Anda di halaman 1dari 10

3.5.

KEHILANGAN GAYA PRATEGANG

Di dalam rangkaian tahap perencanaan, analisis kehilangan gaya prategang sangat penting. Secara umum, kehilangan prategang (loss of prestressed) dinyatakan sebagai prategang efektif pada beton yang mengalami pengurangan secara berangsur-angsur sejak dari tahap transfer yang diakibatkan oleh berbagai sebab. Pada perencanaan awal, gaya efektif ditentukan lebih dahulu dengan memperkirakan kehilangan prategang total. Pada sistem post-tensioning, digunakan perkiraan sebesar 15 - !5 . "erdasarkan waktu terjadinya, kehilangan prategang dikelompokkan menjadi dua yaitu # 1. $ehilangan prategang seketika %jangka pendek&, yang disebabkan antara lain oleh perpendekan elastis beton, gesekan pada kawat untaian %tendon&, dan gesekan pada angker hidup. !. $ehilangan prategang jangka panjang, yang disebabkan oleh susut dan rayapan beton, relaksasi baja serta pengaruh temperatur. 'enis kehilangan prategang yang terjadi pada sistem penegangan pascatarik adalah sebagai berikut # Perpendekan elastis beton, apabila kawat-kawat ditarik secara berturutan. (pabila semua kawat ditarik secara bersamaan maka tidak ada kehilangan akibat deformasi elastis. )elaksasi tegangan pada baja Susut beton )angkak beton *esekan pada tendon dan angker mati Selip pada pengangkuran (draw-in) $ehilangan prategang secara umum dipengaruhi oleh +utu beton 'enis baja prategang ,intasan tendon *aya prategang awal $eadaan lingkungan "entuk tampang balok 3.5.1. Kehilangan Prategang Akibat Perpendekan Elastis et!n Segera setelah pelimpahan gaya prategang dari baja kepada beton (transferred) maka terjadilah regangan pada beton yang diikuti pula oleh bajanya. Perpendekan pada beton akan mengakibatkan pemendekan dan berkurangnya tegangan pada baja. $ehilangan tegangan yang terjadi akibat perpendekan elastis dari beton sendiri dibedakan berdasarkan cara penegangannya. a. Sistem pretensioning Pada beban sentris

- ES =

Pi Ac E ci + As E s E s Pi Ac E ci + As E s

%.../&

$ehilangan tegangan pada baja #

fs,ES = E ES - =
jika n =

%...1&

Es dan At = Ac + n As, maka # E ci f s,ES = n Pi At


%...!&

Pada beban eksentris dan beban mati sudah bekerja, tegangan pada beton pada titik berat baja prategang adalah #

fc,ES =

Ps Ps e ! M D e + dengan Ps /,0/ Pi (just after transfer) At I I


f s,ES = n f c,ES

%....&

b. Sistem post-tensioning

"esarnya kehilangan prategang pada sistem post-tensioning dipengaruhi oleh jumlah tendon dan cara penarikan masing-masing tendon. 'ika jumlah tendon adalah n ditegangkan secara berurutan, maka besarnya kehilangan prategang akibat perpendekan elastic beton pada tendon ke j karena penarikan tendon ke (j+1) adalah # n fs As e e 1 + j % f s & j = n %...1& Ac r! = j +1 $ehilangan prategang total # n f s j As j fs = n %...5& j =1 As j

j =1

4atatan # 3.5.".

Es I 2r = %...3& Ec A 'ika hanya digunakan satu tendon (strand) dan ditarik secara bersama-sama, perpendekan elastik tidak mengurangi gaya prategang. n=

Kehilangan Prategang Akibat Relaksasi Tegangan pada a#a )elaksasi adalah berkurangnya tegangan tarik akibat regangan yang konstan seperti pada *ambar ..11. *aya prategang pada baja prategang dengan perpanjangan yang konstan dan dijaga tetap pada suatu selang waktu akan berkurang secara perlahan-lahan seperti terlihat pada *ambar ..15. "esarnya pengurangan tergantung pada lamanya waktu dan perbandingan fpi!fp".

t
*ambar ..11 "erkurangnya tegangan tarik akibat regangan konstan.

Peraturan P45 membatasi besar gaya prategang awal %segera setelah pengangkuran& sebesar fpi 6 /,7 fpu. Dari *ambar ..15 terlihat bahwa makin besar tegangan tetap akan menghasilkan kehilangan tegangan akibat relaksasi yang makin besar pula. 5ni adalah salah satu alasan untuk membatasi tegangan awal maksimum. Penggunaan untaian kawat dengan relaksasi yang rendah akan sangat mengurangi kehilangan tegangan %maksimum .,5 & dan makin banyak dipakai secara meluas walaupun harganya lebih mahal dibandingkan dengan untaian kawat stress-relie#ed.
100 90 fp /fpi , persen 80 70 60 50 10 100 1000 10.000 Waktu, jam 100.000 fpi /fpy = 0,6
0,7 0,8 0,9

*ambar ..15 $ur8a relaksasi baja untuk kawat dan strand stress-relie#ed %,in, !///&.

9abel ..! :ilai-nilai $re dan ' %,in, !///& 9ipe tendona !7/ $rade stress-relie#ed strand or wire %1;3/ +Pa& !5/ $rade stress-relie#ed strand or wire %17!/ +Pa& !1/ or !.5 $rade stress-relie#ed wire %1355 +Pa or 13!/ +Pa& !7/ $rade low-rela%ation strand %1;3/ +Pa& !5/ $rade low-rela%ation strand %17!/ +Pa& !1/ or !.5 $rade low-rela%ation wire %1355 +Pa or 13!/ +Pa& 115 or 13/ $rade stress-relie#ed &ar %1/// +Pa or 11// +Pa&
a

$re %+Pa& 1.; 1!; 1!1 .5 .! ./ 11

' /,15 /,11 /,1. /,/1/ /,/.7 /,/.5 /,/5

Sesuai dengan (S9+ (113-71, (S9+ (1!1-73, or (S9+ (7!!-75.

"alok prategang mengalami perubahan regangan baja yang konstan di dalam tendon bila terjadi rangkak yang tergantung pada waktu, perpendekan elastis %kehilangan gaya prategang seketika setelah peralihan&, dan susut beton. Pengurangan tegangan tendon mengakibatkan berkurangnya kehilangan prategang akibat relaksasi, dirumuskan dengan persamaan %(45-(S4<& yaitu # (E = + re * S) + '( + ES ' %...7& di mana $re, ' dan 4 adalah nilai-nilai yang diambil dari 9abel ..! dan 9abel ....

)]

9abel ... :ilai-nilai 4 %,in, !///& fpi=fpu /,;/ /,70 /,7; /,77 /,73 /,75 /,71 /,7. /,7! /,71 /,7/ /,30 /,3; /,37 /,33 /,35 /,31 /,3. /,3! /,31 /,3/ 1,15 1,.3 1,!7 1,1; 1,/0 1,// /,01 /,;0 /,;. /,7; /,7. /,3; /,3. /,5; /,5. /,10 Stress-relie#ed Strand or wire Stress-relie#ed &ar ,r -ow-rela%ation Strand or wire 1,!; 1,!! 1,13 1,11 1,/5 1,// /,05 /,0/ /,;5 /,;/ /,75 /,7/ /,33 /,31 /,57 /,5. /,10 /,15 /,11 /,.7 /,..

3.5.3.

Kehilangan Prategang Akibat Rangkak et!n

)angkak pada beton murni didefinisikan sebagai deformasi %regangan beton c%t&&yang tergantung pada waktu yang diakibatkan oleh tegangan konstan c seperti pada *ambar ..13. Pada sistem prategang, balok memberikan respons yang elastik terhadap gaya prategang saat peralihan, dan rangkak pada beton akan terjadi untuk jangka waktu yang lama akibat beban yang terus-menerus bekerja tetapi dengan laju perubahan yang sangat kecil pada waktu yang akan datang.
" Loa in! t1 #n$oa in! t2 t

%a& 9egangan konstan pada periode t1 > t > t!

e$ " %" t1 t2
%b& )egangan elastik el

& ' f
)a!ian yan! kem(a$i )a!ian yan! ti ak kem(a$i

t
%c& )egangan akibat rangkak yang merupakan penjumlahan bagian yang kembali dan tidak kembali lagi

* * t
%d& )egangan akibat susut

" = e$ + & + *
' f e$ *
&e!an!an ak+ir

" = e$ + & + *

t
%e& )egangan total *ambar ..13 Deformasi beton akibat tegangan yang konstan.

)angkak dianggap terjadi dengan beban mati permanen yang ditambahkan pada komponen struktur setelah beton diberi gaya prategang. "agian dari regangan tekan awal disebabkan pada beton segera setelah peralihan gaya prategang dikurangi oleh regangan tarik yang dihasilkan dari beban mati permanen. $ehilangan gaya prategang akibat rangkak untuk komponen struktur dengan tendon terekat dihitung dari persamaan berikut %,in, !///&.

'( = + cr

E ps Ec

%fcir f cds &

%...;&

di mana $cr 6 1,3/ untuk komponen struktur pascatarik, f cir adalah tegangan beton pada garis yang melalui titik berat baja %c.g.s.& akibat gaya prategang efektif segera setelah gaya prategang telah dikerjakan pada beton pada kondisi transfer, dan fcds adalah tegangan beton pada titik berat tendon akibat seluruh beban mati yang bekerja pada komponen struktur setelah diberi gaya prategang, yang dapat dihitung melalui persamaan

fcir = f cds =
3.5.$.

%f &ot ftop &%) ed & )

+ ftop + f top

%...0& %..1/&

%f &ot f top &%) ed & )

Kehilangan Prategang Akibat %&s&t et!n Susut beton terjadi karena peristiwa penguapan air pada beton sepanjang proses e8aporasi yang menjadikan beton mengalami perpendekan secara bertahap. $arena pada beton terjadi perubahan 8olume, maka akan terjadi kehilangan gaya prategang pada bajanya. <8aluasi kehilangan prategang akibat susut merupakan salah satu bagian penting dalam mendesain struktur beton prategang. Susut pada beton dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti rangkak, perbandingan antara 8olume dan permukaan, kelembaban relatif dan waktu dari akhir .oist curing %masa perawatan basah& sampai dengan bekerjanya gaya prategang. $arena susut terjadi tergantung pada waktu, maka kehilangan tegangan batas yang dialami pada tahun pertama adalah ;/ . $omponen struktur pascatarik akan lebih menguntungkan apabila susut terjadi sebelum penarikan sistem prategang. Susut yang terjadi lebih kecil dari susut yang terjadi pada komponen struktur pratarik %,in, !///&. / S) = ;,! 1/ 3 + s0 E ps 1 /,/3 (1// () ) %..11& S di mana ;,!.1/-3 merupakan ulti.ate s0rin age strain %-S?,@& dan +s0 adalah nilai yang diambil dari 9abel ..1, dengan catatan bahwa nilai +s0 tersebut hanya berlaku untuk beton yang mengeras pada udara terbuka.
9abel ..1 :ilai $sh untuk komponen struktur pascatarik %,in, !///& 'angka waktu setelah perawatan basa sampai pada pelaksanaan prategang %hari& $sh 1 /,0! . /,;5 5 /,;/ 7 /,77 1/ /,7. !/ /,31 ./ /,5; 3/ /,15

3.5.5.

Kehilangan Prategang Akibat Gesekan $ehilangan prategang akibat gesekan hanya terjadi pada sistem post-tensioning yang timbul akibat adanya gesekan antara tendon dengan selubung dan antara kawat untaian dalam satu tendon. $ehilangan prategang ini dipengaruhi oleh dua faktor yaitu pengaruh panjang dan kelengkungan. Pengaruh panjang adalah jumlah gesekan yang akan dijumpai jika tendon lurus. 9etapi dalam praktek tendon tidak dapat lurus sepenuhnya dan gesekan tetap ada di antara tendon dan bahan sekelilingnya. *esekan ini disebabkan oleh adanya perubahan sudut teoritik dan perubahan sudut tak terduga (1o&&ling effect). *esekan ini mengakibatkan kehilangan tegangan yang semakin bertambah menurut jaraknya.

6on!krak 5n!ker +i up 0 -en on -$ -$ -min -min /arak 0


*ambar ..17 Aariasi tegangan pada tendon akibat gaya gesekan %,in, !///&.

5n!ker mati

-e!an!an pa a ten on

-o

3eteran!an 4 1a2 3e+i$an!an !aya prate!an! aki(at !esekan yan! ren a+ 1a2 1(2 1(2 3e+i$an!an !aya prate!an! aki(at !esekan yan! tin!!i -o -$ -min -e!. a.a$ -e!. pen on!krakan sementara -e!. sete$a+ pe$epasan -e!. minimum

+enurut ,in %!///&, tendon prategang sepanjang d% yang titik beratnya mengikuti busur lingkaran dengan jari-jari ( seperti pada *ambar ..1; %b&, perubahan sudut tendon akibat lengkungan sepanjang d% adalah

d% %..1!& ( @ntuk elemen yang kecil sepanjang d%, tegangan pada tendon dapat diambil tetap dan sama dengan P, maka komponen tegak lurus dari tekanan yang dihasilkan oleh tegangan P yang membentuk sudut d2 adalah P d% 3 = P d2 = %..1.& ( 'umlah kehilangan gaya prategang akibat gesekan dP sekeliling d% dinyatakan dengan tekanan dikalikan dengan koefisien gesekan 4, jadi 5 P d% dP = 53 = = 5 P d2 %..11& ( dP = 5 d2 %..15& P d2 =
&a ian 7o -en on

&a ian 7o

-en on

%a& ,intasan 9endon

&
7o 7o 0

7 o 70 =7o8 7o

9 = 7o 7 o 7o 7o 7 o

3e+i$an!an !aya prate!an! aki(at !esekan, 7

-ekanan norma$ 9 aki(at prate!an! 7

%b& $ehilangan gaya prategang akibat gesekan di sepanjang d% *ambar ..1; 'ur#ature friction loss %:awy, 1003&6

Persamaan %...;& diintegrasikan kedua sisinya menjadi %..13& 'ika 2 = -!( untuk penampang dengan konstan (7 maka akan diperoleh persamaan gesekan yang kon8ensional yakni %..17& P% = Po e 52 = Po e 5 - = ( (pabila akan dihitung kehilangan prategang akibat gesekan karena bentuk tendon yang turunnaik atau pengaruh panjang kabel, maka log e P = +- atau P% = Po e +%..1;& 'ika pengaruh panjang dan lengkungan tendon digabungkan maka dapat dituliskan dengan sederhana log e P = 52 +%..10& Sesuai dengan *ambar ..1; %b&, besarnya gaya prategang P%, pada suatu jarak % dari ujung penarikan mengikuti suatu fungsi eksponensial sebagai berikut %,in, !///&. %..5/& P% = Po e %BC ++% & di mana $ dan adalah nilai yang diambil dari 9abel ..5.
9abel ..5 :ilai-nilai $oefisien Dobble %$& dan $oefisien $elengkungan %E& %,in, !///& 9ipe tendon 9endons in fleFible metal sheating Dire tendons 7-wire strand ?igh-strength bar 9endons in rigid metal duct 7-wire strand +astic-coated tendons Dire tendons and 7-wire strands Pregreased tendons Dire tendons and 7-wire strands $oefisien Dobble $ per meter /,//.. G /,//10 /,//13 G /,//33 /,///. G /,//!/ /,///7 /,//1/ G /,//33 /,//.. G /,//33 $oefisien $elengkungan E /,15 G /,!5 /,15 G /,!5 /,/; G /,./ /,15 G /,!5 /,/5 G /,15 /,/5 G /,15

log e P = 5 2

3.5.'.

Kehilangan Prategang Akibat %elip(Tarik )as&k pada Tend!n *dra+,in$ehilangan prategang ini timbul karena penguncian baji pada angker hidup pada sistem pascatarik (post-tensioning s"ste.). (pabila kabel ditarik dan dongkrak dilepaskan untuk mentransfer prategang beton, pasak-pasak gesekan yang dipasang untuk memegang kawat-kawat dapat menggelincir pada jarak yang pendek sebelum kawat-kawat tersebut menempatkan diri secara kokoh di antara pasakpasak tadi. "esarnya penggelinciran tergantung pada tipe pasak dan tegangan pada kawat. +isalnya

pada sistem AS,, tendon kembali sebesar 3 mm segera setelah draw-in. karena adanya gesekan tendon, maka pengaruh tarik masuk ini terjadi hanya sepanjang F dari angker hidup. Diagram gaya miring pada daerah angker hidup sampai berjarak F, disebabkan oleh adanya gesekan antara tendon dengan selubung tendon. set A ps E ps %..51& % as = p
6on!krak 5n!ker +i up 5 -en on :aya saat penarikan :aya sete$a+ ra. in 75 0
*ambar ..10 9arik masuk tendon (draw-in)6

5n!ker mati )

7;

7<

7)

3.'.

LEN./TAN

,endutan merupakan suatu kriteria penting untuk keamanan struktur. Pada umumnya batang beton struktural harus didesain agar mempunyai kekakuan yang cukup untuk membatasi lendutan yang dapat berpengaruh merugikan terhadap kekuatan atau kemampuan fungsi struktur pada beban kerja %)aju, 10;0&. $ontrol terhadap lendutan yang sesuai sangat penting karena alasan-alasan sebagai berikut # ,endutan yang berlebihan pada struktur utama tidak mudah terlihat dan dapat membuat lantai tidak sesuai untuk pemakaian yang direncanakan. ,endutan yang besar akibat pengaruh dinamis dan akibat pengaruh beban yang berubah-ubah dapat mengurangi kenyamanan pemakai. ,endutan yang berlebihan cenderung menyebabkan kerusakan pada permukaan, sekat dan strukturstruktur yang berkaitan. ,endutan batang beton prategang dipengaruhi oleh faktor-faktor penting berikut ini # 1. "eban terpasang dan berat sendiri !. "esarnya gaya prategang .. Profil kabel 1. +omen inersia potongan melintang 5. +odulus elastisitas beton 3. )angkak, susut dan relaksasi tegangan baja 7. "entang balok ;. $ondisi penjepitan Pada perencanaan ini, kontrol lendutan dilakukan dengan meninjau lendutan yang terjadi pada jangka pendek dan jangka panjang serta kontrol lendutan terhadap beban hidup. 1. ,endutan akibat *aya Prategang +enurut :. $hrisna )aju %10;0&, profil tendon berpengaruh terhadap lendutan yang ditimbulkan oleh gaya prategang pada balok prategangnya.

7 e2 e1 L

*ambar ..!/ 9endon parabolis %angkur eksentris& %)aju, 10;0&.

*ambar ..!/ menunjukkan sebuah balok dengan tendon parabolis yang mempunyai eksentrisitas e 1 di tengah bentang serta e ! pada penampang di atas tumpuan. Pada waktu transfer prategang, lendutan ke atas yang terjadi pada profil tendon ini adalah sebagai berikut %)aju, 10;0&.

pi =

Pi -! % 5e1 + e ! & 1; EI g

%..5!& %..5.&

pe = pi

Pe Pi

!. ,endutan akibat "erat Sendiri "alok "erat sendiri balok akan menghasilkan lendutan ke bawah yang dapat dihitung dengan persamaan

/ =

5 8 girder -1 .;1 EI g

%..51&

.. ,endutan akibat "eban +ati 9ambahan (Additional Dead -oad) ,endutan ke bawah bertambah lagi dengan adanya beban mati tambahan %selain berat sendiri balok& yang terpasang di atas balok. ,endutan ke bawah tersebut dihitung sebagai

AD- =

5 8 AD- -1 .;1 EI gc

%..55&

1. ,endutan akibat "eban ?idup ,endutan yang disebabkan oleh beban hidup terpusat dan terbagi merata dapat dihitung langsung dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

-- =

5 8 -- -1 P -. + -.;1 EI gc 1; EI gc

%..53&

5. ,endutan 9otal 'angka Panjang Dalam menghitung lendutan jangka panjang, lendutan awal akibat prategang dan beban trans8ersal telah dimodifikasi untuk memperhitungkan kehilangan prategang yang cenderung untuk mengurangi lendutan, dan pengaruh rangkak yang cenderung menambah lendutan. Prinsip modulus tereduksi yang menyangkut koefisien rangkak %'u& digunakan pula untuk memperkuat lendutan awal. ,endutan jangka panjang akhir dinyatakan sebagai berikut %Supriyadi, !///&.

tot = pe +

% pe + pi & !

' u + % / + AD- &%1 + 'u & + --

%..57&

9abel ..3 "atas ,endutan +aksimum yang Diperkenankan 9ipe "atang (tap datar yang tak memikul atau dipasang pada elemen non struktural yang cenderung rusak oleh lendutan yang besar ,antai yang tak memikul atau dipasang pada elemen non struktural yang cenderung rusak oleh lendutan yang besar $onstruksi atap atau lantai yang memikul atau dipasang pada elemen non struktural yang cenderung rusak oleh lendutan ,endutan yang harus dipertimbangkan ,endutan seketika akibat beban hidup "atas ,endutan
"entang 1;/

,endutan seketika akibat beban hidup

"entang .3/

"agian dari lendutan total yang terjadi setelah pemasangan elemen non-struktural, jumlah lendutan

"entang 1;/

yang besar $onstruksi atap atau lantai yang memikul atau dipasang pada elemen non struktural yang tidak cenderung rusak oleh lendutan yang besar

jangka panjang akibat semua beban terus-menerus dan lendutan seketika akibat sesuatu beban hidup tambahan

"entang !1/

10