Anda di halaman 1dari 36

KELOMPOK KULIAH MATA

Leny Marlina Lenny Octavinawaty Iis Susilawati Siti Nurasyikin Ibrahim Christina Aryantie Lidia Eunike A. C Tommy Suhendra Jatnawati Flamboyong Chikih

( 10-2001-008 ) ( 10-2003-009 ) ( 10-2003-023 ) ( 10-2003-065 ) ( 10-2003-078 ) ( 10-2003-087 ) ( 10-2003-096 ) ( 10-2003-102 ) ( 10-2003-126 ) ( 10-2003-150 )

ANATOMI , FISIOLOGI DAN PEMERIKSAAN MATA

ANATOMI MATA
ANATOMI KELOPAK MATA
Fungsi : palpebra untuk melindungi bola mata terhadap trauma, trauma sinar serta pengeringan bola mata

Bagian bagian kelopak mata :

a.Kelenjar seperti : Kelenjar Sabasea Kelenjar Moll(kelenjar keringat) Kelenjar Zeis pada pangkal rambut Kelenjar Meibom pada tarsus b.Otot seperti : m.orbikularis okuli melingkar dalam kelopak atas dan bawah dan dibawah kulit kelopak m.Rioland, m.orbikularis berfungsi untuk menutup bola mata m.levator palpebra berfungsi untuk mengangkat kelopak mata atau membuka mata

c. Terdapat tarsus yang merupakan jaringan ikat dengan terdapat kelenjar Meibom yang bermuara pada margo palpebra d. Pembatas isi orbita dengan kelopak mata yaitu Septum orbita yang berasal dari Rima orbita e. Pembuluh darah yang memperdarahinya adalah a.palpebra f. Persarafan sensorik kelopak atas: ramus frontal N.V dan kelopak bawah oleh cabang ke II saraf ke V

ANATOMI SISTEM LAKRIMAL


Terbagi atas 2 bagian:
a. b. Sistem produksi atau glandula lakrimal terletak di temporo anterior superior rongga orbita Sistem ekskresi yang terdiei atas Pungtum lakrimal, kanalikuli lakrimal, sakus lakrimal dan duktus nasolakrimalis, airmata dari duktus lakrimal akan mengalir ke dalam rongga hidung di meatus interior

ANATOMI KONJUNGTIVA
a. b. Tempat penyerapan berbagai obat mata Terbagi atas:
Konjungtiva tarsal yang menutupi tarsus,konjungtiva tarsal sukar untuk digerakan dari tarsus. Konjungtiva bulbi menutupi sklera dan mudah digerakan dari sklera dibawahnya.

Konjungtiva fornises merupakan tempat peralihan antara konjungtiva tarsal dan bulbi

ANATOMI BOLA MATA


Dibungkus oleh 3 lapisan jaringan : 1. Sklera Merupakan jaringan ikat yang kenyal serta memberikan bentuk pada mata,bagian terluar yang lindungi mata,bagian terdepannya merupakan kornea 2. Jaringan Uvea Merupakan jaringan vaskular. Antara jaringan sklera dan uvea terdapat ruangan pembatas yang berpotensi untuk terjadinya Perdarahan Suprakoroid Terbagi atas iris, badan siliar, koroid. Pada iris terdapat pupil. Badan siliar menghasilkan cairan bilik mata(akuos humor) 3. Retina Terletak paling dalam dan mempunya 10 lapisan membran neurosensoris yang akan merubah sinar menjadi rangsangan saraf optik ke otak.

KORNEA
Dipersarafi oleh saraf yang berasal adaari saraf siliar longus, saraf nasosiliaris saraf ke V saraf siliar longus. Terbagi atas 5 lapisan : 1.Epitel - Tebal 50 um,5lapis epitel tidak bertanduk da lapisan sel basal dan sel poligonal - Pada sel basal terdapat mitosis untuk hasilkan membran basal 2.Membran Bowman - Terdapat dibawah membran basal epitel, merupakan kolagen, tidak ada sifat regenerasi 3.Stroma - Terdiri atas Lamel kolagen sejajar. Keratosit merupakan sel stroma kornea yang terletak diantara serat kolagen stroma 4.Membran Descement - Membran aseluler batas belakang stroma kornea, bersifat elastik dan berkembang terus seumur hidup 5.Endotel - Asal dari mesotelium berlapis satu heksagonal tidak ada regenerasi

UVEA
- Terdiri atas : iris, badan siliar, koroid PERDARAHAN UVEA: - Bagian anterior diperdarahi oleh 2buah arteri siliar posterior longus dan 7 buah arteri siliar anterior yang kemudian membentuk arteri sirkularis mayor pada badan siliar - Bagian posterior berasal dari arteri siliar posterior brevis PERSARAFAN UVEA - Berasal dari ganglion siliar - Terdapat 3 akar saraf : 1.Saraf sensoris : asal dari saraf nasosiliar untuk kornea, iris, badan siliar 2.Saraf Simpatis : untuk dilatasi pupil, mempersarafi pembuluh darah uvea dan melingkari arteri karotis 3.Saraf motor : rangsang parasimpatis untuk mengecilkan pupil

PUPIL

Dapat mengecil dan membesar Fungsi mengecil pupil untuk mencegah aberasi kromatis pada akomodasi dan memperdalam fokus

SUDUT BILIK MATA DEPAN


Terbentuk dari jaringan korneosklera dengan pangkal iris. Terjadi pengaliran keluar cairan bilik mata jika terhambat terjadi glaukoma Sudut bilik mata sempit terdapat pada mata berbakat glaukoma tertutup, hipermetropia, blokade pupil, katarak intumesen dan sinejia posterior perifer

LENSA MATA

Asal dari ektoderm permukaan


Mempunyai sifat : Kenyal atau lentur untuk akomodasi untuk menjadi cembung Jernih dan trasparan karena untuk media penglihatan Terletak ditempatnya Keadaan Patologik Lensa: - Tidak kenyal atau penyebab presbiopia - Keruh atau katarak - Tidak berda ditempatnya atau subluksasi atau dislokasi

BADAN KACA
Terletak antara lensa dan retina kandungan 90% air tidak ada pembuluh darah maupun sel Berfungsi untuk: a.mempertahankan mata agar tetap berbentuk bulat b.Mengisis ruang untuk meneruskan sinar dari lensa ke retina Perlekatan pada : ora serata, pars plana pail saraf optik -

RETINA
-

Mengandung reseptor cahaya


Terdiri atas lapisan : a. Lapis fotoreseptor : lapisan terluar terdiri atas sel batang ramping & kerucut b. Membran limitans eksterna : suatu membran ilusi c. Lapisan nukleus luar d. Fleksiform luar : aseluler tempat sinaps sel fotoreseptor dengan sel bipolar dan sel horizontal e. Nukleus dalam : aselular, tempat sinaps sel bipolar, sinaps sel amakrin dan sel ganglion f. Lapisan sel ganglion g. Lapis serabut saraf h.Membran limitan interna

SARAF OPTIK
-

Keluar melalui polus posterior bola mata Terbagi atas saraf penglihatan dan serabut pupilomotor Kelainan dapat terjadi karena tekanan langsung / tidak langsung yang mempengaruhi penyaluran listrik

SKLERA
-

Pelindung bola mata Berjalan dari papil saraf optik sampai kornea Dapat terjadi kekakuan sklera yang meninggi : contoh pada pasien DM Kekakuan merendah pada : eksoftalmus, goiter, miotika, minum air banyak

RONGGA ORBITA

Dinding orbita terdiri atas tulang Atap atau superior : os.frontal Lateral os.frontal, os. zigomatik, ala magna os. sfenoid Inferior os. zigomatik, os. maksila, os. palatina Nasal os. maksila, os. lakrimal, os. etmoid Foramen optik terletak pada apeks rongga orbita, dilalui oleh saraf optik, arteri, vena, dan saraf simpatik yang berasal dari pleksus karotid. Fisura orbita superior di sudut orbita atas temporal dilalui oleh saraf saraf troklear (IV), saraf okulomotor (III), lakrimal (V), saraf frontal saraf toklear (IV), saraf nasosiliar (V), abdusen(Vl), dan arteri vena oftalmik. Fisura orbita inferior terletak di dasar tengah temporal orbita dilalui oleh saraf infra-orbita dan ziqomatik dan arteri infra orbita.

OTOT MATA
1. Oblik inferior, aksi primer : ekstorsi dalam abduksi sekunder : elevasi dalam adduksi : abduksi dalam elevasi 2.Oblik superior, aksi primer : intorsi pada abduksi sekunder : depresi dan adduksi : abduksi dalam depresi 3.Rektus inferior, aksi primer : depresi pada abduksi sekunder : ekstorsi pada abduksi : aduksi pada depresi 4. Rektus lateral, aksi abduksi 5. Rektus medius, aksi adduksi 6. Rektus superior aksi primer sekunder : elevasi dalam abduksi : intorsi dalam aduksi : aduksi dalarn elevasi

PEMERIKSAAN MATA
PENGAMATAN
- Melihat keadaan pasien mulai dari pertama memasuki ruangan

PEMERIKSAAN
- Menilai suatu keadaan mata - Pemerikassaaan Loupe dengan sentolop - Pemeriksaan dengan Tonometer - Pemeriksaan tekanan intraokular mata - Oftalmoskop : Melihat bagian dalam mata atau fundus okuli pada kamar gelap - Kampimeter dan Perimeter Pemetaan lapang pandang terutama daerah sentral dan para sentral Terbagi dalam cara Pemeriksaan konfrontasi, Pemeriksaan perimeter, Pemeriksaan target screen Normal : 90 derajat temporal, 50 derajat atas, 50 derajat nasal,65 derajat bawah

- Fluoresein Untuk melihat terdapatnya efek epitel kornea, fistel kornea dan jika disuntikan IV untuk foto pembuluh darah - Eksoftalmometer Hertel Tindakan pengukuran penonjolan bola mata dengan alat hertel Normal 12-20mm, Penonjolan 21-23mm ringan, 23-27 sedang, lebih dari 28mm berat - Uji ishihara atau buta warna - Amsler Grid Memeriksa penglihatan sentral makula jika terjadi metamorfopsia terdapat gangguan kuantitatif sel kerucut pada makula - Papan placio Melihat permukaan kornea - Gonioskop Pemeriksaan kasus yang dicurigai glaukoma

- Uji Ultrasonografi Melihat struktur abnormal pada mata dengan kepadatan kekeruhan media. - Sken B ultrasonografi Melihat susunan jaringan intraokular melalui pemotretan dalam mata - Elektroretinografi Melihat kerusakan luas pada retina - Visual evoked response Melihat gangguan rangsangan atau penglihatan melalui pembandingan rangsangan sampai pada korteks

GEJALA KELAINAN MATA

Kedudukan Bola Mata

-Normal -Eksoftalmus -Enoftalmus -Tropia -Eksotropia, mata juling kedalam -Eksotropia, mata juling keluar -Foria, deviasi tersembunyi bolamata -Eksoforia, mata berbakat juling kedalam -Eksoforia, mata berbakat juling keluar

Pergerakan Bola Mata

-Normal atau terganggu kearah tertentu

KELAINAN MATA OBJEKTIF


I. Kelopak Mata
Kelainan Palpebra Superior

Bengkak difus, terdapat pada sindrom nefrotik, penyakit jantung, anemia, clakrioadenitis, dan hipertiroid Bengkak berbatas tegas, kalazion, tumor Blefarospasme, kedipan kelopak yang keras dan hilang waktu ticlur Blefarospasme, renjatan otot orbikularis okuli kelopak akibat spasme,letih atau rentan. Merupakan tindakan memejamkan mata dengan kuat yang tak disadari Ekimosis Pseudoptosis Ektropion Ptosis Entropion Sikatriks Lagoftalmus Xantelasma Supersillia Merah, Radang, Jamur Trikiasis

Pemeriksan Fungsi Kelopak


Melihat fungsi penutupan kelopak terutma yang dicurigai dengan parese fasial,trauma, tidak sadar,anestesia, dan beberapa penyakit sistemik

Uji Edrofonium
Untuk mengetahui ada tidaknya miastenia gravis

APARATUS LAKRIMAL
Pemeriksaan fungsi sistem lakrimal dan kelopak I. Uji Anel Pemeriksaan fungsi ekskresi lakrimal Melalui penyemprotan garam fisiologis dalam kanalikuli dan pungtum lakrimal II. Uji Rasa Penetesan sakarin pada konjungtiva jika pasien merasa manis berarti ekskresi baik III. Uji Schirmer I Pemeriksaan untuk keratokonjungtiva sika yang dinilai melalui kuantitas dan kualitas air mata IV.Uji Schirmer II Pemeriksaan refleks sekresi lakrimal

KONJUNGTIVA
I.RADANG Tanda-tanda radang pada mata: Konjungtivitis :Hiperemi tarsus, konjungtiitis folikular Keratitis :Infiltrat, edem, vaskularisasi Skleritis :Benjolan hiperemi, nekrosis, sklera tipis Uveitis :Sel dalam benda kaca,fokus dalam koroid Retina vaskulitis :Perdarahan, eksudat, udem

Konjungtiva tarsal superior Folikel goble stone Membran Papil Raksasa Sikatriks Pseudomembran Simblefalon
Konjungtiva tarsal inferior Folikel, Papil, Sikatris, Hordeolum, Kalazion

Papil

Konjungtiva Bulbi Sekret, injeksi konjungtival, injeksi siliari, injeksi episklera, perdarahan subkonjungtiva, flikten, simblefaron, bercak digenerasi

BOLA MATA
Kelainan Kornea Makrokornea Mikrokornea Erosi Infiltrat Pannus Xerosis kornea Keratomalasia Stafiloma Fistel Arkus senil Edema kornea Ulkus Sikatriks Leukoma adheren Keratik presipitst

Pemeriksaan Kornea - Uji Fluoresein Pemeriksaan defek permukaan kornea melaui gambaran hijau pada kornea setelah diperikasa dengan kertas fluoresein - Uji Festel Untuk mengetahui letak dan kebocoran retina - Uji Sensibilitas Kornea Pemeriksaan fungsi trigeminus dan fasial kornea Papan Placio Untuk melihat lengkungan kornea

UVEA ANTERIOR
KELAINAN IRIS
Atrofi Kelainan pembuluh darah Sinekia anterior Sinekia Posterior

KELAINAN PUPIL
Isokoria Midriasis Miosis Anisokoria Hipus Oklusi pupil Seklusi pupil Leukokoria

PEMERIKSAAN PUPIL
Melalui pemeriksaan refleks pupil, seperti :
Refleks

pupil langsung, mengecil bila disinari. Refleks pupil tak langsung, refleks ini terjadi karena dekusasi pupil mengecil tanpa sinar Refleks koklea, dengan rangsangan garpu nada, terjadi midriasis setelah miosis Refleks sinar Refleks orbicular, dengan rangsangan menutup kelopak terjadi monokuler miosis

BILIK MATA DEPAN

Kelainan pada bilik mata dinyatakan dangkal, dalam, suar, hifema, hipopion Sudut mata depan dibentuk jaringan korneo-sklera dengan pangkal iris untuk pengeluaran cairan bilik mata Sudut bilik mata depan sempit terdapat pada mata : glaukoma sudut tertutup, hipermetropia, blokade pupil, katarak intumesen, dan sinekia posterior perifer

LENSA
PEMERIKSAAN LENSA - Uji Bayangan Iris Prinsipnya semakin sedikit lensa yang keruh semakin besar bayangan iris pada lensa yang keruh, bila letak bayangan jauh dan besar berarti cataract immature bila bayangan dekat dan kecil berarti lensa katarak matur.

BADAN KACA
Bila terdapat kekeruhan dalan badan kaca, maka akan terjadi gangguan penglihatan
Gangguan ini dapat berupa suatu muscae volitantes

Cara pemeriksaannya melalui pemeriksaan fundus okuli akan terlihat : - Refleks fundus terlihat merah : mata normal. - Refleks fundus tidak terlihat : akibat jaringan fibrosis Badan kaca terletak antara lensa dengan retina, mengandung air 90%, tidak terdapat pembuluh darah dan sel

RETINA
I. KELAINAN FUNDUS OKULI
Pemeriksaan fundus okuli dengan ophtalmoskop, untuk memeriksa: - adanya kekeruhan pada media penglihatan yang keruh - untuk memeriksa fundus okuli terutama retina dan papil saraf optik

II. ELEKTRORETINOGRAFI
Untuk melihat kerusakan luas pada retina

III. VISUAL EVOKED RESPONSE


Pembandingan kedua mata sehingga dapat diketahui perbedaan rangsang yang sampai pada korteks

IV. PEMERIKSAAN RETINA dan MAKULA


Uji Proyeksi Sinar Adaptasi Gelap Amsler Grid Uji Defek afferent pupil, pupil Marcuss Gunn, fungsi makula dan saraf optik Uji Diskriminasi dua sinar / uji untuk makula Uji Maddox Rod Uji Interferometri/Retinometri Uji Ishihara

SARAF OPTIK Pemeriksaan fungsi saraf optik : uji defek aferen pupil, uji sentolop berayun

SKLERA Sklera yang berhubungan erat dengan kornea disebut limbus Kekakuan sklera dapat meninggi pada pasien DM, merendah pada eksoftalmos goiter, miotika, dan meminum air banyak.

PEMERIKSAAN TAJAM PENGLIHATAN

Uji lubang kecil Untuk mengetahui apakah tajam penglihatan yang kurang akibat kelainan refraksi atau kelainan organik media penglihatan Uji pengkabutan / fogging test Untuk pemeriksaan astigmatisme dengan mengistirahatkan akomodasi dengan menggunakan lensa positif Uji celah stenopik Untuk mengetahui adanya astigmatisme, melihat sumbu koreksi, mengetahui besarnya astigmatisme, menentukan rencana pembedahan iridektomi optik Uji silinder silang Dua lensa silinder yang sama dengan kekuatan berlawanan diletakkan dengan sumbu saling tegak lurus. Ekivalen sferisnya adalah nihil Digunakan untuk melihat koreksi silinder sudah cukup jauh atau telah penuh, untuk melihat apakah sumbu lensa silinder sudah sesuai Uji duokrom Untuk koreksi kacamata yang tepat dengan menggunakan kartu merah hijau yang ada huruf di atasnya. Warna hijau lebih jelas berarti mata hipermetropia, miopia pada warna merah Uji dominant mata Uji crowding phenomena Untuk mengetahui adanya ambliopia.

PEMERIKSAAN GLAUKOMA

Pemeriksaan tekanan bola mata


Menggunakan tonometer : tonometer Schiotz dan tonometer aplanasi Goldman

Gonioskopi
Untuk melihat keadaan sudut bilik mata

Uji lain pada glaukoma


Uji kopi Uji minum air Uji steroid Uji variasi diurnal Uji kamar gelap

PEMERIKSAAN GANGGUAN MOTOR SENSORIK VISUS atau STRABISMUS

Uji konvergensi Uji refleks kornea Untuk mengukur derajat deviasi bola mata dengan melihat refleks pada kornea, seperti metoda Hirschberg, metoda Krimsky, uji duksi, uji forced duction, uji tutup mata, uji tutup mata berganti prisma, uji tutup mata lama, uji tutup prisma serentak, uji Worths four dot