Anda di halaman 1dari 12

KEGAWATAN JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH (KARDIOVASKULAR) Kegawatdaruratan yang paling sering ditemukan di lapangan maupun di RS disebabkan oleh

trauma. Selain itu, kegawatdaruratan kardiovaskular merupakan keadaan yang juga sering mengakibatkan kematian, sehingga perlu diketahui baik tanda dan gejala maupun penanganannya. Penanganan kegawatdaruratan kardiovaskular sangat bergantung pada waktu. Oleh karena itu, tindakan yang tepat yang dilalukan oleh seorang pemberi pertolongan pertama akan mengurangi angka kematian. Perlu diketahui, kematian yang terjadi pada jam pertama dari 1000 serangan adalah 1 0 orang. Sedangkan kematian yang terjadi kemudian sampai !" jam juga 1 0 orang. Jadi angka kema ian !ada "a#i !e# ama !ada $%%% &e#angan ada'a" ()% (()*)+ #ngka ini sangat besar dan ke$epatan penanganan kasus dan pemberian obat amat berpengaruh untuk mengurangi angka tersebut. ,ak -# #i&ik%alaupun serangan jantung dan kegawatdaruratan jantung dan pembuluh darah lain dapat terjadi pada semua orang, ada beberapa &aktor risiko yang menyebabkan seseorang memiliki peluang yang lebih besar untuk mengalami kegawatdaruratan kardiovaskular, yaitu' - (sia lanjut - )enis kelamin - Riwayat serangan jantung pada keluarga - Penyakit jantung koroner - Penyakit diabetes melitus - Orang yang pernah mendapat serangan jantung sebelumnya - Penyakit darah tinggi - *erokok - Kurang olah raga - Obesitas +kegemukan,

Ge.a'a !#-d#-ma' -ejala prodromal adalah keluhan.keluhan yang telah dirasakan oleh korban sejak ! sampai / minggu sebelum serangan terjadi. #pabila terdapat gejala prodromal, maka seseorang harus waspada terhadap kemungkinan terjadinya serangan. 0amun demikian gejala prodromal tidak harus ada, bisa saja serangan terjadi pada seseorang yang tidak mengalami gejala prodromal sebelumnya. 1ang termasuk gejala prodromal adalah' - 2epat lelah - Sakit dada ringan - Sesak napas ringan - 0yeri ulu hati +seperti maag, Kegawatdaruratan kardiovaskular yang sering terjadi adalah' - #ngina pe$toris - 3n&ark *iokard #kut +3*#, atau yang dikenal juga sebagai serangan jantung - -agal jantung kongesti& +$ongestive heart &ailure4256, - Krisis hipertensi - Stroke +$erebrovas$ular a$$ident427#, Angina !e/ -#i& dan in0a#k mi-ka#d ak1 )antung merupakan organ berrongga yang ber&ungsi sebagai pompa. 6ungsi pompa ini akan berjalan dengan semestinya selama otot jantung yang membentuk dinding rongga jantung dapat berkontraksi dengan baik. Seperti organ tubuh lainnya, untuk dapat bekerja dengan baik otot jantung memerlukan suplai oksigen yang $ukup, arteri yang ber&ungsi untuk menyuplai kebutuhan jantung ini disebut sebagai arteri koronaria. Setiap pembuluh darah dapat mengalami penyempitan, dan apabila penyempitan ini terjadi pada arteri koronaria, keadaan ini dikenal sebagai 8penyakit jantung koroner9. #da banyak hal yang dapat menyebabkan penyempitan ini, salah satu yang utama adalah arterios$lerosis, dimana terjadi penebalan dan pengerasan dinding pembuluh darah. Seiring dengan bertambah tebalnya dinding pembuluh, maka pasokan oksigen juga ikut berkurang dan sampai pada satu saat dimana kebutuhan meningkat +$ontohnya saat jantung perlu memompa darah lebih banyak saat tubuh sedang melakukan latihan &isik yang berat atau berada di udara dingin, sedangkan suplai tidak men$ukupi, akan terjadi nyeri dada yang dikenal sebagai angina !e/ -#i&. Ge.a'a dan anda 1 ama angina !e/ -#i& -ejala utama adalah nyeri dada, sebagai rasa tertekan beban di dada, terperas, dada penuh, panas seperti terbakar atau rasa kram di dada. :okasi nyeri 4sakit dada terutama di sebelah kiri, daerah tulang dada, ulu hati, dada sebelah kanan, dan dapat menjalar ke lengan kiri, leher, bahu kiri, rahang bawah, dan punggung.

0yeri menghilang biasanya setelah aktivitas &isik dihentikan atau diberi obat.obat nitrat. - 0yeri biasanya tidak berubah dengan perubahan sikap tubuh dan tidah bertambah apabila dilakukan penekanan pada daerah nyeri. - 0yeri ini berlangsung dalam beberapa menit, k1#ang da#i $2 meni . - )ika nyeri menetap untuk waktu yang lebih lama +;!0 menit,, di$urigai telah terjadi kematian sebagian dari otot jantung +in&ark miokard akut,. -ejala lain yang dapat menyertai angina pe$toris adalah' - 0apas pendek, sesak. - )antung berdebar. - Pusing. - Keringat banyak. - *ual dan muntah. In0a#k mi-ka#d ak1 +3*#, adalah kerusakan atau kematian sebagian dari otot jantung. 5al ini dapat terjadi apabila suplai oksigen ke bagian otot jantung tersebut benar.benar terhenti, misalnya pada keadaan arterios$lerosis yang lanjut. Keadaan ini yang sering dikenal sebagai serangan jantung. Ge.a'a dan anda 1 ama IMA #ngina pe$toris yang berlangsung lebih lama +'e3i" da#i (% meni ,. 0yeri tersebut tidak sepenuhnya hilang setelah istirahat maupun setelah pemberian obat.obat nitrat yang telah diulang sampai / kali pemberian. <isertai oleh' - Rasa $emas dan amat ketakutan - Penurunan kesadaran, pingsan - Rasa lemas seluruh tubuh Te#.adin4a angina !e/ -#i& dan in0a#k mi-ka#d ada'a" aki3a ke idak&eim3angan ke31 1"an dan &1!'ai -k&igen ke - - .an 1ng+ Gaga' .an 1ng Semakin banyak bagian otot jantung yang mati, &ungsi jantung untuk mempompa darah ke seluruh tubuh juga semakin berkurang, sampai pada akhirnya dapat terjadi keadaan yang dikenal sebagai gaga' .an 1ng yaitu saat jantung tidak mampu lagi memompa darah untuk memenuhi kebutuhan makanan dan oksigen jaringan. Selain in&ark moikard, gagal jantung juga dapat disebabkan oleh beberapa keadaan seperti kelainan katup jantung, penyakit darah tinggi dan lain.lain. -ejala yang paling umum dari gagal jantung adalah sesak napas dan $epat lelah. Ge.a'a dan anda gaga' .an 1ng Sesak napas yang semakin berat apabila korban berbaring disertai peningkatan &rekuensi pernapasan. -

Rasa lemas seluruh tubuh, $epat lelah. Peningkatan &rekuensi nadi +lebih dari 1!0=4menit, dan dapat tidak teratur. Rasa $emas dan takut yang berlebihan Pembuluh darah vena di leher terlihat melebar +seperti saat mengangkat beban berat, Rasa kembung >engkak pada kedua tungkai.

K#i&i& "i!e# en&i <e&inisi hipertensi adalah tekanan darah sistolik ; 1"0 mm5g dan atau tekanan darah diastolik ; ?0 mm5g dan keadaan ini menetap. Penderita hipertensi biasanya mengalami keluhan seperti sakit kepala, telinga berdengung, rasa berat di tengkuk, sukar tidur, $epat marah dan pusing. #da keadaan yang dikenal sebagai k#i&i& "i!e# en&i, yaitu keadaan darurat hipertensi dimana tekanan darah naik se$ara tiba.tiba yang memerlukan penurunan tekanan darah dengan segera. Penanganan ini untuk men$egah atau membatasi kerusakan pada organ jantung, otak, mata, ginjal, dan lain.lain. Pada keadaan krisis hipertensi ini, selain gejala yang disebut di atas, korban juga dapat mengalami' - Sakit kepala yang $ukup berat - *ata berkunang.kunang - *imisan - Rasa kesemutan di lengan atau tungkai - Rasa $emas Tindakan !#a #1ma" &aki !ada kega5a da#1#a an .an 1ng dan !em31'1" da#a"+ @indakan yang dapat dilakukan oleh seorang pemberi pertolongan pertama pada kegawatdaruratan jantung dan pembuluh darah adalah' - 5entikan aktivitas yang sedang dilakukan oleh korban - >uka jalan napas, lakukan R)P jika dibutuhkan - Pemberian oksigen " ltr4mnt kanul - 5entikan perdarahan, jika ada +misalnya mimisan pada krisis hipertensi, - )ika pasien sadar, atau setelah pasien sadar, letakkan pada posisi nyaman, pada #P dan 3*# biasanya setengah duduk dan pada gagal jantung duduk tegak - :onggarkan pakaian yang ketat - >eri rasa aman dan dukungan moral - Pertahankan suhu tubuh +selimuti, - *onitor tanda vital - Avakuasi se$epat mungkin Medika&i !ada angina !e/ -#i& dan in0a#k mi-ka#d ak1 Pada kejadian angina pe$toris dan in&ark miokard akut, pemberian obat.obatan sangat bergantung pada waktu, semakin $epat korban diberikan obat, akan memperbesar kemungkinan korban untuk tertolong. Oleh karena itu, seorang pemberi pertolongan

pertama selain melakukan tindakan di atas juga harus memberikan obat.obat sebagai berikut sesegera mungkin' - A&!i#in (62 mg ($76 a3'e ) k1n4a" 'a'1 e'an - Ta3'e ni #a (ISDN) 2 mg 4ang di"an/1#kan kem1dian di'e akkan di 3a5a" 'ida" k-#3an (&13 'ing1a')8 !em3e#ian a3'e ni #a ini idak 3-'e" di'ak1kan .ika TD &i& -'ik 9 :% mmHg+ #pabila keluhan nyeri dada belum hilang, pemberian tablet nitrat dapat diulang sampai / kali selama tekanan darah sistolik masih di atas ?0 mm5g. Cerebrovascular Dissease (S #-ke) Stroke adalah 8serangan otak9 atau brain attacks terjadi jika aliran darah ke otak tersumbat atau jika pembuluh darah otak pe$ah yang mengakibatkan hilangnya aliran darah ke sel.sel otak. #kan terjadi kematian sel sara& pada daerah yg tidak menerima aliran darah, dengan akibat hilangnya kemampuan kontrol sara& di daerah yg mati. Kepentingan seorang penolong pertama dalam penanganan stroke adalah' Stroke penyebab kematian no./. Stroke penyebab ke$a$atan menetap no.1. @ingkat kekambuhan stroke $ukup tinggi. Tingka kekam31"an %aktu /0 hari pas$a stroke 1 tahun pas$a stroke C tahun pas$a stroke S #-ke i&kemik dan & #-ke "em-#agik @erdapat dua jenis stroke' 1. Sumbatan +stroke iskemik,, 0 B kasus. - Sumbatan pada saluran darah di otak sehingga bagian otak yang diperdarahinya tidak mendapatkan suplai oksigen. - Penyebabnya ' ken$ing manis, kolesterol, sakit jantung, dll !. Perdarahan +stroke hemoragik, !0 B kasus. - Pe$ahnya pembuluh otak, yang selain menyebabkan hilangnya suplai oksigen untuk sebagian otak, juga dapat menyebabkan meningkatnya tekanan di dalam tulang tengkorak yang akan mendesak otak sehingga memperparah kondisi penderita. - Penyebabnya menderita darah tinggi $ukup lama, pembuluh darahnya tipis jadi pe$ah. ,ak -# #i&ik- (,R) 6aktor Resiko yang tidak dapat diubah' B kambuh / B . 10 B C B . 1" B !C B . "0 B

' usia DC tahun 6R !=, usia EC tahun 6R "F usia C tahun 6R = )enis kelamin ' laki.laki 6R 1,/= wanita. Ras atau etnik ' #&rika.#merika 6R != 6aktor resiko yg dapat diubah' Pas$a stroke ' 6R 10= <arah tinggi ' 6R D= +jika tekanan darah ; 1"04?0 mm5g, Penyakit )antung ' 6R D= Pembesaran )antung Kiri ' 6R "= *erokok ' 6R != Ge.a'a dan anda -ejala dan tanda yang ditimbulkan dapat amat bervariasi, tergantung pada bagian otak yang terkena. >eberapa gejala dan tanda adalah' @iba.tiba sakit kepala hebat, sering dilukiskan seperti sakit kepala yg paling buruk selama hidupnya. Kelemahan, kesemutan atau lumpuh pada wajah lengan atau tungkai, terutama pd satu sisi tubuh @iba.tiba penglihatan kabur pd satu atau kedua mata. >i$ara tidak jelas, atau hanya mengerti pernyataan sederhana. 5ilangnya keseimbangan atau koordinasi, terutama jika dikombinasi dengan gejala lain. Rasa kesemutan pada wajah atau bagian tubuh lainnya, biasanya satu sisi. Perubahan status kesadaran, dapat pingsan sampai koma. <apat timbul kejang. (kuran pupil menjadi tidak sama. 5ilangnya kontrol untuk buang air ke$il maupun buang air besar. Tindakan !#a R1ma" Saki !ada & #-ke Kenakan perlengkapan proteksi diri dan amankan tempat kejadian. #pabila penderita tidak sadar, akti&kan SP-<@. >uka jalan napas, lakukan R)P jika diperlukan. >erikan oksigen " liter4menit, kanul. :etakkan penderita pada posisi berbaring terlentang, lindungi bagian yang lumpuh. :onggarkan pakaian yang terlalu ketat. >eri rasa aman dan dukungan moral. Avakuasi se$epat mungkin.

(sia

Pen/ega"an U&a"a P#-m- i0 P+ P#ime# P+ Sek1nde#

Sa&a#an T1.1an ;a#a

Orang sehat, 6R +., Orang sehat, 6R +G,

Pas$a @ransient 3s$haemi$ #tta$k +@3#,, pas$a Stroke *en$egah 6R *en$egah @3#4 Stroke. men$egah @3# 4Stroke ulang -aya 5idup Sehat -aya 5S, kendalikan -aya 5S, kendalikan +5S, 6R 6R @erapi obat @erapi bedah

Ga4a "id1! &e"a 1. *engatur pola makan yang sehat @ambah asupan K kurangi asupan 0a +HDgr4hr, Kurangi asupan lemak jenuh, dan trans &atty a$id (tamakan makanan yang mengandung' polyunsaturated fatty acid, monounsaturated f.a. makanan berserat dan protein nabati. Sumber lemak sebaiknya dari sayuran, ikan, buah Polong, dan ka$ang.ka$angan. )angan makan berlebihan. <an lain.lain. !. *enghentikan rokok /. 5indari minum alkohol dan penyalahgunaan obat. ". :akukan olah raga teratur. C. 5indari stress dan istrirahat yang $ukup.

KEGAWATDARURATAN MEDIS LAIN Dia3e e& me'i 1& <iabetes melitus merupakan kumpulan gejala yang ditandai dengan gula darah yang meningkat akibat kekurangan insulin atau ketidak mampuan insulin untuk menurunkan gula darah tersebut atau akibat kedua.duanya Perlu ditekankan disini, bahwa tugas seorang penolong pertama bukanlah untuk menegakkan diagnosis atau mengobati diabetes, melainkan hanya sebatas mengena'i ge.a'a dan menangani kasus kegawat daruratan pada diabetes. Keadaan gawat darurat yang dimaksud adalah "i!-g'ikemia dan ke -a&id-&i&. -ejala yang umum dari dua keadaan ini adalah !e#13a"an & a 1& men a', seperti yang terjadi pada pasien kera$unan alkohol, $ontoh yang paling mudah pasien tersebut tidak dapat menghitung. Petunjuk lain yang dapat dipakai adalah in&ormasi dari keluarga pasien yang umumnya sudah mengetahui adanya diabetes sebelumnya. Hi!-g'ikemia Hi!-g'ikemia, bila kadar glukosa darah kurang dari D0 mg4d:, atau kurang dari 0 mg4d: dengan gejala klinis. Penyebab dari keadaan ini adalah' )umlah makanan kurang dari biasanya atau terlambat. #ktivitas yang berlebihan. <osis obat yang berlebihan. 5ipoglikemia dapat disebabkan oleh salah satu atau ketiga penyebab tersebut. Tanda dan ge.a'a "i!-g'ikemia< :apar *ual Sulit bi$ara Kesulitan menhitung sementara :emah, lesu @ekanan darah turun Keringat dingin pada muka, bibir atau tangan gemetar @idak sadar dengan atau tanpa kejang @anda.tanda ini bertahap, mulai dari yang ringan sampai koma. >iasanya pasien sudah tahu gejala ini, karena sering mengalami. Penaganan "i!-g'ikemi< Stadium permulaan +sadar,' o >erikan g1'a m1#ni (% g#am +! sendok makan, atau sirop 4 permen gula murni +bukan pemanis pengganti gula atau gula diet 4 gula diabetes, dan makanan yang mengandung hidrat arang. o S -! -3a "i!-g'ikemik sementara Stadium lanjut +koma hipoglikemia,'

o Primary Survey' periksa airway, breathing dan $ir$ulation. o Penanganan harus $epat, evakuasi segeraI K-ma ke -a&id-&i& Koma Ketoasidosis merupakan keadaan tidak sadar pada penderita diabetes ditandai dengan gula darah yang tinggi +diatas !C0 mg4d:, dan asidosis. 6aktor pen$etus yang biasa menyertai' 3n&eksi akut 3n&ark miokard akut Stroke. Tanda dan ge.a'a k-ma ke -a&id-&i&< Riwayat diabetes sebelumnya dengan atau tanpa gejala Kesadaran menurun 0apas $epat dan dalam @anda.tanda dehidrasi' kulit kering dan keriput Penanganan K-ma Ke -a&id-&i&< Primary survey' periksa airway, breathing dan circulation. >erikan oksigen D liter4menit, kanul. #was tanda.tanda syok, jika terjadi syok lakukan tatalaksana syok. Avakuasi se$epatnya. A3d-men ak1 1ang dimaksud dengan abdomen akut adalah rasa nyeri berat pada perut yang timbul dengan $epat. Keadaan ini merupakan salah satu kelainan yang penting diketahui agar dapat ditatalaksana dengan baik. Se$ara umum, penyebab abdomen akut dapat dikelompokkan menjadi' peradangan, in&eksi, sumbatan dan perdarahan. Be3e#a!a !en4e3a3 4ang da!a di.adikan /-n -"< Per&orasi tukak lambung. #pendisitis akut. Sumbatan usus. Kegawatdaruratan kehamilan atau kandungan, seperti kehamilan di luar rahim, dll. @rauma tumpul abdomen yang menyebabkan ruptur organ intra abdomen dan perdarahan. <an lain.lain. Ge.a'a dan anda a3d-men ak1 <

Keluhan utamanya adalah rasa nyeri se$ara subjekti&, yang dapat berupa nyeri seperti ditusuk.tusuk maupun rasa mulas yang berat. Si&at dari nyeri ini dapat' o 5ilang timbul atau menetap o Setempat, menyeluruh, menyebar atau menjalar o Spontan atau mun$ul dengan penekanan -ejala intra abdominal' o Perut dapat kaku atau kembung o Kehilangan selera makan, mual o *untah hijau, kehitaman atau berisi makanan o *untah darah o -angguan buang air besar, dapat berupa diare maupun obstipasi -ejala ekstra abdominal o <emam o Kesadaran menurun atau gelisah o <apat terlihat tanda syok pada penderita Tindakan !#a=RS !ada a3d-men ak1 < Proteksi diri Pertahankan terbukanya jalan napas, lakukan tindakan pen$egahan terjadinya aspirasi bila penderita muntah, hal ini dapat dilakukan dengan meletakkan penderita yang muntah dalam posisi berbaring miring ke kiri. >ila terdapat tanda syok, tangani dengan segera >erikan oksigen !." liter per menit Perhatikan perut penderita, lepaskan pakaian penderita untuk mendapatkan penilaian akurat. Kontrol perdarahan luar, jika ada. )angan berikan apa pun melalui mulut. Simpan muntahan yang dikeluarkan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Avakuasi se$epat mungkin.

Ke.ang <e&inisi' Perubahan status mental berupa sensasi, tingkah laku dan4atau pergerakan yang tiba.tiba dan sementara yang disebabkan oleh pelepasan arus listrik yang masi& di otak. ,a&e ke.ang' @erjadinya kejang terbagi dalam beberapa tahap, sebagai berikut' 6ase #ura' korban sadar bahwa kejang akan datang, biasanya digambarkan dengan bau atau sekelebat sinar. 6ase ini berlangsung beberapa detik. 6ase @onik' korban menjadi tidak sadar dan pingsan. Semua otot tubuh kontraksi. @ubuh menjadi kaku dan korban potensial mengalami henti napas. 6ase Klonik' Penderita kejang dengan kuat. *ungkin ditemukan busa di mulut atau mengeluarkan air liur dan kemungkinan menjadi sianosis

6ase Post.3ktal' *ulai saat kejang berhenti. Penderita berangsur.angsur sadar kembali. Seluruh &ase ini dapat terjadi seluruhnya +dikenal sebagai kejang G#and Ma', atau sendiri.sendiri. >entuk kejang yang lain, dapat berupa' Kehilangan konsentrasi atau kesadaran tiba.tiba, disebut A3&en/e+ Pergerakan atau tingkah laku yang aneh, namun korban masih sadar disebut ke.ang ,-ka'+ Ke&em1 an, kejang satu bagian tubuh yang mungkin menjalar. Pen4e3a3 ke.ang< <emam. 3stilah khusus untuk penyebab ini adalah kejang demam, yaitu bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh +;/ 02, yang disebabkan oleh proses diluar otak. 6aktor risiko kejang demam yang utama adalah demam. Selain itu terdapat riwayat kejang demam pada orang tua atau saudara kandung, perkembangan terlambat, dan adanya riwayat masalah pada saat baru lahir. (mumnya kejang demam berlangsung singkat, berupa serangan kejang klonik atau tonik klonik bilateral. >entuk kejang yang lain dapat juga terjadi seperti mata terbalik keatas dengan disertai kekakuan atau kelemahan, gerakan sentakan berulang tanpa didahului kekakuan, atau hanya sentakan atau kekakuan &okal. Sebagian besar kejang berlangsung kurang dari D menit. Seringkali kejang berhenti sendiri. 3n&eksi otak. 3n&eksi otak dapat terjadi pada jaringan otak, dan4atau selaput otak. Pada in&eksi otak juga terjadi demam, namun bukan digolongkan ke dalam kejang demam karena kejang ini disebabkan oleh proses di otak. -ejala lain dapat berupa lemah, malas, tidak na&su makan atau minum, nyeri kepala, muntah sampai penurunan kesadaran. @umor otak. Karena perjalanan penyakit ini lama, gejala yang dialami pasien juga berulang dalam jangka waktu tertentu dan makin lama dirasakan makin berat. *ulai dari pusang, sakit kepala, muntah sampai penrunan kesadaran. )arang disertai demam. @rauma kepala. -ejala kejang yang terjadi dapat saja sama dengan yang terjadi pada penyebab lain, namun terdapat riwayat trauma yang mendasarinya. Apilepsi. Apilepsi ialah gangguan kronik otak dengan $iri timbulnya gejala.gejala yang datang dalam serangan.serangan yang tiba.tiba dan berhenti tiba.tiba, berulang. ulang yang disebabkan lepas muatan listrik abnormal sel.sel sara& otak, yang bersi&at reversibel +tidak menyebabkan kerusakan yang berarti, dengan berbagai penyebab. 0amun pada sebagian besar kasus tidak diketahui penyebabnya.

@erdapat &aktor.&aktor yang mempermudah terjadinya serangan yang selanjutnya disebut &aktor presipitasi' o 6aktor sensoris' $ahaya berkedip.kedip, bunyi.bunyi yang mengejutkan, air panas. o 6aktor sistemis' demam, penyakit in&eksi, hipoglikemia, kelelahan &isik, obat.obat tertentu, dll. o 6aktor mental' stress, gangguan emosi. Kera$unan. Kejang terjadi setelah minum atau makan Jat yang bera$un, seperti kera$unan alkohol dan obat. Stroke, lihat bab Kegawatdaruratan medis 1. Aklampsia +komplikasi berat kehamilan,, lihat bab Kegawatdaruratan *edis Kebidanan. 5ipoglikemia, lihat atas. 5ipoksia, lihat bab Kegawatdaruratan Pernapasan

Kejang yang berlangsung terus.menerus, lebih dari /0 menit tanpa pulihnya kesadaran disebut status epileptikus. Avakuasi korban segera, karena jika terlambat ditangani, akan berakibat &atal. Penanganan Ke.ang< Se$ara umum, penanganan kejang dibadi dalam dua &ase' 6ase saat kejang sedang berlangsung. o Pastikan jalan napas terjaga. o *iringkan korban untuk menghindari aspirasi ludah atau muntahan. >aringkan di tempat yang nyaman, dan jauhkan benda apapun disekitar korban yang dapat melukai korban. o )angan memasukkan apapun kedlam mulut korban. o Kendurkan baju yang terlalu ketat. )angan $oba menahan penderita. 6ase saat kejang selesai. o Pastikan jalan napas tetap terbuka. >erikan oksigen o @angani $edera atau perdarahan bila ada o Perhatikan tanda vital, lihat bab Penilaian Penderita dan @anda 7ital. o Pada Kejang <emam, suhu tubuh korban harus diturunkan dengan kompres air hangat o :etakkan korban dalam posisi pulih, tentramkan korban Avakuasi korban segera.