Anda di halaman 1dari 3

BAB II KONSEP DASAR GOUT

A. Anatomi fisiologi Tulang-tulang dalam tubuh dihubungkan satu sama lain dengan sendi atau artikulasi yang memungkinkan berbagai macam gerakan.Berapa pun besarnya gerakan yang mungkin dilakukan,hubungan antara dua tulang atau lebih dinamakan sendi.Ada tiga macam sendi : sinartrosis,amfiatrosis,dan diartrosis.Sendi sinartrosis adalah sendi yang tidak dapat digerakkan,misalnya adalah sendi pada tulang tengkorak.Amfiartrosis,seperti sendi pada vertebra dan simfisis pubis,memungkinkan gerakan terbatas.Tulang dipisahkan oleh tulang rawan fibrus.Diartrosis adalah sendi yang mampu digerakkan secara bebas. Jenis-jenis diatrosis B. Definisi Gout adalah bentuk artritis yang dikarakteristikan oleh periode remisi (pengurangan) dan eksaserbasi.Selama remisi,pasien asistomatik eksaserbasi (kadang-kadang disebut serangan gout) terjadi kristal urat terakumulasi dalam jaringan sinosial menyebabkan inflamasi berat dalam beberapa jam.Pada akhirnya gout dapat menimbulkan deformitas dari osteoartritis sekunder yang terjadi serangan yang berulang yang akhirnya merusak kartilago artikuler. C. Etiologi Kelainan metabolik dalam pembentukan purin atau ekskresi asam urat yang kurang dari ginjal yang menimbulkan hyperurisema kronis.Biasanya mempengaruhi sendi perifer,terutama sendi metatarsophalagel.Pada jari jempol kaki yang disebabkan oleh deposisi cistal urat monosodium. Penyakit ini umumnya ditandai dengan rasa nyeri yang hebat tiba-tiba menyerang sebuah sendi pada saat tengah malam,biasanya pada ibu jari kaki (sendi metatarsophalagel pertama) atau jari kaki (sendi torsal).Jumlah sendi yang meradang kurang dari empat (olioartritis),dan serangan disatu sisi (unilateral),kulit berwarna kemerahan,terasa panas,bengkak,dan sangat nyeri.Pembengkakan sendi numumnya terjadi secara asimetris (satu sisi tubuh). D. Manifestasi Klinis Peradangan dan pembengkakan pada sendi yang terluka,rasa sakit,meningkatnya temperatur dan hiperurisema.Fase akut sering dimulai dengan serangan rasa sakit yang terjadi di malam hari.Pada satu sendi (biasanya pada jempol kaki) dan terjadi selama 3 sampai 7 hari.Serangan rasa sakit tersebut biasa diakibatkan oleh peningkatan luka menggunakan diuretik (yang akan menyebabkan naiknya resorpsi tubular asam urat) , meminum alkohol,memakan makanan yang mengandung purin tinggi. Periode interkritis akan terjadi setelah hal tersebut dan pasien akan mengalami asimtomatic akan memendek dan semakin banyak sendi yang terserang.Pasien akan menderita rasa pegal atau kaku di pagi hari.Deformitas sendi dan penebalan jaringan sinovial,thopi.pembentukan nodul-nodul kristal asam urat akan muncul di telinga,takikardi,dan malaise (rasa tidak enak badan) merupakan manifestasi sistematik yang terjadi bersamaan dengan gejala lokal.

E.

Pemeriksaan Diagnostik 1. Kadar asam urat serum meningkat.Temuan ini sendiri bukan diagnostik karena berbagai obat dapat menyebabkan hiperurisema 2. Laju sedimentasi eritrosit (LSE) meningkat, yang menujukan inflamasi 3. SDP meningkat (leukosit) 4. kadar asam urat urin dapat normal atau meningkat, ditentukan oleh 24 jam penampungan urin 5. analisis cairan nsinovial dari sendi terinfeksi atau thopi menujukan kristal urat monosodium yang membuat diagnosa 6. peningkatan kecepatan waktu pengendapan 7. pemeriksaan sinar X sendi menujukan masa tofaseus dan distruksi tulang dan perubahan sendi 8. pemriksaan sinar X penampakan perkembangan jaringan lunak F. penatalaksanan ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penatalaksanan pasien dengan serangan gout akut artiritis. Yang pertama bahwa pengobatan serangan akut dengan atau tanpa hiperurisema tidak berbeda. Jik,a serangan akut dengan atau tanpa hiperurisema tidak berbeda. Jika diperhatikan agar penurunan kadare asm urat serum tidak dilakukan tergesagesa karen penurunan secara mendadak sering kali mencetuskan serangan lain atau mempersulit penyembuhan obat yang diberikan paa diperhatikan agar penurunan kadare asm urat serum tidak dilakukan tergesa-gesa karen penurunan secara mendadak sering kali mencetuskan serangan lain atau mempersulit penyembuhan obat yang diberikan pada serangan akut antaralain : 1. kolkisin: merupakan obat pilihan pertama dalam pengobatan serangan artritis gout maupun pencegahannyan dengan dosis lebih rendah. Efek samping yang sering ditemuim diantaranya sakit perut, diare, mual dan muntah 2. oains: semua jenis oains dapat diberikan, yang paling sering digunakan adalah indumentasin 3. kortikosteroid: untuk pasien yang tidak dapat memakai oains ora, jika sendi yang terserang monoartikular , pemberian intrartikular sagat efektif, contohnya triamsi anolon10-40 mg 4. analgesik: diberikan bila rasa nyeri sangat hebat. Jangan diberikan aspirin karena dalam dosis rendah akan menghambat ekskresi asam urat dari gijal dan memperberat hiperurisema 5. tirah baring : merupakan suatu keharusan dan diteruskan ssampai 24 jam setelah serangan menghilang artritis gout dapat kambuh bila terlalu cepat bergerak pengobatan periode antaralain: 1. diet : dianjurkan menurunkan berat badan pada pasien yang gemuk, serta diet rendah urin ( tidak usah terlalu ketat ) 2. hidari obat-obatan yang mengakibatkan hiperurisema seperti: tiazid, diuretik, aspirin 3. kolkosin secara teratur diindikasi untuk:

a) mencegah serangan gout yang akan datang. Obat ini tidak mempengaruhi tingginya kadar asam urat namun menurunkan frekuensi terjadinya serangan b) menekan serangan akut yang dapat terjadi akibat perubahan mendadak dari kadar asam urat dalam pemakain obat urikosurik atau alokuriol 4. penurunnan kadar asam urat serum diindikasikan pada artritis akut yang sering dan tidak terkontrol dengan kolkisin, terdapat endapan thopi, kerusakan ginjal