Anda di halaman 1dari 2

Periodontitis kronis merupakan penyakit peradangan pada jaringan periodontal yang disebabkan terutama oleh bakteri spesifik pada

subgingiva, yang dapat menimbulkan respon inflamasi gingiva, dan berlanjut ke struktur jaringan penyangga gigi yaitu sementum, ligamentum periodontal dan tulang alveolar. Keadaan ini

mengakibatkan hilangannya perlekatan gingiva dan terjadinya kerusakan tulang alveolar lebih dalam, pembentukan poket periodontal, migrasi patologis yang menimbulkan diastema, dan kegoyangan gigi yang dapat berakibat tanggalnya gigi.1 Gigi goyang merupakan masalah yang sering ditemui dalam praktek kedokteran gigi. Penyebab dari gigi goyang pun bermacam-macam seperti, trauma, penyakit periodontal, inflamasi, atau akibat dari bedah periodontal.1 Penyakit periodontal yang berat dapat menyebabkan gigi kehilangan dukungan sehingga menyebabkan gigi goyang dan tanggal.2 Periodontal splinting merupakan salah satu cara untuk mengontrol dan menstabilisasi gigi goyang. Pada perawatan periodontal, splinting digunakan pada keadaan gigi goyang akibat berkurangnya tinggi tulang alveolar sehingga mengganggu fungsi pengunyahan dan kenyamanan. Berbagai macam alat dan bahan splint pun telah dikembangkan, salah satunya dengan menggunakan bahan kombinasi dari wire dan resin komposit.3 Splinting dilakukan pada terapi inisial (fase etiotropik) dalam rencana perawatan penyakit periodontal. Tindakan yang dilakukan pada fase pertama adalah pemberian kontrol plak yang meliputi motivasi, edukasi dan instruksi, skeling dan penghalusan akar, periodontal splinting, dan terapi oklusal.4 Splinting yang dilakukan secara benar memiliki efek yang menjanjikan dalam menanggulangi kegoyangan gigi dan ketidaknyamanan pasien dengan meningkatkan kenyamanan, prognosis, dan hasil perawatan pada pasien dengan kelainan periodontal. Splinting direkomendasikan sebagai terapi pendukung bedah periodontal dalam merawat gigi yang goyang.

1. Wolf HF, Rateitschak EM, Hassel TM. Color Atlas of Dental Medicine Periodontolgy. Ed ke-3. New York: Thieme; 2005 2. Carranza FA; Glickman. Clinical Periodontology. Ed ke-6. Philadelphia: W.B.Saunders;

1984: 904-44 3. Suwandi, T. Penggunaan Splin Fiber Reinforced Composite dan Gel Metronidasol Sebagai Perawatan Kegoyangan Gigi Akibat Penyakit Periodontal. Majalah kedokteran gigi 2008; 15(2): 219-22. 4. Suwandi, T. Perawatan Awal Penutupan Diastema Gigi Goyang Pada Penderita Periodontitis Kronis Dewasa. Jurnal PDGI 2010; 59(3): 105-9 5.