Anda di halaman 1dari 68

Presentasi Kelompok 2

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

PENGEMBANGAN DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI


DISUSUN OLEH:
ADHI KUSUMA FOTHERA HENDRY CHANDRA 130210013 130210026 130210027

PERATURAN DALAM PRESENTASI


Para hadirin mohon tetap tenang selama presentasi ini berlangsung. Jika Anda tidak mengerti pada slide tertentu, Anda dapat tanyakan pertanyaannya kepada kami pada sesi tanya-jawab

nanti.
Mohon pertanyaan yang berhubungan dengan materi dan logis. Dalam penyampaian pertanyaan mohon gunakan bahasa yang sopan. Volume, nada, intonasi, serta kecepatan bicara yang baik.
3

Presentasi Akan Dimulai..

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI


Pengembangan system informasi berarti tindakan mengubah,

menggantikan atau menyusun system informasi yang selama ini digunakan


baik secara keseluruhan maupun sebagian untuk diperbaiki menjadi system yang baru yang lebih baik.

Terdapat beberapa tahapan dalam pengembangan system informasi yaitu:


1. 2. Perencanaan Sistem Analisis Sistem

3.
4. 5.

Perancangan Sistem
Evaluasi dan Seleksi Sistem Implementasi Sistem
5

PERENCANAAN SISTEM
Perencanaan system menyangkut estimasi dari kebutuhankebutuhan fisik, tenaga kerja dan dana yang di butuhkan untuk pengembangan system serta untuk mendukung operasinya setelah diterapkan.

Perencanaan system terdiri dari :


1. Perencanaan jangka pendek meliputi periode 1 sampai dengan 2 tahun 2. Perencanaan jangka panjang meliputi periode sampai dengan 5 tahun
6

Proses perencanaan system biasanya diterapkan oleh staf perencanaan system itu sendri , bila tidak ada maka akan ditangani oleh departemen system. Proses perencanaan system dapat dikelompokkan dalam 3

proses utama yaitu :


1. Merencanakan proyek-proyek system dilakukan oleh staf perencanaan system

2. Menentukan proyek-proyek system yang akan


dikembangkan dan dilakukan komite pengarah 3. Mendefinisikan proyek-proyek system dikembangkan

dan dilakukan oleh analisis system


7

1. Merencanakan proyek system : Mengkaji tujuan, perencanaan strategi dan

taktik perusahaan
Mengindentifikasi proyek-proyek sistem

Menetapkan sasaran proyek-proyek system


Menentukan proyek-proyek system prioritas

Membuat laporan perencanaan system


Meminta Persetujuan manajamen
8

2. Mempersiapkan proyek-proyek system yang akan dikembangkan Menunjuk team analisi

Mengumumkan proyek pengembangan system

3. Mendefinisikan proyek-proyek dikembangkan

Melakukan Studi kelayakan


Menilai kelayakan proyek system Membuat usulan proyek system Meminta persetujuan manajemen
9

Analisis Sistem
Penguraian dari suatu system informasi yang utuh ke dalam bagian bagian komponennya dengan maksud untuk

mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahanpermasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatanhambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang

diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikan.


Tahap Analisis merupakan tahap yang paling penting jika ada kesalahan di tahap ini maka akan menyebab kesalahan di tahap selanjutnya.
10

Langkah-Langkah di Analisis System:


Langkah-langkah di analisis system ini hampir sama dengan langkah-langkah yang dilakukan di dalam

mendefinisikan proyek-proyek system yang akan


dikembangkan , hanya perbedaannya adalah ditahap analisis system lebih terperinci. Di dalam tahap ini terdapat langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh analisis system yaitu Identify,

Understand, Analyze, Report

11

Identify (Mengidentifikasikan masalah)


Mengidentifikasikan penyebab masalah Mengidentifikasikan titik keputusan Mengidentifikasikan titik-titik kunci

12

Understand (Memahami kerja dari system yang ada)


Menentukan jenis penelitian

Merencanakan jadwal penelitian


Mengatur jadwal wawancara Mengatur jadwal observasi Mengatur jadwal pengambilan sampel Membuat penugasan penelitian

Membuat agenda wawancara


Mengumpulkan hasil penelitian
13

Analyze (Menganalisis sistem)


Menganalisis kelemahan system Menganalisis kebutuhan informasi

pemakai/manajemen

14

Report (Membuat laporan hasil analisis)


Pelaporan bahwa analisis telah selesai dilakukan Meluruskan kesalah pengertian mengeneai apa yang telah ditemukan dan dianalisis oleh analisis system tetapi tidak sesuai menurut manajemen Meminta Pendapat-pendapat dan saran-saran dari pihak manajemen

Meminta persetujuan kepada pihak manajemen untuk


melakukan tindakan selanjutnya.
15

Desain Perencanaan Sistem


Setelah melakukan tahap analisis system dilakukan, maka akan mendapatkan gambaran dengan jelas apa yang harus dikerjakan. Tahap ini adalah tahap dimana bagi analisis system untuk bagaimana membentuk system tersebut , yang disebut dengan tahap Perancangan Sistem.

16

Perancangan system dapat dibagi dalam 2 bagian yaitu:

Perancangan system secara umum/ perancangan Konseptual,perancangan logical/perancangan secara makro. Perancangan system terinci/perancangan system secara fisik.

17

Perancangan Sistem dapat diartikan sebagai berikut ini:


Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan system

Pendefinisian dari kebutuhan2 fungsional


Persiapan untuk rancang bangun implementasi Menggambarkan bagaimana suatu system dibentuk Yang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari bberapa elemen yang terpisah kedalam satu kesalahan yang utuh dan berfungsi Termasuk menyangkut mengkonfigurasikan dari komponen2 perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu system.
18

Tahap perancangan system mempunyai 2 tujuan utama yaitu:

Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai system Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemograman computer dan ahli2 teknik lainnya yang terlibat.
19

Evaluasi dan Seleksi Sistem


Tahap seleksi system adalah tahap yang memilih perangkat keras dan perangkat lunak untuk system informasi. Tugas ini membutuhkan pengetahuan yang cukup bagi yang melaksanakannya supaya dapat memenuhi kebutuhan rancangan bangun yang telah dilakukan. Pengetahuan yang harus dimiliki pemilih system antara lain adalah pengetahuan tentang siapa-siapa saja yang menyediakan teknologi ini, dan siapa aja kepemilikannya juga harus paham dengan teknik-teknik evaluasi untuk menyeleksi system.

20

Langkah-langkah menyeleksi dan memilih system:


1. Memilih Penyedia Teknologi Kebutuhan dari teknologi system dapat dikelompokan dalam 4 kategori sebagai berikut: A. Perangkat keras yang sifatnya umum B. Perangkat keras yang spesifik untuk suatu aplikasi C. Perangkat lunak yang sifatnya umum

D. Perangkat lunak yang spesifik untuk suatu aplikasi

21

Langkah-langkah menyeleksi dan memilih system:


2. Meminta Proposal dari penjual Jika terdapat beberapa produk dan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan dari sistem , tidak semuanya akan

terpilih. Maka itu pemilih sistem perlu meminta proposal


dari semua penyedia teknologi yang dipilih.

22

Langkah-langkah menyeleksi dan memilih system:


3. Menyaring Penjual
Tidak semua proposal yang masuk akan dievaluasi ,

hanya proposal yang memenuhi syrat kebutuhan saja yang


akan dievaluasi. Proposal tidak dievaluasi jika ada proposal yang tidak memenuhi syrat.

23

Langkah-langkah menyeleksi dan memilih system:


4. Mengevaluasi Penjual yang lolos saringan
Proposal yang telah lolos saringan lanjut perlu dibandingkan satu dan yang lain dalam bentuk ranking supaya dapat mengetahui yang mana yang direkomendasi.

Tapi seblum itu perlu ditetapkan terlebih dahulu kriteria


evaluasi yang akan dilakukan.

24

Implementasi Sistem
Setelah analisis dan dirancang secara rinci dan teknologi telah diseleksi dan dipilih. Tiba saatnya untuk memasuki tahap implementasi, tahap ini merupakan tahap dimana meletakkan system supaya siap dioperasikan. Tahap ini juga termasuk tahap menulis kode program jika tidak digunakan perangkat lunak aplikasi.
25

Tahap Implementasi system terdiri dari langkahlangkah sebagai berikut ini:


1. Menerapkan Rencana Implementasi

Rencana ini merupakan untuk mengatur biaya dan waktu yang


dibutuhkan selama implementasi. Dalam implementasi ini semua biaya yang dikeluarkan perlu dianggarkan dalam bentuk anggran bentuk biaya. Anggran ini juga dapat digunakan dalam pengendalian terhadap biaya-biaya yang perlu dilakukan. Waktu yang diperlukan juga untuk melakukan juga perlu diatur dalam rencanaan

implementasi dalam bentuk jadwal waktu. Jadwal waktu berfungsi


sebagai pengendalian terhadap waktu implementasi.
26

Tahap Implementasi system terdiri dari langkahlangkah sebagai berikut ini:


2. Melakukan Kegiatan Implementasi Pemilihan dan pelatihan personil Pemilihan tempat dan instalasi perangkat keras dan perangkat lunak Pemograman dan pengetasan pemograman Pengetesan system

Konversi system
3. Tindak Lanjut Implementasi
27

Data Flow Diagram (DFD)


Data flow diagram atau Diagram Alir Data adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang

penggunaannya sangat membantu untuk memahami


sistem secara logika , terstruktur, dan jelas. DFD sering juga disebut Bubble Chart, Bubble Diagram, Model proses , diagram alur kerja, atau model fungsi.

28

Manfaat DFD adalah:


Menggambarkan sistem yang terhubung satu

sama lain secara manual atau komputerisasi


secara fungsional Pembuatan model yang menekankan pada fungsi system. Perancangan sistem yang berorientasi pada alur data.
29

Simbol dalam DFD


1. Entitas/terminator/kesatuan luar (External Entiny) Biasanya notasi ini melambangkan orang atau sekelompok orang misalnya organisasi, grup, departemen dan entiti

lain yang berada di luar sistem.


Dapat dinotasikan dengan simbol

30

Terdapat dua jenis terminator : Terminator Sumber (source) : merupakan terminator yang menjadi sumber.

Terminator Tujuan (sink) : merupakan terminator yang menjadi


tujuan data / informasi sistem. Terminator Tujuan dan Sumber : merupakan terminator yang

menggbungkan terminator sumber dan tujuan

31

Ada tiga hal penting yang harus diingat tentang terminator :


1. Terminator merupakan bagian/lingkungan luar sistem. Alur data yang menghubungkan terminator dengan berbagai proses sistem, menunjukkan hubungan sistem dengan dunia luar.

2.

Profesional sistem tidak dapat mengubah isi atau cara kerja


organisasi, atau prosedur yang berkaitan dengan terminator.

3.

Hubungan yang ada antar terminator yang satu dengan yang lain tidak digambarkan pada DFD.

32

2. Arus Data Komponen ini direpresentasikan dengan menggunakan

panah yang menuju ke atau dari proses. Digunakan untuk


menggambarkan gerakan paket data atau informasi dari satu

bagian ke bagian lain dari sistem dimana penyimpanan


mewakili lokasi penyimpanan data. Dapat dinotasikan dengan simbol.

33

arus data dapat berbentuk sebagai berikut

Formulir atau dokumen yang digunakan perusahaan.


Laporan yang dicetak dengan hasil sistem. Output yang ditampilkan komputer. Masukan untuk komputer. Komunikasi ucapan Surat atau memo Data yang dibaca satau direkam di file. Suatu isian yang dicatat pada buku agenda. Transmisi data dari suatu komputer ke komputer lain.

34

3. Proses

Proses menunjukkan transformasi dari


masukan menjadi keluaran. Dalam hal ini

sejumlah masukan dapat menjadi hanya satu


keluaran ataupun sebaliknya.

dapat dinotasikan

35

Yang penting dari konsep proses adalah


Harus ada input dan output.

Dapat dihubungkan dengan komponen


terminator, data store atau proses melalui alur data. Sistem/bagian/divisi/ dapartemen yang sedang dianalisis oleh profesinal sistem digambarkan dengan komponen proses.
36

4. Simpanan data (data store)


Komponen ini digunakan untuk memodelkan kumpulan
data atau paket data yang dapat berupa file atau database di system komputer, arsip, atau catatan manual, kotak tempat data dimeja seseorang, tabel acuan manual, agenda atau buku.

Dapat di notasikan dengan simbol

37

Levelisasi Dalam DFD


1. Diagram Konteks.

Diagram ini adalah diagram level tertinggi dari DFD yang


menggambarkan hubungan sistem dengan lingkungan luarnya. Caranya : Tentukan nama sistemnya.

Tentukan batasan sistemnya.


Tentukan terminator apa saja yang ada dalam sistem. Tentukan apa yang diterima/diberikan terminator dari/ke sistem.

Gambarkan diagram konteks.

38

2.

Diagram Level Zero

Diagram ini adalah dekomposisi dari diagram konteks. Caranya :

Tentukan proses utama yang ada pada sistem.


Tentukan apa yang diberikan/diterima masing-masing proses

ke/dari sistem sambil memperhatikan konsep keseimbangan alur


data yang keluar/masuk dari suatu level harus sama dengan alur data yang masuk/keluar pada level berikutnya).

39

Apabila diperlukan, munculkan data store (master) sebagai sumber maupun tujuan alur data. Gambarkan diagram level zero. Hindari perpotongan arus data Beri nomor pada proses utama (nomor tidak menunjukkan urutan proses).
40

3. Diagram Level Satu


Diagram ini merupakan dekomposisi dari diagram level zero. Caranya : Tentukan proses yang lebih kecil (sub-proses) dari proses utama yang

ada di level zero.


Tentukan apa yang diberikan/diterima masing-masing subproses ke/dari sistem dan perhatikan konsep keseimbangan. Apabila diperlukan, munculkan data store (transaksi) sebagai sumber maupun tujuan alur data.

41

Gambarkan DFD level Satu 1. Hindari perpotongan arus data. 2. Beri nomor pada masing-masing subproses yang menunjukkan dekomposisi

dari proses sebelumnya. Contoh : 1.1, 1.2,


2.1

42

4. Level Dua, Tiga, ...


Diagram ini merupakan dekomposisi dari level sebelumnya. Proses dekomposisi dilakukan sampai dengan proses siap dituangkan ke dalam program. Aturan yang digunakan sama dengan level satu.

43

44

ERD
ERD (Entity Relationship Diagram) adalah suatu model konsepsual yyang mendeskripsikan hubungan antara penyimpanan(DFD). ERD digunakan untuk memodelkan struktur hubungan antar data.

45

Fungsi dari penggambaran ERD adalah: Untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data

Model dapat diuji dengan mengabaikan proses yang


dilakukan Menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi Mendokumentasikan data-data yang ada dengan cara mengidentifikasi tiap jenis entitas dan hubungannya.

46

Simbol dalam ERD


Entitas
adalah suatu objek yang dapat didefenisikan dalam lingkungan pemakai.

Entitas digunakan untuk menerapkan integritas pada


tingkat Entity (Tabel), agar setiap Instances (Record/Baris) pada suatu Entity bersifat Unique yang disebut sebagai Primary Key sehingga dapat dibedakan antara yang satu dengan yang lainnya.

47

Relasi, menunjukan adanya hubungan diantara sejumlah entenitas yang berbeda. Digunakan untuk menghubungkan beberapa tabel, sehingga datadata yang disimpan dalam tabel tetap normal.

48

Atribut, berfungsi mendeskripsikan karakter entitas (atribut yang berfungsi sebagai key diberi garis bawah) Setiap Entitas pasti memiliki Atribut yang mendeskripsikan karakteristik dari Entitas tersebut. Penentuan/pemilihan atribut-atribut yang relevan bagi sebuah entitas merupakan hal penting lainnya dalam pembentukan model data. Penetapan atribut bagi sebuah entitas umumnya memang didasarkan pada fakta yang ada, tetapi tidak selalu seperti itu. Istilah atribut sebenarnya identik dengan pemakaian kolom data.

49

Garis, sebagai penghubung antara relasi dengan entitas, relasi dan entitas dengan atribut.

50

Kardinalitas
Kardinalitas (cardinality) adalah jumlah minimum dan maksimum kemunculan satu entitas yang mungkin dihubungkan dengan kemunculan tunggal dari entitas lain. Kardinalitas meliputi : 1. Satu-ke-satu (1:1) 2. Satu-ke-banyak (1:N atttau N:1) 3. Banyak ke banyak (N:N atau M:N)
51

Satu-ke-satu (1:1) Tingkat hubungan dinyataka satu-ke-satu jika satu kejadian pada entitas yang pertama hanya mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian yang ada pada entitas kedua, dan sebaliknya, satu kejadian pada entitas yang kedua hanya bisa mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas pertama.

52

Satu-ke-banyak (1:N atttau N:1)


Tingkat hubungan satu-ke-banyak adalah sama dengan banyak pada satu, tergantung dari arah mana hubungan tersebut dilihat. Untuk satu kejadian pada entitas yang pertama dapat mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas yang kedua, sebaliknya,untuk satu kejadian pada entitas yang

kedua hanya bisa mempunyai satu hubungan pada entitas pertama.

53

Banyak ke banyak (N:N atau M:N)

Tingkat hubungan banyak-pada-banyak terjadi jika tiap kejadian pada


sebuah entitas akan mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas lainnya, baik dilihat dari sisi entitas yang pertama , maupun dilihat

dilihat dari siis entitas yang kedua.

54

Contoh ERD

55

Kamus Data
Kamus data atau data dictionary adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Dengan kamus data, dapat mendefinisikan data pada sistem yang

lengkap.
berfungsi membantu pelaku sistem untuk mengerti aplikasi secara detail dan mereorganisasi semua elemen data yang digunakan

dalam sistem, sehingga pemakai dan penganalisa sistem


mempunyai dasar pengertian yang sama tentang masukan, proses, keluaran dan penyimpanan.
56

Kegunaan Kamus Data :


Memvalidasi diagram alir data dalam hal kelengkapan

dan keakuratan.
Menyediakan suatu titik awal untuk mengembangkan layar dan laporan-laporan. Menentukan muatan data yang disimpan dalam filefile.

Mengembangkan logika untuk proses-proses DAD.

57

Kamus Data harus memuat hal-hal sebagai berikut: 1. Nama arus data Karena KD dibuat berdasarkan arus data yang mengalir di DAD, maka nama dari arus data juga harus dicatat di KD, sehingga mereka yang membaca DAD dan memerlukan penjelasan lebih lanjut tentang suatu arus data tertentu di DAD

dapat langsung mencarinya dengan mudah d KD.


58

2.

Alias Alias atau nama lain dari data dapat di tuliskan bila nama lain ini ada. Alias perlu di tulis karna data data yang sama mempunyai nama yang berbeda untuk orang atau departemen satu dengan yang lainnya.

3.

Bentuk data Telah diketahui bahwa arus data dapat mengalir :


Dari kesatuan luar ke suatu proses, data yang mengalir ini biasanya
tercatat disuatu dokumen atau formulir; Hasil dari suatu proses ke kesatuan luar, data yang mengalir ini biasanya terdapat di media laporan atau query tampilan layar atau dokumen hasil cetakan komputer;
59

hasil suatu proses ke proses yang lain, data yang mengalir ini biasanya dalam bentuk variabel atau parameter yang dibutuhkan bleb proses penerimanya.

Hasil suatu proses yang direkamkan ke simpanan data,


data yang mengalir ini biasanya berbentuk suatu

variable
Dari simpanan data dibaca oleh suatu proses, data yang mengalir ini biasanya berupa suatu field (item data).
60

Dengan demikian bentuk dari data yang mengalir dapat berupa: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Dokumen dasar atau formulir; Dokumen hasil cetakan computer Laporan terecetak; Tampilan di layar monitor; Variabel; Parameter; Field.

Bentuk dari data perlu dicatat di KD karma dapat di gunakan

untuk mengelompokkan KD kedalam kegunaanya sewaktu


perancangan system.
61

4. Arus data Arus data menunjukan dari mana data mengalir dan kemana data akan menuju. Keterangan arus data ini perlu

dicatat di KD supaya memudahkan mencari arus data ini di


DFD. 5. Penjelasan Untuk lebih memperjelaskan lagi tentang makna arus data yang di catat di KD, maka bagian penjelasan dapat di isi

dengan keterngan-keterangan tentang arus data tersebut.


62

6.

Periode
Periode ini menunjukan kapan terjadinya arus data ini. Periode perlu dicatat di KD karena dapat di gunakan untuk mengindentifikasikan kapan input data

harus dimasukkan kesistem, kapan proses dari program harus dilakukan dan
kapan laporan-laporan harus di hasilkan. 7. Volume

Volume yang perlu di catat di KD adalah tentang volume rata-rata dan


volume puncak dari arus data. volume rata-rata menunjukan banyaknya ratarata arus data yang mengalir dalam satu periode tertentu dan volume

puncak menunjkukan volume yang ter banyak. Volume ini di gunakan untuk
mengidentifikasiakan besarnya simpanan luar yang akan di gukan, kapasitas dan jumlah dari alat input, alat pemroses dan alat output.
63

8.

Struktur data Struktur data menunjukan arus data yang di catat di KD terdiri dari item-item data apa saja. Contoh :

64

NOTASI Kamus Data


NOTASI = + () {} [ ] * * @ Alias ARTI terdiri dari, terbentuk dari, sama dengan dan optional iterasi/ pengulangan, misal : 1 { ... } 10 pilih satu dari beberapa alternatif (pilihan) komentar identifier suatu data store pemisah dalam bentuk [ ] nama lain untuk suatu data
65

Spesifikasi Proses
Digunakan untuk mendeskripsikan proses yang terjadi pada level paling rendah dari DFD. Tujuan dari Spesifikasi data adalah: 1. Mengurangi makna ganda dari proses 2. Memperoleh deskripsi proses yang tepat 3. Melakukan validasi atas data DFD

66

Isi Spesifikasi proses antara lain : - Nomor Proses - Nama Proses

- Deskripsi Proses
- Masukan/Input -Keluaran/Output

- Logika Proses

67

Sekian dan Terimakasih

68