Anda di halaman 1dari 27

II.

BAHAN BAKU, BAHAN PEMBANTU & ENERGI

II. BAHAN BAKU, BAHAN PEMBANTU & ENERGI


II.1. INPUT
Bahan baku : Bijih Besi ( Iron Ore ) Bahan pembantu : Batu kapur ( Limestone CaCO ), Dolomite [( Ca,Mg )( CO ) ] Energi & sumber reduktor : Batubara ( Coal C ), Kokas ( Coke - C ) dan Gas Alam ( Natural gas - CH )

II.2. SUMBER DAYA BUMI II.2.1. Prospeksi : Identifikasi mineralisasi dan lokasi sumber daya bumi
Survey Tinjau Sumber daya terduga ( hypothetic ) Pemetaan Geologi Sumber daya tereka ( inferred )

II.2. SUMBER DAYA BUMI .


II.2.2. Eksplorasi :
Mengetahui bentuk, dimensi, sebaran dan kualitas Sumber daya bumi Eksplorasi Pendahuluan Sumber daya terunjuk ( indicated ) Eksplorasi Rinci Sumber daya terukur ( measured )

II.2.3. Eksploitasi :
Persiapan dan Operasi Penambangan ( Izin, Amdal, Prasarana, Cara dan konstruksi penambangan, Operasi penambangan, Pengolahan dan pemurnian bijih, penjualan, pasca tambang ) Operasi penambangan Sumber daya terbukti ( proven ) Eksplorasi tambang Sumber daya tambahan ( additional ) Jumlah Sumber daya dinyatakan dalam berat sumber daya atau berat kandungan Unsur berharganya

II.3. BIJIH BESI ( IRON ORE )


JENIS
Oksida

MINERAL
Magnetite Hematite Ilmenite Limonite Siderite Chamosite Pyrite Chalcopyrite

RUMUS KIMIA
FeO FeO FeTiO FeO ( OH ) Lepidocrocite HFeO - Goethite FeCO FeS FeS

Carbonat Silikat Sulfida

Bijih besi utama proses pembuatan besi adalah bijih besi oksida dan Carbonat

Contoh contoh Bijih Besi


Hematit Magnetit

Laterit

II.3. BIJIH BESI ..


Bijih Besi di Indonesia
TIPE ENDAPAN Kontak Metasomatik ( Scarn )
Pasir Besi ( Placer ) Laterite

MINERAL
Magnetite, Hematite Hematite, Ilmenite, Titanomagnetite Hematite, Goethite

% Fe
55 - 68

JUMLAH ( ton )
65.000.000

38 - 59

163.460.000

40 - 55

863.500.000 ( mea )

Sumber daya menyebar, dalam jumlah kecil, umumnya berkadar rendah

II.3. BIJIH BESI


Endapan bijih besi kontak metasomatik tersebar di Sumbar, Lampung, NTB dan Kalsel Pasir besi terdapat antara lain di Aceh, pantai selatan Jawa, Kalsel, Sulsel Endapan bijih besi laterite mengandung Ni,Co, Cr . terdapat di Pomala, Soroako, Kukusan, Sebuku, Halmahera, Papua Klasifikasi bijih besi secara komersial :
High Grade Merchant Ore ( Lump Ore ) : Fe > 60 % Low Grade Merchant Ore : 50 60 % Fe Low Grade Ore : Fe < 50 %

II.3.1. PENAMBANGAN BIJIH BESI


II.3.1.1. PENAMBANGAN TERBUKA ( Open Pit Mining ), dilakukan jika nilai Stripping ratio cukup rendah. Stripping ratio = Jumlah Overburden / Jumlah Bijih yang ditambang
Pengupasan Overburden dan penambangan bijih dengan menggunakan Power Shovel, Power Scrapper, Dragline, Excavator Overburden dan bijih yang terkonsolidasi perlu di drilling & blasting

Kedalaman penambangan tergantung pada :


Nilai stripping ratio Grade ( kadar ) bijih besi Keadaan Overburden

Penambangan terbuka

Penambangan Terbuka

Penambangan Terbuka

Penambangan Terbuka

II.3.1.2. Penambangan Bawah Tanah


Dilakukan jika nilai Stripping ratio besar Batuan terkonsolidasi dipecahkan dengan drilling & blasting Tambang dilengkapi dengan sistem ventilasi dan drainage Perlu Scrapper, Conveyor, Lori atau Lift untuk pengangkutan bijih

II.3.2. PENGOLAHAN ( BENEFISIASI ) BIJIH


High Grade Merchant Ore ( Fe > 60 % )
IRON ORE
+ 30 mm

Low Grade Merchant Ore ( 50 60 % Fe )


IRON ORE

CRUSHING
-6 mm

CRUSHING
Over size

SCREENING
+ 6 30 mm

SCREENING

WASHING / GRAVITY CONCENTRATION CONCENTRATION

TAILING

CONCENTRATE

II.3.2. Pengolahan ( benefisiasi ) Bijih


Low Grade Primary Ore
IRON ORE

CRUSHING SCREENING GRINDING


CLASSIFYING

MAGNETIC SEPARATION / FLOTATION CONCENTRATE

TAILING

AGGLOMERATION AGGLOMERATE

COMMINUTION

CONCENTRATION

II.3.2.1. KOMINUSI
KOMINUSI ( Comminution ), adalah operasi untuk : Memperkecil ukuran butiran bijih Meliberasikan mineral berharga dari gangue mineral Memudahkan proses pemisahan selanjutnya ( proses konsentrasi )

SiO ( Silica ) FeO (Hematite )

II.3.2.1. KOMINUSI
OPERASI Crushing Screening Grinding Classifying CONTOH PERALATAN Jaw Crusher, Gyratory Crusher, Roller Crusher Vibrating Screen, Trommel Screen Ball Mill, Rod Mill, Pebble Mill Classifier, Cyclone

II.3.2.2. KONSENTRASI
Konsentrasi adalah proses pengumpulan atau pemisahan mineral berharga dari mineral-mineral pengotornya ( gangue mineral ) Proses konsentrasi bijih besi :
METODA Washing Gravity Concentration Log Washer Jig HMS ( Heavy Media Separator ) Spiral Concentrator Magnetic Separation Flotation Magnetic Separator Flotation Cell
Ukuran - 6 + 100 mesh Ukuran bijih 1 25 mm

ALAT

KETERANGAN

II.3.2.2. KONSENTRASI
Log Washer

Jig

3.2.2. KONSENTRASI
Flotation Cell

II.3.2.3. NERACA BAHAN ( MATERIAL BALANCE )


F Proses Konsentrasi C F=C+T F.f = C.c + T.t dimana, F = berat umpan ( feed ) C = berat Concentrate T = berat Tailing f,c,t = % kandungan unsur X dalam Feed, Concentrate dan Tailing Ratio of Concentration = K = F / C Recovery = Re = ( C.c / F.f )( 100 % ) T F SISTEM 1 D D SISTEM 2 U U Total Sistem : Sistem 1 Sistem 2 : : F = U F + O = D D = U + O O

Circulating Load Ratio = O / F

II.3.3. AGGLOMERASI
Agglomerasi adalah proses untuk memperbesar ukuran bijih ( Size Enlargement ) Tujuan :
Meningkatkan permeabilitas beban Mengurangi jumlah bijih halus yang hilang

Syarat :
Kandungan Fe > 60 %, unsur lain minimum Ukuran agglomerat 6 25 mm Keras, tidak mudah hancur dalam transportasi dan penggudangan Tahan beban pada Temperatur tinggi Mudah dan cepat direduksi

II.3.3. AGGLOMERASI
Komponen Agglomerat :
Konsentrat bijih besi Bahan pembawa unsur besi : fines, sludge, scale Bubuk Kokas ( Coke breeze ) Flux ( bubuk batu kapur, dolomite )

Agglomerat yang telah mengandung Flux, disebut Self Fluxing Agglomerates Proses Agglomerasi :
Sintering Pelletizing Briqueting Nodulizing produk yang dihasilkan : Sinter Pellet Briquett Nodule

II.3.3.1. SINTERING
F C L O A storage bin + feeder scales mixing drum

balling drum

sinter cooler screen fines ( F ) sinter

II.3.3.2. PELLETIZING