Anda di halaman 1dari 15

TUGAS LABORATORIUM FISIKA KONVERTER THERMOELEKTRIK

OLEH 1. Astry Wiji Sulistiyaningrum (103184004) 2. Jhelang Anovaso 3. Umi Fadilah 4. Wulan Luthfi 5. Nur Isnaini 6. Choirotul Jannah 7. Gustoh Pihantoro 8. Nailul Maunah (103184026) (103184035) (103184045) (103184047) (103184054) (103184060) (103184067)

PENDIDIKAN FISIKA REGULER 2010 JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2013

BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pertimbangan penggunaan energi pada masa sekarang ini mencakup banyak aspek, dahulu penggunaan energi hanya berorientasi pada pemanfaatan energi sebesarbesarnya, tanpa memperhatikan efek samping terhadap lingkungan akibat dari pemanfaatan energi tersebut. Dengan adanya metode konservasi energi yang tepat, maka masa habisnya energi bahan bakar fosil dapat diperpanjang. Misalnya pada sektor transportasi, efisiensi termal yang ada pada kendaraan bermotor secara umum masih berlangsung cukup rendah, hanya sebagian kecil yang bisa dimanfaatkan, selebihnya merupakan panas buang yang mengalir ke lingkungan. Menyadari banyaknya energi termal yang terbuang percuma ke atmosfir inilah, pemanfaatan konsep efek thermoelektrik pada prototipe pembelajaran fisika menjadi pilihan kami untuk mengkonversi energi termal yang terbuang menjadi energi listrik. Para peneliti terdahulu juga telah mengembangkan konservasi energi panas buang, seperti yang dilakukan oleh Rinalde et.al, yang membahas tentang mengkonversi panas buang dari kompor kayu sebagai sarana sumber listrik pada daerah rural, sedangkan Karri et.al meneliti efek penggunaan termoelektrik pada sistem gas buang dapat menghemat penggunaan bahan bakar sebanyak 1,25 % pada kendaraan bermotor. Dalam hukum termodinamika pertama dijelaskan bahwa antara hasil kalor dan hasil usaha- baik kalor maupun usaha dapat menyebabkan perubahan pada energi dalam. Ada perbedaan penting antara kalor dan usaha yang tidak tampak jelas pada hukum termodinamika pertama. Salah satu wujud perbedaan ini adalah bahwa kita tidak mungkin membuat alat yang bekerja secara siklik, menerima energi berupa kalor dan mengeluarkan sejumlah energi yang sama besarnya berupa usaha. Kita hanya bisa membuat alat yang bekerja secara siklik menerima energi berupa kalor dan mengeluarkan sebagian kecil energi ini dalam bentuk usaha, hal ini yang disebut mesin kalor. Konsep ini dapat dijelaskan dalam hukum kedua termodinamika. Dalam pembelajaran mesin kalor, seringkali siswa beranggapan bahwa mesin kalor hanyalah konsep yang abstrak tidak ada dalam kehidupan sehari-hari. Untuk memotivasi siswa tentang materi hukum

kedua termodinamika dan konversi energi termal yang terbuang menjadi energi listrik , maka dibutuhkan sebuah alat peraga yang dapat menjelaskan semua materi tersbut sehingga pembelajaran tidak hanya disampaikan melalui diskusi teoritis saja. Oleh karena itu kami menciptakan konverter termoelektrik sederhana dalam pembelajaran termodinamika. B. RUMUSAN MASALAH Dari latar belakang tersebut dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut : Bagaimana keefektifan prototipe konverter termoelektrik dalam materi konversi energi thermal menjadi listrik? C. TUJUAN dan MANFAAT Adapun tujuan dari penulisan paper ini adalah : Mengembangkan sebuah alat peraga yang sederhana dan menyenangkan dalam materi konversi energi.

BAB II DASAR TEORI Termodinamika merupakan suatu ilmu pengetahuan yang membahas hubungan antara panas dan kerja yang menyebabkan perubahan suatu zat. Maksudnya apabila suatu zat atau benda diberi panas (suhunya dinaikkan), maka akan timbul berbagai-bagai akibat seperti

- Gas, cairan dan zat padat memuai - Termo-elemen membangkitkan GGL - Kawat-kawat mengalami perubahan daya tahannya. Dalam proses demikian, biasanya terdapat suatu pengaliran panas dan bekerjanya suatu gaya yang mengalami perpindahan (panas) yang mengakibatkan terjadinya Usaha atau Kerja. Prinsip Termodinamika Prinsip-prinsip Termodinamika dapat dirangkum dalam 3 Hukum yaitu : Hukum Termodinamika ke-Nol Berkenaan dengan kesetimbangan termal atau Konsep Temperatur. Hukum Termodinamika I - konsep energi dalam dan menghasilkan prinsip kekekalan energi. - menegaskan ke ekivalenan perpindahan kalor dan perpindahan kerja. Hukum Termodinamika II Memperlihatkan arah perubahan alami distribusi energi dan memperkenalkan prinsip peningkatan entropi. Pernyataan Clausius

Terdapat dua pernyataan dari hukum termodinamika kedua pernyataan Kelvin -Plank, yang diperuntukkan untuk mesin kalor, dan pernyataan Clausius, yang diperuntukkan untuk mesin pendingin/pompa kalor. Pernyataan Clausius dapat di ungkapkan sebagai berikut : Adalah tidak mungkin membuat sebuah alat yang beroperasi dalam sebuah siklus tanpa adanya efek dari luar untuk mentransfer panas dari media bertemperatur rendah ke media bertemperatur tinggi. Telah diketahui bahwa panas akan berpindah dari media bertemperatur tinggi ke media bertemperatur rendah. Pernyataan Clausius tidak mengimplikasikan bahwa membuat sebuah alat siklus yang dapat memindahkan panas dari media bertemperatur rendah ke media bertemperatur tinggi adalah tidak mungkin dibuat. Hal tersebut mungkin terjadi asalkan ada efek luar yang dalam kasus tersebut dilakukan/diwakili oleh kompresor yang mendapat energi dari energi listrik misalnya. Salah satu aplikasi dari hukum kedua thermodinamika adalah pemanfaatan Thermoelektrik dalam mengkonversikan energi panas menjadi energi listrik atau sebaliknya. Pengertian Termoelektrik Teknologi termoelektrik adalah teknologi yang bekerja dengan mengkonversi energi panas menjadi listrik secara langsung (generator termoelektrik), atau sebaliknya, dari listrik menghasilkan dingin (pendingin termoelektrik). Untuk menghasilkan listrik, material termoelektrik cukup diletakkan sedemikian rupa dalam rangkaian yang menghubungkan sumber panas dan dingin. Dari rangkaian itu akan dihasilkan sejumlah listrik sesuai dengan jenis bahan yang dipakai. Prinsip kerja dari Termoelektrik adalah dengan berdasarkan Efek Seebeck yaitu Jika 2 buah logam yang berbeda disambungkan salah satu ujunganya, kemudian diberikan suhu yang berbeda pada sambungan, maka terjadi perbedaan tegangan pada ujung yang satu dengan ujung yang lain.( Muhaimin, 1993). Fenomena termoelektrik pertama kali ditemukan tahun 1821 oleh ilmuwan Jerman, Thomas Johann Seebeck. Ia menghubungkan tembaga dan besi dalam sebuah rangkaian. Di antara kedua logam tersebut lalu diletakkan jarum kompas. Ketika sisi logam tersebut dipanaskan, jarum kompas ternyata bergerak. Belakangan diketahui, hal ini terjadi karena aliran listrik yang terjadi

pada logam menimbulkan medan magnet. Medan magnet inilah yang menggerakkan jarum kompas. Fenomena tersebut kemudian dikenal dengan efek Seebeck. Penemuan Seebeck ini memberikan inspirasi pada Jean Charles Peltier untuk melihat kebalikan dari fenomena tersebut. Dia mengalirkan listrik pada dua buah logam yang direkatkan dalam sebuah rangkaian. Ketika arus listrik dialirkan, terjadi penyerapan panas pada sambungan kedua logam tersebut dan pelepasan panas pada sambungan yang lainnya. Pelepasan dan penyerapan panas ini saling berbalik begitu arah arus dibalik. Penemuan yang terjadi pada tahun 1934 ini kemudian dikenal dengan efek Peltier. Efek Seebeck dan Peltier inilah yang kemudian menjadi dasar pengembangan teknologi termoelektrik. Banyak aplikasi lain penggunaan energi termoelektrik yang sedang dikembangkan saat ini, seperti pemanfaatan perbedaan panas di dasar laut dan darat, atau pemanfaatan panas bumi. Teknologi termoelektrik bekerja dengan mengonversi energi panas menjadi listrik secara langsung (generator termoelektrik), atau sebaliknya, dari listrik menghasilkan dingin (pendingin termoelektrik). Untuk keperluan pembangkitan lisrik tersebut umumnya bahan yang digunakan adalah bahan semikonduktor. Semikonduktor adalah bahan yang mampu menghantarkan arus listrik namun tidak sempurna. Semikonduktor yang digunakan adalah semikomduktor tipe n dan tipe p. Bahan semikonduktor yang digunakan adalah bahan semikonduktor ekstrinsik. Terdapat tiga sifat bahan Termoelektrik yang penting, yaitu : 1. Koefisien Seebeck(s) 2. Konduktifitas panas(k) 3. Resistivitas Pemanfaatan Termo Elektrik 1. Pembangkit daya (Power generation) Dengan menggunakan Termoelekrik, panas yang dihasilkan selama proses yang alami pembangkit akan diubah menjadi listrik, sehingga panas yang dihasilkan tidak terbuang secara percuma dan energi yang dihasilkan oleh pembangkit menjadi lebih besar, serta efisiensi energi

menjadi lebih tinggi. Termoelektrik juga mengkin dapat digunakan pada sistem solar thermal energi. 2. Kendaraaan bermotor Pemanfaatan energi panas yang terbuang pada kendaraan bermotor dengan mengubahnya menjadi energi listrik. Konsep yang digunakan adalah konsep Seebeck. Apabila terdapat dua sumber temperatur yang berbeda pada dua material semi konduktor makan akan mengalir arus listrik pada material tersebut. Konsep ini lebih dikenal dengan pembangkit termoelektrik. Dengan menggunakan Teknologi Termoelektrik ini apabila diterapkan pada kendaraan bermotor dimana gas buang pada mesin motor bakar berkisar antara 200-300oC sementara temperatur lingkungan bekisar antara 30-35oC maka dengan adanya beda temperatur ini akan diperoleh gaya gerak listrik yang kemudian dapat digunakan untuk menggerakan motor listrik atau disimpan di dalam batere. Apabila dapat diterapkan di kendaraan hybrid maka konsumsi bahan bakar pada kendaraan bermotor akan semakin hemat. Dengan berkurangnya konsumsi bahan bakar maka dapat pula mengurangi emisi gas buang ke lingkungan.( Koestoer, 2008). 3. Mesin Pendingin Termoelektrik sebagai pendingin dibuat menjadi sebuah modul semikonduktor yang jika dialiri arus listrik DC maka kedua sisi modul termoelektrik ini akan mengalami panas dan dingin. Sisi dingin inilah yang dimanfaatkan sebagai pendingin produk. 3. Konverter Termionik Pembangkit listrik dengan termionik adalah mengubah energi panas menjadi energi listrik dengan menggunakan emisi termionik. Emisi termionik adalah terlepasnya electron dari permukaan logam yang lebih panas ke permukaan logam lainnya yang dipanasi bersama sama. Emosi Termionik juga dikenal sebagai Emisi Thermal Elektron. Proses ini sangat penting dalam pengoperasian berbagai perangkat elektronik dan dapat digunakan untuk pembangkit daya atau pendinginan

BAB III METODE PEMBUATAN ALAT A. Alat dan Bahan 1. Kotak 2. Gelas stainless 3. Peltier 12 Volt 4. Lem busa 5. Lem rajawali 6. Kabel 7. Paku plat B. Rancangan Percobaan 8. 9. Jepit buaya Lampu 1,5 Volt

10. Jack 11. Mata bor 12. Mata cutter 13. Peltier 5 Volt 14. Sterofom

Gambar 3.1 Rancangan Alat Konverter Thermoelektrik (sebelum)

Gambar 3.2 Rancangan Alat Konverter Thermoelektrik (sesudah) C. Langkah Pembuatan 1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan 2. Menyiapkan 2 buah kaleng alumunium untuk tempat wadah air panas dan air dingin 3. Masing- masing kaleng tersebut direkatkan dengan plat alumunium untuk tempat peltier (peltier diantara kedua kaleng), tutup kaleng dilapisi sterofom dan dilubangi untuk tempat termometer agar dapat terbaca suhunya 4. Kemudian membuat wadah untuk menjaga kedua suhu air yang berada di kaleng, wadah ini berbentuk kotak persegi panjang dimana kedua kaleng tersebut diletakkan ditengah-tengah wadang dengan dilapisi pembatas sterofom antara kaleng dan wadah kotak persegi panjang tersebut, pembatas ini dikaitkan pada bagian atas, samping kiri, samping kanan dan bawah. 5. Mengkaitkan peltier dengan kabel 6. Membuat wadah sedemikian rupa segingga kabel yang terhubung pada peltier dapat keluar yaitu dengan melubangi tutup kotak persegi panjang tersebut 7. Kabel yang keluar tersebut di hubungkan dengan multimeter dan resistor, sehingga dapt diukur arus yang dihasilkan 8. Alat ini praktis dibawah kemana-mana dikarenakan semua alat dan bahan sudah terkemas dalam kotak persegi panjang tersebut.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Rancangan Biaya


No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Alat Kotak Termometer Gelas Stainless Peltier 5 V @Rp45.000,00 x 3 Peltier 12 V @Rp95.000,00 x 3 Lem busa @Rp4.500,00 x 2 Lem Rajawali Kabel Paku Plat Jepit buaya, lampu 1,5 V, Jack Mata Bor Mata Cutter Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Biaya 80.000,00 17.000,00 40.000,00 135.000,00 285.000,00 9.000,00 9.000,00 3.000,00 5.000,00 4.000,00 5.000,00 2.000,00 594.000,00

B. Hasil Rancangan Alat

C. Langkah Penggunaan Alat Alat yang dikembangkan merupakan alat demonstrasi laboratorium untuk mengukur efisiensi energi kalor yang berubah menjadi energi listrik dengan menggunakan thermoelektrik, ilustrasi cara kerja alat :

Sehingga energi yang dihasilkan pada sistem dapat dirumuskan :

V.I.t Perhitungan dilakukan dengan asumsi : Penentuan suhu awal dilakukan setelah suhu air, wadah dan penjepit peltier telah dalam kesetimbangan thermal Perpindahan kalor akan tetap terjadi, meskipun listrik yang dihasilkan tidak digunakan Sistem ini akan benar-benar efisien apabila tidak terjadi kenaikan suhu pada reservoir suhu rendah, sehingga W=EL. Contoh percobaan yang telah dilakukan dengan menggunakan alat konverter thermoelektrik ini : Suhu awal reservoir suhu tinggi : 85oC Suhu akhir reservoir suhu tinggi : 82oC Suhu awal reservoir suhu rendah : 7oC Suhu akhir reservoir suhu rendah : 9oC Dengan menggunakan resistor 10k Waktu pengamatan selama 10 menit = 600 s Hubungan antara daya(mWatt) dan waktu (s) dapat digambar grafik :

Sehingga energi listrik merupakan luasan di bawah kurva yakni 162,73 mJ

BAB V KESIMPULAN Dari pembuatan alat peraga yang kami lakukan dapat disimpulkan bahwa konverter thermoelektrik layak digunakan dalam pembelajaran fisika materi konversi energi dalam cakupan thermodinamika. Pemanfaatan Termo Elektrik: o Pembangkit daya (Power generation) o Kendaraaan bermotor o Mesin Pendingin o Konverter Termionik

DAFTAR PUSTAKA

Sudjito, dkk. Hukum thermodinamika II. Brawijaya : Malang Hasanah, Retno. 1998. Fisika Dasar I. Unipress : Surabaya