Anda di halaman 1dari 2

Wawancara dengan Bapak Akhmad Fauzan dari Bidang Ketertiban Umum dan Masyarakat 1.

Perbedaan kondisi PKL dulu dan sekarang? PKL sekarang dan dulu sangat berbeda. PKL zaman dulu merupakan PKL dalam arti yang sebenarnya, yaitu dengan tempat sederhana dan modal yang kecil. Namun, PKL yang sekarang ini kebanyakan malah seperti bukan PKL. Mereka berdagang di tempat yang lumayan luas dan dengan modal yang besar. 2. Kenapa PKL tidak berjualan di tempat yang disediakan? Karena masyarakat yang termasuk PKL ini mempunyai sifat turun-temurun yang tidak disiplin. Sifat ini mungkin didapat karena terlalu lama dijajah sehingga dari dulu mempunyai sifat memberontak terhadap pemerintah dan tidak mau mematuhi peraturan yang ada. Keadaan yang terjadi sekarang yaitu di dalam pasar yang ada sendiri malah kosong karena pedagang lebih memilih berdagang di pinggir jalan. 3. Biaya buat masuk pasar gimana? Ada ketentuan-ketentuan tertentu untuk ini. Namun yang pasti tidak akan merugikan masyarakat. 4. Upaya-upaya yang sudah dilakukan Satpol PP? Penertiban PKL sebenarnya merupakan sebagian kecil dari tugas Satpol PP, dan sebnarnya merupakan tugas kepala daerah dan diatur dalam PP No. 6 Tahun 2010, UU 32. Satpol PP merupakan eksekutor. Petugas melakukan pengawasan dengan mem-plotting orang-orangnya di daerah tertentu (zona kuning dan hijau) 5. PKL melanggar dan menyebabkan macet bagaimana ditindaknya? Jika ada laporan demikian, baik dari masyarakat maupun tertangkap basah oleh penindak hukum maka akan ada himbauan secara lisan yang diatur dalam perda No. 4 Tahun 2011 dan No. 3 Tahun 2011. Tahap selanjutnya diberi surat peringatan. 6. 4 bidang dalam rangka menjalankan perda 4, yang tentang PKL a) Bidang pembinaan dan pemberdayaan: KUKM b) Perencanaa: Bapeda c) Penataan: Dinas tata ruang dan cipta karya (dulu: dinas pembangunan) d) Eksekutor: Satpol PP, pengendalian, pengawasan dan penegakan hukum 7. Respon PKL ketika penindakan? Menolak dan melakukan perlawanan. 8. Bentuk sanksi? Diatur dalam perda No. 4 tahun 2011 dan 11 tahun 2005, peraturan walikota no. 88. 9. Pemerintah sekarang dan sebelumnya tentang program PKL? Program penertiban PKL selalu ada dalam daftar program kerja pemerintahan siapa saja dari dulu sampai sekarang. Yang berbeda adalah bentuk program kerjanya seperti apa dan jangka waktu pelaksanaan programnya.

10. Bagaimana banyak PKL yang masih melanggar soal waktu boleh dilakukan kegiatan jual beli di zona kuning dan hijau? Masyarakat yang tidak disiplin dan tidak mematuhi peraturan yang ditetapkan, mereka tidak mengindahkan peraturan-peraturan yang ada. 11. Apakah PKL menyumbang perkembangan perekonomian daerah? Di bandung, belum ada peraturan yang mengatur penarikan retribusi dari PKL. Jadi PKL yang di bandung saat ini tidak menyumbang apapun ke pemerintah kota bandung. 12. Apakah PKL yang berjualan di zona kuning dan hijau punya izin dan identitas tertentu? Jika ada bagaimana prosesnya? Punya. Proses perizinan ada diatur dalam aturan tertentu dan ada salah satu syarat mutlak yaitu harus warga Bandung. 13. Apakah ada kemungkinan titik/zona merah ditambah? Tidak. Tambahan: sebenarnya dalam perda pembangunan No. 5 tahun 2010 setiap ada yang membangun pusat ekonomi seperti mall harus menyediakan lahan 10% untuk sector informal.