Anda di halaman 1dari 71

INFEKSI TORCH DALAM KEHAMILAN

PEMBIMBING :

dr. Hytriawan P.P., Sp.OG

OLEH: Ida Ayu Prama Yanthi (08700084)

TORCH
Penyakit-penyakit intrauterin atau didapat pada masa perinatal menyebabkan dampak yang berbahaya pada janin :

Toxoplasma Rubella Cytomegalovirus Herpes simpleks

TOXOPLASMA

TOXOPLASMA GONDII
protozoa intraselular obligat Hidup pada: 1. Hospes definitif (kucing) 2. Hospes perantara (mamalia, burung, Manusia) 3 bentuk : 1.takizoit (bentuk proliferatif) 2.kista (berisi bradizoit) 3.ookista(berisi sporozoit) 2 Siklus hidup: seksual dan aseksual

KUCING ( Definitive Host, siklus seksual) EKSKRESI Ookista jutaan/hari 1-3 Minggu SPORULASI ( 1- 3 Hari ) T: 22 Infeksius

Bertahan > 1 Tahun pada Tanah (Warm, Moist Soil)


Sayur-2 an Permukaan Tanah

- Hujan - Cacing Tanah


Kecoa Lalat

Ekspos Makanan KISTA DAGING Setengah Matang Dataran Rendah, Tropis berpantai Kelembapan tinggi

Tangan

INGESTI
AKUT EKSASERBASI / RE INFEKSI

Manifestasi klinik
Dewasa dengan daya tahan tubuh yang baik : Asimtomatis-gejala minimal = demam, myalgia, sakit tenggorokan, kadangkadang nyeri, pembesaran kelenjar limfe Pada infeksi berat(jarang): sakit kepala, muntah, depresi, nyeri otot, pnemonia, hepatitis, miokarditis, ensefalitis, delirium dan kejang

RISIKO TRANSMISI KE JANIN


PADA INFEKSI PRIMER Transmisi melalui plasenta Trisemester III 65% bayi lahir sering tidak menunjukkan gejala Trisemester I 20% Makin muda UK= makin besar resiko kelainan berat & abortus

Gejala klinis Toxoplasmosis


Toxoplasmosis Akuisita (dapatan)

Toksoplasmosis Kongenital

Toksoplasmosis Akustika (dapatan)


Jarang menimbulkan gejala Hanya 10-20% muncul gejala klinik : 90% Limfadenopati, tanpa febris 40% Limfadenopati + febris hepatomegali 33%, nyeri tenggorokan 20%, rash makulopapular 10%. Gejala lain yang dapat ditemukan malaise, kelelahan, splenomegali, limfosit atipikal serta peningkatan enzim hati.

Toksoplasmosis kongenital
4 Bentuk :
1. Bayi lahir dengan gejala 2. Gejala timbul dalam bulan-bulan pertama

3. Gejala sisa atau relaps penyakit yang tidak terdiagnosis selama masa kanak-kanak
4. infeksi subklinis

Toksoplasmosis kongenital
Ringan : Tak memberikan gejala, lahir normal. Berat : Kematian janin, gangguan pertumbuhan, hidrosefali, anensefali, mikrosefali, hidrops non imun, korioretinitis. Gejala lambat : ( lahir tanpa gejala ) Korioretinitis, katarak, ikterus, mikrosefali, hidrosefalipneumonia, diare, kejang, retardasi mental, gangguan penglihatan, kerusakan otak berat, kematian.

Toksoplasmosis kongenital
Gejala timbul beberapa hari/bulan setelah kelahiran

Sindrom Sabin:
1. 2. 3. 4. Hidrocephalus/mikrosefalus Choroidoretinitis kalsifikasi cerebral Konvulsi (gangguan psikomotor)

DIAGNOSIS
1. 2. 3. 4. 5. Pemeriksaan langsung tropozoit /kista isolasi parasit Biopsi kelenjar Pemeriksaan serologi Pemeriksaan radiologi

DIAGNOSIS
Pemeriksaan tropozoit /kista, isolasi parasit, Biopsi kelenjar:
cairan peritoneum, LCS, otak, sumsum tulang, hepar, limfonodus, Chorionic villus sampling, kordosentesis, amniosentesis, sampel darah, Plasenta kista UK minggu ke 20-24 Sulit tidak dilakukan.

Serologi : Sabin-Feldman dye test, IFA, Uji aglutinasi, ELISA ,PCR

Penilaian Hasil Serologi


Infeksi Primer : serokonversi IgG /titer IgG > 2 x interval 3minggu IgM + dan/ IgA + IgG Avidity rendah Infeksi Kongenital : IgM+dan/IgA + IgG yang menetap tahun pertama setelah kelahiran

Pencegahan infeksi primer bumil


Memasak daging sampai suhu 150F (66C), Jangan menyentuh mukosa mulut bila sedang memegang daging mentah Mencuci buah/sayur sebelum dimakan Kebersihan dapur Cegah kontak dengan kotoran kucing Siram bekas piring makanan kucing dengan air panas

Pencegahan infeksi ke janin


Seleksi wanita hamil dengan tes serologis Pemantauan USG Pengobatan adekuat bila ada infeksi selama hamil Tindakan abortus terapeutik pada trimester I/II Vaksinasi pada kucing

PENGOBATAN
SELF LIMITING TAK PERLU TERAPI TERGANTUNG:
USIA KEHAMILAN

DAYA TAHAN TUBUH

tidak bisa mengeliminasi kista

Pengobatan pada ibu hamil


SPIRAMISIN terutama bila terjadi infeksi pada kehamilan 3 gram/hari 3-4 dd kurang efektif tetapi e.s. minimal kombinasi imunomodulator isoprinosine/ levamisol

Kombinasi PIRIMETAMIN & SULFADIAZINE dengan leucovorine (asam folat) es obat leukopenia dan trombositopenia, teratogenik infeksi janin +, UK> 16 minggu kehamilan pyrimethamine ialah 25 50 mg per hari selama sebulan trisulfapyrimidine dengan dosis 2.000 6.000 mg sehari selama sebulan

Pengobatan pada bayi


Pirimetamin 2 mg/kg selama dua hari, kemudian 1 mg/kg/hari selama 2-6 bulan, dikikuti dengan 1 mg/kg/hari 3 kali seminggu Sulfadiazine 100 mg/kg/hari yang terbagi dalam dua dosis, ditambah lagi Asam folinat 5 mg/dua hari, atau dengan pengobatan kombinasi (derajat infeksi kongenital) Spiramisin dosis 100 mg/kg/hari dibagi 3 dosis, selang-seling setiap bulan dengan pirimetamin,

RUBELA

Rubella
Virus RNA golongan Togavirus

Orang normal : Tidak berbahaya Morbiditas dan mortalitas rendah Kehamilan : Gangguan pembentukan organ Akibatkan kecacatan & kematian hasil konsepsi

EPIDEMIOLOGI Terdistribusi secara luas di seluruh dunia Penularan : droplet, transplasenta, kontak langsung Kelainan fetus 30% pada minggu pertama kehamilan 85% bayi terinfeksi rubella kongenital mengalami defek

GEJALA KLINIK
Masa inkubasi 2. Masa prodromal 3. Masa eksantema
1.

Penyebaran
LEWAT UDARA NASO & ORO FARING

INKUBASI 11-23 HARI setelah itu gejala +


VIREMIA MATERNAL HEMATOGEN BARIER PLASENTA INFEKSI PADA HASIL KONSEPSI VIREMIA FETAL KELAINAN ORGAN LUAS 90 % INFEKSIUS BERBULAN-BULAN

MASA PRODORMAL
TANPA GEJALA 30-50% RINGAN

demam ringan (37.2-37.8oC), sakit kepala, nyeri tenggorok, konjungtiva kemerahan, rinitis, batuk, limfadenopati
(suboksipital, postaurikular, servikal +nyeri tekan)

penularan 1minggu sebelum erupsi Gejala (1-5hari sebelumnya) erupsi

MASA EKSANTEMA
40% eksantema (-), 30-50% gejala (-) 16-18 hari setelah terpapar exanthema kraniokaudal&sentrifugal (3-4hr), +/- gatal, +/-mengelupas halus

artralgia >2minggu, limfadenopati 1minggu

Derajat penyakit terhadap ibu tidak berdampak terhadap resiko infeksi janin Makin muda UK (Trisemester pertama, UK<11minggu) = kelainan berat & abortus Menetapnya virus dalam sel uterus kelainan Periode neonatal anemia hemolitika, hepatitis, nefritis, ensefalitis, pankreatitis, osteomielitis

GEJALA RUBELLA KONGENITAL 3 kategori

1. Sindroma rubella kongenital 2. Extended 3. Delayed

Sindroma rubella kongenital


4 defek utama
a. b. c. d. Gangguan pendengaran neurosensorik Kelainan jantung : PDA, VSD,PS Gangguan mata : katarak, glaukoma Retardasi mental

Kelainan lain : e. Purpura trombositopeni ( Blueberry muffin rash ) f. Hepatosplenomegali, meningoensefalitis, pneumonitis, dll

Extended
cerebral palsy, retardasi mental, keterlambatan pertumbuhan dan bicara, kejang, ikterus, gangguan imunologi (hipogamaglobulin).

Delayed
panensefalitis, DM tipe-1, gangguan pada mata & pendengaran (baru muncul bertahun-tahun
kemudian)

DIAGNOSIS
Gejala tak khas (postkontak, ruam, demam ringan, artralgia,adenopati postaurikuler) sulit Isolasi virus swab tenggorokan, urine, katarak kongenital sulit

laboratorium hanya bisa dipercaya untuk infeksi akut, sedikit membantu sel plasma 5-20% , leukopenia (awal) limfositosis relatif,trombositopenia ringan

Serologi terbaik

CYTOMEGALOVIRUS

CYTOMEGALOVIRUS
Virus DNA golongan herpesviridae

Masa inkubasi : 3-8 minggu Karakteristik : mampu adaptasi masa laten/ dormant. Daya tahan resiko kambuh (0,3-2 %) Penyebab utama infeksi kongenital

TRANMISI
Kontak langsung (saliva, urin,
sekresi serviks dan vagina, sperma, ASI, airmata), Respiratory

droplets, Transplantasi organ, tranfusi darah Makin muda UK= kelainan berat & abortus Infeksi primer plasenta transmisi ke janin

Manifestasi klinis pada Ibu Hamil


>90% asimpomatik < 5 % Mononukleosis-like syndrome major : biasanya tidak terdeteksi demam, adenopati cervical, sakit tenggorokan, splenomegali, hepatomegali, dan rash Minor: malaise, fatigue, pusing, dan myalgia

Manifestasi klinis pada Bayi


Jarang simtomatis pada bayi baru lahir demam, jaundice, gangguan paru, pembengkakan kelenjar limfe, pembesaran hati dan limpa, Rash, mikrosepali, Anemia, Trombositopenia menyebabkan buta, tuli, retardasi mental, kematian Baru tampak gejala masa pertumbuhan

RESIKO :
BBLR Prematur 30-40% Kematian intra uterin Mortalitas 20-30% Abortus

KOMPLIKASI
Infeksi SSP : meningoencephalitis, kalsifikasi,
mikrosefali, gangguan migrasi neuronal, kista matriks germinal, hidrosefalus

Gejala : kelesuan, hypotonia, kejang, dan Sensorineural hearing defisit (SNHD) Kelainan mata : korioretinitis, neuritis optik,
katarak, koloboma, mikroftalmia Hepatomegali : serum bilirubin direk transaminase

DIAGNOSIS
Tes serologi Amniosentesis ( paling baik UK 21-23minggu) Isolasi virus (cara terbaik tapi waktu lama) tenggorokan, urin, dan cairan tubuh PCR Pemeriksaan radiologi Pemeriksaan laboratorium

Penilaian Hasil Serologi


Infeksi Primer : Titer antibodi anti CMV > 4 X Low IgG Avidity Isolasi virus Antibodi IgM ibu (+) Infeksi Kongenital :
IgM spesifik serum janin (+) Isolasi virus Konfirmasi imunologi spesifik

PEMERIKSAAN RADIOLOGI
(USG, CT scan, MRI) Identifikasi: PJT simetri, hidrop, asites, kelainan SSP, oligohidramnion, polihidramnion, hidrops nonimun, asites janin, mikrosefali, hidrosefalus, kalsifikasi intrakranial, hepatosplenomegali, dan kalsifikasi intrahepatik

PENCEGAHAN
mengendalikan infeksi CMV : ?? Menjaga kebersihan Hindari kontak dengan sumber infeksi Screening pada transfusi darah atau transplantasi organ Antibodi tak dapat lindungi kemungkinan infeksi berikutnya vaksinasi ? menunda kehamilan bila + infeksi primer CMV

TERAPI
o Tidak ada pengobatan yang efektif. o meredakan gejala dan mencegah komplikasi Pilihan terbaik dan pencegahan: gansiklovir dan valgansiklovir. lini kedua: foscarnet dan cidofovir efek samping terhadap janin o Cytomegalovirus Intravenous Immune Globulin (Human) (CMV-IGIV) imunisasi pasif , profilaksis

TES SEROLOGI

Fase akut Titer 4x IgM spesifik 1 2 minggu setelah infeksi primer menetap 1 3 bulan Prenatal ( trimester I ) : CVS antigen spesifik, RNA

KLASIFIKASI SINDROMA RUBELLA KONGENITAL


1.CRS confirmed defek &/1/> tanda :
Virus rubella (+) IgM spesifik rubella (+)

IgG spesifik rubella menetap

2.CRS compatible defek (+) lab tak lengkap. Terdapat 2 a/ 1a+ 1b:
a. b. Katarak &/ glaukoma kongenital, CHD, tuli, retinopati. Purpura, splenomegali, kuning, mikrosefali, retardasi mental, meningoensefalitis, kelainan tulang.

3.CRS possible. klinis yang tak memenuhi kriteria CRS compatible


4. 5. 6. Infeksi rubella kongenital. Temuan serologi tanpa defek Stillbirth karena rubella maternal. Bukan CRS. Laboratorium tak sesuai CRS, (-) antibodi rubella anak <24 bulan & ibu.

PENCEGAHAN
Vaksinasi virus rubella yang dilemahkan kekebalan lama seumur hidup. tidak boleh pada bumil (vaksin virus hidup : polio,MMR, varicella) Bumil hindari orang yang terinfeksi + vaksinasi setelah melahirkan Vaksin virus mati (vaksin influenza, Hep. A&B), Imunoglobulin boleh selama hamil

PENGOBATAN
Simtomatis amantadin menghambat stadium awal infeksi rubella pada sel yang dibiakkan tidak berhasil untuk mengobati rubela kongenital, tidak untuk bumil Ribavirin belum diketahui keamanannya selama kehamilan Interferon dan isoprinosin: hasil yang terbatas

HERPES

HERPES SIMPLEKS
virus double-stranded DNA Alphaherpesvirinae subfamily dari Herpes viridae replikasi secara intranuklear dan menghasilkan inklusi intranuklear khas
2 tipe : o HSV tipe 1( herpes labialis ) o HSV tipe 2( herpes genitalis )

EPIDEMOLOGI
prevalensi infeksi HSV: sangat rendah: kanak-kanak &remaja awal meningkat usia produktif-40th

Tipe tersering = HSV-1 (80-90%) Herpes genital : HSV-2 (70-90%) & HSV-1 (10-30%)
Herpes genital Infeksi neonatus 60% abortus, mortalitas 50% bayi lahir hidup cacat neurologik, kelainan pada mata

PENULARAN
kontak pribadi (terutama kontak seksual) inokulasi virus ke permukaan: Mukosa rentan (oropharynx, serviks, konjungtiva) luka kecil di kulit sekret kelenjar dan sekret genital ibu janin

Virus ini mudah dilemahkan pada suhu kamar dan pengeringan

Infeksi primer
3 6 hari gejala muncul setelah kontak virus Transmisi saat gejala maupun saat asimptomatis bertahan di ganglia saraf sensoris HSV-1 dominan orofacial ganglia trigeminal HSV-2 dominan lesi genital ganglia lumbosakral

Infeksi Laten
tidak menghasilkan protein virus
tidak terdeteksi mekanisme pertahanan tubuh host bereplikasisaraf periferinfeksi berulang

INFEKSI PRIMER
Dapat asimptomatis
lesi vulva, disuria

Pada pemeriksaan: ulkus multiple + nyeri hebat. Kadang pembesaran kelenjar inguinal

Infeksi non-primer episode pertama


riwayat lesi oro-labial HSV-1infeksi genital HSV 2

(perlindungan silang) gejalaHSV 2 lebih ringan biasanya lebih asimptomatik dibandingkan infeksi primer.

Herpes Rekuren
Asimptomatis (subklinis) - Ringan Sering didahului oleh rasa gatal, pedih, ngilu di area yang akan timbul erupsi Pemeriksaan: (+) 1-2 ulkus 90% penderita infeksi HSV 60% HSV 1 kekambuhan tahun pertama

Infeksi Ibu-Janin
1. hematogenplasenta 2. Virus menginvasi uterus setelah selaput ketuban pecah 3. kontak langsung persalinan pervaginan pada infeksi aktif.

Infeksi Herpes Neonatus


Disseminata (70 %) Menyerang organ penting ( otak, paru, hati, adrenal ) Kematian > 50 % DIC, pneumonitis, kerusakan otak, prematur Lokalisata ( 15 %) Kematian <, bila tak diobati 75 % disseminata Gejala mata, kulit, otak kebutaan, 30 % kelainan neurologis keterlibatan terbatas SSP, mata, kulit, mukosa, ensefalitis +/- kulit setempat Asimtomatik : Sebagian kecil

Diagnosis
Klinis : Lesi khas vesikuler-dasar eritema-bersifat rekurenulserasi herpes Kultur sensitifitas 95 % lesi baru mahal, lama (> 48 jam ) Serologi : ELISA sensitifitas 97,5 % dan spesifisitas 98 %, akurat UK: 12-16 minggu

Pemeriksaan terhadap :
diduga terinfeksi banyak pasangan seks sebelum hamil bila (-) periksa pada kehamilan dini bila (-), periksa pasangannya dan pasangan (+) dgn riwayat Herpes Genital, periksa (istri) menjelang akhir kehamilan Neonatus yang ibunya terinfeksi

PENCEGAHAN
Hindari Hub seksual sampai 1-2 setelah gejala
(+)

infeksi dianjurkan tidak hamil

Bumil (+) infeksi waspada: partus prematurus, viremia


College of Obstetricians and Gynecologists (1999): Indikasi SC ibu dengan lesi genital aktif prodormal khas yang mengisyaratkan akan muncul lesi

Bayi boleh rawat gabung dengan menghindari kontak dengan lesi

Herpes primer
menurunkan berat dan lamanya gejala. tidak dapat mencegah latensi= tidakmencegah serangan ulang Regimen :
Acyclovir 3 dd 200 mg selama 5 hari ( untuk ibu hamil dan menyusui) Famcyclovir 3 dd 250 mg selama 5 hari Valciclovir 2 dd 500 mg selama 5 hari

Analgesik Pemeriksaan PMS lain Penjelasan akan kemungkinan berulangnya penyakit

Herpes Genital Rekuren


Rekurensi bersifat self limiting dengan terapi suportif Rekurensi ringanpemberian sedini mungkin terutama erupsi belum muncul Dosis :
Acyclovir 5 dd 200 mg selama 5 hari Famciclovir 2 dd 125 mg selama 5 hari Valaciclovir 1 dd 500 mg selama 5 hari

Pengobatan
Acyclovir : Penghambat kompetitif polimerase DNA virus dan merusakrantai DNA Selektif terhadap sel terinfeksi Keamanan tinggi, termasuk bayi Vaksin : belum ada yang efektif

Foscarnet
HSV resisten Acyclovir: 40 mg/kg IV setiap 810 jam selama 10-21 hari Mukokutaneus, resisten acyclovir: 40 mg/kg IV, selama 1 jam, setiap 8-12 jam selama 2-3 minggu atau hingga sembuh.

TOPIKAL
Penciclovir krim 1% (tiap 2 jam selama 4 hari) Acyclovir krim 5% (5 kali sehari selama 5 hari) Idealnya, digunakan 1 jam setelah munculnya gejala efektif dalam mengurangi gejala serta membatasi perluasan daerah lesi.

TERIMAKASIH