Anda di halaman 1dari 10

SFEROSITOSIS HEREDITER. Sferositosis Herediter adalah penyakit keturunan dimana sel darah merah berbentuk bulat.

Sel darah merah yang bentuknya berubah dan kaku terperangkap dan dihancurkan dalam limpa, menyebabkan anemia dan pembesaran limpa. Anemia biasanya ringan, tetapi bisa semakin berat jika terjadi infeksi.

Sferositosis

Jika penyakit ini berat, bisa terjadi: - sakit kuning (jaundice - anemia - pembesaran hati - pembentukan batu empedu. !ada de"asa muda, penyakit ini sering dikelirukan sebagai hepatitis. #isa terjadi kelainan bentuk tulang, seperti tulang tengkorak yang berbentuk seperti menara dan kelebihan jari tangan dan kaki. #iasanya tidak diperlukan pengobatan, tetapi anemia yang berat mungkin memerlukan tindakan pengangkatan limpa. $indakan ini tidak memperbaiki bentuk sel darah merah, tetapi mengurangi jumlah sel yang dihancurkan dan karena itu memperbaiki anemia. ELIPTOSITOSIS HEREDITER. %liptositosis Herediter adalah penyakit yang jarang terjadi, dimana sel darah merah berbentuk o&al atau elips. !enyaki ini kadang menyebabkan anemia ringan, tetapi tidak memerlukan pengobatan. !ada anemia yang berat mungkin perlu dilakukan pengangkatan limpa. KEKURANGN G6PD

'ekurangan ()!* adalah suatu penyakit dimana en+im ()!* (glukosa ) fosfat dehidrogenase hilang dari selaput sel darah merah. %n+im ()!* membantu mengolah glukosa (gula sederhana yang merupakan sumber energi utama untuk sel darah merah dan membantu menghasilkan glutation (mencegah pecahnya sel . !enyakit keturunan ini hampir selalu menyerang pria. #eberapa penderita yang mengalami kekurangan en+im ()!* tidak pernah menderita anemia. Hal-hal yang bisa memicu penghancuran sel darah merah, yaitu: - demam - infeksi &irus atau bakteri - krisis diabetes - bahan tertentu (misalnya aspirin, &itamin ' dan kacang merah bisa menyebabkan anemia. Anemia bisa dicegah dengan menghindari hal-hal tersebut. $idak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan kekurangan ()!*

AneMia Pada aNak


Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin menurun sehingga tubuh akan mengalami hipoksia sebagai akibat kemampuan kapasitas pengangkutan oksigen dari darah berkurang. Anemia bukan merupakan diagnosa akhir dari suatu penyakit akan tetapi selalu merupakan salah satu gejala dari sesuatu penyakit dasar misalnya anemia defisiensi besi selalu terjadi akibat dari perdarahan kronis apakah itu disebabkan karsinoma colon atau ankilostomiasis dan lain-lain. Hal ini harus selalu diingat, oleh karenanya apabila kita telah menentukan adanya anemia maka menjadi ke"ajiban kita selanjutnya menentukan etiologi dari anemianya. Anemia dapat diklasifikasikan berdasarkan morfologi dan etiologinya. !ada klasifikasi anemia menurut morfologi dikenal tiga klasifikasi besar. ,ang pertama adalah anemia normositik normokrom, di mana ukuran dan bentuk sel-sel darah merah normal serta mengandung hemoglobin dalam jumlah normal (-./ dan -.H. normal atau normal rendah tetapi indi&idu menderita anemia. !enyebab anemia jenis ini adalah kehilangan darah akut, hemolisis, penyakit kronik termasuk infeksi, gangguan endokrin, gangguan ginjal, kegagalan sumsum dan penyakit-penyakit infiltratif metastatik pada sumsum tulang. 'ategori besar yang kedua adalah anemia makrositik normokrom. -akrositik berarti ukuran sel-sel darah merah lebih besar dari normal tetapi normokrom karena konsentrasi hemoglobinnya normal (-./ meningkat0 -.H. normal . Hal ini diakibatkan oleh gangguan atau terhentinya sintesis asam nukleat *1A seperti yang ditemukan pada defisiensi #23 dan atau asam folat. 'ategori anemia ke tiga adalah anemia mikrositik hipokrom. -ikrositik berarti kecil, hipokrom berarti mengandung hemoglobin dalam jumlah yang kurang dari normal (-./ rendah0 -.H. rendah . Hal ini umumnya menggambarkan insufisiensi sintesis hem (besi , seperti pada anemia defisiensi besi, keadaan sideroblastik dan kehilangan darah kronik, atau gangguan sintesis globin, seperti pada talasemia (penyakit hemoglobin abnormal congenital .

Sedangkan klasifikasi anemia menurut etiologinya adalah : 2. Anemia !asca !erdarahan (!ost Hemorrhagic $erjadi akibat perdarahan yang masif (seperti kecelakaan, luka operasi, persalinan dan sebagainya 3. Anemia Hemolitik $erjadi akibat penghancuran (hemolisis eritrosit yang berlebihan. Hal ini dibedakan menjadi dua faktor yaitu : a. 4aktor intrasel -isal talassemia, hemoglobinopatia (talassemia Hb%, sickle cell anemia , sferositos congenital, defisiensi en+im eritrosit ((-)!*, piru&at kinase, glutation reduktase . b. 4aktor ekstrasel -isal intoksikasi, infeksi (malaria , imunologis (inkompabilitas golongan darah, reaksi hemolitik pada transfusi darah . 5. Anemia *efisiensi 'arena kekurangan faktor pematangan eritrosit (besi, asam folat, &itamin #23, protein, piridoksin, eritropoetin, dan sebagainya . 6. Anemia Aplastik *isebabkan terhentinya pembuatan sel darah oleh sumsum tulang. -enegakkan diagnosis anemia harus digabungkan pertimbangan morfologis dan etiologi. Jenis anemia yang paling sering kita temui adalah Anemia 'ekurangan #esi (A'# yang disebabkan kurangnya +at besi untuk sintesis hemoglobin. *i 7ndonesia A'# masih merupakan masalah gi+i utama selain kekurangan kalori protein, &itamin A, dan yodium. !enelitian di 7ndonesia mendapatkan pre&alensi A'# pada anak balita sekitar 58-689 dan pada anak sekolah 38-5:9. -enurut hasil S';$ 2<<3, pre&alensi anemia pada anak usia sekolah ::,:9 dan sebagian besar adalah A'#. A'# mempunyai dampak yang merugikan bagi kesehatan anak berupa gangguan tumbuh kembang, penurunan daya tahan tubuh dan daya konsentrasi, serta penurunan kemampuan belajar, sehingga menurunkan prestasi belajar sekolah. Selain kekurangan +at besi, masih ada dua jenis lagi anemia yang sering terjadi pada anak-anak dan remaja. Anemia aplastik terjadi bila sel yang memproduksi butir darah merah (terletak pada sumsum tulang belakang tidak dapat menjalankan tugasnya. Hal ini dapat terjadi karena infeksi &irus, radiasi, kemoterapi atau obat tertentu. Sedangkan jenis berikutnya adalah anemia hemolitik yang terjadi ketika sel darah merah hancur secara dini, lebih cepat dari kemampuan tubuh untuk memperbaruinya. !enyebab anemia hemolitik bermacam-macam, bias ba"aan seperti talasemia atau sickle cell anemia. !ada kasus lain, seperti misalnya reaksi atas infeksi atau obat-obatan tertentu, sel darah merah dirusak sendiri oleh antibodi di dalam tubuh kita. -anifestasi gejala dan keluhan anemia tergantung dari beberapa faktor : 2. !enurunan kapasitas daya angkut oksigen dari darah serta kecepatan dari penurunannya0 3. *erajat serta kecepatan perubahan dari &olume darah0 5. !enyakit dasar penyebab anemianya0 6. 'apasitas kompensasi sistem kardiopulmonal. =leh karena itu rendahnya kadar hemoglobin dari seorang penderita anemia bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan ada atau tidaknya keluhan dan gejala anemia. Jadi apabila kadar hemoglobin cukup rendah akan tetapi tidak ada penyakit lain dari sistem

kardiopulmonal maka biasanya tidak akan ada keluhan tetapi apabila ada kelainan koroner maka akan timbul keluhan angina pectoris akibat hipoksianya. Apabila turunnya kadar hemoglobin terjadi secara lambat-laun lalu akan terjadi kompensasi dari sistem kardiopulmonal sehingga kadar hemoglobin yang tidak terlalu rendah biasanya tidak menimbulkan keluhan. Apabila penurunan kadar hemoglobin terjadi secara cepat seperti yang terjadi akibat suatu perdarahan masif, keluhan bisa terjadi mendadak berupa suatu renjatan apabila perdarahannya masif, atau hanya berupa hipotensi bahkan bisa tanpa gejala tergantung berat ringannya perdarahan yang terjadi. !enurunan kadar hemoglobin secara cepat akibat destruksi eritrosit (hemolisis tentu disamping keluhan kardiopulmonal akan disertai dengan tanda-tanda hemolisis seperti ikterus, hemoglobinemi, hemoglobinuria dan lain-lain. Anemia jenis apapun yang diderita, gejala yang menandainya sama, yaitu keletihan. (ejala lain yang mungkin juga muncul adalah "arna kekuning-kuningan pada kulit dan bagian putih mata, atau rasa sakit pada tulang. 'ekurangan +at besi menimbulkan beberapa gejala yang tidak terlalu kelihatan jelas, seperti mudah lelah, cepat capai bila berolahraga, sulit konsentrasi atau mudah lupa. -engingat hal ini juga biasa dialami oleh orang sibuk yang sehat dan tidak kekurangan +at besi sekalipun, maka gejala-gejala seperti ini sering luput dari perhatian. !ada umumnya orang mulai curiga akan adanya anemia bila keadaan sudah makin parah sehingga kelihatannya lebih jelas, seperti kulit pucat, jantung berdebar-debar, pusing, mudah kehabisan nafas ketika naik tangga atau olahraga (karena jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa oksigen ke seluruh tubuh . Anemia tidak menular, tetapi tetap berbahaya. ;emaja berisiko tinggi menderita anemia, khususnya kurang +at besi karena remaja mengalami pertumbuhan yang sangat cepat. *alam pertumbuhan, tubuh membutuhkan nutrisi dalam jumlah banyak, dan di antaranya adalah +at besi. #ila +at besi yang dipakai untuk pertumbuhan kurang dari yang diproduksi tubuh, maka terjadilah anemia. *%4717S7 Anemia adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pemba"a oksigen dalam sel darah merah berada diba"ah normal. Sumber yang lain mengatakan bah"a anemia adalah pengurangan jumlah sel darah merah, kuantitas hemoglobin, dan &olume pada sel darah merah (hemtokrit per 288 ml darah. Sel darah merah mengandung hemoglobin, yang memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh. Anemia menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah, sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah sesuai yang diperlukan tubuh. .atatan : 'adar Hb normal menurut >H= : ?mur ) bulan - ) tahun @ 22 gr 9 ?mur diatas ) tahun @ 23 gr 9 %$7=A=(7 %tiologi umum dari anemia adalah : 2. !erdarahan hebat B Akut (mendadak - 'ecelakaan

- !embedahan - !ersalinan - !ecah pembuluh darah B 'ronik (menahun - !erdarahan hidung - >asir (hemoroid - ?lkus peptikum - 'anker atau polip di saluran pencernaan - $umor ginjal atau kandung kemih - !erdarahan menstruasi yang sangat banyak 3. #erkurangnya pembentukan sel darah merah - 'ekurangan +at besi - 'ekurangan &itamin #23 - 'ekurangan asam folat - 'ekurangan &itamin . - !enyakit kronik 5. -eningkatnya penghancuran sel darah merah - !embesaran limpa - 'erusakan mekanik pada sel darah merah - ;eaksi autoimun terhadap sel darah merah - Hemoglobinuria nokturnal paroksismal - Sferositosis herediter - %lliptositosis herediter - 'ekurangan ()!* - !enyakit sel sabit - !enyakit hemoglobin . - !enyakit hemoglobin S-. - !enyakit hemoglobin % - $halasemia 6. 'egagalan dan kerusakan sumsum tulang - Anemia aplastik - 'eganasan - =steoporosis - -yelo fibrosis (penyakit ginjal kronis dan defisiensi &itamin *

AneuRisma
Aneurisma adalah suatu keadaan dimana ada daerah yang lemah dan menonjol pada pembuluh darah. !enonjolan ini hanya terjadi di bagian dalam dinding pembuluh darah atau bisa juga membuat pembuluh darah itu menjadi setipis balon. 7nilah keadaan yang membahayakan, karena se"aktu-"aktu aneurisma ini dapat pecah. Aneurisma dapat terjadi di pembuluh darah manapun di seluruh tubuh. termasuk di pembuluh darah otak. Aneurisma di otak dapat bertambah besar, dan dapat menekan daerah otak sekitarnya, menimbulkan gangguan yang nyata, seperti sakit kepala, mual-

muntah, nyeri atau kaku pada leher, pandangan kabur, atau sensitif terhadap cahaya. $api sering yang tidak bergejala apapun, terutama pada Aneurisma yang kecil. Aneurisma ini jarang ditemukan diba"ah usia 38 tahun, biasanya sering terjadi pada usia yang lebih tua. #eberapa faktor risiko yang dapat mempermudah seseorang untuk mengalami Aneurisma, yaitu tekanan darah tinggi, luka trauma pada kepala, merokok, pengguna alkohol, ri"ayat keluarga yang mempunyai Aneurisma dan kelainan ba"aan lainnya seperti ginjal !olikistik. Bagaimana Aneurisma da a! !er"adi# Sampai saat ini, penyebabnya masih tidak diketahui pasti. 'elihatannya, Aneurisma terjadi karena tidak adanya lapisan otot pada pembuluh darah tersebut. Sehingga seiring dengan "aktu, dimana pembuluh darah sering mengalami kontraksi (mengecil dan dilatasi (melebar akan membuatnya menjadi tipis dan teregang. 7ni yang lama kelamaan akan membentuk Aneurisma. #ahaya dari Aneurisma yang terbentuk, dapat menyebabkan terjadinya stroke atau kematian, karena pecahnya Aneurisma tersebut. Aneurisma dapat diobati dengan melakukan operasi. $api biasanya operasi baru dilakukan untuk mencegah terjadinya perdarahan berulang dari pecahnya Aneurisma tersebut. 'arena banyak orang yang tidak menyadari akan adanya Aneurisma pada dirinya, sampai Aneurisma itu pecah dan mengakibatkan stroke atau kematian.

Ke$ainan Pada sirku$asi Dara%


'elainan atau penyakit pada sistem peredaran darah antara lain: 2. Arteriosklerosis yaitu pengerasan pembuluh nadi karena endapan lemak berbentuk plak (kerak yaitu jaringan ikat berserat dan sel-sel otot polos yang di infiltrasi oleh lipid (lemak 3. Anemia yaitu rendahnya kadar hemoglobin dalam darah atau berkurangnya jumlah eritrosit dalam darah 5. /arises yaitu pelebaran pembuluh darah di betis 6. Hemeroid (ambeien pelebaran pembuluh darah di sekitar dubur :. Ambolus yaitu tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang bergerak. ). $rombus yaitu tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang tidak bergerak . C. Hemofili yaitu kelainan darah yang menyebabkan darah sukar membeku (diturunkan secara hereditas D. Aeukemia (kanker darah yaitu peningkatan jumlah eritrosit secara tidak terkendali. <. %rithroblastosis fetalis yaitu rusaknya eritrosit bayiEjanin akibat aglutinasi dari antibodi yang berasal dari ibu. 28. $halasemia yaitu anemia yang diakibatkan oleh rusaknya gen pembentuk hemoglobin yang bersifat menurun. 22. Hipertensi yaitu tekanan darah tinggi akibat arteriosklerosis

1ilai Aaboratorium 1ormal 7. Hem&g$&'in .o"ok : 25 F 2) gEdA .e"ek : 23 F 26 gE*l 77 Leuk&si! : 5000 10.000ui a). Basofil ; 0 1 b). Eosinofil : 1 3 c). eutrofil seg!en : 50 "0 d). #i!fosit : $0 %0 e). &onosit ; $ ' III( Hem&!r&si! .o"ok : 68 F 6D &ol 9 .e"ek : 5C F 65 &ol 9 I)(Eri!r&si! .o"ok : 6,: F :,: jutaEdA .e"ek: 6 F : jutaEdl )(Hormon a . S(=$ : G 23 uEi b . S(!$ : G 23 uEi c . A*H : D8 F 368 uEi )I( Asam ura! dara% : '0 1505(5 )II( Asam urat urin : '0 1$50(5 )III( P$asma% dara% : 0(5 1(5 !g)d#

I*( $asma urin : 1 $ g)dl $% ja! *( A$'umin : % 5($ gr)dl *I( G$ikurin ; 0(3 1(0 *II( Kadar glukosa sesak : * $00 !g)dl

TEKANAN DARAH 2. 3. 5. 6. :. ). C. #ayi : 68 2 bulan 0 D:E:6 2 tahun : <:E): ) tahun : 28:E): 28 F 25 tahun : 238EC: *e"asa tengah : 238ED8 Aansia : 268E<8

KETRAMPILAN PENGKA+IAN FISIK 2. 7nspeksi : proses obser&asi 3. !alpasi : dengan perabaan 5. !erkusi : dengan mengetuk tubuh menggunakan ujung F ujung jari guna menge&aluasi batasan, ukuran( dan konsisten organ+organ tubuh dan !ene!ukan adan,a cairan dala! rongga tubuh. 6. -uskultasi : !endengarkan bun,i ,ang dihasilkan oleh tubuh( !isaln,a frekuensi kekerasan( kualitas( dan durasi :. .lfaksi : dengan !engenali sifat dan su!ber bau. )ITAMIN A. Jenis F jenis &itamin 2. /itamin larut lemak a . /itamin A ( ;etinol 4ungsi 0 + !endukung pertu!buhan dan !etabolis!e sel sel tubuh. -membantu pembentukan rodopsin

-memelihara kesehatan jaringan permukaan terutama membrane selaput lendir yang berair, seperti kornea dan saluran pernapasan. -mendukung pertumbuhan dan perkembangan tulang yang baru serta memiliki sifat anti kanker. *efisiensinya dapat menyebabkan rabun senja, terhambatnya pertumbuhan, Heroftalmia (kekeringan pada kornea mata sampai menyebabkan kebutaan , serta mempengaruhi kesehatan kulit danmenurunkan daya tahan tubuh terhadap infeksi. =leh karena itu &itamin A sebagai &itamin anti infeksi. b . /itamin * ( kolikalsiferol 4ungsi : !enting untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tulang dan gigi. -embantu absorbsi kalsium dari usus dan penyerapan kalsium dan fosfor oleh tulang dan gigi.

*efisiensinya dapat menyebabkan rakhritis, gangguan absorbs kalsium dan pelunakan tulang, kelemahan dan nyeri pada indi&idu de"asa. c . /itamin % 4ungsinya yaitu membantu memelihara struktur sel dan membantu pembentukan sel darah merah. *efisiensinya yaitu dapat menyebabkan kemandulan pada he"an jantan. =leh karena itu ia dikenal sebagai &itamin anti mandul. d . /itamin ' 4ungsinya untuk membantu pembentukan protombin dalam hati sehingga berperan dalam proses pembekuan darah. 3. /itamin Aarut Air a . /itamin # I $hiamin ( /itamin #2 , #erbentuk padat, ber"arna putih, dan larut dalam air. $hiamin erperan dalam oksidasi nutrien dan pelepasan energi dalam tubuh. *idalam sel tubuh glukosa dipecah secara perlahan melaliu suatu reaksi yang melepaskan energy, dengan tata cara tang terkontrol.

*efisiensi thiamin menyebabkan terhambatnya oksidasi glukosa dalam tubuh. #ila pemecahan glukosa terhenti akan terjadi peningkatan asam piru&at dalam darah yang dapat mengakibatkan kelemahan otot, jantung berdebar F debar, dan degenerati&e saraf. (ejala tersebut merupakan gejala dari penyakit beri F beri. I ;ibofla&in ( &itamin #3 Senya"a ini ber"arna kuning dan larut dalam air. 4ungsinya adalah untuk membentuk bagian system en+im yang penting bagi oksidasi glukosa dan pelepasan energi dalam tubuh. *efisiensinya akan mempengaruhi mata, bibir dan lidah. (ejala yang muncul meliputi pecah F pecah pada sudut bibir dan bengkak serta kemerahan pada lidah. Akan tetapi gejala tersebut tidak spesifik untuk deisiensi ribofla&in, bisa juga disebabkan oleh kekurangan &itamin # yang lain. IAsam nikotinat #entuknya padat, ber"arna putih, berbentuk 'ristal, dan larut dalam air. *idalam tubuh asam nikotinat diubah menjadi amidanya yaitu nikotinamida. 1ikotinamida juga dapat dibentuk dari asam amino triptofan dalam tubuh. *efisiensi asam nikotinat dalam "aktu yang lama dapat menimbulkan penyakit yang disebut pellagra. (ejala pelagra meliputi diare, radang kulit dan demensial ( ganguan mental . b . /itamin . ( asam askorbat Senya"a ini ber"arna putih, berbentuk 'ristal, dan sangat larut dalam air. 4ungsinya yaitu : mendukung pembentukan semua jaringan tubuh, terutama jaringan ikat, dan membantu absorbsi +at besi dalam usus. *efisiensinya dapat menyebabkan skorbut dengan gejala utama memar dan perdarahan diba"ah kulit. (usi menjadi hitam seperti spons, luka, retak, dan lama untuk halus..iri F ciri defisiensi yang umum terlihat adalah anemia akibat kegagalan atau gangguan absorbsi +at besi serta ketidakmampuan membentuk sel F sel darah merah.

Anda mungkin juga menyukai