Anda di halaman 1dari 9

Ordo Diptera

Ordo Diptera
Ordo Diptera Golongan Nyamuk dibagi menjadi 4 genus : Anopheles Culex Aedes Mansonia

ANOPHELES

Klasifikasi: Phylum Kelas Ordo Sub ordo Famili Sub famili Tribus Genus : Arthropoda :Insekta :Diptera :Nematocera :Culicidae :Anophelinae :Anophelini :Anopheles

Morfologi:

Telur Anopheles: Biasanya terletak digenangan air kotor/ lumpur Telur tersusun satu per satu (single) di permukaan air Bentuknya menyerupai perahu dengan pelampung (untuk mempertahankan agar telur tetap dipermukaan air) didaerah chorion melekuk-lekuk disebelah lateral Letak sejajar dengan permukaan air Setiap bertelur setiap nyamuk dewasa mampu menghasilkan 50-200 buah telur. Telur langsung diletakkan di air dan terpisah (tidak bergabung menjadi satu). Telur ini menetas dalam 2-3 hari (pada daerah beriklim dingin bisa menetas dalam 2-3 minggu)

Larva Anopheles Larva terbagi dalam 4 instar , dan salah satu ciri khas yang membedakan dengan larva nyamuk yang lain adalah posisi larva saat istirahat adalah sejajar di dengan permukaan perairan, karena mereka tidak mempunyai siphon (alat bantu pernafasan). Lama hidup kurang lebih 7 hari, dan hidup dengan memakan algae,bakteri dan mikroorganisme lainnya yang terdapat dipermukaan . a. b. c. d. Caput : bulu bulu chipeus sisi tengah muka belakang Thorax Abdomen : ada sekat palmata dorsal lateral segmen I-II :

Sekat satu pasang berbentuk kipas seperti daun palma Dorsal segmen 8 terdapat FOSSA RESPURATORIA dengan sepasang stigma yang berbentuk cincin Siphon pendek sekali Posisi larva : sejajar permukaan air

CULEX

Culex Quinquefasciatus adalah nyamuk yang dapat menularkan penyakit kaki gajah ( filariasis ). Hal ini terjadi bila si Culex menghisap darah pengidap filariasis sehingga larva cacing filariasis masuk dan berkembang biak ditubuhnya lalu si Culex

menularkan larva tersebut kepada manusia dengan cara menggigitnya. Kasus penyakit kaki gajah banyak ditemukan dibeberapa daerah di Indonesia seperi Malang Selatan dan Kediri. Culex memiliki kebiasaan yang berbeda dengan saudaranya Aedes Aegepty, bila Aedes aegepty suka hidup pada air bersih maka Culex menyukai air yang kotor seperi genangan air, limbah pembuangan mandi, got ( selokan ) dan sungai yang penuh sampah. Culex, nyamuk yang memiliki ciri fisik coklat keabu-abuan ini mampu berkembang biak disegala musim. Hanya saja jumlahnya menurun saat musim hijan karena jentik-jentiknya terbawa arus. Culex melakukan kegiatannya dimalam hari. Untuk memberantas keberadaannya kita perlu menjaga kebersihan lingkungan dan jika perlu kita bisa melepaskan beberapa jenis ikan pada saluran air untuk memakan jentik-jentiknya. Morfologi Telur culex a. b. :

Tersusun berderet seperti rakit Secara umum ukuran telur 0,7 mm dibungkus dalam kulit berlapis 3 dan memiliki saluran corong untuk masuknya spermatozoa Susunan telur di permukaan air, bila tercerai berai dari susunan maka akan tenggelam Bentuk salah satu ujung runcing sedang yang lainnya berupa mangkok Letak : membentuk sudut dengan permukaan air Beroperculum yang berfungsi mengeluarkan larva

c.

d. e. f.

Larva culex a. Pada clypeus di sebelah muka terdapat bulubulu clypeus muka dan belakang

b. c.

Pada frens terdapat satu pasang antena yang berbulu, mata facet, mata jentik Alat mulut : labium epipharinx, mandi bula, maxilla dengan palpus maxillaris yang berbulu, labium Siphon : panjang dan langsing, 1 pasang stigma, 1 pasang trachea, 1 pasang sisir/pecten lateral Pelana tidak menutupi segmen dan segmen anal Posisi larva membentuk sudut

d.

e. f.

AEDES

Klasifikasi: Phylum Kelas Ordo Sub ordo Famili Sub famili Tribus Genus : Arthropoda :Insekta :Diptera :Nematocera :Culicidae :Culicinae :Quilicini :Aedes

Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah. Selain dengue, Aedes aegypti juga merupakan pembawa virus demam kuning (yellow fever) dan chikungunya. Penyebaran jenis ini sangat luas, meliputi hampir semua daerah tropis di seluruh dunia. Sebagai pembawa virus dengue, Aedes aegypti merupakan pembawa utama (primary vector) dan bersama Aedes albopictus menciptakan siklus persebaran dengue di desa dan kota. Mengingat keganasan penyakit demam berdarah, masyarakat harus mampu mengenali dan mengetahui cara-cara mengendalikan jenis ini untuk membantu mengurangi persebaran penyakit demam berdarah. Morfologi Telur Aedes a. b. c. Habitat di tempat penampungan air bersih Susunan telur satu satu di permukaan air Bentuk elips, ujungnya berbentuk pilygonal Larva Aedes a. b. Caput : bulu bulu clypeus muncul sendiri sendiri Abdomen: siphon panjang dan lebar, papilia anal lebih besar dari pada Culex, bulu siphon 1 pasang, pelana tidak menutup segmen anal Posisi larva membentuk sudut dengan permukaan air :

MANSONIA

Ciri-ciri jentik nyamuk Mansonia 1. 2. 3. Bentuk siphon seperti tanduk

Jentik nyamuk mansonia menempel pada akar tumbuhan air. Pada bagian toraks terdapat stoot spine.

Ciri-ciri nyamuk Mansonia

1. 2. 3. 4. 5.

Pada saat hinggap tidak membentuk sudut 90 Bentuk tubuh besar dan panjang Bentuk sayap asimetris. Menyebabkan penyakit filariasis Penularan penyakit dengan cara membesarkan tubuhnya. 6. Warna tubuhnya coklat kehitaman.

Diposkan oleh Oktaviana Putri Cipta Kusumawardani di 9:10:00 PM Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

Ordo Diptera

Lalat merupakan hewan invertebrata yang termasuk dalam Filum Arthropocla, Klas Insecta, Ordo Diphtera, dan Sub ordo Brachycera dan Cyclorapha (therms & 'James, 1961; Gordon & Lavoipierre, 1972). Serangga yang terrmasuk Sub famili Tabaninae dan Chrysophinae (Brachycera: Tabanidae) mengandung banyak spesies pengisap darah manusia dan binatang. Di antaranya yang penting adalah dari genus Tabanus, Haematopota, dan Chrysops (Gordon & Lavoipierre, 1972). Lalat jenis ini mempunyai kebiasaan berganti-ganti hospes dalam mencari darah, karena itu mereka berbahaya sebagai penular kuman penyebab penyakit seperti : Bacillus enthracis, Pasteurella tularensls, Trypanosoma evansi, T. berberum, dan Loa loa yang masing-masing menyebabkan penyakit anthrax, tularemia, surra, debab pada hewan ternak, dan loasis pada manusia dan binatang. Anggota-anggota Famili Muscidae, Calliphoriclae, dan Oestridae (5.0. Cyclorapha) mempunyai arti penting dalam bidang kedokteran karena di antara larvanya ada yang menyerang dan makan jaringan hidup pada kulit, mukosa, dan organ-organ dalam, dan menimbulkan kondisi patologis yang disebut myasis. Di antara mereka adalah: Musca domestic,' (Muscidae), Chrysomya megachepala (Caliphoriclae), dan Dermatodia nominis. Sebagian ahli mengelompokkan ordo Diptera kedalam Superordo Mecopteroidea karena mempunyai kecenderungan pada alat mulut endopterygota yang terlihat pada eksopterygota, terlihat pada urutan evolusi di bawah ini : 1. Eksopterygota

Orthopteroidea ------- Hemipteroidea primitif ------- Hemipteroidea maju (chewing) (chewing) (sucking) 2. Endopterygota Neuropteroidea ------- Hymenopteroidea --------- Mecopteroidea (chewing) (chewing) (chewing --- sucking) Nama umum dari ordo diptera adalah lalat, hal ini dikarenakan anggota dari ordo ini yang paling banyak dijumpai adalah lalat. Dengan ciri khusus Hanya memiliki sepasang sayap. Sayap belakang mengalami modifikasi menjadi suatu struktur yang disebut halter yang berfungsi sebagai organ keseimbangan. Pada Diptera maju yang mempunyai pupa coartate, di bagian kepala ada yang membengkak ketika akan mulai terbang, pemunculan dari puparium, melalui sutura frontalis tepat di atas dasar-dasar antena yang disebut ptillinum. Bagian ini setelah dewasa lenyap, tetapi akan meninggalkan bekas, yaitu frontal suture atau ptillinal suture, yang digunakan sebagai ciri-ciri taksonomi. Diptera merupakan serangga yang relatif kecil, bertubuh lunak, tetapi banyak yang mempunyai kepentingan ekonomi yang besar. Diptera merupakan hewan penghisap darah dan beberapa merupakan pemakan zat organik yang membusuk seperti lalat rumah atau lalat hijau. Beberapa merupakan vektor penyakit yang penting dan menjadi hama pada beberapa tanaman budidaya. Lalat juga berguna sebagai pemakan zat organik yang membusuk, predator yang penting, parasit-parasit beberapa serangga hama dan ikut membantu dalam proses penyerbukan tanaman. Tipe mulut diptera adalah penghisap, tetapi terdapat banyak variasi dari struktur mulut didalam ordonya. Serangga ini mengalami metamorfosis sempurna. Larva sering disebut dengan belatung dan hidup pada berbagai habitat, akuatik dan semiakuatik, pada tumbuh-tumbuhan, di dalam tanah, dibawah kulit kayu dan batu-batuan. Imago diberbagai macam habitat, tapi tidak jauh dari habitat larvanya. Diptera yang dewasa makan berbagai tumbuhan dan cairan-cairan hewan, tetapi banyak sebagai penghisap darah dan predator serangga lain. Beberapa famili penting yang sering dijumpai adalah Asilidae, Cecidomyiidae, Culicidae dan lain-lain. Ordo ini terdiri dari beberapa kelas, diantaranya adalah 1.Family Culicidae (mosquito/nyamuk) Anggota dari kelas ini memiliki ciri sebagai berikut : Larvanya dikenal dengan nama wrigglers atau jentik, hidup di air memakan algae atau plankton, tetapi ada beberapa predator yang memakan larva nyamuk lain. Larva ini memerlukan oksigen dari atmosfer. Fase pupa atau tumblers berada di air (akuatik) dan bernafas dengan menggunakan tabung pernafasan. Serangga dewasa (imago), sebagian besar bersifat crepuskular atau nocturnal. Serangga jantan makan nektar, sedangkan betina makan darah, yang diperlukan untuk petumbuhan telur. Betinanya merupakan bagian dari siklus penyakit, yang berperan sebagai vektor (penyebaran

biologis) untuk patogen tertentu, misalnya malaria, yellow fever, encephalistis, filariasis. Nyamuk ini merupakan hama nomor satu di dunia. 2.Family Chironomidae (midges) Anggota dari kelas ini memiliki ciri sebagai berikut : Sebagian besar larva mempunyai habitat akuatik dan bersifat saprofag, ada beberapa jenis hidup dan membuat suatu tempat seperti kotak atau tabung pada bagian bawah sedimen, dan ada beberapa dengan hemoglobin (= bloodworms). Imago sebagian besar crepuskular atau nocturnal, banyak di sekitar cahaya, tidak makan atau makan nektar, morfologinya seperti nyamuk, tetapi tidak menggigit. Pada famili ini ada yang bersifat cryptobiosis yang dipelajari pada jenis dari Afrika, pada saat larva dikeringkan, laju metabolisme turun hingga nol, dan pada saat larva disimpan dalam gas cair (Helium), kemudian dipanaskan hingga lebih dari 100 0C, dicelupkan dalam etahanol 100% selama 24 jam atau dicelupkan dalam gliserol selama satu minggu, kondisi serangga ini masih dapat membaik dan berkembang dengan sempurna. 3.Family Simuliidae (black flies) Anggota dari kelas ini memiliki ciri sebagai berikut : Larva dan pupa mempunyai kebiasaan (habit) yang serupa dengan Culicidae, larva akuatik, makan plankton, dan memerlukan oksigen dari atmosfer, dengan menggunakan insang anal, berbeda dengan pada fase larva yang ada di thoraks. Larva beradaptasi pada air yang mengalir dengan cepat (deras), yang didukung dengan struktur caudal seperti piringan (disk) dan tow-line. Fase imagonya juga mirip dengan Culicidae, dimana serangga betina memerlukan darah untuk telur. Banyak spesies dengan agen anasthetik pada sekresi ludah dan seringkali inang tidak memperhatikannya. Sekresi ludah yang mengandung koagulan menyebabkan darah akan keluar terus sampai lalat selesai makan/menghisap. Beberapa spesies yang hidup di daerah tropis menjadi vektor penyakit filarial yang menyebabkan kebutaan. 4.Family Tabanidae (horse flies) Anggota dari kelas ini memiliki ciri sebagai berikut : Sebagian besar fase larvanya akuatik, pada air yang tidak dalam, seringkali mereka bersifat predator dan beberapa fitofag. Serangga dewasa seperti nyamuk, betina menghisap darah, sedangkan jantan makan nektar. Sebagian besar spesies aktif siang hari (diurnal), reaktif terhadap tanda-tanda visual, dan tertarik pada gerakan. Serangga jantannya ini mempunyai mata majemuk yang sangat besar. Serangga ini berperan sebagai vektor penyakit tularemia dan anthraks, filariasis di Afrika. Dua grup yang umum dari famili ini adalah deer flies (Chrysops spp.) dan horse flies (Tabanus spp.). 5.Family Asilidae (robber flies) Anggota dari kelas ini memiliki ciri sebagai berikut : Larva hidup pada tanah dan kayu yang membusuk, sebagian besar bersifat predator atau saprofag dan hanya sebagian kecil yang bersifat fitofag. Mereka bersifat predator, dan mengeluarkan enzym proteolitik. Untuk menghindari predator, ada yang mimic (meniru) lebah besar (bumble bees), dan pada

beberapa spesies ada yang mukanya berjanggut (sensory organ) untuk menghindari kepala dari mangsa. 6.Family Syrphidae (flowerflies, hoverflies) Anggota dari kelas ini memiliki ciri sebagai berikut : Larva sebagian besar bersifat predator pada aphid atau kutu tanaman. Serangga dewasa umum pada bunga, makan nektara, mereka penerbang yang berpengalaman, untuk menghindari serangan predator beberapa meniru (mimic) tabuhan atau lebah. 7.Family Muscidae (lalat rumah, tsetse, dll) Anggota dari kelas ini memiliki ciri sebagai berikut : Sebagian besar saprofag pada berbagai macam bahan yang membusuk. Imago mempunyai habitat dan kebiasaan beragam, banyak yang bersifat saprofag dan beberapa spesies merupakan hama penggigit penting dan penghisap darah, seperti stable fly (lalat kandang) dan tsetse fly. Banyak spesies mempunyai strategi reproduksi ovovivipar dan vivipar, larva lalat tsetse berkembang dan makan dari organ seperti plasenta pada oviduct betina, imago meletakkan larva pada tanah dan lubang hingga menjadi pupa. Famili Muscidae dikenal sebagai vektor dari patogen penting, seperti penyakit tidur Afrika (trypanosomes), demam typhoid, cholera, dan disentri amoeba. Penyebaran penyakit ini dapat terjadi secara mekanik oleh lalat rumah, dan dapat terjadi secara biologis oleh lalat tsetse. 8.Family Calliphoridae (blowflies, bottleflies, screwworm) Anggota dari kelas ini memiliki ciri sebagai berikut : Sebagian besar larva bersifat saprofag, beberapa parasitoid pada annelida dan molluska, dan sebagian kecil berkembang pada jaringan mamalia (=myiasis). Imago mempunyai perilaku yang beragam seperti pada Muscidae, begitu juga dengan strategi reproduksi yaitu ovovivipar atau vivipar. 9.Family Sarcophagidae (flesh flies) Anggota dari kelas ini memiliki ciri sebagai berikut : Larva sebagian besar bersifat saprofag dan sebagian kecil parasitoid. Imago mempunyai kebiasaan mirip Muscidae dan Calliphoridae. 10.Family Tachnidae (tachinid flies) Anggota dari kelas ini memiliki ciri sebagai berikut : Kebanyakan larva bersifat endoparasit pada endopterygota lain terutama Lepidoptera dan Coleoptera dan beberapa berguna sebagai musuh alami. Imago bersifat fitofag, makan nektar. Imago mencari inang dan tempat yang sesuai untuk peletakkan telur. Beberapa spesies mempunyai strategi peletakkan telur dan larva yang aneh, mereka mempunyai telur mikro yang diletakkan pada dedaunan, telur tersebut akan menetas jika mereka tertelan oleh inang, kemudian larva melanjutkan makan organ-organ bagian dalam inangnya.