Anda di halaman 1dari 177

DAFTAR ISI

TABLE OF CONTENTS

1. Visi, Misi, Obyektif 2. Strategi Perusahaan, Nilai-Nilai Perusahaan 3. Ikhtisar Keuangan 4. Sambutan Dewan Komisaris 5. Sambutan Dewan Direksi 6. Profil Perusahaan Struktur Organisasi Dewan Komisaris Dewan Direksi Pengembangan Sumber Daya Manusia Riset dan Pengembangan Pengawasan Mutu Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001 : 2008) Jaringan Restoran KFC Indonesia 7. Tinjauan dan Analisa Manajemen Tinjauan Kegiatan Operasi Tinjauan Kinerja Keuangan Perkembangan Usaha Aktivitas Pemasaran Prospek Usaha 8. Tata Kelola Perusahaan Etika Kerja Etika Usaha Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Komite Audit Audit Internal Manajemen Risiko Sekretaris Perusahaan Risiko Usaha Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Informasi dan Data Perusahaan 9. Tanggung Jawab Direksi atas Laporan Keuangan 10. Laporan Keuangan Yang Telah Diaudit

1. Vision, Mission, Objective 2. Corporate Strategy, Corporate Value 3. Financial Highlights 4. Message from the Board of Commissioners 5. Message from the Board of Directors 6. Company Profile Organization Structure The Board of Commissioners The Board of Directors People Development Research and Development Quality Assurance Quality Management System (ISO 9001:2008) KFC Indonesia Restaurant Network 7. Management Review and Analysis Review of Operation Financial Overview Business Development Marketing Activities Business Outlook 8. Corporate Governance Work Ethics Business Ethics Board of Commissioners and Board of Directors Audit Committee Internal Audit Risk Management Corporate Secretary Business Risk Corporate Social Responsibility Information and Company Data 9. Management Responsibility Letter 10. Audited Financial Report

VISI, MISI, OBYEKTIF

VISION, MISSION, OBJECTIVE

Visi Selalu menjadi merek restoran cepat saji Nomor 1 di Indonesia dan mempertahankan kepemimpinan pasar dengan menjadi restoran yang termodern dan terfavorit dalam segi produk, harga, pelayanan, dan fasilitas.

Vision Always be the No. 1 QSR brand in Indonesia and maintain this market leadership by being the most modern and favorite restaurant in terms of product, value, service, and assets.

Misi Memperkokoh citra merek KFC dengan strategistrategi dan ide-ide yang inovatif, terus meningkatkan suasana bersantap yang tak ada bandingannya dan konsisten memberikan produk, pelayanan, serta fasilitas restoran yang selalu berkualitas mengikuti kebutuhan dan selera pelanggan yang terus berubah.

Mission Strengthening KFC brand image through innovative strategies and ideas, continuously providing unparalled customers dining experience and consistently providing quality products, services, and assets suited to customers changing needs and taste.

Obyektif Mempersembahkan restoran dengan tampilan dan desain yang termodern dan sesuai dengan tren masa kini, dan memberikan suasana yang menyenangkan dengan tempat duduk yang nyaman dengan terus melakukan peremajaan restoran, dan menyajikan produk berkualitas tinggi yang paling digemari oleh pelanggan dengan kecepatan dan keramahtamahan yang tak tertandingi.

Objective Provide the most modern and trendy store appearance and design offering good ambiance with the most comfortable seating by continuously undertaking renovation and serving top quality food suited to customers preferential taste with speed and hospitality beyond compare.

STRATEGI PERUSAHAAN, NILAI-NILAI PERUSAHAAN

CORPORATE STRATEGY, CORPORATE VALUE

Strategi Perusahaan Untuk menjaga kepemimpinan pasar dalam industri restoran cepat saji di Indonesia, selalu memberikan kepuasan Yum! yang tak terhingga di wajah setiap pelanggan dengan strategi-strategi sebagai berikut : ? Mengembangkan dan menanamkan budaya yang kokoh di dalam organisasi dimana setiap karyawan memberikan perbedaan dengan berinovasi dan selalu berpikir di luar kebiasaan. ? Membangun pola pikir yang berorientasi pada Customer and Sales Mania dengan kesadaran tinggi untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan melebihi dari yang diharapkan. ? Memberikan perbedaan merek KFC yang sangat kompetitif dengan berbagai ide dan strategi yang inovatif. ? Mengembangkan kesinambungan dalam sumber daya manusia dan proses yang kuat berfokus pada pengembangan kompetensi dan kemampuan. ? Mempertahankan konsistensi dalam pencapaian prestasi yang terbaik. Nilai-Nilai Perusahaan ? Budaya Perseroan We are the Owners of KFC ditanamkan dalam pemikiran setiap karyawan untuk menciptakan rasa memiliki yang luar biasa, yang bertujuan untuk memberikan performa terbaik dalam mengerjakan semua tugas dan tanggung jawab, khususnya dalam menyiapkan produk berkualitas dengan layanan yang cepat dan ramah. ? Menjaga hubungan baik dan memberikan kepuasan melebihi yang diharapkan dengan menjalankan CMS (CHAMPS Management System) di setiap restoran untuk memastikan kebersihan restoran (Cleanliness), keramahtamahan dalam melayani pelanggan (Hospitality), ketepatan dalam menerima dan menyiapkan pesanan (Accuracy), memastikan perawatan restoran yang terbaik (Maintenance), konsistensi dalam menyajikan produk bermutu tinggi setiap saat (Product), dan kecepatan layanan selalu dijalankan (Speed of Service). ? Inovasi tidak berhenti hanya pada mengembangkan ide-ide, terobosan-terobosan, dan strategi-strategi baru untuk mencapai obyektif seseorang, namun juga meliputi perubahan pola pikir yang dimulai dari diri sendiri agar bisa sukses menghasilkan perubahan.

Corporate Strategy To ensure market leadership in the QSR business in Indonesia, always put a big Yum! on every customers face with the following strategies : ? Develop and instill a deep and strong culture within the organization where everyone makes a difference by being innovative and always thinking out of the box. ? Create a Customer and Sales Mania mindset with high intentionality in providing customer satisfaction beyond expectation. ? Provide an exceptional competitive brand differentiation through innovative ideas and strategies. ? Develop continuity in people and process with solid focus on competency and capability development. ? Maintain exceptional results consistently. Corporate Value ? The Companys corporate culture We are the Owners of KFC is instilled in every employees mind to create an extraordinary sense of belonging in order to produce a high level of performance and excellence in all their undertakings, particularly in providing top quality food with speed and hospitable service. ? Maintain good relationship and provide customer satisfaction beyond their expectation by putting CMS (CHAMPS Management System) into action in every restaurant to assure restaurant Cleanliness, provide great Hospitality in serving customers, ensure Accuracy in order-taking and packing, assure high level of Maintenance, ensure consistency in producing quality Products, and assure Speed of service is always executed.

? Innovation does not stop only in developing new ideas, approaches, and strategies in achieving ones objective, but also encompasses a change in mindset starting from oneself in order to successfully effect changes.

IKHTISAR KEUANGAN

FINANCIAL HIGHLIGHTS

Keuangan (dalam Jutaan Rupiah, kecuali EPS)

2012
3,559,486 2,082,785 270,556 269,217 206,046 206,046 448 802,840 979,066 1,781,906 454,122 337,061 791,183 46,042 154,417 790,264 990,723

2011

2010

2009

2008

Financial (In Million Rupiah, except for EPS)

Pendapatan (Tahun 2011 direklas kembali) Laba Bruto (Tahun 2011 direklas kembali) Laba Operasi Laba sebelum Beban Pajak Penghasilan Laba Tahun Berjalan Total Pendapatan Komprehensif Tahun Berjalan Laba per Saham Dasar (EPS) Aset Lancar Aset Tidak Lancar Total Aset Liabilitas Jangka Pendek Liabilitas Jangka Panjang Total Liabilitas Modal Saham Agio Saham Saldo Laba Total Ekuitas RASIO KEUANGAN UTAMA Total Pendapatan Komprehensif / Pendapatan Total Pendapatan Komprehensif / Total Aset Total Pendapatan Komprehensif / Total Ekuitas Aset Lancar / Liabilitas Jangka Pendek Liabilitas Jangka Pendek / Jumlah Aset Liabilitas Jangka Panjang / Jumlah Aset Total Liabilitas / Total Ekuitas

3,183,815 2,913,605 2,454,360 2,022,633 1,876,773 1,640,448 1,467,828 1,241,006 287,929 298,702 229,054 229,054 505 758,699 789,283 247,666 261,590 199,597 199,597 447 558,177 677,866 221,241 247,148 181,997 181,997 408 508,641 532,768 140,699 167,904 125,268

Revenue (Year 2011 as reclassified) Gross Profit (Year 2011 as reclassified) Profit from Operations Profit before Income Tax Expense Profit for the Year

125,268 Total Comprehensive Income for the Year 281 314,520 470,239 784,759 238,320 63,894 302,214 44,625 437,920 482,545 Basic Earning per Share Current Assets Non-Current Assets Total Assets Current Liabilities Non-Current Liabilities Total Liabilities Share Capital Additional Paid-in Capital Retained Earnings Total Equity KEY FINANCIAL RATIO

1,547,982 1,236,043 1,041,409 422,292 294,971 717,263 46,042 154,417 630,260 830,719 326,767 107,612 434,379 44,625 757,039 801,664 320,778 81,526 402,304 44,625 594,481 639,106

5.8% 11.6% 20.8% 176.8% 25.5% 18.9% 79.9%

7.2% 14.8% 27.6% 179.7% 27.3% 19.1% 86.3%

6.9% 16.1% 24.9% 170.8% 26.4% 8.7% 54.2%

7.4% 17.5% 28.5% 158.6% 30.8% 7.8% 62.9%

6.2% 16.0% 26.0% 132.0% 30.4% 8.1% 62.6%

Total Comprehensive Income / Revenue Total Comprehensive Income / Total Assets Total Comprehensive Income / Total Equity Current Assets / Current Liabilities Current Liabilities / Total Assets Non-Current Liabilities / Total Assets Debt to Equity

Indikator Keuangan

Key Financial Indicators

* Dalam Jutaan Rupiah * In Million Rupiah Pendapatan / Revenue


3,500,000 3,000,000 1,600,000 2,500,000 2,000,000 1,500,000 1,000,000 500,000 0
2008 2009 2010 2011 2012

Laba Bruto / Gross Profit


2,000,000

1,200,000 800,000 400,000 0


2008 2009 2010 2011 2012

Laba Operasi / Profit from Operations


280,000 240,000 200,000 160,000 120,000 120,000 80,000 40,000 0
2008 2009 2010 2011 2012

Laba Tahun Berjalan / Profit for the Year


240,000 200,000 160,000

80,000 40,000 0
2008 2009 2010 2011 2012

Total Aset / Total Assets


1,800,000 1,600,000 1,400,000 1,200,000 1,000,000 800,000 600,000 400,000 200,000 0
2008 2009 2010 2011 2012

Total Ekuitas / Total Equity


1,000,000 900,000 800,000 700,000 600,000 500,000 400,000 300,000 200,000 100,000 0
2008 2009 2010 2011 2012

Ikhtisar Saham

Shares Highlights

Tahun / Year 2012

Jumlah Saham yang diperdagangkan / Total Number of Shares in Trading Tertinggi / Highest (Rp) Terendah / Lowest (Rp)

Harga Saham / Price of Shares

Triwulan I 1st Quarter Triwulan II 2nd Quarter Triwulan III 3rd Quarter Triwulan IV 4th Quarter
Tahun / Year 2011

14,700 14,700 14,200 13,750

10,100 13,000 11,200 12,000

433,231 567,008 1,850,000 19,000

Jumlah Saham yang diperdagangkan / Total Number of Shares in Trading Tertinggi / Highest (Rp) Terendah / Lowest (Rp)

Harga Saham / Price of Shares

Triwulan I 1st Quarter Triwulan II 2nd Quarter Triwulan III 3rd Quarter Triwulan IV 4th Quarter
Tahun / Year 2010

10,000 11,000 10,800 9,950

8,500 9,800 9,000 8,800

180,500 297,000 272 165

Jumlah Saham yang diperdagangkan / Total Number of Shares in Trading Tertinggi / Highest (Rp) Terendah / Lowest (Rp)

Harga Saham / Price of Shares

Triwulan I 1st Quarter Triwulan II 2nd Quarter Triwulan III 3rd Quarter Triwulan IV 4th Quarter
Tahun / Year 2009

7,000 7,100 9,000 10,000

5,050 6,500 7,100 8,000

409,000 2,175,500 328,000 264,500

Jumlah Saham yang diperdagangkan / Total Number of Shares in Trading Tertinggi / Highest (Rp) Terendah / Lowest (Rp)

Harga Saham / Price of Shares

Triwulan I 1st Quarter Triwulan II 2nd Quarter Triwulan III 3rd Quarter Triwulan IV 4th Quarter
Tahun / Year 2008

3,000 3,200 3,500 5,200

3,000 3,000 3,500 3,000

394,500 200,000 43,000 144,000

Jumlah Saham yang diperdagangkan / Total Number of Shares in Trading Tertinggi / Highest (Rp) Terendah / Lowest (Rp)

Harga Saham / Price of Shares

Triwulan I 1st Quarter Triwulan II 2nd Quarter Triwulan III 3rd Quarter Triwulan IV 4th Quarter

2,500 3,000 3,000 3,200

2,450 2,500 2,700 3,000

4,000 112,500 80,500 88,000

15,000 14,000 13,000 12,000 11,000 10,000 9,000 8,000 7,000 6,000 5,000 4,000 3,000 2,000 1,000 0

Grafik Harga Saham / Share Price Trend Q4 2008 - 2012

Tertinggi / Highest Terendah / Lowest


2008 2009 2010 2011 2012

Pembayaran Dividen

Payment of Dividend

Pembayaran dividen tunai oleh Perseroan untuk tahun buku 2011 dan tahun-tahun sebelumnya adalah sebagai berikut :

Cash dividend payment by the Company for the year 2011 and the years before are as follows :

Tahun Buku Year

Laba (Rugi) Bersih Net Profit (Loss)

Dividen Tunai Cash Dividend

Pay-out Ratio Pay-out Ratio

Jumlah Saham Dividen / Saham Total Number of Dividend / Share Shares

SAMBUTAN DEWAN KOMISARIS

MESSAGE FROM THE BOARD OF COMMISSIONERS

Pemegang Saham yang Terhormat, Kondisi-kondisi eksternal yang dihadapi oleh perekonomian dunia tetap tanpa kepastian di sepanjang tahun 2012. Meskipun demikian, PT Fast Food Indonesia Tbk tetap memperlihatkan kinerja yang baik, hasil dari kenaikan penjualan gerai-gerai yang baru dibuka dan yang sudah hadir sebelumnya. Dari segi biaya, Perseroan berhasil mempertahankan beban pokok penjualan sebagai persentase terhadap penjualan, sebagai upaya yang berkelanjutan untuk mengendalikan biaya dan menerapkan manajemen supply chain yang makin efisien dan efektif walaupun ada tekanan biaya yang besar akibat inflasi. Sepanjang tahun lalu, Dewan Komisaris berperan aktif melalui Komite Audit untuk mengawasi dan memberi rekomendasi kepada Dewan Direksi dalam pelaksanaan strategi, kebijakan dan tindakan korporasi, serta memastikan standar Tata Kelola Perusahaan yang Baik dijalankan di semua aspek usaha dan tingkatan di perusahaan. Dalam menjalankan tugasnya, Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Audit, suatu unit independen yang ditunjuk oleh dan bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris, yang berperan penting untuk menjaga keseimbangan yang baik antara fungsi pelaksana dan fungsi pengawas, dimana setiap anggotanya mempunyai latar belakang dan keahlian yang berbeda. Komite Audit melakukan seleksi dan penilaian terhadap kinerja dari eksternal audit. Selain mengevaluasi laporan dari eksternal audit, Komite Audit juga mengevaluasi laporan dari internal audit. Komite Audit juga aktif terlibat dalam keterbukaan informasi kepada publik tentang kegiatan-kegiatan perusahaan. Melalui Komite Audit, Dewan Komisaris dapat memberikan penilaian independen atas tindakan dan transaksi korporasi, dan memastikan pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang Baik dipatuhi. Selain itu, Komite Audit bersama dengan jajaran manajemen puncak mengadakan rapat dengan auditor eksternal pada penutupan audit yang diselenggarakan pada minggu ke tiga bulan Maret untuk membahas hasil-hasil dan temuan-temuan dalam audit Perseroan untuk akhir tahun 2012. Prospek perekonomian Indonesia di tahun 2013 tetap menjanjikan. Walaupun demikian, berbagai tantangan akan menghadang dalam pencapaian perkembangan ekonomi yang berkelanjutan. Tantangan-tantangan ini antara lain kemiskinan, pengangguran, jurang perbedaan penghasilan yang kian melebar, korupsi, implementasi hukum dan peraturannya, hubungan ketenagakerjaan yang bermasalah, kelemahan infrastruktur. Selain itu, perekonomian Indonesia akan tetap dipengaruhi oleh siatuasi politik pada tahun 2014, yang akan menentukan seberapa mudah negeri ini digoyahkan oleh goncangan global dan dampak dari manuver politik di dalam negeri. Dengan berbagai strategi yang akan dijalankan oleh Dewan Direksi,

Dear Valued Shareholders, The external conditions facing the world economy continue to be uncertain in 2012. In spite of this, PT Fast Food Indonesia Tbk continued to show a respectable performance attributable to increased sales from new outlets built, as well as increased sales from existing outlets. On the cost side, the Company managed to maintain its costs of goods sold as a percentage of sales reflecting the Companys sustained efforts to control cost and make more efficient and effective its supply chain management despite enormous cost pressures from inflation. During the year, the Commissioners have been actively involved through the Audit Committee in overseeing and advising the Board of Directors in the implementation of the strategies, policies and corporate actions, as well as ensuring the application of Good Corporate Governance standards in aspects of business and across all levels within the organization. In performing its duties the Board of Commissioners, is ably assisted by the Audit Committee, an independent body appointed by and responsible to the Board of Commissioners, which is instrumental in maintaining a healthy balance between oversight and executive functions, with diversified background and expertise of its member. It selects and appraises the performance of the external auditor. Besides evaluating external audit reports, the Committee evaluates internal audit reports as well. The Committee also actively involved with public disclosure of company activities. Through the Audit Committee, the Commissioners were able to assess the proposed corporate actions and transactions independently and provide assurance that the practices of Good Corporate Governance are adhered to. Moreover, the Audit Committee together with Top Management met with the external auditors during the latters closing conference held in the third week of March to discuss the results and issues uncovered during the 2012 yearend audit of the Company.

Indonesias economic outlook for 2013 remains encouraging. But there are many challenges that are yet to be overcome to achieve sustainable economic development. These challenges are poverty, unemployment, widening gap of income, corruption, implementation of the rule of law, problematic labor relations, infrastructure deficiencies among others. In addition, the countrys economy will remain influenced by the political situation in 2014, which will determine the countrys vulnerability to global shocks and impact of political maneuvering within the country. With the strategies that will be implemented by the Board of Directors, we are very confident that the Company can continue its record of sustained growth and

kami sangat percaya terhadap kemampuan Perseroan untuk melanjutkan pertumbuhan dan profitabilittasnya secara berkelanjutan. Kantor Akuntan Publik Ernst & Young, Purwantono, Suherman & Surja, auditor yang telah ditunjuk dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada tahun sebelumnya, telah menyelesaikan tugas audit atas laporan keuangan tahunan dan telah memberikan laporan audit yang menyajikan opini secara wajar. Kami telah menyetujui laporan audit tersebut. Selain itu, kami telah memeriksa Laporan Keuangan per 31 Desember 2012 dan tidak berkeberatan atas laporan tersebut. Dewan Komisaris bertanggung jawab atas laporan tahunan ini dan menyatakan bahwa semua informasi dalam laporan tahunan ini adalah benar dan berdasarkan fakta yang kami ketahui dengan baik.

productivity.

The auditing firm of Ernst & Young, Purwantono Suherman & Surja, the auditor of the annual accounts appointed at last years Annual General Meeting of Shareholders, has audited the annual financial statements and has given an unqualified certificate. We agree with the results of these inspectons. More over, we have examined the annual financial statements of the Company as at 31 December 2012 and have no objections. The Board of Commissioners is responsible for this annual report and certifies that the contents are true and factual to the best of our knowledge.

Jakarta, April 2013

Anthoni Salim Komisaris Utama President Commissioner

Elizabeth Gelael Wakil Komisaris Utama Vice President Commissioner

Rudy Tanudjaja Saputra Komisaris I Commissioner I

Benny S. Santoso Komisaris II Commissioner II

Ken Leksono Komisaris Independen Independent Commissioner

P. L. Gunawan Solaiman Komisaris Independen Independent Commissioner

10

SAMBUTAN DEWAN DIREKSI

MESSAGE FROM THE BOARD OF DIRECTORS

Pemegang Saham yang Terhormat, Tahun 2012 dibayang-bayangi oleh ketidakpastian yang berawal dari krisis hutang di kawasan Eropa, ancaman jurang fiskal di Amerika Serikat dengan kenaikan pajak dan pemotongan anggaran yang telah terjadwalkan yang akan menguras sekitar US$560 milyar dari perekonomian tahun depan dan memporakporandakan pemulihan ekonomi serta menjatuhkan Amerika Serikat ke dalam resesi ekonomi, defisit fiskal yang besar di negara-negara berkembang, dan kekhawatiran terhadap pertumbuhan Cina yang melambat. Meskipun terjadi kemunduran perekonomian global, Indonesia menghadapinya dengan relatif baik dibandingkan negara-negara lain. Untuk tahun 2012, Indonesia mencapai 6,23 persen pertumbuhan ekonomi, yang terus tumbuh antara 4,0 persen dan 6,0 persen setiap tahun sejak 2002. Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi permintaan domestik yang sangat cepat, didukung oleh pertumbuhan pendapatan per kapita yang kuat dan lonjakan investasi domestik dan asing yang sangat tinggi. Sejalan dengan perkembangan ini, Perseroan terus tumbuh dengan cukup baik dan mampu melanjutkan kemajuan dan hasil-hasil gemilang yang diraih pada tahun-tahun terakhir, dan pokok-pokok keberhasilan yang sukses diraih kembali sepanjang tahun ini termasuk sebagai berikut : Hasil penjualan pada 2012 tercatat Rp3,741 triliun atau sekitar 12,8 persen lebih tinggi dari hasil penjualan pada 2011 sebesar Rp3,317 triliun. Kenaikan penjualan tersebut adalah kontribusi dari hasil penjualan gerai-gerai yang baru dibuka dan pertumbuhan yang kuat dari gerai-gerai lama yang telah sukses diremajakan kembali tampilan dan pemasarannya, dan penambahan produk dan pelayanan baru. Kenaikan pada pendapatan konsinyasi dari penjualan CD juga merupakan kontributor yang besar. Peningkatan juga terlihat pada sejumlah indikator operasional utama lainnya. Secara keseluruhan, transaksi meningkat 1,0 persen, pelanggan meningkat 2,6 persen, rata-rata belanja meningkat 11,8 persen. Secara same-store, transaksi dan pelanggan masing-masing turun 4,3 persen dan 3,2 persen, tetapi rata-rata belanja naik 12,2 persen. Beban pokok penjualan sebagai persentase terhadap pendapatan naik menjadi 41,5 persen pada 2012 dari 41,1 persen pada 2011. Beban usaha meningkat menjadi Rp1,86 triliun dari Rp1,62 triliun pada 2011 atau 14,6 persen disebabkan oleh tekanan harga akibat inflasi dan regulasi baru terkait upah minimum.

Dear Valued Shareholders, The year 2012 has been beset by lingering uncertainties stemming from the Euro zone debt crisis, the United States fiscal cliff situation - a pile up of scheduled tax increases and spending cuts that threaten to drain US$ 560 billion out of the economy next year and derail the recovery and plunge back into recession the economy of the United States, large fiscal deficits in developed countries and concerns about China's slowing growth. In spite of the global downturn, Indonesia has faced relatively well compared to other economies. For 2012, Indonesia achieved 6.23 percent economy growth, which continues to grow between 4.0 percent and 6.0 percent annually since 2002. The growth is driven by the rapid expansion of domestic demand backed by solid growth in income per capita and a sharp rise in domestic and foreign investment.

In line with this development, the Company continued to grow modestly and was able to carry forward the good progress and major gains made in recent years and the highlight of the results of yet another successful year include the following :

Sales in 2012 registered Rp3.741 trillion or about 12.8 percent higher than 2011 sales of Rp3.317 trillion. The increase in the top line was contributed by the sales of newly built stores coupled with the product growth achieved by most of our older stores invigorated by successful image enhancements and marketing and the addition of new products and services. The increase in consignment revenues from sales of CD's also is a major contributor.

Improvements were also noted in other key operational indicators. Transactions increased by 1.0 percent, customers increased by 2.6 percent and ticket average increased by 11.8 percent on a system-wide basis. On a same-store basis, transactions and customers decreased by 4.3 percent and 3.2 percent respectively, but ticket average increased by 12.2 percent. Cost of Goods Sold as a percentage of revenues increased to 41.5 percent in 2012 from 2011's 41.1 percent. Operational cost and expenses increased to Rp1.86 trillion from Rp1.62 trillion in 2011 or about 14.6 percent due to cost pressures from inflation and new regulations on minimum wages.

11

Laba dari operasi pada tahun 2012 turun menjadi Rp270,6 triliun dari Rp287,9 triliun pada 2011 disebabkan oleh kenaikan harga dan biaya operasional. Biaya bunga sebesar Rp20,5 milyar pada tahun 2012 merupakan pembayaran bunga untuk obligasi yang diterbitkan pada tahun 2011. Laba bersih sebelum pajak 2012 turun menjadi Rp269,2 milyar, atau turun 9,9 persen dari laba bersih sebelum pajak 2011 sebesar Rp298,7 milyar; Aktiva meningkat menjadi Rp1,782 triliun pada 2012 dari Rp1,548 triliun pada 2011 atau naik 15,1 persen, hasil dari investasi yang terus dilakukan pada jaringan restoran; Jumlah karyawan Perseroan meningkat menjadi 17.004 pada akhir 2012 dari 16.365 pada tahun 2011, memperlihatkan komitmen Perseroan dalam perekrutan dan pelatihan tim untuk mendukung jaringan restorannya di seluruh Indonesia dengan tingkat layanan yang diharapkan; Perseroan melanjutkan ekspansi jaringan restoran untuk mendominasi pangsa pasar di Indonesia agar dapat memaksimalkan peluang merek KFC dan meminimalkan potensi kompetitor untuk mendirikan bisnis ayam goreng yang kuat. Sepanjang tahun 2012, Perseroan membuka 30 gerai baru di Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia. Selain itu, Perseroan melakukan peremajaan tampilan/renovasi skala besar terhadap sekitar 50 gerai untuk meningkatkan tampilan restoran dan kenyamanan pelanggan. Pada akhir 2012, jaringan restoran KFC di seluruh Indonesia berjumlah 441 gerai yang tersebar di 98 kota di seluruh Indonesia. Perseroan telah melaksanakan ISO 9001:2008, suatu sistem manajemen mutu yang didirikan oleh International Organization for Standardization di Kantor Pusat, RSC Jakarta, melibatkan semua departemen dan gudang, dan dua restoran KFC sebagai proyek percontohan, yaitu : KFC LA Te r r a c e d a n K F C K a l i m a l a n g . D e n g a n pelaksanaan yang memuaskan, Perseroan menerima sertifikasi dari SGS dan akreditasi dari KAN, UKAS, dan ANAB. Pelaksanaan sistem manajemen mutu akan diperluas mencakup semua gerai di jaringan restoran KFC. Manfaat yang diharapkan akan diperoleh dengan pelaksanaan ISO 9001:2008 adalah : 1. Memastikan konsistensi penyiapan produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan

Profit from operation in 2012 decreased to Rp270.6 billion from Rp287.9 billion in 2011 due to the increase in operational costs and expenses.

Interest expenses amounted to Rp20.5 billion in 2012 incurred to service the interest payments for the bonds issued in 2011. Pre-tax profit in 2012 decreased consequently to Rp269.2 billion or a 9.9 percent decrease from the pre-tax profit in 2011 of Rp298.7 billion.

Assets grew to Rp1.782 trillion in 2012 from Rp. 1.548 trillion in 2011 or a 15.1 percent increase driven by the Company's continued investment in our network. The Company's workforce increased to 17,004 by the end of 2012 from 16,365 in 2011 demonstrating the Company's commitment to recruiting and training a team to support its nationwide network of restaurants with the desired level of service. The Company continued to expand its network of restaurants to achieve critical mass in the Indonesia market, both to maximize the KFC brand opportunity and to minimize the potential for the competitors to establish solid chicken based restaurants business. In 2012, we built 30 new outlets in Jakarta and other cities in Indonesia. In addition, the Company undertook image enhancements / major renovations of at least 50 of our existing restaurants to enhance the ambience and maximize customer experience in the restaurants. At the end of 2012, our network consisted of 441 restaurants in 98 cities all over Indonesia. The Company has implemented the ISO 9001:2008, a quality management system model established by the International Organization for Standardization in the Head office Restaurant Support Center in Jakarta encompassing all departments and warehouses and in two pilot projects for restaurants namely KFC LA Terrace and KFC Kalimalang. With the satisfactory implementation, the company received certification from SGS and accreditation from KAN, UKAS, and ANAB. The implementation of the quality management system will then be expanded to cover all restaurants in the network. The benefits that are expected to be derived for the ISO 9001:2008 are : 1. To ensure consistency in providing products which are in conformity with customers'

12

peraturan yang berlaku. 2. Mendorong kepuasan pelanggan melalui aplikasi sistem yang efektif, termasuk proses perbaikan secara terus menerus.

needs and prevailing regulations. 2. To boost customer satisfaction through effective application of the system that includes continued improvement process. Taking Advantage of the current technological trends the Company has started to utilize the major applications for social media online such as Facebook, Twitter and You Tube to strengthen the KFC brand and as an effective communication media to build strong personal relations between the brand and the customers. Indonesia's economic outlook remains encouraging but cautious and steady progress on structural reform are needed to maintain the resilience of Indonesia's economy in the face of continued economic uncertainties. The global outlook for 2013 remains clouded by uncertainty, but the good news is that the global economic environment is generally predicted to be slightly more favorable for growth than 2012. The combination of robust structural trends and a stable microeconomic policy framework are likely to remain positive for growth in Indonesia. For 2013, we will remain focused on our key objectives:

Mengambil manfaat dari tren teknologi pada saat ini, Perseroan telah mulai menggunakan aplikasi-aplikasi utama untuk media sosial online seperti : Facebook, Twitter, dan You Tube untuk memperkuat merek KFC dan sebagai media komunikasi untuk membangun hubungan personal yang erat antara merek dan pelanggan. Prospek ekonomi Indonesia tetap menjanjikan meskipun perlu waspada, dan kemajuan reformasi struktural yang terus diperlukan untuk mempertahankan ketangguhan ekonomi Indonesia dalam kondisi perekonomian yang tidak menentu. Prospek global pada tahun 2013 masih dibayangi oleh ketidakpastian, namun berita baiknya adalah kondisi perekonomian global secara umum diprediksi sedikit lebih baik untuk pertumbuhan daripada tahun 2012. Kombinasi tren struktural yang sehat dan struktur kebijakan mikroekonomi yang stabil bisa jadi tetap memberikan pertumbuhan positif di Indonesia. Sepanjang tahun 2012, kami akan tetap berfokus pada obyektif utama Perseroan sebagai berikut : Menghidupkan semangat Customer Mania di restoran KFC, dan menjadikan suatu keharusan bagi pelanggan untuk terus mengunjungi KFC. Meningkatkan transaksi dengan membedakan merek KFC dalam segala hal melalui media komunikasi yang inovatif (iklan dan menuboard), tampilan restoran (interior dan eksterior) yang menarik, produk-produk yang menggoda selera yang disajikan sesuai dengan merek KFC dan pelanggan, serta harga terjangkau dan bernilai tambah. Membangun merek KFC dengan memastikan bahwa dengan mempercepat langkah pengembangan, kita dapat menghasilkan kemudahan dan penghematan. Target-target Perseroan cukup wajar dan dapat diraih. Dengan kekuatan finansial dan suatu organisasi yang berkomitmen untuk berhasil dan bertekad untuk melampaui, kami percaya bahwa kekuatan-kekuatan ini akan terus digunakan untuk melanjutkan catatan keberhasilan pertumbuhan dan profitabilitas Perseroan. Dewan Direksi turut bertanggung jawab atas laporan tahunan ini dan menyatakan bahwa semua informasi dalam laporan tahunan ini adalah benar dan berdasarkan fakta yang kami ketahui dengan baik.

Keeping Customer Mania alive in our restaurants and making it a compelling reason for our customers to visit us again and again. Driving transactions by differentiating KFC brand in every way through innovative media communications (ads and menuboards), great looking restaurants, mouth-watering products delivered in a manner that fits our brand and customers, and pricing that is affordable and value for money.

Building the brand by making sure we drive convenience and economy of scale by accelerating our development pace. Our targets are reasonable and attainable. With the financial strength and an organization in place that is committed to succeed and determined to exceed, we are confident that these strengths will continue to serve as well in continuing our record of sustained growth and profitability. The Board of Directors is equally responsible for this annual report and certifies that the contents are true and factual to the best of our knowledge.

13

16

PROFIL PERUSAHAAN

COMPANY PROFILE

PT Fast Food Indonesia Tbk, pemegang hak waralaba tunggal untuk merek KFC di Indonesia, didirikan oleh Keluarga Gelael pada 1978. Dengan pembukaan gerai KFC yang paling pertama pada bulan Oktober 1979 di Jalan Melawai di Jakarta, Perseroan menjadi pemegang waralaba dari merek KFC. Sukses pembukaan gerai yang pertama diikuti dengan pembukaan gerai-gerai selanjutnya di Jakarta dan ekspansi hingga ke sejumlah kota besar lainnya di Indonesia, antara lain Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, dan Manado. Dengan sukses yang terus diraih membangun merek ini, KFC menjadi nama yang ramai dibicarakan dalam usaha restoran cepat saji dan ditanamkan dalam benak pelanggan sebagai merek waralaba cepat saji yang paling dominan di Indonesia. Inisiatif ekspansi bisnis Perseroan semakin terdorong dengan bergabungnya Salim Group pada 1990 sebagai salah satu pemegang saham utama. Pada 1993, Perseroan melepaskan 20 persen dari sahamnya di Bursa Efek Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhannya. Kepemilikan saham mayoritas 80 persen pada saat ini terdistribusi 43,84 persen kepada PT Gelael Pratama dari Gelael Group dan 35,84 persen kepada PT Megah Eraraharja dari Salim Group; sementara saham minoritas (20 persen) terbagi kepada Masyarakat dan Koperasi Karyawan. Perseroan memperoleh hak untuk menggunakan merek KFC dari Yum! Asia Franchise Pte Ltd, suatu bagian dari Yum! Restaurants International (YRI). YRI sendiri adalah sebuah badan usaha dari Yum! Brands Inc., sebuah perusahaan publik di Amerika Serikat dan pemilik waralaba dari dua merek ternama lain, Pizza Hut dan Taco Bell. Yum! Brands Inc. sebelumnya juga pemilik waralaba dari dua merek lain, A&W dan Long John Silvers, namun berakhir pada akhir 2011. Meskipun demikian, bahkan tanpa kedua merek ini tidak mengubah posisi Yum! Group sebagai jaringan restoran cepat saji terbesar dan terbaik di dunia dalam memberikan variasi pilihan restoran ternama. Selain itu, untuk kategori ayam goreng cepat saji, tidak ada merek lain yang dapat menandingi KFC. Pengalaman sukses dan peningkatan pertumbuhan yang berkelanjutan selama 34 tahun, tidak diragukan lagi telah menjadikan merek KFC sebagai pemimpin pasar restoran cepat saji di negara ini. Ekspansi jaringan restoran terus diupayakan supaya bisa hadir dekat dengan pelanggan, baik di kota-kota metropolitan yang sarat persaingan maupun di kotakota di daerah tingkat dua. Sejak lima tahun terakhir, Perseroan lebih berfokus pada pembukaan gerai bertipe free-standing (gerai yang berada di bangunan yang berdiri sendiri) yang memberikan fleksibilitas yang lebih dalam jam operasi dengan fasilitas lengkap untuk memenuhi kebutuhan dan selera pelanggan. Sejumlah gerai yang sudah dibuka sebelumnya direnovasi untuk memberikan tampilan baru yang lebih

PT Fast Food Indonesia Tbk, the only franchise holder of KFC brand in Indonesia, was founded in 1978 by the Gelael Family. With the opening of the very first KFC restaurant outlet in October 1979 at Jalan Melawai in Jakarta, the Company became a franchisee of KFC brand. The successful opening of the first outlet paved the way for the opening of more additional outlets in Jakarta and expansion of its regional coverage to include other major cities in Indonesia, like Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, and Manado. With the continuous success in building the brand, the name KFC became a by-word in the QSR business and was instilled in the mind of customers becoming the most dominant brand in Indonesia.

The Companys expansion initiatives were reinforced by Salim Group in 1990 as one of the major shareholders. In 1993, the Company floated 20 percent of its shareholdings in Indonesia Stock Exchange to further enhance its development growth. The present majority shareholding of 80 percent is distributed 43.84 percent to PT Gelael Pratama, owned by the Gelael Group and 35.84 percent to PT Megah Eraraharja, a company under the Salim Group; while the minority (20 percent) is shared by the Public and Cooperatives. The Company was licensed to use KFC brand by Yum! Asia Franchise Pte Ltd, which is part of Yum! Restaurants International (YRI). YRI itself is a company under Yum! Brands Inc., a publicly-listed company in the U.S. and the franchise owner of two other well-known brands, i.e. Pizza Hut and Taco Bell. Yum! Brands Inc. used to be the franchise owner of two other brands, A&W and Long John Silvers but were dropped by the end of 2011. However, even with the exclusion of these two brands, the Yum! Group is still regarded as the largest fast food chain in the world and the best in providing branded restaurant choices worldwide. Furthermore, in the chicken-based fast food chain, however, no other brand can outclass KFC. With the Companys 34-year experience of successful operation and continuous development growth, KFC brand is undeniably the nations market leader in the fast food chain of restaurants. It has been expanding continuously nationwide, making its presence felt not only in tough metropolitan areas but in secondary cities as well. With its emphasis on free-standing outlets during the last five years, the Company provides more flexibility in operating hours with full facilities catering to customers needs and preferences. Continuous renovation is undertaken to provide new image and appearance in line with Companys objective. At the end of 2012, the Company has a total of 441 outlets spread over 98 cities and covering 32 of the 33 provinces nationwide. The Companys total workforce

17

segar dan modern sesuai dengan obyektif Perseroan. Pada akhir 2012, Perseroan mengoperasikan total 441 gerai, yang tersebar di 32 dari 33 propinsi, di 98 kotakota di seluruh Indonesia, dan mempekerjakan sekitar 17.004 karyawan dengan hasil penjualan lebih dari Rp3,741 triliun. Perseroan menerbitkan Obligasi tanpa warkat berjangka waktu lima tahun dengan bunga obligasi sebesar 9,5 persen per tahun yang dibayarkan setiap tiga bulan dan selalu melakukan pembayaran bunga yang tepat waktu. Pada dasarnya, dana tersebut digunakan untuk membiayai pendirian geraigerai baru, renovasi gerai-gerai Perseroan yang sudah ada, perluasan gudang-gudang produksi Perseroan yang sudah ada, serta pembangunan gudang-gudang baru. Produk-produk utama Perseroan yang tak tersaingi, Colonels Original Recipe dan Hot & Crispy, tetap menjadi produk ayam goreng paling disukai di antara semua merek restoran cepat saji di seluruh Indonesia, yang konsisten dinilai sebagai ayam goreng paling enak versi berbagai survei konsumen di Indonesia. Produk-produk Perseroan dikelompokkan dalam beberapa kategori, antara lain Menu Goceng, Menu Praktis, dan menu paket kombinasi lainnya. Untuk kategori Menu Goceng, dimana setiap produk diberi harga Rp5,000, terdapat lebih dari 10 produk bernilai tinggi dimana Mocha Float dan OR Burger Deluxe adalah produk dengan penjualan tertinggi. Dari waktu ke waktu, pilihan menu untuk kategori ini disesuaikan dengan selera konsumen. Kategori lainnya adalah Menu Praktis yang terdiri atas produk-produk untuk dipesan bawa dan dikonsumsi dengan mudah dalam perjalanan. Untuk menambahkan variasi menu paket kombinasi dengan harga terjangkau bernilai tambah, Super Panas dan KFC Attack terus ditawarkan. Sebagai pelengkap produk-produk utama ini, juga tersedia produk-produk yang disesuaikan dengan selera lokal, antara lain Perdekel, Nasi, Salad, dan Sup KFC. Sebagai tambahan layanan di hampir semua gerai bertipe free-standing, Perseroan terus melakukan ekspansi KFC Coffee yang menyajikan rangkaian produk kopi berkualitas, disajikan panas maupun dingin, dilayani di konter terpisah dengan ruangan duduk tersendiri untuk para pecinta kopi. Untuk menarik konsumen pada jam-jam sepi, Perseroan juga mengenalkan minuman bernama Krushers dengan aneka pilihan rasa. Perseroan selalu memonitor kondisi pasar dan citra merek KFC secara keseluruhan dan mendapatkan respons dari pelanggan tentang kualitas produk, layanan, dan fasilitas melalui survei reguler yang disebut Brand Image Tracking Study (BITS), yang dilakukan oleh agensi survei independen. BITS adalah survei untuk mengetahui persepsi pelanggan dan citra merek KFC, diukur bersama dengan merek utama lainnya dalam industri restoran cepat saji. Hasil dari BITS menunjukkan KFC secara konsisten masih

at the end of the year is 17,004 with sales turnover of more than Rp3.741 trillion. The Company issued 5year maturity bonds in October 2011 with an annual coupon rate of 9.5 percent payable quarterly and always up-to-date on its interest payments. The funds were basically used for funding new store openings, renovation activities on existing stores, and development of new or renovation of existing warehouses.

The Companys unrivaled core products, Colonels Original Recipe and Hot & Crispy Chicken, are the widely accepted chicken product produced by any QSR brand nationwide and consistently rated as the best tasting chicken product by various Indonesian consumer surveys. With the Companys products are grouping into several categories as Menu Goceng, Menu Praktis, and package (combo) and ala-carte meals, this facilitates customer choice and ensures speed of service. Under the Goceng category comprising of menu items priced at Rp5,000 each, there are more than 10 menu items providing real value and the most salable items are Mocha Float and OR Burger Deluxe. Every now and then, menu selections under this category are changed to suit the changing preferential taste of customers. On the other hand, Menu Praktis category includes menu items that are easy for take away and can be consumed along the way without problem. To provide customers with good value, package meals (meal saving combinations) and value meals, like Super Panas and KFC Attack are continuously offered. Supplementing these core menu items are products catering to local market taste, like Potato Croquette (Perkedel), Rice (Indonesian staple food), Salad, and KFC Soup. As an added channel of service in most of the free-standing restaurant outlets, the Company is continuously expanding its KFC Coffee providing a wide range of quality coffee menu items, hot and cold, served in a separate counter with designated seating for coffee lovers. To attract customers during lean day-part of operation, the Company also has Krushers beverage menu item with a wide choice of flavors. The Company continuously undertakes a regular survey, Brand Image Tracking Study (BITS), through an independent research agency on a quarterly basis to monitor Companys market position and brand image, as well as to track down consumers perception on the quality of KFC product, service, and facilities. The study is aimed to obtain customers feedback as benchmarked with the other leading brands in the fast food business. In BITS, KFC consistently achieved the highest point in Top of Mind Awareness compared to

18

menempati posisi tertinggi paling diingat oleh pelanggan untuk Top of Mind Awareness. Sepanjang 2012, Perseroan selalu memimpin dalam porsi kunjungan terbesar dibandingkan dengan merek restoran cepat saji utama lainnya. Sebagai pelengkap survei ini untuk tujuan perbandingan dan kalibrasi, dua jenis survei lainnya dilakukan, CHAMPS Management System (CMS) dan Electronic CHAMPS Excellence Review (e-CER), masing-masing oleh agensi survei independen lain dan Departemen QA. CMS adalah survei untuk menilai langsung kualitas produk, pelayanan, dan fasilitas yang tersedia di KFC dibandingkan dengan yang diharapkan, sementara CER adalah survei untuk mengkalibrasi apa yang telah dilakukan dan dibandingkan dengan prosedur standar, dan setiap tiga bulan mengirimkan hasilnya secara elektronik kepada Pemilik Waralaba. Kinerja Perseroan dari segi pertumbuhan penjualan pada tahun 2012 tetap dengan pertumbuhan dua digit sebesar 12,8 persen tetapi di bawah 13,8 persen yang dicapai pada tahun 2011. Meskipun demikian, pertumbuhan tersebut tetap menjadikannya salah satu yang terbaik di pasar regional, dan Perseroan berharap akan terus mempertahankan posisi ini. Perseroan dianugerahi penghargaan Yum! Franchisee of the Year dan beberapa penghargaan Trailblazer Awards untuk SCM (Supply Chain Management), Customer Mania, and Delivery Excellence. Komitmen Perseroan adalah mempertahankan visi sebagai pemimpin industri restoran cepat saji dengan terus memberikan kepuasan Yum! di wajah pelanggan. Dukungan pemegang saham yang terus menerus, keahlian manajemen yang dikelola dengan baik, dedikasi dan loyalitas karyawan, dan yang terpenting adalah, kontinuitas kunjungan pelanggan, pasti berhasil membawa Perseroan meraih visinya dan terus menjadikan merek KFC yang terfavorit di seluruh Indonesia, dan membangun PT Fast Food Indonesia Tbk menjadi sebuah korporasi yang hebat.

other leading brands, an indication that KFC brand accrues the highest level of saliency in the mind of Indonesian consumers. Throughout 2012, the Company always leads in share of visit compared to the other leading QSR brands. Complementing this study for comparison and calibration purposes, two other research studies are conducted, CHAMPS Management System (CMS) and Electronic CHAMPS Excellence Review (e-CER), undertaken by another independent research agency and KFC Quality Assurance Department, respectively. CMS is a research study to actually experience the quality of product, service, and facilities provided by KFC as compared to what is expected, while e-CER is a study to calibrate what is being done compared to the standard procedures and every quarter the results are sent electronically to the Franchisor. The Companys performance in terms of sales growth in 2012 is still double digit at 12.8 percent but below the 13.8 percent growth achieved in 2011. However, its growth is still one of the best in the region, and the Company expects to uphold this status through and through. The Company has been a consistent recipient of awards for selected function from Yum! Asia Franchise Pte Ltd. In 2012, the Company was a recipient of the Yum! Franchisee of the Year award and several other Trailblazer Awards for SCM (Supply Chain Management), Customer Mania, and Delivery Excellence. With its deep commitment to attain its vision of maintaining leadership in the quick service restaurant business in Indonesia, the Company is continuously putting a Yum! on customers face. Coupled with the constant support from shareholders, well-established management expertise, employees dedication and loyalty, and most importantly, customers continuous patronage, the Company will definitely achieve this vision and continuously becomes not just the most favorite brand nationwide, but will develop PT Fast Food Indonesia Tbk into a great company.

19

Penghargaan Tahun 2012

Awards and Recognition in 2012

Daftar Penghargaan Tahun 2012 List of Awards & Recognition in 2012

Diberikan oleh : Awarded by :

Trailblazer, Asia Franchise, Franchisee of the Year 2012 Trailblazer, Asia Franchise, Customer Mania 2012 Trailblazer, Asia Franchise, SCM Excellence 2012 Trailblazer, Asia Franchise, Delivery Excellence 2012 Superbrand 2012

Yum! Asia Franchise Pte Ltd Yum! Asia Franchise Pte Ltd Yum! Asia Franchise Pte Ltd Yum! Asia Franchise Pte Ltd Superbrands Indonesia The Nielsen Company Tempo Kartini Magazine Women Insight Center Frontier Consulting Group Majalah Marketing Frontier Consulting Group Majalah Marketing

No. 1 Choice Brand based on Indonesian Women Survey 2012 Top Brand for Kids 2012 Top Brand for Teens 2012

20

21

22

Struktur Organisasi

Organization Structure

SHAREHOLDERS

BOARD OF COMMISSIONERS
AUDIT COMMITTEE

BOARD OF DIRECTORS

CHIEF OPERATING OFFICER


Quality Assurance Internal Audit

General Manager Operation

General Manager Business Development

General Manager Finance & Administration

Department Managers

Department Managers

Department Managers

23

Pemegang Saham

Shareholders

1 2 3 4 5

PT Gelael Pratama PT Megah Eraraharja HSBC Fund Services Clients Koperasi Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) Total:

201,846,667 165,013,334 46,667,014 1,473,332 45,416,248 460,416,595

43.84% 35.84% 10.14% 0.32% 9.86% 100.00%

Struktur Kepemilikan Saham

Shares Ownership Structure

Elisabeth Gelael

Rudy Tanudjaja S.

Hussein Kartasasmita

Linda Yuniarti

Anthoni Salim

58.00%

28.50%

4.00%

9.50%

PT Elang Saktiprabawa

PT Zamrud Indahpersada

99.62%

0.38%

PT Gelael Pratama

Masyarakat (lain-lain di bawah 5%)

Koperasi

HSBC Fund Services Clients

PT Megah Eraraharja

43.84%

9.86%

0.32%

10.14%

35.84%

PT Fast Food Indonesia Tbk

24

Dewan Komisaris

Board of Commissioners

1 2 3 4 5 6

Anthoni Salim Elizabeth Gelael Rudy Tanudjaja Saputra Benny S. Santoso Ken Leksono P. L. Gunawan Solaiman

President Commissioner Vice President Commissioner Commissioner I Commissioner II Independent Commissioner Independent Commissioner

Dewan Direksi

Board of Directors

1 2 3 4 5 6 7

Dick Gelael Ferry Noviar Yosaputra Ricardo Gelael Leonny Elimin Justinus D. Juwono Adhi Indrawan Erundine Ros Rafales

President Director Vice President Director Director I Director II Director III Director IV Non Affiliated Director

25

Dewan Komisaris

Board of Commissioners

Anthoni Salim Wa r g a N e g a r a I n d o n e s i a . Menjabat sebagai Komisaris Utama PT Fast Food Indonesia Tbk. Menjabat di PT Fast Food Indonesia Tbk sejak bergabungnya Salim Group pada tahun 1990. Lulusan dari Ewell Country Technical College di London, Inggris. Saat ini menjabat pula sebagai Presiden dan CEO dari Salim Group, Chairman dari First Pacific Company Ltd. di HongKong dan Direktur Utama dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Indonesian citizen. Presently serving as President Commissioner of PT Fast Food Indonesia Tbk. He holds this position ever since Salim Group joined the Company in 1990. A graduate from Ewell Country Technical College in London, England. Presently serving also as the President and CEO of the Salim Group, Chairman of First Pacific Company Ltd. in Hongkong and President Director of PT Indofood Sukses Makmur Tbk.

Elizabeth Gelael Wa r g a N e g a r a I n d o n e s i a . M e n j a b a t s e b a g a i Wa k i l Komisaris Utama PT Fast Food Indonesia Tbk, dan Komisaris Utama PT Gelael Pratama, Wakil Komisaris Utama PT Gelael Supermarket, dan juga Komisaris PT Aneka Satwitra Sari Food. Lulusan SMA Diponegoro. Indonesian citizen. Presently serving as the Vice President Commissioner of PT Fast Food Indonesia Tbk, as well as President Commissioner of PT Gelael Pratama, Vice President Commissioner of PT Gelael Supermarket, and also serving as Commissioner of PT Aneka Satwitra Sari Food. She graduated from SMA Diponegoro.

Rudy Tanudjaja Saputra Warga Negara Indonesia. Menjabat sebagai Komisaris PT Fast Food Indonesia Tbk dan Komisaris di beberapa perusahaan di Gelael Group, PT Gelael Pratama dan PT Gelael Supermarket, juga Direktur PT Aneka Satiwitra Sari Food. L u l u s a n A k a d e m i Te x t i l e Chemie, Belanda tahun 1955. Indonesian citizen. Presently serving as a Commissioner of PT Fast Food Indonesia Tbk, and Commissioner in several other companies of the Gelael Group, PT Gelael Pratama and PT Gelael Supermarket, as well as a Director of PT Aneka Satwitra Sari Food. He is a graduate from Akademi Textile Chemie, The Netherlands.

26

Benny S. Santoso Wa r g a N e g a r a I n d o n e s i a . Menjabat sebagai Komisaris PT Fast Food Indonesia Tbk. Bergabung sejak tahun 1992. Lulus dari Business Studies di Ngee Ann College, Singapura. Saat ini menjabat pula sebagai Komisaris Utama PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, Direktur PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Non-Executive Director First Pacific Co. Ltd., Director / Advisory Board Philippines Long Distance Telephone Company, Komisaris PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Komisaris Utama PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk dan Direktur Eksekutif di Salim Group. Indonesian citizen. Joined in 1992 and presently serving as a Commissioner of PT Fast Food Indonesia Tbk. A graduate of Business Studies from Ngee Ann College in Singapore. Presently serving also as President Commissioner of PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, Director of PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Non-Executive Director of First Pacific Co., Ltd., Director / Advisory Board of Philippine Long Distance Telephone Company, Commissioner of PT Indofood Sukses Makmur Tbk, President Commissioner of PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, and Executive Director of the Salim Group.

Ken Leksono Wa r g a N e g a r a I n d o n e s i a . Menjabat sebagai Komisaris Independen PT Fast Food Indonesia Tbk dan Kepala Komite Audit PT Fast Food Indonesia Tbk. Saat ini juga menjabat sebagai Direktur PT Bokormas Wahana Makmur. Sebelumnya pernah menjabat sebagai General Manager Finance PT Aneka Satwitra Sari Food, Internal Control PT Gelael Supermarket, dan Direktur PT Nalendra Bhakti Persada. Lulusan Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntasi Universitas Trisakti. Indonesian citizen. Presently serving as Independent Commissioner of PT Fast Food Indonesia Tbk and concurrently the Head of Audit Committee of the Company. He is also serving as a Director of PT Bokormas Wahana Makmur, and previously served as General Manager for Finance of PT Aneka Satwitra Sari Food, Internal Control of PT Gelael Supermarket and a Director of PT Nalendra Bhakti Persada. He is an Economics Faculty graduate from Universitas Trisakti, majoring in Accountancy.

P. L. Gunawan Solaiman Warga Negara Indonesia. Saat ini menjabat sebagai Komisaris Independen PT Fast Food Indonesia Tbk. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur ADR Group, Branch Manager PT Asuransi Lippo Life, General Manager, System & IT Division Sungai Budi Group, dan Managing Partner GS Consult. Sebelumnya juga menjabat sebagai Assistant R&D Manager PT Induro Fiberglass & Chemical Industry, Senior Systems Analyst Salim Group dan Finance & Accounting Manager Real Estate Division Sinar Mas Group. Lulusan Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Keuangan Universitas Indonesia, Universit Pierre Mende's FranceGrenoble II, dan Master of Management in International Business Universitas Indonesia. Indonesian citizen. Presently serving as Independent Commissioner of PT Fast Food Indonesia Tbk. He previously served as a Director of ADR Group, Branch Manager of PT Asuransi Lippo Life, General Manager, System & IT Division of Sungai Budi Group, and a Managing Partner of GS Consult. He had also been involved as Assistant R&D Manager of PT Induro Fiberglass & Chemical Industry, Senior Systems Analyst of the Salim Group and Finance & Accounting Manager, Real Estate Division of Sinar Mas Group. He is a graduate of Economics Faculty, majoring Financial Management from Universitas Indonesia, Universit Pierre Mende's France-Grenoble II, and Master of Management in International Business from Universitas Indonesia.

27

Dewan Direksi

Board of Directors

Dick Gelael Wa r g a N e g a r a I n d o n e s i a . Menjabat sebagai Direktur Utama PT Fast Food Indonesia Tbk dan Direktur Utama di beberapa perusahaan di Gelael Group, PT Gelael Supermarket, PT Gelael Pratama dan PT Aneka Satwitra Sari Food. Lulusan SMA Pintu Air dan berperan besar dalam mendirikan ritel pasar swalayan pertama (konsep Mom & Pop) di Indonesia. Beliau merintis bisnis waralaba di Indonesia dengan menjadi pemegang waralaba pertama dari beberapa merek ternama selain KFC, seperti Swensen's, toko serba ada 7Eleven, dan Burger King. Indonesian citizen. Presently serving as the President Director of PT Fast Food Indonesia Tbk and as the President Director of several companies under the Gelael Group, PT Gelael Supermarket, PT Gelael Pratama and PT Aneka Satwitra Sari Food. A graduate from SMA Pintu Air and had been instrumental in establishing the very first retail outlet (Mom & Pop concept) in Indonesia. He started practically the franchise business in Indonesia by being the very first franchise holder of several well-known foreign franchise brands aside from KFC, like Swensen's, 7-Eleven convenience stores, and Burger King.

Ferry Noviar Yosaputra Wa r g a N e g a r a I n d o n e s i a . Menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Fast Food Indonesia Tbk. Bergabung dengan PT Fast Food Indonesia Tbk sejak tahun 1995 sebagai anggota tim manajemen, dan diangkat menjadi Anggota Dewan Direksi sejak tahun 2001. Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia. Saat ini menjabat pula sebagai Komisaris PT Ithaca Resources, Komisaris PT Sebuku Iron Lateritic Ores, Komisaris PT Agrabudi Jasa Bersama, Direktur PT Adidaya Tangguh. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur PT Matahari Lintas Cakrawala dan PT Media Citra Indostar, Komisaris PT Indonusa Telemedia, Komisaris PT Indofinance Perkasa, Division Head Finance & Administration di unit usaha Salim Group dan Division Head di Hero Group. Indonesian citizen. Presently serving as the Vice President Director of PT Fast Food Indonesia Tbk. Joined the Company in 1995 as member of management team and moved up to Director's position in 2001. A graduate of Economics Faculty from Universitas Kristen Indonesia. At present, serving also as Commissioner of PT Ithaca Resources, Commissioner of PT Sebuku Iron Lateritic Ores, Commissioner of PT Agrabudi Jasa Bersama, Director of PT Adidaya Tangguh. Before that, served as Director of PT Matahari Lintas Cakrawala and PT Media Citra Indostar, Commissioner of PT Indonusa Telemedia, Commissioner of PT Indofinance Perkasa, Division Head of Finance and Administration of Salim Group business unit and Division Head of Hero Group.

28

Ricardo Gelael Wa r g a N e g a r a I n d o n e s i a . Menjabat sebagai Direktur PT Fast Food Indonesia Tbk membawahi bidang Operasional, dan Direktur PT Gelael Supermarket. Lulusan Business Administration in Finance, University of San Fransisco di California. Sebelumnya menjabat sebagai Direktur PT Aneka Satiwitra Sari Food dan Kepala Internal Control PT Gelael Supermarket. Indonesian citizen. Presently serving as a Director of PT Fast Food Indonesia Tbk supervising the operational aspects of the Company, and also a Director of PT Gelael Supermarket. He is a graduate of Business Administration in Finance from University of San Fransisco in California. He previously served as a Director of PT Aneka Satwitra Sari Food and the Internal Control Head of PT Gelael Supermarket.

Leonny Elimin Wa r g a N e g a r a I n d o n e s i a . Menjabat sebagai Direktur PT Fast Food Indonesia Tbk membawahi bidang Sumber Daya Manusia. Bergabung dengan PT Fast Food Indonesia Tbk sejak tahun 1995. Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Saat ini menjabat pula sebagai Chief Commercial & Operating Officer PT AJ Central Asia Raya sejak tahun 2007. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Jakarta Kyoai Medical Centre, Deputy Managing Director PT Indokemika Jayatama, Direktur PT Asia Equity Jaserah, Direktur PT Mandala Permai, Manager PT Sinar Mas Inti Perkasa dan Swadarma Salim Satya. Indonesian citizen. Presently serving as a Director of PT Fast Food Indonesia Tbk. supervising the human resource aspects of the Company. Joined the Company in 1995. A graduate of Economics Faculty from Universitas Indonesia. At present, also serving as Chief Commercial & Operating Officer of PT AJ Central Asia Raya since 2007. Before that, served as Vice President Director of PT Jakarta Kyoai Medical Centre, Deputy Managing Director of PT Indokemika Jayatama, Director of PT Asia Equity Jaserah, Director of PT Mandala Permai, Manager in PT Sinar Mas Inti Perkasa and Swadarma Salim Satya.

Justinus D. Juwono Wa r g a N e g a r a I n d o n e s i a . Menjabat sebagai Direktur PT Fast Food Indonesia Tbk membawahi bidang Keuangan dan Corporate Secretary PT Fast Food Indonesia Tbk. Saat ini menjabat pula sebagai Direktur PT Gelael Supermarket. Lulusan Universitas Krisnadwipayana. Memulai karirnya di PT Gelael Supermarket dan sebelumnya menjabat sebagai Asisten Direktur di Gelael Group. Indonesian citizen. Presently serving as a Director of PT Fast Food Indonesia Tbk supervising the financial aspects and concurrently as Corporate Secretary of the Company. He is also serving as a Director of PT Gelael Supermarket. He is a graduate from Universitas Krisnadwipayana. He started his career with PT Gelael Supermarket, and previously served as an Assistant Director of the Gelael Group.

29

Adhi Indrawan Wa r g a N e g a r a I n d o n e s i a . Menjabat sebagai Direktur PT Fast Food Indonesia Tbk membawahi bidang Pengembangan Bisnis. Bergabung dengan PT Fast Food Indonesia Tbk sejak tahun 2005. Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Saat ini menjabat pula sebagai Direktur PT Indotaisei Indah Development, Direktur PT Tata Jabar, Direktur Utama PT Besland Pertiwi. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Assistant Manager KAP Price Waterhouse Coopers dan Division Head PT Inti Salim Corpora. Indonesian citizen. Presently serving as a Director of PT Fast Food Indonesia Tbk supervising business development aspects. Joined the Company in 2005. A graduate of Economics Faculty from Universitas Indonesia. At present, also serving as Director of PT Indotaisei Indah Development, Director of PT Tata Jabar, President Director of PT Besland Pertiwi. Before that, served as Assistant Manager KAP Price Waterhouse Coopers and Division Head of PT Inti Salim Corpora.

Erundine Ros Rafales Warga Negara Filipina. Saat ini menjabat sebagai Direktur Tidak Te r a f i l i a s i P T F a s t F o o d Indonesia Tbk. Lulusan University of The Philippines. Sebelumnya menjabat sebagai Treasurer PT Cold Rolling Mill Indonesia Utama, Konsultan Development Bank of the Philippines, Direktur Asia Computer Services Inc., Manager Sycip, Gorres, Velayo (SGV) & Co., dan Credit Analyst First Nationwide Credit Corporation. Philippine citizen. Presently serving as the Non-Affiliated Director of PT Fast Food Indonesia Tbk. He is a graduate from the University of the Philippines. He was previously involved as Treasurer of PT Cold Rolling Mill Indonesia Utama, Consultant of Development Bank of the Philippines, Director of Asia Computer Services Inc., Manager in Sycip, Gorres, Velayo (SGV) & Co., and Credit Analyst of First Nationwide Credit Corporation.

30

31

Pengembangan Sumber Daya Manusia

People Development

Kompetensi Kompetensi adalah kemampuan untuk melaksanakan suatu tugas, peran, atau kemampuan mengintregasikan pengetahuan, ketrampilanketrampilan, sikap-sikap dan nilai-nilai pribadi, serta kemampuan untuk membangun pengetahuan dan ketrampilan yang didasarkan pada pengalaman dan pembelajaran yang dilakukan. Pembuatan standar kompetensi untuk semua jabatan, penilaian kompetensi yang dilakukan secara bertahap untuk keseluruhan akan dilakukan satu tahun sekali. Kompetensi adalah alat evaluasi dalam standar kemampuan, tugas kerja karyawan yang bertujuan : a) Mengenali kapabilitas dan atribut yang dibutuhkan untuk memenuhi kualifikasi saat ini dan dimasa depan sebagai prioritas organisasi. b) Memfokuskan pada usaha pengembangan karyawan untuk menghilangkan kesenjangan antara kapabilitas yang dibutuhkan dengan yang tersedia pada saat penilaian. Standar kompetensi dibuat sebagai acuan kompetensi yang harus dimiliki oleh karyawan dalam jabatan tertentu. Standar dibuat oleh masing-masing departemen dengan persetujuan Perseroan melalui People Management Manager. Standar yang sudah disepakati akan dijadikan acuan untuk mengetahui kompetensi karyawan. Deskripsi Tugas Pada tahun 2012 dilakukan pembuatan Deskripsi Tugas untuk semua jabatan, sebagai salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh Perseroan Indonesia untuk mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2008. Deskripsi Tugas merupakan informasi tentang suatu jabatan yang membedakannya dengan jabatan lainnya. Ciri khas uraian jabatan adalah menggambarkan apa, mengapa, bagaimana, dan kapan / dimana jabatan tersebut ditempatkan dan dilaksanakan. Sedangkan Kebutuhan Tugas / Spesifikasi Tugas merupakan persyaratan utama dari seseorang pemangku jabatan untuk menduduki jabatan tersebut. Isi dari persyaratan jabatan biasanya terdiri dari pendidikan formal, pengalaman kerja, pelatihan, persyaratan fisik, persyaratan psikologis, kemampuan khusus (standar kompetensi).

Competency Competency is the ability to perform a task, role or the ability to integrate knowledge, skills, attitudes, and personal values, as well as the ability to build knowledge and skills based on experience and learning.

Competency standard is prepared for all positions, and competency assessment is carried out in stages for all positions once a year. Competency is a tool to evaluate the standard capability and tasks of employee for the purpose of : a) Recognizing capability and attributes required to meet with the present qualification and as organizational priorities in the future. b) Focusing on employee development initiatives to eliminate any gap between required capability and available capability during evaluation. Competency standard is prepared as the basic competency required of employees in certain positions. The standard is prepared by every department with the Company's approval through People Management Manager. The agreed standard will become the guidelines to learn about employee competency. Job Description In 2012, Job Description is prepared for all positions, in compliance with the requirement for ISO 9001:2008 certification.

Job Description provides information on how a position is different from another position. The individuality of job description is the illustration of what, why, how, and when / where the position is placed and executed.

Job Requirement / Job Spesification is the main requirement of a job holder to fill the position. The contents of position requirement normally included formal education, work experience, training attended, physical requirement, psychological requirement, special ability (competency standard).

32

Jamsostek Pada bulan Oktober 2012, Perseroan memberlakukan program tambahan Jamsostek, yaitu : JPK, sehingga secara keseluruhan Perseroan telah menjalankan empat program Jamsostek termasuk JKK (Jaminan Keselamatan Kerja), JPK (Jaminan Pemeliharaan Kesehatan), JHT (Jaminan Hari Tua), JKm (Jaminan Kematian). Semua program Jamsostek dibayarkan iurannya oleh Perseroan, kecuali JHT dimana 2 persen dibayarkan oleh karyawan yang bersangkutan sebagai tabungan pensiun. Empat program Jamsostek tersebut adalah hak karyawan. Karyawan yang sudah mempunyai Kartu Tanda Anggota JPK-Jamsostek, bisa berobat ke Klinik / Rumah Sakit / Dokter yang ditunjuk oleh Jamsostek di sekitar tempat tinggal karyawan yang bersangkutan dengan menunjukkan kartu anggota tersebut. Perseroan melakukan sentralisasi pendaftaran dan pembayaran kepesertaan Jamsostek dengan keuntungan sebagai berikut : Perseroan melakukan pembayaran ke satu nomor rekening Jamsostek. Apabila terjadi mutasi antar daerah, tidak ada perubahan nomor kepesertaan jamsostek

Jamsostek In October 2012, the Company put into effect an additional Jamsostek program called JPK, to make a total of four Jamsostek programs applied in the Company including JKK (Jaminan Keselamatan Kerja), JPK (Jaminan Pemeliharaan Kesehatan), JHT (Jaminan Hari Tua), JKm (Jaminan Kematian). All fees for Jamsostek programs are paid by the Company, except JHT, where 2 percent is paid by employee for retirement savings. All the four Jamsostek programs are entitled to employees. Employees with JPK-Jamsostek membership card are entitled to medical treatment in the clinics, hospitals, or doctors appointed by Jamsostek in the vicinity of employees residence by showing the card. The Company performs sentralization of registration and payment of Jamsostek membership for the following benefits : Payment is made to one bank account of Jamsostek. If there is any employee transfer between regions, the Jamsostek membership number remains unchanged.

33

Berikut adalah rangkuman seminar dan kegiatan yang dipartisipasi atau diselenggarakan oleh Perseroan pada 2012 :

Seminars and workshops attended or organized by the Company in 2012 were as follows :

No
1 2 3

Kegiatan
Product Excellence Conference di Shanghai, China Tips & Tricks Grading System di Jakarta Action Planning Meeting di Denpasar, Bali 2012 Asia World Class & HR Summit di Vietnam KFC Bite Excellence College di Singapura Hubungan Industrial yang Normatif dan Tantangannya di Jakarta Digital Marketing di Singapura Perfect Chicken Product Training di Jakarta Configuring & Troubleshooting Windows Server 2008 Active Directory Domain Services di Jakarta Finance & IT Conference di Langkawi, Malaysia Spend Smarter Conference di Langkawi, Malaysia

Tanggal
27-30 Maret 12 April 10-11 Mei

Peserta
R&D, QA, Purchasing People Management BoD, GMs, Dept. Head Terkait People Development, GMO, Business Unit, People Management Home Delivery & Catering Support Legal & Industrial Relationship Home Delivery & Catering Support R&D, QA

Penyelenggara
Yum! Asia Franchise Pte Ltd HRM Indonesia Yum! Asia Franchise Pte Ltd Yum! Asia Franchise Pte Ltd Yum! Asia Franchise Pte Ltd LPP-SDM Indonesia Yum! Asia Franchise Pte Ltd Yum! Asia Franchise Pte Ltd

4 5 6 7 8

30 Mei-1 Juni 10-15 Juni 13-14 Juni 7-9 Agustus 9-10 Oktober

9 10 11

15-19 Oktober 19-22 November 23-26 November

IT IT, Accounting Purchasing, Logistic Store Development, Site Selection & Analyse Location, Market Development

NetTrain Yum! Asia Franchise Pte Ltd Yum! Asia Franchise Pte Ltd

12

Marketing & Development Conference di Singapura

18-21 Desember

Yum! Asia Franchise Pte Ltd

34

Rekapitulasi karyawan Perseroan per 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut :

The compositions of employees as at 31 December 2012 are as follows :

Uraian (Description) A A.

Total

Berdasarkan Jenjang Pendidikan (By Educational Attainment) Academy / University Senior High School or equivalent Junior High School or equivalent Primary School or equivalent Total: 1,393 15,486 99 26 17,004 8.19 91.07 0.58 0.15 100.00

B.

Berdasarkan Tingkatan Manajemen (By Management Level) Director & Commissioner Manager Restaurant Manager & Supervisor Operational Crew Staff & Crew RSC Total: 13 38 1,564 14,142 1,247 17,004 0.08 0.22 9.20 83.17 7.33 100.00

C.

Berdasarkan Usia (By Age) < 19 19 - 24 25 - 29 30 - 34 35 - 39 40 - 44 > 45 Total: 731 7,897 3,237 2,117 1,330 1,155 537 17,004 4.30 46.44 19.04 12.45 7.82 6.79 3.16 100.00

D.

Berdasarkan Jenis Kelamin (By Sex) Male Female Total: 11,978 5,026 17,004 70.44 29.56 100.00

E.

Berdasarkan Area Fungsional (By Functional Area) Operation & Operational Support Administration Total: 16,064 940 17,004 94.47 5.53 100.00

F.

Berdasarkan Penetapan Lokasi (By Assignment Location) JaBoDeTaBek Outside JaBoDeTaBek Total: 5,718 11,286 17,004 33.63 66.37 100.00

35

Program Hospitality Improvement : Melayani dengan Hati Merupakan program kelanjutan dari Smile Campaign, dimana setiap kasir akan memberikan kartu keramahan, kemudian kartu diisi oleh pelanggan yang mereka berikan pelayanan. Manfaat program ini adalah untuk menanamkan rasa tanggung jawab, dan memberikan layanan yang baik dari dalam hati, sehingga secara langsung program ini bisa menekan jumlah keluhan pelanggan.

Hospitality Improvement Program : Serve with Heart This program is the carry-over of Smile Campaign, where every frontliner (cashier) distributes a care card to customers they serve to be filled up. The benefit of this program is to instill a sense of responsibility and provide hospitable service from the heart, thereby reducing customer complaints.

HUT KFC Indonesia ke 33 Bulan Oktober tahun 2012 KFC Indonesia genap berusia 33 Tahun. Dengan mengusung tema Terus Berinovasi KFC Indonesia tetap bertekad untuk melakukan serangkaian inovasi dan mengukir prestasi. Bentuk penghargaan diberikan kepada karyawan dan pemasok terbaik, antara lain gerai dengan Balanced Score Card (BSC) terbaik, kompetisi dalam program KFC So Fresh, Freshly Prepared, pemasok petani organik terbaik, dan penghargaan kepada karyawan dengan masa kerja 33 Tahun.

KFC Indonesia's 33rd Anniversary October 2012 is KFC Indonesia's 33rd Anniversary. Using the theme Keep on Innovating KFC Indonesia is determined to take more innovation initiatives and measure achievement. Awards are given away to best employee and supplier, such as best outlet in Balanced Score Card (BSC), competition in KFC So Fresh program, Freshly Prepared, best organic farmer supplier, and to employees with 33 years of service with the Company.

36

Riset dan Pengembangan

Research and Development

Untuk mendukung Perseroan dalam pengembangan bisnis melalui inovasi produk, Departemen Riset dan Pengembangan mempunyai program pengembangan produk untuk menghasilkan produk yang berkualitas yang menjadi pilihan konsumen baik dari segi rasa, penampilan, harga, dan nilai gizinya. Pada tahun 2012, Departemen Riset dan Pengembangan mendukung peluncuran beberapa produk baru untuk menambah pilihan menu bagi konsumen, sesuai dengan strategi dan produk panduan yang ditetapkan oleh Perseroan. Menu COB (Chicken on the Bone) baru. Sebagai jagonya ayam, KFC terus berinovasi untuk menyajikan ayam goreng dengan rasa dan penampilan baru. COB Chili Krunch adalah ayam goreng yang diberi rasa bumbu szechuan yang pedas, dibalut dengan tepung renyah dan taburan cornflake sehingga memberikan sensasi kerenyahan yang unik. COB Chili Krunch diluncurkan pada bulan Juli 2012.

To support Companys business development through product innovation, Research & Development Department has a product development program to develop customers choice of quality products in various taste, presentation, price and nutrients value. In 2012, the Reasearch & Development Department has launched a number of new products to provide additional menu to consumers, in line with the strategy and product platform determined by the Company.

New COB (Chicken on the Bone) Menu. As The Chicken Expert, KFC continuously innovates to come up with a new taste and presentation of fried chicken. COB Chili Krunch is fried chicken with spicy szechuan spices, dressed in crunchy flour, sprinkled with cornflake to give a uniquely crunchy sensation. COB Chili Krunch was launched in July 2012.

37

Menu Sarapan Pagi Baru. Untuk menambah variasi pilihan produk sarapan pagi yang telah diluncurkan tahun 2011, diperkenalkan satu produk untuk sarapan pagi yang praktis untuk dinikmati dimana saja, bernama Striker. Striker dibuat dari roti tortilla yang diisi dengan hashbrown, scrambled egg, chicken bacon, ditambah dengan keju mozarella dan saus keju, kemudian dipanggang di atas pemanggang roti. Komposisinya yang meliputi karbohidrat dan protein yang proporsional sangat tepat untuk sarapan pagi.

New Breakfast Menu. To provide additional breakfast menu selection that was launched in 2011, a new product for practical breakfast that can be enjoyed anywhere, called Striker, was introduced. Striker is made from tortilla bread, stuffed with hashbrown, scrambled egg, chicken bacon, mozzarella cheese and cheese sauce, and then grills it in a toaster. Its proportional composition of carbohydrate and protein is the right choice for breakfast.

Menu Goceng Baru. Menu Goceng sebagai makanan pelengkap yang telah diluncurkan sejak tahun 2005 terus dibuat variasi barunya. Pada tahun 2012 ini diluncurkan dua jenis Menu Goceng baru, yaitu : Grape Float dan Mixed Berry Sundae. Grape Float adalah minuman bersoda dengan rasa anggur ditambah dengan nata de coco dan topping es krim yang lembut. Sedangkan Mixed Berry Sundae adalah es krim lembut dengan topping buah-buahan dengan beberapa rasa buah berri, yaitu : strawberry, raspberry, dan blueberry dan ditambah cone crumb yang renyah.

New Goceng Menu. As a complementary meal category which was launched since 2005, Goceng menu items are continuously being developed to come up with new varieties. Two Goceng menus, Grape Float and Mixed Berry Sundae were launched in 2012. Grape Float is a carbonated drink with grape flavour, added with nata de coco and soft ice cream topping. Mixed Berry Sundae is sundae with berry fruits topping such as : strawberry, raspberry, and blueberry, with crunchy cone crumb.

38

Menu Praktis Baru. Untuk menikmati makanan ringan, disediakan menu yang praktis, mudah dibawa, dan dinikmati dimana saja, dan dengan porsinya yang sedang dan harga yang terjangkau, cocok dinikmati saat snacking time. Di tahun 2012 ini diluncurkan dua Menu Praktis baru, yaitu Tori Burger dan Pokkits. Tori Burger adalah burger berbentuk oval, di dalamnya berisi ayam katsu dengan rasa renyah ditambah mayonnaise manis, saus okonomiyaki, dan daun selada. Menu Pokkits dengan bentuk, cara penyajian dan rasa yang unik dibuat dari potongan crispy strips yang renyah, irisan daun selada, parutan keju cheddar , mayonnaise polos, dan saus nenas mangga yang segar. Semua bahan tersebut dimasukkan ke dalam roti pitta berbentuk cone, yang telah dipanggang di atas pemanggang roti, sehingga roti terasa hangat dan renyah.

New Practical Menu. For snacking time, practical menu is suitable because it is easy for take away and enjoyed anywhere, with its medium-sized portion and affordable price. Two new Practical menu, Tori Burger and Pokkits, were launched in 2012. Tori Burger is an oval size burger stuffed with crispy chicken katsu with sweet mayonnaise, okonomiyaki sauce, and lettuce. Pokkits is unique in its form, method of preparation, and taste, which consists of crunchy crispy strips slices, slices of lettuce, and grated cheddar, plain mayonnaise, and fresh pineapple mango sauce. All these ingredients are put into a cone-shape roti pitta, that has been grilled in a toaster to make it warm and crunchy.

39

Menu KFC Coffee. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan saat menikmati kopi, diluncurkan produk-produk pastry baru yang melengkapi menu pada KFC Coffee, terdiri dari beberapa variasi pastry muffin, seperti Blueberry Muffin, Banana Muffin, Chocolate Muffin, Molten Cake, dan varian donut dengan topping coklat dan cinnamon. Semuanya disajikan hangat dengan tekstur yang lembut.

KFC Coffee Menu. in response to customers' need during coffee time, new pastry products were launched to complement the KFC Coffee menu, which included an assortment of pastry muffin, such as Blueberry Muffin, Banana Muffin, Chocolate Muffin, Molten Cake, and assorted donuts with chocolate and cinnamon topping. All are served warm with soft texture.

Untuk penyegaran kembali akan kualitas ayam goreng yang baik dan konsisten, pada tanggal 9 dan 10 Oktober 2012 di Jakarta, diadakan Perfect Chicken Product Training oleh Yum! Asia Franchise Pte Ltd kepada seluruh peserta yang terdiri dari Departemen People Development, Departemen Quality Assurance, dan Departemen Research & Development. Pada saat pelatihan ditekankan kembali tentang prosedur serta kualitas ayam goreng yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan untuk mendapatkan hasil yang baik dan konsisten.

On 9 and 10 October 2012, Yum! Asia Franchise Pte. Ltd. organized a refreshment training called Perfect Chicken Product Training in Jakarta in order to refresh on excellent and consistent quality fried chicken. The Training was attended by People Development Department, Quality Assurance Departement, and Research & Development Department. The training emphasised on the procedures and the quality of fried chicken adhering to the prescribed standards in order to get excellent and consistent results.

40

Pengawasan Mutu

Quality Assurance

Selama tahun 2012, Departemen QA menjadi koordinator dalam audit Sistem Jaminan Halal (SJH). Pada 29 Maret 2012 Perseroan mendapatkan Status Sistem Jaminan Halal dengan nilai A untuk kedua kalinya. Dukungan manajemen yang besar terhadap kelanjutan status halal restoran menjadi nilai tambah KFC Indonesia di tengah persaingan industri restoran cepat saji yang semakin pesat. Saat ini Perseroan sedang melakukan proses perpanjangan Sertifikat Halal dari LPPOM MUI yang akan berakhir pada 8 Februari 2013. Sertifikat Halal telah dimiliki oleh Perseroan sejak tahun 1995.

QA Department was a coordinator of Sistem Jaminan Halal (SJH) audit during 2012. On 29 March 2012, the Company received an A rating for SJH Status for the second time. The Management's big support in continuing the halal status of restaurants is KFC Indonesia's added value in the middle of the increasing competition of the fast food industry. Presently, the Company is in the process of renewing its Halal Certification from LPPOM MUI which will expire on 8 February 2013. Halal Certificate has been achieved by the Company since 1995.

Sosialisasi SJH telah dilakukan di Jakarta maupun di daerah oleh Departemen QA agar seluruh pihak terkait seperti R&D, Purchasing, Logistic, dan Operation memiliki kesamaan pemahaman tentang Sistem Jaminan Halal.

Socialization of the SJH was carried out by QA Department in Jakarta and in the regions to ensure all related departments such as R&D, Purchasing, Logistic, and Operation have the same understanding of SJH.

Sosialisasi SJH kepada Restoran Manager SJH Socialization to Restaurant Managers

Audit SJH di KFC oleh MUI SJH Audit in KFC by MUI

41

Sepanjang tahun 2012 MUI melakukan proses audit kepada Perseroan. MUI audited the Company during 2012.

Pada awal tahun 2012, Departemen QA bersama Gudang Logistik fokus dalam pengembangan kualitas gudang, mengadakan pelatihan dan rapat koordinasi dengan seluruh Kepala Gudang secara nasional, yang bertujuan untuk menambah pengetahuan pengelolaan gudang, dan pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas di semua gudang KFC Indonesia. Proses pengawasan QA kepada Gudang Logistik dilakukan melalui Distribution Quality Audit (DQ Audit). Secara kuantitas jumlah gudang yang diaudit mengalami peningkatan, yaitu dari 15 gudang (2011) menjadi 17 gudang (2012).

In early 2012, QA Department with Logistic Warehouse focused on warehouse quality development, coordinated training and meeting session with all national Warehouse Supervisors, with the objective to gain more knowledge on warehouse management and subsequently improve the quality of all KFC warehouses in Indonesia. The process of QA supervision to Logistic Warehouse is carried out through Distribution Quality Audit (DQ Audit). Quantitatively, the number of audited warehouse increased from 15 warehouses (2011) to 17 warehouses (2012).

Pelatihan dan Rapat Koordinasi Departemen QA dengan Departemen Logistik Training and Meeting Coordination of QA Department and Logistic Department

Pada pelatihan dan rapat koordinasi tersebut, Perseroan memberikan penghargaan kepada enam gudang terbaik secara nasional yang mampu mengikuti standar yang ditetapkan oleh Perseroan, meliputi perbaikan yang berkesinambungan dan termasuk dalam kategori memiliki penilaian tertinggi.

During the training and meeting coordination, the Company presented a recognition award to the best six warehouses in Indonesia for their capability in adhering to the Company's standards, making continuous improvement, and achieving the highest performance appraisal category.

42

Pemberian Penghargaan dan Foto Bersama dengan Kepala Gudang Terbaik Recognition Award Presentation and Photo Session with The Best Warehouse Supervisors

Selain itu, rata-rata hasil audit mengalami peningkatan dari 56,65 (2011) menjadi 63,23 (2012). Di masa mendatang, diharapkan Gudang Logistik dapat terus meningkatkan standar penyimpanan dan pengelolaan bahan baku.

The average audit scores have also improved from 56.65 (2011) to 63.23 (2012). Logistic Warehouses are expected to continue improving the raw material storage and process standards.

Proses pengawasan QA kembali dilakukan kepada Angkutan Logistik di sepuluh gudang KFC secara nasional. Tujuan dari audit ini adalah menjaga supaya bahan baku yang dikirim dari gudang ke restoran memiliki standar mutu yang sama seperti bahan baku awalnya dan tidak mengalami perubahan bahkan penurunan mutu selama dalam perjalanan. Untuk tahun selanjutnya, diharapkan semakin banyak Angkutan Logistik diaudit dan mengalami peningkatan nilai sehingga bahan baku berkualitas yang dikirim ke restoran semakin baik dari hari ke hari.

Logistic Transporters were audited again by QA and the audit was carried out in ten KFC Logistic Warehouses nationwide. The purpose of the audit is to ensure raw materials delivered from Logistic Warehouse to KFC restaurants have the same quality standard with the original quality and the quality does not change or even deteriorate during transfer. It is expected that more logistic transporters can be audited in future and audit scores can be further improved so that quality raw materials delivered to restaurants are getting better everyday.

43

Audit Angkutan Logistik Logistic Transporter Audit

Pengawasan gudang dan restoran KFC Indonesia juga dilakukan oleh Yum! International secara acak. Pada bulan Juni 2012, Yum! Dallas, U.S.A. melakukan audit gudang dan restoran. Hasil audit tersebut menunjukkan bahwa KFC Indonesia memenuhi standar yang dipersyaratkan oleh Yum!.

Yum! International also performed random audit of KFC Indonesia's warehouses and restaurants. In June 2012, Yum! Dallas, U.S.A. performed audit of KFC Indonesia's warehouses and restaurants. The audit results are indicative of KFC Indonesia's compliance with the standards as required by Yum!.

Audit Gudang oleh Yum! Dallas, U.S.A. Warehouse Audit by Yum! Dallas, U.S.A.

Pengembangan staf QA terus ditingkatkan. Pada bulan Agustus 2012, semua staf mengikuti pelatihan dan kalibrasi yang berhubungan dengan Keamanan Pangan dan fokus dalam perbaikan nilai eCER restoran KFC yang diselenggarakan oleh internal Departemen QA. Tujuan dari pelatihan dan kalibrasi ini adalah supaya semua staf memiliki pemahaman yang sama dalam melakukan audit restoran.

QA staff development is further enhanced. In August 2012, all staff participated in QA Department's internal training and calibration related to Food Safety and focus on improvement in KFC restaurants' eCER scores. The objective of the training and calibration is for all QA staff to have the same understanding when performing restaurant audit.

44

Pelatihan dan Kalibrasi Staf QA QA Staff Training and Calibration

Proses pengawasan QA kepada pemasok dengan Supplier Tracking, Assessment and Recognition (STAR Audit Pemantauan Pemasok, Penilaian dan Penghargaan) masih terus dilanjutkan melalui : Food Safety Audit (FSA Audit Keamanan Produk) kepada 36 pemasok kelas A, B, dan C. Quality System Assessment (QSA Penilaian Sistem Pengendalian Mutu) kepada 31 pemasok kelas A dan B. Rata-rata hasil audit mengalami peningkatan dari 67,50 (2011) menjadi 75,13 (2012).

QA's control of suppliers through Supplier Tracking, Assessment and Recognition (STAR) Audit still continues through :

Food Safety Audit (FSA) to 36 of class A, B, and C suppliers. Quality System Assessment (QSA) to 31 of class A and B. The average audit scores have improved from 67.50 (2011) to 75.13 (2012).

Audit Pemasok

Supplier Audit

Standar tinggi yang ditetapkan untuk pemasok juga akan diseleksi dan disaring. Bagi pemasok yang bisa mencapai standar yang ditetapkan, akan diberikan penghargaan oleh Yum!. Pada bulan April 2012 di Shanghai, China, Yum! memberikan penghargaan kepada salah satu pemasok KFC Indonesia, PT NICI (Nestle Indofood Citarasa Indonesia) yang memiliki performa bagus, baik dalam penilaian FSA - Audit Keamanan Produk, QSA Audit Penilaian Sistem Pengendalian Mutu, maupun SCM. Pemberian penghargaan kepada pemasok diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk yang dipasok kepada Perseroan dan meningkatkan persaingan ditingkat pemasok supaya terpacu untuk mendapatkan penghargaan tersebut.

Suppliers are selected and filtered based on pre determined high standards. Suppliers who successfully achieve these standards are awarded by Yum!. In April 2012, Yum! presented Supplier Award in Shanghai, China to one of KFC Indonesia's suppliers, PT NICI (Nestle Indofood Citarasa Indonesia) for excellent performance, in Food Safety Audit (FSA) , Quality System Audit (QA Audit), and SCM. This award presentation is expected to improve product quality supplied to the Company and to encourage competition between suppliers so that suppliers are motivated to receive the award.

45

Penghargaan kepada Pemasok, di Shanghai, China Supplier Award in Shanghai, China

Perseroan dalam mempertahankan kualitas restoran melalui QA telah melakukan eCER (electronic CHAMPS Excellence Review) selama tahun 2012. Evaluasi tersebut dilakukan sebanyak tiga kali per restoran dan nilai yang dihasilkan dari setiap periode menunjukkan peningkatan. Diharapkan rata-rata nilai terus mengalami peningkatan untuk mencapai kepuasan pelanggan yang tuntutannya semakin tinggi.

In maintaining restaurant quality, the Company through QA, has performed e-CER (electronic CHAMPS Excellence Review) in 2012. This evaluation is carried out three times for each restaurant and the score for each period has improved. It is expected that the average e-CER score will keep on improving in order to satisfy customers' demand for high quality.

Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001:2008)

Quality Management System (ISO 9001:2008)

Pada tahun 2012, Perseroan melaksanakan proses sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008. Tahapan yang dijalankan dalam proses sertifikasi adalah sebagai berikut : Penyusunan dokumen sesuai hirarkinya, meliputi pedoman mutu yang berisi kebijakan mutu perusahaan, peta bisnis proses, sasaran mutu, dan dokumen-dokumen yang digunakan di setiap departemen. Dalam penyusunan dokumen departemen, diawali dengan analisa gap untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dari sistem yang ada saat ini terhadap persyaratan ISO. Selanjutnya, hasil dibahas dalam lokakarya dan pelatihan Understanding ISO 9001:2008 Requirements.

In 2012, the Company achieved Quality Management System ISO 9001:2008 certification. The stages involved in the certification process are as follows :

Preparation of documents according to its hierarchy including quality manual, which is comprised of the Company's quality policy, business process mapping, quality objectives, and documents used in every department. In the preparation of departmental document, it begins with gap analysis to identify the advantages and disadvantages of the current system versus ISO requirements. The next step is to discuss the results in the workshop and training of Understanding ISO 9001:2008 Requirements.

46

Setelah analisa gap, dilanjutkan dengan crossfunction antar departemen untuk keperluan identifikasi dokumen dan untuk melihat apakah ada proses yang tumpang tindih dan melihat kemungkinan peleburan.

Gap analysis is followed by cross-function between departments for document identification and to see if there is an overlapping process and the possibility to merge them.

Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 dimulai pada bulan Mei 2012 dan ditandai dengan penandatanganan berita acara kebijakan mutu, sebagai bukti komitmen bersama untuk menjalankan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008.

Implementation of Quality Management System ISO 9001:2008 was started in May 2012 and marked with the signing of quality policy statement, evidence of the mutual commitment to conduct the Quality Management System ISO 9001:2008.

47

Audit mutu internal, sebelumnya didahului dengan pembentukan Tim Audit Mutu Internal yang beranggotakan department head, sub-department head, supervisor, dan staf senior dari beberapa departemen yang telah mendapatkan pelatihan dan dinyatakan lulus.

Internal quality audit, preceded by the formation of a team of internal quality audit, which consists of department heads, sub-department heads, supervisors, and senior staff from several departments which have been trained and successfully passed the training.

Pelaksanaan rapat tinjauan manajemen untuk membahas hasil audit, pencapaian sasaran mutu, keluhan pelanggan dan kepuasan pelanggan, serta tindak lanjut perbaikan untuk tujuan peningkatan berkesinambungan.

Carry out management review meetings to discuss audit results, quality objectives achievement, customer complaints, and customer satisfaction, as well as follow-up on improvement for continuous upgrading.

48

Audit sertifikasi oleh Badan Sertifikasi SGS dilaksanakan dalam dua tahap. Audit Tahap 1 adalah audit dokumentasi untuk memeriksa ketersediaan dokumen sesuai persyaratan ISO, dan Audit Tahap 2 adalah audit implementasi untuk memeriksa kesesuaian antara aktual implementasi dengan prosedur yang tercatat. Audit dilaksanakan sesuai ruang lingkup sertifikasi, yaitu Kantor Pusat RSC Jakarta meliputi semua departemen, Gudang Ciracas, KFC LA Terrace, dan KFC Kalimalang.

Certification audit by Badan Sertifikasi SGS was conducted in two stages. Stage 1 Audit is documentation audit to check the availability of documents according to ISO requirements, and Stage 2 Audit is implementation audit to check conformity between actual implementation and the recorded procedures. The audit was conducted according to certification scope, which was RSC Jakarta Head Office including all departments, Ciracas Warehouse, KFC LA Terrace, and KFC Kalimalang.

49

Dari hasil audit diketahui bahwa Perseroan dinilai telah mengimplementasikan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 dan mendapatkan sertifikasi dari Badan Sertifikasi SGS. Akreditasi yang diperoleh yaitu : KAN, UKAS dan ANAB. Masa berlaku sertifikat ISO 9001:2008 adalah tiga tahun, dengan dilakukan inspeksi audit setiap enam bulan sekali.

The audit results show that the Company is considered to have already implemented the Quality Management Sysystem ISO 9001:2008 and therefore, receives the certification from Badan Sertifikasi SGS. Accreditations received are KAN, UKAS, and ANAB. The ISO certificate valids for three years with surveillance every six months.

50

51

52

53

54

55

56

Keberhasilan sertifikasi ini merupakan bentuk komitmen manajemen dan seluruh karyawan Perseroan dalam rangka meningkatkan kepuasan pelanggan dan perbaikan yang berkesinambungan. Oleh sebab itu, untuk selalu melakukan peningkatan berkesinambungan, implementasi dan sertifikasi ISO 9001:2008 akan dilakukan secara nasional oleh Perseroan dan diharapkan akan memberikan dampak yang positif dalam kinerja seluruh karyawan Perseroan. Implementasi dan Sertifikasi ISO 9001:2008 secara nasional akan dilakukan secara bertahap, dan pada tahun 2013 Perseroan berencana akan menambah lingkup sertifikasi diantaranya KFC Kemang, KFC Salemba, KFC Alam Sutera, KFC Adityawarman, KFC Ahmad Yani, RSC Surabaya dan Gudang Surabaya.

The successful certification is the commitment of the management and all employees of the Compay in order to promote customer satisfaction and continuous improvement. Therefore, in order to achieve continuous improvement, the scope of implementation and certification of ISO 9001:2008 will be expanded nationwide and it is expected to have a positive impact in the performance of all employees. The nationwide implementation and certification will be conducted in stages, and in 2013, the Company plans to cover KFC Kemang, KFC Salemba, KFC Alam Sutera, KFC Adityawarman, KFC Ahmad Yani, RSC Surabaya and Surabaya Warehouse.

57

57

60

Tinjauan Kegiatan Operasi

Review of Operation

Memasuki tahun 2012, Perseroan melihat pertumbuhan perekonomian di Indonesia cukup menjanjikan, namun pertumbuhan yang baik hanya pada semester pertama, dan selanjutnya pertumbuhan terlihat melambat hingga akhir tahun. Faktor eksternal, seperti aksi demonstrasi anti Amerika, menyebabkan banyak gerai KFC di beberapa wilayah harus mengalami buka-tutup untuk menghindari hal-hal yang tidak dikehendaki. Demikian juga aksi demonstrasi buruh menuntut kenaikan upah yang wajar di beberapa wilayah seperti Karawang, Tangerang, Bekasi, Surabaya, Medan, dan sebagian Sulawesi, beberapa bulan menjelang akhir tahun, telah menyebabkan sebagian gerai KFC mengalami penurunan kunjungan dan buka-tutup. Pemulihan di beberapa wilayah, seperti di Jawa Tengah dan Surabaya, pada tahun lalu sudah memperlihatkan pertumbuhan, namun pada tahun 2012 pertumbuhan melambat. Pertumbuhan masih terlihat di wilayah Sulawesi dan Kalimantan oleh karena komoditas dan pertambangan yang masih berjalan cukup baik. Keunggulan Penjualan Pencapaian penjualan sepanjang tahun 2012 adalah Rp3,741 triliun, suatu pencapaian yang mendekati proyeksi budget yang ditetapkan. Pencapaian ini meningkat 12,8 persen dari tahun sebelumnya. Pencapaian Rp1 triliun pertama terjadi pada awal April 2012, sekitar tiga minggu lebih awal dari tahun sebelumnya. Pencapaian Rp1 triliun kedua terjadi pada pertengahan Agustus 2012, dua minggu lebih awal dari tahun sebelumnya, dan pencapaian Rp1 triliun ketiga pada minggu pertama Oktober 2012, sehingga sepanjang tahun 2012 dapat dicapai Rp3,745 triliun. Bulan puasa yang jatuh pada minggu ketiga bulan Juli 2012, memperlihatkan penurunan aktivitas penjualan hingga akhir Juli 2012. Keramaian aktivitas Perseroan mulai terlihat hanya 1 minggu menjelang Idul Fitri. Hari Raya Idul Fitri pada tahun 2012 ini, jatuh pada pertengahan Agustus 2012, sehingga pencapaian penjualan pada Agustus 2012 tertinggi sepanjang tahun 2012. Penjualan same-store meningkat sebesar 7,3 persen, dan untuk transaksi terjadi penurunan sebesar 4,3 persen. Penyebab penurunan transaksi ini karena penukaran free goceng yang menurun hampir 50 persen, dan juga pengaruh kanibalisasi di beberapa wilayah karena pembukaan toko baru. Selain itu, pengaruh eksternal seperti pertumbuhan ekonomi yang sedikit melambat, dan makin bertumbuhnya pesaing usaha sejenis yang memberikan minat

Moving into 2012, the Company observed that Indonesia's economic growth is promising; however, such growth only occurred in the first semester, then slowed down until the end of the year. External factors, such as anti America demonstration had caused some KFC outlets in a number of regions to be in open-close arrangement to avoid undesirable incidents. Likewise, labour demonstration demanding reasonable wage increase in some regions namely Karawang, Tangerang, Bekasi, Surabaya, Medan, and some parts of Sulawesi, several months before the end of the year, had caused some of KFC outlets experienced a decline in customer visit and were also into open-close arrangement. Business recovery at some regions, like Central Java and Surabaya, had indicated some growth last year; however, it slowed down in 2012. Sulawesi and Kalimantan regions experienced some growth for reason that commodities and mining businesses are performing quite well. Sales Excellence Total sales generation in 2012 of Rp3.741 trillion was close to the earlier projection with 12.8 percent growth from the previous year. The first Rp1 trillion was generated in early April 2012, about three weeks earlier than last year. The second Rp1 trillion was generated in the middle of August 2012, two weeks earlier than last year, and the third Rp1 trillion was generated in the first week of October 2012, with an aggregate total sales generation of Rp3.745 trillion at the end of the year. The fasting month, started in the third week of July 2012, thus generating lower sales up to end of July 2012. The Company's activities started to rise only one week approaching Idul Fitri. With the 2012 Idul Fitri holiday falling in the middle of August 2012, the sales generation in August was the highest so far in 2012. Same-store sales increased by 7.3 percent but samestore transaction decreased by 4.3 percent. The reason of the decrease in transaction was the 50 percent drop in free goceng exchange and the cannibalization effect of new store opening in some regions. Furthermore, external factors such as the slow down in economic growth and the growing numbers of competitors of the same business providing attractive offer for customers to try. In response, the Company

61

masyarakat ingin mencobanya. Untuk itu, Perseroan terus melakukan perbaikan tampilan terhadap restoran-restoran yang sudah beroperasi selama lima tahun dengan interior yang baru yang disebut D-12, juga terhadap sarana pendukung lain seperti sarana luar ruang, untuk memberikan kemudahan bagi konsumen yang ingin merokok, ternyata sangat diminati. Sarana luar ruang diadakan dengan tujuan untuk menghemat pemakaian daya listrik yang terus meningkat, sehingga Perseroan perlu mengambil langkah-langkah penghematan. Penambahan gerai KFC bertipe free-standing (gerai yang berada di bangunan yang berdiri sendiri), in-line (ruko), tetap menjadi prioritas Perseroan karena dapat memberikan kontribusi dalam penjualan dikarenakan jam operasional untuk buka lebih awal dan tutup lebih malam dari jam operasional yang ditetapkan. Demikian juga gerai yang dapat beroperasi 24 jam, dengan pertimbangan yang lebih matang, agar operasional tengah-malam jelang-pagi dapat mencapai penjualan yang optimal. Pertumbuhan penjualan tahun 2012 juga didukung oleh Layanan Pesan Antar, Pesta Ulang Tahun, Layanan Pesanan Besar, Chaki Club, Bazaar, dan KFC Coffee. Ini merupakan unit-unit bisnis yang oleh Perseroan mulai dikembangkan dan lebih fokus untuk menghasilkan penjualan dengan kontribusi yang lebih besar. Pada tahun 2012, unit-unit bisnis ini dapat memberikan kontribusi penjualan sebesar 14,5 persen, mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya sebesar 5,0 persen lebih. Layanan Pesan Antar, didukung oleh Call Center 14022 (pusat pemanggilan terpadu 14022) yang sudah berjalan secara nasional selama tiga tahun, telah tersedia di 224 gerai KFC, memberikan pertumbuhan yang baik untuk penjualan sebesar 10,6 persen lebih dan pertumbuhan transaksi sebesar 2,7 persen lebih. Pada jam sibuk makan siang dan makan malam, dan pada bulan sibuk, seperti bulan puasa, libur sekolah, Natal, dan akhir tahun, aktivitas pesan antar meningkat pesat, sehingga Perseroan masih menggunakan jasa alih daya untuk rider hanya untuk jam sibuk saja. Tahun 2012, layanan pesan antar memberikan kontribusi sebesar 7,5 persen, melebihi dari target yang ditetapkan, yaitu 7,0 persen. Selain menggunakan layanan Call Center 14022, pelanggan masih dapat menghubungi gerai langsung, jika mendapat kendala dalam menghubungi Call Center 14022. Dalam layanan pesan antar ini, Perseroan tetap berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan untuk kepuasan pelanggan, sebagaimana terlihat pada penerimaan penghargaan Trailblazer Delivery Excellence 2012 dari Yum! Asia Franchise Pte Ltd.

continues to undertake image enhancement of 5-year old KFC outlets to look modern with the latest interior design called D-12, as well as supporting facilities such as outdoor seating, which is quite popular for customers' convenience.

Outdoor facilities are provided for efficient consumption of electricity, the cost of which has been increasing prompting the Company to take necessary efficiency measures. The opening of more freestanding and in-line types of KFC restaurants, where business hours can be optimized by opening earlier and closing later than the normal business hour provided significant contribution. With careful consideration, some restaurants are opened for 24 hours in order to generate optimum sales during midnight hours.

The 2012 sales growth was also contributed by sales generated from Home Delivery, Birthday Party, Catering, Chaki Club, Bazaar, and KFC Coffee. These are business units further developed and focused by the Company in order to generate bigger sales contribution. In 2012, these business units generated sales contribution of 14.5 percent, increased by 5.0 percent from last year. Home Delivery service in 224 outlets supported by the Call Center 14022, which has been in operation nationwide for the last three years, generated excellent sales growth of more than 10.6 percent and transaction growth of more than 2.7 percent. During busy lunch and dinner time, as well as during fasting period, school holidays, Christmas and year end, home delivery activities have soared and prompted the Company to continue outsourcing the service of riders only during busy period.

Home Delivery sales contributed 7.5 percent in 2012, exceeding the 7.0 percent target set by the Company. Aside from using the Call Center 14022 service, customers can still contact any KFC restaurant directly if they have difficulties in getting a connection to the Call Center 14022. The Company is committed to continuously improve the service quality of Call Center 14022 for customers' satisfaction, as evident in the presentation of Trailblazer Delivery Excellence 2012 from Yum! Asia Franchise Pte Ltd.

62

Pertumbuhan total penjualan juga dikarenakan pengembangan gerai yang bertambah menjadi 441 gerai diakhir tahun 2012, yang berarti bertambah sebanyak 30 gerai di sepanjang tahun 2012. Gerai yang dibuka pada tahun 2012, terbagi antara lain freestanding (gerai yang berada di bangunan yang berdiri sendiri), mal, in-line (ruko) dan food court (pusat jajanan), yang dapat memberikan kontribusi penjualan yang lebih besar, walaupun sebagian besar gerai-gerai tersebut dibuka pada kwartal IV tahun 2012 karena diperlukan persiapan yang lebih panjang dalam pengurusan perijinan. Pertumbuhan penjualan layanan pesan antar sebagaimana dijelaskan di atas dapat terealisasi karena gerai yang punya layanan pesan antar dioptimalkan dengan jangkauan layanan untuk mempersingkat waktu antaran, serta penambahan armada dan rider. Layanan Call Center 14022, yang tahun ini sudah berjalan tiga tahun, sangat membantu pelanggan yang sering melakukan perjalanan, selain untuk memenuhi permintaan pelanggan yang sering bepergian dari satu kota ke kota lainnya, sehingga mengalami kesulitan untuk mengingat begitu banyak nomor layanan yang ada, juga untuk menjaring pelanggan baru. Terlihat pertumbuhan dalam transaksi yang cukup besar terutama dalam waktu sibuk makan siang dan makan malam.

Total sales growth was also contributed by the additional 30 outlets opened in 2012, bringing a total of 441 outlets by end of 2012. Outlets opened in 2012 were those of free-standing, mall, food court, that contributable to optimum sales, despite the fact that most of the stores were opened in the 4th quarter of 2012 due to longer time required for license and permits to process.

The rapid growth in home delivery sales was due to optimum home delivery service coverage to shorten delivery time and addition of home delivery fleet and rider. The Call Centre 14022, which is in its 3rd year, provides an excellent service to customers with high frequency of intercity traveling who have difficulty to remember so many numbers, and an attraction to draw new customers. Transaction increased significantly, especially during busy lunch time and dinner time.

Layanan pesanan besar pada tahun 2012 memperlihatkan pertumbuhan penjualan sebesar 33 persen lebih, walaupun jumlah pesanan mengalami sedikit penurunan. Banyak perusahaan yang mengadakan kegiatan-kegiatan formal dan non formal menggunakan jasa layanan pesanan besar di KFC. Tercatat satu perusahaan komunikasi yang memesan sebanyak 154.000 boks, dengan nilai penjualan Rp2,3 milyar. Demikian pula dengan satu perusahaan di Batam yang sudah dua tahun berturut-turut menggunakan jasa layanan pesanan besar di KFC. Pesanan sebanyak lebih dari 10.000 boks sudah sering diterima oleh Perseroan karena Perseroan

Catering demonstrated sales growth of more than 33 percent, although quantity-wise, there was a slight decline. Various companies with formal and non formal activities used KFC catering service. One company in communication business placed a big order of 154,000 boxes of KFC meal with total sales of Rp2.3 billion. Another company in Batam for two consecutive years engaged KFC catering service. The Company has often received large quantity catering orders of more than 10,000 boxes because of the trust the Company received from business offices in various regions, especially Jabodetabek. Catering contributed 0.96 percent to sales, or 18.0 percent increase from last year.

63

mendapat kepercayaan yang besar dari instansiinstansi bisnis di berbagai daerah, khususnya di Jabodetabek. Layanan pesanan besar memberikan kontribusi terhadap penjualan sebesar 0,96 persen, kenaikan sekitar 18,0 persen dari tahun sebelumnya. Untuk pesta ulang tahun, selain peningkatan yang terus dilakukan terhadap jenis dan kualitas premium, juga penyelenggaraan lokakarya untuk semua MC untuk meningkatkan kemampuan dalam memandu acara ulang tahun, agar acara ulang tahun di KFC menjadi pilihan pertama pelanggan. Ini terlihat dari pertumbuhan penjualan sebesar 31,0 persen lebih, dan jumlah acara meningkat lebih dari 27,0 persen. Kontribusi kegiatan ulang tahun ini adalah sebesar 2,7 persen terhadap penjualan, melebihi dari target 2,0 persen yang diberikan oleh Perseroan. Pilihan pelanggan untuk merayakan acara ulang tahun di rumah, sekolah, acara lain pilihan pelanggan juga meningkat, karena pelanggan tidak perlu direpotkan untuk melakukan dekorasi dan lainnya yang sudah dilakukan oleh MC dan timnya. Continuous improvements to Birthday Party's premium items and the type and quality of merchandise have made KFC the first choice of customers to hold their children's birthday. This was reflected in sales growth of more than 31.0 percent and total events increased by more than 27.0 percent. Birthday Party contributed 2.7 percent, higher than the 2.0 percent target set up by the Company. There are more options available to customers to celebrate birthday at their home or at school, or at other venues of their choice because customers do not have to bother with decoration and other matters that are conveniently taken care of by MC and team from KFC.

Kegiatan lain yaitu layanan Drive Thru, dimana pelanggan yang ingin belanja di KFC tidak perlu turun dari kendaraannya; cukup dengan mengikuti alur drive thru yang tersedia, sudah dapat menerima pesanan lewat loket drive thru. Layanan drive thru hanya tersedia pada gerai-gerai free-standing, dan hingga akhir tahun 2012, terdapat 57 gerai dengan layanan drive thru, bertambah 15 gerai dengan layanan drive thru dari tahun sebelumnya. Untuk tahun 2012, layanan drive thru ditingkatkan dengan memperbarui layanan dan fasilitas dengan teknologi yang lebih maju yang disebut New Concept of Drive Thru. Melihat pencapaian penjualan layanan drive thru yang dapat mecapai pertumbuhan sebesar 27,0 persen lebih, dan pertumbuhan transaksi sebesar 20,0 persen, ini sangat menjanjikan untuk ke depannya akan terus bertumbuh. Kontribusi layanan drive thru adalah sebesar 2,8 persen terhadap penjualan, lebih dari target yang ditetapkan oleh Perseroan, yaitu 2,0 persen.

Drive Thru, which is only available at free-standing restaurants, is another facility provided by the Company for customers to shop at KFC without getting off their vehicle, just follow the drive thru lane and receive the order at the drive thru window. At the end of 2012, there are 57 outlets with drive thru facility, an additional of 15 outlets compared to last year. Drive Thru service and facilities were upgraded in 2012 with advanced technology called New Concept of Drive Thru. Looking at the sales generated from drive thru service where sales grew by more than 27.0 percent and transaction grew by 20.0 percent, this service will keep growing and is very promosing in the future. Drive thru service contributed 2.8 percent, which is more than the 2.0 percent target set by the Company.

64

KFC Coffee merupakan tambahan unit bisnis Perseroan yang sudah berjalan lebih dari dua tahun. Pada tahun 2012 unit bisnis ini lebih diberikan perhatian, sehingga memperlihatkan pertumbuhan penjualan yang sangat baik, yaitu sebesar 30 persen lebih untuk penjualan, dan pertumbuhan 20 persen lebih untuk transaksi dibanding tahun sebelumnya. Unit bisnis KFC Coffee memberikan kontribusi sebesar 0,64 persen terhadap penjualan, dan terus memperlihatkan peningkatan. Selain itu, dengan adanya tambahan menu pastry pada KFC Coffee, yaitu : Muffin dan Donut, turut memberikan kontribusi peningkatan penjualan. Ada 43 gerai KFC Coffee yang sudah menjual produk pastry. Jumlah gerai KFC Coffee pada akhir tahun 2012 adalah 55 gerai. Program insentif yang diberikan kepada Restoran Manager di restoran kategori super dan flagship tetap berjalan karena bertujuan untuk memberikan motivasi bagi sesama rekan Restoran Manager lainnya di restoran kategori large (besar), medium (sedang), dan small (kecil). Penempatan Restoran Manager di restoran kategori super dan flagship lebih selektif, melihat operasional di restoran kategori super dan flagship yang memerlukan kemampuan seorang Restoran Manager dengan kepemimpinan yang kuat, loyal, dan penuh tanggung jawab. Pemberian insentif terlihat efektif karena Restoran Manager terpacu untuk terus meningkatkan penjualan restoran yang dikelolanya dan mempertahankannya, dan bagi Restoran Manager di restoran kategori lain akan berusaha meningkatkan penjualannya agar menjadi restoran kategori super. Kontrol Keuangan Perseroan tetap melakukan kontrol keuangan secara ketat dan konsisten agar peningkatan dalam penjualan tidak diikuti dengan peningkatan dalam biaya. Hal ini sudah dilakukan sejak tahun-tahun sebelumnya untuk beberapa tem seperti biaya tenaga kerja yang dilakukan di tingkat restoran dengan jumlah tenaga

KFC Coffee is an additional business unit of the Company that was first introduced two years ago. With more attention given to the business unit in 2012, the growth has been excellent with more than 30 percent sales growth and more than 20 percent transaction growth compared to the previous year. KFC Coffee contributed 0.64 percent to sales and still growing. Furthermore, the introduction of additional pastry products, Muffin and Donuts, also contributed to KFC Coffee sales increase. Presently, there are 43 KFC Coffee outlets selling pastry products out of the total 55 outlets at the end of 2012.

The program that provides incentive to Restaurant Managers of super and flagship restaurant categories is still being implemented to motivate Restaurant Managers of large, medium, and small restaurant categories. Appointment of Restaurant Managers to lead super and flagship restaurant categories is more selective, because operational of these restaurant categories would need a manager with strong leadership, loyal, and responsible qualities. The incentive program has been effective because Restaurant Managers of super and flagship categories are forced to build up their sales and maintain the sales level, while Restaurant Managers of other categories are motivated to push their efforts to grow sales volume required for upgrading their restaurant to super category. Financial Control The Company continues to emphasize the importance of strong and consistent financial controls to ensure increased sales is not followed by increase in cost. This control measure has been implemented for years in restaurant labour cost by employing a specified number of restaurant crew only during weekdays

65

kerja hanya untuk hari kerja (Senin-Jumat), sedangkan untuk Sabtu, Minggu, dan hari libur menggunakan tenaga kerja paruh-waktu. Selain itu, secara reguler melakukan rekalibrasi pada posisi ALL STAR untuk meningkatkan kapabilitas ALL STAR, sehingga dapat mencakup bagian pekerjaan yang lebih banyak dari posisi STAR. Juga pada pemakaian listrik, air, dan telepon, dan pemakaian gas LPG yang terus mengalami peningkatan harga beberapa kali sepanjang tahun 2012. Dalam efisiensi pemakaian listrik sudah dilakukan pengurangan daya listrik yang ada di restoran, baik yang buka sebelum dan yang dibuka pada tahun 2012, daya yang dibutuhkan sudah disesuaikan, namun karena keterbatasan daya listrik yang tersedia di tiap wilayah, sehingga sebagian gerai yang buka dikenakan tarif multiguna dengan biaya yang lebih mahal dari tarif biasanya. Zoning untuk penerangan di restoran untuk siang hari dan malam hari, sangat membantu dalam pengurangan biaya pemakaian listrik di restoran, demikian juga untuk pemakaian unit pendingin udara pada malam hari, khususnya untuk area di lantai dua yang mempunyai akses dengan area luar ruang, dan pada restoran yang beroperasi 24 jam. Hal terpenting lainnya adalah meningkatkan pengawasan terhadap rangkaian kegiatan yang dimulai dari menentukan proyeksi pemesanan penerimaan penyimpanan pengolahan atas bahan baku agar optimal dalam pemakaiannya. Tidak hanya pemakaian yang sesuai prosedur, namun harus ada kontrol terhadap mutu produk siap jual, dengan tujuan setiap tamu yang datang selalu mendapatkan produk yang berkualitas. Kontrol keuangan juga semakin membaik, melalui pemeriksaan dari audit internal yang melakukan kontrol keuangan, operasi, dan kontrol persediaan barang. Pencapaian acceptable rating oleh restoran semakin meningkat, sebagai bukti kepedulian Restoran Manager terhadap kontrol restoran keseluruhan. Untuk hasil audit dengan catatan, Restoran Manager dan tim diberikan pengawasan yang ketat agar dapat segera memperbaikinya. Dukungan dan arahan yang diberikan oleh manajemen senior sebagai bentuk kepedulian ikut membantu perbaikan terhadap kontrol keuangan, operasi dan aspek lainnya. Keunggulan Layanan Pelanggan CHAMPS tetap merupakan acuan Perseroan dalam memberikan layanan kepada pelanggan. CHAMPS merupakan akronim untuk memastikan kebersihan restoran (Cleanliness ), keramahan (Hospitality ), ketepatan dalam menerima dan menyiapkan pesanan (Accuracy), perawatan

(Monday to Friday) and additional part-time crew during weekends (Saturday, Sunday) and holidays. In addition, ALL STAR position is recalibrated on a regular basis to build up their capability so as to enable them to cover more tasks than STAR position.

In anticipation of the rising utility (electricity, water, telephone, LPG) cost, efficiency measures have also been implemented to reduce utility consumption. Power capacity of those restaurants that were opened before 2012, as well as those opened in 2012 was reevaluated and down-graded, if necessary. Power capacity has been adjusted, however, due to electricity limitation in selected areas, some restaurants are charged with the multiguna tariff, which costs more than the normal tariff. More on efficiency efforts to help reduce electricity consumption, zoning method is applied in restaurant lighting at day time and night time, as well as the operation of airconditioning unit at night time, especially in the second floor area with outdoor access, and in 24-hour restaurants. Another important factor is to toughen control over a series of activities that begins with projection setting ordering receiving storing processing of raw materials for optimum usage, not only by following the procedures, but also controlling quality of products ready to be sold in order for customers to receive quality products at all time.

Financial control has improved with more routine audits carried out by Internal Audit Department to control the financial, operational, and inventory aspects of the Company. More restaurants have attained acceptable rating, reflecting the care shown by Restaurant Managers in the overall control of restaurants. The support and guidance from senior management further encouraged better control in finance, operation, and other aspects of the Company.

Customer Service Excellence CHAMPS has always been the Company's focus in serving customers.CHAMPS is the acronym for assuring restaurant Cleanliness, provide great Hospitality, ensure order taking and packing Accuracy, achieve a high level of Maintenance, produce consistent quality Products, and execute

66

terbaik (Maintenance ), produk bermutu tinggi (Products), dan layanan cepat (Speed with Service). CHAMPS Management System (CMS) merupakan peralihan dari CHAMPS, yang digunakan oleh Yum! Asia Franchise Pte Ltd di seluruh dunia untuk lebih meningkatkan layanan terhadap pelanggan, dan mulai digunakan sejak empat tahun yang lalu, yang bertujuan agar pelanggan mendapatkan lebih dari yang diharapkan. CMS Check memberikan fokus yang lebih pada keramahan dalam layanan, dengan bobot 70 persen pada layanan ini, dan pemeriksaan dilakukan dua kali setiap bulan, pada saat makan siang dan makan malam. Keinginan kuat Perseroan untuk menjadi Customer Maniacs dengan memberikan kepuasan Yum! di wajah pelanggan dapat terlihat, dan membuahkan hasil. Pada tahun 2012 hasil CMS untuk Perseroan adalah 99,18 dengan jumlah restoran yang mencapai nilai di atas 90 sebesar 97,8 persen, suatu nilai yang tertinggi di Asia Pasifik. Ini terjadi karena Perseroan menjalankan program wOw yang berlanjut dari tahun-tahun sebelumnya. wOw adalah suatu program yang bertujuan meningkatkan layanan kepada pelanggan lebih daripada biasanya, berupa sapaan dengan senyum selama melayani pelanggan sehingga setiap yang berkunjung ke restoran KFC mendapatkan layanan yang lebih dari yang diharapkan, penanganan keluhan dari pelanggan yang diselesaikan di restoran dengan cara yang baik dan ramah, sehingga pelanggan meninggalkan restoran dengan rasa puas. Peduli terhadap layanan yang ramah bertujuan untuk mempertahankan standar layanan yang prima dan ramah secara konsisten kepada pelanggan, dan mendidik setiap tim restoran menjadi Customer Maniacs, dan kemampuan kasir dalam teknik menjual yang terus ditingkatkan sehingga kemampuan menjual menjadi lebih baik, merupakan tujuan Perseroan.

Speed of Service.

In order to enhance services so that customers get more than their expectation, Yum! Asia Franchise Pte Ltd has migrated from CHAMPS to CHAMPS Management System (CMS) since three years ago and has used the system in all KFC restaurants around the world to improve services to customers. CMS check is focused more on hospitable service, taking 70 percent portion of the check, and is carried out twice a month, at lunch time and dinner time. Aspiring to be Customer Maniacs by putting a Yum! on customers' faces, the CMS score in 2012 was 99.18, with 97.8 percent of the total number of restaurant outlets scoring above 90 percent, and this was the highest score in Asia Pacific. This achievement is evidence of the successful implementation of wOw, a program aimed at providing customers with extraordinary services, greeting customers with smile, so that every customer visiting KFC is served beyond their expectation. Customer complaint is quickly responded with hospitality in restaurant so that customer can leave the restaurant satisfactorily.

Care for hospitable service for the purpose of maintaining excellent and prime service to customers had become the Company's goal including coaching every restaurant team members to be Customer Maniacs and continuously enhancing cashier's capability in performing suggestive selling (S2).

67

Untuk dapat meningkatkan kecepatan dalam layanan kepada pelanggan, Perseroan melakukan perubahan pada gerai-gerai yang sangat ramai, khususnya pada jam makan siang dan malam, juga pada hari libur, dan hari besar, dengan model layanan baru yang disebut New Model Store (NMS). Perubahan terjadi hanya pada area konter, dimana pelanggan berhadapan langsung dengan kasir, dan tidak dapat melihat produk yang selama ini dipajang di belakang kasir. Kasir hanya melakukan transaksi dengan pelanggan hingga selesai pembayaran, dan pelanggan dipersilahkan untuk mengambil pesanannya di sisi konter berikutnya. NMS ini terlihat sangat efektif untuk mengatasi waktu layanan, sehingga Perseroan menambah jumlah gerai dengan NMS sebanyak tiga gerai, yaitu dua gerai yang renovasi dan satu gerai baru, sehingga pada tahun 2012 jumlah gerai NMS menjadi empat gerai. Untuk gerai-gerai yang ramai sehingga tidak memungkinkan dilakukan NMS, cara lainnya adalah dengan Kitchen Display System (KDS), dimana diberikan sarana monitor di belakang kasir untuk memudahkan packer menyiapkan pesanan, sehingga kasir tidak perlu menyiapkan pesanan tersebut. Cara ini juga mempercepat layanan yang diberikan kepada setiap pelanggan.

To improve speed of service to customers, the Company has re-modelled its busiest restaurants, especially during lunch and dinner time, weekend, and national holidays, with a new service model called New Model Store (NMS). Re-modelling is done only to counter area, so a customer is able to see a cashier face to face but unable to see KFC products, which are normally displayed behind the cashier counter. Cashier is only handling the transaction with a customer until payment is done, and coaching the customer to proceed to the next counter to collect the order. NMS seems to be very effective in controlling service time, thus prompted the Company to add three NMS remodelled stores, two of which are renovated stores and one is a new store. There are a total of four NMS remodelled stores in 2012.

For large crowded stores where NMS is not feasible, another method of re-modelling called Kitchen Display System (KDS), is introduced. KDS provides a monitor set up behind cashier to assist packer in order preparation, so that cashier is not required to do it. This method also helps speed up service to every customer.

Peserta CHAMPION CLUB Indonesia 2012

68

Prioritaskan Kemampuan Sumber Daya Manusia Target Operasi untuk tahun 2012 adalah Layanan dan Produk Terbaik, yang bertujuan agar setiap team member di setiap restoran dapat memberikan layanan dan produk terbaik kepada setiap pelanggan yang datang. Program Hospitality Improvement adalah Program Peningkatan Keramahan dalam memberikan layanan adalah bagaimana setiap kasir dan team member lainnya dapat memberikan senyuman selama melayani. Program sertifikasi STAR dan ALL STAR kepada crew restoran, tetap dijalankan secara konsisten oleh Perseroan, namun lebih ke arah kompetensi dan konsistensi, sehingga produktivitas tiap karyawan dapat meningkat, dan hasil pekerjaan lebih baik dan benar. Ketetapan karyawan untuk memperoleh ALL STAR pada akhir masa kontrak tetap berlangsung dari tahun sebelumnya, hal ini memberi semangat kepada karyawan berkompetisi untuk mencapai ALL STAR, sehingga tercipta stabilitas dan konsistensi di restoran. Program teknik menjual yang disebut Suggestive Selling (S2) yang dijalankan beberapa tahun sebelumnya, bertujuan untuk menjaga konsistensi dalam melakukan teknik menjual ini, maka semua kasir harus mendapatkan sertifikasi S2 sebagai syarat untuk menjalankan tugas kasir. Sertifikasi ini memberikan kebanggaan kepada kasir, karena sertifikasi ini mendapat pengakuan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi-BNSP Indonesia. Pengetahuan pada produk, kemampuan menjual, serta teknik menawarkan penukaran produk untuk nilai penjualan yang lebih tinggi pada kasir dapat meningkatkan penjualan di restoran, ini dapat terlihat dari peningkatan rata-rata belanja sebesar 11,8 persen di tahun 2012. Sertifikasi S2 juga diberlakukan sebagai syarat lulus dalam Management Trainee (MT). Sertifikasi untuk crew CSTM-Cook, yang bertujuan agar crew dengan sertifikasi Cook dapat melakukan pengolahan dan pemasakan di restoran KFC, dan konsisten dalam menjalankan prosedur untuk menghasilkan kualitas produk yang prima. Kasir dan Cook yang sudah mendapat sertifikasi, akan dilakukan evaluasi berkala tiap enam bulan untuk memastikan mereka masih kosisten dalam melaksanakan pekerjaannya. Penambahan 30 restoran di tahun 2012, dan sebagian besar masih di lokasi free-standing, memperlihatkan kemampuan dan kapasitas Perseroan dalam mendukung perluasan restoran pada lokasi-lokasi prima dengan pencapaian penjualan yang optimal. Dan ini juga didukung dengan peningkatan peluang prestasi, motivasi,

People Capability First Operations Goal 2012 is Service and Product Excellence, with the objective for everyone of restaurant team member to provide service and product excellence to every customer who visits KFC restaurant. Hospitality Improvement Program aims to improve hospitality in serving customers and how every cashier and other team member serve customers with a smile.

The Company consistently provides STAR and ALL STAR crew certification programs to develop employees' capability and consistency in order to promote productivity and encourage excellent performance. The ALL STAR certification given at the end of employment contract is continuously implemented from the previous year to encourage employees to build operational stability and consistency and to create high level of competition in restaurant.

S2 selling technique has been carried out since a few years ago for the purpose of maintaining consistency in suggestive selling. All cashiers are required to be S2-certified before they take on cashier job.Cashiers are proud of being S2-certified since the certification is recognized by Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Indonesia. Cashier's knowledge of products, selling skill, and trade-up techniques can actually increase sales as reflected in Ticket Average (TA) increased by 11.8 percent in 2012. The certification is also required for passing Management Trainee (MT) position.

Certification for CSTM-Cook crew is for the purpose of making a crew to be Cook-certified to be able to handle cook position at KFC restaurant, and consistent in procedures implementation to produce excellent quality product. The certified Cashier and Cook will be routinely evaluated every six months to ensure they remain consistent in their function.

The net increase of 30 outlets in 2012 focused on free-standing locations reflected the Company's capability and capacity in supporting aggressive store expansion in prime locations with optimum sales. This added more opportunities for employee recognition and motivation and promotion to 30 Restaurant Managers, and more than 50 Assistant

69

dan promosi kepada 30 Restoran Manager, dan sekitar 50 lebih Assisten Restoran Manager, dan juga kepada posisi baru Shift Leader yang sangat membantu operasi restoran, selain 2 Area Manager, dan termasuk hampir 1.000 posisi baru untuk karyawan restoran. Ini semua memperlihatkan kerjasama tim yang melibatkan Operations / Human Resource / Training dalam mempersiapkan jumlah tenaga dengan cukup waktu, sebelum pembukaan restoran baru. Keunggulan Operasional Dengan CMS sebagai program dasar dalam organisasi, maka perseroan tetap berfokus pada operasional Run Great Restaurant secara benar dan konsisten, dan ini dapat terlihat pada : Program Development Champions yang dilakukan terus secara konsisten kepada karyawan di restoran, untuk team member, dan untuk staff level seperti Restoran Manager dan Asisten Restoran Manager diberikan pelatihan Leading A Restaurant yang dipandu oleh tim dari Training Department. Juga untuk posisi Shift Leader yang akan membantu dalam menjalankan operasional restoran, yang sangat membantu Restoran Manager. Pelatihan Leading Multi-Restaurant yang harus diikuti oleh semua calon Area Manager sebelum dipromosikan sebagai Area Manager. Pelatihan ini diberikan kepada semua Area Manager dan Regional Operation Manager pada tahun sebelumnya, sehingga Regional Operation Manager saat mendapatkan promosi Area Manager baru, harus memberikan materi workshop ini, sehingga tiap calon Area Manager akan siap untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Customer Satisfaction Survey (CSS) sebagai pengganti Electronic Customer Evaluation Review (e-CER), sejalan dengan pergantian CHAMPS ke CMS, yang dilakukan oleh pihak ketiga sebagai konsultan. Memberikan apresiasi kepada Restoran Manager Terbaik dan Area Manager Terbaik dalam kegiatan The Champions Club, yang diadakan oleh Yum! Asia Franchise Pte Ltd. Kegiatan The CHAMPS Challenge Asia Pacific pada tahun 2012 diselenggarakan di Singapura. The CHAMPS Challenge Asia Pacific ini diikuti oleh dua belas negara termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, HongKong, Brunai, Filipina, Thailand, Vietnam, Jepang, Korea, Kamboja, dan Taiwan. Tahun 2012 peserta dibagi dalam dua kelompok, Pasifik Utara dan Pasifik Selatan.

Restaurant Managers, and also to new Shift Leader position to support restaurant operation, in addition to 2 Area Managers, and almost 1,000 restaurant employee positions available. This is a demonstration of a team work involving Operation, HR, and Training in manpower planning at sufficient lead time prior to new restaurant opening.

Operations Excellence In view of CMS as the fundamental program within the organization, the Company continued its focus on implementing Run Great Restaurants properly and consistently, as supprted by the following initiatives : Putting Development Champion program into practice consistently to restaurant team members, and Leading a Restaurant workshop organized by team of Training Department to restaurant employee staff such as : Restaurant Manager and Assistant Restaurant Manager. Shift Leader position provides great assistance to Restaurant Manager in restaurant operation.

Leading Multi-Restaurant training must be provided to all trainee Area Managers before they are promoted to Area Manager's position. This training was already provided to all Area Managers and Regional Operation Managers previously, thus Regional Operation Managers are expected to use the workshop materials when receiving newly promoted Area Manager and to prepare them to be ready for the new assignment.

Employing third party as a consultant of Customer Satisfaction Survey (CSS) in replace of Electronic Customer Evaluation Review (e-CER) is in line with the migration of CHAMPS to CMS.

Giving appreciation to the Company's best performing Restaurant Managers and Area Managers in the Champions Club program organized by Yum! Asia Franchise Pte Ltd. The 2012 CHAMPS Challenge Asia Pacific was held in Singapore. Twelve countries participated in the event consisting of Indonesia, Singapore, Malaysia, HongKong, Brunai, Philippines, Thailand, Vietnam, Japan, Korea, Cambodia, and Taiwan. This year participants are divided into two groups, North Pacific and South Pacific.

70

Pada kegiatan ini tim Indonesia berhasil memperoleh enam nomor yang dilombakan, yaitu : Kasir Terbaik Supply Base Terbaik Koki Tercepat Manajer Terbaik Melayani Terbanyak Sisa Terbuang Paling Sedikit

In this event, the Indonesia team successfully won six competitions, i.e.: Best Cashier Best Supply Base Fastest Cook Best Manager Most Customers Served Least Waste

CHAMPS Challenge 2012 di Singapore

Puncak dari ini semua, Perseroan mendapatkan penghargaan Trailblazer Award untuk Customer Mania 2012. Balance Score Card (BSC) merupakan bagian yang tidak terpisahkan untuk mewujudkan keunggulan operasional di tingkat restoran hingga jajaran manajemen senior. Ini adalah tahun ke tujuh dilaksanakannya dan terus ditingkatkan dengan fokus pada keramahan, kontrol keuangan, pencapaian target penjualan, dan target lainnya yang harus dicapai

To top it all, the Company received Traiblazer Award for the 2012 Customer Mania. Balance Score Card (BSC) is an inseparable tool for achieving operational excellence in restaurant level up to senior management level. This year was its 8th year of implementation and has been improving continuously focusing on hospitality, strong financial controls, and other targets to be achieved by restaurants. As for Area Managers and Regional

71

oleh restoran. Untuk tingkatan Area Manager dan Regional Operation Manager, pencapaian hasil BSC ditambah dengan pencapaian hasil e-CER yang dilakukan oleh Departemen QA. Program Raise the Bar Award yang mengukur keberhasilan tidak hanya dari pencapaian penjualan same-store, juga keberhasilan pencapaian CMS. Pada tahun 2012 program ini diganti nama menjadi The Hospitality & Speed Award. Program ini sejalan dengan program Perseroan dalam meningkatkan layanan dengan ramah dan kecepatan. Pencapaian pada tahun 2012 diraih oleh 2 Area Manager wilayah Sulawesi, 1 Area Manager wilayah Medan, dan 1 Area Manager wilayah Jawa Timur. Konsistensi dengan semangat yang tinggi adalah faktor utama dalam menjalankan strategi-strategi dan kebijakan-kebijakan yang ditentukan. Didukung penampilan sebagian besar restoran yang mengalami renovasi dengan desain yang menarik dan inovasi pada interior, membantu Perseroan mencapai keberhasilan-keberhasilan dalam pencapaian penjualan, transaksi, dan performa restoran seperti CMS, dan audit restoran menjadi lebih baik.

Operation Managers, BSC results are added to e-CER result from QA Department.

Raise the Bar Award program is used by the Company to measure achievements not only in same-store sales but also CMS. In 2012, the name of the program was changed to Hospitality & Speed Award. The program is in line with the Company's objective to enhance hospitality and speed. The 2012 achievements were received by 2 Area Managers in Sulawesi, 1 Area Manager in Medan, and 1 Area Manager in East Java.

Consistency and drive are key factors in executing strategies and policies set up by the Company. Supported by image enhancement of most of its restaurants with modern and trendy design and innovative interior designs, the Company was successful in achieving sales, transaction, and better restaurant performance such as CMS, and restaurant audit.

72

Tinjauan Kinerja Keuangan

Financial Overview

Aktiva Total harta meningkat 15,1 persen dari Rp1,548 triliun pada 2011 menjadi Rp1,782 triliun pada 2012, sebagai hasil pertumbuhan pembangunan Perseroan secara terus menerus. Aktiva tidak lancar meningkat Rp189,8 milyar atau 24,0 persen pada 2012, sebagai hasil investasi pembukaan sejumlah gerai baru dan renovasi berskala besar terhadap sejumlah gerai yang sudah beroperasi sebelumnya, sementara aktiva lancar meningkat Rp44,1 milyar atau 5,8 persen pada tahun yang sama, dimana setengahnya berasal dari kenaikan pada stock persediaan, sementara sisanya merupakan arus kas masuk bersih sebesar Rp7,4 milyar pada 2012. Arus kas masuk yang sangat rendah ini terutama disebabkan oleh kenaikan investasi sebesar 28,6 persen dan tren arus kas keluar yang meningkat dibandingkan dengan arus kas masuk akibat tekanan harga. Kewajiban Total kewajiban Perseroan meningkat Rp73,9 milyar atau 10,3 persen dari Rp717,3 milyar pada 2011 menjadi Rp791,2 milyar pada 2012. Kewajiban lancar naik hanya sebesar Rp31,8 milyar atau 7,5 persen, dengan sedikit penurunan pada current ratio dari 179,7 persen pada 2011 menjadi 176,8 persen pada 2012. Perbandingan hutang jangka panjang dengan ekuitas sedikit menurun dari 35,5 persen pada 2011 menjadi 34,0 persen pada 2012 terutama diakibatkan oleh kenaikan beban untuk imbalan karyawan, sehingga menaikkan kewajiban untuk imbalan karyawan sebesar 68 persen. Kewajiban bunga obligasi jangka panjang berdasarkan bunga obligasi dibayarkan tepat waktu sepanjang tahun, dan nilai buku obligasi mengalami kenaikan dengan amortisasi biaya penerbitan obligasi. Pendapatan Total pendapatan pada 2012 adalah sebesar Rp3,559 triliun dibandingkan dengan Rp3,184 triliun pada 2011, dimana sekitar 96 persen daripadanya merupakan hasil penjualan makanan dan minuman, sementara sisanya merupakan komisi bersih dari hasil penjualan konsinyasi CD dan pendapatan dari pelayanan pesan antar. Dari segi penjualan yang dimasukkan ke dalam sistem POS, hasil penjualan makanan dan minuman dan konsinyasi CD adalah sebesar Rp3,741 triliun dengan pertumbuhan sebesar 12,8 persen, sedikit lebih rendah dari pertumbuhan tahun 2011 sebesar 13,8 persen dengan total penjualan Rp3,317 triliun. Kontribusi terhadap total pertumbuhan penjualan pada 2012 adalah kenaikan 1,0 persen pada transaksi, dan kenaikan 11,8 persen pada rata-rata belanja, dengan dua kali kenaikan harga yaitu pada bulan Juli dan

Assets Total assets increased by 15.1 percent from Rp1.548 trillion in 2011 to Rp1.782 trillion in 2012, as a result of company's continuous development growth. Noncurrent assets increased by Rp189.8 billion or 24.0 percent in 2012 as a result of investments in new outlets and major renovations of existing outlets, while current assets increased by Rp44.1 billion or 5.8 percent in the same year, more than half of it is from the increase in inventories, while the rest is from the net cash inflow of Rp7.4 billion in 2012. The very low cash generation in 2012 is attributable mainly to the 28.6 percent increase in investment outflows coupled with the increased trend of cash outflow compared to cash inflow due to cost pressure.

Liabilities Company's total liabilities increased by Rp73.9 billion or 10.3 percent from Rp717.3 billion in 2011 to Rp791.2 billion in 2012. Current liabilities increased by Rp31.8 billion or 7.5 percent, with the a slight decline in current ratio from 179.7 percent in 2011 to 176.8 percent in 2012. Long term debt to equity slightly declined from 35.5 percent in 2011 to 34.0 percent in 2012 primarily due to the increase in current service cost for employee benefits, thereby increasing liability for employee benefits by 68 percent. Interests on long-term bonds based on coupon rate were paid on time during the year, and bonds carrying value was increased with the amortization of bonds issuance costs.

Revenue Total revenue in 2012 amounted to Rp3.559 trillion compared to Rp3.184 in 2011, majority of which about 96 percent consisted of food and beverage sales, while the rest consisted of the net fee from consignment sales of CD and income from home delivery service.

In terms of sales posted in the POS system, sales of food and beverage and consignment sales of CD totaled to Rp3.741 trillion representing 12.8 percent growth, which is slightly lower than the 13.8 percent growth in 2011 with total sales of Rp3.317 trillion. Contributing to the total system sales growth in 2012 were the 1.0 percent increase in transactions and 11.8 percent increase in ticket average, with two price increases, one in July and another in October. One

73

Beban Pokok Penjualan Beban pokok penjualan meningkat dari Rp1,31 triliun pada 2011 menjadi Rp1,48 triliun pada 2012, atau 13,0 persen, sementara sebagai persentase terhadap penjualan meningkat sebesar 0,4 basis poin dari 41,1 persen pada 2011 menjadi 41,5 persen pada 2012, akibat tekanan harga yang belum terserap sepenuhnya dalam kenaikan harga jual. Pertumbuhan penjualan sebesar 12,8 persen tidak serta merta memperbaiki persentase marjin kotor, walaupun laba bruto naik Rp206,0 milyar. Beban Usaha Beban usaha meningkat 14,6 persen dari Rp1,62 triliun pada 2011 menjadi Rp1,86 triliun pada 2012, dan sebagai persentase terhadap pendapatan meningkat sebesar 1,3 basis poin dari 51,0 persen menjadi 52,3 persen disebabkan oleh tekanan biaya akibat inflasi yang dialami pada 2012. Secara umum, semua item biaya mencatat kenaikan sebagai persentase terhadap pendapatan dengan kenaikan tertinggi pada biaya gaji sebesar 18,4 persen dari tahun 2011 yang disebabkan oleh kenaikan upah minimum yang dibayarkan pada awal tahun, rata-rata 15 persen untuk seluruh Indonesia. Item biaya lain yang mencatat kenaikan tertinggi adalah provisi untuk imbalan kerja sebesar 373,9 persen. Hal ini terutama disebabkan oleh provisi yang berkurang pada tahun 2011 akibat perubahan usia pensiun Dewan Komisaris dan Dewan Direksi; sementara pada tahun 2012, dasar gaji yang digunakan dalam penghitungan imbalan kerja naik bersama tambahan beban provisi untuk karyawan yang pertama kali didaftarkan pada tahun 2012. Kenaikan pada dua item pengeluaran, beban sewa dan utilities (listrik, telepon, air, LPG) masing-masing sebesar 8,4 persen dan 5,6 persen, dapat dikontrol dengan baik; sementara satu item biaya yaitu perbaikan dan perawatan, mengalami penurunan 3,6 persen dan sebagai persentase terhadap pendapatan. Pendapatan Keuangan dan Beban Keuangan Pendapatan keuangan pada dasarnya merupakan pendapatan bunga dari dana yang tidak digunakan dan dana investasi yang masih menunggu untuk direalisasikan yang diinvestasikan dalam bentuk deposito berjangka pada berbagai bank dengan suku bunga yang berbeda, sementara beban keuangan merupakan pembayaran bunga obligasi lima tahunan yang diterbitkan pada bulan Oktober 2011 dengan bunga obligasi sebesar 9,5 persen per tahun.

Cost of Goods Sold Cost of goods sold (COGS) increased in absolute terms from Rp1.31 trillion in 2011 to Rp1.48 trillion in 2012 or 13.0 percent, while as a percentage of sales increased by 0.4 percentage points from 41.1 percent in 2011 to 41.5 percent in 2012, due to cost pressures not fully absorbed in the selling price increase. The growth in sales of 12.8 percent did not flow thru to improving gross margin percentage, although gross profit increased by Rp206.0 billion. Operating Expenses Total operating expenses increased by 14.6 percent from Rp1.62 trillion in 2011 to Rp1.86 trillion in 2012, and as percentage of revenues increased by 1.3 percentage points from 51.0 percent to 52.3 percent due to cost pressures driven by inflation as experienced in 2012. Generally, all expense items registered an increase as percentage of revenues with major increase in the salary cost of 18.4 percent compared to year 2011 due to the increase in minimum wage pay beginning of the year, which averaged 15 percent on a nationwide basis. Another expense item registering the highest increase is the provision for employee benefits as high as 373.9 percent. This was primarily due to the reduced provision in year 2011 resulting from the change in pension age of Commissioners and Directors; while in 2012, base pay used in benefit computation increased together with the additional cost of provision for employees first time to be covered in year 2012. The increase in two expense items, rental expense and utility costs at 8.4 percent and 5.6 percent, respectively is fairly controlled; while one expense item, repairs and maintenance experience a decrease, in terms of amount at 3.6 percent reduction and as percentage to revenues. Finance Income and Finance Costs Finance Income basically represents interest income derived from idle funds as well as investment funds awaiting usage which are invested in the form of time deposits with various banks at varying rates, while finance costs represent coupon payments on 5-year bonds issued in October 2011 with a coupon rate of 9.5 percent annually.

74

Perkembangan Usaha

Business Development

Pesatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2012, memacu setiap bisnis di berbagai sektor, tak terkecuali bisnis restoran. Pertumbuhan restoran yang terlihat saat ini, mulai dari restoran dengan merek internasional hingga merek lokal yang terus menjamur di setiap kota membuktikan bisnis restoran mempunyai andil besar terhadap perkembangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini. Kesempatan yang ada tidak disia-siakan oleh Perseroan dengan terus berkomitmen untuk mengembangkan usahanya, dengan tindakan nyata dalam bentuk mengembangkan dan meningkatkan tampilan dari gerai-gerai yang ada saat ini. dengan merenovasinya sehingga tampilan gerai terus menarik, segar, dan mengundang pelanggan untuk berkunjung, karena pelanggan akan mendapatkan kenyamanan di gerai KFC. Pada tahun 2012, Perseroan merenovasi 50 gerai KFC, yang merupakan bukti nyata Perseroan sangat memperhatikan tampilan gerainya. Semuanya dipersembahkan kepada pelanggan KFC agar mendapatkan kenyamanan dan kepuasan ketika berkunjung di gerai KFC.

The rapid growth of Indonesia economy in 2012 pushed ahead every business in various sectors, with no exception to restaurant business. The visible restaurant growth from international to local brands continuing to spread out at every city is evident of restaurant business large contribution to the present development and growth in Indonesia. The Company seized this good opportunity by remaining committed to expand the business with real action to develop and enhance the restaurants' image by renovating existing restaurant outlets to provide modern, fresh, and inviting for customers to visit and discover the comfort at KFC restaurant.

The Company renovated 50 KFC restaurants in 2012, evident of the Company's interest in image enhancement. These initiatives are dedicated to KFC customers to provide comfort and satisfaction when visiting KFC restaurant.

KFC Pondok Indah Plaza, Jakarta (Sebelum Renovasi)

KFC Pondok Indah Plaza, Jakarta (Sesudah Renovasi)

KFC Pondok Indah Plaza, Jakarta (Sebelum Renovasi)

KFC Pondok Indah Plaza, Jakarta (Sesudah Renovasi)

75

KFC Arion Plaza, Jakarta (Konter Sesudah Renovasi)

KFC Arion Plaza, Jakarta (Ruang Makan Sesudah Renovasi)

Bukan saja merenovasi gerai-gerai yang bertujuan untuk meningkatkan tampilan gerai sebagai salah satu strategi Perseroan, tetapi penambahan gerai-gerai baru merupakan fokus Perseroan dalam mengembangkan usahanya agar tetap menjadi restoran cepat saji nomor satu di Indonesia. Pada Tahun 2012, Perseroan membuka 30 gerai baru di berbagai daerah dan kota di Sumatera, Bangka, Batam, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi, Ambon, Bali and Jabodetabek, termasuk kota-kota baru seperti Lamongan di Jawa Timur dan Garut di Jawa Barat. Dengan pembukaan-pembukaan ini total restoran menjadi 441 pada akhir 2012.

Renovating the restaurants for image enhancement is not the Company's only strategy, but also opening more restaurants is the Company's focus to expand the business in order to stay as the number one quick service restaurant in Indonesia. The Company opened 30 new restaurants in 2012 in various islands and cities in Sumatera, Bangka, Batam, Central Java, West Java, Sulawesi, Ambon, Bali and Greater Jakarta, including new cities such as Lamongan in East Java and Garut in West Java. These openings bring the total number of restaurant outlets to 441 by the end of 2012.

KFC Bintaro Annex, Jakarta

KFC Ciputat Gaplek, Tangerang Selatan

76

KFC Petarani, Makassar

KFC Mega Mas Manado

KFC Margonda, Depok

Semua gerai di atas terdiri dari berbagai tipe mulai dari free-standing (gerai yang berada di bangunan yang berdiri sendiri), in-line (ruko), mal, dan foodcourt (pusat jajanan). Dengan tampilan desain yang terus berkembang mengikuti tren terkini, membuat gerai-gerai yang baru menjadi restoran terfavorit bagi pelanggan KFC karena selain pelanggan akan mendapatkan produk yang terjamin kelezatannya, juga pengalaman yang menyenangkan dan tak terlupakan ketika berkunjung di gerai KFC. Perseroan juga menyediakan fasilitas Internet Corner pada gerai KFC. Fasilitas ini sangat digemari oleh anak-anak dan remaja, bukan saja mereka dapat menikmati produk yang lezat di KFC, tetapi juga bermain aneka permainan dan mengakses berbagai ilmu pengetahuan yang tersedia melalui fasilitas internet tersebut. Tidaklah mengherankan fasilitas ini selalu ramai dan merupakan tempat favorit bagi pelanggan KFC.

All the above restaurants are of different types including free-standing, in-line, mall, and foodcourt.

Using the latest design in building new restaurants to be the most favorite restaurant for customers, not only because customers will definitely receive excellently products, but also the place will be delightful and will provide unforgettable experience.

The Company also provides internet corner facility in KFC restaurants. This facility is popular amongst kids and teenagers, not only they can enjoy yummy products at KFC, but also play games and access to a wide range of knowledge made available by the internet facility. It is no wonder this facility draws crowd and a favorite spot for KFC customers.

77

Khusus untuk anak-anak, restoran KFC tetap memberikan porsi terbaiknya dengan menghadirkan arena bermain anak yang sangat digemari, bukan saja tampilan yang menarik tetapi juga memberikan suatu pengalaman yang sangat mengesankan bagi anak-anak yang datang di gerai KFC.

Especially for children, KFC restaurants keep providing their best service through the popular playland facility, not only because of the attraction it draws children but also it provides an exciting experience to children customers of KFC restaurants.

Arena Bermain, KFC Margonda, Depok

Pengembangan usaha terus dilakukan oleh Perseroan dengan lebih meningkatkan unit bisnisnya seperti KFC Coffee yang terus bertambah hingga saat ini sudah mencapai 55 KFC Coffee yang dapat dikunjungi di gerai KFC.

The Company continues its business development by expanding KFC Coffee, which has grown and can be visited in 55 KFC restaurant outlets.

KFC Coffee di KFC Pondok Indah Plaza, Jakarta

Pengembangan desain KFC Coffee turut mendukung laju pengembangan unit bisnis ini dengan menampilkan desain perpustakaan membuat suasana KFC Coffee terasa lebih segar dan sangat cocok untuk kaum remaja dan profesional muda. Terbukti area ini selalu menjadi tempat favorit pelanggan untuk duduk sekaligus menyantap produk sambil berbincang bersama rekanrekan.

The latest design of KFC Coffee supports the speed of growth of this business unit by introducing libraryatmosphere design to give a fresh feeling and suitable place for teenagers and young professionals. It has proved to be a favorite hang-out area for customers to sit around enjoying their meal while catching up with friends.

78

KFC Coffee di KFC Losari, Makassar

Perekonomian Indonesia yang terus berkembang pesat, memberi peluang besar pada pengembangan unit bisnis, terutama pada pengembangan jam operasional restoran untuk penyediaan produk sarapan pagi, yang saat ini dapat ditemui pada 168 gerai KFC. Dengan produk-produk khusus sarapan pagi seperti bubur ayam, waffle, striker, scrambled egg, pancake, riser, dan lain-lain membuat sarapan pagi penuh variasi dengan harga terjangkau. Begitu pula restoran dengan jam operasional 24 jam, membuka peluang bisnis yang sangat menjanjikan, terutama pada daerah-daerah yang beraktivitas sampai larut malam hingga dini hari. Peluang ini ditangkap Perseroan untuk membuka restoran 24 jam agar tetap melayani pelanggan. Dalam pengembangan unit bisnis ini Perseroan tetap menjalankan strateginya untuk menyeleksi restoranrestoran sesuai potensi bisnis yang ada pada area terkait. Dalam melengkapi fasilitas pada restoran KFC dan pengembangan unit bisnisnya, Perseroan juga menghadirkan layanan Drive Thru pada gerai-gerai tertentu yang dinilai berpotensi bisnis untuk layanan ini. Peningkatan terhadap tampilan maupun layanan terus diterapkan, mulai dari desain menuboard, sistem pesanan, media promo sampai pada jalur khusus untuk drive thru itu sendiri, semuanya dilakukan peningkatan yang cukup signifikan. Tak kalah pentingnya adalah persiapan terhadap layanan drive thru, yaitu memberikan pelatihan khusus kepada karyawan yang terlibat langsung, agar dapat melayani lebih baik dengan tujuan memberikan kepuasan kepada pelanggan.

The booming economy of Indonesia presented a big opportunity for developing business units, particularly in expanding restaurant business operational hour in order to provide breakfast products, which are now available in 168 KFC restaurants. The special breakfast products include chicken porridge, waffle, striker, scrambled egg, pancake, riser, and other menu variatives at affordable price. 24-hour operational restaurant outlets offer a very promising business opportunity, and this is seized by the Company in areas where activities last from midnight untill dawn. In expanding this business unit, the Company continues with its strategies to select only areas with big business potential.

To complement the facilities in KFC restaurants and expand the business unit, the Company also provides Drive Thru service in selected restaurants with business potential for this service. Image enhancement of restaurant and service continues to apply, from menuboard design, order system, media promo up to special line for drive thru, which are significantly enhanced. An important preparation for drive thru service is to provide special training to employees directly involved, to enable them to give better service for customer satisfaction.

79

Counter Drive-Thru

Menuboard Drive-Thru

Portal Drive-Thru

Untuk layanan pesan antar, Perseroan terus mengembangkan sayapnya dengan satu nomor 14022 telah menjangkau seluruh daerah secara nasional. Hingga saat ini layanan pesan antar tersebut telah mencapai 224 yang dapat ditemui pada geraigerai KFC. Dalam pengembangan bisnisnya, Perseroan mempunyai strategi terpadu dan dilakukan dari awal secara bertahap. Dimulai dengan pemilihan lokasi yang tepat dan berpotensi bisnis yang telah matang untuk penentuan pembukaan gerai baru. Untuk hal tersebut, Tim Pengembangan Pasar melakukan survei dan analisa terhadap penetrasi pasar, pembidikan lokasi, penyeleksian dan analisa pasar. Semua tahapan itu adalah bentuk komitmen dari Perseroan yang terus ingin menghadirkan restoran KFC yang lebih baik. Analisa data yang

The Company keeps on expanding the home delivery service using one number 14022 with nationwide coverage. Presently, the home delivery service can be found in the 224 KFC restaurant outlets.

In the development of its business, the Company has integrated strategies and implemented them in stages right from the start. Starting with selecting the right location with mature business potential to deciding on new restaurant opening. Market Development Team conducts a survey and analysis on market penetration, location identification, market selection and analysis. All these stages demonstrated the Company's commitment to continuously present a better KFC restaurant. Data analysis is started with location identification survey,

80

dilakukan, dimulai dengan peninjauan lokasi yang sedang dibidik, pengumpulan data yang diperlukan untuk evaluasi dan analisa, antara lain besar area cakupan yang masih berpotensi terhadap bisnis yang akan dikembangkan di lokasi tersebut, mata pencarian penduduk dan jumlah penduduk itu sendiri. Selain itu, diperlukan juga data pendukung berupa pengembangan usaha yang ada di daerah tersebut, seperti restoran yang sudah ada, bank, toko kebutuhan sandang dan pangan, ruang pamer kendaraan bermotor, dan lain sebagainya. Data ini dapat memperlihatkan letak pusat bisnis daerah tersebut, demografi dan fokus area penduduk tersebut bertransaksi bisnis. Dari semua itu ada hal yang tak kalah penting dan sangat menentukan yaitu ketersediaan jalur logistik agar bisnis restoran dapat lancar dengan pasokan yang tepat waktu dan memadai. Dari pemantauan lokasi yang telah dipilih, Tim Pengembangan Pasar akan bekerjasama dengan Tim Pengembangan Usaha dan Operasional. untuk membuat studi kelayakan untuk pembangunan restoran baru di daerah tersebut, dimulai dari prediksi penjualan, rencana investasi, jenis restoran sampai pada unit bisnis yang akan ada di restoran tersebut, dan berapa lama investasi tersebut dapat kembali. Dalam pelaksanaan pembangunan restoran tersebut, dimulai dengan peninjauan lokasi lalu memasuki tahapan desain dan perencanaan fasilitas. Setelah tahap desain, selanjutnya adalah tahap tender, yang dilanjutkan dengan tahap pembukaan tender dan negosiasi. Bila semuanya telah disepakati, maka tahap akhir adalah pembahasan tentang pelaksanaan di lapangan yang berpedoman pada spesifikasi standar dan desain yang ada yang harus dilaksanakan sesuai jadwal pekerjaan yang telah disepakati. Untuk meningkatkan kemampuan di bidang desain dan perencanaan pembangunan restoran, serta melihat tren yang ada di Indonesia dan di negaranegara lain, Perseroan mengutus Tim Pengembang untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang diadakan oleh Yum! Asia Franchise Pte Ltd, yaitu Yum! Development Conference di HongKong, pada tanggal 1821 Desember 2012. Semua kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan berbagi pengalaman dan informasi pasar Asia.

collecting of all the required data for evaluation and analysis purposes, such as the size of the coverage area still has potential for the business to be developed in the area, the livelihood of the area population. Other supporting data required included the business development in the area, such as the existing restaurants opened in the area, banks, convenient shops, vehicle showrooms, etc. These data can show the central of the business, demography, and focus area for the population to do business transaction. Another important and determining factor is the availability of infrastructure and condition of logistics distribution channel so that restaurant business can operate smoothly with adequate and on time delivery of supplies.

From monitoring of the selected location, the Market Development Team works together with the Business Development and Operation Teams to prepare a feasibility study for building a new restaurant in the area, which included sales projection, investment plan, restaurant type, business units to be available in the restaurant, how long the return of investment will be. The building of restaurant outlets, starts from location survey, then design and facilities planning. The next step is the tender process followed by negotiation stage. If everything is agreed, the last stage is to discuss project execution as guided by existing standard specification and design, which have to be executed following the agreed deadline of completion.

In order to enhance the capability in design and planning of building a restaurant, and to keep updated with the trend in Indonesia and other countries, the Market Development Team was sent to participate in Yum! Development Conference in HongKong on 18 -21 December 2012.This activity is for the purpose of improving the skills and sharing of best-practice and information between Asia markets.

81

Aktivitas Pemasaran

Marketing Activities

Promosi 2012 diwarnai dengan peluncuran produk Praktis, Pokkits . Tidak seperti promosi KFC sebelumnya, Pokkits muncul dengan konsep promosi baru yang lebih inovatif. Untuk memancing keingintahuan dari pelanggan, dilakukan promosi sebelum peluncuran yang disebut teaser . Di tiap media promosi nama produk (Pokkits) sengaja tidak ditampilkan hingga saat peluncuran tiba di tanggal unik, 12.10.12. Pokkits hadir menjawab keinginan pelanggan, yang menginginkan produk dengan bentuk yang simpel, mudah disantap dan harga terjangkau. Kunci kenikmatannya juga terletak pada saus nenas mangga serta parutan keju cheddar yang menyelimuti kenikmatan crispy strips dalam lembutnya roti tortilla. Mengukuhkan diri sebagai Jagonya Ayam, Perseroan juga menggebrak dengan menghadirkan sensasi pedas baru Chili Krunch pada pertengahan tahun 2012. Marinasi ayam dengan bumbu spesial dan taburan cornflake di kulit luar menjadikan sensasi kerenyahan unik pada Chili Krunch. Bertambah nikmat dengan rasa pedas cabai yang menggoda selera. Selain dikenal dengan Jagonya Ayam, Perseroan juga sangat identik dengan Menu Goceng yang menjangkau semua kalangan. Terdapat 2 variasi tambahan Menu Goceng di tahun 2012. Lembutnya Mixed Berry Sundae melengkapi menu es krim yang ada di KFC. Kenikmatan saus strawberry dan blueberry pada topping dapat dinikmati pelanggan dalam sajian kemasan oval yang unik. Sementara menjelang tutup tahun 2012, kesegaran minuman Grape Float hadir buliran coco jelly.

The 2012 promotion was marked with the launching of a practical product, Pokkits. Unlike KFC previous promotions, Pokkits came up with the concept of a new, more innovative promotion. To provoke the curiosity from customers, pre launching promotion called teaser was conducted. In every media promotion the product name (Pokkits) was deliberately not shown until the launching time on a unique date, 12.10.12.

Pokkits came up to answer customers wishes for a product which is simple in size, easy to eat and at affordable price. The key enjoyment lies in the pineapple mango sauce and shredded cheddar cheese that blanket the pleasure of crispy chicken underneath in a soft tortilla bread. Established as The Chicken Expert, the Company also kicked off with the launching of a new spicy chicken sensation, Chili Krunch in the middle of 2012. Marinated chicken with special seasoning and sprinkles of cornflakes on the outside offer uniquely crunchy sensation to Chili Krunch. Even more tasty with tempting spicy chili. Besides known as The Chicken Expert, the Company is identical with Goceng products, which have reached all categories of customers. There are two new additions to menu Goceng in 2012. The soft mixed berry sundae to complement the icre cream menu in KFC. The enjoyment of strawberry sauce and blueberries on the topping can be enjoyed by customers in an exceptional oval-served packaging. Approaching end of 2012, the freshness of Grape Float beverage came up with coco jelly bits.

82

Menjawab keinginan pelanggan menikmati paket ayam KFC dengan harga yang terjangkau, maka Perseroan melakukan peluncuran paket Super Value. Pelanggan dapat menikmati lezatnya nasi, ayam wing KFC dan Frestea dengan harga yang sangat terjangkau. Inovasi pelayanan kepada pelanggan juga dihadirkan Perseroan dalam Fast Track Lane, khusus KFC yang berada di bandara 2F Soekarno Hatta. Menyadari pentingnya kecepatan waktu pelayanan pada lokasi bandara, maka disediakan tiga pilihan paket Fast Track. Paket ekstra lengkap terlihat pada bundle paket Fast Track 1 dan 2 yang menyajikan ayam dan makanan penutup puding coklat yang lezat. Sementara bagi pelanggan yang menginginkan menu praktis yang mudah dibawa, tersedia paket Fast Track 3 yang terdiri dari OR Burger dan kentang goreng yang gurih renyah. Bekerja sama dengan label nasional, KFC meluncurkan CD NOAH berjudul Seperti Seharusnya dengan hits single Separuh Aku, pada bulan September 2012. CD NOAH mulai beredar di jaringan nasional gerai KFC bertepatan pada hari peluncuran dari label yang tergolong unik, yaitu : konser lima negara Australia, HongKong, Malaysia, Singapura dan Jakarta, dalam satu hari. Selain band besar NOAH, Perseroan juga mengeluarkan CD KMHL (KFC Music Hit List) dari deretan artis terkenal seperti Ello, Ungu, Ari Lasso, Bebi Romeo, Sammy, IDP, Cinta Laura, Nikita Willy dan duo diva Truth. Sementara di jajaran group band terdapat nama besar Slank, SMASH, Ungu, Armada, Last Child, Wali, Kotak, Triad dan Super Seven. CD KMHL semakin lengkap dengan album religi Ramadhan dan Natal yang diluncurkan berdekatan dengan dua hari besar keagamaan. Sementara pada program KFC Breakfast, tahun 2012 menjadi momen penting. Pertumbuhan bisnis nampak jelas dari penambahan jumlah cabang KFC yang menjual menu sarapan pagi. Hingga tahun 2012, setidaknya setengah dari seluruh gerai KFC kini sudah menjual menu sarapan pagi. Tak heran bila kemudian penghargaan kategori Best New Layer dari Yum! Asia Franchise Pte Ltd berhasil disabet KFC am untuk kedua kalinya, atas kekonsistenan KFC Indonesia dalam mengembangkan dan memperluas jangkauan penjualan menu sarapan pagi.

In response to customers wishes to enjoy KFC packaged meal, the Company launched Super Value packaged meal. Customers can now enjoy yummy rice, KFC chicken wing, and Frestea only at a very affordable price. Innovative service is a l s o o ff e r r e d t o customers in Fast Track Lane, at the KFC outlet in Te r m i n a l 2 F Soekarno-Hatta Airport. Recognizing the importance of speed of service at airport outlet, three Fast Track packages are on offer to customers. The extra complete is in the bundle of Fast Track 1 and 2 , which offers chicken and tasty chocolate pudding desert. For customer whi wishes for practical and easy to carry menu, Fast Track 3 is available with delicious and crunchy OR Burger and Frech Fries. In collaboration with a national label, KFC launched CD NOAH Seperti Seharusnya with a hit single Separuh Aku in September 2012. CD NOAH was in circulation in all KFC outlets nationwide on the same day the label launched it in a unique way, which is concert performance in five countries included Australia, HongKong, Malaysia, Singapore, and Jakarta in one day. Besides the big name NOAH, the Company also released CD KMHL (KFC Music Hit List) of famous artists included Ello, Ungu, Ari Lasso, Bebi Romeo, Sammy, IDP, Cinta Laura, Nikita Willy, and Duo Diva Truth, and also group bands such as Slank, SMASH, Ungu, Armada, Last Child, Wali, Kotak, Triad, and Super Seven. CD KMHL is more complete with religious Ramadhan and Christmas albums launched close to the two religious holidays. Whilst in Breakfast program, 2012 is an important moment. Business growth is apparent from the addition of KFC outlets serving breakfast. Up to 2012, at least half of KFC outlets have served breakfast. It is no wonder when KFC Indonesia was awarded in The Best New Layer Category from Yum! Asia Franchise Pte Ltd for the second time for its consistency in expanding the sales range of KFC am (breakfast menu).

83

Selain pencapaian penghargaan, KFC a.m. juga melakukan peluncuran menu baru, Striker, dan kombo baru, Super Breakfast. Kombo ini merupakan jawaban keinginan pelanggan yang tetap ingin menikmati kelezatan ayam KFC di pagi hari. Sementara Striker merupakan produk ekstensi yang tampil lebih lengkap dari produk Riser, yang merupakan menu sarapan pagi dengan angka penjualan tertinggi. Unit Bisnis Keseriusan Perseroan dalam mengembangkan unit bisnis KFC Coffee, terlihat pengembangan aneka menu yang ditawarkan kepada pelanggan. Peluncuran aneka menu pastry baru seperti muffin tiga pilihan rasa dan kelembutan dua pilihan rasa donut KFC, bertambah lengkap dengan kehangatan Cappucino Brulee dan dinginnya Iced Latte Brulee yang diluncurkan pada pertengahan tahun 2012. Perseroan juga menggandeng komunitas anak muda dengan rutin mengadakan Shuffle Dance, Bedah Buku dan Stand Up Comedy di beberapa cabang sejak pertengahan tahun 2012. Komunitas yang dibidik Perseroan tidaklah sembarang, namun harus memiliki nilai positif dan disukai anak muda. Kegiatan rutin ini terlihat berdampak pada peningkatan penjualan dan transaksi di KFC Coffee. Setidaknya kenaikan sebesar 17 persen dapat diperoleh Perseroan dari kegiatan komunitas ini. Langkah Inovasi yang menjadi benang merah kerja Perseroan terlihat pula pada Order Online yang merupakan program inovasi terbaru di layanan Pesan Antar. Program ini mempermudah pelanggan memesan menu lezat KFC melalui akses www.kfcku.com. Jadi, pelanggan tidak perlu repot lagi memesan melalui telepon. Layanan Order Online efektif berjalan pada pertengahan November 2012. Jangkauan layanan meliputi Jabodetabek, Semarang, Solo dan Yogyakarta. Mendatang, perluasan layanan akan meliputi wilayah Bandung, Surabaya, Bali, Makassar dan Medan.

Besides the award achievement, KFC a.m. also launched a new menu, Striker, and a new combo, Super Breakfast. This combo is the answer to customers wich to enjoy the juicy KFC fried chicken in the morning. Striker is an extention product of Riser, but appears more complete and become the top sales breakfast item.

Business Unit The seriousness of the Company in developing KFC Coffee business unit is evident in menu variety development. The launching of an assortment of new pastry such as muffin with three different tastes, donuts in two flavours, and more complete with warm Cappucino Brulee and cold Iced Latte Brulee, launched in the middle of 2012. The Company along with young communities regularly presents Shuffle Dance, Book Review, and Stand Up Comedy at some KFC outlets since the middle of 2012. The target communities are not just any community, but only those with positive values and favoured by young people. These regular activities have good impact on increased sales and transaction of KFC Coffee. At least 17 percent increase contributed by these communities. Innovation initiatives as the Company's performance parameter is demonstrated on the latest innovative Home Delivery program called Order Online. This program facilitate customer to order tasty KFC products by accessing www.kfcku.com. Customer does not have to order by phone. Order online is in effect starting mid November 2012. The range of service included Jabodetabek, Semarang, Solo and Yogyakarta. In the future, the service will be expanded to Bandung, Surabaya, Bali, Makassar, and Medan.

84

Sedangkan pada unit bisnis Drive Thru dilakukan terobosan baru dalam bentuk standarisasi layanan secara nasional. Di tahun 2012 terdapat 17 gerai Drive Thru yang sudah dilengkapi system COD (Confirmation Order Display). Tujuannya, untuk menunjang kecepatan layanan untuk mencapai target layanan 2 menit 30 detik.

Drive Through business unit has made a breakthrough by performance standardization nationally. In 2012, there are 17 Drive Thru which are facilitated by COD (Confirmation Order Display). It is for the purpose of supporting speed of service, to reach target of service in 2 minutes and 30 seconds.

Pemasaran Kanak-Kanak

Kids Marketing

Ekspansi dalam program Chaki Exclusive Class terus dilakukan oleh Divisi Kids pada tahun 2012. Hal ini terlihat jelas dengan semakin bertambahnya jumlah kehadiran Chaki Exclusive Class di gerai-gerai KFC. Secara nasional, hingga akhir tahun 2012, Chaki Exclusive Class telah hadir di 184 gerai KFC dengan materi pelajaran yang lebih variatif. Kelas karate Gojukai pun bertambah tidak hanya di wilayah Jabodetabek saja, namun juga di kota lainnya, yakni Medan. Di beberapa kejuaraan, Gojukai Chaki Club telah mengibarkan bendera prestasi yang sangat membanggakan. Di antaranya pada Kejuaraan Nasional UIN Cup VI, tim Gojukai Chaki Club berhasil memperoleh 1 emas, 2 perak dan 9 perunggu. Pada kejuaraan Daerah Forki DKI tim Gojukai Chaki Club mendapatkan 2 emas, 1 perak dan 3 perunggu. Dan pada Kejurnas Gojukai, tim Gojukai mendapatkan 1 emas, 5 perak dan 2 perunggu. Program Divisi Kids yang disesuaikan dengan kondisi pasar anak dapat terbidik dari berbagai kegiatan yang bersifat tematik, antara lain perayaan hari besar nasional umat beragama, seperti Lomba Pemilihan Cici & Koko pada saat perayaan Tahun Baru Imlek, story-telling Ramadhan untuk umat muslim dan story-telling Natal untuk umat kristiani.

Kids Division has continually expanding the Chaki Exclusive Class (CEC) program in 2012. This is clearly evident in the increasing number of CEC in KFC outlets. Until end of 2012, CEC is available in 184 KFC outlets, offering more variable learning subjects. Karate Gojukai classes have increased not only in Jabodetabek, but also in Medan. Gojukai Chaki Club have proudly won in a number of championships, included 1 gold, 2 silver, and 9 bronze at the UIN Cup VI National Championship, 2 gold, 1 silver, 1 bronze at the Forki DKI Regional Championship, 1 gold, 5 silver, 2 bronze at the Gojukai National Championship.

Kids Division programs that are tailored to kids market condition can be identified from thematic activities, such as celebration of religious days, cici & koko contest during Chinese new year, storytelling Ramadhan for moslem, and story-telling Christmas for christian.

85

Tidak hanya itu, Divisi Kids juga mengadakan perlombaan kegiatan yang bermuatan edukasi dan kegiatan yang disesuaikan dengan tema hari besar nasional. Seperti pada bulan Ramadhan, sekaligus peringatan Hari Kemerdekan Republik Indonesia pada 17 Agustus, Divisi Kids menggelar lomba Idola Merah Putih Ramadhan.

In addition, Kids Division organized educative contest according to national day theme. For example, during the celebration of Ramadhan at the same time in conjunction with Indonesia's independence day on 17th August, Kids Division held Lomba Idola Merah Putih Ramadhan.

Selain itu, Divisi Kids juga menggelar lomba mewarnai dengan tujuan untuk mengasah bakat dari para anggota Chaki Club, Divisi Kids juga tetap dengan program Corporate Social Responsibility (CSR), yaitu dengan kegiatan Chaki Peduli Lingkungan. Kegiatan tersebut dimaksudkan pula untuk mengedukasi anakanak agar mereka mengerti dan terus dapat menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Kids Division likewise held coloring competition to sharpen the talent of Chaki Kids Club members and continued with the CSR activity, Chaki cares the environment. The purpose is to educate children to understand and preserve the environment.

Program Chaki City Tour juga masih dilaksanakan selain dalam rangka mengisi waktu para anggota Chaki Kids Club pada saat liburan sekolah dengan mengunjungi tempat-tempat wisata edukatif, kegiatan ini juga dapat mempererat hubungan anggota Chaki Kids Club dan para orang tua sesama anggota.

Chaki City Tour program is periodically organized to fill up CKC members idle time during school holidays by educative sightseeing to places of interest, this activity also serve as a means of closing the ties between members and between parents.

86

Sebagai merek yang peduli terhadap perkembangan pendidikan anak Indonesia usia dini, Perseoan bekerjasama dengan Dewi Hughes melalui Dewi Hughes International Foundation (DHIF) menyelenggarakan Pre School Little 1 Academy, yakni sebuah program pendidikan anak usia dini (PAUD) yang menjadi bagian dari program CSR. Pre School Little 1 Academy ini merupakan program pendidikan bagi anak-anak usia Pra TK yang dibagi menjadi dua kelas, yaitu Kelas Little Egg (2-3 tahun) dan Kelas Big Egg (3-4 tahun). Saat ini kelas Little 1 Academy telah hadir di 25 gerai KFC yang tersebar di delapan kota besar di Indonesia, antara lain Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Medan.

As a brand that cares about the education development of Indonesia's children from the early years, the Company in collaboration with Dewi Hughes International Foundation (DHIF) conducted Pre School Little 1 Academy, an education program for pre school children (PAUD), which is part of the CSR program. Pre School Little 1 Academy is for pre kindergarten kids, which is divided into two classes, Little Egg (2-3 years) dan Big Egg (3-4 years). Presently Little 1 Academy is present in 25 KFC outlets in eight big cities in Indonesia which included Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Medan.

87

Kids Meal Dengan mengusung tema baru, Kids Meal hadir dengan pilihan yang lebih variatif, antara lain Bernard Bear (Januari- Februari), Pororo (Maret-April), Shaun The Sheep (Mei-Juni), Spiderman (Juli-Agustus), Barney (September-Oktober), dan Tom & Jerry (November-Desember). Sementara itu, berbagai tema menyenangkan juga mewarnai program promo Paket Birthday tematik yang hadir dalam empat paket pilihan dengan design dan harga yang berbeda, yakni Chaki Funtastic, Chaki Foodball dan Chaki Holiday, dan Chaki Playland. Diluncurkannya tematik Birthday yang lebih variatif merupakan bentuk inovasi Perseroan yang mengerti akan kebutuhan pelanggan sehingga mudah memilih paket sesuai keinginan.

Menu Si Kecil Bearing the new theme, Kids Meal comes with a more varied toys, Bernard Bear (January-February), Pororo (March-April), Shaun The Sheep (May-June), Spiderman (July-August), Barney (SeptemberOctober), dan Tom & Jerry (November - December). In the meantime, a variety of fun themes also colored birthday thematic promo packages. There are four packages with different design and price to be selected such as Chaki Funtastic, Chaki Foodball, Chaki Holiday, and Chaki Playland. The launching of a more varied thematic birthday is an innovation initiative of the Company who understands customers' needs and make it easy for customers to choose a package of their choice.

88

Prospek Usaha

Business Outlook

Faktor-faktor eksternal yang dihadapi perekonomian dunia dan menciptakan banyak tantangan perekonomian terus terjadi sepanjang 2012, dengan China, salah satu tujuan impor terbesar mengalami perlambatan perekonomiannya. Meskipun terjadi penurunan secara global, Indonesia masih menunjukkan kinerja yang baik dengan 6,23 persen pertumbuhan pada produk domestik bruto (PDB). Ketahanan ekonomi Indonesia terhadap tantangan perekonomian global berasal dari konsumsi domestik yang kuat didukung pula oleh pertumbuhan kekuatan belanja yang stabil dan kenaikan investasi asing langsung dan domestik. Belanja ritel tetap kuat sepanjang tahun yang mendorong konsumsi domestik sebagai penggerak pertumbuhan yang penting. Investasi asing pada 2012 mencapai tiga kali yang dicapai pada 2011, sementara investasi domestik juga berkinerja baik dengan mencapai lebih dari dua kali yang dicapai pada 2011. Akan tetapi, menjelang akhir 2012, investasi mengalami penurunan akibat aksi dari kalangan pekerja yang menuntut kenaikan upah minimum yang signifikan disertai protes yang cukup sengit, melontarkan isu nasionalisme dan anti pihak asing serta perseteruan di kalangan pekerja yang terus meningkat di beberapa wilayah yang menambah sederet catatan buruk tentang iklim investasi di Indonesia di mata investor asing. Sementara itu, prospek ekonomi makro relatif cukup baik pada 2012, dengan hambatan-hambatan utama untuk mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi, antara lain tingkat pengangguran yang tinggi sekitar 6 persen, penurunan pada ekspor ekonomi utama sehingga terjadi defisit yang mengakibatkan kurs rupiah terus terkoreksi menurun, kondisi infrastruktur yang tidak mendukung, dan masalah ketidaksetaraan pendapatan terus menciptakan isu sosial. Prospek perekonomian global tahun 2013 masih tidak menentu, namun berita baiknya adalah kondisi perekonomian global akan mengalami pertumbuhan yang sedikit lebih baik dari 2012. Risiko-risiko utama yang berdampak pada prospek perekonomian global antara lain konsekuensi dari kontraksi fiskal di Amerika Serikat dan keputusan terhadap krisis hutang di kawasan Eropa, yang memerlukan perubahan fiskal dan struktural. Krisis hutang yang berkepanjangan di negara-negara Eropa dan kebijakan-kebijakan penghematan di wilayah-wilayah tersebut akan mengakibatkan penurunan permintaan. Akan tetapi, jika tantangan-tantangan besar ini ditangani secara tepat oleh pembuat kebijakan di Amerika Serikat dan Eropa, ada kemungkinan prospek pertumbuhan global menjadi cerah dan mendatangkan pertumbuhan di perekonomian-perekonomian baru. Di Indonesia, konsumsi domestik masih menjadi kontributor utama penggerak pertumbuhan ekonomi,

The external conditions facing the world economy and creating a lot of economic challenges continue to exist in 2012, with China, one of the biggest import destinations experiencing a slowdown in its economy. Despite the global downturn, however, Indonesia still fared well with its 6.23 percent growth in gross domestic product (GDP). Indonesia's economic resilience to global economic challenges is driven by strong domestic consumption backed by solid growth in purchasing power and rising foreign direct and domestic investment. Retail spending remained strong during the year pushing domestic consumption as an important growth driver. Foreign investments in 2012 reached three times the whole of 2011, while domestic investments also performed well, more than double that of 2011. However, towards the latter part of 2012, investments experienced a decline due to workers demands for significant incease in minimum wage coupled with their violent protest, rising nationalism and anti-foreign sentiments as well as increasing labor conflicts and disputes in several regions that have lengthened the list of bad marks against the Indonesian investment climate in the eyes of foreign investors. While the macroeconomic outlook is relatively fine in 2012, key barriers to achieving higher growth consist of high real unemployment rate of around 6 percent, decline in major economic exports creating current deficit leading to continuous downward correction of rupiah exchange rate, discouraging infrastructure conditions, and the issue of income inequality creating social problem. 2013 global economic outlook remains uncertain, but the good news is that the global economic environment will slightly be more favorable to growth than in 2012. Major risks that would impact global economic prospects consist of the consequences of possible fiscal contraction in the U.S. and the decision on Eurozone sovereign debt crisis, which requires providing the necessary fiscal and structural changes. The continuing debt crisis in the European countries and the austerity policies in that region would drive decline in demand. However, If these major challenges are effectively address by U.S. and European policy makers, global growth prospects would likely be brighter and would provide growth context in emerging economies.

As for Indonesia, domestic consumption will remain a key contributor to fueling economic growth as a result

89

akibat dari urbanisasi yang terus berlanjut dan konsumsi yang sangat kuat dari kelas menengah yang terus meningkat dan akan terus membuat pasar Indonesia bergairah bagi para investor. Belanja ritel akan tetap kuat dan nampaknya tidak terpengaruh dengan kondisi pasar yang terus berubah. Meskipun memiliki permintaan konsumen yang kuat, Indonesia nampaknya mudah terpengaruh dengan goncangan eksternal. Oleh sebab itu, perekonomian Indonesia pada 2013 sangat bergantung pada keputusankeputusan yang dibuat oleh Pemerintah untuk mengurangi dampak goncangan eksternal, juga untuk mengatasi perseteruan politik internal dan manuver politik di dalam negeri. Perlambatan perekonomian China yang terus berlanjut selama hampir dua tahun akan berdampak pada prospek pertumbuhan. Sebagai importir utama ekspor Indonesia, perlambatan tersebut akan menyebabkan berkurangnya pembelian bahan baku dan impor, dan mempertimbangkan dominasi globalnya, akan mengakibatkan harga komoditas berjatuhan. Laporan International Monetary Fund (IMF) menyebutkan bahwa pengurangan 1 basis poin pertumbuhan China akan menurunkan produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebesar setengah persen. Prospek ekonomi tahun 2013 masih memberi harapan, meskipun banyak tantangan yang harus dihadapi untuk mencapai perkembangan ekonomi yang berkelanjutan. Tantangan-tantangan ini antara lain kemiskinan, pengangguran, perbedaan penghasilan yang semakin melebar, korupsi, implementasi hukum, hubungan pekerja yang bermasalah, kekurangan infrastruktur. Perekonomian negeri ini masih akan terpengaruh oleh situasi dan manuver politik, khususnya menjelang pemilihan Presiden pada 2014. Pemerintah Indonesia dapat mengambil langkahlangkah pencegahan terhadap kondisi-kondisi dan hambatan-hambatan yang membatasi aliran modal jangka panjang untuk mendanai kebutuhan investasi dengan cara menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif bagi investor, asing maupun domestik, sehingga mendorong peringkat Indonesia sebagai negara tujuan investasi yang menarik. Kebutuhan infrastruktur adalah satu area fokus untuk mengurangi biaya logistik sehingga meningkatkan daya saing produk Indonesia. Kebutuhan sektor transportasi atas infrastruktur yang memadai membutuhkan upaya yang sungguh-sungguh dari Pemerintah untuk mengatasi volume kendaraan yang terus bertambah sehingga mengurangi angka kecelakaan lalu lintas. Pergerakan kendaraan besar seperti truk kontainer antar wilayah semakin bertambah sehingga pengembangan pusat-pusat transportasi dan perbaikan pelabuhan-pelabuhan yang ada saat ini menjadi sangat penting.

of continued urbanization and robust consumption by the growing middle class and will continue to make Indonesia's market attractive to investors. Retail spending will remain strong seemingly unaffected by market volatility. Despite strong consumer demand, however, Indonesia is quite vulnerable to potential external shocks. Therefore, Indonesia's economy in 2013 will be highly dependent on the decisions made by the government, both to reduce the effects of external shocks as well as to manage internal political struggles and political maneuvering within the country.

The continuous slow down of China's economy for almost two years would again have an impact on growth prospects. As a major importer of Indonesia's exports, slowdown in its economy will lead to buying fewer raw materials as well as reduce imports, and due to its global dominance, will result in a fall in commodity prices. An IMF report suggests that a 1 percentage point reduction in China's growth could lower Indonesia's GDP by half a percentage point.

Economic outlook for 2013 remains encouraging, but many challenges have to be surmounted to achieve sustainable economic development. These challenges are poverty, unemployment, widening gap of income, corruption, implementation of the rule of law, problematic labor relations, infrastructure deficiencies. The country's economy will remain influenced by the political situation and maneuvering especially approaching the presidential election in 2014.

Indonesian government can take precautions against unfavorable conditions and obstacles limiting the flow of long-term capital to finance investment needs, creating a business environment conducive to investors, both foreign and domestic, and thus boosting Indonesia's ranking as an attractive investment destination. Infrastructure need is one area to focus on in order to rationalize logistic costs and thereby increasing competitiveness of Indonesian products. The transport sector's demand for adequate infrastructure requires concerted efforts from the government to cope with the increasing volume of vehicles and thus reduce traffic-related accidents. With container and vessel movements in between regions becoming greater than before, development of new transport hubs and improvement of existing seaports becomes imperative.

90

Untuk menyimpulkan, ketahanan Indonesia terhadap tantangan perekonomian global akan diuji kembali pada tahun yang akan datang. Bersamaan dengan pemilihan Presiden 2014 yang akan datang dimana uang dalam jumlah besar akan banyak beredar, akan kembali mendorong konsumsi domestik sebagai penggerak utama pertumbuhan yang memberikan kesempatan pertumbuhan yang besar untuk sektor bisnis ritel. Hal ini akan memberikan Perseroan kesempatan besar untuk dicapai, bahkan melampaui proyeksi penjualannya. Akan tetapi, sebagai merek yang memimpin dalam industri restoran cepat saji, kompetisi mempertahankan kepemimpinan masih merupakan sebuah tantangan. Mempertahankan kepemimpinan pasar sudah pasti bukan hanya hadir dimana-mana, tetapi harus disertai dengan cara-cara inovatif dalam melayani pelanggan dengan beragam produk dengan kualitas yang tidak bisa ditawar, memberikan produk bernilai tambah dan kecepatan layanan yang tidak tersaingi agar setiap kunjungan ke gerai KFC bukan merupakan kunjungan terakhir. Dalam menghadapi situasi kompetitif yang berat, Perseroan secara konsisten akan terus melakukan ekspansi jaringan restorannya, tidak hanya di kotakota utama, juga mencakup kota-kota baru dan berpotensi di daerah tingkat dua. Untuk itu, inovasi akan menjadi fokus utama untuk hadir dimana-mana dengan membuka gerai yang bagus tampilannya, mudah dicapai, nyaman, dan berbeda dengan kompetitor lainnya. Dalam melakukan ekspansi di daerah tingkat dua, Perseroan akan selalu berfokus pada area-area metropolitan yang memberikan pelanggan pengalaman bersantap yang berbeda untuk menghindari kompetisi dalam berbagi pasar yang ada. Sebagai prinsip yang dijalankan oleh Perseroan dalam memberikan layanan kepada pelanggan, memberikan kepuasan Yum! yang tak terhingga di wajah setiap pelanggan adalah target Perseroan. Untuk mencapai tujuannya, Perseroan akan terus menjalankan strategi-strategi yang telah terbukti berhasil dengan menciptakan dan mengembangkan budaya yang kokoh dimana setiap karyawan memberikan perbedaan dengan berinovasi dan selalu berpikir di luar kebiasaan, membangun pola pikir yang berorientasi pada Customer and Sales Mania dengan kesadaran tinggi untuk memberikan kepuasan kepada konsumen melebihi dari yang diharapkan, keunggulan operasional dengan CMS, memberikan perbedaan merek melalui inovasi, mengembangkan kesinambungan dalam sumber daya manusia dan proses yang kuat berfokus pada pengembangan kompetensi dan kemampuan, dan mempertahankan konsistensi dalam meraih prestasi terbaik.

To sum up, Indonesia's resiliency towards global economic challenges will be tested all over again in the coming year. Coupled with the forthcoming presidential election in 2014 with great quantity of money in circulation will once again push private consumption as a major growth driver providing enormous growth opportunity for the retail business sector. This will afford the Company with great opportunity to achieve, if not surpass its projected turnover. However, as the leading brand in the fast food business, competition to maintain this leadership is quite a challenge. Maintaining market leadership is definitely not just a simple task of making your presence everywhere, but should always be coupled with innovative ways of serving customers with a variety of uncompromising quality products, providing value for money and unmatched speed of service such that every visit to KFC outlet will not be the last.

In face of this tough competitive situation, the Company will consistently undertake expansion of its existing restaurant network not only in existing primary cities, but also to cover new and viable secondary cities nationwide as well. In so doing, innovation will be the primary focus in making our presence everywhere by providing good looking, easily accessible and comfortable outlets different from the competition. While expanding in secondary cities, the Company will always focus in metropolitan areas providing differentiated customers' dining experience to prevent competition from sharing in our existing markets.

As a guiding principle of the Company in serving customers, putting a big Yum! on everyone's faces will be its overall aim. To accomplish this, the Company will continue its proven strategies of creating and develoing deep and strong culture where everyone makes a difference by being innovatie and always thinking 'out of the box', building 'Customer and Sales Mania' mindet wih high intentionaliy in providing customer satisfaction beyond their expectation, operational excellence through CMS, continuously providing brand differentiation through innovation, developing continuity in peope and processes with solid focus on competenc a capability development, and consistently maintaining exceptional results.

91

92

TATA KELOLA PERUSAHAAN

CORPORATE GOVERNANCE

Sebagai perusahaan publik, PT Fast Food Indonesia Tbk terus berkomitmen untuk menerapkan kebijakan dan pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Perseroan sangat menyadari pentingnya prinsipprinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik, antara lain keterbukaan informasi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, perlakukan yang adil, dan kemandirian sebagai faktor penting untuk melindungi aset perusahaan dan nilai jangka panjang dari stakeholder. Dengan diterimanya sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 pada akhir 2012, semua struktur internal, kebijakan, dan standar prosedur operasi didesain untuk memenuhi kebutuhan operasional yang terus berubah dan inisiatif ekspansi Perseroan dan mematuhi prinsip-prinsip dasar Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Etika Kerja Etika Kerja terdiri atas nilai dan norma yang berlaku bagi seluruh karyawan Perusahaan, dari pimpinan hingga bawahan, dalam menjalankan tugas masingmasing. Etika Kerja yang wajib dijalankan oleh seluruh karyawan dan manajemen Perusahaan adalah sebagai berikut : Selalu mematuhi dan melaksanakan petunjuk dan instruksi yang diberikan oleh pimpinan. Memastikan semua aktiva Perusahaan dipelihara dengan baik. Melindungi data dan informasi rahasia Perusahaan. Mengawasi kebersihan di lingkungan kerja. Menjaga hubungan kerja antar-departemen dan antar-fungsi yang baik dalam setiap aspek di Perusahaan. Menjaga kualitas layanan, memberikan produk berkualitas kepada pelanggan, dan memastikan CHAMPS Management System (CMS) selalu dilaksanakan di semua restoran. Jujur dan bertanggung jawab dalam berhubungan dengan semua pihak, baik pihak internal maupun eksternal Perusahaan. Selalu menjalankan setiap tugas dengan integritas dan kedisplinan yang tinggi. Etika Usaha Etika Usaha adalah suatu sistem norma di dalam Perusahaan yang wajib untuk selalu dipatuhi oleh segenap karyawan dan manajemen dalam hubungannya dengan lingkungan usaha. Etika Usaha Perusahaan adalah sebagai berikut :

As a public Company, PT Fast Food Indonesia Tbk is constantly committed to implement Good Corporate Governance (GCG) policies and practices. The Company significantly values the importance of GCG principles of transparency, accountability, responsibility, fairness, and independence as significant factors in protecting Company's assets and stakeholders' long-term value.

With the ISO 9001:2008 certification on Quality Management System obtained by the Company towards the end of 2012, the internal structures, policies, and standard operating procedures are all designed to meet the changing operation needs and expansion initiatives of the Company and adhering to the basic principles of GCG. Work Ethics Work Ethics consist of values and norms followed by all Company employees, from superiors to subordinates in carrying out their duties. Work Ethics that are compulsory to all employees and the management include :

Always abide to and carry out directions and instructions given by their respective leader. Ensure all assets of the Company are properly maintained. Protect confidential data and information of the Company; Observe cleanliness of office and working area. Maintain good working relationships interdepartmentally and inter-functionally in every aspect within the Company. Uphold service quality, provide quality products to customers and ensure that CHAMPS Management System (CMS) is always executed in all the restaurants. Maintain honesty and high sense of responsibility in dealing to all parties, both internal and external. Always execute duties with high integrity and discipline. Business Ethics Business Ethics is a standard system consisting of principles to be followed at all times by all employees and management in relation to business environment. These consist of the following :

94

Melaksanakan hubungan bisnis dengan tingkat kejujuran, keadilan, dan integritas yang tinggi. Mematuhi hukum dan peraturan perundangundangan yang berlaku bagi Perusahaan. Memberikan kontribusi dalam peningkatkan nilai pemegang saham dan memenuhi tanggung jawab sebagai Perusahaan yang dikelola dengan baik. Mengungkapkan informasi secara transparan, tepat waktu, terkini, dan akurat kepada pihak-pihak yang berkepentingan, jika diperlukan. Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Para anggota Dewan Komisaris dan Direksi PT Fast Food Indonesia Tbk adalah profesional yang dipilih melalui Rapat Umum Pemegang Saham. Dewan Komisaris terdiri dari enam anggota (dua diantaranya adalah Komisaris Independen) dan Dewan Direksi terdiri dari enam anggota. Dewan Komisaris berfungsi mengawasi kebijakan yang dibuat oleh Dewan Direksi. Dalam mengambil tindakan hukum tertentu, Dewan Direksi mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Dewan Komisaris. Semua pengambilan keputusan Dewan Komisaris mengutamakan kepentingan umum, dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Dewan Komisaris mengadakan empat kali rapat dalam setahun. Dewan Direksi mengadakan rapat bulanan untuk membahas kinerja operasional Perusahaan, kebijakan-kebijakan baru termasuk perubahanperubahan terhadap kebijakan yang berlaku, dan permasalahan penting lainnya, dalam upaya mencapai obyektif Perusahaan. Anggota Dewan Direksi secara rutin mengikuti seminar, konferensi, lokakarya yang diadakan oleh Pemilik Waralaba dan institusi lain di dalam dan di luar negeri. Komite Audit Komite Audit adalah pihak independen yang dibentuk mengacu pada Peraturan BAPEPAM-LK dan Peraturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Komite ini diangkat dan bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris dan diberikan pedoman kerja sebagai panduan dalam melakukan tugasnya. Komite Audit bertugas membantu Dewan Komisaris dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Setiap minuta hasil rapat Komite Audit dilaporkan kepada Dewan Komisaris, dengan disertakan pendapat dan usulan jika terdapat hal-hal yang perlu mendapat perhatian Dewan Komisaris. Komite Audit mengadakan rapat tiga bulanan untuk mengakses dan meninjau kembali laporan keuangan Perusahaan sebelum laporan tersebut diterbitkan. Sehubungan

Conduct business dealings with high degree of honesty, fairness, and integrity. Abide to all prevailing laws and regulations applicable to the Company. Contribute to the improvement of shareholders' value and at the same time carry out responsibility as a well-managed Company. Provide transparent, timely, up-to-date and accurate information to business-related parties, when needed. Board of Commissioners and Board of Directors Members of the Board of Commissioners and the Board of Directors of PT Fast Food Indonesia Tbk are professionals appointed during the Company's Annual General Meeting of Shareholders. The Board of Commissioners consists of six members (two of which are Independent Commissioners), while the Board of Directors consists of six members. Duties of the Board of Commissioners include monitoring of the policies made by the Board of Directors. When taking certain legal action, the Board of Directors obtains prior approval from the Board of Commissioners. All decision making processes by the the Board of Commissioners always take into consideration public interest by following the principles of Good Corporate Governance. The Board of Commissioners conducted four meetings during the year. The Board of Directors has been holding a monthly meeting to discuss the Company's operational performance, new policies as well as changes on existing policies, and other important issues to achieve the Company's desired objectives. The Board of Directors has regularly taken part in seminars, conferences, and workshops held by the franchisor and other institutions abroad or in the country.

Audit Committee The Audit Committee is an independent body organized as required by BAPEPAM-LK and Indonesia Stock Exchange (IDX). This committee is appointed by and responsible to the Board of Commissioners and is provided with a set of guidelines. It is tasked to provide assistance to the Board of Commissioners in carrying out its duties. All minutes drawn up in Audit Committee meetings are reported to the Board of Commissioners, complete with opinions and suggestions for matters requiring the Board of Commissioners's attention. Quarterly meetings are conducted with the Audit Committee to access Company's data and information and review financial report prior to its issuance. For the Company's 2012 financial reports, the Audit Committee was involved in reviewing the reports and

95

dengan Laporan Keuangan Perusahaan untuk tahun 2012, Komite Audit turut serta dalam peninjauan Laporan Keuangan tersebut sebelum penerbitannya, dan menghadiri rapat akhir tahun dengan auditor eksternal yang dilaksanakan pada bulan Maret 2012. Audit Internal Audit Internal sebagai satu unit organisasi Perusahaan yang membantu Dewan Direksi melakukan pengawasan internal untuk memastikan efektivitas pengendalian yang dilakukan dan memastikan pengelolaan operasional internal Perusahaan berjalan sesuai dengan kebijakan dan sistem yang telah ditetapkan. Audit Internal secara berkala melaksanakan fungsinya melalui pemeriksaan audit ke seluruh restoran KFC dan Restaurant Support Centers (RSCs) di Indonesia, dan selalu melaporkan hasil audit kepada Kepala Departemen dan General Manager terkait untuk ditanggapi. Laporan akhir dari hasil audit disampaikan kepada Dewan Direksi dengan masukan-masukan untuk meningkatkan kontrol operasional, efektivitas, dan efisiensi. Manajemen Risiko Salah satu unsur penunjang pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang Baik adalah manajemen risiko yang dapat mempengaruhi tercapainya tujuan Perusahaan. Manajemen Perusahaan melakukan identifikasi serta memperkirakan potensi risiko beserta dampaknya, menentukan tingkat risiko, menelaah kecukupan pengendalian internal dalam mengurangi dampak risiko yang sudah diidentifikasi, serta menyusun rencana untuk tindakan-tindakan pilihan lainnya untuk mengurangi dampak risiko yang ada. Perusahaan terus melakukan implementasi program manajemen risiko, yaitu Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Untuk mendapatkan caracara yang terstrukturisasi dalam mengendalikan risiko, Perusahaan membentuk sebuah unit yang disebut Crisis Centre Unit, yang dipimpin oleh Public Relation (PR) Manager, dengan perwakilan dari setiap departemen di Perusahaan. Semua yang terlibat dalam pengelolaan usaha turut serta dalam menentukan, menilai, dan mengendalikan risiko, dengan tujuan untuk menciptakan komitmen bersama dalam mengelola risiko dari proses usaha yang dijalankan. Tujuannya adalah agar manajemen risiko yang telah dilakukan selama ini menjadi lebih baik melalui sistem yang terstrukturisasi dan terdokumentasi. Sebagai bagian dari sistem whistleblowing, manajemen mendorong semua pihak, baik internal maupun eksternal, untuk melaporkan langsung kepada Dewan Direksi jika menemukan hal-hal yang tidak wajar, tidak konsisten, sistem yang tidak

attended the closing engagement meeting with the external auditors held on March 2012.

Internal Audit The Internal Audit is the organization unit providing assistance to the Board of Directors in monitoring the effectiveness of controls and ensure all operational management procedures are in accordance with existing policies. Internal Audit performs regular audits of all KFC restaurant outlets, as well as Regional Support Centers (RSCs) throughout Indonesia, and reports their findings to the Department Head and General Manager concerned for review and comments. Final report of their findings is submitted to the Board of Directors with inputs for improving operational controls, effectiveness, and efficiency.

Risk Management An important element of Good Corporate Governance is managing risks that might affect achievement of target objectives. In implementing this, management identifies potential risks and their possible effects on Company's performnce, specifies the level of the risks, verifies whether sufficient control could reduce the effect of the risks identified, and makes a plan for alternative courses of action to mitigate the impact of the risks involved. The Company continuously execute risk management program known as Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). To achieve a structured approach to risk aversion, the Company created a Crisis Centre Unit headed by the Public Relations (PR) Manager with representation from each department in the Company. All those involved in the business process take part in risks identification and control requirements, in order to build the same commitment in risk management of the business. The objective is to improve the existing risk management to a higher level by means of a structured and documented system.

As part of the whistleblowing system, management encourages all parties, both internal and external to report directly to the Board of Directors any irregularities, inconsistencies, malfunctions in the system, and anomalies for proper verification and

96

tidak wajar, tidak konsisten, sistem yang tidak berfungsi secara benar, dan keganjilan-keganjilan untuk melakukan verifikasi dan mengambil tindakan yang tepat. Sekretaris Perusahaan

system, and anomalies for proper verification and appropriate course of action.

Corporate Secretary

Sekretaris Perusahaan adalah jendela informasi PT Fast Food Indonesia Tbk yang memberikan informasi penting terkait dengan Perusahaan yang perlu diketahui oleh publik, serta memberikan masukan kepada Dewan Komisaris dan Dewan Direksi mengenai peraturan dan ketentuan yang berlaku agar dapat dipatuhi sepenuhnya. Saat ini, jabatan Sekretaris Perusahaan dirangkap oleh salah seorang Direktur Perusahaan. Sesuai Peraturan BAPEPAM-LK No.IX.1.4 dan Peraturan PT Bursa Efek Indonesia tentang pembentukan Sekretaris Perusahaan, maka sejak tahun 2006, Sekretaris Perusahaan telah mengelola Daftar Khusus dari seluruh anggota Dewan Komisaris dan Dewan Direksi beserta anggota keluarganya, untuk mendeteksi agar jangan sampai terdapat transaksi benturan kepentingan (conflict of interest). Selain itu, Sekretaris Perusahaan juga membuat daftar pemegang saham, termasuk kepemilikan 5 persen atau lebih, dan mengkoordinasikan penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang telah dilaksanakan pada Juni 2012 dan Paparan Publik yang telah dilaksanakan pada November 2012, termasuk konferensi pers pada kesempatan tersebut.

The Corporate Secretary provides the public with all relevant information related to the Company and provides input to the Board of Commissioners and the Board of Directors on the existing rules and regulations to be complied with. The Corporate Secretary position at present is handled concurrently by a member of the Board of Directors. Based on the regulations of BAPEPAM-LK Number IX.1.4 and the regulations of Indonesia Stock Exchange regarding the appointment of Corporate Secretary, the Company's Corporate Secretary since 2006 has maintained a special record of all members of the Board of Commissioners, the Board of Directors and their family members to ensure that there is no conflict of interest. In addition, Corporate Secretary provides a listing of shareholders with 5 percent ownership and above. The Corporate Secretary facilitated the conduct of Annual General Meeting of Shareholders in June 2012 and Public Expose in November 2012 including the press conference in those meetings.

Risiko Usaha Semua perusahaan rentan terhadap risiko usaha yang dapat merugikan kelangsungan usaha, atau yang dapat mempengaruhi pertumbuhan penjualan, keuntungan, dan pengembangan restoran. Pengalaman menunjukkan bahwa meskipun sebuah perusahaan besar dan ternama, jika risiko usaha tidak dikontrol dengan baik, pada akhirnya akan mempengaruhi stabilisasi dan kelangsungan usaha perusahaan. Sebagai pemimpin usaha restoran cepat saji, Perseroan juga tak luput dari berbagai risiko usaha. Penanganan risiko usaha sangat bergantung pada seberapa efektif mekanisme pengelolaan risiko dan bagaimana cara Perseroan mengembangkan dan menjalankan strategi-strategi dan keputusankeputusan yang tepat pada waktu yang tepat

Business Risk Any business enterprise is likely to be confronted with business risks significantly affecting continuity of operation or affecting development growth in terms of sales, profitability, and unit expansion. Experience shows that even in big and well-known companies, uncontrolled business risks have led to downward trend in performance and even to their untimely closure. The Company is not relieved from any of these business risks. Much more with its position as the brand leader in the fast food business. Addressing these risks significantly depends on how effective the risk management mechanism is and definitely rests on how the Company can develop and implement the right strategies and decisions at the right time.

97

Beberapa risiko terbesar antara lain : Pencabutan Hak Waralaba Sebagai pemegang waralaba untuk merek KFC di Indonesia, Perseroan diberikan hak untuk membangun dan mengoperasikan restoran menggunakan merek KFC di seluruh Indonesia, dengan mengikuti panduan dan standar yang ditentukan oleh Pemilik Waralaba. Berdasarkan Perjanjian Waralaba yang telah diperbaharui, setiap gerai yang baru dibuka diatur dalam Deemed Franchise Agreement , yang memberikan hak waralaba untuk beroperasi selama sepuluh tahun, yang dapat diperpanjang untuk sepuluh tahun berikutnya. Jika setelah perpanjangan sepuluh tahun yang kedua dan gerai tersebut masih beroperasi, maka hak waralaba tidak dapat diperpanjang lagi, tetapi akan diperlakukan sebagai gerai baru mengikuti syarat dan ketentuan untuk gerai baru. Perjanjian Waralaba dapat dibatalkan jika Perseroan tidak mengikuti ketentuan, aturan main, dan standar yang ditentukan oleh Pemilik Waralaba. Pembatalan ini dapat secara langsung mempengaruhi kelangsungan operasional Perseroan. Untuk memastikan bahwa Perjanjian Waralaba dipatuhi dengan baik, khususnya syarat dan ketentuan yang terkait dengan standar mutu dan layanan, maka Perseroan harus melakukan kontrol ketat terhadap operasional restoran dengan menggunakan berbagai metode yang dirancang dan direkomendasikan oleh Pemilik Waralaba untuk mengawasi, mempertahankan, dan meningkatkan operasional restoran untuk menghasilkan tingkat kebersihan (Cleanliness), keramahtamahan (Hospitality), ketepatan (Accuracy), kualitas produk (Product quality), perawatan restoran (Maintenance), dan kecepatan layanan (Speed of Service) yang diinginkan. Di atas semua ini, Perseroan selalu menerapkan standar tinggi dan keamanan pangan, berkoordinasi dengan pemasok ayam untuk memastikan perlindungan terhadap konsumen dan merek KFC. Persaingan Sebagai akibat dari maraknya nama-nama baru bermunculan dan pertumbuhan restoran menyajikan makanan lokal, kompetisi yang ketat dalam dunia usaha restoran cepat saji tidak terhindari. Pengelola usaha yang tidak memiliki sistem yang terstruktur dengan baik yang didukung oleh sumber daya manusia yang handal untuk menghadapi kompetisi yang ketat ini pasti akan menghadapi masa depan

Most notable of these risks are as follows : Termination of Franchise Agreement by the Franchisor PT Fast Food Indonesia Tbk was given the right to establish and operate restaurant outlets using KFC brand nationwide following the guidelines and standards set by the franchisor. Under the New Franchise Agreements signed in January 2003, every new outlet opened by the Company is covered by a Deemed Franchise Agreement, and is given a franchise valid for 10-year period and renewable for another ten-year term. If after the second ten-year term the restaurant outlet is still operating, it can no longer be renewed but will be treated as a new store again subject to the same terms and conditions for new store.

In the event of unsatisfactory performance by the franchisee and non-compliance with the policies, guidelines and standards established by the franchisor can be terminated as provided for in the agreement. This termination clause may directly affect the continuity of the Company's business operation. In ensuring that the Franchise Agreement is being complied with, management sees to it that all covenants of the agreement are adhered to. Particularly on matters related to standards, the Company keeps a tight control on restaurant operations using various tools designed and recommended by franchisor as basis for monitoring, maintaining, and improving operational excellence to achieve the desired level of Cleanliness, Hospitality, Accuracy, Maintenance, Product and Speed of Service. Additionally, the Company has been putting top priority on food safety and product quality by ensuring chicken suppliers' adherence to prescribed specifications and standards for the protection of KFC consumers and KFC Brand, in general.

Competition Due to the proliferation of more fast food restaurant brands and the growth in local culinary outlets coupled with the expansion of existing brands, tight competition in the fast food business is inevitable. Companies without a structured system backed up with capable manpower to cope with this rigid competitive scenario will definitely encounter a very bleak future creating a decline in market share, particularly in metropolitan areas.

98

yang cukup suram yang akan mengakibatkan penurunan pangsa pasar, khususnya di kota-kota metropolitan. Sebagai antisipasi, Perseroan tetap berkomitmen untuk terus menciptakan perbedaan merek dengan terus berinovasi dalam promosi merek KFC. Berbagai program promosi yang terfokus akan dilancarkan secara terus menerus dengan target konsumen dari kategori anak-anak, remaja, muda-mudi dan keluarga, yang menekankan diversifikasi produk dan dan peningkatan layanan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Selain itu, Perseroan juga menjalankan strategistrategi yang lalu, antara lain menyajikan produk dan layanan berkualitas, mengembangkan jaringan restoran, menggalakkan kegiatan kehumasan untuk promosi citra merek, dan menjalankan programprogram pemasaran yang berfokus pada promosi berkala, penawaran produk bernilai tambah, pengenalan produk baru, dan perpanjangan promosi produk lainnya. Untuk meningkatkan upaya promosi, Perseroan terus bekerja keras menciptakan desain-desain restoran yang mutahir, inovatif, dan trendi untuk menghadirkan tampilan restoran yang segar dan modern, tanpa kehilangan elemen dasar dari merek KFC. Perseroan juga akan terus melakukan ekspansi jaringan restorannya hingga ke daerah tingkat dua, tanpa mengabaikan beratnya persaingan pasar di kota-kota metropolitan, melalui renovasi dan peningkatan tampilan restoran dengan menghadirkan lebih banyak gerai-gerai bertipe free-standing (gerai yang berada dalam bangunan yang berdiri sendiri) untuk menangkap peluang usaha yang demikian besar dan semakin mempopulerkan KFC kepada pelanggannya di seluruh Indonesia. Pasokan Bahan Baku Bahan baku yang utama untuk operasi Perseroan adalah ayam karkas segar dan ayam potong beku, yang dipasok oleh sekitar 15 pemasok di seluruh Indonesia. Banyaknya pemasok di dalam negeri tidak menjamin kelangsungan pasokan. Pasokan sering terputus pada hari-hari libur seperti Idul Fitri, Natal & Ta h u n B a r u , d a n l i b u r a n s e k o l a h . U n t u k mengantisipasi gangguan pasokan selama hari-hari tersebut, Perseroan membuat kontrak jangka panjang dengan merencanakan pesanan lebih awal dan menyimpan persediaan ayam yang cukup sebelum hari-hari libur tersebut. Selain itu, beberapa bumbu untuk produk-produk utama KFC, khususnya Original Recipe dan Hot & Spicy diimpor dari Amerika Serikat, Singapura, dan Malaysia melalui beberapa importir yang wajib mengikuti standar Yum! Restaurants InternationaI. The Company is committed to continuously implement exceptional brand differentiation through innovation in marketing the brand to address this competitive scenario. Focused on marketing programs targeting the kids, teens, young adults, and family categories are launched continuously with emphasis on diversification in terms of products and raising the bar in providing customer satisfaction. To supplement these efforts, traditional strategies of providing quality products and service, business network expansion, promoting brand image through PR activities, as well as effective marketing programs focused on periodic promotion, value offer, new products, and product extension are consistenly launched.

To reinforce these marketing efforts, the Company continuously strives to come up with new, innovative and trendy designs making the restaurants more attractive, lively, and entertaining, but without losing the basic elements of the brand. The Company always focuses on the tough competitive markets in the metro areas through renovation and image enhancement giving more importance to free-standing outlets to avail of the vast business opportunities and at the same time continuously expands its restaurant network to cover secondary cities to make the brand more accessible to customers nationwide.

Supplies of Raw Materials The major basic raw material of Company's operation is frozen-cut and freshed dressed chicken, which are supplied by about 15 chicken suppliers nationwide. This total number of chicken suppliers is not really a guarantee for continuity of supply particularly during peak season, like Idul Fitri (moslem new year), Christmas & New Year and school holidays.Supply interruptions are likely to happen during these periods. To avoid this problem, the Company usually resorts to advance ordering, coupled with building up chicken stock inventory prior to peak season. In addition, some raw material ingredients of KFC core products, particularly Original Recipe and Hot & Spicy breading, are imported from the United States, Singapore, and Malaysia as these basic raw materials are obliged to adhere to Yum! Restaurants

99

Bahkan untuk produk-produk baru, beberapa bahan bakunya biasa diimpor. Pengecualian terhadap bumbubumbu rahasia, dengan kemajuan yang telah dicapai oleh pemasok lokal dalam memproduksi substitusi produk-produk impor mengikuti standar yang diberikan, Perseroan secara bertahap dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor. Harga Bahan Baku Perseroan biasanya melakukan pengadaan ayam karkas segar dan ayam potong beku dalam jumlah besar. Walaupun kebutuhan dalam jumlah besar ini umumnya tersedia di pasar sepanjang tahun, terkecuali pada hari-hari libur ketika pasokan sering terputus, namun harga ayam berfluktuasi setiap minggu tergantung pada ketersediaan ayam potong dari peternak di Indonesia. Untuk menstabilkan kondisi ini, Perseroan melakukan kontrak pembelian dengan pemasok terpilih untuk periode tertentu. Selain itu, Perseroan juga memanfaatkan peluang untuk menyimpan persediaan produk ayam dari pasar terbuka pada saat harga rendah atau pada saat pasokan melebihi permintaan.

International standards. Even for new products, some ingredients are usually imported. Except for these required ingredients, the Company is usually coordinate with suppliers to produce import substitutes adhering to prescribed standards in order to reduce its dependence on imports.

Raw Material Prices The Company usually procures fresh dressed chickens as well as frozen-cut chickens in large quantities. The nationwide volume requirement is usually available from suppliers throughout the year, except during peak season where normally there is interruption of supply. However, market price of chicken fluctuates quite frequently, sometimes on a weekly basis depending on the availability of broilers from existing farms in Indonesia. In order to stabilize this condition, the Company usually enters into supply contract with selected suppliers for a specified period. Additionally, the Company usually avails of the opportunity to stock pile chicken products from the open market during periods when the price is low or when the supply is exceeding demand. Corporate Social Responsibility

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Lingkungan Hidup Komitmen Perseroan terhadap Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan / Corporate Social Responsibility (CSR) pada tahun 2012 ditandai dengan peluncuran Green Action. Melalui program Green Action sebagai salah satu realisasi kegiatan CSR, Perseroan telah menjadi pionir dalam aksi nyata untuk melindungi dan mencintai Bumi Pertiwi melalui inisiatifnya dalam pemberdayaan padi organik, penggunaan perangkat ramah lingkungan dan kemasan yang mudah terurai, serta bantuan penghjiauan secara berkelanjutan, juga pemanfaatan daur ulang minyak bekas KFC menjadi bio-solar yang

Environment The Company's commitment in Corporate Social Responsibility program in 2012 was marked with the launching of Green Action. Through Green Action as one of the CSR programs realization, the Company becomes the real action pioneer to protect and to love this motherland through its initiatives in the utilization of organic paddy, eco friendly tools, and bio degradable packaging, as well as providing continuous green action support, recycling of KFC used cooking oil to become bio-solar, which is allocated to Pemda Bogor (the local government of Bogor) to be used as environmentally friendly fuel for transportation fleet of

100

dihibahkan kepada Pemda Bogor sebagai bahan bakar ramah lingkungan bagi kendaraan Trans Pakuan Bogor. Memasuki usianya yang ke 33 tahun, pada tahun yang sama Perseroan menyelenggarakan aksi penyelamatan dan pelestarian lingkungan, khususnya terhadap habitat dan ekosistem laut Indonesia. Dibawah payung Green Action, kegiatan yang dilaksanakan di Pulau Pramuka Kepulauan Seribu ini fokus pada penyelamatan terumbu karang, penanaman bakau, dan pelestarian penyu sebagai hewan laut yang dilindungi.

Trans Pakuan Bogor.

In its 33rd anniversary celebration, the Company organized a rescue and preservation of the environment action, especially for the marine habitat and ecosystem of Indonesia. Under the Green Action umbrella, this activity was held in Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, which was focused on the preservation of coral reefs, mangrove planting, and turtle conservation as protected marine animals.

Pengembangan Sosial dan Kemasyarakatan

Social and Charitable Activities

sebelum

sesudah

Tidak sedikitnya realita kehidupan kaum dhuafa yang memiliki tempat tinggal dengan kondisi memprihatinkan telah mendorong Perseroan untuk turut peduli mengucurkan bantuan kemanusiaan melalui program Bedah Rumah. Saat ini program Bedah Rumah telah sukses dilaksanakan Perseroan di tiga tiga kota, yakni di wilayah Tangerang, Garut, dan Cirebon. Melalui program bantuan Bedah Rumah, secara tidak langsung Perseroan berupaya membantu pemerintah dalam meretas program pengadaan perumahan rakyat yang sehat dan layak huni.

The harsh reality of life of the poor living in deprived condition has largely motivated the Company to contribute to humanitarian aid through Home Restoration program. This program was successfully conducted in three cities, which are Tangerang, Garut, and Cirebon. Through this program, the Company has indirectly assisted the Government in its program to provide healthy and livable homes for the poor community.

101

Pada tahun 2012, Perseroan secara konsisten melaksanakan program KFC Peduli Plus di beberapa wilayah di Indonesia, antara lain Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat (Bima). Kegiatan ini telah dilaksanakan sejak tujuh tahun terakhir, yang bertujuan membantu biaya pendidikan sekolah bagi siswa siswi SMP dan SMA dari keluarga yang sangat tidak mampu, miskin dari yang termiskin serta orangtua jompo. Saat ini, tercatat jumlah penerima bantuan sudah mencapai lebih dari 1.800 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Hingga akhir tahun 2012, Perseroan telah meluluskan 250 siswa-siswa melalui program bantuan pendidikan KFC Peduli Plus, dan sepuluh persennya telah direkrut menjadi karyawan Perseroan .

Throughout the year 2012, the Company consistently conducts KFC Peduli Plus programs in several parts of Indonesia, such as Greater Jakarta, West Java, Central Java, East Java, Lampung, and Nusa Tenggara Barat (Bima). This program started seven years ago, with the objective to help funding junior and senior high school tudents from less-fortunate and poor of the poorest families so that they can continue their education, and provide money contributions to the aged. Presently, there are more than 1,800 dependents of this program nationwide. At the end of 2012, a total of 250 students have graduated through KFC Peduli Plus educational assistance, and approximately ten percent of them have been recruited as employees of the Company.

Selain itu, Perseroan juga secara rutin melaksanakan aksi Peduli Donor Darah. Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), kegiatan tersebut dilaksanakan di Restaurant Support Centre (RSC) Jakarta, Makasar, Surabaya, Semarang, termasuk gerai KFC di Sorong, Papua dengan peserta internal karyawan Perseroan. Kegiatan ini rutin digelar sejak dua belas tahun terakhir.

Furthermore, the Company regularly organizes Blood Donation activities, in cooperation with Palang Merah Indonesia (PMI), participated internally by employees of the Company at the Company's Restaurant Support Centre (RSC) in Jakarta, Makassar, Surabaya, and Semarang, including the store in Sorong, Papua. This activity has been held since the last twelve years.

102

Aksi kepedulian juga diwujudkan Perseroan dengan menggelar Khitanan Massal di RSC Jakarta dan RSC Medan serta gerai KFC di Manado pada musim libur sekolah. Kegiatan yang merupakan hasil kerjasama Forum Silahturahmi PT Fast Food Indonesia Tbk dengan Bulan Sabit Merah Indonesia ini sukses terlaksana dengan peserta yang berasal dari putra karyawan Perseroan , serta kaum dhuafa di sekitar gerai Perseroan. Kegiatan diwarnai pula oleh pembagian bingkisan kepada para peserta usai dilaksanakan acara. Praktik Ketenagakerjaan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja

Another initiative of the Company in care action was to conduct a mass circumcision event in RSC Jakarta and RSC Medan as well as KFC outlet in Manado during school holidays. An activity initiated by Forum Silahturahmi PT Fast Food Indonesia Tbk in cooperation with Bulan Sabit Merah Indonesia successfully participated by sons of the Company's employees and the poor community in the neighbourhood of KFC outlets. At the end of the event, goody bags were distributed to participants.

Labour Practices, Health and Safety

Selain melaksanakan tanggung jawab sosial kepada masyarakat, Perseroan juga melakukan berbagai kegiatan internal guna menjalin keharmonisan dan memelihara ikatan kekeluargaan antar karyawan, serta memacu semangat dalam bekerja. Kegiatan ini digelar dalam bentuk buka puasa bersama, halal bi halal, natal, kompetisi pohon natal, donor darah, lomba mancing, HUT Gojukai, Mukernas DPP Serikat Pekerja PT Fast Food Indonesia Tbk, Koperasi Karyawan KFC, serta perayaan ulang tahun ke 33 Perseroan pada 18 Oktober 2012 yang dimeriahkan dengan kegiatan pemotongan tumpeng di seluruh gerai KFC di Indonesia.

In addition to carrying out social responsibility to the community, the Company also initiated in establishing internal harmony and maintaining family ties amongst employees, as well as boosting morale at work. These events included break fasting get together, halal bi halal, christmas celebration, christmas tree decoration competition, blood donation, fishing competition, anniversary of Gojukai, Employee Union National Meeting, Employee Cooperatives Annual Meeting, 33rd Anniversary of the Company on 18 October 2012, which was celebrated with pemotongan tumpeng at all KFC outlets in Indonesia.

103

Perseroan bekerjasama dengan PT Putra Sampean Utama, sebagai perusahaan penyedia sarana prasarana tabung pemadam kebakaran mengadakan pelatihan mengenai penanganan kebakaran di KFC Ciracas, Jakarta. Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan karyawan Perseroan dari masing-masing departemen yang ada di RSC Jakarta. Pelatihan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan teknik-teknik dalam penanggulangan kebakaran kepada karyawan Perseroan, yang diselenggarakan dalam tiga sesi. Sesi pertama membahas teori atau konsep mengenai jenis-jenis api, teknik-teknik dan perlengkapan untuk menanggulangi kebakaran. Sesi kedua demontrasi untuk memperkenalkan cara pemakaian tabung pemadam api. Sesi ketiga adalah simulasi cara menanggulangi kebakaran dan menggunakan alat pemadam api dengan praktek langsung di lapangan.

The Company in cooperation with PT Putra Sampean Utama, a company supplying fire extinguisher devices, held fire extinguishing training at KFC Ciracas, Jakarta. This training was participated by representatives of every department at RSC Jakarta. The training, which aims to introduce techniques in fire prevention to all employees, was held in three sessions. The first session discussed theory or concept of three types of fire, techniques, and equipments to prevent fire. The second session demonstrated how to use fire extinguisher. The third session was a direct simulation practice on how to prevent fire and how to use fire extinguisher.

104

Dalam lima tahun terakhir, jumlah pengguna narkoba dari kalangan pekerja swasta cukup mencolok. Sementara itu, kampanye narkoba selama ini cenderung di tujukan kepada kalangan muda dan pelajar, yang jumlahnya tak setinggi jika dibandingkan dengan kalangan pekerja. Hal ini terungkap berdasarkan data yang dapat di catat Badan Narkotika Nasional (BNN) pada kurun waktu 2006-2011. Menyikapi hal ini, Perseroan berinisiatif untuk lebih awal melakukan gerakan pencegahan dan pemberantasan peredaran dan pemakaian Narkoba di lingkungannya. Dimulai dengan Awareness yang dilaksanakan pada 7 Maret 2012 bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional yang diwakili oleh Deputi Rehabilitasi BNN, dr. Kusman Suriakusuma SpKj, MPH, dan Staff Ahli Deputi Bidang Rehabilitasi BNN KombesPol. Drg. Agus Gatot P, DFM, Msi, serta dihadiri oleh Department Head, Sub-Department Head, Area Manager, dan Restaurant Manager di Jabodetabek, dan beberapa staf RSC Jakarta. Kegiatan ini juga dilanjutkan dengan Tes Narkoba yang dilakukan secara acak di RSC Jakarta, dan di beberapa RSC Daerah. Tes Narkoba tersebut diwujudkan melalui pemeriksanaan test urine dan rambut terhadap 40 karyawan dari seluruh dept yang ada di Gudang Ciracas Jakarta. Hasil dari uji lab 40 orang karyawan tersebut menunjukkan hasil negatif dari unsur narkoba. Kegiatan ini terus dilakukan secara random dilingkungan kerja Perseroan.

In the last five years, the number of drug users amongst employees of private sector has increased significantly. Meanwhile, the Say NO to drugs campaigns all this time are more focussed on young adult and student groups, which are much less in number than employee group. This was discovered based on the data recorded at Badan Narkotika Nasional (BNN) from 2006 to 2011. In response to this fact, the Company has taken the initiative to provide early prevention and wiping out drugs circulation and consumption in the working environment. This event was called Awareness, which was conducted on 7 April 2012, in cooperation with BNN represented by BNN Rehabilitation Deputy, dr. Kusman Suriakusuma SpKj, MPH, and Expert Staff of BNN Rehabilitation Deputy, KombesPol. Drg. Agus Gatot P, DFM, Msi, and participated by Department Heads, Sub-Department Heads, Area Managers, and Restaurant Managers in Jabodetabek, and several staff from RSC Jakarta. This activity was followed with random drug test performed at RSC Jakarta and some other RSCs. The drug test included urine test and hair test to 40 employees from all departments at Gudang Ciracas, Jakarta. The test results of the 40 employees were negative. This activity has been continuously conducted at random in the working environment of the Company.

105

Informasi dan Data Perusahaan

Information and Company Data

Sebagai Perusahaan yang terdaftar sebagai emiten di PT Bursa Efek Indonesia, PT Fast Food Indonesia Tbk menyediakan data dan informasi berupa Laporan Keuangan, Laporan Tahunan kepada BAPEPAMLK dan BEI untuk keperluan publik. Perseroan juga menyelenggarakan Paparan Publik tahunan, biasanya setelah kwartal ke 3, untuk memaparkan hasil operasi interim Perusahaan kepada para prospektif investor dan publik pada umumnya. Selain itu, Perseroan juga mengadakan konferensi pers setelah penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham untuk memberikan informasi hasil rapat dan menjawab pertanyaan dari kalangan pers. Selain itu, informasi tentang Perseroan, produkproduk dan jaringannya dapat diakses melalui: KFC Website : www.kfcku.com Facebook account : Facebook.com/kfcindonesia Twitter account : @kfcindonesia Contact Centre : 0807-16-77777 Restaurant Support Centres (RSCs), yang terdiri atas kantor pusat dan beberapa kantor regional yang melayani kebutuhan operasional gerai-gerai KFC, adalah sebagai berikut :
No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10 RSC Jakarta Surabaya Bali Makassar Balikpapan Semarang Bandung Medan Palembang Batam Alamat Jalan Letjen. M. T. Haryono Kavling 7 Plaza Surabaya Shop House, C1-C2, Jalan Pemuda No. 31-37

As a company listed in the Indonesia Stock Exchange, PT Fast Food Indonesia Tbk provides data and information in the form of Financial Report, Annual Report to BAPEPAM-LK and IDX for public use. On an annual basis, the Company conducts Public Expose, usually after the 3rd quarter of the year to present the interim results of Company's operation to prospective investors and to the public, in general. In addition, a press release is conducted after the Annual General Meeting of Shareholders to provide information of the results of the meeting and to answer questions from the press. More information about the Company, its products and network is accessible at: KFC Website : www.kfcku.com Facebook account : Facebook.com/kfcindonesia Twitter account : @kfcindonesia Contact Centre : 0807-16-77777 Restaurant Support Centres (RSCs), which consist of the head office and regional offices backing up the operational needs of KFC outlets, are as follows :
Nomor Telepon 021-8301133 021-8313368 031-5315799 031-5357850 0361-764675 0361-767118 0411-3611424 0411-3631319 0542-877186 0542-877184 024-8503893 024-8503752 022-4222451 022-4222452 061-4576289 061-4153289 0711-320927 0711-320928 0778-454500 0778-431775 Nomor Fax 021-8309384 031- 5316808 031-5315040 0361-755831 0411-3655202 0411-3655121 0542-871451 0542-871538 024-8504393 024-8503613 022-4222452 061-4153630 061-4529829 0711-320935 0778-457877

Gedung Gelael Kuta, Lantai 3, Jalan Raya Kuta No. 105 Jalan Achmad Yani No. 23-25, Blok B5-B6, Lantai 3 Ruko Mall Fantasi, Blok A30-A31 Jalan Malabar No. 17 Jalan Pajajaran No. 65 Jalan GajahMada No. 14, Simpang Mataram Kompleks Ruko PTC Mall, Jalan R. Sukamto Blok I No. 67 Kompleks New Holiday No. 1-2A (Samping Hotel Harmony), Nagoya

106

Perseroan juga telah menyediakan saluran khusus untuk menerima masukan dari pelanggan di SMS Hotline KFC Indonesia dengan nomor telepon: 0812.1000.5050. Layanan Hotline ini digunakan untuk menerima keluhan pelanggan untuk ditindaklanjuti dan ditangani sampai tuntas dan untuk melaporkan penyimpangan atau keganjilan yang ditemukan di dalam sistem untuk diselesaikan melalui penanganan yang tepat Perseroan berharap dengan tersedianya akses yang semakin luas, KFC Indonesia dapat memenuhi dan melayani keinginan pelanggannya dengan lebih baik.

The Company provides a special line for customers' inputs at SMS Hotline KFC Indonesia with telephone number : 0812-1000-5050. This hotline service is used for receiving complaints from customers to be followed up and handled to completion and for reporting anomalies or irregularities uncovered within the system to be cleared through appropriate action.

It is Company's expectation that by providing as wide access as possible, KFC Indonesia can better accommodate and serve customers' needs.

107

PT Fast Food Indonesia Tbk


Laporan keuangan beserta laporan auditor independen 31 Desember 2012 dan 2011 dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut/ Financial statements with independent auditors report December 31, 2012 and 2011 and for the years then ended

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK LAPORAN KEUANGAN BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 DAN TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL TERSEBUT

PT FAST FOOD INDONESIA TBK FINANCIAL STATEMENTS WITH INDEPENDENT AUDITORS REPORT DECEMBER 31, 2012 AND 2011 AND FOR THE YEARS THEN ENDED

Daftar Isi Halaman/Page

Table of Contents

Laporan Auditor Independen Laporan Posisi Keuangan .... Laporan Laba Rugi Komprehensif .. Laporan Perubahan Ekuitas .... Laporan Arus Kas .. Catatan atas Laporan Keuangan .... 1-2 3 4 5 6 - 63

Independent Auditors Report Statements of Financial Position ..Statements of Comprehensive Income ....Statements of Changes in Equity ...Statements of Cash Flows ..Notes to the Financial Statements

****************************

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK LAPORAN POSISI KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

PT FAST FOOD INDONESIA TBK STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION December 31, 2012 and 2011 (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated)

2012 ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas Piutang lain-lain Pihak-pihak berelasi Pihak ketiga Persediaan Pajak dibayar di muka Biaya dibayar di muka Aset lancar lainnya Total Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp284.829.553 (2011: Rp247.447.097) Biaya renovasi bangunan sewa, neto Sewa jangka panjang dibayar di muka, neto Beban ditangguhkan, neto Aset tidak lancar lainnya Total Aset Tidak Lancar TOTAL ASET 567.558.921 27.542.419 17.418.440 153.175.832 18.970.305 18.173.771 802.839.688

Catatan/ Notes

2011 ASSETS CURRENT ASSETS

2,4, 30,31,32 2,5,30,31 28 2,6 16 2,7,34 7

558.725.611 30.205.245 12.092.708 128.904.620 104.345 18.199.660 10.466.899 758.699.088

Cash and cash equivalents Other receivables Related parties Third parties Inventories Prepaid taxes Prepaid expenses Other current assets Total Current Assets NON-CURRENT ASSETS Fixed assets - net of accumulated depreciation of Rp284,829,553 (2011: Rp247,447,097) Renovation costs of rented buildings, net Long-term prepaid rents, net Deferred charges, net Other non-current assets Total Non-current Assets TOTAL ASSETS

305.158.162 402.144.398 132.973.209 59.316.075 79.474.462 979.066.306 1.781.905.994

2,3,8 2,3,9 2,10,34 2,3,11,34 2,12

236.301.891 325.657.870 114.891.350 46.491.718 65.940.107 789.282.936 1.547.982.024

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

The accompanying notes to the financial statements form an integral part of these financial statements taken as a whole.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan) 31 Desember 2012 dan 2011 (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

PT FAST FOOD INDONESIA TBK STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION (continued) December 31, 2012 and 2011 (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated)

2012 LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS JANGKA PENDEK Utang usaha Pihak ketiga Pihak-pihak berelasi Utang lain-lain Pihak ketiga Pihak-pihak berelasi Utang pajak Biaya masih harus dibayar Uang muka yang diterima Kewajiban sewa pembiayaan yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Utang bunga atas utang obligasi Liabilitas jangka pendek lainnya Total Liabilitas Jangka Pendek LIABILITAS JANGKA PANJANG Kewajiban sewa pembiayaan setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Liabilitas pajak tangguhan, neto Liabilitas imbalan kerja Utang obligasi Liabilitas jangka panjang lainnya Total Liabilitas Jangka Panjang Total Liabilitas EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp100 (angka penuh) per saham Modal dasar 1.840.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh 460.416.595 saham Agio saham Saldo laba Telah ditentukan penggunaannya untuk cadangan umum Belum ditentukan penggunaannya Total Ekuitas TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS

Catatan/ Notes

2011 LIABILITIES AND EQUITY

2,14,30,31 144.308.910 72.416.298 86.192.864 364.592 54.535.975 57.684.717 3.959.175 4.750.000 29.908.985 454.121.516 28 2,15,30,31 28 2,16 2,17, 30,31,34 18 2,19 2,21,30,31 2,20,30,31 154.244.482 46.762.384 79.530.497 546.285 50.233.671 46.634.974 7.615.052 1.367.815 4.750.000 30.607.104 422.292.264

CURRENT LIABILITIES Trade payables Third parties Related parties Other payables Third parties Related parties Taxes payable Accrued expenses Advances received Current maturities of obligations under finance leases Accrued interest on bonds payable Other current liabilities Total Current Liabilities NON-CURRENT LIABILITIES Obligations under finance leases net of current maturities Deferred tax liabilities, net Employee benefits liability Bonds payable Other non-current liabilities Total Non-current Liabilities Total Liabilities EQUITY Share capital - Rp100 (full amount) par value per share Authorized 1,840,000,000 shares

4.404.460 54.914.125 81.541.550 196.010.910 190.626 337.061.671 791.183.187

2,19 2,16 2,3,20 2,21,30,31 2,30,31

1.452.971 49.322.215 48.540.978 195.176.988 478.125 294.971.277 717.263.541

46.041.660 154.416.667 10.070.273 780.194.207 990.722.807 1.781.905.994

22 22 23

46.041.660 154.416.667 8.925.000 621.335.156 830.718.483 1.547.982.024

Issued and fully paid 460,416,595 shares Additional paid-in capital Retained earnings Appropriated for general reserve Unappropriated Total Equity TOTAL LIABILITIES AND EQUITY

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

The accompanying notes to the financial statements form an integral part of these financial statements taken as a whole.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

PT FAST FOOD INDONESIA TBK STATEMENTS OF COMPREHENSIVE INCOME Years Ended December 31, 2012 and 2011 (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated)

2012 PENDAPATAN BEBAN POKOK PENJUALAN LABA BRUTO PENDAPATAN (BEBAN) OPERASI Beban penjualan dan distribusi Beban umum dan administrasi Beban operasi lainnya Pendapatan operasi lainnya LABA OPERASI Pendapatan keuangan Beban keuangan LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN BEBAN PAJAK PENGHASILAN Kini Tangguhan Total beban pajak penghasilan LABA TAHUN BERJALAN Pendapatan komprehensif lain TOTAL PENDAPATAN KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN LABA PER SAHAM DASAR (angka penuh) 3.559.485.575 (1.476.700.406) 2.082.785.169 (1.557.777.357) (296.670.635) (7.892.954) 50.111.425 270.555.648 19.204.456 (20.543.240) 269.216.864

Catatan/ Notes 2,24 2,25

2011 3.183.814.560 (1.307.041.577) 1.876.772.983 REVENUE COST OF GOODS SOLD GROSS PROFIT OPERATING INCOME (EXPENSES) Selling and distribution expenses General and administrative expenses Other operating expenses Other operating income PROFIT FROM OPERATIONS Finance income Finance costs PROFIT BEFORE INCOME TAX EXPENSE INCOME TAX EXPENSE Current Deferred Total income tax expense PROFIT FOR THE YEAR Other comprehensive income TOTAL COMPREHENSIVE INCOME FOR THE YEAR BASIC EARNINGS PER SHARE (full amount)

2,26 34 34

(1.375.788.880) (243.111.071) (5.783.881) 35.840.151 287.929.302

21

20.344.146 (9.571.296) 298.702.152

2,16 (57.578.970) (5.591.910) (63.170.880) 206.045.984 (55.618.849) (14.028.779) (69.647.628) 229.054.524 -

206.045.984

229.054.524

448

2,27

505

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

The accompanying notes to the financial statements form an integral part of these financial statements taken as a whole.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

PT FAST FOOD INDONESIA TBK STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY Years Ended December 31, 2012 and 2011 (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated)
Saldo Laba/ Retained Earnings Cadangan Umum/ Appropriated for General Reserve Belum Ditentukan Penggunaannya/ Unappropriated Total Ekuitas/ Total Equity Balance as of December 31, 2010 Profit for the year 2011 Appropriation for general reserve Cash dividends Share dividends Balance as of December 31, 2011 Profit for the year 2012 Appropriation for general reserve Cash dividends Balance as of December 31, 2012

Catatan/ Note

Modal Saham Ditempatkan dan Disetor Penuh/ Issued and Fully Paid Share Capital

Agio Saham/ Additional Paid-in Capital

Saldo 31 Desember 2010 Laba tahun berjalan 2011 Penyisihan cadangan umum Dividen tunai Dividen saham 23 23 22

44.625.000 1.416.660

154.416.667

7.041.659 1.883.341 -

749.997.300 229.054.524 (1.883.341 ) (200.000.000 ) (155.833.327 )

801.663.959 229.054.524 (200.000.000) -

Saldo 31 Desember 2011 Laba tahun berjalan 2012 Penyisihan cadangan umum Dividen tunai 23 23

46.041.660 -

154.416.667 -

8.925.000 1.145.273 -

621.335.156 206.045.984 (1.145.273 ) (46.041.660 )

830.718.483 206.045.984 (46.041.660)

Saldo 31 Desember 2012

46.041.660

154.416.667

10.070.273

780.194.207

990.722.807

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

The accompanying notes to the financial statements form an integral part of these financial statements taken as a whole.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK LAPORAN ARUS KAS Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan/ Notes

PT FAST FOOD INDONESIA TBK STATEMENTS OF CASH FLOWS Years Ended December 31, 2012 and 2011 (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated)

2012 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan dari pelanggan Penerimaan bunga Pembayaran kepada pemasok Pembayaran beban operasi Pembayaran kepada karyawan Pembayaran pajak penghasilan badan Pembayaran bunga sewa pembiayaan Pembayaran bunga pinjaman bank jangka pendek Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penerimaan dari penjualan aset tetap Penyelesaian uang jaminan Penambahan biaya renovasi bangunan sewa Penambahan beban ditangguhkan Penambahan aset tetap Penambahan uang jaminan Kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Pembayaran dividen tunai Pembayaran bunga utang obligasi Pembayaran kewajiban sewa pembiayaan Penerimaan dari penerbitan obligasi Penerimaan pinjaman bank jangka pendek Pembayaran pinjaman bank jangka pendek Pembayaran biaya-biaya penerbitan obligasi Kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan KENAIKAN NETO KAS DAN SETARA KAS DAMPAK NETO PERUBAHAN NILAI TUKAR ATAS KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN

2011 CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES Receipts from customers Receipts of interest Payments to suppliers Payments of operating expenses Payments to employees Payments of corporate income tax Payments of interest of finance leases Payments of interest of short-term bank loan Net cash provided by operating activities CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES

3.765.647.657 19.204.456 (1.691.415.357) (1.067.748.010) (519.635.589) (59.534.690) (709.317) 445.809.150

24

3.338.721.996 20.344.146 (1.414.614.216) (939.652.773) (460.894.144) (58.256.040) (939.303) (3.686.244) 481.023.422

741.580 662.077 (130.912.089) (118.071.672) (117.810.967) (4.398.797) (369.789.868)

2.060.262 309.952 (133.555.780) (96.058.915) (59.170.337) (1.145.312) (287.560.130)

Proceeds from sales of fixed assets Settlement of security deposits Additions to renovation costs of rented buildings Additions to deferred charges Additions to fixed assets Additions to security deposits Net cash used in investing activities

(46.041.660) (19.000.000) (3.615.412) (68.657.072)

23

21 13

CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES (200.000.000) Payments of cash dividends - Payments of interest of bonds payable Payments of obligations under (3.115.290) finance leases 200.000.000 Proceed from bonds issuance Proceed from short-term 200.000.000 bank loan (201.079.829) (4.823.012) (9.018.131) Payments of short-term bank loan Payment of bonds issuance costs Net cash used in financing activities NET INCREASE IN CASH AND CASH EQUIVALENTS NET EFFECTS OF CHANGES IN EXCHANGE RATE ON CASH AND CASH EQUIVALENTS CASH AND CASH EQUIVALENTS AT BEGINNING OF YEAR CASH AND CASH EQUIVALENTS AT END OF YEAR

7.362.210

184.445.161

1.471.100 558.725.611 567.558.921 4 4

73.349 374.207.101 558.725.611

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

The accompanying notes to the financial statements form an integral part of these financial statements taken as a whole.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 1. UMUM PT Fast Food Indonesia Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta No. 20 tanggal 19 Juni 1978 yang dibuat di hadapan Sri Rahayu, S.H. Akta tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman melalui Surat Keputusan No. Y.A.5/245/12 tanggal 22 Mei 1979, dan didaftarkan di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta No. 4491 tanggal 1 Oktober 1979, serta diumumkan dalam Tambahan No. 682 dari Berita Negara Republik Indonesia No. 90 tanggal 9 November 1979. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 35 tanggal 18 Agustus 2011, dari Notaris Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., mengenai peningkatan modal dasar, ditempatkan dan disetor penuh. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-42808.AH01.02.Tahun 2011 tanggal 23 Agustus 2011. Perusahaan bergerak di bidang makanan dan restoran. Perusahaan memulai usaha komersialnya sejak tahun 1979. PT Gelael Pratama adalah entitas induk dan entitas induk terakhir Perusahaan. Penawaran Umum dan Aksi Korporasi yang Mempengaruhi Modal Saham yang Ditempatkan dan Disetor Penuh Pada tanggal 31 Maret 1993, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) untuk melakukan penawaran umum kepada masyarakat sebanyak 44.625.000 saham dengan jumlah nilai nominal sebesar Rp44.625.000. Sejak tanggal 11 Mei 1993, saham Perusahaan yang telah ditawarkan kepada masyarakat telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia. Pada tahun 2000, Perusahaan melakukan pemecahan nilai nominal saham dari Rp1.000 (angka penuh) per saham menjadi Rp100 (angka penuh) per saham. Dengan demikian, jumlah dari saham Perusahaan yang ditempatkan dan disetor penuh bertambah menjadi 446.250.000 saham. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 15 Juni 2011, jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh menjadi 460.416.595 lembar saham (Catatan 22). 1.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) GENERAL PT Fast Food Indonesia Tbk (the Company) was incorporated based on the Notarial Deed No. 20 dated June 19, 1978 of Sri Rahayu, S.H. The deed of establishment was approved by the Ministry of Justice of the Republic of Indonesia through its Decision Letter No. Y.A.5/245/12 dated May 22, 1979, was registered in the District Court of Jakarta under Registry No. 4491 dated October 1, 1979, and was published in Supplement No. 682 of State Gazette of the Republic of Indonesia No. 90 dated November 9, 1979. The Companys Articles of Association has been amended several times, most recently by Notarial Deed No. 35 dated August 18, 2011 of Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., concerning the increase of the authorized, issued and fully paid capital. This amendment was approved by the Minister of Laws and Human Rights of the Republic of Indonesia in Decision Letter No. AHU42808.AH.01.02.Year 2011 dated August 23, 2011. The Company is engaged in food and restaurant activities. The Company started its commercial operations in 1979. PT Gelael Pratama is the parent company and ultimate parent company of the Company. Public Offering and Corporate Actions Affecting Issued and Fully Paid Share Capital On March 31, 1993, the Capital Market Supervisory Agency or BAPEPAM approved the Companys offering of 44,625,000 shares to the public at a total nominal value of Rp44,625,000. Since May 11, 1993, the Companys shares offered to the public have been listed on the Indonesia Stock Exchange. In 2000, the Company implemented a stock split from Rp1,000 (full amount) per share to Rp100 (full amount) per share. As a result, the number of the Companys issued and fully paid shares have since increased to 446,250,000 shares.

Based on the Extraordinary Shareholders Meeting held on June 15, 2011, number of issued and fully paid share capital totaling of 460,416,595 shares (Note 22).

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 1. UMUM (lanjutan) Penawaran Umum dan Aksi Korporasi yang Mempengaruhi Modal Saham yang Ditempatkan dan Disetor Penuh (lanjutan) Pada bulan Oktober 2011, Perusahaan menawarkan kepada masyarakat obligasi tanpa hak konversi dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,50%, dengan jumlah nilai nominal seluruhnya sebesar Rp200.000.000. Obligasi ini akan jatuh tempo pada 6 Oktober 2016 (lihat Catatan 21 untuk pengungkapan lanjutan). Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, seluruh saham dan obligasi Perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan mempunyai 17.004 karyawan tetap pada tanggal 31 Desember 2012 (2011: 16.365 karyawan). Kantor pusat Perusahaan terletak di Jl. M.T. Haryono, Jakarta, Indonesia. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2012, Perusahaan telah mengoperasikan 441 gerai restoran (2011: 421 gerai restoran). Manajemen Kunci dan Informasi Lainnya Susunan anggota Dewan Komisaris, Direksi dan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Direksi Direktur Utama Wakil Direktur Utama Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Komite Audit Ketua Anggota Anggota

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 1. GENERAL (continued) Public Offering and Corporate Actions Affecting Issued and Fully Paid Share Capital (continued) In October 2011, the Company offered to the public non-convertible, fixed rate bonds of 9.50% with a total face value of Rp200,000,000. These bonds will be due on October 6, 2016 (see Note 21 for further disclosures).

As of December 31, 2012 and 2011, all of the Companys shares and bonds are listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The Company has 17,004 permanent employees as of December 31, 2012 (2011: 16,365 employees). The head office of the Company is located at Jl. M.T. Haryono, Jakarta, Indonesia. Up to December 31, 2012, the Company has operated 441 restaurant outlets (2011: 421 restaurant outlets). Key Management and Other Information The members of the Companys Board of Commissioners, Directors and Audit Committee as of December 31, 2012 and 2011 are as follows:

: : : : : : : : : : : : : : : :

Anthony Salim Elizabeth Gelael Rudy Tanudjaja Saputra Benny Setiawan Santoso Ken Leksono P.L. Gunawan Solaiman Dick Gelael Ferry Noviar Yosaputra Ricardo Gelael Leonny Elimin Justinus Dalimin Juwono Adhi Indrawan Erundine Ros Rafales Ken Leksono Fidel Afandy Lionardi Adi Pranoto Leman

: : : : : : : : : : : : : : : :

Board of Commissioners President Commissioner Vice President Commissioner Commissioner Commissioner Independent Commissioner Independent Commissioner Directors President Director Vice President Director Director Director Director Director Director Audit Committee Chairman Member Member

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 1. UMUM (lanjutan) Manajemen Kunci dan Informasi Lainnya (lanjutan) Kompensasi kepada personil manajemen kunci Perusahaan adalah sebagai berikut:
2012 Direksi Imbalan kerja jangka pendek Imbalan pasca kerja Komisaris Imbalan kerja jangka pendek Imbalan pasca kerja Lain-lain Imbalan kerja jangka pendek Imbalan pasca kerja Total kompensasi yang dibayar kepada manajemen kunci 22.972.789 11.767.820 19.033.678 1.643.916 13.527.902 9.343.827 78.289.932

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 1. GENERAL (continued) Key Management (continued) and Other Information

Total compensation paid to the Companys key management personnel are as follows:
2011 23.123.188 1.008.831 18.269.603 775.014 15.187.886 904.503 59.269.025 Directors Short-term employee benefits Post-employment benefits Commissioners Short-term employee benefits Post-employment benefits Others Short-term employee benefits Post-employment benefits Total compensation paid to the key management

Penyelesaian laporan keuangan Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan, yang telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan pada tanggal 15 Maret 2013. 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING Berikut ini adalah kebijakan akuntansi yang signifikan yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan Perusahaan. a. Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) di Indonesia, yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan peraturan-peraturan serta Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh BAPEPAM-LK. Seperti diungkapkan dalam catatan-catatan terkait berikut di bawah ini, beberapa standar akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2012. 2.

Completion of the financial statements The management is responsible for the preparation and presentation of the financial statements, which were completed and authorized for issuance by the Companys Directors on March 15, 2013.

SUMMARY POLICIES

OF

SIGNIFICANT

ACCOUNTING

Presented below are the significant accounting policies adopted in preparing the financial statements of the Company. a. Basis of preparation statements of the financial

The financial statements have been prepared in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards (SAK), which comprise the Statements and Interpretations issued by the Board of Financial Accounting Standards of the Indonesian Institute of Accountants and the Regulations and the Guidelines on Financial Statement Presentation and Disclosures issued by BAPEPAM-LK. As disclosed further in the relevant succeeding notes, several amended and published accounting standards were adopted effective on January 1, 2012.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) a. Dasar penyusunan laporan keuangan (lanjutan) Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah selaras dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011, kecuali pengaruhnya atas penerapan beberapa SAK yang telah direvisi dan berlaku efektif tanggal 1 Januari 2012 seperti yang telah diungkapkan pada catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas, disusun berdasarkan konsep akrual menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang disebutkan dalam catatan atas laporan keuangan yang relevan. Laporan arus kas yang disajikan dengan menggunakan metode langsung, menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Mata uang penyajian yang digunakan pada laporan keuangan adalah Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan. Seluruh angka dalam laporan keuangan, kecuali dinyatakan secara khusus, dibulatkan menjadi dan disajikan dalam ribuan Rupiah yang terdekat. b. Kas dan setara kas Kas dan setara kas terdiri dari kas dan kas di bank serta deposito berjangka yang jatuh tempo dalam tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan atau pembelian dan tidak dibatasi atau dijadikan jaminan atas kewajiban dan pinjaman lainnya. c. Persediaan Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dengan nilai realisasi neto. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata dan meliputi seluruh biaya pembelian, biaya konversi dan biaya lain yang terjadi untuk membawa persediaan ke lokasi dan kondisinya yang sekarang. 2.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) a. Basis of preparation statements (continued) of ACCOUNTING the financial

The accounting policies adopted in the preparation of the financial statements are consistent with those followed in the preparation of the financial statements as of and for the year ended December 31, 2011, except for the effects of the adoptions of several revised Financial Accounting Standards effective on January 1, 2012 as discussed in the notes to the financial statements.

The financial statements, except for the statement of cash flows, have been prepared on the accrual basis using the historical cost concept of accounting, except as disclosed in the relevant notes to the financial statements. The statements of cash flows, which have been prepared using the direct method, present receipts and disbursements of cash and cash equivalents classified into operating, investing and financing activities. The presentation currency used in the financial statements is Indonesian Rupiah, which is the functional currency of the Company. All figures in the financial statements are rounded to and stated in thousands of Rupiah unless otherwise stated. b. Cash and cash equivalents Cash and cash equivalents consist of cash on hand and in banks and time deposits with maturities of three months or less at the time of placement or purchase and not restricted or pledged as collateral to loans and other borrowings. c. Inventories Inventories are stated at the lower of cost or net realizable value. Cost is determined using the average method and comprises all costs of purchases, costs of conversion and other costs incurred in bringing the inventory to its present location and condition.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) c. Persediaan (lanjutan) Nilai realisasi neto adalah estimasi harga jual dalam kondisi bisnis yang umum, dikurangi dengan estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk menjual. Penyisihan persediaan usang dan/atau penurunan nilai persediaan, disisihkan berdasarkan hasil penelaahan berkala atas kondisi fisik persediaan dan nilai realisasi neto persediaan. d. Aset tetap Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan PSAK No. 16 (Revisi 2011), Aset Tetap dan ISAK No. 25, Hak Atas Tanah. Adopsi PSAK No. 16 yang direvisi tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pelaporan keuangan dan pengungkapan dari Perusahaan. ISAK No. 25 menetapkan bahwa biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah pada akun Aset Tetap dan tidak diamortisasi. Sedangkan biaya pengurusan atas perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah diakui sebagai aset tak berwujud dan diamortisasi sepanjang mana yang lebih pendek antara umur hukum hak dan umur ekonomis tanah. Sesuai dengan ketentuan transisi ISAK No. 25 tersebut, seluruh saldo beban tangguhan neto atas biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali sebesar Rp435.118 direklasifikasi ke akun Aset Tetap - Tanah pada laporan posisi keuangan tanggal 1 Januari 2012 dan dihentikan amortisasinya sejak tanggal tersebut. 2.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) c. Inventories (continued) Net realizable value is the estimated selling price in the ordinary course of business, less estimated costs of completion and the estimated cost necessary to make the sale. Allowance for inventory obsolescence and/or decline in market value is provided based on periodic reviews of the physical conditions and net realizable value of the inventories. d. Fixed assets Effective on January 1, 2012, the Company applies PSAK No. 16 (Revised 2011), Fixed Assets and ISAK No. 25, Land Rights. Adoption of the revised PSAK No. 16 has no significant impact on the financial reporting and disclosures of the Company. ISAK No. 25 prescribes that the legal cost of landrights occurred when the land was initially acquired is recognized as part of the cost of the land under the Fixed Assets account and not amortized. On the other hand, the extension or the legal renewal costs is recognized as an intangible asset and amortized over the shorter of the rights' legal life and land's economic life. ACCOUNTING

In accordance with the transitional provision of ISAK No. 25, the balance of net deferred charges of the legal cost of landrights occurred when the land was initially acquired amounting to Rp435,118 were reclassified to Fixed Assets - Land account in the statement of financial position at January 1, 2012 and the amortization ceased since that date.

10

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) d. Aset tetap (lanjutan) Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat (carrying amount) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya reparasi dan pemeliharaan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif pada saat terjadinya. Setelah pengakuan awal, aset tetap dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) selama masa manfaat aset tetap yang diestimasi sebagai berikut: Tahun/ Years Bangunan Mesin dan peralatan Kendaraan bermotor Perabotan dan peralatan kantor Penilaian aset tetap dilakukan atas penurunan dan kemungkinan penurunan nilai wajar aset jika terjadi peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat mungkin tidak dapat seluruhnya terealisasi. Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan. Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat sudah tidak ada lagi manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan dari penggunaan maupun pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan tersebut (ditentukan sebesar selisih antara jumlah hasil pelepasan neto dan jumlah tercatatnya) dimasukkan ke dalam laporan laba rugi komprehensif untuk tahun penghentian pengakuan tersebut dilakukan. 20 4 - 10 5 4 2.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) d. Fixed assets (continued) Fixed assets are stated at cost less accumulated depreciation and impairment losses. Such cost includes the cost of replacing part of the fixed assets when that cost is incurred, if the recognition criteria are met. Likewise, when a major inspection is performed, its cost is recognized in the carrying amount of the fixed assets as a replacement if the recognition criteria are satisfied. All other repairs and maintenance costs that do not meet the recognition criteria are recognized in the statement of comprehensive income as incurred. Subsequent to initial recognition, fixed assets are carried at cost less any subsequent accumulated depreciation and impairment losses. Depreciation is calculated on a straight-line method over the estimated useful life of the assets as follows: ACCOUNTING

Building Machinery and equipment Motor vehicle Furniture, fixture and office equipment The carrying amounts of fixed assets are reviewed for impairment when events or changes in circumstances indicate that their carrying values may not be fully recoverable.

Land is stated at cost and not depreciated. The carrying amount of a fixed asset is derecognized upon disposal or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. Any gain or loss arising from the derecognition of the asset (calculated as the difference between the net disposal proceeds and the carrying amount of the asset) is directly included in the statement of comprehensive income at the year when the item is derecognized.

11

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) d. Aset tetap (lanjutan) Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, masa manfaat dan metode penyusutan dievaluasi, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif. e. Sewa Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan PSAK No. 30 (Revisi 2011), Sewa. Revisi terhadap PSAK No. 30 ini menetapkan bahwa klasifikasi dari setiap elemen sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi secara terpisah bagi suatu perjanjian sewa yang mengandung elemen tanah dan bangunan. Adopsi PSAK No. 30 yang direvisi tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pelaporan keuangan dan pengungkapan dari Perusahaan. Perusahaan mengklasifikasikan sewa berdasarkan sejauh mana risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset sewaan berada pada lessor atau lessee, dan pada substansi transaksi daripada bentuk kontraknya, pada tanggal pengakuan awal. i. Sewa pembiayaan Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset sewa. Sewa tersebut dikapitalisasi sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa minimum harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan liabilitas, sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas. Beban keuangan dibebankan langsung sebagai laba atau rugi. 2.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) d. Fixed assets (continued) The assets residual values, useful life and methods of depreciation are reviewed, and adjusted prospectively if appropriate, at each financial year end. e. Lease Effective on January 1, 2012, the Company applies PSAK No. 30 (Revised 2011), Lease. The amendment to PSAK No. 30 prescribes that classification of each element as finance lease or operating lease separately, if leases comprises land and buildings. ACCOUNTING

Adoption of the revised PSAK No. 30 has no significant impact on the financial reporting and disclosures of the Company. The Company classifies leases based on the extent to which risks and rewards incidental to the ownership of a leased asset are vested upon the lessor or the lessee, and the substance of the transaction rather than the form of the contract, at inception date. i. Finance lease A lease is classified as a finance lease if it transfers substantially all the risks and rewards incidental to ownership of the leased assets. Such leases are capitalized at the inception of the lease at the fair value of the leased property or, if lower, at the present value of minimum lease payments. Lease payments are apportioned between the finance costs and reduction of the lease liability so as to achieve a constant rate of interest on the remaining balance of liability. Finance costs are charged directly to the profit or loss.

12

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) e. Sewa (lanjutan) i. Sewa pembiayaan (lanjutan) Jika terdapat kepastian yang memadai bahwa Perusahaan akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa, aset sewaan disusutkan selama masa penggunaan aset yang diestimasi berdasarkan umur manfaat aset tersebut. Jika tidak terdapat kepastian tersebut, maka aset sewaan disusutkan selama periode yang lebih pendek antara umur manfaat aset sewaan atau masa sewa. Laba atau rugi yang timbul dari transaksi jual dan sewa-balik kembali ditangguhkan dan diamortisasi selama sisa masa sewa. ii. Sewa operasi Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Dengan demikian, pembayaran sewa diakui sebagai laba atau rugi dengan metode garis lurus (straight-line method) selama masa sewa. f. Sewa dibayar di muka Akun ini merupakan biaya sewa bangunan yang dibayar di muka serta diamortisasi sesuai dengan masa sewa. g. Beban ditangguhkan Akun ini merupakan biaya-biaya yang timbul sehubungan dengan initial franchise fee atas gerai baru, renewal franchise fee atas perpanjangan hak waralaba dan program komputer. Beban ditangguhkan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus (straightline method) sesuai dengan masa manfaat, sebagai berikut: Tahun/ Years Initial dan renewal fee Program komputer 10 4 f. 2.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) e. Lease (continued) i. Finance lease (continued) If there is a reasonable certainty that the lessee will obtain ownership by the end of the lease term, then, the leased assets are depreciated over their estimated useful lives. If not, then the capitalized leased assets are depreciated over the shorter of the estimated useful life of the asset or the lease term. Gain or loss on a sale and finance leaseback transaction is deferred and amortized over the lease term. ACCOUNTING

ii.

Operating lease A lease is classified as an operating lease if it does not transfer substantially all the risks and rewards incidental to ownership of the leased asset. Accordingly, the related lease payments are recognized in profit or loss on a straight-line method over the lease term.

Prepaid rent This account represents rent of buildings paid in advance and amortized over the rental period.

g.

Deferred charges This account represents expenses incurred in connection with initial franchise fee paid for opening new outlets, renewal franchise fee for franchise given and costs of computer program. Deferred charges are amortized using the straight-line method, over the estimated beneficial periods, as follows:

Initial and renewal fee Computer program

13

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) h. Biaya emisi obligasi Beban dan biaya yang terjadi sehubungan dengan penawaran/emisi obligasi tanpa hak konversi dengan tingkat bunga tetap Perusahaan kepada masyarakat dikurangkan langsung dari hasil penawaran/emisi dalam menentukan utang obligasi neto yang bersangkutan. Selisih antara penerimaan neto dari penawaran/emisi dengan nilai nominal obligasi diakui sebagai diskonto atau premium dan diamortisasi selama jangka waktu obligasi tersebut dengan menggunakan metode Suku Bunga Efektif (SBE). i. Transaksi dalam mata uang asing Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan PSAK No. 10 (Revisi 2010), Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing. PSAK No. 10 yang direvisi tersebut terutama mengatur penentuan mata uang fungsional, penjabaran akun dalam mata uang asing ke mata uang fungsional dan penggunaan mata uang penyajian yang berbeda dengan mata uang fungsional. Pada tanggal tersebut, Perusahaan menentukan mata uang fungsionalnya. Penerapan awal PSAK No. 10 yang direvisi tersebut tidak memberikan pengaruh terhadap pelaporan keuangan Perusahaan. Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal transaksi perbankan terakhir untuk tahun yang bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang timbul, dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun yang bersangkutan. Pada tanggal 31 Desember 2012, nilai tukar yang digunakan untuk 1 Dolar AS (AS$) dan 1 Dolar SG (SG$) sebesar Rp9.670 dan Rp7.907 (2011: Rp9.068 and Rp6.974). i. 2.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) h. Bonds issuance costs Costs and expenses incurred in connection with the Companys offerings/issuances of nonconvertible, fixed rate bonds to the public were offset directly from the proceeds derived from such offerings/issuances in determining the related net bonds payable. The difference between the net proceeds from the offerings/issuances and the nominal value of the bonds issued is considered as discount or premium and amortized over the term of the related bonds using the Effective Interest Rate (EIR) method. ACCOUNTING

Foreign currency transactions Effective on January 1, 2012, the Company adopted PSAK No. 10 (Revised 2010), The Effects of Changes in Foreign Exchange Rates. The revised PSAK No. 10 principally establishes functional currency determination, account translation in foreign currency to functional currency and the use of presentation currency which are different with the functional currency. At that date, the Company determined its functional currency. The initial adoption of the revised PSAK No. 10 has no impact on the Companys financial reporting. Transactions involving foreign currencies are recorded in Indonesian Rupiah at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At the reporting date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to reflect the average of the selling and buying rates of exchange prevailing at the last banking transaction date of the year, as published by Bank Indonesia, and any resulting gains or losses are credited or charged to operations of the current year. At December 31, 2012, the rate of exchange used for US Dollar (US$) 1 and SG Dollar (SG$) 1 was Rp9,670 and Rp7,907 (2011: Rp9,068 and Rp6,974).

14

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) j. Penurunan nilai aset non-keuangan Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai aset diperlukan, maka Perusahaan membuat estimasi formal jumlah terpulihkan aset tersebut. Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya, kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset atau kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada jumlah terpulihkannya, maka aset tersebut dipertimbangkan mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkannya. Kerugian penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan, jika ada, diakui sebagai laba atau rugi sesuai dengan kategori beban yang konsisten dengan fungsi dari aset yang diturunkan nilainya. Penilaian dilakukan pada akhir setiap tanggal pelaporan untuk menilai apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka Perusahaan mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat yang telah ditentukan, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui sebagai laba atau rugi. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya. 2.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) j. ACCOUNTING

Impairment of non-financial assets The Company assesses at each annual reporting period whether there is an indication that an asset may be impaired. If any such indication exists, or when annual impairment testing for an asset is required, the Company makes an estimate of the assets recoverable amount. An assets recoverable amount is the higher of an assets fair value less costs to sell and its value in use, and is determined for an individual asset, unless the asset does not generate cash inflows that are largely independent of those from other assets or groups of assets. Where the carrying value of an asset exceeds its recoverable amount, the asset is considered impaired and is written down to its recoverable amount.

Impairment losses of continuing operations, if any, are recognized in the profit or loss in those expense categories consistent with the functions of the impaired asset. An assessment is made at each reporting date to assess whether there is any indication that previously recognized impairment losses recognized may no longer exist or may have decreased. If such indication exists, the assets recoverable amount is estimated by Company. A previously recognized impairment loss is reversed only if there has been a change in the assumptions used to determine the assets recoverable amount since the last impairment loss was recognized.

If that is the case, the carrying amount of the asset is increased to its recoverable amount. The reversal is limited so that the carrying amount of the assets does not exceed its recoverable amount, nor exceed the carrying amount that would have been determined, net of depreciation, had no impairment loss been recognized for the asset in prior years. Reversal of an impairment loss is recognized in profit or loss. After such a reversal, the depreciation charge on the said asset is adjusted in future periods to allocate the assets revised carrying amount, less any residual value, on a systematic basis over its remaining useful life.

15

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) j. Penurunan (lanjutan) nilai aset non-keuangan 2.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) j. Impairment (continued) of ACCOUNTING assets

non-financial

Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi atas kemungkinan penurunan nilai potensial atas aset tetap dan aset tidak lancar lainnya yang disajikan pada laporan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011. k. Provisi Provisi diakui jika Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat. Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi kini terbaik. Jika tidak terdapat kemungkinan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi untuk menyelesaikan kewajiban tersebut, provisi tidak diakui. l. Pengakuan pendapatan dan beban Perusahaan menelaah pengaturan pendapatannya melalui kriteria tertentu untuk menentukan apakah bertindak sebagai prinsipal atau agen. i. Penjualan barang Pendapatan dari penjualan diakui berdasarkan penerimaan tunai yang dicatat oleh cash register, kecuali pendapatan dari penjualan Compact Disc (CD) yang diakui berdasarkan persentase tertentu yang disepakati. ii. Pendapatan bunga Untuk semua instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, pendapatan atau biaya bunga dicatat dengan menggunakan metode SBE, yaitu suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa datang selama perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat, untuk nilai tercatat neto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. l. k.

Management believes that there is no indication of potential impairment in values of fixed asset and other non-current assets presented in the statements of financial position as of December 31, 2012 and 2011. Provisions Provisions are recognized when the Company has a present obligation (legal or constructive) where, as a result of a past event, it is probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation and a reliable estimate can be made of the amount of the obligation.

Provisions are reviewed at each reporting date and adjusted to reflect the current best estimate. If it is no longer probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation, the provision is reversed. Revenue and expense recognition The Company assesses its revenue arrangements against specific criteria in order to determine if it is acting as principal or agent. i. Sale of goods Revenue from sales is recognized based on cash receipts from cash register, except for revenue from sale of Compact Disc (CD), which is recognized based on agreed certain percentage. ii. Interest income For all financial instruments measured at amortized cost, interest income or expense is recorded using the EIR method, which is the rate that exactly discounts the estimated future cash payments or receipts through the expected life of the financial instrument or a shorter period, where appropriate, to the net carrying amount of the financial asset or liability.

16

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) l. Pengakuan (lanjutan) pendapatan dan beban 2.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) l. Revenue and (continued) expense ACCOUNTING recognition

Beban diakui pada saat terjadinya dengan menggunakan dasar akrual. m. Perpajakan Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan PSAK No. 46 (Revisi 2010), Pajak Penghasilan. Revisi PSAK No. 46 tersebut menetapkan perlakuan akuntansi untuk pajak penghasilan dalam menghitung konsekuensi pajak kini dan masa depan untuk pemulihan (penyelesaian) jumlah tercatat aset (liabilitas) di masa depan yang diakui pada laporan posisi keuangan; serta transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian lain pada periode berjalan yang diakui pada laporan keuangan. Penerapan awal PSAK yang direvisi tersebut tidak memberikan pengaruh yang berarti terhadap pengungkapan dan penyajian terkait dalam laporan keuangan. Beban pajak penghasilan merupakan penjumlahan dari pajak penghasilan badan yang terutang saat ini dan pajak tangguhan. i. Pajak kini Aset dan liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Tarif pajak dan peraturan pajak yang digunakan untuk menghitung jumlah tersebut adalah yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan. Penghasilan kena pajak berbeda dengan laba yang dilaporkan dalam laba atau rugi karena penghasilan kena pajak tidak termasuk bagian dari pendapatan atau beban yang dikenakan pajak atau dikurangkan di tahun-tahun yang berbeda, dan juga tidak termasuk bagian-bagian yang tidak dikenakan pajak atau tidak dapat dikurangkan.

Expenses are recognized as incurred on an accrual basis. m. Taxation Effective on January 1, 2012, the Company applies PSAK No. 46 (Revised 2010), Income Taxes. The revised PSAK No. 46 prescribes the accounting treatment for income taxes to account for the current and future tax consequences of the future recovery (settlement) of the carrying amount of assets (liabilities) that are recognized in the statement of financial position; and transactions and other events of the current period that are recognized in the financial statements. The initial adoption of the revised PSAK has no significant impact on the related disclosures and presentation in the financial statements. Income tax expense represents the sum of the corporate income tax currently payable and deferred tax. i. Current tax Current income tax assets and liabilities for the current year are measured at the amount expected to be recovered from or paid to the taxation authority. The tax rates and tax laws used to compute the amount are those that have been enacted or substantively enacted as at the reporting date. Taxable income differs from profit as reported in the profit or loss because it excludes items of income or expense that are taxable or deductible in other years and it further excludes items that are nontaxable or non-deductible.

17

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) m. Perpajakan (lanjutan) ii. Pajak tangguhan Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas untuk perbedaan temporer pada tanggal pelaporan antara dasar pengenaan pajak atas aset dan liabilitas dan jumlah tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dikenakan pajak, kecuali jika liabilitas pajak tangguhan yang timbul dari pengakuan awal aset atau liabilitas dalam transaksi yang tidak mempengaruhi laba akuntansi dan laba atau rugi kena pajak. Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan sisa kompensasi kerugian, sepanjang besar kemungkinan perbedaan temporer yang boleh dikurangkan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa yang akan datang, dan sisa kompensasi kerugian dapat digunakan, kecuali jika aset pajak tangguhan timbul dari pengakuan awal aset atau liabilitas dalam transaksi yang tidak mempengaruhi laba atau rugi kena pajak. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan nilai tercatat aset pajak tangguhan tersebut diturunkan apabila laba fiskal mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan. Pada setiap tanggal pelaporan, perusahaan menilai kembali aset pajak tangguhan yang tidak diakui. Perusahaan mengakui aset pajak tangguhan yang sebelumnya tidak diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba fiskal pada masa yang akan datang akan tersedia untuk pemulihannya. 2.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) m. Taxation (continued) ii. Deferred tax Deferred tax is recognized using the liability method on temporary differences at the reporting date between the tax bases of assets and liabilities and their carrying amounts for financial reporting purposes. ACCOUNTING

Deferred tax liabilities are recognized for all taxable temporary differences, except the deferred tax liability arises from the initial recognition of an asset or liability in a transaction that affects neither the accounting profit nor taxable profit or loss.

Deferred tax assets are recognized for all deductible temporary differences and carry forward of unused tax losses, to the extent that it is probable that taxable profits will be available against which deductible temporary differences, and the carry forward of unused tax losses can be utilized, except the deferred tax asset arises from the initial recognition of an asset or liability in a transaction that affects neither the accounting profit nor taxable profit or loss.

The carrying amount of a deferred tax asset is reviewed at each reporting date and reduced to the extent that it is no longer probable that sufficient taxable income will be available to allow all or part of the benefit of that deferred tax asset to be utilized. Unrecognized deferred tax assets are reassessed by the Company at each reporting date and are recognized to the extent that it has become probable that future taxable income will allow the deferred tax assets to be recovered.

18

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) m. Perpajakan (lanjutan) ii. Pajak tangguhan (lanjutan) Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur berdasarkan tarif pajak yang diharapkan akan dipakai pada tahun/periode saat aset direalisasikan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku atau yang telah secara substantif berlaku pada tanggal pelaporan. Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan disalinghapuskan jika secara legal dapat saling menghapuskan antara aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan aset pajak tangguhan terhadap liabilitas pajak tangguhan yang berkaitan untuk entitas yang sama, atau Perusahaan bermaksud untuk menyelesaikan aset dan liabilitas jangka pendek berdasarkan jumlah neto. n. Laba per saham Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan PSAK No. 56 (Revisi 2011), Laba per Saham. PSAK revisi ini mengatur dampak dilutif pada opsi, waran dan ekuivalennya. Penerapan PSAK yang direvisi tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laporan keuangan. Sesuai dengan PSAK No. 56, Laba per Saham, laba per saham dihitung dengan membagi laba tahun berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama tahun yang bersangkutan. o. Imbalan kerja Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2010), Imbalan Kerja. PSAK revisi ini mengatur akuntansi dan pengungkapan imbalan kerja. 2.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) m. Taxation (continued) ii. Deferred tax (continued) Deferred tax assets and liabilities are measured at the tax rates that are expected to apply to the year/period when the asset is realized or the liability is settled, based on tax rates and tax laws that have been enacted or substantively enacted as at the reporting date. Deferred tax assets and deferred tax liabilities are offset when a legally enforceable right exists to offset current tax assets against current tax liabilities, or the deferred tax assets and the deferred tax liabilities relate to the same taxable entity, or the Company intends to settle its current assets and liabilities on a net basis. ACCOUNTING

n.

Earnings per share Effective January 1, 2012, the Company applies PSAK No. 56 (Revised 2011), Earnings per Share. The revised PSAK establishes the dilutive effects of options, warrants and their equivalents. The adoption of the revised PSAK has no significant impact on the financial statements. In accordance with PSAK No. 56, Earnings per Share, earnings per share is computed by dividing profit for the year by the weighted average number of issued and fully paid shares during the year.

o.

Employee benefits Effective on January 1, 2012, the Company applies PSAK No. 24 (Revised 2010), Employee Benefits. The revised PSAK establishes the accounting and disclosures for employee benefits.

19

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) o. Imbalan kerja (lanjutan) Revisi PSAK No. 24 (Revisi 2010), Imbalan Kerja yang relevan terhadap Perusahaan adalah diperbolehkannya entitas untuk menerapkan metode yang sistematis atas pengakuan yang lebih cepat, yang antara lain adalah pengakuan langsung dari seluruh keuntungan/kerugian aktuarial. Karena Perusahaan tidak memilih metode ini namun tetap menggunakan metode pengakuan keuntungan/kerugian yang jatuh di luar koridor seperti diuraikan lebih lanjut berikut ini, maka penerapan PSAK No. 24 yang direvisi tersebut tidak memberikan pengaruh terhadap pelaporan keuangan Perusahaan. Penyisihan imbalan kerja sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003, dihitung dengan menggunakan metode projected unit credit. Penyisihan biaya jasa masa lalu ditangguhkan dan diamortisasi selama sisa masa kerja rata-rata yang diharapkan dari karyawan yang memenuhi syarat tersebut. Selain itu, penyisihan untuk biaya jasa kini dibebankan langsung pada operasi periode berjalan. Keuntungan atau kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial diakui sebagai pendapatan atau beban apabila akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial neto yang belum diakui pada akhir periode pelaporan sebelumnya melebihi 10,00% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian aktuarial yang melebihi batas 10,00% tersebut diakui atas dasar metode garis lurus (straight-line method) selama rata-rata sisa masa kerja karyawan yang diharapkan. p. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak-pihak berelasi, dengan definisi yang diuraikan pada revisi PSAK No. 7 (Revisi 2010). 2.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) o. ACCOUNTING

Employee benefits (continued) Revision on PSAK No. 24 (Revised 2010), Employee Benefits that is relevant to the Company is permission for entities to adopt certain systematic methods of faster recognition, which include immediate recognition of all actuarial gains and losses. Since the Company opted not to apply this method but to continue to use the method used to recognize actuarial gain/loss falling outside the corridor as further discussed below, the adoption of the revised PSAK No. 24 had no impact on the Companys financial reporting.

Provisions of employee benefits under the Labor Law No. 13/2003, is determined using the projected unit credit method. Provisions made pertaining to past service costs are deferred and amortized over the expected average remaining service years of the qualified employees. On the other hand, provisions for current service costs are directly charged to operations of the current period. Actuarial gains or losses arising from experience adjustments and changes in actuarial assumptions are recognized as income or expense when the net cumulative unrecognized actuarial gains or losses at the end of the previous reporting period exceed 10.00% of the present value of the defined benefit obligations at that date. The actuarial gains or losses in excess of the said 10.00% threshold are recognized on a straight-line method over the expected average remaining service years of the qualified employees.

p.

Transactions with related parties The Company has transactions with related parties, which definitions are described in the revised PSAK No. 7 (Revised 2010).

20

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) p. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi (lanjutan) Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak tidak berelasi. Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan yang relevan. Kecuali diungkapkan khusus sebagai pihakpihak berelasi, maka pihak-pihak lain yang disebutkan dalam catatan atas laporan keuangan merupakan pihak ketiga. q. Informasi segmen Jumlah setiap unsur segmen dilaporkan merupakan ukuran yang dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional untuk tujuan pengambilan keputusan untuk mengalokasikan sumber daya kepada segmen dan menilai kinerjanya. Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada segmen tersebut. r. Instrumen keuangan Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan PSAK No. 50 (Revisi 2010), Instrumen Keuangan: Penyajian, PSAK No. 55 (Revisi 2011), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran dan PSAK No. 60, Instrumen Keuangan: Pengungkapan. PSAK No. 50 direvisi sehingga hanya mengatur penyajian instrumen keuangan, sedangkan prinsip pengungkapan instrumen keuangan dipindahkan ke PSAK No. 60. Penerapan PSAK revisi ini tidak memberikan pengaruh terhadap pelaporan dan pengungkapan dalam laporan keuangan. r. 2.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) p. Transactions (continued) with ACCOUNTING parties

related

The transactions are made based on terms agreed by the parties, whereas such terms may not be the same as those transactions with unrelated parties.

All significant transactions and balances with related parties are disclosed in the relevant notes to the financial statements. Unless specifically identified as related parties, the parties disclosed in the notes to the financial statements are third parties. q. Segment information The amount of each segment item reported shall be the measure reported to the chief operating decision maker for the purposes of making decisions about allocating resources to the segment and assessing its performance. Segment revenue, expenses, results, assets and liabilities include items directly attributable to a segment as well as those that can be allocated on a reasonable basis to that segment. Financial instruments Effective on January 1, 2012, the Company adopted PSAK No. 50 (Revised 2010), Financial Instruments: Presentation, PSAK No. 55 (Revised 2011), Financial Instruments: Recognition and Measurement and PSAK No. 60, Financial Instruments: Disclosures. PSAK No. 50 was revised so it will only cover the principles for presentation of financial instruments, while the principles for disclosures of financial instruments were transferred to PSAK No. 60. The implementation of the revised PSAK has no impact on the reporting and disclosures in this financial statements.

21

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) r. Instrumen keuangan (lanjutan) i. Aset keuangan Pengakuan awal Aset keuangan dalam ruang lingkup PSAK No. 55 diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui laba atau rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo dan aset keuangan tersedia untuk dijual. Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan pada saat pengakuan awal dan, jika diperbolehkan dan sesuai, akan dievaluasi kembali setiap akhir tahun keuangan. Aset keuangan Perusahaan diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang yang terdiri atas kas dan setara kas dan piutang lain-lain. Pada saat pengakuan awal, aset keuangan diukur pada nilai wajar, namun dalam hal aset keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba atau rugi, maka nilai wajar tersebut ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan aset keuangan tersebut. Pengukuran setelah pengakuan awal Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak memiliki kuotasi di pasar aktif. Setelah pengakuan awal, PSAK No. 55 mensyaratkan aset tersebut dicatat pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode SBE, dan keuntungan dan kerugian terkait diakui pada laporan laba atau rugi ketika pinjaman yang diberikan dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, serta melalui proses amortisasi. Penghentian pengakuan Penghentian pengakuan atas suatu aset keuangan, atau, bila dapat diterapkan untuk bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa, terjadi bila: 2.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) r. ACCOUNTING

Financial instruments (continued) i. Financial assets Initial recognition Financial assets within the scope of the PSAK No. 55 are classified as financial assets at fair value through profit or loss, loans and receivables, held-to-maturity investments and available-for-sale financial assets. The Company determines the classification of its financial assets at initial recognition and, where allowed and appropriate, re-evaluates this designation at each financial year end.

The Companys financial assets are classified as loans and receivables which include cash and cash equivalents and other receivables. When financial assets are recognized initially, they are measured at fair value, but in the case of financial assets not at fair value through profit or loss, the related fair values is added with the transactions cost that are directly attributable to the acquisition of financial assets.

Subsequent measurement Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market. After initial recognition, PSAK No. 55 requires such assets to be carried at amortized cost using the EIR method, and the related gains and losses are recognized in profit or loss when the loans and receivables are derecognized or impaired, as well as through the amortization process.

Derecognition A financial asset, or, where applicable a part of a financial asset or part of a group of similar financial assets, is derecognized when:

22

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) r. Instrumen keuangan (lanjutan) i. Aset keuangan (lanjutan) Penghentian pengakuan (lanjutan) i. ii. hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau Perusahaan mentransfer hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan (a) secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (b) secara substansial tidak mentransfer dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut. 2.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) r. ACCOUNTING

Financial instruments (continued) i. Financial assets (continued) Derecognition (continued) i. the contractual rights to receive cash flows from the financial asset have expired; or ii. the Company has transferred its contractual rights to receive cash flows from the financial asset or has assumed an obligation to pay them in full without material delay to a third party under a pass-through arrangement and either (a) has transferred substantially all the risks and rewards of the financial asset, or (b) has neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the financial asset, but has transferred control of the financial asset.

Pada saat penghentian pengakuan atas aset keuangan secara keseluruhan, maka selisih antara nilai tercatat dan jumlah dari (i) pembayaran yang diterima, termasuk setiap aset baru yang diperoleh dikurangi setiap liabilitas baru yang harus ditanggung; dan (ii) setiap keuntungan atau kerugian kumulatif yang telah diakui secara langsung dalam ekuitas harus diakui dalam laba atau rugi. Penurunan nilai Pada setiap tanggal pelaporan, Perusahaan mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, Perusahaan terlebih dahulu menentukan bahwa terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual.

On derecognition of a financial asset in its entirety, the difference between the carrying value and the sum of (i) the consideration received, including any new asset obtained less any new liability assumed; and (ii) any cumulative gain or loss that has been recognized directly in equity is recognized in profit or loss.

Impairment The Company assesses at each reporting date whether there is any objective evidence that a financial assets or a group of financial assets is impaired. For loans and receivables carried at amortized cost, the Company first assesses whether objective evidence of impairment exists individually for financial assets that are individually significant, or collectively for financial assets that are not individually significant.

23

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) r. Instrumen keuangan (lanjutan) i. Aset keuangan (lanjutan) Penurunan nilai (lanjutan) Jika Perusahaan menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif. Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang (tidak termasuk kerugian kredit di masa mendatang yang belum terjadi). Nilai kini estimasi arus kas masa datang didiskonto dengan menggunakan SBE awal dari aset keuangan tersebut. Jika pinjaman yang diberikan memiliki suku bunga variabel, maka tingkat diskonto yang digunakan untuk mengukur setiap kerugian penurunan nilai adalah SBE yang berlaku. Nilai tercatat atas aset keuangan dikurangi melalui penggunaan pos cadangan penurunan nilai dan jumlah kerugian yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi komprehensif. Pendapatan bunga selanjutnya diakui sebesar nilai tercatat yang diturunkan nilainya berdasarkan tingkat SBE awal dari aset keuangan. Pinjaman yang diberikan dan piutang beserta dengan cadangan terkait dihapuskan jika tidak terdapat kemungkinan yang realistis atas pemulihan di masa mendatang dan seluruh agunan telah terealisasi atau dialihkan kepada Perusahaan. 2.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) r. ACCOUNTING

Financial instruments (continued) i. Financial assets (continued) Impairment (continued) If the Company determines that no objective evidence of impairment exists for an individually assessed financial asset, whether significant or not, the asset is included in a group of financial assets with similar credit risk characteristics and collectively assessed for impairment. Assets that are individually assessed for impairment and for which an impairment loss is, or continues to be, recognized are not included in a collective assessment of impairment.

If there is objective evidence that an impairment loss has occurred, the amount of the loss is measured as the difference between the assets carrying amount and the present value of estimated future cash flows (excluding future expected credit losses that have not yet been incurred). The present value of the estimated future cash flows is discounted at the financial assets original EIR. If a loan has a variable interest rate, the discount rate for measuring impairment loss is the current EIR.

The carrying amount of the financial asset is reduced through the use of an allowance for impairment account and the amount of the loss is recognized in the statement of comprehensive income. Interest income continues to be accrued on the reduced carrying amount based on the original EIR of the financial asset. Loans and receivables, together with the associated allowance, are written off when there is no realistic prospect of future recovery and all collateral has been realized or has been transferred to the Company.

24

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) r. Instrumen keuangan (lanjutan) i. Aset keuangan (lanjutan) Penurunan nilai (lanjutan) Jika, pada tahun berikutnya, nilai estimasi kerugian penurunan nilai aset keuangan bertambah atau berkurang karena peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui, maka kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya bertambah atau berkurang dengan menyesuaikan pos cadangan penurunan nilai. Jika di masa mendatang penghapusan tersebut dapat dipulihkan, jumlah pemulihan tersebut diakui dalam laba atau rugi. ii. Liabilitas keuangan Pengakuan awal Liabilitas keuangan dalam ruang lingkup PSAK No. 55 diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada (i) nilai wajar melalui laba atau rugi, (ii) liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, atau (iii) derivatif yang telah ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif, jika sesuai. Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal. Saat pengakuan awal, liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar dan, dalam hal liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Liabilitas keuangan Perusahaan mencakup utang usaha dan utang lainlain, biaya masih harus dibayar, utang obligasi, utang bunga atas utang obligasi, liabilitas jangka pendek dan jangka panjang lainnya. Pada tanggal pelaporan, Perusahaan tidak memiliki liabilitas keuangan selain yang diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. 2.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) r. ACCOUNTING

Financial instruments (continued) i. Financial assets (continued) Impairment (continued) If, in a subsequent year, the amount of the estimated impairment loss increases or decreases because of an event occurring after the impairment was recognized, the previously recognized impairment loss is increased or reduced by adjusting the allowance for impairment account. If a future write-off is later recovered, the recovery is recognized in profit or loss.

ii. Financial liabilities Initial recognition Financial liabilities within the scope of the PSAK No. 55 are classified as (i) financial liabilities at fair value through profit or loss, (ii) financial liabilities at amortised costs, or as (iii) derivatives designated as hedging instruments in an effective hedge, as appropriate. The Company determines the classification of their financial liabilities at initial recognition.

Financial liabilities are recognized initially at fair value and, in the case of financial liabilities at amortised costs, inclusive of directly attributable transaction costs.

The Companys financial liabilities include trade and other payables, accrued expenses, bonds payable, accrued interest on bonds payable, other current and noncurrent liabilities. As at the reporting date, the Company has no other financial liabilities other than those classified as financial liabilities at amortised costs.

25

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) r. Instrumen keuangan (lanjutan) ii. Liabilitas keuangan (lanjutan) Pengukuran setelah pengakuan awal Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi yang dikenakan bunga diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode SBE. Laba atau rugi harus diakui dalam laporan laba rugi komprehensif ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasinya. Penghentian pengakuan Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. Ketika liabilitas keuangan awal digantikan dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan ketentuan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru dan selisih antara nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut diakui dalam laba atau rugi. iii. Saling hapus instrumen keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan. 2.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) r. ACCOUNTING

Financial instruments (continued) ii. Financial liabilities (continued) Subsequent measurement After initial recognition, interest-bearing financial liabilities at amortised costs are subsequently measured at amortized cost using the EIR method.

Gains or losses are recognized in the statement of comprehensive income when the liabilities are derecognized as well as through the amortization process. Derecognition A financial liability is derecognized when the obligation under the liability is discharged or cancelled or has expired. When an existing financial liability is replaced by another from the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing liability are substantially modified, such an exchange or modification is treated as a derecognition of the original liability and the recognition of a new liability, and the difference in the respective carrying amounts is recognized in the profit or loss.

iii. Offsetting of financial instruments Financial assets and financial liabilities are offset and the net amount reported in the statements of financial position if, and only if, there is a currently enforceable legal right to offset the recognized amounts and there is an intention to settle on a net basis, or to realize the assets and settle the liabilities simultaneously.

26

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) r. Instrumen keuangan (lanjutan) iv. Nilai wajar instrumen keuangan Untuk instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian yang diperbolehkan oleh PSAK No. 55 antara lain meliputi penggunaan transaksi pasar wajar yang terkini; referensi nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial sama; analisis arus kas yang didiskonto atau model penilaian lainnya. Bila nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif tidak dapat ditentukan secara andal, aset keuangan tersebut diakui dan diukur pada nilai tercatatnya. v. Biaya perolehan yang diamortisasi dari instrumen keuangan Biaya perolehan yang diamortisasi diukur dengan menggunakan metode SBE dikurangi penyisihan penurunan nilai dan pembayaran atau pengurangan pokok. Perhitungan ini mencakup seluruh premi atau diskonto pada saat akuisisi dan mencakup biaya transaksi serta komisi yang merupakan bagian tak terpisahkan dari SBE. 3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI SIGNIFIKAN Penyusunan laporan keuangan Perusahaan mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontijensi, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam tahun pelaporan berikutnya. i. Pertimbangan Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan: 3. 2.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) r. ACCOUNTING

Financial instruments (continued) iv. Fair value of financial instruments For financial instruments not traded in an active market, the fair value is determined using appropriate valuation techniques permitted by PSAK No. 55 such as using recent arms length market transactions; reference to the current fair value of another instrument that is substantially the same; discounted cash flow analysis or other valuation models. When the fair value of the financial instruments not traded in an active market cannot be reliably determined, such financial assets are recognized and measured at their carrying values. v. Amortized cost of financial instruments Amortized cost is computed using the EIR method less any allowance for impairment and principal repayment or reduction. The calculation takes into account any premium or discount on acquisition and includes transaction costs and fees that are an integral part of the EIR.

SIGNIFICANT JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS The preparation of the Companys financial statements requires management to make judgments, estimates and assumptions that affect the reported amounts of revenues, expenses, assets and liabilities, and the disclosure of contingent liabilities, at the end of the reporting period. Uncertainty about these assumptions and estimates could result in outcomes that require a material adjustment to the carrying amount of the asset and liability affected in future years. i. Judgments The following judgments are made by management in the process of applying the Companys accounting policies that have the most significant effects on the amounts recognized in the financial statements:

27

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI SIGNIFIKAN (lanjutan) i. Pertimbangan (lanjutan) Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan PSAK No. 50 (Revisi 2010) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan seperti diungkapkan pada Catatan 2. ii. Estimasi dan asumsi Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya, diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya. Imbalan kerja Penentuan liabilitas imbalan kerja neto Perusahaan bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlahjumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Perusahaan yang memiliki pengaruh lebih dari 10% kewajiban imbalan pasti, ditangguhkan dan diamortisasi secara garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja karyawan. Sementara Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang` ditetapkan Perusahaan dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan 3.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) SIGNIFICANT JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued) i. Judgments (continued) Classification of financial liabilities financial assets and

The Company determines the classifications of certain assets and liabilities as financial assets and financial liabilities by judging if they meet the definition set forth in PSAK No. 50 (Revised 2010). Accordingly, the financial assets and financial liabilities are accounted for in accordance with the Companys accounting policies disclosed in Note 2. ii. Estimates and assumptions The key assumptions concerning the future and other key sources of estimates uncertainty at the reporting date that have a significant risk of causing a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial year/period are disclosed below. The Company based its assumptions and estimates on parameters available when the financial statements were prepared. Existing circumstances and assumptions about future developments, may change due to market changes or circumstances arising beyond the control of the Company. Such changes are reflected in the assumptions as they occur. Employee benefits The determination of the Companys net employee benefits liability is dependent on its selection of certain assumptions used by the independent actuaries in calculating such amounts. Those assumptions include among others, discount rates, annual salary increase rate, annual employee turn-over rate, disability rate, retirement age and mortality rate. Actual results that differ from the Companys assumptions which effects are more than 10% of the defined benefit obligations are deferred and being amortized on a straight-line method over the expected average remaining service years of the qualified employees. While the Company believes that its assumptions are reasonable and appropriate, significant differences in the Companys actual results or significant changes in the Companys assumptions may materially affect its estimated liabilities for pension and employee benefits and net employee benefits expense. The carrying amount of

28

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI SIGNIFIKAN (lanjutan) ii. Estimasi dan asumsi (lanjutan) Imbalan kerja (lanjutan) kerja neto Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2012 adalah Rp81.541.550 (2011: Rp48.540.978). Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 20. Kenaikan/penurunan sebesar satu persen pada tingkat diskonto tahunan akan menyebabkan penurunan/kenaikan pada beban imbalan kerja neto atau liabilitas imbalan kerja neto masingmasing sebesar Rp2.597.778 dan Rp3.157.682 untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 (2011: Rp1.421.783 dan Rp1.706.639). Penyusutan aset tetap, amortisasi biaya renovasi bangunan sewa dan beban ditangguhkan Biaya perolehan aset tetap, biaya perolehan renovasi bangunan sewa dan beban ditangguhkan disusutkan/ diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap, biaya renovasi sewa dan beban ditangguhkan antara 5 sampai dengan 30 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Perusahaan menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Nilai tercatat neto atas aset tetap, biaya renovasi bangunan sewa dan beban ditangguhkan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2012 adalah masing-masing sebesar Rp305.158.162, Rp402.144.398 dan Rp59.316.075 (2011: Rp236.301.891, Rp325.657.870 dan Rp46.491.718). Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 8, 9 dan 11. 3.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) SIGNIFICANT JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued) ii. Estimates and assumptions (continued) Employee benefits (continued) the Companys estimated net liabilities for employee benefits as of December 31, 2012 is Rp81,541,550 (2011: Rp48,540,978). Further details are disclosed in Note 20. An increase/decrease of one percent in the annual discount rate will cause decrease/increase in the net employee benefit expense or net employee benefits liability amounting to Rp2,597,778 and Rp3,157,682, respectively, for the year ended December 31, 2012 (2011: Rp1,421,783 and Rp1,706,639). Depreciation of fixed assets, amortization of renovation costs of rented buildings and deferred charges The costs of fixed assets, renovation costs of rented buildings and deferred charges are depreciated/ amortized on a straight-line method over their estimated useful life. Management properly estimates the useful life of these fixed assets, renovation costs of rented buildings and deferred charges to be within 5 to 30 years. These are common life expectancies applied in the industries where the Company conducts its businesses. Changes in the expected level of usage and technological development could impact the economic useful life and the residual values of these assets, and therefore future depreciation charges could be revised. The net carrying amount of the Companys fixed assets, renovation costs of rented buildings and deferred charges as of December 31, 2012 are Rp305,158,162, Rp402,144,398 and Rp59,316,075, respectively (2011: Rp236,301,891, Rp325,657,870 and Rp46,491,718). Further details are disclosed in Notes 8, 9 and 11.

29

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI SIGNIFIKAN (lanjutan) ii. Estimasi dan asumsi (lanjutan) Instrumen keuangan Perusahaan mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila Perusahaan menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi Perusahaan. Nilai tercatat dari aset keuangan pada nilai wajar dalam laporan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp612.519.780 (2011: Rp601.023.564), sedangkan nilai tercatat liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp591.827.902 (2011: Rp558.730.839). Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 30. Pajak Penghasilan Ketidakpastian atas interpretasi dari peraturan pajak yang kompleks, perubahan peraturan pajak dan jumlah dan timbulnya pendapatan kena pajak di masa depan, dapat menyebabkan penyesuaian di masa depan atas pendapatan dan beban pajak yang telah dicatat. Estimasi signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Nilai tercatat neto utang pajak penghasilan badan pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp51.896 (2011: Rp726.583). Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 16. 3.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) SIGNIFICANT JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued) ii. Estimates and assumptions (continued) Financial instruments The Company carries certain financial assets and liabilities at fair values, which requires the use of accounting estimates. While significant components of fair value measurement were determined using verifiable objective evidences, the amount of changes in fair values would differ if the Company utilized different valuation methodology. Any changes in fair values of these financial assets and liabilities would affect directly the Companys profit or loss. The carrying amount of financial assets carried at fair values in the statements of financial position as of December 31, 2012 is Rp612,519,780 (2011: Rp601,023,564), while the carrying amount of financial liabilities carried in the statements of financial position as of December 31, 2012 is Rp591,827,902 (2011: Rp558,730,839). Further details are disclosed in Note 30.

Income Tax Uncertainties exist with respect to the interpretation of complex tax regulations, changes in tax laws, and the amount and timing of future taxable income, could necessitate future adjustments to tax income and expense already recorded.

Significant estimate is involved in determining provision for corporate income tax. There are certain transactions and computation for which the ultimate tax determination is uncertain during the ordinary course of business. The Company recognizes liabilities for expected corporate income tax issues based on estimates of whether additional corporate income tax will be due. The net carrying amount of corporate income tax payable as of December 31, 2012 was Rp51,896 (2011: Rp726,583). Further details are disclosed in Note 16.

30

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI SIGNIFIKAN (lanjutan) ii. Estimasi dan asumsi (lanjutan) Aset Pajak Tangguhan Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal yang belum digunakan sepanjang besar kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga rugi fiskal tersebut dapat digunakan. Estimasi signifikan oleh manajemen disyaratkan dalam menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak dan strategi perencanaan pajak masa depan. Pada tanggal 31 Desember 2012, liabilitas pajak tangguhan Perusahaan sebesar Rp54.914.125 (2011: Rp49.322.215). Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 16. 4. KAS DAN SETARA KAS
2012 Kas Bank Pihak ketiga Rupiah PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk PT Bank Bukopin Tbk PT Bank Negara Indonesia Tbk Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1.000.000) Dolar Amerika Serikat PT Bank CIMB Niaga Tbk AS$1.506.674 (2011: AS$20.016) Sub-total Deposito berjangka Pihak ketiga Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank BRI Syariah PT Bank Mega Tbk 6.599.730

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 3. SIGNIFICANT JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued) ii. Estimates and assumptions (continued) Deferred Tax Assets Deferred tax assets are recognized for all deductible temporary differences and unused tax losses to the extent that it is probable that taxable profit will be available against which the tax losses can be utilized. Significant management estimates are required to determine the amount of deferred tax assets that can be recognized, based upon the likely timing and the level of future taxable profits together with future tax planning strategies. As of December 31, 2012, deferred tax liabilities of the Company was Rp54,914,125 (2011: Rp49,322,215). Further details are disclosed in Note 16.

4.

CASH AND CASH EQUIVALENTS


2011 5.820.610 Cash on hand Cash in banks Third parties Rupiah PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk PT Bank Bukopin Tbk PT Bank Negara Indonesia Tbk Others (each below Rp1,000,000) US Dollar PT Bank CIMB Niaga Tbk US$1,506,674 (2011: US$20,016) Sub-total Time deposits Third parties Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank BRI Syariah PT Bank Mega Tbk

86.529.974 46.798.732 4.877.791 4.043.132 3.730.665 3.699.690 3.116.904 2.375.551 1.357.417

68.735.288 40.599.246 4.283.458 9.349.983 2.987.376 2.190.873 3.562.701 996.254 1.042.123

14.569.535 171.099.391

181.506 133.928.808

134.000.000 86.798.921 56.000.000 43.000.000 39.000.000 22.000.000

174.000.000 85.517.275 86.000.000 51.000.000 7.000.000 7.000.000

31

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 4. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)
2012 Dolar Amerika Serikat PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk AS$519.031 (2011: nihil) PT Bank Central Asia Tbk AS$417.979 (2011: AS$932.832) Sub-total Total

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued)
2011 US Dollar PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk US$519,031 (2011: nil) PT Bank Central Asia Tbk US$417,979 (2011: US$932,832) Sub-total Total

5.019.026 4.041.853 389.859.800 567.558.921

8.458.918 418.976.193 558.725.611

Rekening di bank memiliki tingkat bunga mengambang sesuai dengan tingkat penawaran pada masing-masing bank. Tingkat bunga atas deposito berjangka tersebut di atas adalah sebagai berikut:
2012 Tingkat bunga deposito berjangka per tahun Rupiah Dolar Amerika Serikat

Accounts in banks earn interest at floating rates based on the offerred rate from each bank. The interest rates on the above time deposits are as follows:
2011 Interest rates per annum on time deposits Rupiah US Dollar

4,75% - 7,20% 0,50% - 0,75%

5,50% - 8,50% 0,40%

Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, tidak ada kas dan setara kas yang dijadikan jaminan atas utang dan pinjaman lainnya. 5. PIUTANG LAIN-LAIN Piutang lain-lain merupakan tagihan kepada pengelola foodcourt atas hasil penjualan makanan dan minuman, insentif dari pemasok, serta pinjaman kepada pihak ketiga dan karyawan. Seluruh piutang lain-lain adalah dalam mata uang Rupiah. Berdasarkan hasil penelaahan terhadap adanya penurunan nilai piutang lain-lain pada akhir tahun, manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa seluruh piutang dapat tertagih sehingga tidak ada kerugian penurunan nilai atas piutang yang harus dicatat. Piutang lain-lain tidak dijaminkan, tidak dibebani bunga, dan penyelesaiannya akan dilakukan secara tunai. 5.

As of December 31, 2012 and 2011, there are no cash and cash equivalents which have been pledged as collateral to loans and other borrowings. OTHER RECEIVABLES Other receivables mainly represent receivables from foodcourt management for the sales of foods and beverages, incentives from suppliers, and also loans to third parties and employees. All other receivables are dominated in Rupiah. Based on the results of review for impairment of other receivables at the end of the year, the Companys management believes that the entire receivables are collectible and, hence, no impairment losses on receivables should be recorded. Other receivables are unsecured, non-interest bearing and the settlement will be in cash.

32

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 6. PERSEDIAAN
2012 Bahan baku Makanan dan minuman Bahan pembungkus Persediaan lain-lain Total 66.543.658 25.449.109 34.066.448 27.116.617 153.175.832

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 6. INVENTORIES
2011 53.068.791 17.417.125 33.841.530 24.577.174 128.904.620 Raw materials Foods and beverages Packing materials Other inventories Total

Berdasarkan hasil penelaahan atas nilai realisasi neto dan keadaan fisik persediaan pada akhir tahun, manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa semua persediaan di atas akan dapat dijual/digunakan, sehingga penyisihan untuk persediaan usang dan penurunan nilai persediaan tidak diperlukan. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, persediaan diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan sebagai berikut:
2012 Pihak ketiga PT Zurich Insurance Indonesia PT Chartis Insurance Indonesia Pihak berelasi (Catatan 28) PT Asuransi Central Asia Total 31.984.009 52.549.300 84.533.309

Based on the review of net realizable value and physical condition of the inventories at the end of the year, the Companys management believes that all of the above inventories are salable/usable, thus an allowance for obsolescence and decline in market value of inventories is considered not necessary. As of December 31, 2012 and 2011, inventories are covered by insurance against the risk of losses by fire and other risks under blanket policies with total coverage as follows:
2011 20.285.000 51.766.597 72.051.597 Third parties PT Zurich Insurance Indonesia PT Chartis Insurance Indonesia Related party (Note 28) PT Asuransi Central Asia Total

Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut memadai untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul dari risiko yang dipertanggungkan. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, tidak ada persediaan yang dijadikan jaminan atas utang dan pinjaman lainnya. 7. BIAYA DIBAYAR DI LANCAR LAINNYA MUKA DAN ASET 7.

Management believes that the said amounts of insurance coverage are adequate to cover any possible losses that may arise from the insured risks. As of December 31, 2012 and 2011, there are no inventories which have been pledged as collateral to loans and other borrowings. PREPAID EXPENSES AND OTHER CURRENT ASSETS Prepaid expenses consist of prepaid rental, service and billboard advertising. Other current assets mainly represent advance payments for inventories and promotions.

Biaya dibayar di muka terdiri dari biaya dibayar di muka untuk sewa, jasa dan iklan pada papan reklame. Aset lancar lainnya terutama merupakan uang muka pemesanan persediaan dan promosi.

33

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 8. ASET TETAP Rincian mutasi dari aset tetap adalah sebagai berikut:
Saldo Awal/ Beginning Balance Penambahan/ Additions

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 8. FIXED ASSETS The details of the movements of fixed assets are as follows:
Pengurangan/ Reklasifikasi/ Disposals Reclassification Saldo Akhir/ Ending Balance

Tahun 2012 Harga Perolehan Kepemilikan langsung Tanah Bangunan Mesin dan peralatan Perabotan dan peralatan kantor Kendaraan bermotor Aset sewa pembiayaan Kendaraan bermotor Total harga perolehan Akumulasi Penyusutan Kepemilikan langsung Bangunan Mesin dan peralatan Perabotan dan peralatan kantor Kendaraan bermotor Aset sewa pembiayaan Kendaraan bermotor

Year 2012 Cost

14.194.803 31.052.577 349.793.081 43.317.350 39.931.210 5.459.967 483.748.988

29.476.000 71.097.288 14.941.167 1.631.900 9.763.641 126.909.996

(19.554.300) (150.621) (1.580.571) (21.285.492)

435.118 **) (763.816) 942.921 3.026.897 (3.026.897) 614.223

*)

44.105.921 31.052.577 400.572.253 59.050.817 43.009.436 12.196.711 589.987.715

Direct ownership Land Buildings Machineries and equipments Furnitures, fixtures and office equipments Motor vehicles Assets under finance leases Motor vehicles Total cost Accumulated Depreciation

16.524.616 174.727.269 22.584.314 32.489.582 1.121.316

1.226.485 35.003.921 10.986.925 3.232.007 2.010.485 52.459.823

(13.424.562) (76.711) (1.580.571 ) (15.081.844)

**) (514.477) 518.954 1.228.973 (1.228.973) 4.477

17.751.101 195.792.151 34.013.482 35.369.991 1.902.828 284.829.553 305.158.162

Direct ownership Building Machineries and equipments Furnitures, fixtures and office equipments Motor vehicles Assets under finance leases Motor vehicles Total accumulated depreciation Net Book Value

Total akumulasi penyusutan 247.447.097 Nilai Buku 236.301.891

*) Merupakan reklasifikasi dari akun Beban Ditangguhkan pada tanggal 1 Januari 2012 sesuai dengan ketentuan transisi ISAK No. 25 (Catatan 2) / Represent reclassification from Deferred Charges account on January 1, 2012 in accordance with transitional provision of ISAK No. 25 (Note 2) **) Termasuk reklasifikasi dari akun Biaya Renovasi Bangunan Sewa sebesar Rp179.105 dan Rp4.477 masing-masing untuk harga perolehan dan akumulasi penyusutan / Include reclassification from Renovation Cost of Rented Buildings of Rp179,105 and Rp4,477 for cost and accumulated depreciation, respectively.

Tahun 2011 Harga Perolehan Kepemilikan langsung Tanah Bangunan Mesin dan peralatan Perabotan dan peralatan kantor Kendaraan bermotor Aset sewa pembiayaan Kendaraan bermotor Total harga perolehan

Saldo Awal/ Beginning Balance

Penambahan/ Additions

Pengurangan/ Reklasifikasi/ Disposals Reclassification

Saldo Akhir/ Ending Balance

Year 2011 Cost

14.194.803 31.052.577 305.757.273 34.823.530 31.219.820 9.617.637 426.665.640

48.776.441 8.515.279 2.120.650 2.433.070 61.845.440

(4.740.633) (21.459) (4.762.092)

6.590.740 (6.590.740) -

14.194.803 31.052.577 349.793.081 43.317.350 39.931.210 5.459.967 483.748.988

Direct ownership Land Buildings Machineries and equipments Furnitures, fixtures and office equipments Motor vehicles Assets under finance leases Motor vehicles Total cost

34

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 8. ASET TETAP (lanjutan)
Saldo Awal/ Beginning Balance Penambahan/ Additions

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 8. FIXED ASSETS (continued)
Saldo Akhir/ Ending Balance

Tahun 2011 Akumulasi Penyusutan Kepemilikan langsung Bangunan Mesin dan peralatan Perabotan dan peralatan kantor Kendaraan bermotor Aset sewa pembiayaan Kendaraan bermotor

Pengurangan/ Reklasifikasi/ Disposals Reclassification

Year 2011 Accumulated Depreciation

15.243.448 151.767.990 9.045.533 26.330.151 3.343.998

1.281.168 25.640.543 13.550.985 2.644.130 1.292.619 44.409.445

(2.681.264) (12.204) (2.693.468)

3.515.301 (3.515.301) -

16.524.616 174.727.269 22.584.314 32.489.582 1.121.316 247.447.097 236.301.891

Direct ownership Buildings Machineries and equipments Furnitures, fixtures and office equipments Motor vehicles Assets under finance leases Motor vehicles Total accumulated depreciation Net Book Value

Total akumulasi penyusutan 205.731.120 Nilai Buku 220.934.520

Analisis laba atas penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:


2012 Harga perolehan Akumulasi penyusutan Nilai buku dari aset tetap yang dijual Penerimaan dari penjualan Laba atas penjualan aset tetap (Catatan 26) 1.788.249 (1.766.854) 21.395 (741.580) 720.185

Analysis of the gain on sales of fixed assets is as follows:


2011 4.617.087 (2.618.190) 1.998.897 (2.060.262) 61.365 Cost Accumulated depreciation Net book value of fixed assets sold Proceeds from sales Gain on sales of fixed assets (Note 26)

Analisis rugi atas penghapusan aset tetap adalah sebagai berikut:


2012 Harga perolehan Akumulasi penyusutan Kerugian penghapusan aset tetap (Catatan 26) 19.497.243 (13.314.990) 6.182.253

Analysis of the loss on disposal of fixed assets is as follows:


2011 145.005 (75.278) 69.727 Cost Accumulated depreciation Loss on disposal of fixed assets (Note 26)

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012, penambahan aset tetap melalui aktivitas non-kas adalah melalui sewa pembiayaan sebesar Rp9.763.641 (2011: Rp2.433.070). Berdasarkan hasil penelaahan atas kondisi komputer pada 2012, manajemen Perusahaan telah menyesuaikan masa manfaat dari komputer, yang terdapat dalam mesin dan perlengkapan, dari 10 tahun menjadi 4 tahun. Efek dari penyesuaian masa manfaat ini adalah Rp5.420.430. Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa masa manfaat dari komputer selama 4 tahun adalah memadai.

For the year ended December 31, 2012, additions of fixed assets through non-cash activities are funded by obligation under finance leases were amounting to Rp9,763,641 (2011: Rp2,433,070). Based on a review of the condition of computer in 2012, the Companys management has adjusted the useful life of computers, which included in machineries and equipments, from 10 years to 4 years. The effect of the adjustment of the useful life is Rp5,420,430. The Companys management believes that the useful life of computer of 4 years is adequate.

35

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 8. ASET TETAP (lanjutan) Berdasarkan hasil penelaahan atas kondisi perabotan dan peralatan kantor pada 2011, manajemen Perusahaan telah menyesuaikan masa manfaat dari perabotan dan peralatan kantor dari 10 tahun menjadi 4 tahun. Efek dari penyesuaian masa manfaat ini adalah Rp10.230.875. Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa masa manfaat dari perabotan dan peralatan kantor selama 4 tahun adalah memadai. Beban penyusutan disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif sebagai berikut:
2012 Beban penjualan dan distribusi Beban umum dan administrasi Total 39.689.853 12.769.970 52.459.823

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 8. FIXED ASSETS (continued) Based on a review of the condition of furnitures, fixtures and office equipments in 2011, the Companys management has adjusted the useful life of furnitures, fixtures and office equipments from 10 years to 4 years. The effect of the adjustment of the useful life is Rp10,230,875. The Companys management believes that the useful life of furnitures, fixtures and office equipments of 4 years is adequate. Depreciation expense is presented in the statements of comprehensive income as follows:
2011 35.403.648 9.005.797 44.409.445 Selling and distribution expenses General and administrative expenses Total

Pada tanggal 31 Desember 2012, nilai perolehan aset tetap Perusahaan yang telah disusutkan penuh namun masih digunakan adalah sebesar Rp134.101.192, yang terutama terdiri atas mesin dan peralatan, kendaraan bermotor, perabotan dan peralatan kantor. Perusahaan memiliki hak atas tanah berupa Hak Guna Bangunan (HGB) sampai dengan tahun 2016-2042 beserta bangunan yang berada di atasnya, yang berlokasi di Jakarta dan Bogor. Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa hak atas tanah tersebut akan dapat diperpanjang. Berdasarkan penilaian manajemen Perusahaan, tidak ada kejadian-kejadian atau perubahanperubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, Perusahaan telah mengasuransikan aset tetap dan biaya renovasi atas bangunan yang disewa dengan nilai pertanggungan sebagai berikut:
2012 Pihak ketiga PT Zurich Insurance Indonesia PT Chartis Insurance Indonesia PT Asuransi Wahana Tata Pihak berelasi (Catatan 28) PT Asuransi Central Asia Total 574.074.600 578.733.333 1.152.807.933

As of December 31, 2012, the costs of the Companys fixed assets that have been fully depreciated but still being utilized were amounting to Rp134,101,192, which mainly consist of machineries and equipments, motor vehicles, furnitures, fixtures and office equipments. The Company has rights in forms of Hak Guna Bangunan (HGB) on land lots located in Jakarta and Bogor where its buildings are situated, with remaining legal terms that are valid through 2016-2042. The Companys management believes that the covering landright ownership titles can be extended upon their expiration. Based on the assessment of the management of the Company, there are no events or changes in circumstances that indicate any impairment in the value of fixed assets for the years ended December 31, 2012 and 2011. As of December 31, 2012 and 2011, the Company has insured its fixed assets and renovation costs of rented buildings with total coverage as follows:
2011 460.704.600 99.400.000 558.238.422 1.118.343.022 Third parties PT Zurich Insurance Indonesia PT Chartis Insurance Indonesia PT Asuransi Wahana Tata Related party (Note 28) PT Asuransi Central Asia Total

36

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 8. ASET TETAP (lanjutan) Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul dari risiko tersebut. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, tidak ada aset tetap yang dijadikan jaminan atas utang dan pinjaman lainnya. Pada tanggal 31 Desember 2012, nilai wajar atas tanah Perusahaan adalah sebesar Rp178.248.202. 8.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) FIXED ASSETS (continued) Management believes that the said amount of insurance coverage is adequate to cover possible losses from the said risks. As of December 31, 2012 and 2011, there are no fixed assets which have been pledged as collateral to loans and other borrowings. As of December 31, 2012, the fair value of Companys land amounting to Rp178,248,202.

9.

BIAYA RENOVASI BANGUNAN SEWA


2012 Biaya perolehan Akumulasi amortisasi Neto 595.717.249 (193.572.851) 402.144.398

9.

RENOVATION COSTS OF RENTED BUILDINGS


2011 471.915.610 (146.257.740) 325.657.870 Cost Accumulated amortization Net

Bangunan sewa tersebut berada di Indonesia.

The rented buildings are located in Indonesia.

10. SEWA JANGKA DI MUKA

PANJANG

DIBAYAR muka
2012

10. LONG-TERM PREPAID RENTS Long-term prepaid rents represent rentals for restaurants outlets.
2011 312.106.207 (197.214.857) 114.891.350 Cost Accumulated amortization Net

Sewa jangka panjang dibayar di merupakan sewa untuk gerai restoran.

Biaya perolehan Akumulasi amortisasi Neto

323.291.278 (190.318.069) 132.973.209

11. BEBAN DITANGGUHKAN Beban ditangguhkan terdiri dari:


2012 Harga Perolehan/ Cost Initial dan renewal fees Program komputer Total 104.058.443 7.479.407 111.537.850

11. DEFERRED CHARGES The details of deferred charges are as follows:

Akumulasi Amortisasi/ Accumulated Amortization (47.914.336) (4.307.439) (52.221.775)

Nilai Buku/ Net Book Value 56.144.107 3.171.968 59.316.075 Initial and renewal fees Computer programs Total

37

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 11. BEBAN DITANGGUHKAN (lanjutan)
2011 Harga Perolehan/ Cost Initial dan renewal fees Program komputer HGB Total 84.406.831 6.462.167 495.705 91.364.703 Akumulasi Amortisasi/ Accumulated Amortization (42.223.044) (2.589.354) (60.587) (44.872.985)

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 11. DEFERRED CHARGES (continued)

Nilai Buku/ Net Book Value 42.183.787 3.872.813 435.118 46.491.718 Initial and renewal fees Computer programs Landrights Total

12. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA Aset tidak lancar lainnya terdiri dari:
2012 Uang muka biaya renovasi bangunan sewa Uang jaminan Mesin dan peralatan belum digunakan Lain-lain Total 50.385.307 23.801.359 5.287.796 79.474.462

12. OTHER NON-CURRENT ASSETS Other non-current assets consists of:


2011 40.575.017 20.670.020 4.623.184 71.886 65.940.107 Advance payments for renovation cost of rented buildings Security deposits Unused machinery and equipment Others Total

13. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK Pada tahun 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas modal kerja dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan batas maksimum pinjaman sebesar Rp5.000.000. Pinjaman tersebut telah dibayar lunas pada 30 Juni 2011 dan fasilitas ini tidak diperpanjang lagi. Berdasarkan akta perjanjian fasilitas kredit tertanggal 27 Juli 2011, pada tanggal 29 Juli 2011, Perusahaan melakukan penarikan dana atas fasilitas time loan revolving dari PT Bank Central Asia Tbk sejumlah Rp200.000.000 sehubungan dengan pembayaran dividen yang dilakukan. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 8,90% per tahun dan telah dilunasi pada 11 Oktober 2011.

13. SHORT-TERM BANK LOAN In 2010, the Company obtained working capital loan facility from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk with a maximum credit limit of Rp5,000,000. The loan has been fully repaid on June 30, 2011 and the facility was no longer renewed since then. Based on loan facility agreement dated July 27, 2011, on July 29, 2011, the Company withdrew the time loan revolving facility from PT Bank Central Asia Tbk of Rp200,000,000, in relation with the payment of dividends. The loan bears interest at 8.90% per annum and has been fully repaid on October 11, 2011.

14. UTANG USAHA Akun ini terdiri dari utang kepada para pemasok di bawah ini yang timbul terutama dari pembelian bahan baku. Seluruh utang usaha dicatat dalam mata uang Rupiah.

14. TRADE PAYABLES This account consists of payables to the following suppliers mainly arising from purchase of raw materials. All trade payables are dominated in Rupiah.

38

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 14. UTANG USAHA (lanjutan) Utang usaha terdiri dari:
2012 Pihak ketiga PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk PT Saliman Riyanto PT Sukanda Djaya PT Wonokoyo Jaya Corp. PT Foodindo Dwivestamas UD Putra Mandiri Lain-lain (masing-masing di bawah Rp7.000.000) Sub-total Pihak-pihak berelasi (Catatan 28) Total 28.406.668 10.649.466 8.668.211 8.489.715 7.694.801 6.498.907 73.901.142 144.308.910 72.416.298 216.725.208

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 14. TRADE PAYABLES (continued) Trade payables consists of:
2011 27.461.525 7.930.176 8.271.111 7.717.177 4.647.255 8.002.021 90.215.217 154.244.482 46.762.384 201.006.866 Third parties PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk PT Saliman Riyanto PT Sukanda Djaya PT Wonokoyo Jaya Corp. PT Foodindo Dwivestamas UD Putra Mandiri Others (each below Rp7,000,000) Sub-total Related parties (Note 28) Total

Utang usaha tidak dibebani bunga dan penyelesaiannya akan dilakukan secara tunai. Analisis umur utang usaha adalah sebagai berikut:
2012 Lancar Jatuh tempo 30 - 90 hari Jatuh tempo > 90 hari Total 177.354.075 37.919.955 1.451.178 216.725.208

Trade payables are non-interest bearing and the settlement will be in cash. The aging analysis of trade payables is as follows:
2011 184.090.010 14.819.233 2.097.623 201.006.866 Current Overdue 30 - 90 days Overdue > 90 days Total

15. UTANG LAIN-LAIN Utang lain-lain merupakan utang atas pembelian mesin dan peralatan, renovasi bangunan sewa, sewa gudang, pembelian perlengkapan pemasaran dan promosi kepada:
2012 Pihak ketiga PT Kreasi Cipta Imaji PT Global Premium Indonesia PT Roemah Media PT Infomedia Nusantara PT Es Hupindo PT Ganesh Indonesia Surya International PT EJO Coffee Indonesia Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1.000.000) Sub-total Pihak-pihak berelasi (Catatan 28) Total 13.410.474 1.982.519 1.952.115 1.604.181 1.192.230 708.861 65.342.484 86.192.864 364.592 86.557.456

15. OTHER PAYABLES Other payables represent payable for purchases of machinery and equipment, renovation of rented buildings, rental of warehouse, purchases of marketing and promotion supplies to:
2011 21.573.916 1.426.845 3.148.015 297.996 682.038 1.140.029 2.797.372 48.464.286 79.530.497 546.285 80.076.782 Third parties PT Kreasi Cipta Imaji PT Global Premium Indonesia PT Roemah Media PT Infomedia Nusantara PT Es Hupindo PT Ganesh Indonesia Surya International PT EJO Coffee Indonesia Others (each below Rp1,000,000) Sub-total Related parties (Note 28) Total

39

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 15. UTANG LAIN-LAIN (lanjutan)
2012 Pihak ketiga Rupiah Dolar AS Dolar SG Sub-total Pihak-pihak berelasi Rupiah Total 81.690.381 4.305.782 196.701 86.192.864 364.592 86.557.456

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 15. OTHER PAYABLES (continued)
2011 76.216.535 3.313.962 79.530.497 546.285 80.076.782 Third parties Rupiah US Dollar SG Dollar Sub-total Related parties Rupiah Total

Utang lain-lain tidak dibebani bunga dan penyelesaiannya akan dilakukan secara tunai. 16. PERPAJAKAN a. Pajak dibayar di muka Akun ini merupakan pajak penghasilan dibayar di muka pasal 23 tahun 2011. b. Utang pajak Utang pajak terdiri dari:
2012 Pajak pembangunan (PB I) Pajak penghasilan pasal 21 Pajak penghasilan pasal 23 dan 4(2) Pajak penghasilan pasal 25 Pajak penghasilan pasal 26 Pajak pertambahan nilai Pajak penghasilan badan Total 33.007.555 7.016.862 4.158.121 4.280.530 3.551.743 2.469.268 51.896 54.535.975

Other payables are non-interest bearing and the settlement will be in cash. 16. TAXATION a. Prepaid taxes This account represents prepaid income tax article 23 for the year of 2011. b. Taxes payable Taxes payables consists of:
2011 29.876.558 4.698.155 3.964.350 5.561.563 3.115.762 2.290.700 726.583 50.233.671 Development tax (PB I) Income tax article 21 Income tax article 23 and 4(2) Income tax article 25 Income tax article 26 Value-added tax Corporate income tax Total

c.

Beban pajak penghasilan Rincian beban pajak penghasilan adalah sebagai berikut:
2012 Pajak kini Pajak tangguhan, neto Total (57.578.970) (5.591.910) (63.170.880)

c.

Income tax expense The details of income tax expense are as follows:

2011 (55.618.849) (14.028.779) (69.647.628) Current tax Deferred tax, net Total

40

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 16. PERPAJAKAN (lanjutan) c. Beban pajak penghasilan (lanjutan) Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak penghasilan, sebagaimana tercantum dalam laporan laba rugi komprehensif, dengan estimasi penghasilan kena pajak adalah sebagai berikut:
2012 Laba sebelum beban pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komprehensif Koreksi pajak: Beda tetap Beban yang tidak dapat dikurangkan Sumbangan Beban pajak Pendapatan bunga Pendapatan sewa Beda temporer Penyisihan atas imbalan kerja Amortisasi beban ditangguhkan Amortisasi biaya renovasi bangunan sewa Penyusutan aset tetap Aset sewa pembiayaan Estimasi penghasilan kena pajak Beban pajak kini Dikurangi: Pajak dibayar di muka Pajak penghasilan pasal 23 Pajak penghasilan pasal 25 Total pajak dibayar di muka Utang pajak penghasilan badan

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 16. TAXATION (continued) c. Income tax expense (continued) A reconciliation between profit before income tax expense, as shown in the statements of comprehensive income, to the estimated taxable income is as follows:
2011 Profit before income tax expense per statements of comprehensive income Tax correction: Permanent differences 2.740.442 419.035 36.526 (19.204.456) (524.891) 33.000.572 502.780 (49.455.060) (4.811.008) (1.604.924) 230.315.880 57.578.970 760.409 56.766.665 57.527.074 51.896 478.238 126.246 (20.344.146) (371.977) 6.963.356 1.637.153 (58.661.407) (5.206.265) (847.952) 222.475.398 55.618.849 575.452 54.316.814 54.892.266 726.583 Non-deductible expense Donation Tax expenses Interest income Rent income Temporary differences Provision for employee benefits Amortization of deferred charges Amortization of renovation costs of rented buildings Depreciation of fixed assets Assets under finance leases Estimated taxable income Current tax expense Less: Prepaid taxes Income tax article 23 Income tax article 25 Total prepaid taxes Corporate income tax payable

269.216.864

298.702.152

Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atas laba sebelum beban pajak penghasilan dan beban pajak penghasilan sebagaimana disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif, adalah sebagai berikut:
2012 Laba sebelum beban pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komprehensif Beban pajak penghasilan pada tarif pajak yang berlaku Pengaruh pajak atas beda tetap Total

A reconciliation between the income tax expense calculated by applying the applicable tax rates to the profit before income tax expense and the income tax expense as shown in the statements of comprehensive income, is as follows:
2011 Profit before income tax expense per statements of comprehensive income Income tax expense at applicable tax rate Tax effect on permanent differences Total

269.216.864

298.702.152

67.304.216 (4.133.336) 63.170.880

74.675.538 (5.027.910) 69.647.628

41

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 16. PERPAJAKAN (lanjutan) c. Beban pajak penghasilan (lanjutan) Tarif tunggal pajak adalah 25,00%. penghasilan badan

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 16. TAXATION (continued) c. Income tax expense (continued) The single rate for corporate income tax is 25.00%. The Company will report taxable income and current income tax expense for 2012, as stated above, in its income tax return (SPT PPh Badan) to be submitted to the Tax Office. For 2011, the Company has reported its taxable income in its income tax return (SPT PPh Badan) as stated above.

Perusahaan akan melaporkan penghasilan kena pajak dan beban pajak penghasilan tahun berjalan untuk tahun 2012, sebagaimana disebutkan di atas, dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Badan (SPT PPh Badan) ke Kantor Pajak. Untuk tahun 2011, Perusahaan telah melaporkan dalam SPT PPh Badan penghasilan kena pajak sesuai dengan jumlah tersebut di atas. d. Aset (liabilitas) pajak tangguhan Aset (liabilitas) pajak tangguhan terdiri dari:
2012 Liabilitas imbalan kerja Biaya renovasi bangunan sewa Aset tetap Beban ditangguhkan Aset sewa pembiayaan Liabilitas pajak tangguhan, neto 27.436.466 (57.123.750) (17.602.608) (5.025.744) (2.598.489) (54.914.125)

d.

Deferred tax assets (liabilities) Deferred tax assets (liabilities) consist of:

2011 19.186.323 (44.759.985) (16.399.856) (5.151.439) (2.197.258) (49.322.215) Employee benefits liability Renovation costs of rented buildings Fixed assets Deferred charges Assets under finance leases Deferred tax liabilities, net

Analisis perubahan pajak tangguhan:


2012 Saldo awal liabilitas pajak tangguhan, neto Manfaat (beban) pajak tangguhan tahun berjalan: Liabilitas imbalan kerja Beban ditangguhkan Biaya renovasi bangunan sewa Aset tetap Aset sewa pembiayaan Beban pajak tangguhan pada tahun berjalan, neto Saldo akhir liabilitas pajak tangguhan, neto (49.322.215) 8.250.143 125.695 (12.363.765) (1.202.752) (401.231) (5.591.910) (54.914.125)

Analysis of changes in deferred tax:


2011 (35.293.436) 1.740.839 409.288 (14.665.352) (1.301.566) (211.988) (14.028.779) (49.322.215) Beginning balance deferred tax liabilities, net Deferred tax benefit (expense) for the current year: Employee benefits liability Deferred charges Renovation costs of rented buildings Fixed assets Assets under finance leases Deferred income tax expense in current year, net Ending balance deferred tax liabilities, net

42

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 16. PERPAJAKAN (lanjutan) e. Umum Perusahaan menyerahkan SPT Tahunan berdasarkan perhitungan sendiri (selfassessment). Berdasarkan perubahan terakhir atas Undang-undang Ketentuan Umum Perpajakan pada tahun 2007, Otoritas Pajak dapat menetapkan atau mengubah besarnya liabilitas pajak dalam waktu lima tahun sejak tanggal terutangnya pajak. Peraturan peralihan atas Undangundang tersebut menyatakan bahwa liabilitas pajak untuk tahun fiskal 2007 dan sebelumnya dapat ditetapkan oleh Otoritas Pajak paling lambat pada akhir tahun 2013. 17. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR Biaya masih harus dibayar terdiri dari:
2012 Sewa Jasa waralaba Listrik, air dan telepon Service charges Lain-lain Total 22.538.659 20.404.579 13.791.815 949.664 57.684.717

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 16. TAXATION (continued) e. General The Company submits tax returns on the basis of self-assessment. Based on the latest changes on Law on General Rules and Procedures in 2007, the Tax Authorities may assess or amend taxes within five years from the date when the tax was payable. The transitional provisions of the said law stipulate that taxes for fiscal year 2007 and prior may be assessed by the Tax Authorities at the latest at the end of 2013.

17. ACCRUED EXPENSES Accrued expenses consist of:


2011 18.224.058 17.611.874 9.924.532 785.575 88.935 46.634.974 Rent Franchise fees Electricity, water and telephone Service charges Others Total

18. UANG MUKA YANG DITERIMA Akun ini merupakan uang muka yang diterima dari calon mitra usaha atas gerai restoran baru.

18. ADVANCES RECEIVED This account represents advances received from prospective business partners of new restaurant outlets. 19. OBLIGATIONS UNDER FINANCE LEASES The Company has several finance leases agreements with PT Orix Indonesia Finance, covering vehicles with lease terms of 3 years and is being repaid through monthly installments. The aforementioned lease commitments bear interest at rates ranging from 9.22% - 12.30% per annum (2011: 11.32% - 24.65% per annum). The Company has option to purchase the vehicles by the end of lease term.

19. KEWAJIBAN SEWA PEMBIAYAAN Perusahaan mengadakan beberapa perjanjian sewa pembiayaan kendaraan dengan PT Orix Indonesia Finance, dengan jangka waktu sewa selama 3 tahun, dan dilunasi melalui angsuran bulanan. Fasilitas sewa pembiayaan ini dikenakan suku bunga yang berkisar antara 9,22% - 12,30% per tahun (2011: 11,32% 24,65% per tahun). Perusahaan memiliki hak opsi untuk membeli kendaraan tersebut pada akhir perjanjian sewa.

43

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 19. KEWAJIBAN SEWA PEMBIAYAAN (lanjutan) Rincian kewajiban sewa pembiayaan adalah sebagai berikut:
2012 Kurang dari satu tahun Antara satu sampai lima tahun Total pembayaran sewa pembiayaan Dikurangi: Beban bunga di masa mendatang Nilai tunai liabilitas sewa pembiayaan Dikurangi: Bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Bagian jangka panjang 4.499.319 4.442.834 8.942.153 (578.518) 8.363.635 (3.959.175) 4.404.460

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 19. OBLIGATIONS (continued) UNDER FINANCE LEASES

Details of the obligations under finance leases are as follows:


2011 1.488.449 1.469.890 2.958.339 (137.553) 2.820.786 (1.367.815) 1.452.971 Not later than one year Between one to five years Total minimum future lease payments Less: Future interest charges Net present value of minimum future lease payment Less: Current maturities Long-term portion

20. LIABILITAS IMBALAN KERJA Sebagaimana disebutkan dalam Catatan 2, Perusahaan telah mencatat liabilitas atas manfaat pasti tanpa iuran untuk seluruh karyawan tetap sehubungan dengan Undangundang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UUK) berdasarkan kebijakan dan praktik internal sesuai dengan PSAK No. 24 (Revisi 2010), Imbalan Kerja. Perusahaan mengakui penyisihan untuk imbalan kerja karyawan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 ditentukan berdasarkan penilaian dari laporan aktuaria independen PT Binaputera Jaga Hikmah, sebagaimana disebutkan dalam laporannya masing-masing tertanggal 8 Maret 2013 dan 12 Maret 2012. Asumsi-asumsi utama yang digunakan dalam laporan tersebut antara lain adalah sebagai berikut:
2012 Tingkat diskonto Tingkat kenaikan gaji Tabel kematian Tingkat pengunduran diri : 6,30% per tahun/per annum : 10,00% per tahun/per annum : TMI-99 : 18-29 tahun/years = 10,00% 30-39 tahun/years = 5,00% 40-44 tahun/years = 3,00% 45-49 tahun/years = 2,00% 50-54 tahun/years = 1,00% 55 tahun/years = 0,00%

20. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITY As mentioned in Note 2, the Company has provided non-contributory defined benefit liabilities covering all of its eligible permanent employees in accordance with the requirements of Labor Law No. 13 year 2003 (the Labor Law) based on existing relevant internal policies and practices, in accordance with PSAK No. 24 (Revised 2010), Employee Benefits. The Company provided a provision for employee benefits for years ended December 31, 2012 and 2011 were determined based on the independent actuarial report of PT Binaputera Jaga Hikmah, as set out in their reports dated March 8, 2013 and March 12, 2012, respectively. The key assumptions, among others, used for the said report are as follows:

2011 7,10% per tahun/per annum 10,00% per tahun/per annum TMI-99 18-29 tahun/years = 10,00% 30-39 tahun/years = 5,00% 40-44 tahun/years = 3,00% 45-49 tahun/years = 2,00% 50-54 tahun/years = 1,00% 55 tahun/years = 0,00% : : : : Discount rate Salary increase rate Mortality table Resignation rate

Tabel berikut menyajikan komponen dari beban imbalan kerja neto yang diakui dalam laporan laba rugi komprehensif dan jumlah yang diakui dalam laporan posisi keuangan untuk penyisihan imbalan kerja karyawan seperti yang tercantum dalam laporan aktuaria tersebut:

The tables presents the components of net employee benefits expense recognized in the statements of comprehensive income and amounts recognized in the statements of financial position for the employee benefits provision as determined by the said independent actuary report as follows:

44

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 20. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) a. Beban imbalan kerja
2012 Biaya jasa kini Biaya bunga Amortisasi kerugian aktuaria Amortisasi biaya jasa lalu Kurtailmen dan penyelesaian Beban imbalan kerja 20.129.642 14.208.313 5.581.519 159.241 40.078.715

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 20. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITY (continued) a. Employee benefits expense

2011 12.430.740 10.092.825 2.748.525 159.241 (14.701.980) 10.729.351 Current service cost Interest cost Amortization of actuarial loss Amortization of past service costs Curtailment and settlement Employee benefits expense

b.

Liabilitas imbalan kerja


2012 Nilai kini kewajiban imbalan pasti Kerugian aktuarial yang belum diakui Biaya jasa lalu yang belum menjadi hak Liabilitas imbalan kerja 308.118.299 (219.287.343) (7.289.406) 81.541.550

b.

Employee benefits liability

2011 200.117.088 (144.127.463) (7.448.647) 48.540.978 Present value of the defined benefit obligation Unrecognized actuarial loss Non-vested past service cost Employee benefits liability

c.

Mutasi liabilitas imbalan kerja


2012 Saldo awal Pembayaran imbalan kerja Beban imbalan kerja Saldo akhir 48.540.978 (7.078.143) 40.078.715 81.541.550

c.

Movements in employee benefits liability

2011 69.781.935 (31.970.308) 10.729.351 48.540.978 Beginning balance Benefit paid Employee benefits expense Ending balance

d.

Rekonsiliasi nilai kini kewajiban imbalan pasti


2012 Nilai kini kewajiban - awal tahun Kerugian aktuarial Biaya jasa kini Biaya bunga Imbalan yang dibayarkan Nilai kini kewajiban - akhir tahun 200.117.088 80.741.399 20.129.642 14.208.313 (7.078.143) 308.118.299

d.

The reconciliation of the present value of defined benefit obligations

2011 138.210.567 71.353.264 12.430.740 10.092.825 (31.970.308) 200.117.088 Present value of obligations at beginning of year Actuarial losses on obligation Current service cost Interest cost Benefits paid Present value of obligations at end of year

Pada tanggal 31 Desember 2010, 2009 dan 2008, nilai kini kewajiban imbalan pasti masingmasing adalah sebesar Rp175.101.827, Rp121.340.056 dan Rp64.039.008. Pada tahun 2011, Perusahaan mengubah usia pensiun personil manajemen kunci dari sebelumnya 80 tahun menjadi 55 tahun dan penyisihan imbalan kerja sebesar Rp28.204.314 telah diklasifikasikan ke liabilitas jangka pendek lainnya.

As of December 31, 2010, 2009 and 2008, the present value of defined benefit obligations amounted to Rp175,101,827, Rp121,340,056 and Rp64,039,008, respectively. In 2011, the Company changed the pension age of key management personnel from 80 years to 55 years and the provision for the benefits of Rp28,204,314 has been classified as other current liabilities.

45

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 20. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan untuk imbalan kerja untuk seluruh karyawan telah cukup sesuai dengan yang disyaratkan oleh Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003. 21. UTANG OBLIGASI
2012 Utang obligasi Biaya emisi obligasi yang belum diamortisasi Total 200.000.000 (3.989.090) 196.010.910

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 20. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITY (continued) Management believes that the provision for employee benefits is sufficient according to the requirements of the Labor Law No. 13/2003.

21. BONDS PAYABLE


2011 200.000.000 (4.823.012) 195.176.988 Bonds payable Unamortized bonds issuance costs Total

Dari tanggal 3 sampai 4 Oktober 2011, Perusahaan telah menawarkan kepada masyarakat obligasi tanpa hak konversi dengan tingkat suku bunga tetap dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp200.000.000. Sehubungan dengan penawaran obligasi tersebut, Perusahaan memperoleh peringkat IdAA; dari Pefindo, yang mencerminkan kemampuan Perusahaan yang sangat kuat untuk memenuhi liabilitas keuangan jangka panjangnya pada saat jatuh tempo. Obligasi tersebut, yang akan jatuh tempo dalam waktu lima tahun sampai dengan tanggal 6 Oktober 2016 dikenakan tingkat bunga tetap sebesar 9,50% per tahun, dibayarkan setiap kuartal. Wali Amanat dari obligasi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, pihak ketiga. Beban bunga atas utang obligasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp19.844.923 (2011: Rp4.945.749), disajikan sebagai bagian dari akun Beban Keuangan pada laporan laba rugi komprehensif. Sebagian besar dari hasil penerimaan atas penerbitan obligasi tersebut di atas sebagian digunakan untuk mendirikan dan merenovasi gerai-gerai Perusahaan beserta peralatannya. Sisa dari hasil penerimaan atas penerbitan obligasi digunakan untuk membangun dan memperluas gudang-gudang Perusahaan. Berdasarkan persyaratan-persyaratan dalam semua perjanjian obligasi, Perusahaan diharuskan untuk memenuhi persyaratanpersyaratan tertentu yang telah disepakati, yang mencakup persyaratan untuk mempertahankan rasio keuangan tertentu dan untuk transaksi tertentu harus mendapatkan persetujuan tertulis dari Wali Amanat.

From October 3 up to 4, 2011, the Company offered to the public non-convertible, fixed rate bonds with a total face value of Rp200,000,000. In connection with the said bond offering, the Company obtained a rating of IdAA, from Pefindo, which represents the Companys strong capability to settle its long-term financial liabilities as they mature.

The said bonds, which have a maturity term of five years up to October 6, 2016 are subject to fixed interest rate of 9.50% per annum, payable quarterly. The trustee or Wali Amanat of these bonds is PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, a third party. Interest expense of bonds payable for the year ended December 31, 2012 amounted to Rp19,844,923 (2011: Rp4,945,749), presented as part of Finance Cost in the statements of comprehensive income. A significant portion of the proceeds from the abovementioned bonds issuance is used to construct and renovate Companys outlets and its equipment. The remainder of the proceeds is used to construct and extend the Companys warehouses.

Under the terms of all of the covering bond agreements, the Company is required to comply with certain agreed restrictive covenants, which include the requirements to maintain certain financial ratios and to obtain prior written approval from the trustee or Wali Amanat with respect to certain transactions.

46

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 21. UTANG OBLIGASI (lanjutan) Obligasi tersebut tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi obligasi tersebut dijamin dengan seluruh aset Perusahaan, kecuali aset Perusahaan yang telah dijaminkan secara khusus kepada kreditor-kreditor lainnya. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa Perusahaan mematuhi persyaratan-persyaratan yang ada dalam perjanjian obligasi. Manajemen Perusahaan menyatakan bahwa dalam periode pelaporan sampai dengan tanggal laporan keuangan, Perusahaan tidak pernah mengalami gagal bayar atas bunga yang telah jatuh tempo. 22. MODAL SAHAM Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, rincian pemegang saham Perusahaan berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Raya Saham Registra, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
2012 Persentase Kepemilikan/ Percentage of Ownership PT Gelael Pratama PT Megah Eraraharja HSBC Fund Services Clients Koperasi Masyarakat (masing-masing di bawah 5,00%) Total 43,84% 35,84% 10,14% 0,32% 9,86% 100,00% Jumlah Saham/ Number of Shares 201.846.667 165.013.334 46.667.014 1.473.332 45.416.248 460.416.595 2011 Persentase Kepemilikan/ Percentage of Ownership PT Gelael Pratama PT Megah Eraraharja HSBC Fund Services Clients Koperasi Masyarakat (masing-masing di bawah 5,00%) Total 43,84% 35,84% 9,76% 0,32% 10,24% 100,00% Jumlah Saham/ Number of Shares 201.846.667 165.013.334 44.953.174 1.473.332 47.130.088 460.416.595

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 21. BONDS PAYABLE (continued) The bonds are not secured by specific security, however, the bonds are secured by all of the Companys assets, except for those already used to secure liabilities to other creditors. As of December 31, 2012 and 2011, the Companys management believes that the Company is in compliance with the covenant under the terms bond agreements. The Companys management declares that during the reporting periods and up to the date of the financial statements, the Company has never defaulted on interest that fell due.

22. SHARE CAPITAL As of December 31, 2012 and 2011, the details of Companys shareholders based on the record maintained by PT Raya Saham Registra, Share Administration Agency, are as follows:

Total Nominal/ Nominal Value 20.184.667 16.501.333 4.666.701 147.333 4.541.626 46.041.660 PT Gelael Pratama PT Megah Eraraharja HSBC Fund Services Clients Cooperatives Public (each less than 5.00%) Total

Total Nominal/ Nominal Value 20.184.667 16.501.333 4.495.317 147.333 4.713.010 46.041.660 PT Gelael Pratama PT Megah Eraraharja HSBC Fund Services Clients Cooperatives Public (each less than 5.00%) Total

47

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 22. MODAL SAHAM (lanjutan) Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 15 Juni 2011 yang telah diaktakan dengan Akta Notaris Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., No. 48 tertanggal 15 Juni 2011, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar dari Rp60.000.000 menjadi Rp184.000.000 dengan nilai nominal Rp100 (angka penuh) per saham. Para pemegang saham juga menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp44.625.000 menjadi Rp46.041.660. Peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp1.416.660 dilakukan dengan cara membagikan dividen berupa saham sebanyak 14.166.595 (angka penuh) lembar saham senilai Rp155.833.327. Selisih nilai pasar dengan nilai nominal saham sebesar Rp154.416.667 dicatat sebagai Agio Saham. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, tidak ada Komisaris maupun Direksi Perusahaan yang memiliki saham Perusahaan. Pengelolaan modal Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham. Perusahaan dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 efektif tanggal 16 Agustus 2007 untuk mengkontribusikan sampai dengan 20,00% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh ke dalam dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan permodalan eksternal tersebut akan dipertimbangkan oleh Perusahaan dalam Rapat Umum Tahunan Pemegang Saham berikutnya. Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham, menerbitkan saham baru atau mengusahakan pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses selama periode penyajian. Kebijakan Perusahaan adalah mempertahankan struktur permodalan yang sehat untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 22. SHARE CAPITAL (continued) Based on the Extraordinary Shareholders Meeting held on June 15, 2011, which were covered by Notarial Deed of Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., No. 48 dated June 15, 2011, the shareholders approved the increase of authorized capital from Rp60,000,000 to Rp184,000,000 with par value of Rp100 (full amount) per share. The shareholders also approved the increase of issued and fully paid share capital from Rp44,625,000 to Rp46,041,660. The increase of the share capital issued and fully paid of Rp1,416,660 is conducted through the distribution of share dividends totaling of 14,166,595 (full amount) shares amounting to Rp155,833,327. The excess of market value to par value amounting to Rp154,416,667 is recorded as Additional Paid-in Capital.

As of December 31, 2012 and 2011, none of the Companys Commissioners or Directors own shares of the Company. Capital management The primary objective of the Companys capital management is to ensure that it maintains healthy capital ratios in order to support its business and maximize shareholder value. The Company is also required by the Limited Liability Company Law No. 40, Year 2007 effective August 16, 2007 to contribute to and maintain a non-distributable reserve fund until the said reserve reaches 20.00% of the issued and fully paid share capital. This externally imposed capital requirements will be considered by the Company in their next Annual General Meeting of Shareholders.

The Company manages its capital structure and makes adjustments to it, in light of changes in economic conditions. To maintain or adjust the capital structure, the Company may adjust the dividend payment to shareholders, issue new shares or raise debt financing. No changes were made in the objectives, policies or processes during the periods presented.

The Companys policy is to maintain a healthy capital structure in order to secure access to finance at a reasonable cost.

48

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 23. SALDO LABA YANG TELAH DITENTUKAN PENGGUNAANNYA DAN DIVIDEN Berdasarkan Rapat Umum Tahunan Pemegang Saham tanggal 19 Juni 2012 yang telah diaktakan dengan Akta Notaris Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., No. 77 tertanggal 19 Juni 2012, para pemegang saham menyetujui penambahan cadangan umum atas saldo laba sebesar Rp1.145.273 menjadi Rp10.070.273, serta menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp46.041.660 atau Rp100 (angka penuh) per saham yang diambil dari laba tahun berjalan 2011. Berdasarkan Rapat Umum Tahunan Pemegang Saham tanggal 15 Juni 2011 yang telah diaktakan dengan Akta Notaris Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., No. 47 tertanggal 15 Juni 2011, para pemegang saham menyetujui penambahan cadangan umum atas saldo laba sebesar Rp1.883.341 menjadi Rp8.925.000 serta menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp200.000.000 atau Rp448 (angka penuh) per saham. 24. PENDAPATAN Rincian pendapatan adalah sebagai berikut:
2012 Pihak ketiga Makanan Minuman Lain-lain Total 3.051.178.874 357.924.391 150.382.310 3.559.485.575

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 23. APPROPRIATION OF RETAINED EARNINGS AND DIVIDENDS Based on the Annual General Meeting of Shareholders, held on June 19, 2012, which were covered by Notarial Deed of Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., No. 77 dated June 19, 2012, the shareholders approved additional appropriation of retained earnings for general reserves amounting to Rp1,145,273 to become Rp10,070,273, and approved the distribution of cash dividends of Rp46,041,660 or Rp100 (full amount) per share, which was taken from the profit for the year 2011. Based on the Annual General Meeting of Shareholders, held on June 15, 2011, which were covered by Notarial Deed of Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., No. 47 dated June 15, 2011, the shareholders approved additional appropriation of retained earnings for general reserves amounting to Rp1,883,341 to become Rp8,925,000, and approved the distribution of cash dividends of Rp200,000,000 or Rp448 (full amount) per share.

24. REVENUE The details of revenue are as follows:


2011 2.707.673.467 358.748.751 117.392.342 3.183.814.560 Third parties Foods Beverages Others Total

Pendapatan lain-lain terdiri dari pendapatan atas jasa layanan antar, pendapatan atas penjualan Compact Disc (CD) dan pendapatan atas penjualan makanan dan minuman lainnya. Selama tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Desember 2012 dan 2011, tidak ada pendapatan dari pelanggan secara individual yang melebihi 10,00% dari jumlah pendapatan.

Other revenue consist of income from home delivery services, revenue from sales of Compact Disc (CD) and revenue from sales of other food and beverage. During the years ended December 31, 2012 and 2011, there were no revenue from individual customers with annual cumulative amount in excess of 10.00% of revenue.

49

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 25. BEBAN POKOK PENJUALAN Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:
2012 Saldo awal persediaan Pembelian Barang tersedia untuk dijual Saldo akhir persediaan Beban pokok penjualan 117.519.673 1.500.067.940 1.617.587.613 (140.887.207) 1.476.700.406

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 25. COST OF GOODS SOLD The details of cost of goods sold are as follows:
2011 105.597.021 1.318.964.229 1.424.561.250 (117.519.673) 1.307.041.577 Beginning balance of inventories Purchases Inventories available for sale Ending balance of inventories Cost of goods sold

Beban pokok penjualan meliputi pemakaian persediaan bahan baku, makanan, minuman, bahan pembungkus, barang dagangan dan bahan pembantu lainnya. Selama tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Desember 2012 dan 2011, tidak ada pembelian dari pemasok secara individual yang melebihi 10,00% dari jumlah pendapatan. Pembelian bahan baku dengan pihak-pihak berelasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp247.483.950 (2011: Rp213.262.685) atau sebesar 16,49% (2011: 16,17%) dari total pembelian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 (Catatan 28). 26. PENDAPATAN (BEBAN) OPERASI Rincian beban penjualan dan distribusi adalah sebagai berikut:
2012 Gaji Sewa Jasa waralaba Promosi dan penjualan Listrik, telepon dan air Penyusutan dan amortisasi Pengangkutan Perbaikan dan perawatan Perjalanan Imbalan kerja karyawan Administrasi Lain-lain Total 359.684.045 286.966.713 248.958.980 199.594.041 138.151.606 99.104.984 42.540.410 30.721.188 29.014.193 22.842.506 10.787.640 89.411.051 1.557.777.357

Cost of goods sold represents consumption of raw materials, foods, beverages, packing materials, merchandise and other indirect materials. During the years ended December 31, 2012 and 2011, there were no purchases from individual suppliers with annual cumulative amount in excess of 10.00% of revenue. Purchases of raw materials from related parties for year ended December 31, 2012 amounted to Rp247,483,950 (2011: Rp213,262,685) or consituted of 16.49% (2011: 16.17%) of total purchases for years ended December 31, 2012 and 2011 (Note 28).

26. OPERATING INCOME (EXPENSES) The details of selling and distribution expenses are as follows:

2011 307.147.301 264.735.219 218.908.573 186.118.847 129.889.364 83.534.660 38.370.385 31.337.442 22.759.523 4.872.348 8.603.728 79.511.490 1.375.788.880 Salaries Rent Franchise fees Promotion and sales Electricity, telephone and water Depreciation and amortization Transportation Repair and maintenance Travelling Employee benefits Administration Others Total

50

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 26. PENDAPATAN (BEBAN) OPERASI (lanjutan) Rincian beban umum adalah sebagai berikut: dan administrasi
2012 Gaji Perjalanan Pengangkutan Penyusutan dan amortisasi Administrasi Listrik, telepon dan air Perbaikan dan perawatan Imbalan kerja karyawan Lain-lain Total 159.951.544 26.334.871 23.339.849 17.299.791 16.253.481 14.962.100 13.260.174 10.158.066 15.110.759 296.670.635

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 26. OPERATING INCOME (EXPENSES) (continued) The details of general and administrative expenses are as follows:

2011 131.814.809 21.806.770 20.732.785 12.924.689 12.993.393 15.052.246 14.300.698 2.091.008 11.394.673 243.111.071 Salaries Travelling Transportation Depreciation and amortization Administration Electricity, telephone and water Repair and maintenance Employee benefits Others Total

Rincian beban sebagai berikut:

operasi

lainnya

adalah
2012

The details of other operating expenses are as follows:

2011 69.727 3.868.794 390.812 4.329.333 114.890 1.339.658 5.783.881 Loss on disposal of fixed assets (Note 8) Loss on disposal of renovation cost of rented buildings Loss on disposal of long-term prepaid rents Loss on disposal of initial and renewal fee Loss on disposal of assets Operating foreign exchange loss, net Others Total

Kerugian penghapusan aset tetap (Catatan 8) Kerugian penghapusan biaya renovasi bangunan sewa Kerugian penghapusan sewa jangka panjang dibayar di muka Kerugian penghapusan initial dan renewal fee Kerugian penghapusan aset Rugi kurs operasi, neto Lain-lain Total

6.182.253 763.774 109.642 27.357 7.083.026 809.928 7.892.954

Rincian pendapatan operasi lainnya adalah sebagai berikut:


2012 Insentif dari pemasok Laba atas investasi bersama Pendapatan atas penjualan barang bekas Pendapatan atas jasa manajemen Pendapatan atas program keanggotaan Laba atas penjualan aset tetap (Catatan 8) Laba kurs operasi, neto Lain-lain Total 32.930.177 6.525.724 3.360.153 3.110.399 1.692.056 720.185 158.288 1.614.443 50.111.425

The details of other operating income are as follows:

2011 15.181.346 5.453.309 3.411.081 2.599.824 4.481.884 61.365 4.651.342 35.840.151 Incentives from suppliers Gain from joint investment Income from sales of used items Income from management services Income from membership program Gain on sales of fixed assets (Note 8) Operating foreign exchange gain, net Others Total

51

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 27. LABA PER SAHAM Laba per saham adalah sebagai berikut:
2012 Laba tahun berjalan Rata-rata tertimbang jumlah saham biasa untuk menentukan laba per saham dasar (lembar saham) Laba per saham dasar (angka penuh) 206.045.984

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 27. EARNINGS PER SHARE Earnings per share are as follows:
2011 229.054.524 Profit for the year Weighted average number of ordinary shares for basic earnings per share (number of shares) Basic earnings per share (full amount)

460.416.595 448

453.333.298 505

Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 dan oleh karenanya, laba per saham dilusian tidak dihitung dan disajikan pada laporan laba rugi komprehensif. 28. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAKPIHAK BERELASI Dalam kegiatan usaha normalnya, Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Rincian piutang lain-lain - pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

The Company has no outstanding dilutive potential ordinary shares as of December 31, 2012 and 2011 and accordingly, no diluted earnings per share is calculated and presented in the statements of comprehensive income.

28. ACCOUNTS AND RELATED PARTIES

TRANSACTIONS

WITH

In the ordinary course of business, the Company engages into transactions with related parties. The details of other receivables - related parties are as follows:

Persentase dari Total Aset/ Percentage to Total Assets 2012 Piutang lain-lain PT Gelael Indotim PT Gelael Lampung PT Aneka Satwitra Sari Food PT Gelael Supermarket Direksi dan Komisaris PT Buana Distrindo PT Abdi Manunggal Total 13.284.062 9.748.947 1.856.333 1.114.833 931.190 378.076 228.978 27.542.419 2011 10.936.490 9.179.091 2.255.862 1.202.551 1.612.543 5.018.708 30.205.245 2012 0,75% 0,55% 0,10% 0,06% 0,05% 0,02% 0,01% 1,54% 2011 0,71% 0,59% 0,15% 0,08% 0,10% 0,32% 1,95% Other receivables PT Gelael Indotim PT Gelael Lampung PT Aneka Satwitra Sari Food PT Gelael Supermarket Directors and Commissioners PT Buana Distrindo PT Abdi Manunggal Total

Perusahaan memberikan jasa manajemen kepada PT Gelael Indotim dan PT Gelael Lampung. Pendapatan yang diterima Perusahaan dari jasa tersebut untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 adalah masing-masing sebesar Rp2.348.384 dan Rp762.015 (2011: Rp1.987.662 dan Rp612.162), disajikan sebagai bagian dari akun Pendapatan Operasi Lainnya pada laporan laba rugi komprehensif.

The Company provides management services to PT Gelael Indotim and PT Gelael Lampung. Total income earned by the Company for year ended December 31, 2012 amounted to Rp2,348,384 and Rp762,015 (2011: Rp1,987,662 and Rp612,162), respectively, are presented as part of Other Operating Income account in the statements of comprehensive income.

52

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 28. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAKPIHAK BERELASI (lanjutan) Perusahaan juga melakukan transaksi lain dengan pihak-pihak tersebut, seperti penggantian beban dan biaya lainnya. Piutang lain-lain - pihak-pihak berelasi tidak dibebani bunga dan tidak memiliki jadwal pelunasan kembali. Rincian utang usaha - pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 28. ACCOUNTS AND TRANSACTIONS RELATED PARTIES (continued) WITH

The Company also has other transactions with the respective parties, such as reimbursements of expenses and other charges. Other receivables - related parties are noninterest bearing and have no fixed repayment schedule. The details of trade payables - related parties are as follows:
Persentase terhadap Total Liabilitas/ Percentage to Total Liabilities

2012 Utang usaha PT Swara Sangkar Mas PT Buana Distrindo PT Music Factory Indonesia PT Salim Ivomas Pratama Tbk PT Indomarco Adi Prima PT Finindo Foods Indonesia PT Swasembada Organis PT Indofood Sukses Makmur Tbk PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk PT Gelael Indotim PT Gelael Supermarket PT Aneka Satwitra Sari Food PT Gelael Dewata Total 34.685.261 16.424.312 5.472.247 5.371.862 2.983.480 2.915.852 2.558.800 970.744 768.098 95.001 88.729 65.683 16.229 72.416.298

2011 9.746.288 13.187.150 8.657.270 5.538.223 4.956.514 2.321.289 1.210.842 365.172 429.000 100.579 36.344 213.713 46.762.384

2012 4,38% 2,08% 0,69% 0,68% 0,38% 0,37% 0,32% 0,12% 0,10% 0,01% 0,01% 0,01% 0,00% 9,15%

2011 1,36% 1,84% 1,21% 0,77% 0,69% 0,32% 0,17% 0,05% 0,06% 0,01% 0,01% 0,03% 6,52% Trade payables PT Swara Sangkar Mas PT Buana Distrindo PT Music Factory Indonesia PT Salim Ivomas Pratama Tbk PT Indomarco Adi Prima PT Finindo Foods Indonesia PT Swasembada Organis PT Indofood Sukses Makmur Tbk PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk PT Gelael Indotim PT Gelael Supermarket PT Aneka Satwitra Sari Food PT Gelael Dewata Total

Rincian utang lain-lain - pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

The details of other payables - related parties are as follows:

Persentase terhadap Total Liabilitas/ Percentage to Total Liabilities 2012 Utang lain-lain PT Finindo Foods Indonesia PT Fabiant Design Arsitek PT Gelael Indotim PT Asuransi Central Asia PT Gelael Supermarket Lain-lain Total 113.849 62.845 58.459 41.659 450 87.330 364.592 2011 22.083 356.868 48.945 31.058 87.331 546.285 2012 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0,00% 0,01% 0,05% 2011 0,00% 0,05% 0,01% 0,00% 0,01% 0,07% Other payables PT Finindo Foods Indonesia PT Fabiant Design Arsitek PT Gelael Indotim PT Asuransi Central Asia PT Gelael Supermarket Others Total

Rincian pendapatan atas penjualan CD yang diproduksi oleh pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

The details of revenue from sales of CD which produced by related parties are as follows:

Persentase terhadap Total Pendapatan/ Percentage to Total Revenue 2012 PT Swara Sangkar Mas PT Music Factory Indonesia Total 48.930.078 17.320.323 66.250.401 2011 7.886.233 6.552.250 14.438.483 2012 1,37% 0,49% 1,86% 2011 0,25% 0,21% 0,46% PT Swara Sangkar Mas PT Music Factory Indonesia Total

53

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 28. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAKPIHAK BERELASI (lanjutan) Rincian pembelian bahan baku dari pihakpihak berelasi adalah sebagai berikut:

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 28. ACCOUNTS AND TRANSACTIONS RELATED PARTIES (continued) WITH

The details of purchases of raw materials from related parties are as follows:

Persentase terhadap Total Pembelian/ Percentage to Total Purchase 2012 Pembelian bahan baku PT Buana Distrindo PT Salim Ivomas Pratama Tbk PT Swasembada Organis PT Finindo Foods Indonesia PT Indomarco Adi Prima PT Indofood Sukses Makmur Tbk PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk PT Aneka Satwitra Sari Food PT Gelael Indotim PT Gelael Supermarket PT Gelael Dewata Total 95.551.728 46.972.348 33.894.943 28.674.748 27.051.117 9.690.170 4.348.702 593.138 357.339 333.488 16.229 247.483.950 2011 79.355.029 44.332.000 18.079.038 30.205.360 30.506.094 8.819.646 702.063 605.033 411.632 246.790 213.262.685 2012 6,37% 3,13% 2,26% 1,91% 1,80% 0,65% 0,29% 0,04% 0,02% 0,02% 0,00% 16,49% 2011 6,02% 3,36% 1,37% 2,29% 2,31% 0,67% 0,05% 0,05% 0,03% 0,02% 16,17% Purchases of raw materials PT Buana Distrindo PT Salim Ivomas Pratama Tbk PT Swasembada Organis PT Finindo Foods Indonesia PT Indomarco Adi Prima PT Indofood Sukses Makmur Tbk PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk PT Aneka Satwitra Sari Food PT Gelael Indotim PT Gelael Supermarket PT Gelael Dewata Total

Rincian pembelian barang promosi dan jasa dari pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

The details of purchases of promotion goods and services from related parties are as follows:

Persentase terhadap Total Beban Penjualan dan Distribusi/ Percentage to Total Selling and Distribution Expenses 2012 Pembelian barang promosi dan jasa PT Fabiant Design Arsitek PT Music Factory Indonesia PT Gelael Indotim PT Swara Sangkar Mas PT Gelael Supermarket PT Fabiant Abdi Manunggal Total 2011 2012 2011 Purchases of promotion goods and services PT Fabiant Design Arsitek PT Music Factory Indonesia PT Gelael Indotim PT Swara Sangkar Mas PT Gelael Supermarket PT Fabiant Abdi Manunggal Total

3.114.356 2.437.991 1.578.770 463.045 7.531 7.601.693

1.501.027 3.591.549 2.045.704 640.422 18.293 1.206.429 9.003.424

0,20% 0,16% 0,10% 0,03% 0,00% 0,49%

0,11% 0,26% 0,15% 0,05% 0,00% 0,09% 0,66%

Rincian beban asuransi dari pihak berelasi adalah sebagai berikut:

The details of insurance expense from related party are as follows:

Persentase terhadap Total Beban Umum dan Administrasi/ Percentage to Total General and Administrative Expenses 2012 Beban asuransi PT Asuransi Central Asia Total 1.014.475 1.014.475 2011 897.864 897.864 2012 0,34% 0,34% 2011 0,37% 0,37% Insurance expenses PT Asuransi Central Asia Total

54

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 28. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAKPIHAK BERELASI (lanjutan) Perusahaan mengasuransikan persediaan dan aset tetap kepada PT Asuransi Central Asia. Beban asuransi disajikan sebagai bagian dari akun Beban Umum dan Administrasi pada laporan laba rugi komprehensif. Saldo utang terkait disajikan sebagai bagian dari Utang Lain-lain - Pihakpihak Berelasi pada laporan posisi keuangan. Hubungan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
Pihak-pihak Berelasi/ Related Parties PT Gelael Indotim

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 28. ACCOUNTS AND TRANSACTIONS RELATED PARTIES (continued) WITH

The Company insured its inventories and fixed assets to PT Asuransi Central Asia. The insurance expense is presented as part of General and Administrative Expenses account in the statements of comprehensive income. The related outstanding payable is presented as part of Other Payables - Related Parties in the statements of financial position. The relationships with the related mentioned in the foregoing are as follows:
Sifat Transaksi/ Nature of Transactions Jasa manajemen dan pembelian barang promosi dan bahan baku/ Management services and purchases of promotion goods and raw material Insentif penjualan dan waralaba, promosi bersama dan pembelian bahan baku/ Sales and franchise incentives, joint promotion and purchases of raw material Pembelian bahan baku/ Purchases of raw material Pembelian bahan baku/ Purchases of raw material Pembelian barang promosi dan pendapatan atas penjualan CD/ Purchases of promotion goods and revenue from sales of CD Penggantian beban/ Expenses reimbursement Jasa manajemen dan pembelian barang promosi/ Management services and purchases of promotion goods Asuransi atas persediaan dan aset tetap/ Insurance of inventory and fixed assets Pembelian bahan baku/ Purchases of raw material Desain interior/ Interior designs Desain interior/ Interior designs Pembelian bahan baku/ Purchases of raw material

parties

Sifat Hubungan/ Nature of Relationship Entitas dengan pengendalian bersama/ Entity with common control

PT Buana Distrindo

Kesamaan personil manajemen kunci/ Common key management personnel

PT Finindo Foods Indonesia PT Aneka Satwitra Sari Food PT Music Factory Indonesia

Kesamaan personil manajemen kunci/ Common key management personnel Entitas dengan pengendalian bersama/ Entity with common control Kesamaan personil manajemen kunci/ Common key management personnel

PT Gelael Supermarket PT Gelael Lampung

Entitas dengan pengendalian bersama/ Entity with common control Kesamaan personil manajemen kunci/ Common key management personnel

PT Asuransi Central Asia

Kesamaan personil manajemen kunci/ Common key management personnel Kesamaan personil manajemen kunci/ Common key management personnel Hubungan berelasi lainnya/ Other related parties relation Hubungan berelasi lainnya/ Other related parties relation Kesamaan personil manajemen kunci/ Common key management personnel

PT Salim Ivomas Pratama Tbk PT Fabiant Abdi Manunggal PT Fabiant Design Arsitek PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk

55

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 28. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAKPIHAK BERELASI (lanjutan)
Pihak-pihak Berelasi/ Related Parties PT Indomarco Adi Prima PT Indofood Sukses Makmur Tbk PT Swasembada Organis PT Swara Sangkar Mas

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 28. ACCOUNTS AND TRANSACTIONS RELATED PARTIES (continued)
Sifat Transaksi/ Nature of Transactions Pembelian bahan baku/ Purchases of raw material Pembelian bahan baku/ Purchases of raw material Pembelian bahan baku/ Purchases of raw material Pembelian barang promosi dan pendapatan atas penjualan CD/ Purchases of promotion goods and revenue from sales of CD Penggantian beban/ Expense reimbursement

WITH

Sifat Hubungan/ Nature of Relationship Kesamaan personil manajemen kunci/ Common key management personnel Kesamaan personil manajemen kunci/ Common key management personnel Hubungan berelasi lainnya/ Other related parties relation Kesamaan personil manajemen kunci/ Common key management personnel

PT Abdi Manunggal

Hubungan berelasi lainnya/ Other related parties relation

29. PENYERTAAN SAHAM Penyertaan saham merupakan kepemilikan saham Perusahaan pada PT Gelael Indotim dan PT Gelael Dewata, masing-masing sebesar 12,50% dan 0,78%. Penyertaan saham dicatat dengan menggunakan metode biaya. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, nilai tercatat penyertaan saham tersebut di atas adalah nihil, yang merupakan nilai pada saat penyertaan saham tersebut mulai dicatat dengan menggunakan metode biaya. 30. INSTRUMEN KEUANGAN Nilai tercatat instrumen keuangan yang disajikan dalam laporan posisi keuangan kurang lebih sebesar nilai wajarnya. Utang obligasi yang disajikan pada nilai neto antara penerimaan neto dari penawaran/emisi dengan nilai nominal obligasi diamortisasi selama jangka waktu obligasi tersebut dengan menggunakan metode SBE. Tingkat SBE yang digunakan adalah 10,15% per tahun. Nilai tercatat utang obligasi mendekati nilai wajarnya karena tidak terjadi perubahan tingkat bunga yang signifikan sejak timbulnya utang obligasi tersebut. Nilai tercatat (berdasarkan jumlah nosional) kas dan setara kas, piutang lain-lain, utang usaha, utang lain-lain, biaya masih harus dibayar, utang bunga atas utang obligasi dan liabilitas jangka pendek lainnya kurang lebih sebesar nilai wajarnya karena instrumen keuangan tersebut berjangka pendek.

29. INVESTMENTS IN SHARES OF STOCK Investments in shares of stock are Companys shareholding in PT Gelael Indotim and PT Gelael Dewata amounting to 12.50% and 0.78%, respectively. Investment in shares of stock is accounted using the cost method. As of December 31, 2012 and 2011, the carrying values of the above investments in shares of stock are nil, which represent their values at that time when such investments started to be accounted for using the cost method. 30. FINANCIAL INSTRUMENTS The carrying values of financial instruments presented in the statements of financial position approximate their fair values. Bonds payable which are carried at net value between net proceeds from the offerings/issuances and the nominal value of the bonds issued is amortized over the term of the related bonds using the EIR method. The EIR is 10.15% per annum. The carrying values of bonds payable approximate their fair values because there is no significant change in prevailing interest rates since the initial recognition of these bonds payable. The carrying values (based on notional amounts) of cash and cash equivalents, other receivables, trade payables, other payables, accrued expenses, accrued interest on bonds payable and other current liabilities reasonably approximate their fair values because they are mostly short-term in nature.

56

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 31. TUJUAN DAN KEBIJAKAN RISIKO KEUANGAN MANAJEMEN

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 31. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES The main risks arising from the Company's financial instruments are credit risk, interest rate risk and liquidity risk. The directors review and approve policies for managing each of these financial risks, which are described in more detail as follows: Credit risk Credit risk is the risk of loss that may arise on outstanding financial instruments should counterpart default on its obligations. The Companys exposures to credit risk are primarily attributable to other receivables - related parties. It is the Companys policy to monitor the financial standing of these receivables on an on-going basis to ensure that the Company is exposed to minimal credit risk. Cash and cash equivalents are placed with or entered into with reputable financial institutions or companies with high credit ratings and no history of default.

Risiko utama dari instrumen keuangan Perusahaan adalah risiko kredit, risiko suku bunga dan risiko likuiditas. Direksi menelaah dan menyetujui kebijakan untuk mengelola risikorisiko keuangan sebagai berikut: Risiko kredit Risiko kredit adalah risiko kerugian yang dapat timbul dari instrumen keuangan dapat mengimbangi gagal bayar dari kewajibannya. Risiko kredit Perusahaan terutama berkaitan dengan piutang lain-lain pihak-pihak berelasi. Merupakan kebijakan Perusahaan untuk memantau posisi keuangan piutang-piutang ini secara terus menerus untuk meminimalisir risiko kredit Perusahaan. Kas dan setara kas ditempatkan dalam institusi keuangan terkemuka atau perusahaan dengan dengan prestasi kredit yang baik dan tidak memiliki sejarah gagal bayar. Risiko suku bunga Risiko suku bunga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan suku bunga pasar. Risiko suku bunga Perusahaan terutama dapat timbul dari pinjaman untuk tujuan modal kerja. Kebijakan Perusahaan terkait dengan risiko suku bunga adalah dengan mengelola biaya bunga dengan mempertimbangkan kombinasi pinjaman dengan suku bunga tetap dan mengambang. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, Perusahaan memiliki utang obligasi yang dikenakan tingkat bunga tetap sebesar 9,50% per tahun. Risiko likuiditas Risiko likuiditas adalah risiko yang dapat terjadi dimana pendapatan jangka pendek tidak dapat menutupi pengeluaran jangka pendek. Perusahaan mengelola profil likuiditasnya untuk dapat mendanai pengeluaran modalnya dan mengelola utang yang jatuh tempo dengan mengatur kas yang cukup, dan ketersediaan pendanaan melalui fasilitas kredit yang cukup.

Interest rate risk Fair value interest rate risk is the risk of fluctuations in the value of financial instruments due to changes in market interest rates. The Companys interest rate risk may arise from loans for working capital. The Companys policies relating to the interest rate risk are to manage cost through combination of fixed and floating rate consideration. As of December 31, 2012 and 2011, the Company has bonds payable which are subject to fixed interest rate of 9.50% per annum.

Liquidity risk Liquidity risk is the risk that occurs when shortterm revenue can not cover short-term expenditures. The Company manages its liquidity profile to be able to finance its capital expenditure and service its maturing debts by maintaining sufficient cash, and the availability of funding through an adequate amount of committed credit facilities.

57

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 31. TUJUAN DAN KEBIJAKAN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) Risiko likuiditas (lanjutan) Perusahaan secara teratur mengevaluasi proyeksi arus kas dan terus menerus menilai kondisi pasar keuangan untuk mengidentifikasi kesempatan penggalangan dana. Tabel di bawah ini merupakan jadwal jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan.
< 1 tahun/ < 1 year Utang usaha Utang lain-lain Biaya masih harus dibayar Liabilitas jangka pendek lainnya Utang bunga atas utang obligasi Utang obligasi Liabilitas jangka panjang lainnya Total 216.725.208 86.557.456 57.684.717 29.908.985 4.750.000 395.626.366 1-2 tahun/ 1-2 years 190.626 190.626

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 31. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued) Liquidity risk (continued) The Company regularly evaluates its projected and actual cash flow information and continuously assesses conditions in the financial markets for opportunities to pursue fund-raising initiatives. The table below summarizes the maturity profile of the Companys financial liabilities.
2-5 tahun/ 2-5 years 196.010.910 196.010.910 Total/ Total 216.725.208 86.557.456 57.684.717 29.908.985 4.750.000 196.010.910 190.626 591.827.902 Trade payables Other payables Accrued expenses Other current liabilities Accrued interest on bonds payable Bonds payable Other non-current liabilities Total

MANAJEMEN

32. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING Perusahaan mempunyai aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing sebagai berikut:

32. MONETARY ASSETS AND LIABILITIES DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCY The Company has monetary assets and liabilities in foreign currency as follows:
15 Maret 2013 (Tanggal Penyelesaian Laporan Keuangan/ March 15, 2013 (Financial Statements Completion Date) 23.703.735 23.703.735 4.319.141 193.235 4.512.376 19.191.359 Assets Cash and cash equivalents Total assets in foreign currencies Liabilities Other payables

Mata Uang Asing/ Foreign Currency Aset Kas dan setara kas Total aset dalam mata uang asing Liabilitas Utang lain-lain Total liabilitas dalam mata uang asing Aset moneter neto AS$ SG$ 445.272 24.877 AS$ 2.443.684

31 Desember 2012 (Tanggal Pelaporan)/ December 31, 2012 (Reporting Date) 23.630.414 23.630.414 4.305.782 196.701 4.502.483 19.127.931

Total liabilities in foreign currencies Net monetary assets

58

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 33. INFORMASI SEGMEN Perusahaan dikelola dan diklasifikasikan aktivitas usahanya secara geografis yang terdiri dari Restaurant Support Center (RSC) Jakarta, Medan, Batam, Makassar, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Palembang dan Balikpapan. Divisi usaha yang disajikan terpisah dalam pelaporan informasi segmen geografis adalah RSC Jakarta, RSC Medan, RSC Makassar, RSC Palembang dan RSC Bandung. Segmen usaha Manajemen memantau hasil operasi dari unit usahanya secara terpisah guna keperluan pengambilan keputusan mengenai alokasi sumber daya dan penilaian kinerja. Kinerja segmen dievaluasi berdasarkan laba atau rugi operasi dan diukur secara konsisten dengan laba atau rugi operasi pada laporan keuangan. Namun, pendanaan (termasuk biaya pendanaan dan pendapatan pendanaan) dan pajak penghasilan Perusahaan dikelola secara perusahaan dan tidak dialokasikan kepada segmen operasi. Tabel berikut ini menyajikan informasi pendapatan dan laba, serta aset dan liabilitas tertentu sehubungan dengan segmen usaha Perusahaan:
2012
RSC Jakarta/ Jakarta RSC Pendapatan Beban pokok penjualan Laba bruto Beban operasi yang dapat dialokasikan Hasil segmen Beban operasi yang tidak dapat dialokasikan Laba operasi Beban keuangan, neto Laba sebelum beban pajak penghasilan Beban pajak penghasilan Laba tahun berjalan 1.486.913.481 (621.321.299) 865.592.182 (584.880.382) 280.711.800

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 33. SEGMENT INFORMATION The Company is managed and classified its business geographically, which consists of Jakarta, Medan, Batam, Makassar, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Palembang and Balikpapan Restaurant Support Center (RSC). Jakarta RSC, Medan RSC, Makassar RSC, Palembang RSC and Bandung RSC are presented separately as segments in geographical segment information. Business segments Management monitors the operating results of its business units separately for the purpose of making decisions about resource allocation and performance assessment. Segment performance is evaluated based on operating profit or loss and is measured consistently with operating profit or loss in the financial statements. However, Companys financing (including finance costs and finance income) and income taxes are managed on a company basis and are not allocated to operating segments. The following table presents revenue and profit, and certain asset and liability information regarding the Companys business segments:

RSC Medan/ RSC Makassar/ RSC Palembang/ RSC Bandung/ Medan RSC Makassar RSC Palembang RSC Bandung RSC 232.826.436 (96.979.936) 135.846.500 (91.266.855) 44.579.645 338.994.331 (130.556.959) 208.437.372 (124.483.681) 83.953.691 239.068.575 (99.882.806) 139.185.769 (90.910.537) 48.275.232 249.706.942 (108.559.073) 141.147.869 (91.038.955) 50.108.914

RSC Lainnya/ Others RSC 1.011.975.810

Total/ Total 3.559.485.575 Revenue Cost of goods sold Gross profit Allocated operating expenses Segment result

(419.400.333) (1.476.700.406) 592.575.477 2.082.785.169

(384.041.781) (1.366.622.191) 208.533.696 716.162.978

(445.607.330) 270.555.648 (1.338.784) 269.216.864 (63.170.880) 206.045.984

Unallocated operating expenses Profit from operation Finance cost, net Profit before income tax expense Income tax expense Profit for the year

59

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 33. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) Segmen usaha (lanjutan)
2012
RSC Jakarta/ Jakarta RSC Aset segmen Aset yang tidak dapat dialokasikan Total aset Liabilitas segmen Liabilitas yang tidak dapat dialokasikan Total liabilitas Informasi segmen lainnya Belanja modal Penyusutan dan amortisasi 129.411.983 52.346.414 10.754.196 6.884.535 29.771.724 10.227.745 22.370.425 6.888.594 (175.356.243) (11.118.201) (12.833.233) (7.771.479) 1.030.209.709

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 33. SEGMENT INFORMATION (continued) Business segments (continued)

RSC Medan/ RSC Makassar/ RSC Palembang/ RSC Bandung/ Medan RSC Makassar RSC Palembang RSC Bandung RSC 63.131.704 118.245.814 68.636.491 85.924.091

RSC Lainnya/ Others RSC 352.223.554

Total/ Total 1.718.371.363 Segment assets

63.534.631 1.781.905.994 (10.214.859) (73.420.173) (290.714.188)

Unallocated assets Total assets Segment liabilities

(500.468.999) (791.183.187)

Unallocated liabilities Total liabilities Other segment information

13.482.019 8.630.084

52.696.348 31.427.403

258.486.695 116.404.775

Capital expenditures Depreciation and amortization

2011
RSC Jakarta/ Jakarta RSC Pendapatan Beban pokok penjualan Laba bruto Beban operasi yang dapat dialokasikan Hasil segmen Beban operasi yang tidak dapat dialokasikan Laba operasi Pendapatan keuangan, neto Laba sebelum beban pajak penghasilan Beban pajak penghasilan Laba tahun berjalan 1.349.057.658 (554.994.256) 794.063.402 (677.565.197) 116.498.205 RSC Medan/ RSC Makassar/ RSC Palembang/ RSC Bandung/ Medan RSC Makassar RSC Palembang RSC Bandung RSC 224.872.506 (93.224.170) 131.648.336 (89.083.845) 42.564.491 292.518.330 (113.906.680) 178.611.650 (108.727.586) 69.884.064 207.320.515 (84.563.095) 122.757.420 (75.542.857) 47.214.563 226.469.212 (97.714.344) 128.754.868 (83.427.299) 45.327.569 RSC Lainnya/ Others RSC 883.576.339 Total/ Total 3.183.814.560 Revenue Cost of goods sold Gross profit Allocated operating expenses Segment result

(362.639.032) (1.307.041.577) 520.937.307 1.876.772.983

(341.442.096) (1.375.788.880) 179.495.211 500.984.103

(213.054.801) 287.929.302 10.772.850 298.702.152 (69.647.628) 229.054.524

Unallocated operating expenses Profit from operation Finance income, net Profit before income tax expense Income tax expense Profit for the year

Aset segmen Aset yang tidak dapat dialokasikan Total aset Liabilitas segmen Liabilitas yang tidak dapat dialokasikan Total liabilitas Informasi segmen lainnya Belanja modal Penyusutan dan amortisasi

936.924.347

54.337.820

85.540.932

48.546.314

68.824.091

300.971.782

1.495.145.286

Segment assets

52.836.738 1.547.982.024 (189.680.079) (7.571.215) (7.511.306) (3.931.004) (6.609.409) (53.580.150) (268.883.163)

Unallocated assets Total assets Segment liabilities

(448.380.378) (717.263.541)

Unallocated liabilities Total liabilities Other segment information

70.583.079 41.834.062

4.887.761 6.511.285

10.766.094 8.280.944

12.091.932 5.288.382

19.410.887 7.414.304

77.419.434 27.130.372

195.159.187 96.459.349

Capital expenditures Depreciation and amortization

60

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 34. KOMITMEN a. Perusahaan memperoleh hak untuk mendirikan dan mengoperasikan gerai Kentucky Fried Chicken (KFC) sesuai dengan panduan dan standar yang ditetapkan oleh Kentucky Fried Chicken International Holdings, Inc., sebagai franchisor, untuk semua franchisee merek KFC. Dalam perjanjian waralaba yang ditandatangani pada tanggal 10 Januari 2003, semua gerai baru diberikan hak waralaba untuk beroperasi selama periode sepuluh (10) tahun dan dapat diperpanjang untuk periode sepuluh (10) tahun berikutnya. Namun, untuk gerai yang sudah ada pada saat perjanjian tersebut ditandatangani yang telah atau akan diperpanjang untuk periode sepuluh (10) tahun berikutnya, dibebaskan dari perpanjangan selanjutnya dan akan diperlakukan sebagai gerai baru setelah periode sepuluh (10) tahun yang kedua. Sebagai kompensasi, Perusahaan diwajibkan untuk membayar franchise fee secara bulanan kepada franchisor sebesar 6,00% dari pendapatan (setelah dikurangi pajak). Perusahaan juga diwajibkan untuk membayar initial fee atas setiap gerai restoran baru dan renewal fee atas setiap gerai restoran yang diperpanjang. Initial fee dan renewal fee akan ditinjau kembali berdasarkan US CPI Index efektif setiap tanggal 1 April setiap tahunnya. Berdasarkan perubahan yang dilakukan pada tanggal 1 April 2012, initial fee setiap gerai menjadi sebesar AS$46.900 (2011: AS$45.500) dan renewal fee setiap gerai menjadi AS$23.450 (2011: AS$22.750). Selain itu, initial fee untuk setiap gerai ekspres, sejak 1 April 2012 menjadi AS$23.450 (2011: AS$22.750) dan renewal fee untuk setiap gerai ekspres menjadi AS$11.725 (2011: AS$11.375). Selanjutnya, Perusahaan juga diberikan hak untuk memberikan sub-lisensi kepada gerai KFC yang dimiliki oleh PT Gelael Indotim dan PT Gelael Lampung yang masingmasing beroperasi di Indonesia Timur dan Lampung.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 34. COMMITMENTS a. The Company obtained the right to establish and operate Kentucky Fried Chicken (KFC) outlets following the guidelines and standards set by Kentucky Fried Chicken International Holdings, Inc., as the franchisor, for all franchisees of KFC brand. Under the franchise agreement signed on January 10, 2003, all new outlets opened are given a franchise to operate for a period of ten (10) years and renewable for another 10-year term. However, those existing outlets that had been renewed or to be renewed for another ten (10) years are not subject to further renewal and would be treated as new outlet after the second 10-year term. As compensation, the Company is obliged to pay to franchisor a monthly franchise fee of 6.00% of revenue (net of tax). The Company is also obliged to pay initial fee for every new outlet opened and renewal fee for every existing outlet renewed. The initial and renewal fees are st subject to adjustment effective every 1 of April of each year based on US CPI Index. Based on the adjustment on April 1, 2012, the initial fee per outlet become US$46,900 (2011: US$45,500) and renewal fee per outlet become US$23,450 (2011: US$22,750). At the same time, initial fee per express outlet become US$23,450 (2011: US$22,750) per outlet and renewal fee per express outlet become US$11,725 (2011: US$11,375).

Further, the Company was granted the right to provide sub-licensing to KFC outlets owned by PT Gelael Indotim and PT Gelael Lampung which are in operations in East Indonesia and Lampung, respectively.

61

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 34. KOMITMEN (lanjutan) b. Perusahaan mempunyai perjanjian suplai eksklusif tertanggal 1 Agustus 2002 dengan PepsiCo, Inc. (PI). Berdasarkan perjanjian tersebut, PI akan menyuplai minuman Carbonated Soft Drink (CSD) dan produk minuman kemasan yang dijual oleh Perusahaan serta sirup yang digunakan untuk produk Perusahaan. PI juga memberikan insentif volume kepada Perusahaan dengan tingkat tertentu atas peningkatan jumlah pembelian tahunan dan untuk kegiatan promosi tertentu. Pada tanggal 1 Agustus 2012, Perusahaan dan PI telah memperpanjang perjanjian tersebut sampai dengan tanggal 31 Juli 2017. Dalam perjanjian ini, PI juga memberikan new store opening fund, onetime special bonus dan sign on bonus berdasarkan jumlah gerai restoran yang dimiliki tertanggal 1 Agustus 2012. c. Perusahaan memiliki perjanjian eksklusif dengan PT Coca-Cola Distribution Indonesia (CCDI) yang mewajibkan Perusahaan untuk menjual produk Frestea sebanyak yang telah disepakati. Sebagai kompensasi, CCDI memberikan dana untuk mendukung kegiatan pemasaran Perusahaan. Perjanjian ini mulai berlaku sejak 10 Desember 2012 dan akan berakhir pada 30 November 2013. Perusahaan mempunyai berbagai perjanjian sewa operasi atas gerai restoran dengan komitmen pembayaran sewa yang tetap untuk setiap periode atau berdasarkan persentase pendapatan pada gerai tersebut. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, komitmen sewa adalah sebesar berikut:
2012 Kurang dari satu tahun Antara satu dan lima tahun Lebih dari lima tahun Total 69.226.010 112.049.675 13.688.363 194.964.048

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 34. COMMITMENTS (continued) b. The Company entered into an exclusive supply agreement with PepsiCo, Inc. (PI), on August 1, 2002. Based on to the said agreement, PI will supply Carbonated Soft Drink (CSD) beverages and packaged beverages products sold by Company and syrup used for Companys product. PI also gives the Company volume-based incentives at specific rate for annual purchased volume growth and specific promotion activity.

On August 1, 2012, the Company and PI agreed to extend the agreement up to July 31, 2017. In this agreement, PI also provides new store opening fund, one-time bonus and sign on bonus based on the number of restaurant outlets owned as of August 1, 2012.

c.

The Company entered into an exclusive agreement with PT Coca-Cola Distribution Indonesia (CCDI) whereby the Company is required to sell Frestea product as stated in agreement. As compensation, CCDI provides funding supports for the Company marketing activities. This agreement is effective starting December 10, 2012 and for a period up to November 30, 2013. The Company enters into operating lease agreements for its restaurant outlets. Rental payments are either fixed for a certain period or based on certain percentage of revenue of the respective outlet. The minimum lease commitment as of December 31, 2012 and 2011, is as follows:

d.

d.

2011 68.199.415 88.201.072 13.851.643 170.252.130 Not later than one year Between one and five years More than five years Total

e.

Perusahaan mengadakan program keanggotaan Music Hitter untuk pembeli album musik KFC Music Hitlist. Setiap anggota berhak atas Produk KFC Goceng setiap minggu, dan juga Wing Bucket KFC pada saat anggota tersebut berulang tahun secara cuma-cuma. Pada tanggal 31 Desember 2012, jumlah peserta program ini adalah 179.099 orang (2011: 104.656 orang).

e.

The Company offers Music Hitter membership program for buyers of KFC Music Hitlist music album. Each member is entitled to get free Produk KFC Goceng weekly, and free Wing Bucket KFC on the members birthday. As of December 31, 2012, this program has 179,099 members (2011: 104,656 members).

62

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT FAST FOOD INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2012 dan 2011 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal Tersebut (Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 35. KONTINJENSI Pada tanggal 23 April 2010, Perusahaan menghadapi tuntutan hukum yang diajukan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sehubungan dengan sengketa tanah yang terletak di Jl. M.T. Haryono, Jakarta, dengan jumlah tuntutan sebesar Rp50.000.000. Berdasarkan Putusan Pengadilan No. 342/PDT.G/2010/PN.Jkt.Sel tertanggal 6 Januari 2011, pengadilan memutuskan memenangkan Perusahaan. Menanggapi hal tersebut, pihak penggugat mengajukan banding kepada Pengadilan Tinggi Jakarta. Sampai dengan tanggal 15 Maret 2013, Pengadilan Tinggi belum memberikan putusan atas upaya banding tersebut. Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa Pengadilan Tinggi akan memenangkan Perusahaan. 36. REKLASIFIKASI AKUN Akun berikut dalam laporan laba rugi komprehensif tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 telah diklasifikasikan kembali agar sesuai dengan penyajian akun dalam laporan laba rugi komprehensif tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012:
Akun/ Accounts Pendapatan/ Revenue Beban Pokok Penjualan/ Cost of Goods Sold Pendapatan Operasi Lainnya/ Other Operating Income Sebelum Reklasifikasi/ Before Reclassification 3.316.799.653 (1.461.949.013) 57.762.494

PT FAST FOOD INDONESIA TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS December 31, 2012 and 2011 And for the Years then Ended (Expressed in Thousands of Rupiah, Unless Otherwise Stated) 35. CONTINGENCY On April 23, 2010, the Company received a lawsuit in South Jakarta State Court (Pengadilan Negeri Jakarta Selatan) related to the land dispute located at Jl. M.T. Haryono, Jakarta, with total claim of Rp50,000,000. Based on Court Decision (Putusan Pengadilan) No. 342/PDT.G/2010/PN.Jkt.Sel dated January 6, 2011, the court basically ruled out in favor of the Company. In response thereto, the plaintiff elevated the case to the Jakarta High Court (Pengadilan Tinggi Jakarta). Until March 15, 2013, the High Court has not yet responded to the said appeal. The Companys management believes that the High Courts decision will also be in its favor of the Company.

36. RECLASSIFICATIONS OF ACCOUNTS The following accounts in the statements comprehensive income year ended December 2011 have been reclassified to conform to presentation of accounts in the statements comprehensive income year ended December 2012:
Reklasifikasi/ Reclassification (132.985.093) 154.907.436 (21.922.343) Setelah Reklasifikasi/ After Reclassification 3.183.814.560 (1.307.041.577) 35.840.151

of 31, the of 31,

63