Anda di halaman 1dari 10

Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya (Smeltzer

S.C & Bare B.G, 2001 atau setiap retak atau patah pada tulang yang utuh (!ee"es C.#, !ou$ G & %o&khart !, 2001 . 'raktur adalah masalah yang akhir(akhir ini sangat )anyak menyita perhatian masyarakat, pada arus mudik dan arus )alik hari raya idul*itri tahun ini )anyak terjadi ke&elakaan lalu lintas yang sangat )anyak yang se)agian kor)annya mengalami *raktur. Banyak pula kejadian alam yang tidak terduga yang )anyak menye)a)kan *raktur. Sering kali untuk penanganan *raktur ini tidak tepat mungkin dikarenakan kurangnya in*ormasi yang tersedia &ontohnya ada seorang yang mengalami *raktur, tetapi karena kurangnya in*ormasi untuk menanganinya +a pergi ke dukun pijat, mungkin karena gejalanya mirip dengan orang yang terkilir. Prevalensi 'raktur le)ih sering terjadi pada orang laki(laki daripada perempuan dengan umur di)a,ah -. tahun dan sering )erhu)ungan dengan olahraga, pekerjaan atau ke&elakaan. Sedangkan pada /sila pre"alensi &enderung le)ih )anyak terjadi pada ,anita )erhu)ungan dengan adanya osteoporosis yang terkait dengan peru)ahan hormon. Jenis fraktur 1. Complete *raktur (*raktur komplet , patah pada seluruh garis tengah tulang,luas dan melintang. Biasanya disertai dengan perpindahan posisi tulang. 2. Closed *rakture (simple *ra&ture , tidak menye)a)kan ro)eknya kulit, integritas kulit masih utuh. 0. 1pen *ra&ture (&ompound *rakture 2 komplikata2 kompleks , merupakan *raktur dengan luka pada kulit (integritas kulit rusak dan ujung tulang menonjol sampai menem)us kulit atau mem)ran mukosa sampai ke patahan tulang. 'raktur ter)uka digradasi menjadi3 o Grade +3 luka )ersih dengan panjang kurang dari 1 &m. o Grade ++3 luka le)ih luas tanpa kerusakan jaringan lunak yang ekstensi*. o Grade +++3 sangat terkontaminasi, dan mengalami kerusakan jaringan lunak ekstensi*. -. Greensti&k, *raktur dimana salah satu sisi tulang patah sedang sisi lainnya mem)engkok. .. 4rans"ersal, *raktur sepanjang garis tengah tulang. 5. 1)lik, *raktur mem)entuk sudut dengan garis tengah tulang. 6. Spiral, *raktur memuntir seputar )atang tulang. 7. 8omuniti*, *raktur dengan tulang pe&ah menjadi )e)erapa *ragmen. 9. :epresi, *raktur dengan *rakmen patahan terdorong ke dalam (sering terjadi pada tulang tengkorak dan ,ajah . 10. 8ompresi, *raktur dimana tulang mengalami kompresi (terjadi pada tulang )elakang . 11. ;atologik, *raktur yang terjadi pada daerah tulang )erpenyakit (kista tulang, paget, metastasis tulang, tumor .

12. <"ulsi, tertariknya *ragmen tulang oleh ligamen atau tendo pada prlekatannya. 10. =pi*isial, *raktur melalui epi*isis. 1-. +mpaksi, *raktur dimana *ragmen tulang terdorong ke *ragmen tulang lainnya. Manifestasi klinis >yeri terus menerus, hilangnya *ungsi, de*ormitas, pemendekan ekstremitas, krepitus, pem)engkakan lokal dan peru)ahan ,arna. Pemeriksaan 4anda dan gejala kemudian setelah )agian yang retak di imo)ilisasi, pera,at perlu mnilai pain ( rasa sakit , paloor ( kepu&atan2peru)ahan ,arna , paralisis ( kelumpuhan2ketidakmampuan untuk )ergerak , parasthesia ( kesemutan , dan pulselessnes ( tidak ada denyut !otgen sinar ? ;emeriksaan CBC jika terdapat perdarahan untuk menilai )anyaknya darah yang hilang. Penatalaksanaan Segera setelah &idera perlu untuk me( imo)ilisasi )agian yang &idera apa)ila klien akan dipindhkan perlu disangga )agian )a,ah dan atas tu)uh yang mengalami &idera terse)ut untuk men&egah terjadinya rotasi atau angulasi. ;rinsip penanganan *raktur meliputi 3 !eduksi !eduksi *raktur )erarti mengem)alikan *ragmen tulang pada kesejajarannya dan rotasi anatomis !eduksi tertutup, mengem)alikan *ragmen tulang ke posisinya ( ujung ujungnya saling )erhu)ungan dengan manipulasi dan traksi manual. <lat yang digunakan )iasanya traksi, )idai dan alat yang lainnya. !eduksi ter)uka, dengan pendekatan )edah. <lat *iksasi interna dalam )entuk pin, kaa,at, sekrup, plat, paku. +imo)ilisasi +mo)ilisasi dapat dilakukan dengan metode eksterna dan interna @empertahankan dan mengem)alikan *ungsi Status neuro"askuler selalu dipantau meliputi peredaran darah, nyeri, pera)aan, gerakan. ;erkiraan ,aktu imo)ilisasi yang di)utuhkan untuk penyatuan *raktur %amanya (minggu a. 'alang ( jari ). @etakarpal &. 8arpal d. Ska*oid e. !adius dan ulna *. Aumerus

Suprakondiler Batang ;roksimal ( impaksi ;roksimal ( dengan pergeseran g. 8la"ikula h. Berte)ra i. ;el"is j. 'emur +ntrakapsuler +ntratrohanterik Batang Suprakondiler k. 4i)ia ;roksimal Batang @aleolus l. 8alkaneus m. @etatarsal n. *alang (jari kaki '!<84/! +. ;=>G=!4+<> 'raktur adalah putusnya hu)ungan normal suatu tulang atau tulang ra,an yang dise)a)kan oleh kekerasan. (=. 1ers,ari, 1979 3 1-- .

'raktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang atau tulang ra,an yang umumnya dise)a)kan oleh rudapaksa (@ansjoer, 2000 3 0-6 . 'raktur tertutup adalah )ila tidak ada hu)ungan patah tulang dengan dunia luar. 'raktur ter)uka adalah *ragmen tulang meluas mele,ati otot dan kulit, dimana potensial untuk terjadi in*eksi (Sjamsuhidajat, 1999 3 1107 . 'raktur *emur adalah terputusnya kontinuitas )atang *emur yang )isa terjadi aki)at trauma langsung (ke&elakaan lalu lintas, jatuh dari ketinggian , dan )iasanya le)ih )anyak dialami oleh laki(laki de,asa. ;atah pada daerah ini dapat menim)ulkan perdarahan yang &ukup )anyak, mengaki)atkan pendertia jatuh dalam syok ('8/+, 199.3.-0 'raktur ole&ranon adalah *raktur yang terjadi pada siku yang dise)a)kan oleh kekerasan langsung, )iasanya kominuta dan disertai oleh *raktur lain atau dislokasi anterior dari sendi terse)ut ('8/+, 199.3..0 . ++. =4+1%1G+ @enurut Sa&hde"a (1995 , penye)a) *raktur dapat di)agi menjadi tiga yaitu 3 a. Cedera traumatik Cedera traumatik pada tulang dapat dise)a)kan oleh 3 1 Cedera langsung )erarti pukulan langsung terhadap tulang sehingga tulang pata se&ara spontan. ;emukulan )iasanya menye)a)kan *raktur melintang dan kerusakan pada kulit diatasnya. 2 Cedera tidak langsung )erarti pukulan langsung )erada jauh dari lokasi )enturan, misalnya jatuh dengan tangan )erjulur dan menye)a)kan *raktur kla"ikula. 0 'raktur yang dise)a)kan kontraksi keras yang mendadak dari otot yang kuat. ). 'raktur ;atologik :alam hal ini kerusakan tulang aki)at proses penyakit dimana dengan trauma minor dapat mengaki)atkan *raktur dapat juga terjadi pada )er)agai keadaan )erikut 3 1 4umor tulang (jinak atau ganas 3 pertum)uhan jaringan )aru yang tidak terkendali dan progresi*. 2 +n*eksi seperti osteomielitis 3 dapat terjadi se)agai aki)at in*eksi akut atau dapat tim)ul se)agai salah satu proses yang progresi*, lam)at dan sakit nyeri. 0 !akhitis 3 suatu penyakit tulang yang dise)a)kan oleh de*isiensi Bitamin : yang mempengaruhi semua jaringan skelet lain, )iasanya dise)a)kan oleh de*isiensi diet, tetapi kadang(kadang dapat dise)a)kan kegagalan a)sor)si Bitamin : atau oleh karena asupan kalsium atau *os*at yang rendah. &. Se&ara spontan 3 dise)a)kan oleh stress tulang yang terus menerus misalnya pada penyakit polio dan orang yang )ertugas dikemiliteran. +++. 8%<S+'+8<S+ '!<84/! '=@/! a. 'raktur tertutup (&losed , )ila tidak terdapat hu)ungan antara *ragmen tulang dengan dunia luar. ). 'raktur ter)uka (open2&ompound , )ila terdapat hu)ungan antara *ragemen tulang dengan dunia luar karena adanya perlukan di kulit, *raktur ter)uka di)agi menjadi tiga

derajat, yaitu 3 1 :erajat + ( luka kurang dari 1 &m ( kerusakan jaringan lunak sedikit tidak ada tanda luka remuk. ( *raktur sederhana, tran"ersal, o)liC atau kumulati* ringan. ( 8ontaminasi ringan. 2 :erajat ++ ( %aserasi le)ih dari 1 &m ( 8erusakan jaringan lunak, tidak luas, a"ulse ( 'raktur komuniti sedang. 0 :erajat +++ 4erjadi kerusakan jaringan lunak yang luas meliputi struktur kulit, otot dan neuro"askuler serta kontaminasi derajat tinggi. &. 'raktur &omplete D ;atah pada seluruh garis tengah tulang dan )iasanya mengalami pergerseran ()ergeser dari posisi normal . d. 'raktur in&omplete D ;atah hanya terjadi pada se)agian dari garis tengah tulang. e. #enis khusus *raktur a Bentuk garis patah 1 Garis patah melintang 2 Garis pata o)liC 0 Garis patah spiral - 'raktur kompresi . 'raktur a"ulsi ) #umlah garis patah 1 'raktur komuniti* garis patah le)ih dari satu dan saling )erhu)ungan. 2 'raktur segmental garis patah le)ih dari satu tetapi saling )erhu)ungan 0 'raktur multiple garis patah le)ih dari satu tetapi pada tulang yang )erlainan. & Bergeser(tidak )ergeser 'raktur tidak )ergeser garis patali kompli tetapi kedua *ragmen tidak )ergeser. 'raktur )ergeser, terjadi pergeseran *ragmen(*ragmen *raktur yang juga dise)ut di lokasi *ragmen (Smeltzer, 2001320.6 . +B. ;<41'+S+1%1G+ ;roses penyem)uhan luka terdiri dari )e)erapa *ase yaitu 3 1. 'ase hematum D :alam ,aktu 2- jam tim)ul perdarahan, edema, hematume disekitar *raktur D Setelah 2- jam suplai darah di sekitar *raktur meningkat 2. 'ase granulasi jaringan D 4erjadi 1 E . hari setelah injury D ;ada tahap phagositosis akti* produk neorosis D +tematome )eru)ah menjadi granulasi jaringan yang )erisi pem)uluh darah )aru *ogo)last dan osteo)last. 0. 'ase *ormasi &allus D 4erjadi 5 E 10 harisetelah injuri

D Granulasi terjadi peru)ahan )er)entuk &allus -. 'ase ossi*i&asi D @ulai pada 2 E 0 minggu setelah *raktur sampai dengan sem)uh D Callus permanent akhirnya ter)entuk tulang kaku dengan endapan garam kalsium yang menyatukan tulang yang patah .. 'ase &onsolidasi dan remadelling D :alam ,aktu le)ih 10 minggu yang tepat )er)entuk &allus ter)entuk dengan oksi*itas osteo)last dan osteu&tas (Bla&k, 1990 3 19 . B. 4<>:< :<> G=#<%< 1. :e*ormitas :aya terik kekuatan otot menye)a)kan *ragmen tulang )erpindah dari tempatnya peru)ahan keseim)angan dan &ontur terjadi seperti 3 a. !otasi pemendekan tulang ). ;enekanan tulang 2. Bengkak 3 edema mun&ul se&ara &epat dari lokasi dan ekstra"aksasi darah dalam jaringan yang )erdekatan dengan *raktur 0. =&humosis dari ;erdarahan Su)&ulaneous -. Spasme otot spasme in"olunters dekat *raktur .. 4enderness2keempukan 5. >yeri mungkin dise)a)kan oleh spasme otot )erpindah tulang dari tempatnya dan kerusakan struktur di daerah yang )erdekatan. 6. 8ehilangan sensasi (mati rasa, mungkin terjadi dari rusaknya sara*2perdarahan 7. ;ergerakan a)normal 9. Sho&k hipo"olemik hasil dari hilangnya darah 10. 8repitasi (Bla&k, 1990 3 199 . B+. ;=@=!+8S<<> ;=>/>#<>G 1. 'oto !ontgen /ntuk mengetahui lokasi *raktur dan garis *raktur se&ara langsung @engetahui tempat dan type *raktur Biasanya diam)il se)elum dan sesudah dilakukan operasi dan selama proses penyem)uhan se&ara periodik 2. Skor tulang tomography, skor C1, @r1 3 dapat digunakan mengidenti*ikasi kerusakan jaringan lunak. 0. <rtelogram di&urigai )ila ada kerusakan "askuler -. Aitung darah lengkap A4 mungkin meningkat ( hemokonsentrasi atau menrurun ( perdarahan )ermakna pada sisi *raktur atau organ jauh pada trauma multiple ;eningkatan jumlah S:; adalah respon stres normal setelah trauma .. ;ro*il koagulasi peru)ahan dapat terjadi pada kehilangan darah trans*usi multiple atau &edera hati (:oenges, 1999 3 65 . B++. ;=><4<%<8S<><<> 1. 'raktur !edu&tion @anipulasi atau penurunan tertutup, manipulasi non )edah penyusunan kem)ali se&ara manual dari *ragmen(*ragmen tulang terhadap posisi otonomi se)elumnya.

;enurunan ter)uka merupakan per)aikan tulang terusan penjajaran insisi pem)edahan, seringkali memasukkan internal "iksasi terhadap *raktur dengan ka,at, sekrup peniti plates )atang intramedulasi, dan paku. 4ype lokasi *raktur tergantung umur klien. ;eralatan traksi 3 o 4raksi kulit )iasanya untuk pengo)atan jangka pendek o 4raksi otot atau pem)edahan )iasanya untuk periode jangka panjang. 2. 'raktur +mmo)ilisasi ;em)alutan (gips =ksternal 'iksasi +nternal 'iksasi ;emilihan 'raksi 0. 'raksi ter)uka ;em)edahan de)ridement dan irigrasi +munisasi tetanus 4erapi anti)ioti& prophyla&ti& +mmo)ilisasi (Smeltzer, 2001 .

++. :+<G>1S< 8=;=!<F<4<> :iagnosa kepera,atan yang mun&ul pada pasien dengan post op *raktur (Filkinson, 2005 meliputi 3 1. >yeri )erhu)ungan dengan terputusnya jaringan tulang, gerakan *ragmen tulang, edema dan &edera pada jaringan, alat traksi2immo)ilisasi, stress, ansietas 2. +ntoleransi akti"itas )erhu)ungan dengan dispnea, kelemahan2keletihan, ketidak edekuatan oksigenasi, ansietas, dan gangguan pola tidur. 0. 8erusakan integritas kulit )erhu)ungan dengan tekanan, peru)ahan status meta)olik, kerusakan sirkulasi dan penurunan sensasi di)uktikan oleh terdapat luka 2 ulserasi, kelemahan, penurunan )erat )adan, turgor kulit )uruk, terdapat jaringan nekrotik. -. Aam)atan mo)ilitas *isik )erhu)ungan dengan nyeri2ketidak nyamanan, kerusakan muskuloskletal, terapi pem)atasan akti"itas, dan penurunan kekuatan2tahanan. .. !isiko in*eksi )erhu)ungan dengan stasis &airan tu)uh, respons in*lamasi tertekan, prosedur in"asi* dan jalur penusukkan, luka2kerusakan kulit, insisi pem)edahan. 5. 8urang pengetahuan tantang kondisi, prognosis dan ke)utuhan pengo)atan )erhu)ungan dengan keter)atasan kogniti*, kurang terpajan2mengingat, salah interpretasi in*ormasi. +++. +>4=!B=>S+ :<> +@;%=@=>4<S+ +nter"ensi dan implementasi kepera,atan yang mun&ul pada pasien dengan post op *rakture 1le&ranon (Filkinson, 2005 meliputi 3 1. >yeri adalah pengalaman sensori serta emosi yang tidak menyenangkan dan meningkat aki)at adanya kerusakan jaringan aktual atau potensial, digam)arkan dalam istilah seperti kerusakan G a,itan yang ti)a(ti)a atau perlahan dari intensitas ringan samapai )erat dengan akhir yang dapat di antisipasi atau dapat diramalkan dan durasinya kurang dari enam )ulan.

4ujuan 3 nyeri dapat )erkurang atau hilang. 8riteria Aasil 3 ( >yeri )erkurang atau hilang ( 8lien tampak tenang. +nter"ensi dan +mplementasi 3 a. %akukan pendekatan pada klien dan keluarga !2 hu)ungan yang )aik mem)uat klien dan keluarga kooperati* ). 8aji tingkat intensitas dan *rek,ensi nyeri !2 tingkat intensitas nyeri dan *rek,ensi menunjukkan skala nyeri &. #elaskan pada klien penye)a) dari nyeri !2 mem)erikan penjelasan akan menam)ah pengetahuan klien tentang nyeri. d. 1)ser"asi tanda(tanda "ital. !2 untuk mengetahui perkem)angan klien e. @elakukan kola)orasi dengan tim medis dalam pem)erian analgesik !2 merupakan tindakan dependent pera,at, dimana analgesik )er*ungsi untuk mem)lok stimulasi nyeri. 2. +ntoleransi akti"itas adalah suatu keadaaan seorang indi"idu yang tidak &ukup mempunyai energi *isiologis atau psikologis untuk )ertahan atau memenuhi ke)utuhan atau akti"itas sehari(hari yang diinginkan. 4ujuan 3 pasien memiliki &ukup energi untuk )erakti"itas. 8riteria hasil 3 ( perilaku menampakan kemampuan untuk memenuhi ke)utuhan diri. ( pasien mengungkapkan mampu untuk melakukan )e)erapa akti"itas tanpa di)antu. ( 8oordinasi otot, tulang dan anggota gerak lainya )aik. +nter"ensi dan +mplementasi 3 a. !en&anakan periode istirahat yang &ukup. !2 mengurangi akti"itas yang tidak diperlukan, dan energi terkumpul dapat digunakan untuk akti"itas seperlunya se&ar optimal. ). Berikan latihan akti"itas se&ara )ertahap. !2 tahapan(tahapan yang di)erikan mem)antu proses akti"itas se&ara perlahan dengan menghemat tenaga namun tujuan yang tepat, mo)ilisasi dini. &. Bantu pasien dalam memenuhi ke)utuhan sesuai ke)utuhan. !2 mengurangi pemakaian energi sampai kekuatan pasien pulih kem)ali. d. Setelah latihan dan akti"itas kaji respons pasien. !2 menjaga kemungkinan adanya respons a)normal dari tu)uh se)agai aki)at dari latihan. 0. 8erusakan integritas kulit adalah keadaan kulit seseorang yang mengalami peru)ahan se&ara tidak diinginkan. 4ujuan 3 @en&apai penyem)uhan luka pada ,aktu yang sesuai. 8riteria Aasil 3 ( tidak ada tanda(tanda in*eksi seperti pus. ( luka )ersih tidak lem)a) dan tidak kotor. ( 4anda(tanda "ital dalam )atas normal atau dapat ditoleransi. +nter"ensi dan +mplementasi 3 a. 8aji kulit dan identi*ikasi pada tahap perkem)angan luka. !2 mengetahui sejauh mana perkem)angan luka mempermudah dalam melakukan tindakan yang tepat. ). 8aji lokasi, ukuran, ,arna, )au, serta jumlah dan tipe &airan luka.

!2 mengidenti*ikasi tingkat keparahan luka akan mempermudah inter"ensi. &. ;antau peningkatan suhu tu)uh. !2 suhu tu)uh yang meningkat dapat diidenti*ikasikan se)agai adanya proses peradangan. d. Berikan pera,atan luka dengan tehnik aseptik. Balut luka dengan kasa kering dan steril, gunakan plester kertas. !2 tehnik aseptik mem)antu memper&epat penyem)uhan luka dan men&egah terjadinya in*eksi. e. #ika pemulihan tidak terjadi kola)orasi tindakan lanjutan, misalnya de)ridement. !2 agar )enda asing atau jaringan yang terin*eksi tidak menye)ar luas pada area kulit normal lainnya. *. Setelah de)ridement, ganti )alutan sesuai ke)utuhan. !2 )alutan dapat diganti satu atau dua kali sehari tergantung kondisi parah2 tidak nya luka, agar tidak terjadi in*eksi. g. 8ola)orasi pem)erian anti)iotik sesuai indikasi. ! 2 anti)iotik )erguna untuk mematikan mikroorganisme pathogen pada daerah yang )erisiko terjadi in*eksi. -. Aam)atan mo)ilitas *isik adalah suatu keter)atasan dalam kemandirian, pergerakkan *isik yang )erman*aat dari tu)uh atau satu ekstremitas atau le)ih. 4ujuan 3 pasien akan menunjukkan tingkat mo)ilitas optimal. 8riteria hasil 3 ( penampilan yang seim)ang.. ( melakukan pergerakkan dan perpindahan. ( mempertahankan mo)ilitas optimal yang dapat di toleransi, dengan karakteristik 3 0 H mandiri penuh 1 H memerlukan alat Bantu. 2 H memerlukan )antuan dari orang lain untuk )antuan, penga,asan, dan pengajaran. 0 H mem)utuhkan )antuan dari orang lain dan alat Bantu. - H ketergantunganG tidak )erpartisipasi dalam akti"itas. +nter"ensi dan +mplementasi 3 g. 8aji ke)utuhan akan pelayanan kesehatan dan ke)utuhan akan peralatan. !2 mengidenti*ikasi masalah, memudahkan inter"ensi. h. 4entukan tingkat moti"asi pasien dalam melakukan akti"itas. !2 mempengaruhi penilaian terhadap kemampuan akti"itas apakah karena ketidakmampuan ataukah ketidakmauan. i. <jarkan dan pantau pasien dalam hal penggunaan alat )antu. !2 menilai )atasan kemampuan akti"itas optimal. j. <jarkan dan dukung pasien dalam latihan !1@ akti* dan pasi*. !2 mempertahankan 2meningkatkan kekuatan dan ketahanan otot. k. 8ola)orasi dengan ahli terapi *isik atau okupasi. !2 se)agai suaatu sum)er untuk mengem)angkan peren&anaan dan mempertahankan2meningkatkan mo)ilitas pasien. +B. =B<%/<S+ ="aluasi yang diharapkan pada pasien dengan post operasi *raktur adalah 3 1. >yeri dapat )erkurang atau hilang setelah dilakukan tindakan kepera,atan.

2. ;asien memiliki &ukup energi untuk )erakti"itas. 0. @en&apai penyem)uhan luka pada ,aktu yang sesuai -. ;asien akan menunjukkan tingkat mo)ilitas optimal. .. +n*eksi tidak terjadi 2 terkontrol 5. ;asien mengutarakan pemahaman tentang kondisi, e*ek prosedur dan proses pengo)atan.

:<'4<! ;/S4<8< Bla&k, #oy&e @. 1990. @edi&al Surgi&al >ursing. F.B Sainders Company 3 ;hiladelpia Boedihartono, 199-, ;roses 8epera,atan di !umah Sakit. =GC 3 #akarta. Brooker, Christine. 2001. 8amus Saku 8epera,atan. =GC 3 #akarta. Brunner dan Suddarth, 2002, 8epera,atan @edikal Bedah, =disi 0, =GC, #akarta :oenges, @arilyn =. 1999. !en&ana <suhan 8epera,atan, =disi 0. =GC 3 #akarta. =. 1ers,ari 1979, Bedah dan ;era,atannya, ;4 Gramedia. #akarta >asrul, =**endi. 199.. ;engantar ;roses 8epera,atan. =GC. #akarta. Sjamsuhidajat, !. dan Fim de #ong. 1997. Buku <jar +mu Bedah, =disi re"isi. =GC 3 #akarta Filkinson, #udith @. 2005. Buku Saku :iagnosis 8epera,atan, edisi 6. =GC 3 #akarta. Smeltzer, Suzanne C. 2001. Buku <jar 8epera,atan @edikal Bedah dari Brunner & Suddarth, =disi 7. =GC 3 #akarta. '8/+. 199.. 8umpulan 8uliah +lmu Bedah. Binarupa <ksara 3 #akarta