Anda di halaman 1dari 2

Politik kesukuan bukan saja tidak kondusif bagi ikhtiar membangun kohesi sosial di masyarakat, tetapi juga bertentangan

dengan prinsip dasar demokrasi multikultural. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh politik kesukuan terhadap penciptaan iklim demokrasi di Kota Tebing Tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dengan teknik pengamatan partisipasi (partisipan observation) dan wawancara mendalam (in depth interview) dengan 50 orang responden yang diambil secara pusposive.

Kohesifitas sosial di Kota Tebing Tinggi

Hasil penelitian mengungkap bahwa masyarakat Kota Tebing Tinggi memang menonjolkan identitas masing-masing dengan cara membentuk kelompok-kelompok sosial yang sesuku. Namun demikian, masyarakat tetap berkeyakinan bahwa untuk mewujudkan negara yang demokratis, kerjasama antarsuku harus dijalin dengan baik. Perbedaan suku tidak dijadikan masyarakat sebagai penghalang untuk berinteraksi, sehingga masyarakat memiliki jaringan interaksi sosial yang cukup padu. Penelitian juga mengungkap bahwa partisipasi masyarakat dalam berpolitik cukup tinggi. Baik berpartisipasi sebagai anggota partai, anggota organisasi sosial maupun ikut dalam pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah.

Keputusan politik masyarakat tidak dipergaruhi oleh faktor kesukuan melainkan rasionalitas. Tndikasi tersebut terlihat dari banyaknya anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tebing Tinggi yang berasal dari suku Mandailing padahal mayoritas penduduk Kota Tebing Tinggi adalah bersuku Jawa. Hal ini menunjukkan bahwa politik kesukuan tidak memberikan pengaruh yang negatif bagi penciptaan iklim demokrasi di Kota Tebing Tinggi. Namun demikian, Pemerintah Kota Tebing Tinggi tetap harus membangun kohesi sosial di masyarakat. Peran DPRD Kota Tebing Tinggi juga tidak kalah penting dalam upaya membangun kohesi sosial tersebut. Keduanya harus saling sinergis memberdayakan potensi yang ada di masyarakat untuk secara mandiri dan berkesinambungan membangun kohesi sosial.