Anda di halaman 1dari 28

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Sistem integumen merupakan bagian sistem organ yang terbesar yang mencakup kulit, rambut, kuku, kelenjar keringat dan produknya (keringat atau lendir). Kata ini berasal dari bahasa Latin "integumentum", yang berarti "penutup". Sistem integumen berperan dalam homeostasis, proteksi, pengaturan suhu, reseptor, sintesis biokimia dan penyerapan zat. Tubuh manusia mempunyai berbagai cara untuk melakukan proteksi. ertahanan pertama adalah barier mekanik, seperti kulit yang menutupi permukaan tubuh.! Kulit termasuk lapisan epidermis, stratum korneum, keratinosit dan lapisan basal bersi"at sebagai barier yang penting, mencegah mikroorganisme dan agen perusak potensial lain masuk ke dalam jaringan yang lebih dalam. #isalnya asam laktat dan substansi lain dalam keringat mengatur p$ permukaan epidermis dalam suasana asam yang membantu mencegah kolonisasi oleh bakteri dan organisme lain. ada beberapa kasus kelainan kulit dapat merupakan tanda penting penyebab in"eksi yang merupakan indikator bermakna adanya in"eksi yang mendasarinya. %alaupun kebanyakan penyakit eksantem bersi"at ringan, diagnosis banding penting sekali oleh karena beberapa in"eksi yang "atal sering mempunyai kelainan (tanda) pada kulit sebagai mani"estasi a&al. 'ermis dengan kolagen dan elastin

memberikan dukungan dan pencegahan banyak elemen seperti sara", pembuluh darah, dan lain(lain sedangkan subkutis merupakan insolator panas dan persediaan kalori.

B. Tujuan !. Tujuan )mum )ntuk mengetahui jenis(jenis in"lamasi non in"eksi. *. Tujuan Khusus a. )ntuk mengetahui etiologi penyakit in"lamasi non in"eksi. b. )ntuk mengetahui epidemiologi penyakit in"lamasi non in"eksi c. )ntuk mengetahui histopatologi penyakit in"lamasi non in"eksi d. )ntuk mengetahui pato"isiologi penyakit in"lamasi non in"eksi e. )ntuk mengetahui gejala klinik penyakit in"lamasi non in"eksi ". )ntuk mengetahui laboratorium penunjang penyakit in"lamasi non in"eksi g. )ntuk mengetahui proses kepera&atan penyakit in"lamasi non in"eksi

BAB II TINJAUAN TEORI

A. Dermatitis 1. Definisi 'ermatitis adalah peradangan kulit ( epidermis dan dermis ) sebagai respon terhadap pengaruh "aktor eksogen atau pengaruh "aktor endogen, menimbulkan kelainan klinis berupa e"loresensi polimor"ik dan keluhan gatal ('juanda, *++,). 'ermatitis adalah peradangan pada kulit ( in"lamasi pada kulit ) yang disertai dengan pengelupasan kulit ari dan pembentukkan sisik ( -runner . Suddart, *+++ ). . Eti!l!gi enyebab dermatitis belum diketahui secara pasti. Sebagian besar merupakan respon kulit terhadap agen(agen misalnya zat kimia, bakteri dan "ungi selain itu alergi makanan juga bisa menyebabkan dermatitis. /espon tersebut dapat berhubungan dengan alergi (0rie" #ansjoer, *+++).

enyebab 'ermatitis secara umum dapat dibedakan menjadi * yaitu 1 a) 2ksogen misalnya bahan kimia dan mikroorganisme. b) 2ndogen misalnya dermatitis atopik.

". Pat!fisi!l!gi 'ermatitis merupakan peradangan pada kulit, baik pada bagian dermis ataupun epidermis yang disebabkan oleh beberapa zat alergen ataupun zat iritan. 3at tersebut masuk kedalam kulit yang kemudian menyebabkan hipersensiti"itas pada kulit yang terkena tersebut. #asa inkubasi sesudah terjadi sensitisasi permulaan terhadap suatu antigen adalah 4(!* hari, sedangkan masa reaksi setelah terkena yang berikutnya adalah !*(56 jam. -ahan iritan ataupun allergen yang masuk ke dalam kulit merusak lapisan tanduk, denaturasi keratin, menyingkirkan lemak lapisan tanduk, dan mengubah daya ikat air kulit. Keadaan ini akan merusak sel dermis maupun sel epidermis sehingga menimbulkan kelainan kulit atau dermatitis. 0dapun "aktor("aktor yang ikut mendorong perkembangan dermatitis adalah gesekan, tekanan, balutan, macerasi, panas dan dingin, tempat dan luas daerah yang terkena dan adanya penyakit kulit lain.

#. $ejala %linik Secara umum mani"estasi klinis dari dermatitis yaitu secara subyekti" ada tanda7tanda radang akut terutama pruritus ( sebagai pengganti dolor). Selain itu terdapat pula kenaikan suhu (kalor), kemerahan (rubor), edema atau pembengkakan dan gangguan "ungsi kulit. Sedangkan secara obyekti", biasanya batas kelainan tidak tegas dan terdapat lesi polimor"i yang dapat timbul secara serentak atau beturut(turut.

a.

'ermatitis Kontak. 8atal(gatal, rasa tidak enak karena kering, kulit ber&arna coklat dan menebal.

b. 'ermatitis 0topik. 8atal(gatal, muncul pada beberapa bulan pertama setelah bayi lahir, yang mengenai &ajah, daerah yang tertutup popok, tangan, lengan dan kaki. &. La'!rat!rium Penunjang 0lergi kontak dapat dibuktikan dengan tes in 9i9o dan tes in 9itro. Tes in 9i9o dapat dilakukan dengan uji tempel. -erdasarkan tehnik pelaksanaannya dibagi tiga jenis tes tempel yaitu 1 a. Tes Tempel Terbuka

ada uji terbuka bahan yang dicurigai ditempelkan pada daerah belakang telinga karena daerah tersebut sukar dihapus selama *5 jam. Setelah itu dibaca dan die9aluasi hasilnya. :ndikasi uji tempel terbuka adalah alergen yang menguap. b. Tes Tempel Tertutup )ntuk uji tertutup diperlukan )nit )ji Tempel yang berbentuk semacam plester yang pada bagian tengahnya terdapat lokasi dimana bahan tersebut diletakkan. -ahan yang dicurigai ditempelkan dipunggung atau lengan atas penderita selama 56 jam setelah itu hasilnya die9aluasi.

c.

Tes tempel dengan Sinar )ji tempel sinar dilakukan untuk bahan(bahan yang bersi"at sebagai "otosensitisir yaitu bahan(bahan yang bersi"at sebagai "otosensitisir yaitu bahan yang dengan sinar ultra 9iolet baru akan bersi"at sebagai alergen. Tehnik sama dengan uji tempel tertutup, hanya dilakukan secara duplo. 'ua baris dimana satu baris bersi"at sebagai kontrol. Setelah *5 jam ditempelkan pada kulit salah satu baris dibuka dan disinari dengan sinar ultra9iolet dan *5 jam berikutnya die9aluasi hasilnya.

(. Pr!ses %e)era*atan

a.

engkajian !) Kaji "aktor penyebab terjadinya gangguan kulit. *) Kaji pengetahuan orang tua tentang "aktor penyebab dan metode kontak. ;) Kaji adanya pruritas dan burning. 5) Kaji peningkatan stress yang diketahui pasien. 4) Kaji tanda(tanda in"eksi. <) /i&ayat in"eksi yang berulang(ulang. ,) Kaji "aktor yang memperparah. 6) =) ada reaksi ringan kulit terlihat merah dan terdapat 9esicle. ada reaksi berat terdapat ulceration.

b. 'iagnosa Kepera&atan !) 8angguan integritas kulit berhubungan dengan kekeringan pada kulit *) /esiko kerusakan kulit berhubungan dengan terpapar allergen ;) erubahan rasa nyaman berhubungan dengan pruritus

B. +iliaria

1. Definisi #iliaria adalah suatu keadaan tertutupnya pori(pori keringat sehingga menimbulkan retensi keringat di dalam kulit. -erdasarkan lokasinya, miliaria terbagi dalam beberapa tipe 1 a. #iliaria kristalina, sumbatan berada di dalam stratum korneum. b. #iliaria rubra, sumbatan terletak di dalam epidermis. c. #iliaria pro"unda, sumbatan ada di dalam dermo(epidermal junction. ada semua tipe, pecahnya saluran keringat di ba&ah sumbatan akan menghasilkan retensi, yang mengakibatkan gatal, papula, papula 9esikula dan eritematus. . Eti!l!gi -iang keringat terjadi karena penyumbatan kelenjar atau saluran keringat oleh daki, debu, dan kosmetik. Tidak ada penyebab genetik. -iang keringat biasanya menyerang orang yang tinggal di daerah tropis, yang kelembapannya terlalu tinggi. -intik merah biasanya terjadi pada daerah kulit yang banyak berkeringat, seperti dahi, leher, punggung, dan dada. -iang keringat disebabkan oleh panas dan kelembapan yang tinggi pada lapisan atas kulit. 0da beberapa "aktor yang menyebabkan keringat keluar berlebihan dan tersumbatnya saluran keringat, yaitu udara panas dan lembap disertai 9entilasi ruangan yang kurang baik, pakaian terlalu tebal, dan ketat, akti9itas yang berlebihan.

". E)i,emi!l!gi #iliaria rubra banyak terjadi di daerah panas kelembaban yang tinggi, tetapi dapat juga terjadi di daerah lain. Sekitar ;+> orang yang tinggal di daearah tersebut bisa mengalami miliaria. Sebenarnya semua bayi dapat mengalami miliaria pada kondisi yang ada. 0nak(anak lebih banyak mengalami miliaria di bandingkan orang de&asa. :ni rupanya menggambarkan bah&a bertambahnya kekuatan struktur saluran keringat sesuai bertambahnya umur, tidak ada perbedaan antara laki(laki dan perempuan. #. Pat!fis!l!gi /angsangan utama bagi pengembangan #iliaria adalah kondisi kelembaban panas yang tinggi dan menyebabkan berkeringat berlebihan. Terjadi occlusion kulit karena pakaian, perban, atau lembaran plastik (dalam pengaturan percobaan) selanjutnya dapat berkontribusi untuk pengumpulan keringat pada permukaan kulit dan lapisan o9erhydration dari corneum. ?rang yang rentan, termasuk bayi, yang relati" belum matang eccrine kelenjar, o9erhydration dari stratum corneum dianggap cukup untuk menyebabkan penyumbatan sementara dari acrosyringium. @ika kondisi lembab panas bertahan, indi9idu terus memproduksi keringat berlebihan, tetapi tidak dapat mengeluarkan keringat ke permukaan kulit karena penyumbatan duktus. Sumbatan ini menyebabkan kebocoran keringat ke permukaan kulit, baik di dalam dermis atau epidermis, dengan relati"

10

anhidrosis. Ketika titik kebocoran di lapisan corneum atau hanya di ba&ahnya, seperti dalam #iliaria crystallina, sedikit adanya peradangan, dan lesi tidak menunjukkan gejala. Sebaliknya, di #iliaria rubra, kebocoran keringat ke lapisan subcorneal menghasilkan spongiotic 9esikula dan sel in"lamasi kronis periductal menyusup pada papiler dermis dan epidermis ba&ah. 'alam #iliaria pro"unda, terbentuknya dari keringat ke dermis papiler menghasilkan substansial, masuk kedalam periductal lim"ositik spongiosis dari saluran intra( epidermis. /esiden bakteri kulit, seperti Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus, diperkirakan memainkan peran dalam patogenesis #iliaria. asien dengan #iliaria telah ; kali lebih banyak bakteri per satuan luas kulit sebagai subyek kontrol sehat. 0gen antimikroba e"ekti" dalam menekan #iliaria akibat eksperimental. 0cid(Schi"" berkala(positi" bahan tahan diastase telah ditemukan di plug intraductal yang konsisten dengan substansi polisakarida ekstraselular sta"ilokokal (2 S). 'alam pengaturan percobaan, hanya S epidermidis galur yang menghasilkan 2 S dapat menimbulkan #iliaria. ada akhir tahap #iliaria, hyperkeratosis dan parakeratosis dari acrosyringium diamati. Sebuah plug hyperkeratotic mungkin muncul untuk menghalangi eccrine saluran, tetapi sekarang ini diyakini menjadi terlambat perubahan dan bukan penyebab menimbulkan penyumbatan keringat.

11

&. $ejala %linis a. #iliaria kristalina ada penyakit ini terlihat 9esikel berukuran !(* mm terutama pada badan setelah banyak berkeringat, misalnya karena ha&a panas. Aesikel bergerembol tanpa tanda radang pada bagian badan yang tertutup pakaian. )mumnya tidak memberi keluhan dan sembuh dengan sisik yang halus. ada gambaran histopatologik terlihat gelembung intraBsubkorneal. b. #iliaria rubra enyakit ini lebih berat dari pada miliaria kristaliana, terdapat pada badan dan tempat(tempat tekanan atau gesekan pakaian. Terlihat papul merah atau papul 9esikular ekstra9esikular yang sangat gatal dan pedih. #iliaria jenis ini terdapat pada orang yang tidak biasa pada daerah tropic. c. #iliaria pro"unda -entuk ini agak jarang kecuali di daerah tropis. Kelainan ini biasa timbul setelah miliaria rubra, ditandai dengan papul putih, keras berukuran !(; mm. Terutama terdapat di badan dan ekstremitas. Karena letak retensi keringat lebih dalam maka secara klinis labih banyak berupa papul dari pada 9esikel. Tidak gatal dan tidak terdapat eritema. ada gambaran

histologik tampak saluran kelenjar keringat yang pecah pada dermis bagian atas dengan atau tanpa in"iltrasi sel radang.

12

(. Pemeriksaan Penunjang emeriksaan Laboratorium a. #iliaria secara klinis berbeda, karena itu, beberapa tes laboratorium diperlukan. b. 'alam #iliaria crystallina, pemeriksaan sitologi 9esikuler gagal untuk mengungkapkan isi sel atau multinuklear peradangan sel raksasa (seperti yang diharapkan pada 9esikula herpes). c. 'alam #iliaria pustulosa, pemeriksaan sitologi dari pustula

mengungkapkan isi sel(sel in"lamasi. !) Tidak seperti eritema toCicum neonatorum, eosino"il tidak menonjol. *) e&arnaan 8ram.

-. Penatalaksanaan a. #endorong terjadinya penhuapan keringat b. #elaksanakan pola hidup sehat dengan cara menjaga kebersihan rumah, mamndikan anak secara teratur dua kali sehari, gantilah baju anak ketika terlihat basah oleh keringat c. $indari keadaan yang dapat membuat anak berkeringat berlebihan d. $indari mandi air hangat

13

e. Taburkan bedak disekujur tubuh setelah mandi

.. Eru)si O'at 1. Definisi 2rupsi obat alergik atau allergic drug eruption ialah reaksi alergik pada kulit atau daerah mukokutan yang terjadi sebagai akibat pemberian obat yang biasanya sistemik. 2rupsi obat alergik (2?0) merupakan reaksi hipersensiti9itas yang ditandai oleh satu atau lebih makula yang berbatas jelas, berbentuk bulat atau o9al dengan ukuran lesi ber9ariasidari beberapa milimeter sampai beberapa sentimeter. 8ambaran yang khas dari 2?0 adalah kecenderungannya untuk berulang di tempat lesi yang sama bila terpapar kembali dengan obat yang sama . Eti!l!gi @enis obat penyebab alergi sangat ber9ariasi dan berbeda menurut &aktu, tempat dan jenis penelitian yang dilaporkan. Tingginya angka kejadian alergi obat tampak berhubungan erat dengan kekerapan pemakaian obat tersebut. 'iduga risiko terjadinya reaksi alergi sekitar ! 7 ;> terhadap sebagian besar jenis obat. ada umumnya laporan tentang obat tersering penyebab alergi

adalah golongan penisilin, sul"a, salisilat dan pirazolon. ?bat lain yang sering pula dilaporkan adalah analgetik lain (asam me"enamat), antikon9ulsan

14

(dilantin, mesantoin, tridion), sedati" (terutama luminal) dan trankuilizer ("enotiazin, "energan, klorpromazin, meprobamat). Tetapi, alergi obat dengan gejala klinis berat paling sering dihubungkan dengan penisilin dan sul"a.

". E)i,emi!l!gi -elum didapatkan angka kejadian yang tepat terhadap kasus erupsi alergi obat, tetapi berdasarkan data yang berasal dari rumah sakit, studi epidemiologi, uji klinis terapeutik obat dan laporan dari dokter diperkirakan kejadian alergi obat adalah *> dari total pemakaian obat 7 obatan atau sebesar !4 7 *+> dari keseluruhan e"ek samping pemakaian obat 7 obatan. #. Pat!fisi!l!gi #ekanisme terjadinya erupsi alergi obat dapat terjadi secara non imunologik dan imunologik (alergik), tetapi sebagian besar merupakan reaksi imunologik. ada mekanisme imunologik, erupsi alergi obat terjadi pada

pemberian obat kepada pasien yang sudah tersensitasi dengan obat tersebut. ?bat dengan berat molekul yang rendah a&alnya berperan sebagai antigen yang tidak lengkap (hapten). ?bat atau metabolitnya yang berupa hapten ini harus berkonjugasi dahulu dengan protein, misalnya jaringan, serum atau protein dari membran sel untuk membentuk antigen yaitu kompleks hapten protein. ?bat

15

dengan berat molekul yang tinggi dapat ber"ungsi langsung sebagai antigen lengkap. Sehingga mengakibatkan terjadinya erupsi obat. &. $ejala klinis a. -ercak kemerahan akibat barbiturate mungkin terdapat pada telapak tangan dan kaki b. -iasanya berupa eritema atau morbili"orm, kadang 7 kadang disertai dengan demam, lim"adenopati dan nyeri pada mulut. (. La'!rat!rium )enunjang a. b. emeriksaan in 9i9o emeriksaan in 9itro

-. Peng!'atan a. engobatan kausal 'ilaksanakan dengan menghindari obat yang membuat alergi. 'ianjurkan pula untuk menghindari obat yang mempunyai struktur kimia dengan obat satu golongan. b. !) engobatan simtomatik ada reaksi tipe :

16

-ila terjadi syok dapat diberikan epineprin ! 1 !+++ sebanyak +,;(+,4 ml secara subkutan atau intra9ena. 0ntihistamin dan kortikosteroid dapat diberikan, tetapi bukan pengobatan penanganan pertama. )mumnya reaksi dapat diatasi dalam !4(*+ menit. *) ada reaksi tipe lain enghentian penggunaan obat yang membuat alergi umumnya cukup memberikan hasil yang baik. Sesuai dengan berat ringannya reaksi, pemberian kortikosteroid dan antihistamin dapat dipertimbangkan.

D. Eritr!skuam!sa 1. Definisi 2ritroderma adalah kelainan kulit yang ditandai dengan adanya eritema di seluruh tubuh atau hamper seluruh tubuh, biasanya disertai skuama. 2ritroderma adalah kemerahan yang abnormal pada kulit yang menyebar luas ke daerah(daerah tubuh (Kamus Saku Kedokteran, 'orland). . Eti!l!gi

17

enyebab yang umum adalah "aktor("aktor genetik, akibat pengobatan dengan medikamentosa tertentu dan in"eksi. enyakit ini bisa juga merupakan akibat lanjut (sekunder) dari psoriasis, eksema, dermatitis seboroik, dermatitis kontak, dermatitis atopik, pitiriasis rubra pilaris, dan lim"oma maligna. ". Hist!l!gi a. 2ritroma akibat alergi obat secara sistematik -anyak obat yang bisa menyebabkan alergi, tetapi yang sering adalah penisilin dan deri9atnya (ampisilin, amoCilin, kloksasilin), sul"onamid, golongan analgesik antipiretik (misalnya asam salisilat, metamisol, parasetamol, "enibutason, piramidon) dan tetrasiklin. 0lergi obat(obatan bisa memaparkan eosino"il diantara in"iltrate eosino"il, #ikosis "ungoides atau sezary syndrome bisa membentuk gambaran in"iltrate seperti monotonous band yang terdiri dari sel mononuclear(cerebri"orm yang besar, sepanjang dermoepidermal junction atau sekitar pembuluh darah di dalam dermis papillary, epidermitropism tanpa spongiosis dan mikroabses pautrier tanpa epidermis. b. 2ritroderma akibat perluasan penyakit kulit enyakit kulit yang bisa meluas menjadi eritroderma misalnya psoriasis, pem"igus "ollasius, dermatitis atopik, pitiriasis rubra pilaris, liken planus, dermatitis seboroik pada bayi.

18

c. 2ritroderma akibat penyakit sistemik termasuk keganasan -erbagai penyakit atau kelainan alat dalam termasuk keganasan dan in"eksi "okal alat dalamd. :diopatik. Specimen histologik tidak spesi"ik &alau bagaimanapun, ulangan biopsy bisa menunjukan bukti dari mikosis "ungiodes . #. Pat!fisi!l!gi ada eritroderma terjadi eritema dan skuama. #ekanisme terjadinya alergi obat seperti terjadi secara non imunologik dan imunologik (alergik), tetapi sebagian besar merupakan reaksi imunologik. ada mekanisme imunologik,

alergi obat terjadi pada pemberian obat pada pasien yang sudah tersensitasi dengan obat tersebut. ?bat dengan berat molekul yang rendah aalnya berperan sebagai antigen yang tidak lengkap (hapten). ?bat atau metaboliknya yang berupa hapten ini harus berkojugasi dahulu dengan protein, serum atau protein dari membrane sel untuk membentuk antigen obat dengan berat molekul yang tinggi dapat ber"ungsi langsung sebagai antigen lengkap.

&. +anifestasi %linis Keadaan ini mulai terjadi secara akut sebagai erupsi terjadi bercak(bercak atau eritematous yang menyeluruh disertai gejala panas, rasa tidak enak badan dan kadang(kadang gejala gastrointestinal. %arna kulit berubah dari merah

19

muda menjadi merah gelap. Sesudah satu minggu dimulai gejala eks"oliasi (pembentukan skuama) yang khas dan biasanya dalam bentuk serpihan kulit yang halus yang meninggalkan kulit yang licin serta ber&arna merah diba&ahnya. 8ejala ini disertai dengan pembentukan sisik yang baru ketika sisik yang lama terlepas. Kerontokan rambut dapat menyertai kelainan ini eksaserbasi sering terjadi. 2"ek sistemiknya mencakup gagal jantung kongesti" high(output, gangguan intestinal, pembesaran payudara, kenaikan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) dan gangguan temperature. (. La'!rat!rium Penunjang ada pemeriksaan laboratorium didapatkan eusino"ilia pada dermatitis eC"oliati9a oleh karena dermatitis atopik. 8ambaran lainnya adalah sedimen yang meningkat, turunnya albumin serum dan globulin serum yang relati" meningkat, serta tanda dis"ungsi kegagalan jantung dan intestinal. -. Pr!ses %e)era*atan a. engkajian engkajian kepera&atan berkelanjutan dilaksanakan untuk mendeteksi in"eksi. Kulit yang mengalami desrupsi eritematosa basah amat rentan terhadap in"eksi dan dapat menjadi tempat kolonisasi organisasi pathogen yang amat memperberat in"lamasi. 0ntibiotik yang diresepkan dokter jika terdapat in"eksi dipilih berdasarkan hasil kultur dan tes sensiti"itas. asien

20

diobser9asi untuk memantau tanda(tanda dan gejala gagal jantung kongesti" karena hiperenia serta peningkatan aliran darah kulit dapat menimbulkan gagal jantung yang dapat menyebabkan high(output. $ipotermia dapat pula terjadi karena peningkatan aliran darah dalam kulit yang ditambah lagi dengan kehilangan air le&at kulit sehingga terjadi kehilangan panas le&at radiasi, konduksi dan e9aporasi. erubahan pada tanda(tanda 9ital harus

dipantau dengan ketat dan dilaporkan. Sebagaimana setiap dermatitis yang akut, terapi topikal digunakan untuk meredakan gejala (terapi simtomatik). /endaman yang meringankan gejala kompres dan pelemasan kulit dengn preparat emolien dipakai untuk mengobati dermatitis yang kuat. asien

cenderung menjadi sangat mudah tersinggung karena rasa gatalnya yang hebat. reparat kortikosterid oral atau parenteral dapat diresepkan kalau

penyakit tersebut tidak terkendali oleh terapi yang lebih konser9ati". Setelah penyebabnya yang spesi"ik, terapi yang diberikan dapat lebih spesi"ik. asien dinasehati untuk menghindari semua iritan demasa mendatang, khususnya obat(obatan (-runner . Suddart).

21

b. 'iagnosa Kepera&atan !) 8angguan keseimbangan cairan berhubungan dengan kehilangan cairan berlebihan transdermal dan edema. *) 8angguan integritas kulit berhubungan dengan kulit kering bersisik. ;) 8angguan body image berhubungan dengan perubahan pigmen kulit. 5) /esiko tinggi in"eksi berhubungan dengan postula dan krusta.

E. 1.

Urtikaria Definisi )rtikaria akut adalah suatu reaksi 9askular dari kulit ber&arna merah atau keputihan akibat edema interseluler lokal yang terbatas pada kulit dan mukosa. )rtikaria akut merupakan kondisi yang sering mendorong pasien untuk mencari pengobatan di ga&at darurat. )rtikaria akut dide"inisikan apabila berlangsung beberapa jam sampai < minggu tergantung pada etiologi. @ika urtikaria ini terus menerus sampai &aktu < minggu, keadaan ini dide"inisikan sebagai urtikaria kronis. . Eti!l!gi

22

enyebab pasti belum jelas, tetapi 5+(4+ > kasus urtikaria akut dapat diketahui penyebabnya. enyebab yang diidenti"ikasi sebagai in"eksi saluran perna"asan atas adalah ;=,4 > dari total kasus, analgesik = >, dan intoleransi makanan +,= >. )rtikaria terkaitan dengan adanya ganggian autoimun atau keganasan dapat menjadi kondisi urtikaria kronis. ". E)i,emi!l!gi )rtikaria sering dijumpai pada semua umur, orang de&asa lebih banyak mengalami urtikaria dibandingkan dengan usia muda. Sheldon (!=4!), menyatakan bah&a umur rata(rata penderita urtikaria ialah ;4 tahun, jarang dijumpai pada umur kurang dari !+ tahun atau lebih dari <+ tahun. 'itemukan 5+ > bentuk urtikaria saja, 5= > bentuk urtikaria bersama dengan angiodema, dan !! > bentuk angiodema saja. Lama serangan ber9ariasi. #. Pat!fisi!l!gi elepasan histamin dan senya&a lain oleh sel mast dan baso"il menyebabkan munculnya urtikaria. 'engan mediasi suatu imun yang mengikat :g2 untuk mengakti"kan sel mast. 0kti9asi sel mast dari reseptor Dc2/: menyebabkan suatu degranulasi 9esikel intraselular yang mengandung histamin. $istamin ini akan memberikan mani"estasi pelepasan kemokin sehingga terjadinya ekstra9asasi cairan ke dermis (edema).

23

0kti9asi reseptor histamin $! pada sel otot polos dan sel endotel menyebabkan kontraksi selular dan peningkatan permeabilitas pembuluh darah. 0kti9asi reseptor histamin $* menyebabkan 9asodilatasi. )rtikaria adalah pola reaksi yang mencerminkan akti9asi sel mast dan baso"il. #ekanisme yang tepat dari suatu aksi yang mengakibatkan pelepasan intraseluler sel mast dan baso"il sangat ber9ariasi dan dapat terjadi melalui mekanisme mediasi imun atau non imun.

&.

+anifestasi %linis Keluhan subyekti" biasanya gatal, rasa terbakar atau tertusuk. Klinis tampak eritema dan edema setempat berbatas tegas, kadang(kadang bagian tengah tampak lebih pucat.

(. a. b. c. komplemen d. e.

La'!rat!rium Penunjang emeriksaan darah, urin, dan "eses rutin emeriksaan gigi, T$T emeriksaan kadar :g2, eosino"il, dan

Tes kulit Tes eliminasi makanan

24

". g. h. i. -. a. !)

emeriksaan histopatologik Tes "oto tempel Tes dengan es Tes dengan air hangat Pr!ses %e)era*atan engkajian 0namnesis Keluhan subjekti" biasanya rasa gatal, rasa terbakar atau tertusuk. enting untuk dikaji adalah paparan akut baik berupa pemakaian obat( obatan atau suatu kontak langsung dengan kulit yang bisa meningkatkan akti9itas dari sel mast.

*)

emeriksaan Disik ada pemeriksaan "isik klinis tampak eritema dan edema setempat yang berbatas tegas, kadang bagian tengah tampak lebih pucat.

b. !)

'iagnosa Kepera&atan /esiko tinggi syok ana"ilatik bBd respon in"lamasi, alergi sistemik

25

*) reaksi in"lamasi lokal ;)

8angguan pola tidur bBd gatal, lesi, dan

Kebutuhan

pengetahuan

bBd

ketidaktahuan program pera&atan dan pengobatan

/. 1. Definisi

A0ne

0cne 9ulgaris adalah penyakit peradangan menahun folikel pilosebasea yang umunya terjadi pada masa remaja dan dapat sembuh dengan sendirinya. 0cne 9ulgaris adalah penyakit radang menahun dari aparatus pilosebasea, lesi paling sering dijumpai pada &ajah, dada, dan punggung. Kelenjar yang meradang dapat membentuk papul kecil ber&arna merah muda, yang kadang kala mengelilingi komedo sehingga tampak hitam pada bagian tengahnya. . E)i,emi!l!gi Karena hampir setiap orang pernah menderita penyakit ini, maka sering dianggap sebagai kelainan kulit yang timbul secara "isiologis. -aru pada masa remajalah akne 9ulgaris menjadi salah satu problem. )mumnya insiden terjadi pada umur !5(!, tahun pada &anita, !<(!= tahun pada pria dan pada masa itu lesi yang paling dominan adalah komedo dan papul dan jarang terlihat lesi

26

beradang. 'iketahui bah&a pada ras ?riental (@epang, Eina, Korea) lebih jarang menderita akne 9ulgaris. ". a. b. c. d. e. ". g. #. Eti!l!gi Daktor genetik Daktor ras $ormonal 'iet :klim Lingkungan Stres Pat!fisi!l!gi #ekanisme yang tepat dari proses akne tidak sepenuhnya dipahami, namun diketahui oleh sebum berlebih, hiperkeratinisasi "olikel, stres oksidati" dan peradangan. 0ndrogen, mikroba dan pengaruh patogenetik juga bekerja dalam proses terjadinya akne. Lesi akne 9ulgaris tumbuh dalam "olikel sebasea besar dan multilobus yang mengeluarkan produknya ke dalam slauran "olikel. Lesi permukaan akne adalah

27

komedo, yang merupakan kantong "olikel yang berdilatasi berisi materi keratinosa berlapis, lipid, dan bakteri.

&.

+anifestasi %linis 0kne 9ulgaris ditandai dengan empat tipe dasar yaitu 1 a. b. c. d. Komedo terbuka dan tertutup apula ustula Lesi Fodulokistik Peng!'atan a. engobatan Topikal 'ilakukan untuk mencegah pembentukan komedo, menekan peradangan, dan mempercepat penyembuhan lesi. b. engobatan Sistemik engobatan sistemik ditujukan terutama untuk menekan pertumbuhan jasad renik di samping juga mengurangi reaksi radang, menekan produksi sebum, dan mempengaruhi perkembangan hormonal.

(.

28

DA/TAR PU1TA%A -runner . Suddarth. *++!. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Edisi 8 Vol. 3 . @akarta 1 28E 'oenges, #arilyn 2. *++*. encana Asuhan Keperawatan !edo"an #ntuk

!erencanaan dan !endoku"entasian !erawatan !asien. Edisi $$$. @akarta 1 28E #ansjoer, 0rie". !==6. Kapita %elekta Kedokteran Edisi 3. @akarta 1 28E Earpenito, Lynda @uall. *+++. Buku %aku &iagnosa Keperawatan. 2disi 6. enerbit 1 28E, @akarta.