Anda di halaman 1dari 2

BAB I PENDAHULUAN Pada tahun 1998, sekitar 12,800 perempuan di Amerika menderita kanker serviks, dan 4,800 diantaranya

meninggal dunia. adanya alat pendeteksi yang tepat. "i #nd!nesia, kanker serviks masih merupakan masalah kesehatan perempuan sehu ungan dengan angka kejadian dan angka kematiannya yang tinggi. Keterlam atan diagn!sis pada stadium lanjut, keadaan umum yang lemah, status ek!n!mi yang rendah, keter atasan sum er daya, sarana, dan prasarana, jenis hist!pat!l!gi, dan derajat pendidikan ikut serta dalam menentukan pr!gn!sis penderita. "i andingkan dengan keganasan ginek!l!gis lainnya, kanker serviks menyerang $anita muda. %aka dari itu, skrining ne!plasia dengan Pap smear dimulai ketika masa remaja atau de$asa muda. #nsidensi dan m!rtalitas kanker serviks masih menempati urutan kedua ter anyak setelah kanker payudara, dimana setiap tahunnya terdapat &00.000 kanker serviks invasive aru dan '00.000 kematian. (ementara itu, di negara erkem ang masih menempati urutan pertama se agai penye a kematian aki at kanker pada $anita usia repr!dukti).1,2 Ke anyakan penye a kanker ini adalah in)eksi *uman Papill!mavirus +*P,-, meskipun )akt!r-)akt!r penjamu lainnya erhu ungan dengan pr!gresi dari in)eksi a$al. Angka kejadian karsin!ma serviks turun se.ara drastis semenjak diperkenalkannya teknik skrining Pap Smear !leh Papanicolaou. /er eda dengan negara maju, di negara sedang erkem ang skrining dengan Pap (mear tidak ter ukti mampu menurunkan insidensi dan angka kematian aki at karsin!ma serviks. "i #nd!nesia, erdasarkan metaanalisis, akurasi pap smear ervariasi sangat le ar antara satu senter dengan senter lain. (elain itu, keter atasan pengetahuan, status s!sial ek!n!mi, ke udayaan dan p!litik, ge!gra)i, dem!gra)i juga erpengaruh. Pr!gram skrining yang elum memasyarakat di negara erkem ang dan kanker serviks sendiri elum merupakan pr!gram pemerintah Kanker serviks ini jarang ditemukan pada negara-negara erkem ang, hal ini dise akan !leh karena tidak

sehingga ditangani !leh per!rangan, perkumpulan, dan lem aga s$adaya masyarakat, sehingga mudah dimengerti mengapa insiden kanker serviks masih tetap tinggi.1,2 Pada dasarnya diagn!sis tum!r ganas pada serviks uterus tidaklah sulit, apalagi kalau tingkatannya sudah agak lanjut. 0ang menjadi masalah adalah agaimana mendeteksi sedini mungkin. "iagn!sis tum!r ganas pada serviks uterus tidaklah sulit, ila tingkatannya sudah agak lanjut. 1amun hal yang terpenting dalam menghadapi penderita kanker serviks adalah menegakkan diagn!sis sedini mungkin dan mem erikan terapi yang e)ekti) dan sekaligus memprediksi pr!gn!sisnya. *ingga saat ini pilihan terapi masih ter atas pada !perasi, radiasi, kem!terapi, atau k!m inasi dari e erapa m!dalitas dari terapi-terapi ini.2 2erapi ervariasi dan se.ara khas ditentukan !leh stadium klinis dari ervariasi pula. Pada stadium a$al kanker serviks. Pr!gn!sisnya sanget

mempunyai angka survival tinggi tetapi tingkat rekurensi rendah. (edangkan untuk stadium lanjut, pr!gn!sis jangka panjangnya le ih uruk. 4