Anda di halaman 1dari 5

AFTA ASEAN Free Trade Area (AFTA) merupakan wujud dari kesepakatan dari negaranegara ASEAN untuk membentuk

suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia serta menciptakan pasar regional bagi 5 juta penduduknya! AFTA dibentuk pada waktu "on#erensi Tingkat Tinggi ("TT) ASEAN ke $% di Singapura ta&un '(()! Awalnya AFTA ditargetkan ASEAN FreeTrade Area (AFTA) merupakan wujud dari kesepakatan dari negara-negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia akan dicapai dalam waktu '5 ta&un ('((*-) +), kemudian dipercepat menjadi ta&un ) *, dan terak&ir dipercepat lagi menjadi ta&un ) )!Skema -ommon E##ecti.e /re#erential Tari##s For ASEAN Free Trade Area ( -E/T-AFTA) merupakan suatu skema untuk ' mewujudkan AFTA melalui 0 penurunan tari# &ingga menjadi -51, peng&apusan pembatasan kwantitati# dan &ambatan-&ambatan non tari# lainnya!/erkembangan terak&ir yang terkait dengan AFTA adala& adanya kesepakatan untuk meng&apuskan semua bea masuk impor barang bagi 2runai 3arussalam pada ta&un ) ' , $ndonesia, 4alaysia, /&ilippines, Singapura dan T&ailand, dan bagi -ambodia, 5aos, 4yanmar dan %ietnam pada ta&un ) '5! Tujuan AFTA antara lain 0 '! 4eningkatkan daya saing ASEAN sebagai basis produksi dalam pasar dunia melalui peng&apusan bea dan &alangan non-bea dalam ASEAN )! 4enarik in.estasi asing langsung ke ASEAN! 4ekanisme utama untuk mencapai tujuan di atas adala& skema 6-ommon E##ecti.e /re#erential Tari##7 (-E/T) yang bertujuan agar barang-barang yang diproduksi di antara negara ASEAN yang memenu&i ketentuan setidak-tidaknya 8 1 kandungan lokal akan dikenai tari# &anya -5 1! Anggota ASEAN mempunyai tiga pengecualian -E/T dalam tiga kategori 0 (') pengecualian sementara, ()) produk pertanian yang sensiti# (*) pengecualian umum lainnya (Sekretariat ASEAN ) 8)

9ntuk kategori pertama, pengecualian bersi#at sementara karena pada ak&irnya di&arapkan akan memenu&i standar yang ditargetkan, yakni -5 1! Sedangkan untuk produk pertanian sensiti# akan diundur sampai ) ' ! 3apat disimpulkan, paling lambat ) '5 semua tari# di antara negara ASEAN di&arapkan mencapai titik 1! AFTA dicanangkan dengan instrumen -E/T, yang diperkenalkan pada :anuari '((*! ASEAN pada ) ), mengemukakan ba&wa komitmen utama dibawa& -E/T-AFTA &ingga saat ini meliputi 8 program, yaitu 0

'! /rogram pengurangan tingkat tari# yang secara e#ekti# sama di antara negaranegara ASEAN &ingga mencapai -5 persen! )! /eng&apusan &ambatan-&ambatan kuantitati# (;uantitati.e restrictions) dan &ambatan-&ambatan non-tari# (non tari## barriers)! *! 4endorong kerjasama untuk mengembangkan #asilitasi perdagangan terutama di bidang bea masuk serta standar dan kualitas! 8! /enetapan kandungan lokal sebesar 8 persen! 3alam meng&adapi AFTA, $ndonesia sebagai sala& satu Negara anggota ASEANmasi& memiliki beberapa kendala yang menunjukan ketidaksiapan kita dalam meng&adapi AFTA, diantanya adala&< dari segi penegakan &ukum, suda& diketa&ui ba&wa sektor itu termasuk buruk di $ndonesia! :ika tak ada kepastian &ukum, maka iklim usa&a tidak akan berkembang baik, yang mana &al tersebut akan menyebabkana biaya ekonomi tinggi yang berpengaru& ter&adap daya saing produk dalam pasar internasional! Faktor lain yang amat penting adala& lembaga-lembaga yang se&arusnya ikut memperlancar perdagangan dan dunia usa&a ternyata mala& sering diindikasikan ""N! Akibat masi& meluasnya ""N dan berbagai pungutan yang dilakukan unsure pemerinta& di semua lapisan, &arga produk yang dilempar ke pasar akan terpengaru&i! =tonomi daera& yang di&arapkan akan meningkatkan akuntabilitas pejabat publik dan mendorong ekonomi lokal ternyata dipakai untuk menarik keuntungan sebanyak-banyaknya dari dunia usa&a tanpa meng&iraukan implikasinya! =tonomi mala& menampilkan sisi buruknya yang bisa mempengaru&i daya saing produk $ndonesia di pasar dunia! /ersoalan lain yang &arus di&adapi adala& kenyataan ba&wa perbatasan $ndonesia sangat luas, baik berupa lautan maupun daratan, yang sangat sulit diawasi! Akibatnya, terjadi banjir barang selundupan yang melema&kan daya saing industri nasional! 4iliaran dolar amblas setiap ta&un akibat ketidakmampuan menjaga perbatasan dengan baik! 4enurut taksiran kemampuan TN$-A5, sekitar 8 persen dari se&arusnya digunakan untuk mengamankan lautan akibat kekuarangan dana dan sarana yang lain! "endala utama bagi masyarakat $ndonesia adala& menguba& pola pikir, baik di kalangan pejabat, politisi, pengusa&a, maupun tenaga kerja! 4enguba& pola pikir ini sangat penting bagi keber&asilan kita memasuki AFTA! Namun, selain meng&adapi berbagai persoalan, AFTA jelas juga membawa sejumla& keuntungan! /ertama, barang-barang yang semula diproduksi dengan biaya tinggi akan bisa diperole& konsumen dengan &arga lebi& mura&! "edua, sebagai kawasan yang terintegrasi secara bersama-sama, kawasan ASEAN akan lebi& menarik sebagai la&an in.estasi! $ndonesia dengan sumber daya alam dan manusia yang berlimpa& mempunyai keunggulan komparati#! Namun, peningkatan S34 merupakan ke&arusan! Ternyata, kemampuan S34 kita sangat paya& dibandingkan Filipina atau T&ailand!

2erdasarkan peraturan /emerinta& Nomer >* ta&un '(((, pi&ak asing dimungkinkan untuk mempunyai sa&am &ampir (( persen! :adi jika ingin menamba& sa&amnya, sedangkan partner lokalnya tidak mampu, maka sa&am partner lokal menjadi terdi.estasi! 3ampak AFTA Ada banyak dampak suatu perjanjian perdagangan bebas, antara lain spesialisasi dan peningkatan .olume perdagangan! Sebagai conto&, ada dua negara yang dapat memproduksi dua barang, yaitu A dan 2, tetapi kedua negara tersebut membutu&kan barang A dan 2 untuk dikonsumsi! Secara teoretis, perdagangan bebas antara kedua negara tersebut akan membuat negara yang memiliki keunggulan komparati# (lebi& e#isien) dalam memproduksi barang A (misalkan negara pertama) akan membuat &anya barang A, mengekspor sebagian barang A ke negara kedua, dan mengimpor barang 2 dari negara kedua! Sebaliknya, negara kedua akan memproduksi &anya barang 2, mengekspor sebagian barang 2 ke negara pertama, dan akan mengimpor sebagian barang A dari negara pertama! Akibatnya, tingkat produksi secara keseluru&an akan meningkat (karena masing-masing negara mengambil spesialisasi untuk memproduksi barang yang mereka dapat produksi dengan lebi& e#isien) dan pada saat yang bersamaan .olume perdagangan antara kedua negara tersebut akan meningkat juga (dibandingkan dengan apabila kedua negara tersebut memproduksi kedua jenis barang dan tidak melakukan perdagangan)! Saat ini AFTA suda& &ampir seluru&nya diimplementasikan! 3alam perjanjian perdagangan bebas tersebut, tari# impor barang antarnegara ASEAN secara berangsur-angsur tela& dikurangi! Saat ini tari# impor lebi& dari (( persen dari barang-barang yang termasuk dalam da#tar -ommon E##ecti.e /re#erential Tari## (-E/T) di negara-negara ASEAN-> (2runei, $ndonesia, 4alaysia, Filipina, Singapura, dan T&ailand) tela& diturunkan menjadi 5 persen &ingga persen! Sesuai dengan teori yang diba&as di atas, AFTA tampaknya tela& dapat meningkatkan .olume perdagangan antarnegara ASEAN secara signi#ikan! Ekspor T&ailand ke ASEAN, misalnya, mengalami pertumbu&an sebesar +>,' persen dari ta&un ) ke ta&un ) 5! Sementara itu, ekspor 4alaysia ke negara-negara ASEAN lainnya tela& mengalami kenaikan sebesar 8 ,+ persen dalam kurun waktu yang sama! Adanya AFTA tela& memberikan kemuda&an kepada negara-negara ASEAN untuk memasarkan produk-produk mereka di pasar ASEAN dibandingkan dengan negaranegara non-ASEAN! 9ntuk pasar $ndonesia, kemampuan negara-negara ASEAN dalam melakukan penetrasi pasar kita ba&kan masi& lebi& baik dari -&ina! ?al ini terli&at dari kenaikan pangsa pasar ekspor negara ASEAN ke $ndonesia yang jau& lebi& tinggi dibandingkan dengan kenaikan pangsa pasar -&ina di $ndonesia!

/ada ta&un ) ' pangsa pasar ekspor negara-negara ASEAN di $ndonesia mencapai '@,> persen! $mplementasi AFTA tela& meningkatkan ekspor negara-negara ASEAN ke $ndonesia! Akibatnya, pangsa pasar ASEAN di $ndonesia meningkat dengan tajam! 3an pada ta&un ) 5 pangsa pasar negara-negara ASEAN di $ndonesia mencapai )(,5 persen! 2erbeda dengan anggapan kita selama ini ba&wa ternyata daya penetrasi produkproduk -&ina di $ndonesia tidak setinggi daya penetrasi produk-produk negara ASEAN! /ada ta&un ) ' -&ina menguasai sekitar >, persen dari total impor $ndonesia! /ada ta&un ) 5 baru mencapai ' ,' persen, masi& jau& lebi& renda& dari pangsa pasar negara-negara ASEAN! :adi, saat ini produk-produk dari negara ASEAN lebi& menguasai pasar $ndonesia dibandingkan dengan produk-produk dari -&ina! Sebaliknya, berbeda dengan negara-negara ASEAN yang lain, tampaknya belum terlalu diper&atikan potensi pasar ASEAN, dan lebi& menarik dengan pasar-pasar tradisional, seperti :epang dan Amerika Serikat! ?al ini terli&at dari pangsa pasar ekspor kita ke negara-negara ASEAN yang tidak mengalami kenaikan yang terlalu signi#ikan sejak AFTA dijalankan! /ada ta&un ) , misalnya, pangsa pasar ekspor $ndonesia di 4alaysia mencapai ),+ persen! 3an pada ta&un ) 5 &anya meningkat menjadi *,+ persen! ?al yang sama terjadi di pasar negara-negara ASEAN lainnya! /rodusen internasional tidak &arus mempunyai pabrik di setiap negara untuk dapat menyuplai produknya ke negara-negara tersebut! /rodusen internasional dapat memili& satu negara di kawasan ini untuk dijadikan basis produksinya dan memenu&i permintaan produknya di negara di sekitarnya dari negara basis tersebut! Turunnya tari# impor antarnegara ASEAN membuat kegiatan ekspor-impor antarnegara ASEAN menjadi relati# lebi& mura& dari sebelumnya! Tentunya negara yang dipili& sebagai negara basis suatu produk adala& yang dianggap dapat membuat produk tersebut dengan lebi& e#isien (spesialisasi)! Negara-negara di kawasan ini tentunya berebut untuk dapat menjadi pusat produksi untuk melayani pasar ASEAN karena semakin banyak perusa&aan yang memili& negara tersebut untuk dijadikan pusat produksi, akan semakin banyak lapangan kerja yang tersedia! Sayangnya, $ndonesia tampaknya masi& tertinggal dalam menciptakan daya tarik untuk dijadikan pusat produksi! "ES$4/95AN

AFTA adala& bentuk dari Free Trade Area di kawasan Asia Tenggara merupakan kerjasama regional dalam bidang ekonomi mempunyai tujuan untuk meningkatkan .olume perdagangan di antara negara anggota melalui penurunan tari# beberapa komoditas tertentu, termasuk di dalamnya beberapa komoditas pertanian, dengan tari# mendekati -5 persen! $nti AFTA adala& -E/T (-ommon E##ecti.e /re#erential Tari##), yakni barang-barang yang diproduksi di antara negara ASEAN yang memenu&i ketentuan setidak-tidaknya 8 1 kandungan lokal akan dikenai tari# &anya -5 1!

Sampai saat ini, -E/T masi& merupakan &al yang sulit untuk dijalankan ole& Negara-negara di ASEAN, &anya Singapura saja yang suda& dapat mengurangi &ambatan tari#nya sebesar 1, sedangakan Negara-negara ASEAN lainnya masi& berusa&a untuk mencoba mengurangi &ambatan tari#nya! $ndonesia sebagai Negara yang menyetujui AFTA, sebentar lagi akan masuk ke dalam era perdagangan bebas, se&ingga bangsa ini akan bersaing dengan bangsabangsa ASEAN lainnya! 3engan kondisi bangsa $ndonesia dan perekonomian $ndonesia saat ini, $ndonesia dapat dikatakan masi& belum siap dalam meng&adapi persaingan global! Sumber daya manusia $ndonesia dengan masi& banyaknya masyarakat dengan tingkat pendidikan dan kea&lian yang minim membuat $ndonesia diprediksikan akan kala& dalam persaingan! Situasi politik dan &ukum di $ndonesia yang amat sangat tidak pasti juga menamba& jumla& nilai minus $ndonesia dalam meng&adapi AFTA!