Anda di halaman 1dari 29

STROKE HEMORAGIK

A. Pengertian Stroke adalah kehilangan fungsi otot yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah ke bagian otak ( Brunner, 2002; 2131 . Stroke adalah sindro! klinis yang a"alnya ti!bulnya !endadak, progresi #epat berupa defisit neurologis fokal dan atau global, yang berlangsung 2$ %a! atau lebih atau langsung !eni!bulkan ke!atian dan se!ata & !ata disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak non trau!ati#. ( 'ans%oer, 2002 ; 1( Stroke adalah penyakit serebro)askuler !enun%ukkan adanya beberapa kelainan otak baik se#ara fungsional !aupun struktural yang disebabkan oleh keadaan patologis dari pe!buluh darah serebral dari seluruh siste! pe!buluh darah otak. ( *oenges, 2000; 2+0 stroke he!oragik adalah stroke yang disebabkan oleh karena pe#ahnya pe!buluh darah pada otak. Stroke he!oragik ter%adi bila pe!buluh darah di dala! otak pe#ah. ,tak sangat sensitif terhadap perdarahan dan kerusakan dapat ter%adi dengan sangat #epat. Pendarahan di dala! otak dapat !engganggu %aringan otak, sehinga !enyebabkan pe!bengkakan, !engu!pul !en%adi sebuah !assa yang disebut he!ato!a. Pendarahan %uga !eningkatkan tekanan pada otak dan !enekan tulang tengkorak. Stroke he!oragik Perdarahan intraserebralyang ter%adi akibat pe#ahnya pe!buluh darah otak. Perdarahan ter%adi didala! %aringan otak atau pada te!pat-te!pat tertentu dala! otak, spt. )entri#ular, subdural dan subara#hnoid. Biasanya ke%adiannya saat !elakukan aktifitas na!un bisa %uga ter%adi saat istirahat. /esadaran pasien u!u!nya !enurun.

B.

Etiologi
Perdarahan intraserebral

1. 2. 3.

0ipertensi 'alfor!asi arteri &)ena Angiopati a!iloid Perdarahan subaraknoid.

e!boli ('ans%oer,2002;1(

Patofisiologi 1o#nya paling terakhir ya

2. 3aktor 4esiko 1. 5ang tidak dapat diubah . a. 6sia

b. 3a#tor genetik 2. 5ang dapat diubah a. 0ipertensi

b. *' #. 'erokok

d. Penyalahgunaan al#ohol dan obat e. 0e!otokrit !eningkat

f.

0iperurisenia

g. *islipide!ia h. /olestrol tinggi i. Penyakit %antung koroner ( 'ans%oer, 2002; 17

EPIDEMIOLOGI Stroke adalah penyebab ke!atian yang ketiga setelah penyakit %antung dan keganasan. Stroke diderita oleh 8 200 orang per 100.000 penduduk per tahunnya. Stroke !erupakan penyebab uta!a #a#at !enahun. Pengklasifikasiannya adalah 9:7:; !erupakan stroke non he!oragik (8 :3; adalah stroke tro!botik, dan 31; adalah stroke e!bolik dengan angka ke!atian stroke tro!botik 8 3(;, dan stroke e!bolik 8 90;. Presentase stroke non he!oragik hanya sebanyak 1:-3:;. 8 10-20; disebabkan oleh perdarahan atau he!ato! intraserebral, dan 8 :-1:; perdarahan subara#hnoid. Angka ke!atian stroke he!oragik pada %a!an sebelu! dite!ukannya 2< s#an !en#apai (0-+:;, setelah dite!ukannya 2< s#an !en#apai 20-30;. Pre)alensi stroke di 6SA adalah 200 per 1000 orang pada rentang usia $:-:$ tahun, 90 per 1000 pada rentang usia 9:-($ tahun, dan +: per 1000 orang pada rentang usia (:-7$ tahun. *engan presentase ke!atian !en#apai $0-90; = PENYEBAB/FAKTOR PREDISPOSISI
Stroke hemoragik paling sering disebabkan oleh tekanan darah tinggi yang menekan dinding arteri sampai pecah. Penyebab lain terjadinya stroke hemoragik adalah :

= Aneuris!a, yang !e!buat titik le!ah dala! dinding arteri, yang akhirnya dapat pe#ah.

= 0ubungan abnor!al antara arteri dan )ena, seperti kelainan arterio)enosa. = /anker, teruta!a kanker yang !enyebar ke otak dari organ %auh seperti payudara, kulit, dan tiroid. = 2erebral a!yloid angiopathy, yang !e!bentuk protein a!iloid dala! dinding arteri di otak, yang !e!buat ke!ungkinan ter%adi stroke lebih besar. = /ondisi atau obat (seperti aspirin atau "arfarin . = ,)erdosis narkoba, seperti kokain.

*. <anda *an >e%ala Stroke !enyebabkan berbagai defisit neurologik, se#ara u!u! ge%ala tergantung pada besar dan letak lesi di otak yang !enyebabkan ge%ala dan tanda organ yang dipersarafi oleh bagian tersebut, dan ukuran area yang perfusinya tidak adekuat. 3ungsi otak yang rusak tidak dapat !e!baik sepenuhnya. ?enis patologi (he!oragik atau non he!oragik se#ara u!u! tidak !enyebabkan perbedaan dari ta!pilan ge%ala, ke#uali bah"a pada %enis he!oragi seringkali ditandai dengan nyeri kepala hebat, teruta!a ter%adi saat beker%a. Beberapa perbedaan yang ter%adi pada strok he!isfer kiri dan kanan dapat dilihat dari tanda-tanda yang didapat dan dengan pe!eriksaan neurologis sederhana (Aru 1 Sudoyo,200+. hal 7+2-7+( . Perbedaan tersebut dapat dilihat tabel diba"ah ini. Stroke he!isfer kiri Stroke he!isfer kanan Paralisis tubuh kanan *efek lapang pandang kanan Afasia (ekpresif, reseptif atau global Perubahan ke!a!puan intelektual Perilaku la!bat dan ke"aspadaan Paralisis tubuh kiri *efek lapang pandang kiri *efisit persepsi khusus Peningkatan distraktibiillitas Perilaku i!pulsif dan penilaian buruk /urang kesadaraan terhadap defisit *efisit neurologis yang sering ter%adi antara lain (Brunner dan Suddarth, 2002. 0al 2130-21$$ . a. /ehilangan !otorik Stroke penyakit kehilangan !otorik karena gangguan kontrol !otor )olunter pada salah satu sisi tubuh dapat !enun%ukan kerusakaan pada neuron !otor atas pada sisi yang berla"anan dari otak. *isfungsi !otor paling u!u! adalah he!iparesis adalah kele!ahan "a%ah, lengan dan kaki pada sisi yang lain (karena lesi pada he!isfer yang berla"anan dan he!iplegia adalah paralisis "a%ah, lengan dan kaki pada sisi yang sa!a (karena lesi pada he!isfer yang berla"anan . Serta disfungsi !otor yang lain adalah ataksia (ber%alan tidak !antap, dan

tegak@tidak !a!pu !enyatukan kaki, perlu dasar kaki pada sisi yang sa!a , disartria (kesulitan dala! !e!bentuk kata , dan disfagia (kesulitan !enelan b. /ehilangan ko!unikasi 3ungsi otak antara lain yang dipengaruhi stroke bahasa dan ko!unikasi. *isfungsi bahasa dan ko!unikasi antara lain. disartria (kesulitan dala! !e!bentuk kata, yang ditu%ukan dengan bi#ara yang sulit di!engerti disebabkan oleh paralisis otot yang bertanggung %a"ab untuk !enghasilkan bi#ara , disfasia atau afasia (bi#ara defektif atau kehilangan bi#ara yang teruta!a ekpresif atau represif. #. *efisit lapang pandang *efisit lapang pandang karena gangguan %arak sensori pri!er antara !ata dan korteks )isual. *efisit lapang pandang pada stroke antara lain ho!oni!us he!ianopsia@kehilangan setengah lapang penglihatan (tidak !enyadari orang atau ob%ek dite!pat kehilangan penglihatan, !engabaikan salah satu sisi tubuh, kesulitan !enilai %arak , kehilangan penglihatan perifer (kesulitan !elihat pada !ala! hari,tidak !enyadari ob%ek dan diplopia (penglihatan ganda d. /ehilangan sensori /ehilangan sensori karena stroke dapat berupa kerusakan sentuhan ringan atau !ungkin lebih berat, dengan kehilangan propiosepsi (ke!a!puan untuk !erasakan posisi dan gerakan bagian tubuh serta kesulitan dala! !enginterprestasikan sti!uli )isual, taktil dan auditorius. e. /erusakan fungsi kognitif dan efek psikologis Bila kerusakan ter%adi pada lobus frontal, !e!pela%ari kapasitas, !e!ori atau fungsi intelektual, fungsi ini ke!ungkinan %uga ter%adi kerusakan. *isfungsi ini ditu%ukan dala! lapang perhatian terbatas, kesulitan dala! pe!aha!an, lupa, dan kurang !oti)asi yang !enyebabkan pasien ini !enghadapi !asalah frustasi dala! progra! rehabilitasi. *epresi u!u! ter%adi karena respons ala!iah pasien pasien terhadap penyakit. f. *isfungsi kandung ke!ih Setelah stroke pasien !ungkin !engala!i inkontinensia urin se!entara karena konfusi, ketidak!a!puan !engko!unikasikan kebutuhan dan ketidak!a!puan !engunakan urinal karena kerusakan !otorik. /adang-kadang kontrol sfingter urinarius ekternal hilang atau berkurang. 'enurut 'ans%oer tanda dan ge%ala yaitu 1. *efisit lapang pandang ( pengelihatan a. 0e!oni!us, he!ianopsia ( kehilangan setengah lapang pengelihatan

<idak !enyadari orang atau ob%ek di te!pat kehilangan pengelihatan.

b. /ehilangan pengelihatan perifer

/esulitan !elihat pada !ala! hari #. *iplopia

Penglihatan ganda 2. *efisit !otorik a. 0e!iparesis

/ele!ahan "a%ah, lengan dan kaki pada sisi yang sa!a b. 0e!iplegia Paralisis "a%ah, lengan dan kaki pada sisi yang sa!a ( karena lesi pada he!isfer yang berla"anan #. Ataksia

Ber%alan tidak !antap, tegak. d. *isartia /esulitan dala! !e!bentuk kata. e. *isfagia

/esulitan dala! !enelan. 3. *efisit sensorik Parestesia ( ter%adi pada siste! berla"anan dari lesi /ebas dan kese!utan pada bagian tubuh $. *efisit )erbal a. Afasia ekspresif

<idak !a!pu !e!bentuk kata yang dapat dipaha!i

b. Afasia reseptif

<idak !a!pu !e!aha!i kata yang dibi#arakan, !a!pu bi#ara tapi tidak !asuk akal. #. Afasia global

:. *efisit /ognitif /ehilangan !e!ori %angka pendek dan pan%ang. Penurunan lapang perhatian. Perubahan penilaian 9. *efisit e!osional /ehilangan kontrol diri. *epresi, !enarik diri. Perasaan isolasi. ( Brunner, 2002; 213: & 2139 A. /lasifikasi
Klasifikasi stroke di bedakan menurut patologi dari serangan stroke meliputi. Dibawah ini skema pembagian stroke menurut patologi serangan stroke Skema 2.1 klasifikasi stroke a. Stroke hemoragik erupakan pendarahan serebri dan mungkin pendarahan subarakhnoid. Disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak pada daerah otak tertentu. !iasanya kejadiannya saat melakukan akti"itas atau saat aktif# namun bisa juga terjadi saat istrahat. Kesadaran klien umumnya menurun $%rif utta&in# 2''(). Stroke hemoragik adalah disfungsi neurologis "ocal yang akut dan disebabkan oleh pendarahan primer subtansi otak yang terjadi secara spontan bukan oleh karena trauma kapitis# disebabkan oleh karena pecahnya pembuluh arteri # "ena dan kapiler. Pendarahan otak dibagi dua yaitu $%rif utta&in# 2''(): 1) Pendarahan intraserebri $P*S) Pecahnya pembuluh darah $mikroaneurisma) terutama karena hipertensi mengakibatkan darah masuk kedalam jaringan otak# membentuk massa yang menekan jaringan otak dan menimbulkan edema otak. Peningkatan +*K yang terjadi cepat# dapat mengakibatkan kematian mendadak karena heniasi otak. Pendarahan intraserebri yang disebabkan hipertensi sering dijumpai di daerah putamen# talamus# pons# dan serebellum. 2) pendarahan subarakhnoid $PS%) pendarahan ini berasal dari pecahnya aneurisma. %neurisma yang pecah ini berasal dari pembuluh darah sirkulasi willisi dan cabang,cabangnya yang terdapat diluar parenkim otak. Pecahnya arteri dan keluarnya ke ruang subarakhnoid menyebabkan +*K meningkat mendadak# merenggangnya struktur peka nyeri# dan

"asospasme pembuluh darah serebri yang berakibat disfungsi otak global $nyeri kepala# penurunan kesadaran) maupun fokal $hemiparese# gangguan hemisensorik# afasia# dan lainnya). Pecahnya arteri dan keluarnya darah keruang subarakhnoid mengakibatkan terjadinya peningkatan +*K yang mendadak# merenggangnya struktur peka nyeri# sehingga timbul kepala nyeri hebat. Sering juga dijumpai kaku kuduk dan tanda, tanda merangsang selaput otak lainnya. Peningkatan +*K yang mendadak juga mengakibatkan pendarahan subhialoid pada retina dan penurunan kesadaran. Perdarahan subarakhnoid dapat mengakibatkan "asospasme pembuluh darah serebri. -asospasme ini dapat mengakibatkan arteri di ruang subbarakhnoid. -asospasme ini dapat mengakibatkan disfungsi otak global $nyeri kepala# penurunan kesadaran) maupun fokal $hemiparese# gangguan hemisensorik# afasia dan lainnya). .tak dapat berfungsi jika kebutuhan oksigen dan glukosa otak dapat terpenuhi. energi yang di hasilkan di dalam sel saraf hampir seluruhnya melalui proses oksidasi. .tak tidak mempunyai cadangan oksigen sehingga jika ada kerusakan atau kekurangan aliran darah otak walau sebentar akan menyebabkan gangguan fungsi. Demikian pula dengan kebutuhan glukosa sebagai bahan bakar metabolisme otak# tidak boleh kurang dari 2' mg/ karena akan menimbulkan koma.. Pada saat otak hipoksia# tubuh berusaha memenuhi oksigen melalui proses metabolik anaerob# yang dapat menyebabkan dilatasi pembuluh darah otak. Dibawah ini tabel perbedaan perdarahan intraserebri dengan perdarahan subarakhnoid 0ejala P*S PS% +imbulnya Dalam 1 jam 1 1 2 menit 2yeri kepala 3ebat Sangat hebat Kesadaran enurun enurun sementara Kejang 4mum Sering fokal +anda rangsangan meningeal 56, 555 3emiparese 55 56, 0angguan saraf otak 5 555

'enurut Bruner Ana suddart klasifikasi stroke he!oragik sebagai berikut. 1. <ransient Bs#he!i# Atta#k (<BA <BA adalah defisit neurologik fokal akut yang ti!bul karena iske!ia otak sepintas dan !enghilang lagi tanpa sisa dengan #epat dala! "aktu tidak lebih dari 2$ %a!. 2. 4e)ersible Bs#e!i# Ceurologi#al *efi#it (4BC* 4BC* adalah defisit neurologik fokal akut yang ti!bul karena iske!ia otak berlangsung lebih dari 2$ %a! dan !enghilang tanpa sisa dala! "aktu 1-3 !inggu

3. Stroke in A)olution (Progressing Stroke

Stroke in e)olution adalah defi#it neurologik fokal akut karena gangguan peredaran darah otak yang berlangsung progresif dan !en#apai !aksi!al dala! beberapa %a! sa!pe bbrpa hari $. Stroke in 4esolution Stroke in resolution adalah defi#it neurologik fokal akut karena gangguan peredaran darah otak yang !e!perlihatkan perbaikan dan !en#apai !aksi!al dala! beberapa %a! sa!pai bbrapa hari :. 2o!pleted Stroke (infark serebri 2o!pleted stroke adalah defisit neurologi fokal akut karena oklusi atau gangguan peredaran darah otak yang se#ara #epat !en%adi stabil tanpa !e!buruk lagi. 'enurut Dokasi 1. 0e!oragi serebral adalah he!oragi dapat ter%adi diluar dura!eter (he!oragi

ekstradural@epidural diba"ah dura !eter (he!oragi subdural , diruang subaraknoid (he!oragi subaraknoid @ didala! substansi otak (he!oragi intraserebral 2. 0e!oragi ekstradural adalah kedaruratan bedah neuro yang !e!erlukan pera"atan segera

ini biasanya !engikuti fraktur tengkorak dengan robekan arteri tengah@arteri !eninges lain.Pasien harus diatasi dala! beberapa %a! #edera untuk !e!pertahankan hidup. 3. 0e!oragi subdural pada dasarnya sa!a dengan he!orasi epidural,ke#uali bah"a he!ato!a

subdural biasanya %e!batan )ena robek. /arenanya periode pe!bentukan he!ato!a lebih la!a (Bnter)al %elas lebih la!a dan !enyebabkan tekanan pada otak. $. 0e!oragi subaraknoid dapat ter%adi sebagai akibat trau!a@hipertensi tetapi penyebab paling

sering adalah kebo#oran aneuris!e pada area sirkulus "illisi dan !alfor!asi arteri )ena #ongenital pada otak.

:.

0e!oragi intraserebral . 0e!oragi @ perdarahan disubstansi dala! otak paling u!u! pada

pasien dengan hipertensi dan aterosklerosis serebral karena perbahan degeneratif karena penyakit ini biasanya !enyebabkan ruptur pe!buluh darah. (Brunner, 2002 ; 2132-2133

3. /o!plikasi 1. 0ipoEia serebral, di!ini!alkan dengan !e!berikan oksigen ke darah yang adekuat ke otak, pe!berian oksigen, suple!en dan !e!pertahankan he!oglobin dan he!atokrit pada tingkat dapat di teri!a akan !e!bantu dala! !e!pertahankan oksigen %aringan. 2. Aliran darah serebral, bergantung pada tekanan darah stroke, !aka dapat ter%adi peradangan di dala! rongga dada dan kadang-kadang pne!onia. 3. *ekubitus, karena penderita !engala!i kelu!puhan dan kehilangan perasaannya. *ekubitus selalu !en%adi an#a!an khususnya di daerah bokong, panggul, pergelangan kaki, tu!it bahkan telinga. $. /e%ang atau kon)ulsi, serangan ini lebih besar ke!ungkinannya ter%adi bila korteks serebri sendiri telah terkena dari pada serangan stroke yang !engenai struktur otak yang lebih dala!. :. Fasospas!e, ter%adi stroke he!orogi# %uga sebelu! pe!bedahan. Pada indi)idu dengan aneuris!e biasanya ter%adi dari 3-12 hari setelah he!oragi subaraknoid. 9. 0idrosefalus, !enandakan adanya ketidaksei!bangan antara pe!bentukan dan reabsorbsi dari 2SS. 0idrosefalus ter%adi pada 1:-20 ; pasien dengan he!oragi subaraknoid. (. *isrit!ia, karena darah dala! 2SS yang !e!basahi batang otak !engiritasi area tersebut. Batang otak !e!pengaruhi frekuensi %antung sehingga adanya iritasi ki!ia, dapat !engakibatkan ketidakteraturan rit!e %antung. 7. 2urah %antung dan integritas pe!buluh darah serebral. 0ipertensi atau hipotensi ekster! perlu di hindari untuk !en#egah perubahan pada aliran darah serebral dan potensi !eluasnya area #edera. +. A!bolis!e serebral, dapat ter%adi setelah infark !iokard atau fibrilasi atriu!. A!bolis!e akan !enurunkan aliran darah ke otak dan selan%utnya !enurunkan aliran darah serebral. 10. Pneu!onia ter%adi akibat gangguan pada gerakan !enelan. 'obilitas dan penge!bangan paru serta batuk yang parah setelah serangan

PEMERIKSAAN FISIK a. /eadaan u!u! = /esadaran. u!u!nya !engala!i penurunan kesadaran = Suara bi#ara. kadang !engala!i gangguan yaitu sukar di!engerti, kadang tidak bisa bi#ara. = <anda-tanda )ital. tekanan darah !eningkat, denyut nadi ber)ariasi. b. Pe!eriksaan integu!ent = /ulit. %ika klien kekurangan ,2 kulit akan ta!pak pu#at dan %ika kekurangan #airan !aka turgor kulit akan %elek. *i sa!ping itu perlu %uga dika%i tandatanda dekubitus teruta!a pada daerah yang !enon%ol karena klien stroke harus bed rest 2-3 !inggu = /uku. perlu dilihat adanya #lubbing finger, #yanosis = 4a!but. u!u!nya tidak ada kelainan. #. Pe!eriksaan kepala dan leher = /epala. bentuk nor!o#ephalik = 'uka. u!u!nya tidak si!etris yaitu !iring ke salah satu sisi = Deher. kaku kuduk %arang ter%adi. d. Pe!eriksaan dada = Pada pernafasan kadang didapatkan suara nafas terdengar ron#hi, "heeGing ataupun suara nafas ta!bahan, pernafasan tidak teratur akibat penurunan refleks batuk dan !enelan. e. Pe!eriksaan abdo!en

= *idapatkan penurunan peristaltik usus akibat bed rest yang la!a, dan kadang terdapat ke!bung. f. Pe!eriksaan inguinal, genetalia, anus = /adang terdapat in#ontinensia atau retensio urine. g. Pe!eriksaan ekstre!itas = Sering didapatkan kelu!puhan pada salah satu sisi tubuh. g. Pe!eriksaan neurologi. = Pe!eriksaan ner)us #ranialis 6!u!nya terdapat gangguan ner)us #ranialis FBB dan HBB #entral. = Pe!eriksaan !otorik 0a!pir selalu ter%adi kelu!puhan@kele!ahan pada salah satu sisi tubuh. = Pe!eriksaan sensorik *apat ter%adi he!ihipestesi. = Pe!eriksaan refleE Pada fase akut reflek fisiologis sisi yang lu!puh akan !enghilang. Setelah beberapa hari refleks fisiologis akan !un#ul ke!bali didahului dengan refleks patologis.

Pemeriksaan diagnostik
Pemeriksaan diagnostik yang diperlukan dalam membantu menegakkan diagnosis klien stroke meliputi $%rif a. %ngiografi serebri utta&in# 2''():

embantu menentukkan penyebab dari stroke secara spesifik seperti pendarahan arterio"ena atau adanya ruptur dan untuk mencari perdarahan seperi aneurisma atau malformasi "askuler.

b.

7umbal pungsi

+ekanan yang meningkat dan disertai bercak darah pada cairan lumbal menunjukkan adanya hemoragik pada subarakhonid atau perdarahan pada intrakanial. Peningkatan jumlah protein menunjukkan adanya proses inflamasi. 3asil pemeriksaan likuor yang merah biasanya dijumpai pada perdarahan yang masif# sedangkan perdarahan yang kecil biasanya warna likuor masih normal $8antokrom) sewaktu hari,hari pertama. c. 9+ Scan emperhatikan secara spesifk letak edema# posisi hematoma# adanya jaringan otak yang infrak atau iskemia# serta posisinya secara pasti. 3asil pemeriksaan baisanya didapatkan hiperdens fokal# kadang,kadang masuk ke "entrikel# atau menyebar ke permukaan otak. d. agnetic *maging :esnance $ :*)

Dengan menggunakan gelombang magnetik untuk menentukan posisi serta besar6luas terjadinya perdarahan otak. 3asil pemeriksaan biasanya didapatkan area yang mengalami lesi dan infrak akibat dari hemografik. e. 4S0 Doppler

4ntuk mengidentifikasi adanya penyakit arterio"ena $masalah sistem karotis). f. ;;0

Pemeriksaan ini bertujuan melihat masalah yang timbul dan dampak dari jaringan yang infark sehingga menurunnya implus listrik dalam jaringan otak.

Komplikasi
Komplikasi stroke meliputi hipoksia serebral# penurunan aliran darah serebral# dan luasnya area cedera antara lain $!runner dan Suddarth# 2''2. 3al 21<', 21==): a. 3ipoksia serebral diminimalkan dengan memberi oksigenisasi darah

adekuat ke otak. >ungsi otak bergantung pada ketersediaan oksigen yang dikirimkan ke jaringan. Pemberian oksigen suplemen dan mempertahankan hemoglobin serta hematokrit pada tingkat dapat diterima akan membantu dalam mempertahankan oksigenisasi jaringan. b. %liran darah serebral bergantung pada tekanan darah# curah jantung# dan

integritas pembuluh darah serebral. 3idrasi adekuat $cairan intra"ena) harus menjamin penurunan "iskositas darah dan memperbaiki aliran darah serebral. 3ipertensi atau hipotensi ekstrem perlu dihindari untuk mencegah perubahan pada pada aliran darah serebral dan potensi meluasnya area cedera. c. ;mbolisme serebral dapat terjadi setelah infark miokard atau fibrilasi atrium

atau dapat berasal dari katup jantung prostetik. ;mbolisme akan menurunkan aliran darah ke otak dan selanjutnya menurunkan aliran darah serebral. Disritmia dapat mengakibatkan curah jantung tidak konsisten dan menghentikan trombus lokal. Selain itu# disritmia dapat menyebabkan embolus serebral dan harus diperbaiki.

(.

Penatalaksanaan

a.

Penatalaksanaan medis

+indakan medis terhadap pasien stroke meliputi diuretik untuk menurunkan edema serebral# yang mencapai tingkat maksimum <,? hari setelah infark serebral. %ntikoagulan dapat diresepkan untuk mencegah terjadinya atau memberatnya trombosis atau embolisasi dari tempat lain dalam sistem

kardio"askuler.

edikasi antitrombisit dapat diresepkan karena trombosit

memainkan peran sangat penting dalam pembentukan trombus dan embolisasi $%ru @ Sudoyo#2''A. hal (A2,(AB).

0. Penatalaksanaan
1. B1 (Breat i!g" Pada inspeksi didapatkan klien batuk, peningkatan produksi sputu!, sesak napas, penggunaan otot bantu napas dan peningkatan frekuensi pernapasan. Auskultasi bunyi napas ta!bahan seperti ronki pada klien dengan peningkatan produksi se#ret dan ke!a!puan batuk yang !enurun yang sering didapatkan pada klien strok dengan penurunan tingkat kesadaran (ko!a . Pada klien dengan tingkat kesadaran ko!pos!entis, pengka%ian inspeksi pernapasannya tidak ada kelainan. Palpasi torak didapatkan taktil )re!itus sei!bang kanan dan kiri. Auskultasi tidak didapatkan bunyi napas ta!bahan. 2. B# (Bloo$" Pengka%ian pada syste! kardio)askuler didapatkan ren%atan (syok hipo)ole!ik yang sering ter%adi pada klien strok di!ana refleks sirkulasi sudah tidak baik lagi. <ekanan darah biasanya ter%adi peningkatan dan dapat ter%adi hipertensi !assif (tekanan darah I200!!0g 3. B% (Brai!" *isebabkan oleh paralisis otot yang bertanggung %a"ab untuk !enghasilkan bi#ara. Atraksia (ketidak!a!puan dala! !elakukan tindakan yang dipela%ari sebelu!nya , seperti terlihat

ketika klien !enga!bil sisir dan berusaha untuk !enyisir ra!butnya Dobus frontal . kerusakan fungsi kognitif dan efek psikologis didapatkan Stroke !enyebabkan berbagai defi#it neurologis, bergantung pada lokasi lesi (pe!buluh darah !ana yang tersu!bat , ukuran area yang perfusinya tidak adekuat dan aliran darah kolateral (sekunder dan aksesori . Desi otak yang rusak tidak dapat !e!baik sepenuhnya. Peningkatan B3 (Brain !erupakan pe!eriksaan fo#us dan lebih lengkap dibandingkan pengka%ian pada syste! lainnya $. B& (Bla$$er" Setelah stroke klien !ungkin !engala!i inkontinensia urine se!entara karena konfusi, ketidak!a!puan !engko!unikasikan kebutuhan, dan ketidak!a!puan untuk !engendalikan kandung ke!ih karena kerusakan kontrol !otorik dan postural. /adang #ontrol sfingter urine eksternal hilang atau berkurang. Sela!a periode ini dilakukan katerisasi inter!iten dengan teknik steril. Bnkontinensia urine yang berlan%ut !enun%ukkan kerusakan neurologis luas. :. B' (Bo(el" *idapatkan adanya keluhan kesulitan !enelan, nafsu !akan !enurun, !ual !untah pada fase akut. 'ual sa!pai !untah disebabkan oleh peningkatan produksi asa! la!bung sehingga !eni!bulkan !asalah pe!enuhan nutrisi. Pola defekasi biasanya ter%adi konstipasi akibat penurunan peristalti# usus. Adanya inkontinensia al)i yang berlan%ut !enun%ukkan kerusakan neurologis luas. 9. B) (Bo!e" Stroke !erupakan penyakit yang !engakibatkan kehilangan #ontrol )olunteer terhadap gerakan !otorik. ,leh karena neuron !otor )olunteer pada salah satu sisi tubuh dapat !enun%ukkan kerusakan pada neuron !otor atas pada sisi yang berla"anan dari otak. *isfungsi !otorik paling u!u! adalah he!iplegia (paralisis pada salah satu sisi karena lesi pada sisi otak yang berla"anan. 0e!iparesis atau kele!ahan salah satu sisi tubuh adalah

tanda yang lain. Pada kulit, %ika kekurangan ,2 kulit akan ta!pak pu#at dan %ika kekurangan #airan !aka turgor kulit akan buruk. Selain itu, perlu %uga dika%i tanda-tanda dekubitus teruta!a pada daerah yang !enon%ol karena klien stroke !engala!i !asalah !obilitas fisik. Adanya kesulitan untuk berakti)itas karena kele!ahan, kehilangan sensori atau paralise@he!iplegi, serta !udah lelah !enyebabkan !asalah pada pola akti)itas dan istirahat.

I. PENGKA*IAN
1. Akti)itas @ istirahat >e%ala . 'erasa kesulitan untuk !elakukan akti)itas karena kele!ahan,

kehilangan sensasi atau paralysis (he!iplegia . <anda . - >angguan tonus otot (floksid, spastis ; paralitik (he!iplegia dan

ter%adi kele!ahan. - >angguan pengelihatan - >angguan tingkat kesadaran 2. Sirkulasi >e%ala . Adanya penyakit %antung ('B, reu!atik @ penyakit %antung )askuler, >?/,

endokarditis, polisite!ia, ri"ayat hipotensi posturalI <anda . - 0< arterial (dapat ditentukan @ ter%adi pada 2S6 sehubungan dengan

adanya e!bolis!e @!alfor!asi )askuler. - Cadi . frekuensi dapat ber)ariasi (karena ketidakstabilan fungsi %antung, obat-obatan, efek stroke pada pusat )aso!otor . - *isrit!ia, perubahan A/> - *esiran pada karotis, fe!oralis dan arteri iliaka @ aorta yang abnor!al

3. Bntegritas ego >e%ala <anda . Perasaan tidak berdaya, perasaan putus asa. . - A!osi yang labil dan ketidaksiapan untuk !arah, sedih dan ge!bira

- *istensi abdo!en (distensi kandung ke!ih berlebihan , bising usus negatif. $. 'akanan @ #airan >e%ala . - Cafsu !akan hilang

- 'ual, !untah, sela!a fase akut (peningkatan <B/ - /ehilangan sensasi pada lidah, pipi dan tenggorokan, disfogia - Adanya ri"ayat diabetes, peningkatan le!ak dala! darah <anda . - /esulitan !enelan, obesitas

:. Ceurosensori >e%ala - Sakit kepala - /ele!ahan @ kese!utan @ kebas - Penglihatan !enurun - Sentuhan . hilangnya rangsang sensorik kontralateral (pada sisi yang berla"anan pada ekster!itas - >angguan rasa pengu#apan dan pen#iu!an <anda afasia - /ehilangan ke!a!puan untuk !engenali @ !enghayati !asuknya rangsangan )isual, pendengaran, taktil /ehilangan ke!a!puan !enggunakan !otorik saat pasien ingin !enggerakannya . - Standar !ental @ tingkat kesadaran pada "a%ah ter%adi paralysis @ parase, . - Sinkope @ pusing

(apraksia - 6kuran @ reaksi pupil tidak sa!a, dilatasi @ !iosis pupil ipsilateral (perdarahan @ herniasi - /ekakuan nukul, ke%ang 9. Cyeri @ kenya!anan >e%ala <anda (. Pernafasan >e%ala <anda . - 'erokok . - /etidak!a!puan !enelan @ batuk @ ha!batan %alan nafas . - Sakit kepala dengan intensitas yang berbeda-beda . - <D yang tidak stabil, gelisah, ketegangan pada otot @ fasia.

- <i!bulnya pernafasan sulit - Suara nafas terdengar @ ronki 7. /ea!anan

<anda

. - 'otorik @ sensorik . !asalah dengan pengelihatan

- Perubahan persepsi terhadap orientasi tentang tubuh - <idak !a!pu !engenal obyek "arna, kata, dan "a%ah yang pernah dikenalinya dengan baik - >angguan berespon terhadap panas dan dingin @ gangguan regulasi suhu tubuh - /esulitan dala! !enelan +. Bnteraksi sosial <anda pe!bela%aran >e%ala . - Adanya ri"ayat 0< pada keluarga, stroke (faktor resiko pe!akaian . - 'asalah bi#ara, ketidak!a!puan untuk berko!unikasi. Penyuluhan @

kontrasepsi oral, ke#anduan al#ohol. Perti!bangan . *4> !enun%ukkan rerata la!a dira"at . (,: hari. (*oengoes, 2002 . 2+0-2+2

*. FOK+S INTER,ENSI
1. *E . Perubahan perfusi %aringan serebral berhubungan dengan interupsi aliran darah ; gangguan oklusif, te!oragi, )asospas!e serebral, ede!a serebral. /0 . - 'e!pertahankan tingkat kesadaran biasanya @ !e!baik, fs kognitif, dan

!otorik @ sensorik - 'ende!onstrasikan <<F stabil tidak ada tanda-tanda peningkatan <B/ - 'enun%ukkan tidak ada kelan%utan @ keka!buhan defisit Bnter)ensi . 1. <entukan faktor-faktor yang berhubungan dengan keadaan @ penyebab khsusu sela!a

ko!a @ penurunan perfusi serebral dan potensial ter%adinya peningkatan <B/.

2.

Pantau @ #atat status neurologis seseorang !ungkin dan bandingkan dengan keadaan

nor!alnya @ standar 3. Pantau <<F, seperti . Adanya 0< @ hipotensi 3rekuensi dan ira!a %antung, auskultasi adanya !ur!ur 2atat pola dan ira!a dari pernafasan

$. A)aluasi pupil, #atat ukuran, bentuk, kesa!aan dan reaksinya terhadap #ahaya :. 2atat perubahan dala! pengelihatan 9. /a%i fungsi-fungsi yang lebih tinggi (. Detakkan kepala lebih tinggi dengan posisi agak ditinggikan dan dala! posisi anato!is 7. Pertahankan tirah baring . #iptakan lingkungan yang tenang, batasi pengun%ung @ akti)itas pasien sesuai indikasi +. 2egah ter%adinya !enge%an saat defekasi dan pernafasan !e!aksa 10. /a%i regiditas nukal kedutan 11. /olaborasi Berikan oksigen sesuai indikasi Berikan obat sesuai indikasi

2. *E

. /erusakan

!obilitas

fisik

berhubungan

dengan

keterlibatan

neuro!uskuler, kele!ahan, parestasia, flaksia @ paralysis hipotonik (a"al , paralysis spastis /0 . - 'e!pertahankan posisi dari fungsi yang dibuktikan oleh tidak adanya

kontraktur, foot drop - 'e!pertahankan integritas kulit - 'e!pertahankan @ !eningkatkan kekuatan dan fungsi bagian tubuh yang terkena Bnter)ensi .

/a%i ke!a!puan se#ara fungsional @ luasnya kerusakan a"al dan dengan #ara yang

teratur 6bah posisi !ini!al 2 %a! Detakkan pada posisi telungkup satu kali @ 2 kali sehari %ika pasien dapat !entolerirnya 'ulailah !elakukan latihan rentang gerak aktif dan pasif pada se!ua ekstri!itas saat

!asuk Sokong ekstri!itas dala! posisi fungsionalnya, gunakan papan kaki sela!a periode

panalis flaksid. Pertahankan posisi kepala netral >unakan penyangga lengan ketika pasien berada dala! posisi tegak, sesuai indikasi A)aluasi penggunaan alat bantu untuk pengukuran posisi @ pe!balut sela!a periode

paralisis spastik <e!patkan bantal diba"ah oksila untuk !elakukan obstruksi pada tangan <inggikan tangan dan kepala <e!patkan Jhand roolK keras pada telapak tangan dengan %ari-%ari dan ibu %ari saling

berhadapan Posisikan lutut dan panggul dala! posisi ekstensi Pertahankan kaki dala! posisi netral dengan gulungan @ bantalan trokunder Bantu untuk !enge!bangkan kesei!bangan duduk (seperti !eninggikan bagian kepala

te!pat tidur, bantu untuk duduk *isisi te!pat tidur ,bser)asi daerah yang terkena ter!asuk "arna, ede!a, atau tanda lain dari yang sirku Bnspeksi dari kursi teruta!a pada daerah-daerah yang !enon%ol se#ara teratur Bangunkan dari kursi sesegera !ungkin setelah <<F stabil, ke#uali pada he!orogik

serebral Alasi kursi duduk dengan busa @ balon air dan bantu pasien untuk !e!indahkan BB

dengan inter)al yang teratur

Susun tu%uan dengan pasien @ orang terdekat untuk berpartisipasi dala! akti)itas @ latihan

dan !engubah posisi An%urkan pasien untuk !e!bantu penger%aan dan latihan dengan !enggunakan

ekstre!itas yang tidak sakti untuk !enyokong @ !enggerakkan daerah tubuh yang !engala!i kele!ahan /olaborasi Berikan te!pat tidur dengan !atras bulat, te!pat tidur air, alat flotasi @ te!pat tidak

khusus, sesuai indikasi /onsultasikan dengan ahli fisioterapi se#ara aktif, latihan resistif dan a!bulasi pasien Bantulah dengan sti!ulasi elektrik, seperti tens sesuai indikasi Berikan obat relaksan otot, antispas!odi# sesuai indikasi

3. *E

. /o!unikasi, kerusakan )erbal berhubungan dengan kerusakan sirkulasi

serebral, kerusakan neuro!uskuler, kehilangan tonus @ kontrol @ otot fasial @ oral, kele!ahan @ kelelahan u!u! /0 . - 'engindikasikan pe!aha!an tentang !asalah ko!unikasi

- 'e!buat !etode ko!unikasi di!ana lebih dapat diekspresikan - 'enggunakan su!ber-su!ber dengan tepat (*oenges, 2002 . 2+:-2+(

Bnter)ensi . 1. /a%i tipe defisit ko!unikasi 2. /a%i konsep pasien untuk berbi#ara !e!aha!i, !e!ba#a dan !enulis 3. Berdiri di dala! garis pandang pasien, ketika berbi#ara biarkan pasien !enga!ati bibir dan tangan $. Berbi#ara dengan dala! suara nor!al, %angan berteriak @ berbi#ara dengan keras :. Berbi#ara dengan perlahan !enggunakan kali!at yang sederhana dan kosakata yang

u!u! digunakan, kosakata yang !udah dipaha!i oleh pasien 9. 'intahlah pasien untuk bertanya yang dapat di%a"ab dengan respon ya @ tidak (. Berikan "aktu pada pasien untuk berespons terhadap pertanyaan 7. ?adilah pendukung dan !eneri!a perilaku karena pasien !e!perlihatkan tanda frustasi +. Berikan kepastian bah"a suara bi#ara akan !e!baik dala! beberapa "aktu 10. Berikan kartu ber#ahaya dengan ga!bar dan kata-kata dari ob%ek yang dapat ditun%ukkan oleh pasien 11. /onsulkan dengan ahli terapi suara untuk !engidentifikasi #ara ko!uniksi yang tepat

$. *E

. *efisit pera"atan diri hygiene berhubungan dengan !obilitas fisik dan

gangguan proses kognitif /0. Bnter)ensi . 1. /a%i dera%at ketidak!a!puan dala! !elakukan akti)itas pera"atan diri 2. Dakukan pera"atan kulit setiap : %a! >unakan losion yang !engandung !inyak Bnspeksi bagian di atas terlalu !enon%ol @ setiap hari untuk !engetahui adanya - /ebutuhan hygiene, nutrisi eli!inasi, toileting pasien terpenuhi

kerusakan.

3. Berikan hygiene fisik total sesuai indikator Sisir ra!but setiap hari, kera!as setiap !inggu, sesuai indikasi, %aga agar kuku tetap

terpotong rapi dan bersih Dakukan hygiene oral setiap $-7 %a!

$. /a%i dan pantau status nutrisi :. Berikan !akanan !elalui selang 9. Dakukan pe!berian !ulut sesuai indikasi >anti !en%adi #airan yang bening Bantu saat !e!berikan !akan sesuai kebutuhan ,bser)asi terhadap kesulitan !enekan Baringkan !iring dengan kepala te!pat tidur ditinggikan bila !e!berikan

(. Perbanyak !asukan #airan sa!pai 200 !l @ hari ke#uali terdapat kontra indikasi 7. Pastikan eli!inasi teratur +. Berikan pelunak fe#es @ ene!a sesuai pesanan :. *E proses penyakit /0 Bnter)ensi . 1. /a%i tingkat pengertian tentang penyesuaian terhadap ketidak!a!puan 2. ?elaskan pada keluarga . Perlunya untuk !e!berikan dorongan untuk !elakukan akti)itas dengan tidak . . /urang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya infor!asi tentang

bergantung pada orang lain sebanyak !ungkin, sadarilah keterbatasan Perlunya !e!buat sasaran yang realisti# dan dapat dipakai dengan !udah Perlunya !enghindari perlindungan yang berlebihan Perlunya !e!berikan penghargaan terhadap tugas-tugas yang dapat diselesaikan

Pentingnya !engatasi perubahan #itra tubuh dan perubahan perilaku Perlunya !e!beri "aktu pada pasien untuk !en%adi ekspresif

3. Berikan dorongan untuk !elakukan akti)itas hiburan Bahan-bahan ba#aan pada pasien 'enonton tele)isi 'endengarkan radio

$. 4en#anakan "aktu istirahat yang teratur, hindari keletihan :. Berikan dorongan untuk !elakukan )erbalisasi dan ko!unikasi diantara pasien dan

keletihan 9. Bersi!pati terhadap kekesalan e!osional tetapi tetaplah le!but dala! !elakukan se!ua progra! (. Berikan penekanan tentang pen%elasan dokter !engenai penatalaksanannya 7. tekankan pentingnya ra"at %alan berkelan%utan dan kun%ungan tindak lan%ut +. <ekankan pentingnya untuk !engikuti progra! rehabilitasi yang berkelan%utan 10. Bnstruksikan pasien dan orang terdekat untuk !engikuti aturan diet yang teratur dan kebutuhan #airan (<u#ker, 1+++ ; $+0-$+3 DAFTAR P+STAKA

1. 0arriGon, 2000, Prinsip Ilmu Keperawatan Penyakit Dalam, A>2 . ?akarta. 2. 'ans%oer, Arif, 2002, Ilmu Penyakit Saraf, A>2 . ?akarta. 3. *oengoes, 2000, Rencana Asuhan Keperawatan, A>2 . ?akarta. $. Cgoerah, 1++1, Dasar-dasar Ilmu Penyakit Saraf. Airlangga 6ni)ersitas Press. :. Brunner dan Suddarth, 2002, Buku Ajar KMB, A>2 . ?akarta.

9.

Sil)ia dan Pri#e, 2000, Patofiolo i, A>2 . ?akarta.

Sudoyo# %ru @. 2''A. !uku %jar *lmu Penyakit Dalam# Cilid 1# ;disi =. Cakarta. *nterna Publishing.

utta&in# %rif. 2''(. !uku %jar %suhan Keperawatan Klien Dengan 0angguan Sistem Doengoes# Persyarafan. Cakarta: Salemba edika.

arlyn ;. 2'''. :encana %suhan Keperawatan Pedoman untuk

Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien: Cakata. !uku Kedokteran ;09. ansjoer# %rif. 2'''. Kapita Selekta Kedokteran. ;disi <. Cilid 2# Cakarta: %esculapius. edia

!runner dan Suddarth. 2''2. !uku %jar Keperawatan -olume <. Cakarta: !uku Kedokteran ;09

edikal !edah# ;disi (#