Anda di halaman 1dari 23

VARIABEL PENELITIAN A.

Pendahuluan Kondisi problematik tertentu dikembangkan untuk diteliti Kondisi tersebut: Ada kesenjangan teori dengan kenyataan/harapan & pelaksanaan Mengapa terjadi kesenjangan Ada jawabannya & lebih dari satu Kondisi problematik mengidentifikasi & merumuskan masalah aspek formulasi dari rumusan masalah ada 2, yaitu: 1 !endaknya dalam bentuk pertanyaan 2 "umusan tersebut mempertanyakan hubungan 2 #ariabel atau lebih $ontoh: - %agaimanakah hubungan jenis penolong persalinan dengan terjadinya infeksi nifas& - %agaimana hubungan pengetahuan tentang rokok dengan perilaku merokok& - 'aktor(faktor apakah yang mempengaruhi kepuasan pasien di ")* & B. Definisi Variabel 1 +aitu konsep yang nilainya ber#ariasi $ontoh: %erat badan, ,inggi badan, *-K, -engetahuan tentang rokok .ika tidak ber#ariasi bukan #ariabel/tidak dapat digunakan sebagai #ariabel dalam penelitian /leh karena itu, usahakan sampel/populasi yang nilainya ber#ariasi Konsep: abstraksi dari suatu fenomena $ontoh: Konsep: 0ariabel: %adan %erat badan ,inggi badan )tatus 1i2i -engetahuan -engetahuan tentang rokok *munisasi .enis imunisasi $akupan imunisasi Konsep ada 2 ma3am: 1 Konsep yang abstrak $ontoh: Ke3erdasan, -engetahuan tentang , ,ingkat kepuasan pasien 2 Konsep yang konkrit $ontoh: %erat badan, ,inggi badan, ,ekanan darah, Agama, 4mur 2 +aitu pengelompokan yang logis dari 2 atau lebih atribut $ontoh:Atribut: 0ariabel: 5aki(laki, 6anita .enis kelamin ,ua, Muda 4sia 7alam 1 #ariabel, atribut(atribut tidak boleh tumpang tindih 8Mutually Exclusive9 $ontoh: 0ariabel: Atribut: ,ipe kendaraan ( %eroda 2 - %eroda : - %eroda ; - %eroda kayu - %eroda besi ,ingkat pendidikan formal ( )7

- )M- )MA - )wasta - <egeri Atribut: men3akup semua kemungkinan yang ada dalam 1 #ariabel $ontoh: )tatus perkawinan ( Kawin ,idak kawin 7uda/janda Kawin syiri Kumpul kebo

C. Pengelompokan Variabel 1 -engelompokan #ariabel menurut 3irinya: a 0ariabel 7iskrit/ tidak punya pe3ahan dari hasil perhitungan $ontoh: .umlah anak 1, 2, :, : = b 0ariabel Kontinyu/ ada pe3ahan dari hasil pengukuran $ontoh: %erat badan bayi saat lahir > 2 kg, 2 kg, 2,? kg, 2,@ kg 0ariabel 7iskrit/0ariabel Kontinyu menentukan jenis analisa data dalam penelitian -enelitian: men3ari/melihat hubungan antar #ariabel 2 -engelompokan #ariabel se3ara umum: a 0ariabel *ndependent 0ariabel bebas / #ariabel pengaruh / sebab / faktor resiko / etiologi yaitu #ariabel yang besarnya mempengaruhi #ariabel lain b. 0ariabel 7ependent dipengaruhi 0ariabel terikat / #ariabel terpengaruh / akibat / penyakit / masalah yang diteliti Kedudukan #ariabel dapat berubah tergantung kondisi atau masalah penelitian 0ariabel bebas dapat menjadi #ariabel tergantung pada kondisi berbeda $ontoh: 3 -engetahuan tentang rokok -erilaku merokok -endidikan formal pengetahuan tentang rokok 0ariabel -erantara +aitu #ariabel yang menjembatani pengaruh #ariabel bebas dengan #ariabel tergantung $ontoh: 0ariabel bebas 0ariabel antara 0ariabel tergantung A % $ 4mur -endidikan Kebiasaan ba3a )osek wanita ( 4sia kawin 'ertilitas - -emakaian kontrasepsi - 'rekfensi hubungan 0ariabel bebas mempengaruhi #ariabel tergantung se3ara langsung ,idak langsung 8ada #ariabel antara, maka hubungan keduanya jadi lemah/lenyap9 0ariabel -rakondisi/0ariabel Anteseden +aitu #ariabel yang keberadaannya merupakan prasyarat bagi bekerjanya suatu #ariabel bebas terhadap #ariabel tergantung !ampir sama dengan #ariabel perantara, bedanya terletak pada letaknya 0ariabel prakondisi 0ariabel bebas 0ariabel tergantung $ontoh: status gi2i masuknya ,% -aru bakteri mikro ,% )yarat 0ariabel -rakondisi: 1 Ketiga #ariabel berhubungan, 8% & A9, 8% & $9,8 A & $9

2 e

%ila #ariabel anteseden dikontrol maka hubungan #ariabel bebas 8A9 dan #ariabel tergantung 8$9 tidak lenyap 0ariabel 8%9 tidak pengaruhi hubungan A dan $ 0ariabel -engganggu/0ariabel -endahulu +aitu #ariabel yang mempengaruhi #ariabel bebas & #ariabel tergantung $iri(3irinya: hubungan #ariabel bebas dan #ariabel tergantung yang semula tidak berhubungan menjadi berhubungan setelah dikontrol #ariabel pengganggu 0ariabel bebas 0ariabel tergantung 0ariabel pengganggu .enis penolong persalinan

$ontoh:

7emam/infeksi nifas

'rekfensi pemeriksaan kehamilan D. kala Pengukuran Variabel <, /, *, "

E. !ubungan An"ar Variabel .enis(jenis hubungan #ariabel: 1 !ubungan )imetris %ila #ariabel yang satu tidak disebabkan atau pengaruhi #ariabel lainnya Ada ; kelompok: a Kedua #ariabel merupakan indikator dari konsep yang sama $ontoh: indikator fertilitas .umlah anak lahir hidup ,ingkat kelahiran kasar .antung yang berdenyut 3epat dibarengi tangan berkeringat b Kedua #ariabel merupakan akibat dari faktor yang sama pada suatu negara yan kesh dibarengi .umlah pesawat udara Akibat pendapatan 3 Kedua #ariabel berkaitan se3ara fungsional $ontoh: ada guru ada murid d Kedua #ariabel berhubungan se3ara kebetulan !ubungan ,imbal %alik !ubungan dimana suatu #ariabel dapat menjadi sebab dan juga akibat $ontoh: hubungan status gi2i diare !ubungan A )imetris 0ariabel yang satu mempengaruhi #ariabel yang lain $ontoh: ( pengaruh pupuk terhadap buah - hubungan sikap dengan perilaku

F. Definisi Operasional Variabel Yaitu memberikan pengertian pada variabel sehingga dapat diobservasi atau diukur. Variabel yang operasional sehingga variabel tersebut bersifat: 1. Spesifik (tidak berinterpretiasi ganda) 2. erukur (dapat diukur) !" berdasarkan teori dan permasalahan yang dihadapi. #isal: - Status gi$i : antropometri %% menurut % %% menurut &mur 'emeriksaan kimia(i darah (kadar protein serum) - %%)*: %% lahir kurang dari 2+,kg - -si eksklusif: pemberin asi sa.a pada bayi usia / 0 1 bulan 2ara ekspresikan variabel se3ara operasional: 1. 2ara langsung Yaitu dengan melihat 3ara ukur variabel atau ekspresi bagaimana 3ara ukur variabel 2ontoh:- status gi$i - tingkat kesembuhan kesembuhan klinik 4esembuhan lab Subyektif penderita 2. 2ara tidak langsung Yaitu dilakukan dengan mengekspresikan kriteria manilpulasi terhadap variabel dan 3ara memonitor atau mengukur efek dari manipulasi 2ontoh: - 4emampuan .antung: penambahan detik nadi dengan mengekspresikan subyek melakukan lon3at-laon3at ditempat sbanyak ... kali dalam ... menit G. Tingkat / Skala Pengukuran Variabel: 1. Variabel !iskrit 5 Variabel 6ominal Yaitu variabel yang variasinya tidak menun.ukan perurutan atau kesinambungan. iap variasi atau katagori beridi sendiri atau terpisah 2ontoh: golongan darah: -+ %+ -%+ " 7enis penyakit 7enis kelamin 2. Variabel 4ontinum Yaitu variabel yang variasi nilainya merupakan urutan5kontinuitas satu dengan lain. 1. Variabel "rdinal - %atas variasi atau katagori: tidak .elas - 7arak interval tidak dapat diukur - 2ontoh: ingkat pengetahuan 2. Variabel 8nterval - %atas variasi: .elas

- 7arak interval dapat diukur - 6ilai /: tidak absolut - 2ontoh: Suhu+ ingkat 89 :. Variabel *atio - %atas variasi: .elas - 7arak interval dapat diukur - 6ilai /: absolut atau mutlak - 2ontoh: %erat badan+ &mur+ 7umlah anak *eferensi: -;': !asar-dasar metlit ked. <al =1

`POPULAS DA! SA"P#L 'enetapan subyek penelitian: 1. 'opulasi penelitian 2. 2ara pemilihan sampel :. %esar sampel 'erlunya sampel: 1. erlalu banyak untuk diteliti 2. idak mungklin diteliti semua dari segi (aktu :. >una generalisasi hasil penelitian *an3angan sampel 5 sampling design 5 3ara pemilihan sampel !efinisi: menyusun peren3anaan tehnik pemilihan sampel penelitian representatif )ihat keadaan populasi: 7ika homogen randomisasi 7ika heterogen homogenisasi populasi <omogen: karakteristik subyek terdistribusi se3ara merata 2 hal dalam peran3angan sampel: 1. *andomisasi sampel 2. <omogenisasi populasi *andomisasi sampel : yaitu pemilihan sampel se3ara random. *andom: tehnik pemilihan sampel dimana tiap individu memiliki peluang yang sama untuk terpilih sebagai sampel. *andom sampling ada 2: a. ehnik random murni5sederhana iap individu dipilih se3ara random b. ehnik random sistematik subyek 1 se3ara random individu berikutnya dipilh menurut aturan yang ditetapkan 2ontoh: gan.il 5 yang genap sa.a #a3am-ma3am 3ara random sampling: 1. &ndian 2. abel bilangan random Sebelum diundi subyek diberi nomor (3ara penomoran: umur+ alfabet+ %%+ karakter yang lain

Variasi keadaan populasi yang berkaitan dengan homogenitas 1. 'opulasi benar-benar homogen 2ontoh: distribusi eritrosis dalam darah 2. 'opulasi heterogen dimana dalam 1 populasi terdiri dari beberapa stratum ada beda yang .elas antar stratum .umlah subyek antar stratum hampir sama 2ontoh: persepsi sis(a S#' Sukama.u terhada kebersihan lingkungan 'opulasi: S#' Stratum: kelas1+ 2+ : :. 'opulasi heterogen dimana dalam 1 populasi 1 populasi beberapa stratum ada beda .elas antar stratum .umlah subyek antar stratum beda 2ontoh: penduduk desa sukama.u Stratum: suku - Suku .a(a: =/? - Suku bugis: 2/? - Suku minang: 2/? - )ain-lain: 2/? =. 'opulasi heterogen gimana dalam 1 populasi terdiri dari beberapa 3luster karakteristik 3luster hampir sama karakteristik unit beda 2ontoh: populasi: ke3amatan sukama.u terdiri 11 desa - !esa sebagai 3luster - 4arakteristik desa sama - 4omposisi penduduk berdasar suku beda 'opulasi kondisi ( 'robabilitas Sampling) 1. 'emilihan subyek se3ara random *andom sederhana 5 sistematik 2. Stratifikasi sederhana :. Stratifikasi proporsional =. *andomisasi 3luster

Sampling : 8. 'robabilitas Sampling: 1. *andom Sampling a. Sederhana5sample random sampling b. Sistematik5systemati3 random sampling 2. Stratifikasi Sampling a. Simple stratified random sampling b. 'roportional stratified random sampling :. 2luster Sampling =. #ultistages sampling design >abungan 2 atau lebih ran3angan sampel 88. non 'robalitas: 1. 9uota sampling 2. 'urposive sampling

%esar sampel a. !engan skala ukur5 katagorikal (nominal @ ordinal) 1 n A B C281(D /29 E p E F G d2 C: nilai baku distr normal pada D tertentu D: eror: ,? 28: A,? $: 1+A1 p: proporsi ke.adian dimasyarakat B: 1 0 p d: akurasi C 5 / b C ( 1 n: .umlah sampel yang akan diteliti !engan skala kontinu (interval@ratio) n A B C281(D /29 E H2G d2 H: standar deviasi b. 7ika populasi diketahui 3. n $ !% C281(D /29 E p E F G <Ed2 IC281(D /29 E p E F

'D6Y&S&6-6 86S *&#D6 'D6D)8 8-6

8nstrumentasi adalah proses pemilihan 5 pengembangan metode dan alat ukur yang tepat dalam rangka pembuktian kebenaran hipotesis. entukan variabel dulu metode dan alat ukur 'engukuran adalah suatu kerangka ker.a operasional yang mendorong peneliti untuk semaksimal mungkin mengupayakan kaidah-kaidah pengukuran yang benar agar data yang diperoleh mendekati realitas sesungguhnya.

Se3ara umum dikenal 2 ma3am data: 1. !ata literal5 data historik 5 data sekunder Yaitu data yang diperoleh dengan do pen3atatan terhadap ke.adian yang telah lalu 2ontoh: data sekunder 2. !ata observasional diperoleh dengan do observasi langsung terhadap fenomena 2ontoh: dengan do pemeriksaan klinik lab atau pemeriksaan langsung #a3am-ma3am pengukuran: 1. 'engukuran 5 pengamatan kualitatif Yaitu penetapan 5identifikasi terhadap ada atau tidak adanya nilai no&inal 'ariabel tertentu pada suatu subyek. 2. 'engukuran kuantitatif 'enetapan besar ke3ilnya (magnitude) nilai variasi tertentu pada suatu subyek 5 suatu variabel 4eterangan 1. 'engamatan kualitatif 2ontoh: penetapan diagnosis penyakit %2 dengan pemeriksaan radiologik Variabel penyakit %2 ya (E menderita) idak (-) 4emungkinan ter.adi kesalahan: - 'ositif palsu: orang sehat didiagnosia %2 - 6egatif palsu: penderita %2 didiagnosa sehat &paya hindari kesalahan: a. #enggunakan alat dan 3ara ukur yang sensitif+ valid dan relible b. 4etrampilan pengukur pengalaman 3. 4ondisi pengukur kelelahan 2. 'engamatan kuantitatif !iidentifikasi besar ke3ilnya variasi nilai dari suatu variabel. <asil pengukuran kuantitatif diperoleh data dengan skala ordinal+ interval @ rasio.

!alam melakukan pengukuran se3ara umum lihat keadaan variabel: 1. !imensi pengukuran a. unggal: %%+ %+ ekanan darah b. >anda: tingkat kekayaan: pendapatan kotor+ .umlah keluarga+ kendaraan+ besar rumah 2. ingkat pengukuran: skala 6"8*

.umlah

%aik pengukuran kualitatif 5 kuantitatif harus berpi.ak pada kaidah pokok pengukuran+ yaitu: a. "byektifitas 'engukuran yang di do terbebas dari bias peneliti+ berupa ke3ondongan pada perkiraan atau harapan peneliti 5 kenyataan umum yang ter.adi b. Validitas Yaitu mengukur apa yang diukur 3. *eliabilitas Yaitu akurasi+ konsistensi 5 stabilitas pengukuran )angkah-langkah pengukuran: 1. ahap persiapan pengukuran a. #erumuskan variabel se3ara operasional 3ara langsung (observasi)5tidak langsung b. #enentukan tingkat pengukuran variabel berdasar teori dan variasi nilai dari variabel 2ontoh: %%)*: 1. Ya (%% F 2+, kg) 2. idak (%%G 2+, kg) )ihat dimensi variabel: - %%)* dimensi tunggal - 'engetahuan tentang %%)* dimensi ganda 3. 'ilih metode dan alat ukur yang tepat - %%)*: menimbang bayi: timbangan da3hin - 'engetahuan tentang %%)*: %ertanya((a(n3ara): Buestion

2.

ahap pra pengukuran &.i 3oba alat ukur - 'ada instrumen kedokteran klinik: sudah baku - 'ada instrumen laboratorik: peneraan - 'ada instrumen pengukuran fenomena sosial: u.i 3oba dilapangan yang punya karakteristik hampir sama dengan subyek penelitian: u.i validitas+ u.i reliabilitas ahap pengukuran 'erhatikan: a. 8nstro penelitian (metode !an alat ukur) b. Subyek penelitian yang dihadapi 3. -dministrasi5pen3atatan hasil pengukuran ke3ermatan

:.

d. )ingkungan konsistensi keadaan dan unsur lingkungan yang mempengaruhi subyek penelitian

VARIABEL PENELITIAN A.Pendahuluan Kondisi problematik tertentu dikembangkan untuk diteliti Kondisi tersebut: Ada kesenjangan teori dengan kenyataan/harapan & pelaksanaan Mengapa terjadi kesenjangan

Ada jawabannya & lebih dari satu Kondisi problematik mengidentifikasi & merumuskan masalah Aspek formulasi dari rumusan masalah ada 2, yaitu: 1 !endaknya dalam bentuk pertanyaan 2 "umusan tersebut mempertanyakan hubungan 2 #ariabel atau lebih $ontoh: - %agaimanakah hubungan jenis penolong persalinan dengan terjadinya infeksi nifas& - %agaimana hubungan pengetahuan tentang rokok dengan perilaku merokok& - 'aktor(faktor apakah yang mempengaruhi kepuasan pasien di ")* &

% Definisi Variabel +aitu konsep yang nilainya ber#ariasi. $ontoh: %erat badan, ,inggi badan, *-K, -engetahuan tentang rokok .ika tidak ber#ariasi bukan #ariabel/tidak dapat digunakan sebagai #ariabel dalam penelitian /leh karena itu, usahakan sampel/populasi yang nilainya ber#ariasi

Konsep: abstraksi dari suatu fenomena $ontoh: Konsep: 0ariabel: %adan %erat badan ,inggi badan )tatus 1i2i -engetahuan -engetahuan tentang rokok .enis imunisasi $akupan imunisasi

*munisasi

Konsep ada 2 ma3am: 1 Konsep yang abstrak $ontoh: Ke3erdasan, -engetahuan tentang , ,ingkat kepuasan pasien 2 Konsep yang konkrit $ontoh: %erat badan, ,inggi badan, ,ekanan darah, Agama, 4mur 7efinisi lain dari #ariabel +aitu pengelompokan yang logis dari 2 atau lebih atribut $ontoh: Atribut: 0ariabel: 5aki(laki, 6anita .enis kelamin ,ua, Muda 4sia 7alam 1 #ariabel, atribut(atribut tidak boleh tumpang tindih 8Mutually Exclusive9

$ontoh: 0ariabel: ,ipe kendaraan ( Atribut: %eroda 2 %eroda : %eroda ; %eroda kayu %eroda besi )7

,ingkat pendidikan formal ( - )M- )MA

Atribut: men3akup semua kemungkinan yang ada dalam 1 #ariabel $ontoh: )tatus perkawinan ( Kawin - ,idak kawin - 7uda/janda - Kawin syiri - Kumpul kebo C. Pengelompokan Variabel

1 -engelompokan #ariabel menurut 3irinya: a 0ariabel 7iskrit/ tidak punya pe3ahan dari hasil perhitungan $ontoh: .umlah anak 1, 2, :, b 0ariabel Kontinyu/ ada pe3ahan dari hasil pengukuran $ontoh: %erat badan bayi saat lahir > 2 kg, 2 kg, 2,? kg .enis #ariabel : 0ariabel 7iskrit/0ariabel Kontinyu akan menentukan jenis analisa data dalam penelitian -enelitian: men3ari/melihat hubungan antar #ariabel

2 -engelompokan #ariabel se3ara umum: a. Variabel Independen"$ 0ariabel bebas / #ariabel pengaruh / sebab / faktor resiko / etiologi yaitu #ariabel yang besarnya mempengaruhi #ariabel lain b. Variabel Dependen" dipengaruhi 0ariabel terikat / #ariabel terpengaruh / akibat / penyakit / masalah yang diteliti Kedudukan #ariabel dapat berubah tergantung kondisi atau masalah penelitian

0ariabel bebas dapat menjadi #ariabel tergantung pada kondisi berbeda $ontoh: Penge"ahuan "en"ang rokok -erilaku merokok -endidikan formal penge"ahuan "en"ang rokok

%. Variabel Peran"ara +aitu #ariabel yang menjembatani pengaruh #ariabel bebas dengan #ariabel tergantung 0ariabel bebas Variabel an"ara 0ariabel tergantung A % $ $ontoh: 4mur Pendidikan Kebiasaan ba3a

)osek wanita

( 4sia kawin fertilitas - -emakaian kontrasepsi - 'rekfensi hubungan

0ariabel bebas mempengaruhi #ariabel tergantung terjadi se3ara langsungJ bila se3ara tidak langsung 8adanya #ariabel antara, maka hubungan keduanya jadi lemah/lenyap9

d.Variabel Prakondisi$Variabel An"eseden +aitu #ariabel yang keberadaannya merupakan prasyarat bagi bekerjanya suatu #ariabel bebas terhadap #ariabel tergantung !ampir sama dengan #ariabel perantara, bedanya terletak pada letaknya
Variabel prakondisi 0ariabel bebas 0ariabel tergantung

$ontoh:
status gi2i masuknya mi3oba3terium ,% ,% -aru

)yarat 0ariabel -rakondisi: - Ketiga #ariabel berhubungan, 8% & A9, 8% & $9,8 A & $9 - %ila #ariabel anteseden dikontrol maka hubungan #ariabel bebas 8A9 dan #ariabel tergantung 8$9 tidak lenyap 0ariabel 8%9 tidak pengaruhi hubungan A dan $

e. Variabel Pengganggu$Variabel Pendahulu. +aitu #ariabel yang mempengaruhi #ariabel bebas & #ariabel tergantung $iri(3irinya: hubungan #ariabel bebas dan #ariabel tergantung yang semula tidak berhubungan menjadi berhubungan setelah dikontrol #ariabel pengganggu

0ariabel bebas

0ariabel tergantung

Variabel pengganggu $ontoh: .enis penolong persalinan

7emam/infeksi nifas

'rekwensi pemeriksaan kehamilan

!.

kala Pengukuran Variabel <, /, *, "

I. !ubungan An"ar Variabel .enis(jenis hubungan #ariabel: a !ubungan )imetris %ila #ariabel yang satu tidak disebabkan atau dipengaruhi #ariabel lainnya

Ada ; kelompok: 1 Kedua #ariabel merupakan indikator dari konsep yang sama $ontoh: indikator fertilitas .umlah anak lahir hidup ,ingkat kelahiran kasar .antung yang berdenyut 3epat dibarengi tangan berkeringat 2 Kedua #ariabel merupakan akibat dari faktor yang sama pada suatu negara yan kesh dibarengi .umlah pesawat udara Akibat pendapatan

: Kedua #ariabel berkaitan se3ara fungsional $ontoh: ada guru ada murid ; Kedua #ariabel berhubungan se3ara kebetulan

b.!ubungan Timbal Balik !ubungan dimana suatu #ariabel dapat menjadi sebab dan juga akibat $ontoh: hubungan status gi2i diare

3 !ubungan A )imetris/ !ub )ebab akibat 0ariabel yang satu mempengaruhi #ariabel yang lain $ontoh: ( pengaruh pupuk terhadap buah - hubungan sikap dengan perilaku

Tingkat / Skala Pengukuran Variabel: 1.Variabel !iskrit 5 Variabel 6ominal Yaitu variabel yang variasinya tidak menun.ukan perurutan atau kesinambungan. iap variasi atau katagori beridi sendiri atau terpisah 2ontoh: golongan darah: -+ %+ -%+ " 7enis penyakit 7enis kelamin Variabel nominal dan ordinal 2.Variabel 4ontinum Yaitu variabel yang variasi nilainya merupakan urutan5kontinuitas satu dengan lain. 1.Variabel "rdinal - %atas variasi atau katagori: tidak .elas - 7arak interval tidak dapat diukur - 2ontoh: ingkat pengetahuan

2.Variabel 8nterval %atas variasi: .elas 7arak interval dapat diukur 6ilai /: tidak absolut 2ontoh: Suhu+ ingkat 89

:.Variabel *atio - %atas variasi: .elas

- 7arak interval dapat diukur - 6ilai /: absolut atau mutlak - 2ontoh: %erat badan+ &mur+ 7umlah anak *eferensi: -;': !asar-dasar metlit ked. <al =1