dalam hubungan dengan penilaian surat-surat berharga, Prinsip Akuntansi Indonesia menyebutkan: Surat berharga yang segera dapat dijual dinyatakan dalam neraca sebesar harga perolehannya atau harga terendah antara harga perolehan dan harga pasarnya. Prinsip di atas menyatakan bahwa penilaiansuratberharga dalam neraca dapat dilakukan dengan dua cara yaitu harga perolehan (cost) atau dengan yang lebih rendah antara harga perolehan atau harga pasar. Harga Perolehan Cara ini digunakan jika perubahan harga surat-surat berharga hanya sementara saja dan jumlahnya tidak terlalu besar sehingga dalam neraca surat-surat berharga tercantum sebesar harga perolehannya. Di sini tidak ada pengakuan terhadap kerugian yang berasal dari turunnya harga surat-surat berharga sebelum surat-surat berharga tersebut dijual. Apabila ternyata ada penurunan harga, maka neraca bisa diberi penjelasan baik berbentuk keterangan, maupun catatan kaki.

Yang Labih Rendah antara Harga Perolehan atau Harga Pasar Apabila harga pasar surat-surat berharga yang dimiliki ternyata lebih rendah dari harga perolehannya dengan selisih yang cukup berarti dan nyata bahwa penurunan tersebut tidak bersifat sementara, maka suratberharga yang dicantumkan dalam kelompok aktiva lancar dalam neraca tidak boleh melebihi harga pasarnya. Di sini akan diakui adanya kerugian yang belum terjadi. Jumlah kerugian yang diakui adalah sebesar selisih dari harga perolehan dengan harga pasarnya pada tanggal neraca. Pencatatan kerugian yang diakui dilakukan dengan mendebit rekening rugi penurunan nilai suratberharga dan kreditnya cadangan penurunan nilai suratberharga. Rugi penurunan nilai surat berharga termasuk kelompok rugi di luar usaha dalam laporan rugi laba sedang cadangan penurunan nilai suratberharga akan dicantumkan di dalam neraca mengurangi rekening surat berharga. Apabila terjadi penjualan surat berharga yang sudah diturunkan nilainya maka laba rugi penjualan dihitung dengan membandingkan harga jual dengan harga perolehan yang baru (sesudah dikurangi cadangan penurunan nilai surat berharga). Cara yang lebih rendah antara harga perolehan atau harga pasar dapat diterapkan kepada surat-surat berharga dengan dua cara:

1. 2.

Diterapkan kepada jumlah keseluruhan surat-surat berharga. Diterapkan kepada masing-masing elemen surat berharga.

pengambilan keputusan Kita bisa lihat bagaimana reputasi perusahaan tersebut selama ini, kita juga dapat melihat bagaiman alaporan keuangannya sehingga kita bisa melihat bagaimana kondisi perusahaan tersebut, antara lain :

1. ROE yang tinggi 2. Rasio utang rendah (Low DER) 3. Operating Profit Margin tinggi 4. Operating cashflow sehat 5. Manajemen yang baik