Anda di halaman 1dari 14

ALIRAN ALIRAN TEOLOGI DALAM ISLAM MAKALAH

Disusun oleh Rifaldi Dwi Putra 1 !"1"11#

PROGRAM ST$DI MANA%EMEN &AK$LTAS EKONOMI $NI'ERSITAS PAS$NDAN "1(

)A) I PENDAH$L$AN Sedikit aneh kalau dikatakan bahwa dalam Islam, sebagai agama, persoalan yang pertama-tama timbul adalah dalam bidang politik dan bukan dalam bidang teologi. Tetapi persoalan politik ini segera meningkat menjadi persoalan teologi. Agar hal ini menjadi jelas ada baiknya kita kembali sejenak ke dalam sejarah Islam. Setelah Nabi Muhammad SAW wa at peran beliau sebagai kepala negara digantikan oleh para sahabatnya, yang disebut khulafaur rasyidin yakni Abu !akar, "mar bin #hattab, "tsman bin A an, dan Ali bin Abi Thalib. Namun, ketika pada masa "tsman bin A an mulai timbul adanya perpe$ahan antara umat Islam yang disebabkan oleh banyaknya itnah yang timbul pada masa itu. Sejarah men$atat, akibat dari banyaknya itnah yang ditimbulkan pada masa itu menyebabkan perpe$ahan pada umat Islam, dari masalah politik sampai pada masalah teologi. Menurut %arun Nasution, kemun$ulan persoalan kalam sendiri dipi$u oleh persoalan politik yang mengangkut peristiwa pembunuhan "tsman bin A an yang berujung pada penolakan Mu&awiyah terhadap kekhali ahan Ali bin Abi Thalib. #etegangan ini mengakibatkan timbulnya perang si in yang berakhir dengan keputusan tahkim'arbitrase(. #emudian hal ini mengakibatkan perpe$ahan di pasukan Ali sehingga pasukan Ali terbagi menjadi dua. )ang tetap mendukung keputusan Ali disebut golongan Syi&ah sedangkan yang tidak setuju dan keluar dari pasukan Ali disebut golongan #hawarij. %arun lebih lanjut melihat bahwa persoalan kalam yang pertama kali mun$ul adalah persoalan siapa yang ka ir dan siapa yang tidak ka ir. *ersoalan ini telah menimbulkan tiga aliran teologi dalam islam, yaitu+ ,. Aliran #hawarij, menegaskan bahwa orang berdosa besar adalah ka ir, dalam arti telah keluar dari islam'murtad(dan wajib di bunuh. -. Aliran Murji&ah, menegaskan bahwa orang yang berbuat dosa besar masih tetap mukmin dan bukan ka ir. Adapun soal dosa besar yang dilakukannya, hal itu terserah kepada Allah untuk mengampuni atau menghukumnya. .. Aliran Mu&ta/ilah, yang tidak menerima kedua pendapat diatas. !agi mereka, orang yang berbuat dosa besar bukan ka ir tapi bukan pula mukmin. Mereka mengambil posisi antara mukmin dan ka ir yang dalam bahasa arabnya dikenal dengan istilah al-man/ilah man/ilatain. 0alam islam kemudian mun$ul lagi dua aliran yaitu 1adariyah dan 2abariyah. Menurut 1adariyah, manusia mempunyai kemerdekaan dalam kehendak dan perbuatannya. Sedangkan 2abariyah berpendapat sebaliknya yaitu manusia tidak punya kemerdekaan berkehendak dan berbuat. "ntuk mengetahui apakah aliran-aliran teologi yang disebutkan di atas masih ada eksistensinya pada masa sekarang ini atau hanya pemikiran-pemikiran mereka saja yang masih subur sampai sekarang atau bahkan mereka hanya menjadi bagian dari sejarah teologi Islam, maka saya merasa tertarik untuk membahasnya dalam sebuah makalah yang berjudul 3 Aliran Teolo*i dala+ Isla+, Khawari-. Mur-i/ah. %a00ari1ah4

)A) II PEM)AHASAN A. #%AWA5I2 Sebagaimana kita ketahui dalam sejarah Islam, bahwa kaum khawarij pada mulanya adalah pengikut-pengikut Ali bin Abi Thalib, tetapi kemudian mereka meninggalkan barisannya, karena tidak setuju dengan sikap Ali bin Abi Thalib yang menerima 3tahkim4 'arbitrase( sebagai jalan untuk menyelesaikan persengketaannya dengan Mu&awiyah ibnu Abi Su yan. Nama 3#hawarij4 berasal dari kata 3kharaja4 yang berarti+ keluar. Nama tersebut diberikan kepada mereka karena mereka menyatakan diri keluar dari barisan Ali dalam persengketaannya dengan Mu&awiyah. #hawarij merupakan aliran dalam teologi Islam yang pertama kali mun$ul. Menurut Asy-Syahrastani, bahwa yang disebut #hawarij adalah setiap orang yang keluar dari imam yang hak dan telah disepakati para jema&ah, baik ia keluar pada masa sahabat #hula aur 5asyidin, maupun pada masa tabi&in se$ara baik-baik. *engikut #hawarij, pada umumnya terdiri dari orang-orang Arab !adawi. #ehidupannya di padang pasir yang serba tandus, menyebabkan mereka bersipat sederhana, baik dalam $ara hidup maupun dalam $ara ber ikir. Namun, sebenarnya mereka keras hati, berani, bersikap merdeka, tidak bergantung kepada orang lain, dan $enderung radikal. #arena watak keras yang dimiliki oleh mereka itulah, maka dalam ber ikir dan memahami agama mereka pun berpandangan sangat keras. *ada masa-masa perkembangan awal Islam, persoalan-persoalan politik memang tidak bisa dipisahkan dengan persoalan-persoalan teologis. Sekalipun pada masa-masa 5asulullah masih hidup, setiap persoalan tersebut bisa diselesaikan tanpa memun$ulkan perbedaan pendapat yang berkepanjangan di kalangan para sahabat. Setelah 5asulullah wa at, dan memulainya penyebaran Islam ke seluruh pelosok ja/irah Arab dan luar Arab persoalan-persoalan baru pun bermun$ulan di berbagai tempat dengan bentuk yang berbeda-beda pula. Sehingga, mun$ulnya perbedaan pandangan di kalangan ummat Islam tidak bisa dihindari. ,. 6atar !elakang #emun$ulan Aliran #hawarij mun$ul pertama kali sebagai gerakan politis yang kemudian beralih menjadi gerakan teologis. *erubahan ini terutama setelah mereka merujuk beberapa ayat Al7uran untuk menunjukkan, bahwa gerakan mereka adalah gerakan agama. dan se$ara terorganisir terbentuk bersamaan dengan terpilihnya pemimpin pertama, Abdullah bin Wahab Al-5asyibi, yang ditetapkan pada tahun .8 %. '9:; M(. #arena pertimbangan-pertimbangan politis, <a/lur 5ahman memandang bahwa #hawarij 3tidak memiliki implikasi doktrinal yang menye-leweng, tetapi hanya seorang atau sekelompok pemberontak atau akti is re=olusi4. *ersoalan pergantian kepemimpinan ummat Islam 'khali ah( setelah 5asulullah wa at, menjadi titik yang jelas dari semakin berlarut-larutnya perbedaan pendapat dan perselisihan di kalangan ummat Islam, bahkan menjadi isu akidah yang serius, sehingga menyebabkan mun$ulnya berbagai aliran teologi. Terpilihnya Ali sebagai khali ah, menggantikan "sman, pertentangan dan peperangan diantara ummat Islam tidak reda. *ada akhirnya, ada upaya perdamaian diantara yang bertikai tersebut. 0ua tokoh tampil, masing-masing mengatasnamakan sebagai juru pendamai dan wakil dari pihak Ali dan Muawiyah, yakni Abu Musa Al-Asy&ari dan Amru bin Ash.

0alam sejarah Islam, usaha perdamaian itu dikenal dengan 3Majlis Tahkim4, dalam persengketaan yang terjadi antara Ali dan Muawiyah pada perang Shi in, suatu tempat di tepi Sungai > rat, yang menyebabkan tampilnya Muawiyah sebagai khali ah. %asil perdamaian tersebut, memun$ulkan kesepakatan bahwa Ali dipe$at dari kursi kekhali ahan, dan Muawiyah ditunjuk sebagai penggantinya. Setelah Muawiyah diangkat menjadi khali ah inilah, maka mun$ul golongangolongan politik dilingkungan ummat islam, yakni Syi&ah, #hawarij, dan Murji&ah. !ermula dari persoalan politik, akhirnya berubah menjadi persoalan teologis, masing-masing saling menuduh dan mengeluarkan hukum dengan tuduhan-tuduhan ka ir, dosa besar, dan lain-lain, sampai memun$ulkan persoalan sumber perbuatan manusia, apakah dari Tuhan atau dari diri manusia sendiri. -. <aham- aham kaum #hawarij *ada masa sebelum terjadinya perpe$ahan di kalangan #hawarij, mereka memiliki tiga pokok pendirian yang sama, yakni + Ali, "sman, dan orang-orang yang ikut dalam peperangan serta orang-orang yang menyetujui terhadap perundingan Ali dan Muawiyah, dihukumkan orang-orang ka ir. Setiap ummat Muhammad yang terus menerus melakukan dosa besar hingga matinya belum melakukan tobat, maka dihukumkan ka ir serta kekal dalam neraka. Membolehkan tidak mematuhi aturan-aturan kepala negara, bila kepala negara tersebut khianat dan /alim. ?leh karena iman dan aham mereka merupakan iman dan aham orang yang sederhana dalam pemikiran lagi sempit akal seta anatik. Iman yang tebal, tetapi sempit, ditambah lagi dengan sikap anatik ini membuat mereka tidak bisa mentolerir penyimpangan terhadap ajaran Islam menurut paham mereka, walaupun hanya penyimpangan dalam bentuk ke$il. 0isinilah letak penjelasannya, bagaimana mudahnya mereka terpe$ah belah menjadi golongan-golongan ke$il yang diantaranya+ a2 Al Muha33i+ah @olongan asli yang terdiri dari pengikut-pengikut Ali. Mereka menyetujui arbitrase bersalah dan menjadi ka ir, dan mereka pun meluaskan pengartiannyasehingga orang yang berbuat dosa besar termasuk golongan orang yang ka ir. Menurut mereka berbuat /inah dan membunuh adalah suatu perbuatan dosa besar yang menurut paham golongan ini orang yang mengerjakannya menjadi ka ir dan keluar dari agama Islam. 02 Al4A5ari6ah @olongan ini adalah golongan yang mun$ul setelah golongan Al Muhakkimah han$ur. 0aerah kekuasaannya adalah diperbatasan Irak dan Iran. Nama Al A/ari7ah diambil dari Na i AIbn al-A/ra7. *engikutnya menurut al-!aghdadi adalah lebih dari -B ribu orang. @olongan ini si atnya lebih radikal dari golongan Al Muhakkimah. Merekatidak lagi memakai term ka ir, tetapi term musyrik atau polyteist, yang dalam Islam merupakan dosa besar, lebih besar dari ku r. Selanjutnya orang yang tidak sepaham dan yang sepaham namun tidak tinggal diwilayah atau dilingkungan golongan Al- A/ari7ah dianggap juga seorang yang musyrik. Siapa pun orang yang mereka jumpaidan mengaku bahwa orang Islam namun tak sepaham dengan Al A/ari7ah, mereka bunuh. !arang

siapa yang datang dan mengaku bahwa dia adalah seorang pengikut golongan ini, orang itu akan diuji terlebih dahulu, yaitu membunuh seorang tawanan,dan bila tawanan itu tidak dibunuhnya maka kepala ialah yang dipenggal. 72 Al Na-dah Najdah !erlainan dengan dua golongan di atas. Menurut mereka orang yang berdosa besar yang menjadi ka ir dan kekal dalam neraka adalah orang Islam yang tak sepaham dengan golongannya. Adapun pengikutnya jika berdosa besar, betul akan mendapat siksaan, tetapi tidak dalam neraka, dan kemudian akan masuk surga. 0osa ke$il bagi golongan ini akan menjadi dosa besar jika dikerjakan terus menerus dan orang yang mengerjakannya adalah orang yang Musyrik. @olongan ini berpendapat bahwa yang diwajibkan bagi tiapt i a p M u s l i m adalah mengetahui Allah dan 5asul-rasul Nya, mengetahui haram membunuh orang Islam dan per$aya pada seluruh apa yang diwahyukan Allah kepada 5asul Nya. ?rang yang tak mengetahui ini tak diampuni. 0alam Al #%awarij, golongan inilah yang pertama kali m e m b a w a p a h a m ta7iah, yaitu merahasiakan dan tidak menyatakan keyakinan untuk keamanan diri seorang. Ta7iah menurut pendapat mereka bukan hanya dalam bentuk u$apan tetapi dalam bentuk perbuatan.

d. Al A-aridah Mereka adalah pengikut dari AAbd Al-#arim Ibn& Ajrad yang m e n u r u t A l Syahrastani merupakan salah satu teman dari Atiah Al-%ana i. #aum Al 2aridah bersi at lebih lunak, karena menurut paham mereka berhijrah bukanlah merupakan suatu kewajiban sebagaimana yang diajarkan oleh Na i Ibn Al-A / r a 7 d a n N a d j a h , t e t a p i h a n y a m e r u p a k a n k e b a j i k a n . S e t e r u s n y a m e r e k a berpendapat bahwa anak k e $ i l t i d a k b e r s a l a h a t a u b e r d o s a , t i d a k musyrik sepertiorangtuanya bila orang tuanya musyrik . Selanjutnya kaum Al 2aridah tidak mengakui surat )usu sebagai bagian dari Al 1uran, karena menurut mereka surat yusu membawa $erita $inta, dan Al 1uran sebagai kitab su$i tidak mungkin mengandung $erita $inta. Al Ajaridah terpe$ah menjadi golongan-golongan ke$il, diantaranyaC golongan Al Maimunnah dan Al %am/iah yang menganut paham 7adariah dan golongan AlSyuaibiah dan Al %a/imiah yang menganut paham 3Tuhanlah yang menimbulkan perbuatan-perbuatan manusia dan sebagai manusia tidak dapat menentang kehendak Allah4. e2 Al Sufriah *emimpin golongan ini adalah Daid Ibn Al As ar. 0alam paham mereka tidak jauh berbeda dengan golongan Al A/ari7ah. Namun, ada pendapat-pendapat merekayang menjadikan mereka kurang ekstrim yaitu+ ,. ? r a n g s u r i a h y a n g b e r h i j r a h t i d a k d i p a n d a n g k a i r. -. Mereka tidak berpendapat bahwa anak-anak kaummusyrik boleh dibunuh. .. Mereka berpendapat tidak semua orang yang berdosa besar musyrik.

E. 0aerah golongan Islam yang tak sepaham dengan mereka buka dar harb yaitu daerah yang harus diperangiC yang diperangi hanyalah maaskar atau $amp pemerintah, dibunuh.sedang anak-anak dan perempuan tidak boleh ditawan. :. #u r dibagi duaC ku r bin inkar al nimah yaitu mengingkari rahmat Tuhan dan ku r bin inkar al rububiah, yaitu mengingkari Tuhan. 0engan demikian termasuk ka ir tidak selamanya keluar dari Islam. 0isamping pendapat tersebut ada pendapat yang spesi ik bagi mereka+ ,. Ta7iah.Menurut mereka hanya boleh dalam bentuk perkataan. -. *erempuan boleh menikah dengan laki-laki ka ir jika untuk keamanan dirinya'di daerah bukan Islam(. . Al I0adiah @olongan ini adalah golongan yang paling moderat dibandingkan dengan golongan-golongan #hawarij yang lain. Namanya diambil dari Abdullah Ibn Ibad, yang pada ahun 9;9 M, memisahkan diri dari golongan Al Dari7ah. *aham moderat mereka sebagai berikut+ ?rang Islam yang tidak sepaham dengan mereka bukanlah mukmin dan musyrik ,tetapi ka ir. 0aerah orang Islam yang tak sepaham dengan mereka, ke$uali $amp pemerintah merupakan dar tawhid, daerah orang yang mengesakan Tuhan, tidak boleh diperangi. )ang merupakan dar ku r, yaitu harus diperangi hanyalah ma askar pemerintah. Mengerjakan dosa besar tidak membuat orang keluar dari Islam. )ang boleh dirampas dalam perang hanyalah kuda dan senjata. >mas dan perak harus dikembalikan kepada yang memiliki. @olongan khawarij Al Ibadiah ini masih ada sampai sekarang, t e r d a p a t d i Dan/ibar, A rika "tara, "mman dan Arabia Selatan. Murji&ah Aliran Murji&ah mun$ul sebagai reaksi atas sikapnya yang tidak mau terlibat dalam upaya 3ka ir mengka irkan4 terhadap orang yang melakukan dosa besar, sebagaimana hal ini dilakukan oleh aliran #hawarij. Aliran ini menangguhkan penilaian terhadap orang-orang yang terlibat dalam peristiwa tahkim itu dihadapan Tuhan, karena hanya Tuhanlah yang mengetahui keadaan iman seseorang. 0emikian pula orang mukmin yang melakukan dosa besar, masih dianggap mukmin dihadapan mereka. Nama Murji&ah diambil dari kata irja atau Arja&a, yang bermakna penundaan, penangguhan dan pengharapan, kata arja&a mengandung pula arti memberi harapan, yakni memberi harapan kepada pelaku dosa besar untuk memperoleh pengampunan dan rahmat Allah, selain itu, Arja&a berarti pula meletakkan di belakang atau mengemudikan, yaitu orang yang mengemudikan amal dari iman. ?leh karena itu Murji&ah artinya orang yang menunda penjelasan kedudukan seseorang yang bersengketa, yakni Ali dan Muawiyah serta pasukannya masingmasing ke hari kiamat kelak. Teori *ertama + Mengatakan bahwa gagasan irja atau arja dikembangkan oleh sebagian sahabat dengan tujuan menjamin persatuan dan kesatuan umat islam. #etika terjadi pertikaian politik dan juga bertujuan untuk menghindari sektarianisme, Mutji&ah, baik sebagai kelompok politik maupun teologis, diperkirakan lahir bersaman dengan kemun$ulan syi&ah dan khawarij.

,. -.

.. E.

!.

Teori ke dua + Sebagai gerakan politik yang diperlihatkan oleh $u$u Ali bin Abi Thalib, Al-hasan bin Muhammad Al-%ana iyah, sekitar tahun 9F:. dengan menangguhkan keputusan atas persoalan yang terjadi pada kon lik sipil pertama yang melibatkan usman, ali dan /ubayar 'seorang tokoh pembelot ke mekah(. Teori ketiga + men$eritakan ketika terjadi perseteruan antara ali dan muawiyah dalam perang shi in, dilakukan tahkimGarbitase atas usulan. Amr bin Ash, kaki tangan muawiyah, kelompok Ali terpe$ah menjadi dua kubu, yang pro dan kontra kelompok kontra yaitu golongan khawarij, menyatakan bahwa tahkim bertentangan dengan Al-1ur&an karena tidak berdasarkan hukum Allah. ?leh karena itu mereka berpendapat bahwa pelaku tahkim adalah dosa besar, pendapat ini ditentang oleh sekelompok sahabat yang kemudian disebut golongan murji&ah yang menyatakan bahwa pembuat dosa besar tetap mukmin tidak ka ir, sementara dosanya diserahkan kepada Allah apakah dia akan mengampuninya atau tidak. ,. Po3o34Po3o3 A-aran Mur-i/ah Ajaran pokok Murji&ah pada dasarnya bersumber dari gagasan atau doktrin irja atau arja&a yang diaplikasikan dalam banyak persoalan politik dan teologi, dibidang politik doktrin irja di implementakan sebagai sikap 3dram4, sikap politik netral atau non blok, adapun di bidang teologi, doktrin irja dikembangkan ketika menanggapi persoalan yang men$akup iman, ku ur dosa besar dan ringan, tauhid ta sir Al1ur&an, eskatologi, pengampunan atas dasar besar, kemaksuman Nabi, hukuman atau dosa, ada yang ka ir dikalangan generasi awal islam, tobat, hakikat Al-7ur&an, nama dan si at Allah, serta ketentuan tuhan '@ibb and #rimmers, %lm E,-(. 0oktrin teologi murji&ah menurut W. Mango Merry watt + a. *enangguhan keputusan terhadap ali dan muawiyah, hingga Allah Memutuskannya di akhirat kelak. b. *enangguhan Ali "ntuk menduduki tangking ke empat dalam peringkat Al-#hali ah Ar-5asyidin. $. *emberian harapan '@i=ing ? %ope(, terhadap orang muslim yang berdosa besar untuk memperoleh ampunan dan rahmat dadri Allah. d. 0oktrin-doktrin Murji&ah menyerupai pengajaran 'Mad/hab( para skeptis dan empiris dari kalangan helenis. 0oktrin teologi murji&ah, menurut %arun Nasution menyebutkan empat ajaran pokiknya yaitu+ a. menunda hukuman atas Ali, Muawiyah Amr bin Ash, dan abu musa Al-asy&ary yang terlibat tahkim dan menyerahkannya kepada Allah di hari kiamat kelak b. Menyerahkan keputusan Allah atas orang muslim yang berdosa besar $. Meletakkan 'pentingnya( iman dari pada amal d. Memberikan pengharapan kepada muslim yang berdosa besar untuk memperoleh ampunan dan rahmat dari Allah. Abu A&la Al-Mahmudi menyebutkan dua doktrin periode ajaran Murji&ah, yaitu+ a. Iman adalah per$aya kepada Allah dan 5asulnya saja, adapun amal atau perbuatan tidak merupakan suatu keharusan bagi adanya iman, berdasarkan hal ini, seseorang tetap dianggap mukmin walaupun meninggalkan perbuatan yang di ardukan dan melakukan dosa besar. b. 0asar keselamatan adalah iman semata, selama masih ada iman di hati, setiap maksiat tidak dapat mendatangkan madarat ataupun gangguan atas seseorang,

untuk mendapatkan pengampunan, manusia $ukup hanya menjalankan diri dari syirik dan mati dalam keadaan akidah tauhid. -. Sekte-sekte Murjia&ah 0alam perkembangannya ma/hab murji&ah yang Samman dan 0irar bin "mar mengalami perbedaan pendapat dikalangan para pendukung Murji&ah sendiri. Al Syahrastani membagi kelompok-kelompok Murji&ah yang dikutip Watt, >arly Islam hal ',;,( yaitu sebagai berikut + a. Murji&ah #hawarij b. Murji&ah 1adariyah $. Murji&ah 2abari&ah d. Murji&ah Murni e. Murji&ah sunni 'tokohnya adalah abu hani ah( a. b. $. d. e. . g. h. i. a. b. Sementara itu, Muhammad Imarah menyebutkan F sekte murjiah, yaitu+ Al-2ahmiyah, pengikut 2ohn bin Shu wan Ash-Shalihiyah, pengikut Abu Musa Ash-Shalahi Al-)unushiyah, *engikut )unus As-Samary As-Samriyanh, *engikut abu samr dan yunus Asy-Syaubaniyah, pengikut Abu Su yan Al-@hailaniyah, pengikut abu marwah Al-@hailan bin marwan ad-0imsa7y An Najariyah, *engikut Al-%usain bin Muhammad An-Najr Al-%ani yah, pengikut Abu %ar ah An-Nu&man Asy-Syabibiyah, pengikut muad/ Ath, Thaum&i %arun Nasution se$ara garis besar membagi dalam - sekte yaitu + @olongan moderat @olongan eksterim Murji&ah moderat berpendirian bahwa pendosa besar tetap mukmin, tidak ka ir& tidak pula kekal di dalam neraka, mereka di siksa sebesar dosanya, dan bila diampuni oleh Allah sehingga tidak masuk neraka sama sekali. Iman adalah pengetahuan tentang tuhan dan 5asul-rasulnya, serta apa saja yang datang darinya se$ara keseluruhan namun dalam garis besar, iman dalam hal ini tidak bertambah dan berkutang, penggagas pendirian ini adalahC Al %asan bin Muhammad bin Abi !in Thalib, abu hani ah, abu yusu dan beberapa ahli hadist. Murji&ah ekstrim diantaranya adalah kelompok-kelompok sebagai berikut + 2ahmiyah, #elompok 2ahm bin Sha wan dan para pengikutnya, berpandangan bahwa orang yang per$aya keada tuhan kemudian menyatakan keku urannya, se$ara lisan, tidaklah menjadi ka ir karena iman dan ku ur itu bertempat di dalam hati bukan pada bagian lain dalam tubuh manusia. Shalihiyah, #elompok Abu %asan Ash-Shalihi, berpendapat bahwa iman adalah mengetahui tuhan, sedangkan ku ur adalah tidak tahu tuhan salat bukan merupakan ibadah kepada Allah. )ang disebut ibadah adalah iman kepadanya dalam arti mengetahui tuhan. !egitu pula /akat, puasa da haji bukanlah ibadah melainkan sekedar menggambarkan kepatuhan. )unusiyah dan "baidilah, melontarkan pernyataan bahwa melakukan maksiat atau perbuatan jahat tidaklah merusak iman seseorang mati dalam iman, dosa-dosa dan perbuatan jahat yang dikerjakan tidaklah merugikan orang yang bersangkutan,

a.

b. $. d.

dalam hal ini, mu7otil bin sulaiman berpendapat bahwa perbuatan jahat, banyak atau sedikit, tidak merusak iman seseorang sebagai musyrik 'politerest(. e. %usaniyah, menyebutkan bahwa jika seseorang mengatakan 3saya tahu tuhan melarang makan babi tetapi saya tidak tahu apakah babi yang diharamkan itu adalah kambing ini4. Maka orang tersebut tetap mukmin, bukan ka ir begitu pula orang yang menyatakan, 3saya tahu tuhan mewajibkan naik haji ke #a&bah, tetapi saya tidak tahu apakah ka&bah di India atau tempat lain4. *endapat-pendapat ekstrim seperti diuraikan di atas menimbulkan pengertian bahwa, hanya imanlah yang penting dan menentukan mukmin atau tidaknya mukminnya seseorang, perbuatan-perbuatan tidak mempunyai pengaruh dalam hal ini, karena yang penting ialah iman dalam hati, u$apan dan perbuatan tidak merusak iman. Ajaran serupa ini ada bahayanya karena dapat memperlemah ikatan moral yang akan mengakibatkan adanya masyarakat bersi at permissi=e, masyarakat yang dapat mentolelir penyimpangan dari norma akhlak yang berlaku, karena yang dipentingkan hanyalah iman, norma akhlak kurang penting dan diabaikan, inilah kelihatannya yang menjadi penyebab kurang baik dan kurang disenangi dari ajaran aliran Murji&ah. Tetapi pendapat dari golongan Murji&ah moderat, sesuai dengan pendapat dari golongan Asy&ariah atau golongan ahlu sunnah bahwa, iman ialah pengakuan dalam hati tentang ke esaan Allah dan tentang kebenaran 5asul-rasulnya serta segala apa yang mereka bawa mengu$apkan dengan lisan dan mengerjakan rukun islam hanya merupakan $abang iman. *elaku dosa besar jika meninggal dunia tanpa taubat, ada kemungkinan diampuni tetapi ada pula tidak akan diampuni, tetapi akan di siksa dahulu dineraka. @olongan Murji&ah moderat, sebagai golongan yang berdiri sendiri telah hilang dalam sejarah, tetapi ajaran mereka tentang iman, ku ur dan dosa besar masuk ke dalam aliran ahli sunah wal jama&ah, adapun golongan Murji&ah ekstrim juga telah hilang tetapi dalam prakteknya, se$ara tak sadar banyak umat manusia mengikuti aliran Murji&ah ekstrim. Sebagai aliran yang berdiri sendiri, kelompok Murji&ah ekstrem sudah tidak didapati lagi sekarang. Walaupun demikian, ajaran-ajarannya yang ekstrem itu masih didapati pada sebagian umat Islam. Adapun ajaran-ajaran dari kelompok Murji&ah moderat, terutama mengenai pelaku dosa-dosa besar serta pengertian iman dan ku ur, menjadi ajaran yang umum disepakati oleh umat Islam. H. 2abbariah Se$ara etimologis jabariyah mengandung arti memaksa yang berarti Tuhan sebagai yang maha kuasa bersi at, berkehendak mutlak atas manusia. 0alam kotegori inilah manusia melakukan segala sesuatu se$ara tepaksa ' majbur( berdasarkan ketentuan Tuhan. Manusia tidak memiliki kehendak. Segala yang diperbuatnya telah ditentukan sebelumnya atas kuasa takdir '7ada& dan 7adar( Tuhan. !erdasarkan deskripsi tersebut maka paham jabariah yang dimaksudkan dalam pembahasan ini adalah paham yang mengerdilkan hingga menghilangkan semua kemampuan dan kebebasan manusia dalam berkehendak. !erdasarkan

de inisi tersebut, maka paham jabariah terkadang dianggap sebagai paham yang patalism atau paham yang melihat manusia yang tak memiliki $elah ihtiar dalam melakukan kehendaknya. %arun Nasution melihat latar sejarah mun$ulnya paham ini berdasarkan anilisis sosial dengan penekanan pada situasi lingkungan kehidupan bangsa Arab yang sangat ekstrim di masa itu. Suasa padang pasir dengan panasnya yang terik dan hamparan tanah yang enggan ditumbuhi tanaman, membuat bangsa Arab merasa tidak memiliki kemampuan ke$uali menyerah pada kehendak natur. 0engan demikian manusia merasa dirinya lemah dan sekaligus tidak mempunyai kemampuan mengubah. Analisa demikian nampaknya dipengaruhi oleh pemikiran perubahan so$ial Aguste Homte yang mendasarkan tahapan-tahapan perubahan so$ial bermula dari kesalahan manusia melihat alam hingga kebangkitan agama 'monoteisme( yang mengantar lahirnya tahapan pamungkas yaitu peradaban positi=isme. 0engan demikian latar belakang ihwal lahirnya paham jabariah dalam tradisi Islam dalam =ersi %arun Nasution nampaknya bias dari pendekatan europasentrisme. Sebab jika hanya berdasarkan pada situasi lingkungan yang melahirkan paham jabariah, maka tradisi 'paradigma( kejabariahan tidak akan terjadi dilingkungan yang subur, seperti Indonesia misalnya. Tetapi aktanya tidak demikian. Mela$ak latar historis sebuah paham sebaiknya ditelusuri berdasarkan latar epistemologis mengapa paham tersebut lahir. 0alam pandangan penulis la$akan epistemologi memuat keseluruhan peristiwa lahirnya sebuah paham, jauh lebih komprehensi dibandingkan jika penelusuran hanya berdasarkan pada analisis sosial semata, seperti yang diuraikan oleh %arun Nasution tentang latar belakang jabariah lahir sebagai sebuah paham. *endekatan epistemologis men$akup dimensi sejarah dan realitas manusia dalam melahirkan paradigma dalam era tertentu. 2abariah lahir di saat bangsa Arab sangat diuntungkan oleh kehadiran teks kitab su$i Al7uran. 0imana setiap teks dianggap memiliki otoritas dalam menentukan setiap pikiran dan tindakan ummat. Tetapi konsepsi itu mengalami pergeseran setelah kewa atan nabi Muhammad saw. Makna teks yang sebelumnya absolute tunggal, di bawah otorita Muhammad saw, bergeser dari absolute kemakna interpretati=e, hingga makna teks menjadi plural. 0alam keadaan demikian teks-teks yang sebelumnya tidak dipertentangkan menjadi dipertentangkan karena diinterpretasi se$ara berbeda, demikian juga dengan teks yang berdimensi teologis maknanya telah menjadi tidak tunggal 'disepakati(. *erbedaan interpretasi atas teks mengandung makna lain yaitu adanya $ara atau metodologi yang berbeda dalam mehamai sebuah teks. 0alam tradisi Islam pengetahuan atas teks lebih dikenal dengan istilah berpikir dengan pendekatan bayani atau epistemologi bayani. Metode bayani adalah metode rasional atau dedukti yang dalam masyarakat Islam metode tersebut lebih lekat dengan tradisi teks yang sering kali dipakai sebagai sumber menjusti ikasi kebenaran. Metode sema$am ini, membatasi wilayahnya pada hal-hal yang telah diketahui se$ara umum, untuk kemudian digeneralisasi dalam bentuk proposisi-propsisi yang menghasilkan kongklusi. 0alam pandangan al-2abiri, metode sema$am ini biasanya lemah dalam menentukan sebuah sebuah makna, karena makna 'teks( sering kali keluar dari konteks 'ahistoris(. 0alam tradisi masyarakat muslim, metode ini memun$ak pada /aman pengkodi ikasian ilmu pengetahuan dalam Islam, disekitar pertengahan abad II hijriah. Selanjutnya dinamika pengetahuan Islam, mengalami sebuah stagnasi

,.

-. .. E. :. 9. 8. ;.

metodologis, hingga kemun$ulan metodologi alternati dari berbagai sumber-sumber non-muslim, meski pun kemudian hanya bermain di wilayah pinggiran saja. Hiri metode bayani ini, dapat dilihat dari apa yang disebut oleh Adnin Armas, sebagai metode ilmu pengetahuan dalam Islam yang bersumber dari wahyu 'teks(, dengan saluran-saluran sebagai berikut+ *an$a indera 'hawas(+ *an$a indera eksternal+ sentuhan ' touch(, pen$iuman 'smell(, rasa 'taste(, penglihatan 'sight( dan pendengaran 'hearing(. *an$a indera internal+ akal sehat 'common sense(, representasi 'representation(, estimasi 'estimation(, retensi'retention(, rekoleksi 'recollection( dan khayalan 'imagination(. 5iwayat benar 'khabar sadiq( berdasar kepada otoritas 'naql(+ otoritas mutlak 'absolute authority(, otoritas Tuhan 'divine authority( seperti Al7ur&an, otoritas kenabian 'prophetic authority(, yaitu Nabi. ?toritas relati Ijma para ulama 'tawatur( 5iwayat orang-orang yang amanah se$ara umum Intelek 'aql( Akal sehat 'ratio( Intuisi 'hads, wijdan(. Saluran-saluran pengetahuan demikan nampaknya belum memadai untuk melegitimasi sebuah kehadiran ilmu pengetahuan se$ara sempurna. #arena apa yang dimaksudkan barulah terjadi pada tahap interpretasi teks semata. *ada metode sema$am ini, akal dipandang tidak dapat memberi pengetahuan dan mengambil keputusan ke$uali didasarkan pada teks Al7uran. 0engan demikian, sumber pengetahuan bayani adalah teks 'nas( dan yang dimaksud nas adalah teks Al7uran dan %adis. *aham teologi jabariah lahir dan berkembang atas dasar epistemologi bayani, akta demikian dapat dilihat dari argument-argumen teks yang dibangun atasnya. Meskipun di antara teks tersebut terdapat makna yang mengarah pada arti 7adariah namun konsekwensi nalar bayani yang terlanjur lekat dalam struktur ber ikir bangsa Arab telah mengabaikan unsure lain di luar teks hingga ungkapan teks se$ara pasti akan mendukung kemahamutlakan Tuhan terhadap manusia 'semua $iptaanNya(. 0engan pendekatan nalar bayani unsure kemutlakan Tuhan serasa sangat dominan dalam keseluruhan teks Al7uran. 0engan demikian jasti ikasi paham jabariah tidak dapat dipungkiri didukung penuh oleh nalar bayani bangsa Arab di masa tersebut. *engaruh lingkungan seperti yang diungkapkan oleh %arun Nasution bukanlah sebab utama mengapa paham jabariah itu mun$ul kepermukaan. !oleh jadi hal tersebut sama sekali tidak mempengaruhi lahirnya paham ini. Nalar bayani telah membentuk konsepsi paham jabariah se$ara mendalam. *endekatan skipturalis berlaku mutlak dalam memahami kehendak bebas mutlak Tuhan. %ingga tema-tema teologis mengenai kebebasan, kehendak, perbuatan, takdir, nilai baik dan buruk hingga pengenalan manusia dengan Tuhan hanya bisa dipahami berdasarkan keterangan teks. *endekatan lain tidak memungkinkan dikarenakan realitas ditundukkan di bawah otoritas teks. 0engan demikian paham ini mengabaikan hukum kausalitas dan dimensi lain di luar teks. 2abariah beranggapan bahwa segala hal yang terjadi tidak memerlukan hukum sebab akibat tetapi langsung terjadi begitu saja bedasarkan kewenangan Tuhan. @ambaran demikian semakin mengukuhkan kemapanan paham jabariah yang wa$ananya diproduksi berdasarkan pendekatan bayani. %al ini menutupi

,. a.

b.

-. a.

b. $. d. e.

kemungkinan pendekatan lain, selain $ara bayani tersebut. Sehingga dengan mudah klaim-klaim teologi yang mun$ul dari paham ini mengikuti alur teks dalam Al7uran maupun hadist se$ara tekstual. *endekatan sejarah dalam ormulasi tersebut kelihatannya diabaikan. %ingga kini paham jabariah sebagai salah satu paham teologi dalam Islam mengalami stagnasi wa$ana dan hampir dipastikan tidak ada pengetahuan baru atas konsepsi teologinya. )ang ada adalah wa$ana teologi yang diproduksi terusmenerus se$ara berulang-ulang. Pe+i+8in Pen*anut %a0ari1ah 2aId !in 0irham Ia adalah seorang hamba dari bani %akam dan tinggal di 0amsyik. Ia dibunuh pan$ung oleh @ubernur #u ah yaitu khalid bin Abdullah >l-1asri. *endapat-pendapatnya + Tidak pernah Allah berbi$ara dengan Musa sebagaimana yang disebutkan oleh Al7urIan surat An-Nisa ayat ,9E. !ahwa Nabi Ibrahim tidak pernah dijadikan Allah kesayangan Nya menurut ayat ,-: dari surat An-Nisa. 2ahm bin Sha wanIa !erasal dari *ersia dan meninggal tahun ,-; % dalam suatu peperangan di Marwa dengan !ani "mmayad. *endapat-pendapatnya+ !ahwa keharusan mendapatkan ilmu pengetahuan hanya ter$apai dengan akal sebelum pendengaran. Akal dapat mengetahui yang baik dan yang jahat hingga mungkin men$apai soal-soal meta isika dan baItsGdihidupkan kembali di akhirat nanti. %endaklah manusia menggunakan akalnya untuk tujuan tersebut bilamana belum terdapat kesadaran mengenai ketuhanan. Iman itu adalah pengetahuan mengenai keper$ayaan belaka. ?leh sebab itu iman itu tidak meliputi tiga oknum keimanan yakni kalbu, lisan dan karya. Maka tidaklah ada perbedaan antara manusia satu dengan yang lainnya dalam bidang ini, sebab ia adalah semata pengetahuan belaka sedangkan pengetahuan itu tidak berbeda tingkatnya. Tidak memberi si at bagi Allah yang mana si at itu mungkin diberikan pula kepada manusia, sebab itu berarti menyerupai Allah dalam si at-si at itu. Maka Allah tidak diberi si at sebagai satu /at atau sesuatu yang hidpu atau alimGmengetahui atau mempunyai keinginan, sebab manusia memiliki si at-si at yang demikian itu. Tetapi boleh Allah disi atkan dengan 1adirGkuasa, *en$ipta, *elaku, Menghidupkan, Mematikan sebab si at-si at itu hanya tertentu untuk Allah semata dan tidak dapatdimiliki oleh manusia. 9iri 4 9iri A-aran %a0ari1ah 0iantara $iri-$iri ajaran 2abariyah adalah + !ahwa manusia tidak mempunyai kebebasan dan ikhtiar apapun, setiap perbuatannya baik yang jahat, buruk atau baik semata Allah semata yangmenentukannya. !ahwa Allah tidak mengetahui sesuatu apapun sebelumterjadi. Ilmu Allah bersi at %uduts 'baru( Iman $ukup dalam hati saja tanpa harus dila adhkan. !ahwa Allah tidak mempunyai si at yang sama dengan makhluk $iptaanNya. !ahwa surga dan neraka tidak kekal, dan akan han$ur dan musnah bersama penghuninya, karena yang kekal dan abadi hanyalah Allah semata.

. !ahwa Allah tidak dapat dilihat di surga oleh penduduk surga. g. !ahwa Al7urIan adalah makhluk dan bukan kalamullah. h. 1adha dan 1adar Serta Makna Takdir Allah Menurut 2abariyah. .. A-aran4a-aran Jabariyah Adapun ajaran-ajaran Jabariyah dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu ekstrim dan moderat. *ertama, aliran ekstrim. 0i antara tokoh adalah 2ahm bin Sho wan dengan pendapatnya adalah bahwa manusia tidak mempu untuk berbuat apa-apa. Ia tidak mempunyai daya, tidak mempunyai kehendak sendiri, dan tidak mempunyai pilihan. *endapat 2ahm tentang keterpaksaan ini lebih dikenal dibandingkan dengan pendapatnya tentang surga dan neraka, konsep iman, kalam Tuhan, meniadakan si at Tuhan, dan melihat Tuhan di akherat. Surga dan nerka tidak kekal, dan yang kekal hanya Allah. Sedangkan iman dalam pengertianya adalah maIri at atau membenarkan dengan hati, dan hal ini sama dengan konsep yang dikemukakan oleh kaum Murjiah. #alam Tuhan adalah makhluk. Allah tidak mempunyai keserupaan dengan manusia seperti berbi$ara, mendengar, dan melihat, dan Tuhan juga tidak dapat dilihat dengan indera mata di akherat kelak. Aliran ini dikenal juga dengan nama al-Jahmiyyah atau Jabariyah Khalisah. 2aIad bin 0irham, menjelaskan tentang ajaran pokok dari Jabariyah adalah Al7uran adalah makhluk dan sesuatu yang baru dan tidak dapat disi atkan kepada Allah. Allah tidak mempunyai si at yang serupa dengan makhluk, seperti berbi$ara, melihat dan mendengar. Manusia terpaksa oleh Allah dalam segala hal. 0engan demikian ajaran Jabariyah yang ekstrim mengatakan bahwa manusia lemah, tidak berdaya, terikat dengan kekuasaan dan kehendak Tuhan, tidak mempunyai kehendak dan kemauan bebas sebagaimana dimilki oleh paham Qadariyah. Seluruh tindakan dan perbuatan manusia tidak boleh lepas dari s$enario dan kehendak Allah. Segala akibat, baik dan buruk yang diterima oleh manusia dalam perjalanan hidupnya adalah merupakan ketentuan Allah. #edua, ajaran Jabariyah yang moderat adalah Tuhan men$iptakan perbuatan manusia, baik itu positi atau negati , tetapi manusia mempunyai bagian di dalamnya. Tenaga yang di$iptakan dalam diri manusia mempunyai e ek untuk mewujudkan perbuatannya. Manusia juga tidak dipaksa, tidak seperti wayang yang dikendalikan oleh dalang dan tidak pula menjadi pen$ipta perbuatan, tetapi manusia memperoleh perbuatan yang di$iptakan tuhan. Tokoh yang berpaham seperti ini adalah %usain bin Muhammad an-Najjar yang mengatakan bahwa Tuhan men$iptakan segala perbuatan manusia, tetapi manusia mengambil bagian atau peran dalam mewujudkan perbuatan-perbuatan itu dan Tuhan tidak dapat dilihat di akherat. Sedangkan adh-0hirar 'tokoh jabariayah moderat lainnya( pendapat bahwa Tuhan dapat saja dilihat dengan indera keenam dan perbuatan dapat ditimbulkan oleh dua pihak.

)A) III KESIMP$LAN 0emikianlah pembahasan aliran-aliran awal dalam pemikiran ilmu kalam, yakni Aliran #hawarij dan Murji&ah. Sebenarnya, kedua aliran ini pada awal kemun$ulannya lebih ber$orak aliran politis. Namun, sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan pemikirannya, kedua aliran ini menjadi aliran teologis. Atau boleh dikatakan, bahwa kedua aliran ini merupakan aliran politis sekaligus aliran teologis. #onsepsi paham jabariah menempatkan manusia pada posisi menerima segala kehendaknya sebagai kehendak kemutlakan Tuhan. %al ini dapat dipahami berdasarkan $ara paham teologi ini memproduksi klaim teologinya. #onsepsi paham 7adariyah menempatkan manusia sebagai mahluk bebas dalam berkehendak. *aham ini menggunakan akal 'di luar teks sebagai $ara memperoleh pengetahuan tentang kebebasan itu(. peran dua teologi ini dalam dunia Islam masa kini tidak maksimal dikarenakan pada umumnya wa$ana teologi Islam tidak bersentuhan langsung dengan konteks massa muslim dewasa ini.