Anda di halaman 1dari 3

BAB V 1. Karakteristik Sampel Semua sampel diperoleh secara langsung oleh peneliti. 2. Data gejala klinis 3.

Hasil Identifikasi Bakteri Identifikasi Mikrobiologi *penjelasan proses kultur Identifikasi Molekular *penjelasan proses CPR

BAB VI 6.1. Hasil pemeriksaan antigen H Pada penelitian ini didapatkan dari 2 sampel pasien demam tifoid dengan kultur positif S. typhi ditemukan antigen flagellar serotype H1-d pada S. typhi pada seluruh sampel tersebut. Tidak ditemukan serotype H1-j dan H;z66. Hasil ini tidak sesuai dengan penelitian Grossman et all dimana dari 321 isolat dari beberapa rumah sakit di kota Jakarta, Jogjakarta, Surabaya dan Palembang pada tahun 1987 sampai 1990 ditemukan 270 sampel dengan antigen flagellar serotype H1-d dan 51 serotype H1-j. Pada penelitian tersebut dari . sampel yang diperiksa di tempat penelitian tersebut juga ditemukan sampel yang mengandung antigen H1-d sebanyak . sampel. Penelitian lain dilakukan oleh di Makassar, dari sampel yang diperiksa didapatkan sampel ya ng mengandung antigen H1-d sebanyak dan H1-j sebanyak. Dari kedua penelitian diatas didapatkan jenis antigen H1-j dan Hz:66 yang tidak ditemukan dalam penelitian ini

Jumlah penemuan jenis antigen H pada salmonella typhi sangat bergantung pada hasil kultur darah pasien suspek demam tifoid dimana dalam penelitian ini hanya ditemukan dua kultur positif dari seluruh sampel darah yang diperiksa. 6.2. gambaran gejala klinis berdasarkan jenis antigen Pada umumnya apabila Salmonella typhi yang menginfeksi manusia memiliki antigen H1-d pada flagellanya, maka pasien tersebut memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mendapatkan gejala klinis yang lebih parah. Baken at al dalam penelitian menjelaskan bahwa Salmonella typhi dengan antigen H1-d memiliki flagella yang lebih panjang dibandingkan dengan Salmonella typhi dengan antigen H1-j dan Hz;66. Flagella merupakan salah satu faktor yang menentukan tingkat virulensi dari kuman S. typhi. Semakin panjang flagella yang dimiliki maka pergerakan S. typhi akan semakin baik sehingga kemampuan invasi dari kuman tersebut juga semakin meningkat. S. typhi yang masuk ke dalam tubuh manusia pertama tama akan menembus usus dan akhirnya masuk ke dalam flag peyeri sebelum masuk ke dalam darah dan menyebar ke seluruh organ tubuh manusia. Setelah menyebar ke seluruh organ tubuh manusia melalui darah,

Gejala Klinis pasien 6.2.1 Gejala Umum Kedua pasien dalam penelitian ini menderita gejala gejala sedikit berbeda. Pasien pertama mengeluhkan beberapa gejala umum seperti demam dll. Sedangkan pada pasien kedua ditemukan gejala umu sebagai berikut Demam merupakan tanda umum dari infeksi S. typhi. S. typhi Gejala lain 6.2.2 Komplikasi Intestinal Komplikasi intestinal yang sering ditemukan pada pasien demam tifoid antara lain perdarahan intestinal dan ulkus usus. Penelitian menemukan

6.2.3 Komplikasi Non intestinal Beragam komplikasi non intestinal yang dapat muncul misalnya gangguan kesadaran, syok, 6.3. Keterbatasan Penelitian 6.3.1. Jumlah Sampel Pada penelitian ini hanya didapatkan dua sampel selama kurun waktu penelitian. Salah satu hal yang menyebabkan hal tersebut adalah sulitnya menemukan sampel kultur darah positif pada pasien. 6.3.2 6.3.3 Quality Control

6.4 Implikasi untuk Bidang keilmuan