Anda di halaman 1dari 1

RANI MAHITA AJI 10/298010/TK/36519

Local Tracking
Radar memiliki beberapa fungsi yakni untuk mengetahui posisi dan keadaan objek , selain fungsi tersebut radar juga dapat membuat pelacakan lokal (local tracker) bagi objek yang diamatinya. Local tracker dapat menampilkan dalam bentuk plot serta jalur objek berdasarkan data pantulan sinyal yang diterima radar dan di kalkulasi dengan logika tertentu. Dalam bentuk plot, radar hanya menampilkan titik terakhir dimana objek terakhir berada (real time) seperti pada gambar berikut.

Namun pada bentuk rute (track) yang merupakan gabungan dari plot-plot, radar akan memberikan informasi berupa rute yang dilewati oleh objek dengan mengkalkulasi posisi terakhir serta prediksi posisi dari objek tersebut. Data-data tersebut terus di update dan dikomputasi untuk mendapat hasil yang real time. Prediksi posisi dilakukan dengan memperhitungkan arah , kecepatan, percepatan, dan posisi objek terakhir serta model gerakan dari target . Ada pun beberapa cara untuk menggabungkan plot plot ke dalam track salah satunya dengan mendefinisikan sebuah acuan, dimana plot terdekat dari acuan atau plot yang terkuat akan digunakan sebagai prediksi lokasi, atau dengan cara pendekatan statistis yakni dengan mendapatkan plot yang paling tepat setelah melawati kalkulasi statistis. Local tracker dapat dimanfaatkan untuk menghindari terjadinya tabrakan pada objek yang diamati. Sebagai contohnya, dalam dunia penerbangan dikenal adanya ACAS (Airborne Collision Avoidance System) dan di dunia kelautan dikenal pula ARPA (Automatic Radar Plotting Aid), keduanya merupakan contoh aplikasi local tracker. Tabrakan dapat dihindari karena sistem dapat memprediksi rute perjalanan objek sehingga pergerakan masing-masing objek dapat dipantau dan tabrakan dapat dihindari. Dengan adanya sistem local tracker ini, keselamatan dalam hal penerbangan dan kelautan dapat lebih terjaga dan seluruh pergerakan objek dapat diamati.