Anda di halaman 1dari 24

Apakah SOSIOLOGI itu?

:
1. Roucek&Warren: ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok 2. Selo Soemardjan&Soelaiman Soemardi: ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial 3. William F. Ogburn&Meyer F Nimkoff: sosiologi mempelajari interaksi dan hasilnya yaitu organisasi sosial 4. J.A.A. van Doorn&C.J. Lammers: sosiologi mempelajari struktur-struktur dan proses kemasyarakatan.
1

Horton dan Hunt, 1987:41 Sosiologi pada hakekatnya bukanlah semata-mata ilmu murni (pure science) yang hanya mengembangkan ilmu pengetahuan secara abstrak demi usaha peningkatan kualitas ilmu itu sendiri, namun sosiologi bisa juga menjadi ilmu terapan (applied science) yang menyajikan cara-cara untuk mempergunakan pengetahuan ilmiahnya guna memecahkan masalah praktis atau masalah sosial yang perlu ditanggulangi.

Occupational Outlook Handbook, 1980-1981, U.S. Department of Labor 1980: 431 Sosiolog mempelajari perilaku dan interaksi kelompok, menelusuri asal-usul pertumbuhannya, serta menganalisis pengaruh kegiatan kelompok terhadap anggotanya
2

Ruang kajian sosiologi

Masyarakat, komunitas, keluarga, perubahan gaya hidup, struktur, mobilitas sosial, gender, interaksi sosial, perubahan sosial, perlawanan sosial, konflik, integrasi sosial, dan sebagainya adalah sejumlah contoh yang memperlihatkan betapa luasnya kajian sosiologi.

Sosiologi Mempelajari

Tingkah laku manusia sebagai anggota masyarakat, tidak sebagai individu yang terlepas dari kehidupan mayarakat. Fokus bahasan sosiologi adalah interaksi manusia, yaitu pada pengaruh timbal balik di antara dua orang atau lebih dalam perasaan, sikap, dan tindakan. Sosiologi tidak begitu menitik beratkan pada apa yang terjadi di dalam diri manusia (merupakan bidang studi psikologi), melainkan pada apa yang berlangsung diantara manusia. 3

Sosiologi memenuhi syarat sebagai ilmu pengetahuan, yaitu : 1. Pengetahuan hasil penginderaan 2. Tersusun secara sistematis unsurunsurnya tersusun sbg suatu kesatuan 3. Menggunakan pemikiran (otak/ olah pikir/penalaran) 4. Hasilnya dapat dikontrol orang lain
Alam menyerahkan rahasianya yang sangat besar kepada orang-orang yang rajin mencarinnya (Pepatah Kuno)

Sosiologi Sebagai ilmu yang berdiri sendiri, dengan ciri-ciri utamanya :


1.

Bersifat Empiris dan rasional: Sosiologi bersandar pada hasil observasi dan keadaan yang nyata dalam masyarakat serta menggunakan pemikiran yang logis dan tidak spekulatif. Bersifat Teoritis: Sosiologi selalu berusaha menyusun abstraksi hasil observasi secara logis untuk menjelaskan hubungan antar gejala (sebab akibat) sehingga tersusun suatu teori. Bersifat Kumulatif: Teori sosiologi dibentuk atas dasar teori yang sudah ada dalam arti memperbaiki, memperhalus dan memperluas teori yang lama Bersifat non etis: Sosiologi tidak mempersoalkan baik buruknya fakta sosial tertentu, akan tetapi tujuannya adalah untuk menjelaskan fakta sosial tersebut secara analitis, kritis dan obyektif
5

2.

3.

4.

Sifat dan Hakekat Sosiologi


1. Sebagai ilmu sosial: Yang membahas gejala gejala kemasyarakatan, dimana dalilnya bersifat relatif (bisa berubah). Berbeda dengan ilmu alam, yang rumusnya pasti dan tidak bisa berubah. 2. Sebagai disiplin Kategoris: Sosiologi membatasi diri pada apa yang terjadi dewasa ini, dan bukan yang seharusnya terjadi. Sosiologi dapat menetapkan masyarakat pada suatu waktu dan tempat memiliki nilai tertentu TETAPI tidak dapat ditentukan bagaimana nilai-nilai tersebut seharusnya. 3. Sebagai Ilmu Pengetahuan Murni: Sosiologi bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan ilmu secara abstrak hanya untuk mempertinggi kualitasnya, dan tidak dimaksudkan untuk digunakan. Sosiologi bertujuan untuk menemukan fakta-fakta masyarakat yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah dalam masyarakat.
6

4. Sosiologi sebagai ilmu yang abstrak bukan konkret: Sosiologi memperhatikan bentuk dan pola-pola peristiwa yang terjadi dalam masyarakat , TETAPI bukan dalam wujud yang konkret. 5. Sosiologi bertujuan menghasilkan pengertian dan pola-pola umum: Sosiologi melalui penelitiannya berusaha untuk mencari prinsipprinsip ataupun hukum-hukum umum dari hasil interaksi antar manusia, bentuk, isi dan struktur masyarakat. 6. Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan yang Empiris dan Rasional: Sosiologi mendasarkan diri pada hasil observasi/penelitian terhadap kenyataan dengan metode tertentu dan menggunakan akal sehat. 7.Sosiologi Merupakan ilmu Pengetahuan Umum: Sosiologi mempelajari gejala umum yang muncul dari setiap interaksi yang terjadi antar manusia. Sosiologi mempelajari faktor-faktor sosial dalam semua bidang kehidupan.
7

Sejarah ringkas Sosiologi

Tokoh yang dianggap sebagai bapak sosiologi adalah Auguste Comte seorang ahli filsafat dari Perancis(1798-1853). Bukunya yang berjudul Positive Philosophy terbit tahun 1838. Dalam buku inilah istilah sosiologi pertama kali dikenalkan. Comte membedakan sosiologi menjadi 2 yaitu sosiologi statis dan dinamis.
Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia

Sosiologi Statis : Memusatkan perhatian pada hukum-hukum statis yang menjadi dasar adanya masyarakat. Merupakan semacam anatomi sosial yang mempelajari aksi reaksi timbal balik dari sistem sosial. Cita-cita dasar: semua gejala sosial saling berkaitan. Sosiologi Dinamis Merupakan teori tentang perkembangan dalam arti pembangunan. Sosiologi menggambarkan perkembangan manusia terjadi dari tingkat intelligensi rendah ke tingkat lebih tinggi. Comte yakin masyarakat akan berkembang menuju kesempurnaan, melalui: tahap teologis/fiktif (manusia menafsirkan gejala secara teologis dengan kekuatan roh) tahap metafisik (tiap gejala memiliki kekuatan yang akhirnya akan terungkap tanpa verifikasi) tahap positif dimana ilmu pengetahuan memainkan peranan penting dalam 9 kehidupan masyarakat.

Setelah A.Comte, perkembangan sosiologi dikelompokkan ke dalam mazhab: 1. Mazhab Geografi dan lingkungan(Buckle&Le Play) masyarakat dapat berkembang bila ada tempat berpijak dan tempat hidup. 2. Mazhab Organis dan Evolusioner Herbert Spencer melakukan analogi antara masyarakat manusia dengan organisme manusia. W.G. Sumner mengenai kebiasaan sosial yang timbul secara tidak sadar dalam masyarakat Emile Durkheim unsur baku dalam masyarakat adalah solidaritas (mekanis: belum ada pembagian kerja; organis: ada pembagian kerja dan spesialisasi) F. Tonnies bagaimana warga kelompok mengadakan hubungan dengan sesamanya. Dasar hubungan tersebut menentukan bentuk kehidupan sosial tertentu (Gemeinschaft dan gesellschaft)
10

3. Mazhab Formal

4. Mazhab Psikologi
Gabriel Tardegejala sosial mempunyai sifat psikologis terdiri dari interaksi jiwa-jiwa individu (terdiri dari kepercayaan dan keinginan) Richard H Cooleyindividu dan masyarakat saling melengkapi, individu akan menemukan bentuknya di dalam masyarakat.

George Simmel untuk o menjadi warga masyarakat perlu mengalami proses individualisasi dan sosialisasi. Tanpa menjadi warga masyarakat tidak mungkin akan mengalami proses interaksi antara individu dan kelompok
o

Leopold von WieseSosiologi memusatkan perhatian pada hubungan antarmanusia tanpa mengaitkan dengan tujuan dan kaidah

11

5. Mazhab Ekonomi (Karl Marx) menggunakan sejarah dan filsafat untuk membangun teori tentang perubahan yang menunjukkan perkembangan masyarakat menuju keadilan sosial. selama masyarakat masih terbagi atas kelas-kelas maka kekayaan akan terhimpun pada kelas yang berkuasa Selama masih ada kelas yang berkuasa, maka tetap terjadi eksploitasi terhadap kelas yang lemah.

6. Mazhab Hukum (Emile Durkheim) menaruh perhatian pada hukum yang dihubungkan dengan jenis solidaritas Solidaritas mekanisterdapat kaidah hukum dengan sanksi represif = berakibat penderitaan , menyangkut kemerdekaan, kehormatan dan masa depan warga masyarakat ( hukum pidana) Solidaritas organisterdapat kaidah hukum dengan sanksi restitutif=tujuannya mengembalikan keadaan dalam situasi semula 12 (hukum perdata, dagang, acara, administrasi)

Pendekatan/Perspektif dalam Sosiologi


1.
2. 3.

4.

Perspektif Evolusionis Perspektif Interaksionis Perspektif Fungsionalis Perspektif Konflik

Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia

13

Perspektif Evolusionis

Sebagai perspektif paling awal dalam sosiologi August Comte dan Herbert Spencer perspektif ini menjelaskan bagaimana masyarakat berkembang dan tumbuh Para Sosiologi pengikut perspektif ini mencari pola perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam masyarakat yang berbeda, apakah ada urutan umum yang ditemukan Misal: Apakah pengaruh industrialisasi terhadap keluarga di negara maju sama dengan di negara sedang berkembang.
Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia

14

Perspektif Interaksionis

Perspektif ini tidak menyarankan teori-teori besar tentang masyarakat, karena istilah masyarakat, negara, dan lembaga masyarakat adalah abstraksi konseptual sementara yang dikaji adalah orang-orang dan interaksinya Para ahli teori ini (GH. Mead,CH Cooley) memusatkan perhatiannya pada interaksi antara individu dan kelompok, menggunakan simbol. Manusia tidak bereaksi terhadap dunia secara langsung, tetapi bereaksi terhadap makna yang dihubungkan dengan benda atau kejadian di sekitarnya.

Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia

15

Perspektif Interaksi Simbolik


Menekankan pentingnya makna sosial dari perilaku manusia yang melekat pada dunia sekitarnya. Tiga premis (Blumer): Manusia bertindak terhadap sesuatu/orang berdasarkan bagaimana mereka memberi makna terhadap sesuatu/orang tersebut. Makna merupakan produk social yang muncul dari interaksi Social Actor (pelaku social) memberikan makna melalui proses interpretasi Penafsiran merupakan sesuatu yang esensial yang mempengaruhi definisi sosial Konsep diri merupakan definisi yang diciptakan melalui interaksi dengan orang lain Untuk mempelajari tingkah laku manusia perlu memahami sistem makna yang diacu oleh manusia yang dipelajari. Para Ahli: G.H. Mead, Herbert Blumer

16

Prinsip-Prinsip interaksionisme simbolik


1. 2. 3.
4.

5.
6.

Manusia diberkahi dengan kapasitas berakal Kapasitas untuk berpikir terbentuk karena interaksi sosial Didalam interaksi sosial manusia mempelajari arti dan simbolsimbol yang membuatnya dapat melakukan kapasitas berpikir sebagai manusia Arti dan simbol membuat manusia melakukan tindakan dan interaksi manusia secara berbeda Manusia mampu memperbarui atau mengubah arti dan simbol yang mereka gunakan dalam tindakan dan berinteraksi atas dasar interpretasi mereka terhadap keadaan Manusia dapat membuat modifikasi dan perubahan tersebut karena kemampuannya berinteraksi dengan dirinya sendiri, yang membuatnya dapat meneliti kemungkinan serangkaian tindakan, menilai keuntungan dan kerugian relatif mereka, dan kemudian memilih salah satunya 17

Pendekatan fungsional (Talcott Parsons)


Garis besar pendekatan ini adalah Masyarakat itu dapat dianalogikan sebagai organ tubuh manusia, yang terdiri dari bagian/komponen/ subsistem yang saling berhubungan dan saling bergantung untuk mewujudkan keseimbangan. Rusak atau terganggunya satu bagian akan mengganggu bagian yang lain atau bahkan keseluruhan bagian.

Masyarakat dilihat sebagai suatu jaringan kelompok yang bekerja sama secara teorganisir dan bekerja secara teratur menurut seperangkat aturan dan nilai yang dianut oleh sebagian besar masyarakat. Masyarakat dipandang sebagai suatu sistem yang stabil dengan kecenderungan ke arah keseimbanganuntuk mempertahankan sistem kerja yang selaras dan seimbang
18

Tokoh terkemuka perspektif fungsional


Talcott Parsons, Kingsley Davis Robert Merton Setiap kelompok atau lembaga melaksanakan tugas tertentu dan terus menerus karena hal itu fungsional. Sekolah mendidik anak, mempersiapkan para pegawai, mengambil alih tanggung jawab orang tua dalam sebagian waktu dsb.

Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia 19

Apa persyaratannya?
Agar masing masing komponen itu fungsional, diperlukan : Sosialisasi dan kontrol sosial A.G. I. L. Adaptation Goal attainment Integration Latent Patent Maintenance
Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia 20

Adaptation

menunjuk pada kemampuan sistem menjamin apa yang dibutuhkannya dari lingkungan serta mendistribusikan sumber-sumber tersebut ke dalam seluruh sistem Goal attainment pencapaian tujuan sistem dan penetapan prioritas tujuan Integration koordinasi dan kesesuaian bagian-bagian sistem sehingga seluruhnya fungsional Latent Pattent Maintenance menunjuk pada bagaimana menjamin kesinambungan tindakan dalam sistem sesuai dengan aturan atau norma-norma yang berlaku.
Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia 21

A.G. I. L

Pendekatan Konflik (Karl Marx)


Melihat masyarakat berada dalam konflik yang terus menerus antara kelompok dan kelas. Marx memusatkan perhatian pada pertentangan antar kelas untuk pemilikan kekayaan produktif Perjuangan meraih kekuasaan dan penghasilan sebagai suatu proses yang berkesinambungan. Para teoretisi masyarakat terikat bersama karena kekuatan kelas atau kelompok yang dominan. Secara garis besar dalam masyarakat selalu ada sekelompok orang yang menguasai alat produksi yang jumlahnya sangat sedikit ( disebut kelas bourjuis) dan ada sekelompok orang yang tidak menguasai alat produksi yang jumlahnya sangat banyak ( sering disebut sebagai kelas proletar) Hubungan kedua kelas itu selalu terjadi perbedaan kepentingan. Kelas atas menginginkan status quo, sedang kelas bawah, menginginkan hilangnya kelas. 22

Tipe Masyarakat :
1. Masyarakat Tipe Bio Sosial 2. Masyarakat Tipe Sosiokultural
Masyarakat Tipe Bio Sosial : Masyarakat yang dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi, proteksi dan reproduksi bergerak secara refleksi. Dimana segala bakat dan kemampuan individu diperoleh lewat proses heriditas/ pewarisan bakat biologis. Pluralisme fungsi individu pada masyarakat bio sosial seiring dengan polymorphisme fisik, misalnya : Fungsi pengaman, tubuhnya kekar Fungsi petelor, tubuhnya tambun Fungsi pekerja, tubuhnya ramping hal ini nampak pada masyarakat serangga (semut, lebah dll).

Masyarakat Tipe Sosiokultural


Dalam masyarakat ini segala kemampuan untuk memenuhi hajat hidup didasarkan proses pengalaman pengajaran. Kemudian masa kanak2nya panjang dan pluralisme fungsi tidak seiring dengan polymophisme fisik, di antaranya pada masyarakat manusia.