P. 1
FASILITASI PPDSBK/PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS BERBASIS KOMPETENSI

FASILITASI PPDSBK/PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS BERBASIS KOMPETENSI

|Views: 6,773|Likes:
Dipublikasikan oleh dr. Su Djie To Rante
SOSIALISASI
dan
Fasilitasi Pengisian Formulir
Program Pemberian Bantuan Pendidikan Dokter Spesialis/Dokter Gigi Spesialis Angkatan ketiga Tahun 2009
Departemen Kesehatan
Republik Indonesia
SOSIALISASI
dan
Fasilitasi Pengisian Formulir
Program Pemberian Bantuan Pendidikan Dokter Spesialis/Dokter Gigi Spesialis Angkatan ketiga Tahun 2009
Departemen Kesehatan
Republik Indonesia

More info:

Published by: dr. Su Djie To Rante on Sep 07, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

SO SIALISA SI dan Fasil it asi Pe ngisia n F ormulir Program Pemberian Bantuan Pendidikan Dokter Spesialis/Dokter Gigi Spesialis

Angkatan ketiga Tahun 2009

Departemen Kesehatan Republik Indonesia

RATAS BIDANG KESEHATAN TAHUN 2007
Pelaksanaan Percepatan Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan Medik Spesialistik PEMENUHAN KEBUTUHAN DOKTER SPESIALIS DI RUMAH SAKIT DAERAH
JADEK Program Penugasan Khusus Residen Senior JAJAN G Program Pemberian Bantuan Pendidikan Dokter Spesialis/Dokter

2

PERMENKES No. 535/MENKES/PER/ VI/2008 tentang Program Pemberian Bantuan Pendidikan bagi Peserta Program PDS/PDGS Dalam Rangka Percepatan Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan Medik Spesialistik KEPMENKES No. 538/MENKES/SK/VI/2008 tentang Komponen dan Tatacara Pemberian Bantuan Pendidikan Dokter Spesialis/Dokter Gigi Spesialis KEPMENKES No. 539/MENKES/SK/VI/2008 tentang Pedoman Penerimaan Peserta Program Pemberian Bantuan Pendidikan Dokter Spesialis/Dokter Gigi Spesialis Dalam Rangka Percepatan Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan Medik Spesialistik

Ketentuan Umum
 Peserta PPDS/PPDGS adalah para dokter umum/dokter gigi yang mengikuti pendidikan dokter spesialis/dokter gigi spesialis dan mendapatkan bantuan biaya pendidikan.  Jenjang 1 adalah suatu jenjang dimana peserta PPDS mampu menguasai kompetensi dapat menangani kasus-kasus yang umum, lama pendidikan antara 2 s.d 3 tahun.  Jenjang 2 adalah suatu jenjang setelah jenjang 1 dimana peserta PPDS telah menyelesaikan pendidikannya untuk menguasai semua kompetensi yang terdapat dalam kurikulum bidang spesialis masingmasing. lama pendidikan antara 1 s.d 2 tahun

PROGRAM PEMBERIAN BANTUAN PDS/PDGS

• Dilaksanakan dalam rangka percepatan pemenuhan kebutuhan akan dokter spesialis/dokter gigi spesialis di RS Pemerintah. • Bidang spesialisasi & jumlah peserta program ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dengan memperhatikan usulan Pemerintah Daerah. • Penugasan pelayanan medis spesialistik di daerah merupakan bagian dari tahapan pendidikan setelah jenjang 1. • Pelaksanaan penugasan berada di bawah tanggung jawab Dekan FK Pengampu bersama-sama dengan Depkes, Ka. Dinkes Prop/Kab/Kota, Direktur RS tempat penugasan. • Pendayagunaan peserta pasca pendidikan langsung berada di bawah tanggung jawab Gubernur/Bupati/Walikota.

PESERTA PENERIMA PROGRAM BANTUAN • Dokter umum/dokter gigi yang akan mengikuti PPDS/PPDGS dan atau sedang mengikuti pendidikan • Dokter umum/dokter gigi yang berstatus Pegawai Negeri Sipil/Calon Pegawai Negeri Sipil/Non Pegawai Negeri Sipil yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan. • Peserta Program diberikan bantuan biaya pendidikan selama program pendidikan sesuai kurikulum dan atau sesuai sisa program pendidikan lanjutan yang ditetapkan oleh masing-masing bidang spesialis.

KEWAJIBAN PESERTA PENERIMA PROGRAM BANTUAN • Peserta Program, wajib: • Menyelesaikan program pendidikan sesuai jadwal waktu dan kurikulum bidang spesialis di masing-masing institusi pendidikan ; • Mentaati dan melaksanakan peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk ketentuan kedinasan yang berlaku bagi Pegawai Negeri Sipil; • Melaksanakan tugas profesi kedokteran sesuai dengan program Pemerintah di bidang kesehatan. Peserta Program dilarang pindah program pendidikan dan atau pindah ke institusi pendidikan selain yang telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah dapat mengangkat Peserta Program yang berstatus Non PNS menjadi PNS sesuai dengan ketentuan yang berlaku, selama peserta masih mengikuti atau setelah menyelesaikan pendidikan.

KETENTUAN PEMBERIAN BANTUAN PDS/PDGS Besaran bantuan biaya pendidikan yang diberikan kepada peserta Program disesuaikan dengan alokasi anggaran yang tersedia pada tahun anggaran yang sedang berjalan. Komponen bantuan biaya program terdiri dari Biaya hidup; Uang buku dan literatur; Transport lokal; Biaya Penelitian; Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP); Bantuan Operasional Pendidikan (BOP); Karya ilmiah dan/atau kursus wajib; Penyelenggaraan ujian nasional; Bantuan pengembangan kolegium; Biaya perjalanan dari Propinsi pengusul ke lokasi pendidikan; Ketentuan komponen dan tatacara pemberian bantuan biaya program pendidikan ditetapkan tersendiri dengan Keputusan Menteri Kesehatan.

KOMPONEN DAN BESARAN BIAYA
NO. KOMPONEN BIAYA 1 A. 1. 2 BIAYA SATUAN 3 KETERANGAN 4

Bantuan Pendidikan Untuk Peserta PPDS/PPDGS Transport Rp. Sesuai bukti Maksimal, dibayarkan 1 kali selama kedatangan pengeluaran masa pendidikan Uang harian Rp. 350.000 pagu maksimal dibayarkan 2 hari selama masa pendidikan 500.000 Per-bulan, dibayarkan paket persemester selama masa pendidikan 500.000 Per-bulan, dibayarkan paket persemester selama masa pendidikan 1.000.000 Per-bulan, dibayarkan paket persemester selama masa pendidikan

2.

3.

Transport lokal

Rp.

4.

Buku dan literatur

Rp.

5.

Biaya hidup

Rp.

KOMPONEN DAN BESARAN BIAYA
NO. KOMPONEN BIAYA BIAYA SATUAN KETERANGAN 1 2 3 4 B. Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan 1. Sumbangan Penyelenggaraan Rp 4.000.000 Dibayarkan per-semester selama Pendidikan (SPP) . masa pendidikan 2. 3. Bantuan Operasional Pendidikan Rp (BOP) . Karya ilmiah dan/atau kursus wajib - Semester 1 Rp . - Semester 2 dst Rp . 20.000.000 Dibayarkan per-semester selama masa pendidikan

2.500.000 5.000.000 Rincian : •Rp. 4.500.000,- untuk Karya ilmiah dan/atau Kursus Wajib •Rp. 500.000,- untuk premi asuransi kesehatan/jiwa dan asuransi profesi 5.000.000 Dibayarkan maksimal 2 kali selama masa pendidikan 50.000 Dibayarkan per-semester selama masa pendidikan

4. 5.

Penyelenggaraan Ujian Nasional (Jenjang 1 dan Jenjang 2) Bantuan Pengembangan Kolegium

Rp . Rp .

KETENTUAN PENGHENTIAN BANTUAN PDS/PDGS  Bantuan biaya pendidikan berakhir terhitung sejak tanggal dinyatakan oleh Fakultas Kedokteran/ Kedokteran Gigi, bahwa peserta program pendidikan : • Telah lulus sebagai Dokter Spesialis/ Dokter Gigi Spesialis; • Berhenti dari pendidikan; atau • Pindah program pendidikan dan atau pindah ke institusi pendidikan selain yang telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan.  Pengakhiran bantuan biaya pendidikan ditetapkan tersendiri dengan Keputusan Menteri Kesehatan.

 Untuk kepentingan Nasional,
o Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Prop/Kab/Kota yang telah terpenuhi bidang spesialis tertentu, wajib memberikan persetujuan pindah kepada Peserta Program yang berstatus PNS/CPNS selama ybs mengikuti atau setelah menyelesaikan pendidikan untuk dialihkan status menjadi PNS di Prop/Kabu/Kota yang belum ada bidang spesialis tersebut. o Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Prop/Kab/Kota yang belum terpenuhi bidang spesialis tertentu, wajib memberikan persetujuan menerima Peserta Program yang berstatus PNS/CPNS dari Prop/Kab/Kota lain yang telah terpenuhi bidang spesialisnya selama peserta yang bersangkutan mengikuti atau setelah menyelesaikan pendidikan.

 Pemerintah Propinsi setempat mengatur penempatan/mutasi peserta program sesuai kebutuhan bidang spesialis pada Kab/Kota di wilayahnya dan apabila semua telah terpenuhi akan dialihkan ke Propinsi lain atas koordinasi Departemen Kesehatan. Bagi yang tidak dapat diangkat menjadi CPNS ditugaskan oleh MENKES dengan masa pengabdian sesuai dengan ketentuan

MASA PENGABDIAN

Peserta Penerima Program Bantuan Pendidikan Dokter Spesialis/Dokter Gigi Spesialis yang telah menyelesaikan pendidikan, wajib melaksanakan masa pengabdian. Masa pengabdian minimal N maksimal 2N (N= masa pendidikan yang dibiayai)

MASA PENGABDIAN PESERTA PROGRAM PEMBERIAN BANTUAN PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS/DOKTER GIGI SPESIALIS Masa pengabdian ditentukan sebagai berikut : •Bagi yang ditempatkan di seluruh Ibukota Propinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh Jawa dan Bali selama 2N. •Bagi yang ditempatkan pada Kabupaten/Kota tersebut di bawah ini ditetapkan selama N+2, yaitu :  Propinsi Banten : Pandeglang dan Lebak  Jawa Barat : Sukabumi dan Garut  Jawa Tengah : Banjar Negara, Wonogiri dan Rembang  DI Yogyakarta : Kulon Progo dan Gunung Kidul  Jawa Timur : Pacitan, Trenggalek, Bondowoso, Situbondo, Madiun, Bangkalan, Sampang dan Pamekasan.  Bali : Karang Asem

• Bagi yang ditempatkan di Kab/Kota di luar Jawa Bali, kecuali wilayah Indonesia Timur selama N+1. 4. Bagi yang ditempatkan pada Kab/Kota di wilayah Indonesia Timur tersebut di bawah ini selama N, yaitu : Propinsi Papua Propinsi Papua Barat Propinsi Maluku Propinsi Maluku Utara Propinsi Nusa Tenggara Timur Propinsi Sulawesi Barat Propinsi Sulawesi Tengah Propinsi Sulawesi Tenggara Propinsi Sulawesi Utara khusus Kab. Sangihe dan Kab. Talaud Propinsi Sulawesi Selatan khusus Kabupaten Kepulauan Selayar 5. Bagi peserta yang mengikuti Program Bantuan PDS/PDGS, tidak termasuk pelaksanaan penugasan jenjang 1 di daerah selama 6 (enam) bulan.

PEMBINAAN DAN PENGAWASAN
1. Menkes, KKI, MKKI, MKKGI, Pemda, dan OP terkait melakukan BINWAS sesuai dengan tugas, fungsi dan wewenang masing-masing. 4. Dalam rangka pengawasan, Menteri Kesehatan dapat mengambil sanksi administratif berupa Peringatan lisan, Peringatan tertulis, Penghentian bantuan, Pengembalian bantuan biaya pendidikan sampai dengan Pencabutan Surat Tanda Registrasi (STR) dan atau Surat Izin Praktik (SIP).  Pengembalian bantuan biaya pendidikan sebanyak 10 (sepuluh) kali dari jumlah biaya bantuan yang diterima,bagi peserta, apabila:  Pindah di luar bidang pendidikan yang ditentukan;  Berhenti bukan atas pertimbangan akademis;  Pengembalian bantuan biaya pendidikan sebanyak 20 (dua puluh) kali dari jumlah biaya bantuan yang diterima, bagi peserta yang telah menyelesaikan pendidikan dan tidak melaksanakan tugas sesuai program Depkes.

Kebijakan Program PDS/PDGS Angkatan Ketiga
1. Calon peserta yang diikutkan adalah diusulkan melalui  Calon peserta yang diikutkan adalah diusulkan melalui Dinkes DinkesPropinsi/Pokja Propinsi Propinsi/Pokja Propinsi  Dinyatakan administrasi oleh Tim Pusat berdasarkan: 2. Dinyatakan luluslulus administrasi oleh TimPusat berdasarkan:  - Status Kepegawaian: - Status Kepegawaian:  * PNS/CPNS/Pasca PTT * PNS/CPNS/Pasca PTT 45 th/31 Des 2008 Usia Maksimal * PTT/Honorer PTT/Honorer dan lainnya * dan lainnya  Usia Maksimal tertentu di Daerah - Kebutuhan Bidang Spesialis 35 th/31 Des 2008  - Kebutuhan - Kebutuhan BidangBidang Spesialis tertentu di Daerah Spesialis tertentu secara Nasional  - Kebutuhan Bidang Spesialis tertentu secara Nasional 8. Alokasi untuk pesertapeserta residen di sesuaikan dengan sisa  3. Alokasi untuk residen di sesuaikan dengan sisa alokasialokasi peserta baru hasil kelulusan seleksi akademik peserta baru hasil kelulusan seleksi akademik

Seluruh bidang spesialisasi kecuali :
Sp.PD Konsultan Geriatri, Sp.PD Konsultan Hematologi, Sp. Bedah Digestif, Sp. Bedah Onkologi, Sp. Anastesi Konsultan Intensive Care & Sp.Akupunktur Bidang Spesialis Ilmu Kedokteran Gigi hanya: Spesialisasi Bedah Mulut

Kebijakan Program PDS/PDGS Angkatan Ketiga
1. Penentuan hasil seleksi tidak berdasarkan pada

kapasitas penerimaan FK, tetapi mengacu pada skor yang telah disepakati oleh setiap program studi. 2. Peserta yang lulus tetapi tidak dapat diterima oleh karena keterbatasan tempat akan dilaporkan ke Kolegium Program Studi masing-masing Fakultas Kedokteran untuk dapat diatur penempatannya pada pusat pendidikan yang lain. 3. Bagi yang lulus seleksi akademik tetapi tidak sesuai dengan kebutuhan daerah/nasional maka biaya pendidikan dapat dibiayai oleh Pemda asal pengusul/biaya mandiri.

RENCANA REKRUTMEN PESERTA PROGRAM PDS/PDGS TAHUN 2009
No 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 Program Studi Ilmu Penyakit Dalam Ilmu Kesehatan Anak Ilmu Bedah Obsgyn Anestesi Patologi Klinik Ilmu Penyakit Jantung Kulit dan Kelamin Ilmu Penyakit Mata Ilmu Penyakit Paru Ilmu Penyakit Jiwa Radiologi Ilmu Penyakit Syaraf Ilmu Penyakit THT Rehabilitasi Medik
JUMLAH

13 13 13 13 9 9 7 11 11 6 9 3 10 10 3

x x x x x x x x x x x x x x x

2009 10 = 130 10 = 130 10 = 130 10 = 130 10 = 90 5 = 45 5 = 35 5 = 55 5 = 55 5 = 30 5 = 45 10 = 30 5 = 50 5 = 50 5 = 15
1040

DAFTAR INSTITUSI PENYELENGGARA PPDS
NO
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35

PROGRAM STUDI
Ilmu Penyakit Dalam Ilmu Kesehatan Anak Ilmu Bedah Obsgyn Anestesiologi Ilmu Penyakit Jantung Ilmu Kesehatan Forensik Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Ilmu Penyakit Mata Ilmu Penyakit Paru Psikiatri Radiologi Ilmu Penyakit Saraf Ilmu Penyakit THT Patologi Anatomi Patologi Klinik Bedah Orthopaedi Bedah Urologi Bedah Saraf Rehabilitasi Medik Bedah Plastik Kesehatan Olah Raga Mikrobiologi Klinik Kedokteran Nuklir Farmakologi Klinik Bedah Toraks & Kardiovaskular Kolegium Dokter Ind & dr keluarga Kolegium Kedokteran Kelautan Kolegium Kedokteran Okupasi Kolegium Parasitologi Klinik Kolegium Gizi Klinik Kolegium Ilmu Bedah Anak Kolegium Kedokteran Penerbangan Kolegium Andrologi Kolegium Akupunktur Ind

USU UNPAD
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

UI
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

UNDIP UGM UNAIR UNHAS UNSRI UNSRAT UNAND BRAW UNUD
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

UNS
* * * * *

JML
13 13 13 13 10 3 7 12 11 8 9 8 10 12 10 9 9 8 4 5 2 1 1 1 2 2 1 1 1 1 5 1 1

* *

* *

* * * * * * * *

* * *

* * * * * * *

* * * *

* * * *

*

*

* *

* *

*

*

*

*

*

* *

*

Jumlah

18

20

31

17

18

25

18

10

9

12

10

13

10

211

1. Formulir calon peserta tubel PPDS disediakan oleh Depkes (GRATIS) 2. Biaya yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab peserta: - Biaya pendaftaran = Rp. 100.000,- Biaya Seleksi akademik sesuai ketentuan yang berlaku di masing2 FK dan maksimal = Rp. 2.000.000,- Biaya transportasi dan akomodasi selama seleksi akademik 7. Depkes akan membiayai bantuan pendidikan hanya bagi peserta yang telah lulus administrasi dan seleksi

JADWAL SELEKSI AKADEMIK
No
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Universitas Andalas Universitas Sriwijaya Universitas Indonesia Universitas Padjajaran Universitas Gadjah Mada Universitas Negeri Sebelas Maret Universitas Diponegoro Universitas Airlangga Universitas Brawijaya Universitas Udayana Universitas Hasanuddin Universitas Sam Ratulangi

Jadwal

Pertengahan bulan Juli dan Januari 15 Maret-30 Mei 2009 April 2009 Awal Mei 15 April April, Minggu I April, Minggu I Setelah 15 April April 2009

Persyaratan Seleksi Akademik di FK

PERSYARATAN
No FK IPK 2,75 Neur o TOEFL Neuro dan Anest: 500, lainnya 450 USIA Max 35, bedah & anest belum ada batasan MASA KERJA IPD min sdh WKS bekerja 2 th Tidak buta warna, THT: > 80 dB, Bedah, Bedah Saraf, BTKV, Pulmo, Obgyn, Neuro:ATLS& ACLS Lainnya

1

UNSRI

2

UI

Msgmsg Bag

> 500

< 40 tahun

1 Tahun

3

UGM

S1& Profe si: 2,5 Ortho : 2,75 Ortho: 500

IKA, Orto, Obgyn, KK, Mata, THT max 35, lainnya max 40 th Ortho:max 35

1 Tahun

4

UNS

ATLS& ACLS

PERSYARATAN
No FK IPK TOEFL Obgyn& Bedah Sert TOEFL 2,5 sd Obgyn,IKA, 3 Rad 450 IPK > 500 < 35 USIA Anest < 36; Obgyn, Mata, THT, Kardio < 37,, Jiwa < 45, lainnya < 40 MASA KERJA Lainnya

5

UNDIP

Bedah: ATLS

6 7 8

UNIBRAW UNHAS UNSRAT

Obgyn: TB:150 Pr, 160 Lk Lama menyelesaikan pend S1 dokter Bedah: ATLS

CONTACT PERSON
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 FK USU UNAND UNSRI UI UNPAD UGM UNS UNDIP UNAIR UNIBRAW Wijayanti Nama Eti Firdaus Erna Eny Dedi Nana Dwi Tarmo Wid Deni Dwi (0341) 335222, 362101 pes 1262 Telepon 081362358702 081363262727 081367706106 (021) 3153236 08122006413 (0274) 560300,6492505 psw 205 08121520260 08122509667 0811377524 www.ppds.fk.ugm.ac.id WEBSITE

CONTACT PERSON
No 11 12 13 FK UNUD UNHAS UNSRAT Nama Agung Irwan Ernan Telepon (0361) 222378, 8007446 (0411) 5077912, 081355755198 (0431) 846977 http:/med.unhas.ac.id WEBSITE

No 1 2

FKG UNPAD UGM

Nama Ani

Telepon 08164217901, (022) 2532805 (0274) 6492540

WEBSITE

1. FK : USU, UNAND, UNSRI, UI, UNDIP, UNS, UNIBRAW, UNUD, UNHAS & UNSRAT Biaya Pendaftaran Rp. 100.000,Bank BNI 46 Cabang Pembantu UI Salemba No. Rekening : 000.6693.996 a.n. PPDS/CHS Kontak Person : Ibu Erna Telp. 021.3100354/fax 021.3907411 6. FK UGM Biaya Pendaftaran Rp. 1.000.000,Bank Mandiri Cabang RS Dr. Sardjito No. Rekening : 137.000.3010.275 a.n FK UGM Kontak Person : Ibu Nana Telp. 08164228864 11.FK UNPAD Biaya Pendaftaran Rp. 1.000.000 Dibayarkan langsung pada saat peserta mengikuti test akademik Kontak Person : Bpk Edi Telp. 022. 2036549 15.FK UNAIR Biaya Pendaftaran Rp. 150.000 Bank Jatim Cabang RSU Dr. Sutomo No. Rekening : 032.101.4518 a.n. Divisi MKDU/PRADIK Kontak Person : Ibu Esti Telp. 0816519290

Biaya Pendaftaran PPDS/PPDGS

ALUR PROSES REKRUTMEN PESERTA PROGRAM BANTUAN PDS/PDGS
USUL POKJA/ DINKES PROP
PROP

INPUT & VERIFIKA SI DATA
DEPKES

FASILITAS I ISI FORMULIR
DEPKES & PROP

VERIFIKA SI FORM DI DEPKES
DEPKES

SELEKSI AKADEMIK FK

PEMANG -GILAN CALON PESERTA FK

VERIFIKA SI FORM & SELEKSI ADM DI FK FK

KIRIM FORM UTK SELEKSI KE FK

DEPKES

PENGIRIMAN NAMA YG LULUS SELEKSI AKADEMIK FK

INPUT HASIL LULUSAN
DEPKES

PENETAP AN POKJA PUSAT
DEPKES

PENERBITAN SK MENKES
DEPKES

ALUR PROSES REKRUTMEN PESERTA PROGRAM BANTUAN PDS/PDGS
PROSES PEMBAYARA N BANTUAN PENDIDIKAN
DEPKES & FK

PENERBITAN SK MENKES
DEPKES

KIRIM SK KE FK DAN DINKES PROP
DEPKES

DAFTAR ULANG FK

PROSES PENDIDIKA N FK

CONTOH-CONTOH KASUS
1. Apakah boleh merubah bidang

peminatan atau institusi pendidikan? 2. Apakah boleh ikut tes secara reguler atas biaya sendiri, kemudian pindah ikut program PPDS BK? 3. Apakah jika tidak lulus pada tahap ini boleh langsung mengikuti tes di tahap berikutnya? 4. Bagaimana dengan peserta yang berstatus CPNS tetapi belum mengikuti pelatihan prajabatan?

Lanjutan contoh kasus
1. Bagaimana dengan peserta yang

sudah mendapatkan beasiswa dari Pemda, apakah boleh mengikuti program ini? 2. Apakah ada persyaratan besaran IPK minimal,usia maximal dll? 3. Bagaimana dengan masa pengabdian pasca pendidikan?

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->