Anda di halaman 1dari 45

PENDAHULUAN Latar Belakang Pertumbuhan penduduk Indonesia selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Laju pertumbuhan penduduk Indonesia tercatat sebesar 1,49% per tahun (BP !"1"#. Pertumbuhan penduduk $ang cepat men$ebabkan alah satu sumber protein terjadin$a peningkatan komsumsi protein he%ani.

he%ani dengan jumlah permintaan $ang tinggi berasal dari sektor perunggasan. &andungan asam amino esensial $ang lengkap dan da$a serap $ang tinggi dari tubuh membuat daging a$am selalu menjadi pilihan utama sebagai sumber protein. 'arga daging a$am juga relati( lebih terjangkau mas$arakat dibandingkan daging sapi, domba, dan kambing. bagi mas$arakat. Pemenuhan permintaan dari sektor perunggasan dilakukan dengan pembangunan sarana dan prasarana modern di sektor perunggasan untuk menunjang produksi. alah satu bidang $ang mendapatkan perhatian serius adalah pengembangan a$am pedaging atau a$am broiler. *enis a$am ini merupakan jenis a$am ras $ang dimuliakan, dibibitkan, dan dikembangbiakkan untuk menghasilkan daging dengan cepat ('aris 199+#. ,asa panenn$a singkat sehingga memerlukan pemeliharaan $ang intensi(, baik dari pakan, manajemen pemeliharaan dan pencegahan pen$akit. -engan demikian, pertumbuhan dan pertambahan bobot badan a$am diharapkan dapat berlangsung cepat, sehingga umur +./ minggu dapat mencapai bobot kurang lebih ! kg (0ak 19/+#. Pengembangan peternakan sangat bergantung pada manajemen peternakan dan kesehatan unggas dimulai dari breeding farm, hatchery, sampai ke peternakan komersil. Breeding farm diharapkan menghasilkan telur $ang bagus dan sedapat mungkin bebas kontaminan, sehingga dapat menjamin tersedian$a bibit unggas $ang berkualitas. Bibit unggas $ang berkualitas didapatkan dari tempat penetasan atau hatchery $ang mempun$ai manajemen $ang bagus. elanjutn$a, keluaran $ang diharapkan adalah produk pangan asal he%an $ang berkualitas, 0man, ehat, 1tuh, dan 'alal (0 1'#. *aminan terhadap berbagai pencapaian seperti $ang dijelaskan di atas dapat terlaksana dengan bantuan peran dokter he%an $ang pro(essional dan berkualitas. 2leh karena itu, sebagai calon dokter persiapan kemampuan dan kecakapan dalam menerapkan disiplin ilmu sesuai pro(esi $ang dikembangkan elain itu, dunia perunggasan

juga men$umbangkan telur sebagai sumber pangan sehat, murah, dan bergi)i

sangat diperlukan. &emampuan tersebut dapat tercapai melalui berbagai pembekalan melalui pendidikan, pengetahuan, pengalaman sehingga membuka %a%asan ber(ikir secara sistematis, analitis dan logis. -alam upa$a memperluas %a%asan dan memberikan pengalaman bagi calon dokter he%an diperlukan suatu tempat untuk menimba pengalaman bidang pro(esi $ang kelak akan ditekunin$a. perunggasan. Tujuan 3ujuan dari kegiatan ,agang Pro(esi 4ajib Perunggasan (,P4P# di Hatchery P3 5L 3rimitra 6ianjur, *a%a Barat. antara lain7 1. ,enjalin dan membina relasi $ang baik antara perguruan tinggi dengan berbagai instansi peternakan unggas dalam berbagi, mengembangkan, dan menerapkan ilmu pengetahuan, serta teknologi. !. ,enghasilkan lulusan dokter he%an $ang mampu mengharmonisasikan antara kesehatan he%an, manusia, dan lingkungan sesuai dengan standar kompetensi dokter he%an 8. ,eningkatkan pro(esionalisme calon dokter he%an, khususn$a di bidang manajemen pemeliharaan dan kesehatan unggas. Manfaat ,an(aat $ang diperoleh dari kegiatan ,agang Pro(esi 4ajib Perunggasan ini adalah terciptan$a hubungan kerjasama antar institusi, serta menambah pengetahuan dan pengalaman di bidang peternakan unggas $ang merupakan salah satu bidang pekerjaan bagi dokter he%an. elain itu, kegiatan magang ini akan menjadi suatu bekal dalam mempersiapkan mahasis%a Program Pendidikan Pro(esi -okter 'e%an (PP-'#, 9akultas &edokteran 'e%an, Institut Pertanian Bogor (9&'.IPB# untuk memasuki dunia kerja. PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Waktu dan Tempat ,agang pro(esi perunggasan ini dilaksanakan selama 4 minggu, $aitu sejak tanggal 1+ *uni s.d 1! *uli !"18 bertempat di Hatchery dan kandang Breeding P3 5L 3rimitra, 6ianjur, *a%a Barat. alah satu media mendapatkan pengalaman lapangan bagi calon dokter he%an adalah melakukan magang pro(esi diluar kampus, terutama bidang

Met de Pelak!anaan Pelaksanaan magang pro(esi %ajib perunggasan di Hatchery dan Breeding P3 5L 3rimitra 6ianjur, dilakukan dengan mengikuti kegiatan rutin, berupa grading telur, (umigasi telur, cooling telur, setting mesin inkubasi, trans(er dan candling telur, hatching, pull out, :aksinasi dan pengemasan -26, a(kir a$am, pemberian pakan, sanitasi, serta pengumpulan telur. Pembimbing kampus dari kegiatan ,P4P ini adalah drh. ;etni)ah *uniantito Phd. 0P;et dan pembimbing lapangn$a adalah drh. <r%in =usmana dan drh. >an =iadi. GAMBA"AN UMUM PE"USAHAAN Pr f#l PT$ %L Group Ind ne!#a P3. 5L Group Indonesia merupakan sebuah perusahaan Penanaman ,odal 0sing (P,0# hasil kerja sama antara perusahaan 5L ,ala$sia dengan 3rimitra ?roup Indonesia. Perusahaan ini dirintis pertama kali oleh 6hia ,ak 'ooi dari 5L Resourrces bhd. dan drh. 6ecep ,och. 4n. ,. '. dengan pembagian saham masing.masing /"% dan !"%. Perusahaan ini resmi berdiri pada tanggal @ ,aret !"1" $ang disahkan oleh &eputusan ,enteri 'ukum dan '0, =I Ao7 0'1.19@8!.0'."1."1 tahun !"1" pada tanggal 1B 0pril !"1". ;isi P3. 5L Group Indonesia adalah untuk membangun sektor peternakan $ang merupakan basis ekonomi mas$arakat 6ianjur pada khususn$a dan Indonesia pada umumn$a dengan (okus pada penggunaan teknologi maju, e(isien, ramah lingkungan, dan memiliki nilai tambah $ang tinggi. ,isi dari P3. 5L Group Indonesia adalah mengembangkan perusahaan, meningkatkan perekonomian mas$arakat, dan memenuhi permintaan mas$arakat terhadap kebutuhan daging dan telur a$am berkualitas tinggi, higienis, halal, dan berstandar '066P untuk skala nasional, terutama daerah *a%a Barat dan *abodetabek. Pada masa a%al mula berdiri, bisnis 3rimitra Indonesia merupakan perusahaan perdagangan a$am hidup, telur, dan sapronak. etelah bergabung dengan 5L Resourrces bhd., bisnis $ang ada diperluas ke bidang pembibitan dan penetasan a$am pedaging. Proses joint venture ini memberikan hasil $ang sangat berarti bagi perusahaan, antara lain peningkatan modal perusahaan, penambahan aset dan kar$a%an, serta peningkatan keuntungan.

P3. 5L Group Indonesia memiliki lokasi peternakan $ang tersebar di &abupaten 6ianjur, ukabumi, dan Bogor. &omoditi $ang dihasilkan dari %ila$ah ukabumi dan Bogor adalah a$am pedaging, sedangkan dari %ila$ah 6ianjur selain menghasilkan a$am pedaging, juga menghasilkan -26. Produk.produk $ang dihasilkan oleh P3. 5L Group Indonesia antara lain a$am hidup, -26 (a$am umur sehari#, dan sapronak. istem perkandangan $ang diterapkan pada peternakan P3. 5L Group Indonesia $aitu open house untuk usaha a$am hidup dan closed house untuk usaha -26, breeding, serta laying. Pada usaha peternakan a$am La$er, P3. 5L ?roup Indonesia bahkan menjadi perusahaan berbasiskan teknologi $ang paling modern di Indonesia. elain itu, P3. 5L Group Indonesia memiliki usaha di bidang hatchery dan selanjutn$a usaha di bidang feedmill. Struktur &rgan#!a!# PT$ %L Tr#m#tra P3. 5L 3rimitra Hatchery merupakan anak perusahaan P3. 5L 3rimitra $ang dipimpin oleh seorang manajer $ang memba%ahi sta( eCpedisi dan supir, sta( administrasi, supervisor engineering, operator engineering, supervisor produksi, asisten supervisor produksi, operator cool room, operator produksi, :aksinator, dan petugas keamanan. ,anager bertugas untuk menga%asi kerja pada masing.masing bagian. truktur organisasi P3. 5L 3rimitra Hatchery ditampilkan pada ?ambar 1. Begitu pula 6ianjur Breeding Farm 1 dipimpin oleh seorang manajer $ang memba%ahi supervisor, asisten supervisor, sta( administrasi, operator kandang, dan operator gudang. Supervisor bertugas untuk menga%asi kerja operator kandang $ang bertanggung ja%ab menjaga kandangn$a masing.masing. truktur organisasi 6ianjur Breeding Farm 1 P3. 5L 3rimitra ditampilkan pada ?ambar !

?ambar 1 truktur organisasi P3. 5L 3rimitra Hatchery

Presiden direktur
Direktur

General Manager Manager

Administrasi

Supervisor

Teknisi

Operator Gudang

Assisten Supervisor Operator Kandang ?ambar !. truktur 2rganisasi di 6ianjur Breeding Farm 1P3. 5L 3rimitra.

Pr#n!#p Kerja PT$ %L Group Ind ne!#a Prinsip kerja $ang diterapkan oleh P3. 5L Group Indonesia memiliki (okus pada sanitasi, biosekuriti, dan lalu lintas. anitasi diterapkan agar lingkungan peternakan tetap terjaga kebersihann$a. Biosekuriti diterapkan pada dua pintu utama, $aitu di pintu gerbang masuk area hatchery maupun breeding berupa fogging kering dengan cairan disin(ektan aerosol dan di kamar mandi berupa fogging basah dengan cairan desin(ektan saat akan memasuki area kantor dan produksi. -esin(eksi dan fogging terhadap seluruh bagian dalam ruangan hatchery juga dilakukan pada sore hingga malam hari setelah proses produksi dilakukan. 9umigasi terhadap telur dengan menggunakan campuran (ormalin dan kalium permanganat bertujuan membersihkan telur dari berbagai agen pen$akit. elain itu juga Lalu lintas diterapkan pada pembatasan orang.orang $ang keluar. masuk peternakan untuk mengurangi terjadin$a kontaminasi dan penularan sumber pen$akit. &omponen utama dari tindakan biosecurity adalah Isolasi, penga%asan lalu lintas serta sanitasi. 3indakan pencegahan masukn$a pen$akit dalam suatu peternakan komersil dapat dilakukan dengan penerapan pola biosecurity $ang baik. Pencegahan penularan pen$akit dapat dilakukan dengan cara mencegah penularan dari he%an ke he%an, mencegah penularan dari he%an ke manusia, dan tindakan pencegahan terhadap penularan dari manusia ke manusia. 3indakan isolasi dilakukan untuk mencegah masukn$a kontaminan dari luar peternakan, salah satun$a dengan membangun pagar di sekeliling area gedung produksi, sehingga tidak langsung berhubungan dengan lingkungan luar. 3indakan lain $ang dilakukan adalah desin(eksi orang dan kendaraan $ang masuk ke dalam area hatchery dan breeding. 3indakan $ang perlu dilakukan $aitu mengatur lalu lintas dari dalam maupun dari luar peternakan dengan cara memperhatikan kendaraan dan peralatan $ang keluar masuk area hatchery dan breeding, serta mengatur lalu lintas sta(, petugas maupun visitor agar tidak terjadi cross infection. ,anajemen di 5L mengenai lalu lintas kendaraan dan alat maupun petugas sudah diterapkan, hal ini meliputi adan$a penjagaan di gerbang menuju area hatchery dan breeding farm. 6ara $ang dilakukan adalah dengan membersihkan dan mendisin(eksi kendaraan dan peralatan untuk mengangkut telur dan -26. 'igiene personal juga termasuk dalam salah satu tindakan pencegahan masukn$a pen$akit ke dalam peternakan. Biosekuriti personal $ang

diterapkan $aitu dengan kegiatan (ogging dengan cairan desin(ektan 3'4 kemudian dilanjutkan dengan kegiatan mandi. &omponen biosecurity lainn$a $aitu sanitasi, peternakan ini menerapkan pen$emprotan dengan menggunakan 3'4 di dalam area hatchery, kandang, dan gedung produksi setiap hari seban$ak ! kali dan pen$emprotan Longli(e di sekitar kandang setiap sore dengan dosis 17!"".

PEMBAHASAN '$ Hatchery PT$ %L Tr#m#tra '$' B# !ekur#t# 1ntuk mendapatkan keuntungan $ang maksimal dalam produksi peternakan a$am maka perlu dilakukan pemberantasan agen pen$akit seperti :irus, bakteri, jamur, dan coccidia. 1ntuk mengurangi jumlah mikrooorganisme pen$ebab in(eksi $ang ada pada lingkungan diperlukan pelaksanaan biosekuriti $ang baik. Biosekuriti merupakan salah satu bentuk paling e(ekti( dalam proteksi. Prosedur utama dari biosekuriti adalah disin(eksi dan sanitasi $ang harus dikombinasikan dengan program :aksinasi dan eradikasi agen patogen hingga mencapai tingkat $ang tidak membaha$akan. Beberapa prinsip biosekuriti $ang dapat digunakan dalam manajemen hatchery antara lain7 a. &eamanan tempat Pencegahan in(eksi pada area hatchery dari tempat lain dapat dilakukan dengan menggunakan foot dipping, wheel dipping, vehicle spray, personel spray, hand washing, serta penggunaan pakaian pelindung. b. anitasi air 0ir $ang digunakan dalam proses produksi dapat menjadi sumber penularan agen pen$akit. 3angki pen$impanan air dan pipa air perlu dibersihan secara teratur dan didisin(eksi menggunakan disin(ektan $ang tidak mencemari air. Penerapan biosekuriti pada hatchery dilakukan sejak pengiriman telur tetas dari breeder. ebelum mengirimkan telur tetas, mobil harus dibersihkan dan didisin(eksi terlebih dahulu untuk mencegah transmisi agen pen$akit dari peternakan ke area hatchery. -i dalam peternakan, supir harus memperhatikan

higiene tempat pemasukan telur ke mobil sehingga dapat meminimalisir terba%an$a agen pen$akit di dalam bahan organik $ang berasal dari peternakan. alah satu standar biosekuriti $ang dibutuhkan dalam hatchery adalah pelatihan dan penga%asan terhadap kar$a%an. uatu hatchery seharusn$a menetapkan area kerja dan tempat kerja $ang spesi(ik untuk setiap kar$a%an. eluruh personal $ang bekerja di dalam area hatchery harus menggunakan pakaian khusus $ang telah disediakan. &ar$a%an $ang berhubunganlangsung dengan telur tetas dan -26 juga %ajib menggunakan masker dan tutup kepala selama proses produksi. ebelum memasuki area produksi seluruh kar$a%an desin(ektan dan %ajib mengikuti prosedur biosekuriti berupa pen$emprotan

mandi di tempat $ang telah tersedia untuk mencegah terba%an$a agen pen$akit masuk kedalam area produksi. Para kar$a%an juga harus mencuci tangan sebelum melakukan kontak dengan telur maupun -26. '$( Manajemen hatchery Penetasan merupakan salah satu bagian dari proses produksi anak a$am (-26# sebelum anak a$am dapat dipasarkan. 0nak a$am $ang dihasilkan dapat berupa anak a$am parent stoc dan anak a$am komersial. Proses ini dia%ali dari peternakan breeding $ang memproduksi telur tetas atau hatching eggs ('<#. Proses produksi anak a$am di hatchery merupakan penetasan buatan menggunakan mesin inkubator (setter! dan mesin penetasan (hatcher# $ang mengadopsi teknik pengeraman dan penetasan oleh induk a$am. 9aktor.(aktor $ang diadopsi antara lain suhu (isiologis induk a$am, sirkulasi udara, kelembaban, dan pembalikan telur tetas selama pengeraman, $ang terlihat saat pada induk a$am mengerami. uhu tubuh normal seekor induk a$am sekitar 41 6 $ang ditransmisikan ke setiap telur tetas $ang dierami menjadi 8+,/ 6 D 8/,8 6 pada permukaan telur tetas. uhu tersebut merupakan suhu ideal untuk proses miosis dan mitosis )igot atau blastoderm menjadi embrio hingga menjadi anak a$am. Penetasan telur tetas broiler membutuhkan %aktu sekitar !! hari $ang dimulai saat terjadin$a o:ulasi sel telur dan (ertilisasi dalam alat reproduksi a$am betina pada daerah kala)i(erus sampai telur keluar dari kloaka $ang memerlukan %aktu !@ jam atau kurang lebih 1 hari. Bila ditambah dengan !1 hari saat penetasan di hatchery, maka %aktu penetasan totaln$a menjadi !! hari. 'al ini dapat menjadi permasalahan pada hatchery karena telur tetas $ang diproduksi tidak langsung

masuk ke dalam mesin, sehingga diperlukan penanganan khusus saat pen$impanan supa$a telur tetas tidak rusak ()igot atau blastoderm mati#. 1ntuk mengatasi masalah tersebut maka telur tetas disimpan pada suhu @@.B/ 9 (1!,+/.!" 6# dengan kelembaban relati( +@./"%. Hatchery menerima telur dari Breeding Farm untuk ditetaskan. 3elur strain "obb berasal dari a$am parent stoc umur !@ minggu, umur 4@ minggu, dan umur B! minggu. 0lur produksi dari masukn$a telur tetas hingga dikeluarkan dalam bentuk day old chic (-26# melalui beberapa tahapan, $aitu grading telur tetas, (umigasi terhadap telur tetas, pen$impanan telur di cool room, pengeraman di dalam mesin setter, transfer#candling, proses penetasan di dalam mesin hatcher, seleksi -26, :aksinasi, serta pendistribusian -26 sesuai delivery order (-2#. a) Grading Telur 3elur tetas (hatching egg# $ang diterima dari Breeding Farm a$am pullet maupun laying ditransport ke arean hatchery dengan menggunakan mobil pengangkut $ang telah didesin(eksi terlebih dahulu. *umlah hatching egg $ang diterima sekitar 4@"""D@"""" telur per hari atau sekitar 88"""" telur per minggu. Pada puncak produksi jumlah telur $ang masuk akan jauh lebih tinggi. Hatching egg kemudian diseleksi (grading# berdasarkan beberapa kategori dan dilakukan di dalam grading room. 3elur $ang la$ak untuk ditetaskan dikelompokkan ke dalam kategori besar dan kecil, sedangkan telur $ang tidak la$ak untuk ditetaskan akan dia(kir dan dipasarkan sebagai telur komersil. &ategori telur tetas $ang ditetapkan di Hatchery P3. 5L 3rimitra memiliki bobot antara 4/.+! g, memiliki bentuk $ang normal, dan kerabang telur tidak tipis, kotor, retak, atau pecah. ,enurut AI Ao."1.4/B/.1.!""@ tentang Bibit Aiaga (Final Stoc ! 0$am ehingga minimal bobot telur tetas =as 3ipe Pedaging 1mur ehari (&uriE-26#, standar bobot -26 minimal adalah 8+ g, atau B@% dari bobot hatching egg. adalah sekitar @+ g. edangkan menurut 4irapartha et al. (!"1!#, seleksi telur

$ang akan ditetaskan didasarkan pada bobot normal (minimal 4B.@B g#, bentuk telur normal, lama pen$impanan telur maksimal 4 hari, suhu pen$impanan telur 1/.19 F6, dan kerabang telur tidak tipis, kotor, retak atau pecah. 3elur.telur $ang tidak la$ak kemudian dia(kir dan dikategorikan ke dalam beberapa kriteria, antara lain telur berukuran terlalu besar ( jumbo#, telur $ang terlalu kecil dengan bobot di ba%ah 4/ g (small#, telur abnormal, telur berbentuk lonjong, telur dengan kerabang tipis (thin shell#, telur retak (crac ! atau pecah,

dan telur kotor. Hatching egg $ang sudah diseleksi kemudian disusun di dalam tray setter (1@"# dan diberikan kode sesuai kode kandang dan tanggal penerimaan telur. *)$ +um#ga!# 3elur tetas $ang sudah mele%ati proses grading dan disusun dalam tray setter ditempatkan dalam rak lori. Lori berisi telur tetas tersebut selanjutn$a dimasukkan ke dalam ruang (umigasi dan disusun sedemikian rupa agar men$isakan tempat kososng dibagian tengah ruangan untuk meletakkan %adah berisi bahan untuk (umigasi. 9umigasi pada hatching egg dilakukan untuk mengurangi kontaminasi bakteri $ang menempel pada telur $ang dapat menurunkan da$a tetas telur (4irapartha et al. !"1!#. 9umigasi dilakukan dengan menggunakan bahan campuran kalium permanganat (&,n24# dan (ormalin, dengan perbandingan 17!. 9umigasi dengan (ormalin mampu membunuh 99% mikroorganisme pada kulit telur jika konsentrasi $ang diberikan seban$ak 8C selama !" menit. 6ampuran dari (ormalin dan kalium permanganat akan menghasilkan gas (ormaldehid. (-a(%ang et al. !""@#. *umlah campuran $ang digunakan untuk (umigasi pada Hatchery P3 5L 3rimitra adalah 14 gram &,n24 dan !/ mL (ormalin per m8 (double doses#. etelah 1@.!" menit campuran dikeluarkan dari ruangan dan e$haust fan dalam ruangan din$alakan agar gas (ormaldehid $ang ada di dalam ruangan tersedot keluar. ,enurut 4irapartha et al. (!"1!#, dosis penggunaan campuran kalium permanganat (&,n24# dan (ormalin untuk (umigasi adalah +,! g &,n2 4 ditambah 1@,! ml (ormalin per m8. ,)$ Pen-#mpanan Telur d# Dalam Cool Room 3elur tetas (hatching egg# $ang sudah di(umigasi dipindahkan ke dalam cool room. Pen$impanan hatching egg di dalam cool room dilakukan dengan tujuan mengistirahatkan embrio di dalam hatching egg agar tidak berkembang sehingga penetasan menjadi seragam. Hatchery P3 5L 3rimitra memiliki dua cool room, dimana hatching egg $ang sudah di.grading dan di(umigasi akan dimasukkan ke cool room 1. Hatching egg $ang siap untuk dimasukkan ke dalam mesin setter untuk disusun ulang dan dipindahkan ke dalam cool room !. Pengaturan suhu di dalam cool room disesuaikan dengan lama pen$impanan. Hatching egg disimpan antara 1.8 hari dengan suhu sekitar 19.!" F6 (cool room 1# dan 1@.1+ F6 (cool room !# dan kelembaban /"./@%, sedangkan untuk %aktu pen$impanan lebih lama, antara 4.+ hari, suhu cool room 1 diatur menjadi 1!.1@

F6. 3elur tetas bisa disimpan pada suhu

@@.B/ F9 (1!,+/.!" F6# dengan uhu inilah $ang

kelembaban relati( +@./"%. 3elur tetas akan rusak bila suhu lingkungan sekitarn$a di atas +" 9 (!1,116# dan di ba%ah 8! 9 (" 6#. merupakan critical point saat pen$impanan dan benar.benar harus diperhatikan. d)$ Pengeraman d# Dalam Me!#n Setter etelah dilakukan pen$impanan di dalam cool room selama 1.8 hari selanjutn$a telur.telur tetas dimasukkan ke dalam mesin setter $ang kosong untuk preheat. ,esin setter $ang digunakan oleh Hatchery P3. 5L 3rimitra adalah mesin setter tipe single stage. ,esin tipe single stage $ang digunakan memungkinkan hatching egg $ang masuk dapat keluar secara bersamaan. istem single stage prinsipn$a bah%a dalam satu mesin setter terdapat telur tetas dengan umur $ang sama, sehingga telur dalam satu mesin dalam jumlah besar masuk secara bersamaan. 3erdapat 1! mesin setter $ang dapat digunakan dalam area produksi. ebelum dilakukan pengeraman (setting#, perlu dilakukan proses preheat untuk men$esuaikan suhu telur $ang baru keluar dari cool room (suhu B/ F9E!" F6, kelembaban B@%# ke suhu mesin setter $ang hangat (++ F9E!@ F6, dengan kelembaban @1%#. Lama %aktu untuk preheat tergantung dari lama pen$impanan hatching egg di dalam cool room. 1ntuk lama pen$impanan 1.8 hari, lama preheat antara 9.1! jam. aat telur berada di dalam mesin setter, perlu dilakukan pengecekan dan kontrol terhadap mesin setter pada a%al telur masuk, setelah setting, dan sebelum penggantian. Pengecekan setter %ajib dilakukan setiap hari meliputi pengecekan posisi turning gear, kemiringan 4BF, posisi rak, kondisi trolly, serta ada atau tidakn$a kebocoran air. -i dalam mesin setter, suhu, kelembaban, :entilasi, dan 62! dipantau setiap satu jam sekali. Hatching egg dieramkan di dalam mesin setter selama kurang lebih 1/ hari dengan pengaturan suhu seperti dalam 3abel 1. 3abel 1. Pengaturan suhu, kelembaban relati(, :entilasi udara, dan kemiringan telur di dalam mesin setter. 4aktu uhu inkubasi &elembaban ;entilasi &emiringan pengaturan Set point uhu Set point Set point Set point (hari.jam# (F9# kerabang (%# (%# (posisi# telur (F9# (."."@#.("."/# "."" 1."" ++,"./1," 1"",4 1"",! 1""," 1""," 1""," @8 @8 @8 " " " 'ori)ontalG" ! !

4aktu pengaturan (hari.jam# !."" 8."" 4."" @."" B."" +."" /."" 9."" 1"."" 11."" 1!."" 18."" 14."" 1@."" 1B."" 1+."" 1/.""

uhu inkubasi Set point uhu (F9# kerabang telur (F9# 1""," 1""," 99,9 1""," 99,9 1""," 99,9 1""," 99,/ 1""," 99,/ 1""," 99,+ 1""," 99,+ 1""," 99,B 1""," 99,@ 1""," 99,! 1""," 9/,/ 1"",1 9/,@ 1"",@ 9/,8 1"1," 9/," 1"1,8 9/," 1"1,@ 9/," 1"1,@

&elembaban Set (%# @8 @8 @8 @8 @8 @8 @8 @8 @8 @8 @8 @8 @8 @8 @8 @8 @8

;entilasi

&emiringan

point Set point Set point (%# (posisi# " 1" 1" 1" !" 8" 8" 8" 4" 4" 4" @" @" @" B" B" B" ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! atau 8 ! atau 8 ! atau 8 ! atau 8 1 atau 8

e)$ Candling dan Tran!fer Hatching Egg etelah 1/.19 hari berada di dalam mesin setter, selanjutn$a telur tetas diseleksi di ruang trans(er untuk kemudian dipindahkan ke mesin tetas atau mesin hatcher. eleksi dilakukan dengan menggunakan candling table untuk memisahkan telur $ang berembrio dan telur in(ertil. "andling table ini terletak di ruang trans(er $ang terletak di antara ruang setter dan ruang hatcher. 3elur $ang mengandung embrio dicirikan dengan adan$a suatu masa di dalam telur $ang membuat telur terlihat gelap. edangkan untuk telur $ang in(ertil akan terlihat cenderung mempun$ai aspek merah terang karena meneruskan caha$a lampu. elain itu juga perlu dilakukan pemisahan telur $ang meledak ( e$plose# dari telur berembrio untuk mengurangi kontaminasi pada saat penetasan. 3elur e$plose disebabkan oleh adan$a kontaminasi dari bakteri ke dalam isi telur sehingga men$ebabkan embrio mati dan isi telur membusuk. 3elur $ang sudah diseleksi kemudian dimasukkan ke dalam mesin hatcher. f)$ Peneta!an d# Dalam Me!#n Hatcher Hatching egg $ang telah dieramkan di dalam mesin setter selama kurang lebih 1/ hari kemudian dipindahkan ke dalam mesin hatcher selama ! hari untuk ditetaskan. ,esin hatcher $ang digunakan adalah mesin hatcher tipe single stage.3erdapat B mesin hatcher $ang digunakan di area produksi..

elama periode penetasan, perlu dilakukan pengecekan terhadap suhu, kelembaban, konsentrasi 62!, dan pertukaran udara untuk mendapatkan hasil tetas $ang berkualitas. 0nak a$am atau -26 $ang sudah menetas dibiarkan tetap berada di ruang hatcher sampai la$ak untuk dikeluarkan ke ruang seleksi. 6iri -26 $ang sudah siap untuk dikeluarkan adalah 9@% bulu sudah kering, sudah dapat berdiri tegak, paruh tidak pucat, sisik kaki kuning dan tidak kering, dan kerabang telur ketika diremas sudah sedikit mengeras. g)$ Selek!# Day Old Chick .D&/) -26 $ang sudah menetas dikeluarkan dari mesin hatcher untuk diseleksi. eleksi dilakukan berdasarkan kondisi (isik -26. ,enurut AI Ao."1.4/B/.1. !""@, standar -26 $ang baik $aitu memiliki kondisi (isik sehat, kaki normal dan berdiri tegak, paruh normal, segar dan akti(, tidak dehidrasi, tidak ada kelainan bentuk dan cacat (isik, %arna bulu seragam sesuai strain, bulu kering dan berkembang, umbilikal dan kloaka kering, serta umbilikal tertutup. ,enurut -eeming (199@# $ang diacu oleh -it$a dan 'ananto (!"1!# kualitas -26 dipengaruhi oleh kualitas inkubator, kondisi lingkungan saat inkubasi, dan karakteristik telur. Beberapa penelitian juga men$atakan bah%a lama pen$impanan (egg storage time# pada saat holding juga mempengaruhi kualitas telur, perkembangan embrio, dan %aktu inkubasi. ,etode $ang paling objekti( untuk menentukan kualitas -26 adalah dengan mengukur angka mortalitas a$am pada minggu pertama, namun cara ini dianggap terlalu lambat karena harus menunggu sampai a$am berumur 1 minggu. Berdasarkan hasil penelitian dari 1ni:ersitas ?eorgia (!""@#, terdapat beberapa (aktor $ang dapat mempengaruhi kualitas -26 $ang tertera pada 3abel !. edangkan untuk sistem skoring dalam menentukan kualitas -26 dapat dilihat pada 3abel 8. 3abel !. 9aktor $ang menentukan kualitas -26 &ualitas telur tetas 4aktu koleksi Pen$impanan telur uhu inkubasi &onsentrasi inkubator 62! 1kuran, bentuk, %arna, integritas kerabang, dan kontaminasi ,empengaruhi tahap perkembangan

embrio uhu dan kelembaban harus sesuai ;ariasi suhu panasEdingin $ang terlalu jauh sebaikn$a dihindari dalam Pada konsentrasi tertentu, 62! dibutuhkan untuk perkembangan embrio, tetapi pada konsentrasi tinggi dapat menurunkan

,asa tetas telur

kualitas -26 *arak antara telur $ang menetas paling a%al dan paling akhir perlu diperhitungkan untuk menentukan kapan -26 dikeluarkan dari inkubator. 'al ini sangat berdampak pada

per(orma a$am umber7 1ni:erist$ o( ?eorgia (!""@# 3abel 8. N 1 Parameter dan sistem penilaian $ang digunakan untuk menilai kualitas -26 Parameter De!kr#p!# Karakter#!t#k Sk r 0kti:itas -26 diposisikan terlentang 0kti( B a$am kemudian diamati cepatEtidakn$a Lemah respon untuk kembali pada posisi berdiri. 0pabila -26 langsung berdiri maka -26 tersebut masuk dalam kriteria kuat, sedangkan apabila membutuhkan %aktu $ang lama untuk berdiri -26 masuk ! Penampilan luarE(isik dalam kriteria lemah -26 harus kering dan bersih (bulu bersih dari kerabang, membrane, dan sisa kuning telur. Bulu bersih dan 1" kering Bulu basah / Bulu basah dan " 8 Retracted %ol kotor -26 diposisikan terlentang di atas Aormal telapak tangan. bagian estimasikan entuh perlahan 1kuran kemudian dan dan keras ukuran abdomen konsistensi ketika 1! besar " "

konsistensi kuning telur (besar diraba atau kecil, keras atau sedang#. -26 $ang memiliki kuning telur besar dan konsistensi keras cenderung masuk kriteria -26 4 ,ata dengan kualitas buruk ,ata $ang terbuka a%as, dan bersinar berkualitas menunjukkan baik. ,ata sempurna, ,ata cerah dan 1B terbuka -26 ,ata terbuka / terbuka tetapi suram

tetapi terlihat suram menunjukkan sedangkan kualitas mata sedang, tertutup

,ata tertutup

"

menunjukkan -26 tersebut @ &aki berkualitas buruk -26 diposisikan berdiri kemudian &aki dilihat sikap berdirin$a apakah ada kakin$a Lakukan atau normal / dan jari 1B

luka atau memar pada kedua 1 kaki terin(eksi B Pusar pemeriksaan kemudian

! kaki terin(eksi " pusar Bersih dan 1! amati sempurna 3erbuka dan B se%arna dengan 3erbuka %arna dengan dan " berbeda kulit

apakah sudah tertutup sempurna tertutup belum, %arna kulit di sekitar pusar. 4arna kulit pusar $ang berbeda dengan kulit -26 menunjukkan berkualitas buruk

-26 kulit disekitarn$a

isa membran

disekitarn$a Ban$akn$a membran pusar $ang 3idak ada 1! tersisa bisa dikategorikan sebagai membran kecil, besar, sangat besar. *ika termasuk dalam kategori kecil ,embran kecil / membrane terlihat seperti benang seperti benang 1kuran membran 4 besar 1kuran membran " sangat besar kuning Lakukan perabaan pada bagian 3idak ada sisa 1B abdomen, kemudian raba ukuran kuning telur sisa kuning telur atau obser:asi &uning telur kecil ada atau tidakn$a sisa kuning telur &uning $ang keluar dari abdomen -26 besar &uning sangat besar telur " 1! telur /

isa telur

umber7 1ni:erist$ o( ?eorgia (!""@# etelah melakukan penilaian berdasarkan kriteria.kriteria tersebut maka didapat skor dengan total skor tertinggi 1"". 3inggi atau rendahn$a skor

menentukan kemampuan a$am untuk bertahan hidup dan tingkat keparahan anomali $ang terdapat pada a$am tersebut. etelah itu perlu dilakukan penimbangan berat anak a$amE-26 dan berat ketika sudah berumur + hari sehingga dapat diukur pertumbuhan relati(n$a dengan rumus 7 "G .Relative growth) 0 '11 2 .*erat a-am pada umur 3 4ar#5 *erat D&/) 6*erat D&/ -26 dimasukkan ke dalam bo$ dengan kapasitas 1"" ekor, namun perlu dilakukan penambahan ! ekor -26 dalam setiap bo$ karena kematian -26 dalam perjalanan diperkirakan sekitar !%. -26 $ang bagian umbilikaln$a tidak menutup sempurna dia(kir. 1mbilikal $ang tidak menutup sempurna secara sempurna dapat disebabkan oleh kontaminasi bakteri maupun pengaturan suhu $ang kurang tepat pada mesin setter atau hatcher. 2mphalitis atau navel infection atau blac navel, $ang merupakan pen$akit avian colibacillosis, merupakan pen$akit $ang men$erang jaringan kulit dan disebabkan oleh &scherichia coli. &.coli dapat men$ebabkan depresi, septisemia, serta pusar (navel# membengkak, menebal, dan terasa basah jika diraba. 1ntuk mencegah pen$akit colibacillosis dapat dilakukan dengan cara mengurangi telur tetas $ang terkontaminasi. 9umigasi di farm selama masa pen$impanan dan menerapkan prosedur sanitasi dan (umigasi $ang baik difarm breeding dan hatchery merupakan cara untuk mengurangi kontaminasi (9adilah dan Polana !""4#. 3otal jumlah -26 setiap kali produksi sangat ber:ariasi. -26 $ang bagus dan lolos seleksi dimasukkan ke dalam bo$ -26. -26. etiap bo$ berisi 1"! ekor etelah semua -26 pada satu hari produksi dimasukkan ke dalam bo$,

dilakukan seleksi dan pengecekan ulang untuk memastikan kualitas dan kuantitas -26 $ang akan didistribusikan. -26 $ang sudah dicek ulang disusun di atas trolly dan disusun berdasarkan delivery order (-2#. '$7 8ak!#na!# D&/ Hatchery P3 5L 3rimitra juga mengeluarkan produk -26 $ang sudah di:aksinasi. ;aksinasi dilakukan sesuai dengan permintaan (delivery order# pembeli. ;aksinasi $ang biasa diberikan antara lain :aksin 'ewcastle (isease (A-#, )nfectious Bursal (isease (IB-E?umboro#, dan )nfectious Bronchitis (IB#. ;aksin A- $ang digunakan mengandung :irus A- strain *a Sota inakti(, dihomogenkan dengan min$ak adjuvant dan merthiolate sebagai bahan preser:asi. ;aksin ini dikombinasikan dengan penggunaan adju:ant $ang mempun$ai :iskositas $ang sangat rendah dan mempun$ai konsentrasi antigen

$ang tinggi untuk memberikan perlindungan terhadap A- $ang bertahan lama. ;aksin ini diindikasikan untuk a$am broiler umur muda, $aitu -26 dan diadministrasikan melalui subkutan atau intramuskular pada bagian leher dengan dosis ",1 ml per -26 (6<;0 !"1"a#. ;aksinasi untuk IB- $ang diberikan di Hatchery P3. 5L 3rimitra menggunakan dosis ",1 ml per -26. ;aksin IB- tersebut merupakan :aksin dengan teknologi immune kompleks $ang mengandung :irus )nfectious Bursa (isease (IB-# strain +interfield !@1! dan immunoglobulin terhadap IB-. Bentukan komplek imun $ang dibentuk oleh :aksin dan antibodi IB- akan melindungi :irus dari netralisasi antibodi induk dan memberikan keamanan terhadap embrio dan -26. ;aksin ini sangat aman terhadap embrio a$am umur 1/ hari dan a$am broiler sehat umur 1 hari $ang disuntik melalui in#ovo dan subkutan. ;aksin ini dapat digunakan bersamaan dengan antibiotik pada saat disuntikkan. Penggunaan secara bersamaan dengan :aksin A- pada -26 tidak mempengaruhi e(ikasi dari tersebut (6<;0 !"1"b#. melalui cara spra$. &ombinasi :aksin A- dan IB- di Hatchery P3 5L 3rimitra diberikan secara subkutan pada bagian belakang leher menggunakan alat (ovac (ouble ,utomatic )njector. ;aksinasi -26 dilakukan oleh petugas khusus $ang sudah terampil mengoperasikan alat. elain injector :aksin, Hatchery P3 5L 3rimitra 6ianjur juga menggunakan alat (esvac Hatch Spray untuk aplikasi :aksin spra$. '$9 E:alua!# Pr duk!# Hatchery P3 5L 3rimitra sebagai unit $ang memproduksi -26 a$am pedaging (broiler# senantiasa melakukan e:aluasi terhadap hasil produksi. Brea out telur merupakan salah satu metode $ang dapat dilakukan untuk menge:aluasi hatching egg $ang gagal menetas. Beberapa kriteria $ang diamati pada saat brea out telur antara lain telur in(ertil, embrio $ang mati pada tahap blood ring (hari ke.!,@ sampai 4#, blac eye (hari ke.@ sampai 1!#, feathers (hari ke.18 sampai 1+#, turned (hari ke.1/ sampai 19#, e$ternal pip, contaminated, malposition, dan malformation. ecara umum, brea out dilakukan minimal 1 kali dalam seminggu, atau pada kondisi $ang mendesak dapat dilakukan secara intensi( dan dianalisis. Penampakan telur pada tahap blood ring dan blac eye. ,enurut ,auldin (!""9#, ada tiga jenis analisis brea out $ang dapat dilakukan pada hatchery. Pertama dengan cara brea out telur segar, kemudian elain :aksin tersebut, digunakan juga :aksin A- kombinasi dengan :aksin IB $ang diaplikasikan

dengan melakukan candling dan terahir dengan pen$eleksian saat menetas. &etiga metode ini cukup sederhana namun dapat memecahkan masalah penetasan sehingga menghasilkan ternak dengan k%alitas $ang baik. Brea out telur segar Brea out telur segar merupakan cara tercepat untuk memperkirakan kesuburan dalam suatu ka%anan. &erugian $ang paling serius dari brea out telur segar adalah metode ini han$a memberikan in(ormasi tentang perkiraan kesuburan. ,elalui metode ini tidak didapatkan in(ormasi tentang kematian embrio, kontaminasi, pips, penetasan (ertiles dan ban$ak lainn$a. &erugian lainn$a adalah hilangn$a harga telur tetas karena prosedur serta sulit untuk membedakan antara kesuburan pada telur segar daripada ketika telur telah diinkubasi selama beberapa hari. "andling ,nalisis Brea out "andling ,nalisis Brea out mena%arkan akurasi $ang lebih akurat dalam menentukan (ertilitas. 'al ini juga berguna dalam menentukan sumber kandang telur sehingga dapat menentukan persentase telur $ang menetas, retak dan embrio $ang mati lebih a%al. Hatch (ay Brea out etelah telur menetas, dilakukan pemeriksaan terhadap -26. Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan terhadap bulu, pe(orma, kelainan (isik dan kelainan $ang lainn$a. ($ /#anjur Breeding Farm ' PT$ %L Tr#m#tra ($' B# !ekur#t# Biosekuriti adalah suatu konsep $ang merupakan bagian integral dari suksesn$a sistem produksi suatu peternakan unggas, khususn$a a$am petelur dalam mengurangi risiko dan konsekuensi masukn$a pen$akit in(eksius terhadap unggas maupun manusia (Pa$ne et al !""!#. Biosekuriti merupakan praktik manajemen dengan mengurangi potensi transmisi perkembangan organisme seperti :irus 0I dalam men$erang he%an dan manusia. Biosekuriti terdiri dari dua elemen penting, $aitu biokontaimen dan bioekslusi. Biokontaimen adalah pencegahan terhadap datangn$a :irus pengin(eksi, sedangkan bioekslusi adalah upa$a menjaga supa$a :irus $ang ada tidak keluar atau men$ebar (4'2 !""/#. -alam pengertian lainn$a, biosekuriti adalah suatu sistem untuk mencegah pen$akit baik klinis maupun subklinis, termasuk pen$akit.pen$akit )oonotik, $ang

merupakan sistem untuk mengoptimalkan produksi unggas secara keseluruhan dan bagian dari kesejahteraan he%an (>ainuddin dan 4iba%an !""+#. 3ujuan utama dari penerapan biosekuriti adalah meminimalkan keberadaan pen$ebab pen$akit, meminimalkan kesempatan agen berhubungan dengan induk semang, dan membuat tingkat kontaminasi lingkungan oleh agen pen$akit seminimal mungkin (>ainuddin dan 4iba%an !""+#. edangkan menurut -irjen Peternakan (!""@#, tujuan dari biosekuriti adalah mencegah semua kemungkinan penularan dengan peternakan tertular dan pen$ebaran pen$akit. Penerapan biosekuriti pada seluruh sektor peternakan, baik di industri perunggasan atau peternakan lainn$a akan mengurangi risiko pen$ebaran mikroorganisme pen$ebab pen$akit $ang mengancam sektor tersebut. ,eskipun biosekuriti bukan satu.satun$a upa$a pencegahan terhadap serangan pen$akit, namun biosekuriti merupakan garis pertahanan pertama terhadap pen$akit. Biosekuriti sangat penting untuk mengendalikan dan mencegah berbagai pen$akit $ang mematikan. Biosekuriti dapat digambarkan sebagai satu set program kerja dan prosedur $ang akan mencegah atau membatasi hidup dan men$ebarkan hama dan jasad renik berbaha$a di berbagai tempat seperti peternakan tempat penampungan he%an dan rumah potong he%an. Penerapan biosekuriti di 5L3.6B91 $ang dilakukan meliputi desin(eksi dan sanitasi, pelaksanaan higiene personal pekerja kandang, :aksinasi. Biosekuriti diterapkan pada area peternakan $ang dibagi ke dalam beberapa ring. Penerapan biosekuriti tersebut ditekankan pada titik kritis $ang penting, seperti mobil pengangkut telur atau pakan $ang mele%ati pintu masuk area peternakan, pakaian dan badan pekerja sta( dan kar$a%an, boot, dan lain sebagain$a. ($'$' Pr gram de!#nfek!# Program desin(eksi adalah salah satu program biosekuriti $ang bertujuan untuk mencegah terjadin$a kontaminasi bibit pen$akit, terutama pen$akit melular sehingga ternak $ang dipelihara terbebas dari in(eksi pen$akit serta selalu dalam kondisi sehat. Bibit pen$akit menular bisa disebabkan oleh bakteri, :irus, jamur, proto)oa, parasit, serangga, atau tikus. Program sanitasi bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1. 2. 3. 4.

elalu menjaga kebersihan lingkungan peternakan ,elakukan desin(eksi dan melarang atau mencegah lalu lalang orang ,elarang masukn$a peralatan maupun kendaraan $ang tidak diijinkan ,elaksanakan manajemen pemeliharaan $ang baik

Pintu gerbang suatu ka%asan peternakan atau farm merupakan salah satu titik a%al keberhasilan ka%asan tersebut terhindar dari %abah atau serangan pen$akit. Pintu gerbang harus selalu dalam keadaan terkunci. 3idak setiap kendaraan atau orang bisa masuk ke ka%asan peternakan atau (arm tersebut. -i pintu gerbang dipasang atau dibangun peralatan untuk proses sanitasi sebagai berikut.
1.

Peralatan

sprayer

dan

bak

celup

(dipping#

ban

kendaraan.

Peralatan sprayer dan bak celup dibuat sedemikian rupa sehingga setiap kendaraan $ang masuk ke ka%asan peternakan dapat disterilkan dari segala arah. &endaraan $ang telah dii)inkan masuk ke dalam suatu ka%asan di%ajibkan untuk disemprot dan melalui bak dengan air $ang telah diberi disin(ektan.
2.

=uang fogging etiap pega%ai ataupun tamu $ang akan memasuki lingkungan peternakan %ajib di fogging terlebih dahulu guna mensucihamakan bibit pen$akit $ang mungkin terba%a.

3.

3empat parkir dan ruang tamu 3empat parkir dan ruang tamu dibangun di luar ka%asan peternakan. =uang atau areal itu digunakan untuk kendaraan dan orang $ang tidak dii)inkan masuk ke ka%asan peternakan tersebut. Program sanitasi juga sangat penting dilakukan di kandang bagian dalam

dan sekitarn$a. Beberapa program sanitasi $ang harus dilaksanakan di kandang bagian dalam dan sekitarn$a sebagai berikut. 1. pra$er, mandi, dan ganti pakaian =uang spra$er dipergunakan untuk orang, baik kar$a%an maupun tamu $ang akan memasuki ka%asan peternakan. ,ereka di%ajibkan melalui sprayer (shower# $ang sudah dirancang khusus. lokasi tersebut. !. ,en$ediakan (asilitas sanitasi tangan dan (ootbaths di pintu pada masing. masing kandang. 8. ,elakukan pen$emprotan disin(ektan di dalam kandang dan sekitar kandang secara rutin (!.8 hari sekali#. &egiatan ini bertujuan untuk menekan perkembanganbiakan organisme patogen $ang ada di sekitar kandang atau elanjutn$a, mereka di%ajibkan mandi dan ganti pakaian dengan pakaian bersih $ang telah disediakan di

di dalam

kandang. -isin(ektan e(ekti( dalam membasmi organisme

pengganggu. 4. ,enjaga litter dalam kandang agar selalu kering dan bersih, serta tidak berdebu. @. ,enjaga :entilasi kandang dalam keadaan baik B. 0ir minum a$am ditambah kaporit dengan dosis 8.@ ppm untuk menekan perkembangan organisme merugikan $ang ada di dalam air. ($'$( 8ak!#na!# ,anajemen kesehatan di peternakan a$am tidak lepas dari program :aksinasi terhadap a$am. ;aksinasi diartikan sebagai suatu akti:itas memasukkan agen pen$akit (:irus, bakteri, atau proto)oa# $ang telah dilemahkan ke dalam tubuh a$am. -engan melakukan upa$a ini, tingkat antibodi di dalam darah a$am $ang di:aksinasi akan meningkat sesuai dengan agen $ang telah dimasukkan. 0kibatn$a, a$am akan memiliki kekebalan tubuh $ang tinggi dalam mela%an pen$akit. Program :aksinasi di 5L3.6B91 dilaksanakan di ba%ah penga%asan dokter he%an (manajer# sesuai jad%al $ang sudah disusun. 3abel 4. *ad%al Program ;aksinasi 0$am Broiler Breeder. 1mur 1 hari ! hari 8 hari 4 hari 1! hari ;aksin ,0@H6lone 8" A- Broiler ".@ doses -ebeak 6occi:ac =eo 1188 (L# Bronmass (L# Bursine > 1/ hari !1 hari !/ hari A- Lasota 0I (&# Bursa 9 A- H IB (&# Bronmass (L# 9. PoC B minggu 6or$)a (alm# =eo 1188 (L# Spray on Feed .6 I.2 ,..6 .6 ,..6 E I., I.2 4.4 I., .6 0plikasi Spray -26 .6

1" minggu 1! minggu

Bronmass (L# 0I (&# I.L.3 A- H IB (&# 0< H 9.PoC

I.2 I., I.2 I., 4.4 I.2 I., .6 I., I., 4.I., (kanan# I., (kiri#

14 minggu 1@ minggu 1+ minggu 19 minggu !1 minggu (setiap 4 minggu# 8@ minggu ($'$7

Bronmass (L# 6or$)a (oil# <0I (&# A-HIBH?H=eo (&# Bronmass (L# 0I (&# =eo Inac (&#

Penanganan a-am mat# dan k t ran a-am Pada a$am $ang terlihat sakit dan mati di dalam kandang akan dibakar

pada tempat pembakaran bangkai a$am. Pembakaran merupakan cara $ang paling disarankan karena pen$ebaran pen$akit bisa dihindari. -i samping itu, abu hasil pembakaran bisa diman(aatkan untuk pupuk. 0$am mati bisa dibakar dalam alat pembakar (incenator# dengan bahan bakar ka$u bakar atau sekam. Penanganan kotoran a$am tidak kalah pentingn$a. *ika tidak dikelola dengan baik, kotoran a$am bisa menjadi sumber pen$akit dan tempat perkembangbiakan bakteri, cacing, proto)oa, dan lalat. elain itu, kotoran ini akan menjadi sumber pencemaran udara dan air. 1ntuk menghindari hal.hal tersebut, kandang a$am harus selalu dalam keadaan kering, bersih, dan tidak berdebu. Pengelolaan kotoran a$am di peternakan 5L3.6B91 dilakukan dengan penaburan kapur sesuai jad%al, serta pengumpulan kotoran a$am pada saat sudah memenuhi ruangan di ba%ah slat, biasan$a dilakukan setelah a$am dia(kir. &otoran a$am $ang sudah dikumpulkan biasan$a dijual sebagai pupuk kandang. ($'$9 +um#ga!# telur 3elur $ang sudah dikoleksi dari kandang 5L3.6B91 diseleksi ( grading# untuk selanjutn$a dikirimkan ke hatchery sebagai telur untuk ditetaskan (hatching egg#. ebelum dilakukan pengiriman ke hatchery, telur.telur tersebut di(umigasi

terlebih dahulu di ruang (umigasi. 9umigasi telur pada peternakan merupakan upa$a membunuh bakteri $ang ada dipermukaan dengan menggunakan bahan (umigasi. Bahan kimia $ang biasa dipakai untuk (umigasi adalah gas (ormaldehid $ang di hasilkan dari campuran kalium permanganat dengan (ormalin untuk setiap kubik ruangan $ang dipakai. 0dapun cara (umigasi $ang dipakai adalah dengan menempatkan telur pada tra$ kemudian tra$ disusun pada lemari (umigasi. 3elur tersebut di(umigasi dengan kalium permanganat seban$ak 89 gram dan (ormalin +" % seban$ak +/ ml selama !" menit. ($'$; Med#ka!# Pencegahan pen$akit merupakan langkah baik terhadap metode pengontrolan pen$akit dan meminimalkan resiko kerugian ekonomi $ang besar. Langkah pencegahan pen$akit disuatu peternakan 5L3.6B91 dilakukan dengan menerapkan program biosekuriti $ang e(ekti( serta pemberian :aksin. &etika adan$a suatu serangan pen$akit maka dilakukan pengobatan agar tidak menimbulkan kerugian $ang lebih besar nantin$a. 0dapun jenis obat.obatan desin(ektan dan :aksin $ang digunakan dapat dilihat pada 3abel @. 3abel @ -a(tar obat, desin(ektan, dan :aksin $ang digunakan. Ao 1 ! 8 Aama obatE)at akti( 3$losin tartat 3olta)uril 3$losin <nro(loCasin 9ungsi Broad spectrum (m$coplasma, 6=-,

listeriosis, stapilococcus, cor$)a# ",!/ ml, +,+ mgEkg BBEhari &oksidiosis, 4-3 1B hari sebelum potong <(ekti( 6=-, in(eksi sekunder &. coli, Salmonella, -asteurella, "lostridium, Streptococcus, Stapilococcus 1 gram ke dalam 1.! liter air minum, 8.@ hari aluran pencernaan dan pernapasan, untuk bakteri gram (H# dan (D#, 4"./" mgEkg BB &.coli, Salmonella, Stapilococcus, Streptococcus, ,ctinobacillus. ! gram dalam 1" liter minum setiap 1! jam selama @ hari Bakteri gram (H# dan (.#, m$coplasma ,engendalikan organisme dan "lostridium, -asteurella,

4 @

0moCisilin 3rihidrate 0moCisilin

B + / 9

<nro(loCasin ;it.6 Aopstres ;ireC

mikopatogen, spektrum luas (bakteri dan :irus# -esin(eksi peralatan 171"" 1" 11 1! 18 14 1@ 1B 1+ 1/ 19 -eltametrin @grE1"" ml enricona)ole 0gita 0ldehid, glutaraldehid bromadiolon 3'4 ?P6 / '@A1 =<2,A-,IB, ?umburo <-esin(eksi permukaan 178"" Spray solution kutu, mite, caplak, lalat 9ungisidal 1ntuk lalat kandang (granul Hair# Bakteri dan jamur =odentisida

($( S#!tem Perkandangan &andang P3. 5L 3rimitra 6ianjur Breeding Farm 1, terdiri atas dua lokasi $aitu peternakan laying (L1.L11# dan pullet (P1.P@#. &andang milik P3 5L 3rimitra ini terletak cukup dekat dengan pemukiman penduduk. Pendirian peternakan unggas berbeda dari sistem $ang diterapkan pada ternak lain. Peternakan unggas $ang dibangun secara umum harus memperhatikan =encana 1mum 3ata =uang (=13=# dan =encana -etail 3ata =uang (=-3=# $ang ditetapkan pemerintah, sehingga tidak akan menimbulkan kon(lik dan ketidakseimbangan ekologi. ,enurut -itjennak (!""@#, s$arat lokasi peternakan $akni terpisah dari lingkungan pemukiman berjarak minimal !""" m serta memenuhi 0,-0L. 'al ini untuk menghindari adan$a kon(lik dengan lingkungan akibat polusi dari limbah a$am, debu maupun adan$a cemaran bibit pen$akit baik dari lingkungan penduduk ke peternakan ataupun sebalikn$a. &onstruksi kandang baik di kandang pullet maupun laying berbentuk persegi panjang, memanjang dari barat ke timur. 'al ini sesuai dengan standar dari -itjennak (!""@#, $aitu kandang dibuat memanjang barat.timur. Pengelolaan kesehatan unggas dan tingkat produksi dalam suatu peternakan tidak dapat dilepaskan dari manajemen perkandangan. &andang menjadi hal $ang sangat penting karena ken$amanan (comfort .one# kandang berpengaruh terhadap kondisi (isiologi tubuh unggas $ang akhirn$a akan mempengaruhi produkti:itas unggas tersebut. ,odel perkandangan $ang digunakan di P3 5L 3rimitra 6ianjur Breeding Farm 1 adalah sistem kandang tertutup atau close house.

,odel kandang sistem terbuka tidak sesuai lagi dengan perkembangan mutu genetik a$am ras saat ini, $aitu a$am dengan strain.strain modern dengan tingkat pertumbuhan $ang cepat bila dibandingkan dengan strain.strain a$am tempo dulu. &andang model tertutup dimaksudkan untuk meminimalkan kontak antara a$am dengan kondisi lingkungan di luar kandang. &andang dengan sistem tertutup dapat menciptakan lingkungan ideal dalam kandang, meningkatkan produkti:itas a$am, e(isiensi lahan dan tenaga kerja serta menciptakan usaha peternakan $ang ramah lingkungan ( uska !""9#. ecara umum bangunan dan peralatan kandang di P3 5L 3rimitra 6ianjur breeding Farm 1 terdiri atas konstruksi bangunan kandang dari baja ringan, sistem pemberian pakan, sistem pemberian minum, sistem :entilasi, kelistrikan, dan lain.lain. Bangunan meliputi konstruksi, atap, tirai, jaringan da%ai, lantai kandang, dan winch. &onstruksi lantai kandang P3 5L 3rimitra 6ianjur Breeding Farm 1 menggunakan kombinasi sistem litter dan postal. istem :entilasi meliputi motor penggerak, tali roda, P0, air, cooling pad, shutter kipas, dan kipas (e$haust fan#. &riteria litter $ang digunakan dalam kandang harus mampu men$erap air, ringan, murah serta tidak menimbulkan toksik. *itter dapat menggunakan sekam padi, serutan ka$u, serbuk gergaji, potongan jerami, kertas, kulit kacang, dan cane pummage. Penggunaan litter dalam kandang bertujuan untuk men$erap air, meminimalisasi a$am kontak dengan kotoran serta melindungi a$am dari lantai $ang dingin (6obb !""/b#. &andang 5L3.6B91 memiliki jumlah pen $ang berbeda pada setiap periode pemeliharaan. Pada masa -26 hingga a$am akan dika%inkan, a$am dibagi ke dalam @ pen $akni 4 pen untuk betina dan 1 pen untuk jantan. Pen untuk betina dibedakan berdasarkan berat badan a$am. Pada masa ka%in, masa produksi hingga masa a$am akan dia(kir, kandang dibagi atas 8 pen, dimana 1 pen digunakan untuk pejantan $ang tidak dika%inkan. &ondisi (isiologis dan metabolisme tubuh a$am sangat tergantung pada suhu dan kelembaban kandang. ,enurut <lijah dan 0dedapo (!""B#, suhu, kelembaban relati(, pencaha$aan, sistem perkandangan serta :entilasi dapat mempengaruhi produkti:itas, kesehatan dan performance unggas. ,enurut 9anatico (!""+#, suhu lingkungan $ang dapat menjaga suhu tubuh a$am $akni B@.+@I9 (1/.!4I6#. Pengaturan suhu dan kelembaban memberikan )ona n$aman (comfort .one# sehingga meningkatkan produkti:itas unggas tersebut. uhu

lingkungan kandang untuk pemeliharaan a$am adalah !@.!/F6 dengan kelembaban relati( B".+"% (6ah$adi et al. !"11#. 0pabila suhu lingkungan kandang berada di atas )ona n$aman, peluang terjadin$a heat stress akan semakin tinggi. Heat stress merupakan cekaman $ang diakibatkan oleh suhu lingkungan kandang $ang berada di atas )ona n$aman ( comfort .one# atau suhu $ang (luktuati(. Heat stress terjadi karena a$am tidak bisa men$eimbangkan antara produksi dan pembuangan panas tubuhn$a (Butcher dan ,iles !""9#. Heat stres pada a$am dapat terjadi pada suhu /@I9 (!9,4I6#. 1ntuk memberikan kualitas udara $ang cukup, baik kandang di pullet maupun laying, kandang P3 5L 3rimitra 6ianjur Breeding Farm 1 (5L3.6B91# menggunakan sistem :entilasi menggunakan blower, cooling pad, dan e$haust fan. Penempatan e$haust fan di kandang pullet mengarah ke jalan $ang menjadi jalur lalu lintas pakan, telur (hatching egg#, dan lalu lintas lainn$a. 'al ini menjadi salah satu (aktor $ang dapat men$ebabkan terjadin$a kontaminasi. Prinsip kerja dari sistem ini $akni blower akan mengalirkan udara segar ke dalam kandang dan e$haust fan (kipas# akan menarik udara kotor dari dalam kandang ke luar kandang. elain itu, sistem ini akan mengatur suhu kandang. uhu kandang diatur antara !B.!9I6, dimana bila suhu melebihi suhu tersebut sistem ini akan mengalirkan air pada cooling pad $ang menimbulkan udara $ang sejuk dalam kandang dan suhu di dalam kandang akan menurun kembali. 0dapun sistem :entilasi dan pengaturan (set point# suhu kandang a$am pada masa produksi di 5L3.6B91 dapat dlihat pada 3abel B. 3abel B Stag e 1 ! 8 4 @ B + / istem :entilasi dalam pengaturan suhu di dalam kandang a$am masa produksi uhu kandang uhu dasar -i((. !,"F6 !8,"F6 !4,"F6 !@,"F6 !B,"F6 !+,"F6 !/,"F6 !9,@F6 !"F6, 1,"F6 1,"F6 1,"F6 1,"F6 1,"F6 1,"F6 1,@F6 ,anual, 1 kipas (no.!# ,anual, 1 kipas (no.8# ,anual, ! kipas (no.4# ,anual, ! kipas (no.@# 2tomatis, ! kipas (no.B# 2tomatis, ! kipas (no.+# 2tomatis, "ooling pad men$ala Penggunaan kandang tertutup di 5L3.6B91 didukung dengan otomatisasi dalam sistem pemberian pakan dan air minum. Perangkat pemberian pakan $ang &enaikan suhu 1nit e$haust fan men$ala kandang

ada di dalam kandang 5L3.B91 meliputi motor, hopper jantan dan betina, talang feeder, selekoh, tali roda, dan grill. Perangkat pemberian minum meliputi medikator, meteran, nipple, serta tali penggantung. istem kelistrikan kandang elain itu juga meliputi lampu, wire kejutan, jam, <L6BE=66B, serta penggerak. a$am mencapai masa ka%in. Pencaha$aan juga dapat mempengaruhi per(orma, kesehatan, serta produkti:itas a$am. 6aha$a bukan han$a membuat a$am akti( dan mencari makanan saja, tetapi juga menstimulus otak a$am untuk masa bereproduksi. istem pencaha$aan $ang diterapkan di kandang tergantung dari periode pertumbuhan a$am. Pada masa -26, kandang diberi lampu terang dimana pencaha$aan dilakukan selama !4 jam. Lama %aktu pencaha$aan ini akan berkurang hingga umur 8 minggu dengan lama pencaha$aan selama 1! jam. Pada masa grower hingga a$am akan dika%inkan, kandang a$am menggunakan lampu $ang redup ber%arna merah. Pencaha$aan ini dilakukan selama / jam. &ondisi lampu $ang gelap bertujuan agar untuk mencegah pertumbuhan $ang cepat karena meningkatn$a akti:itas dan mencari pakan. ,enurut 9anatico (!""+# kondisi kandang $ang gelap selain untuk memperlambat pertumbuhan juga dapat meningkatkan melatonin $ang berperan penting untuk sistem kekebalan tubuh a$am. Pada masa ka%in hingga a$am akan dia(kir, kandang menggunakan lampu $ang terang ber%arna putih.

terdapat sarang bertelur (nestbo$# $ang dipasang beberapa minggu sebelum

($7 S#!tem Menejemen Pakan Pemberian pakan di kandang 5L3.6B91 dilakukan setiap pagi hari, $aitu pada pukul "+."" di kandang pullet dan pukul "B."" di kandang laying. istem pemberian pakan pada a$am betina di kandang pullet dan laying sudah dilakukan secara otomatis menggunakan hopper. Pakan $ang sudah disiapkan di hopper akan dialirkan mele%ati palung $ang ditutup dengan grill atau dengan sistem automated chain feeders. ,otor penggerak akan memutar gear $ang kemudian menjalanlan rantai (chain# pada talang feeder sehingga pakan terdistribusi ke seluruh bagian kandang secara merata. Penggunaan grill ini bertujuan untuk menghindari pejantan memakan pakan bagian a$am betina. istem pemberian pakan pada a$am jantan di kandang pullet dan laying berbeda. -i kandang pullet, hopper diisi pakan secara manual, sedangkan di

kandang

laying

pemberian

pakan

dilakukan

dengan

mesin

untuk

mendistribusikann$a ke feeder.

elain itu, di kandang la$ing juga terdapat

pemberian pakan $ang dilakukan secara manual, $aitu dilakukan pada pan karantina dan pejantan $ang tidak dika%inkan. Pakan $ang diberikan tergantung pada jenis kelamin dan periode pertumbuhan a$am. 0$am umur 1 hingga !4 hari diberikan pakan starter $ang bentukn$a halus. 0$am umur !4 hari hingga umur !" minggu diberikan pakan grower $ang berbentuk seperti pelet. Pada a$am umur !1 hingga B/ minggu diberikan pakan breeding berbentuk crumble. ,enurut 6obb (!""/a#, pada masa starter, terutama pada dua minggu pertama, a$am betina diberikan pakan secara ad libitum. Aamun demikian, pemantauan terhadap berat badan tiap minggu tetap dilakukan untuk menjaga agar berat badan a$am tidak melebihi target pada minggu ke empat. 1ntuk a$am jantan, pemberian pakan secara ad libitum han$a dilakukan pada satu minggu pertama. 1ntuk minggu.minggu selanjutn$a pemberian pakan selalu dipantau agar berat badan a$am sesuai dengan target pada minggu ke empat. 'al tersebut dimaksudkan agar perkembangan a$am menjadi seragam. 0pabila berat a$am jantan tidak mencapai target pada empat minggu pertama, maka pemberian pakan secara ad libitum dilakukan lebih lama lagi. 0$am jantan pada masa pertumbuhan harus dipisahkan dengan a$am betina selama lebih dari enam minggu. 1ntuk mendapatkan hasil $ang diharapkan, pemisahan a$am jantan dan betina pada masa pertumbuhan sampai pada umur a$am mencapai !".!1 minggu. Pada masa grower, a$am dipuasakan. Puasa dilakukan 8 kali dalam satu minggu, namun saat a$am umur 18.!" minggu dipuasakan ! kali seminggu. Puasa ini dilakukan untuk menjaga berat badan a$am agar seragam. ,enurut 6obb (!""/a#, alternati( lain untuk memuasakan a$am menggunakan sistem s ip a day feeding. istem ini memuasakan a$am selama satu hari setelah a$am diberi pakan satu hari sebelumn$a. 3abel +. &ebutuhan nutrisi pakan a$am Autrien Pemula (J# edang 3umbuh (JJ# Protein (%# 19 1@ <nergi (kcalEkg# !/B" !+@" Lemak (%# 8.4 8.4 erat (%# 8.4 8.4 Pra.bibit (JJJ# 1B !/B" 8.4 8.4 Bibit (JJJJ# Bibit *antan (JJJJJ# 18 !+@B

1B !/B" 8.4 8.4

&eterangan7 (J# 7 umur ".4! hari (JJ# 7 umur 48.119 hari (JJJ# 7 umur 1!".1@4 hari (JJJJ# 7 umur lebih dari 1@@ hari (JJJJJ# 7 pejantan umur lebih dari 1@@ hari *enis pakan $ang diberikan untuk pejantan berupa pakan jenis P0= *antan LB, sedangkan pakan betina berjenis pakan a$am pedaging pembibit 91"B6. &andungan nutrisi $ang diperlukan untuk tiap masa pertumbuhan a$am juga berbeda. Pada a$am starter memerlukan protein $ang lebih tinggi dibandingkan a$am saat grower maupun saat produksi (6obb !""@#, seperti pada 3abel @. Pemberian pakan di 5L3.6B91 juga didasarkan pada kebutuhan harian. &ebutuhan pakan a$am dipengaruhi oleh galur a$am, bobot badan, tingkat produksi, tingkat cekaman, akti:itas, mortalitas, nutrien pakan, dan suhu lingkungan (Aorth dan Bell 199"#. &ebutuhan pakan pada saat -26 akan meningkat hingga masa produksi. &ebutuhan pakan untuk a$am pada masa -26 sampai growing dapat dilihat pada 3abel B. aat a$am memasuki masa produksi, pemberian pakan tergantung kebijakan perusahaan. &ebutuhan pakan saat produksi untuk a$am jantan biasan$a antara 1@+.1B" grEekor, sedangkan untuk betina 148.14@ grEekor. Berikut tabel kebutuhan pakan a$am masa -26 hingga growing. 3abel /. &ebutuhan pakan a$am masa growing 1mur (minggu# Betina (grEekor# 1 ! 8 4 @ B + / 9 1" !" 8/ 44 4+ 49 @1 @8 @@ @B @/

*antan (grEekor# !/ 4" B" B! B@ B/ +" +! +4 +B

1mur (minggu# 11 1! 18 14 1@ 1B 1+ 1/ 19 !" !1 !! !8 !4

Betina (grEekor# @9 B" B1 B4 B/ +4 /1 /9 9+ 1"@ 111 11B 1!1 1!B

*antan (grEekor# +/ /" /! /@ /+ /9 91 98 99 1"B 118 1!" 1!@ 1!9

elain pemberian pakan, pemberian air minum di kandang 5L3.6B91 juga menggunakan sistem otomatisasi menggunakan perangkat $ang meliputi medikator untuk pemberian obat $ang dicampur air minum, meteran, nipple, serta tali penggantung. Pemberian minum dengan instalasi modern seperti di kandang 5L3.6B91 memiliki keuntungan dalam e(isiensi pemberian air minum. Pemberian air minum $ang segar dan bersih penting untuk menjaga na(su makan a$am dan juga akan berpengaruh terhadap pertumbuhan a$am. 0$am pada umur 1.+ hari diberikan suplemen untuk menaikkan na(su makan dan menjaga kondisi tubuh dari cekaman lingkungan. atu perangkat air minum $ang berupa nipple sebaikn$a didesain untuk memenuhi kebutuhan air minum /.1" a$am. -esain penempatan sumber air minum ini ditujukan agar a$am $ang berakti:itas mempun$ai jarak tidak lebih dari 8 m dari sumber air. elain memiliki keuntungan dari segi e(isiensi air minum, pemakaian nipple juga ditujukan untuk menjaga pemberian air minum $ang higienis. &onsumsi air minum tiap hari dapat diketahui dengan mencatat pada meteran. Ban$akn$a konsumsi air minum a$am dapat mengindikasikan beberapa kondisi $ang terjadi pada a$am, di antaran$a mengindikasikan kondisi nutrisi a$am, adan$a pen$akit, dan kondisi suhu ruangan. ecara normal, ban$akn$a konsumsi air minum pada a$am berkisar antara 1,B.! kali besarn$a inta e pakan

pada suhu !1F6. &onsumsi air minum $ang lebih dari ! kali besar inta e pakan mengindikasikan adan$a suhu ruang $ang terlalu tinggi, $ang dapat mencapai 8"F6. elain itu, besarn$a konsumsi air minum juga dapat mengindikasikan adan$a kesalahan nutrisional pada a$am (6obb !""/a#. ($9$ Manajemen Pemel#4araan dan Pr duk!# 'asil produksi $ang melimpah dengan mutu berkualitas tergantung dari manajemen pemeliharaan $ang baik sebelum produksi. ,anajemen pemeliharaan di kandang 5L3.6B91 dimulai dari periode starter, grower, dan layer. Pada periode starter dan grower pemeliharaan$a dilakukan di %ila$ah perkandangan pullet, sedangkan pemeliharaan periode layer di %ila$ah perkandangan laying. 0kan tetapi pada saat dilaksanakan kegiatan, sistem tersebut tidak dapat diterapkan karena a$am $ang masih di %ila$ah perkandangan laying belum siap untuk dia(kir, sehingga a$am $ang di %ila$ah perkandangan pullet $ang sudah siap untuk dika%inkan tidak dapat dipindahkan ke laying. istem pemeliharaan pada periode starter dimulai umur 1 sampai dengan 4 minggu disesuaikan dengan petunjuk teknis atau manajemen asal a$am bibit (-itjennak !""@#. &unci keberhasilan dan program manajemen $ang e(ekti( dia%ali sebelum anak a$am tiba di peternakan. 3ahapan $ang harus diperhatikan antara lain7 1. *ika mengimpor anak a$am pedaging berumur satu hari dari negara lain, sebaikn$a telah memiliki personil terlatih $ang mengetahui peraturan pabean dan prosedur dokumen $ang diperlukan untuk menjamin agar urusan pabean dapat diselesaikan secepat mungkin. !. 3ransportasi anak a$am dari airport harus diperhatikan sanitasi $ang bersih, :entilasi $ang baik, dan kontrol temperatur kendaraan. 8. 0nak a$am harus ditempatkan sesuai umurn$a. 4. 9asilitas kandang $ang memadai harus bersih dan bebas dari patogen sebelum anak a$am tiba. @. Peternakan harus terjamin bebas dari kontaminasi $ang berasal dari luar (kendaraan, pega%ai, dan visitor#.

etelah anak a$am datang ke peternakan langkah $ang harus dilakukan adalah merencanakan penempatan untuk anak a$am. Perihal $ang harus diperhatikan antara lain7 1. 1kuran floc harus ber:ariasi untuk setiap tempatn$a. !. Lantai diberi litter untuk mencegah hilangn$a panas. 8. ;entilasi kandang harus terjamin dari semua sisa gas disin(ektan dan pemanas harus dipindahkan sebelum anak a$am tiba. 4. 3erhadap bangunan harus dilakukan pre#heating selama !4 sampai 4/ jam sebelum anak a$am tiba dan tergantung dari kondisi iklim setempat. @. ,enjamin jumlah :entilasi $ang minimum digunakan sejak siang hari sebelum anak a$am tiba. B. ,en$ediakan ! tempat minum tambahan untuk setiap 1"" anak a$am dan letakn$a harus dekat dengan tempat pakan. +. ,en$ediakan satu feeder tray untuk +@ anak a$am $ang berumur satu hari. /. -alam satu floc umur a$am harus sama dan di dalam satu pens berat

badann$a harus seragam. 9. 1kuran kandang 8" anak a$amEm!. 1". ,en$ediakan pencaha$aan dengan intensitas !".B" luC untuk minggu pertama untuk memudahkan anak a$am dalam mencari pakan dan minum. 11. ,emotong paruh anak a$am untuk memudahkan mengambil pakan dan minum ketika a$am sudah de%asa. 9ase pertumbuhan (growth phases# dibagi ke dalam 8 (ase. 9ase pertama (start# pada umur ".B minggu merupakan (ase pertumbuhan dan perkembangan dari anak a$am di mana ukuran badan luar dan keseragaman ditentukan bagi sebagian besar dari kehidupan a$am. Pada 14 hari pertama merupakan %aktu $ang sangat penting untuk kehidupan unggas karena akan menentukan performance $ang baik. 'al terpenting $ang perlu diperhatikan adalah pakan, minum, temperatur, dan kualitas air. 9ase kedua ( maintenance# pada umur B.1B minggu merupakan (ase penjagaan dengan mengontrol program pakan $ang bertujuan untuk mencegah obesitas. 9ase ketiga (preparation for lay# 1B.!4 minggu, pertumbuhan $ang cepat untuk mempersiapkan kematangan seksual dan pencapaian berat badan $ang seragam sesuai dengan jenis kelamin. 9ase

ketiga merupakan hal $ang terpenting dalam breeder management karena berhubungan dengan produksi telur setiap harin$a (6obb !""/a#. 1ntuk mendapatkan hasil $ang maksimal pada masa produksi, berat badan a$am harus selalu dikontrol setiap minggun$a. etiap satu minggu sekali loperator kandang menimbang berat badan a$am, sehingga apabila bobot badan a$am melenceng dari nilai idealn$a dapat dilakukan perlakuan lebih lanjut. 3ujuan mengontrol berat badan tiap minggu adalah untuk memperoleh keseragaman berat badan sampai kepada masa produksi. -engan mempun$ai berat $ang seragam, a$am diharapokan mempun$ai intake pakan $ang seragam. &eseragaman tersebut merupakan (aktor $ang sangat mempengaruhi produksi telur dan juga beratn$a. 3abel + dan / menggambarkan berat ideal bagi a$am setiap minggu selama periode pertumbuhan (grower# dan periode produksi (laying#. 3abel 9 Berat badan ideal a$am pada masa grower 1mur (minggu# 1 ! 8 4 @ B + / 9 1" 11 1! 18 14 1@ 1B 1+ 1/ 19 Betina (gram# 1B" !/@ 41" @4" B4@ +@" /@" 9@" 1"@" 11B" 1!@" 188@ 14!" 1@"@ 1@9" 1B/" 1+9" 198" !"9" *antan (gram# 1@" 88" @!" B9" /4" 1""" 114" 1!+" 14"" 1@!" 1B@" 1+/" 19!" !"B" !!1" !8@" !@"" !B4" !/""

1mur (minggu# !" !1 !! !8 !4

Betina (gram# !!@" !@1" !B+@ !/4@ 8"1"

*antan (gram# !9B" 8!@" 88@@ 84+" 8@9"

3abel 1" Berat badan ideal a$am pada masa layer 1mur (Produksi# 1 ! 8 4 @ B + / 9 1" 11 1! 18 14 1@ 1B 1+ 1/ 19 !" !1 !! !8 !4 !@ !B Berat badan (gram# Betina 81"@ 8!"" 8!9" 88/@ 84/" 8@+" 8@9@ 8B1@ 8B8@ 8B@@ 8B+@ 8B9@ 8+1@ 8+8@ 8+@@ 8++" 8+/@ 8/"" 8/1@ 8/8" 8/4@ 8/B" 8/+@ 8/9" 89"@ 891@ *antan 8+"" 8+9" 8//" 89B" 4"8" 4"9" 414" 41/" 4!1" 4!8@ 4!B" 4!/@ 481" 488@ 48B" 48/@ 441" 448@ 44B" 44/@ 4@1" 4@8@ 4@B" 4@/@ 4B1" 4B8@

1mur (Produksi# !+ !/ !9 8" 81 8! 88 84 8@ 8B 8+ 8/ 89 4" 41 4!

Berat badan (gram# Betina 89!@ 898@ 894@ 89@@ 89B@ 89+@ 89/@ 899@ 4""@ 4"1@ 4"!" 4"!@ 4"8" 4"8@ 4"4" . *antan 4BB" 4B/@ 4+1" 4+8@ 4+B" 4+/@ 4/1" 4/8@ 4/B" 4//@ 4/1" 498@ 49B" 49/@ @"1" .

Beberapa kondisi $ang men$ebabkan permasalahan pada keseragaman berat a$am antara lain terdapatn$a gas (ormaldehid pada tempat a$am, -26 $ang dipelihara tidak berasal dari indukan dengan umur $ang sama, kondisi $ang jelek, perubahan suhu $ang ekstrim, distribusi pakan $ang jelek, jumlah pakan $ang tidak sesuai, ukuran pakan $ang tidak sesuai dengan umur a$am, kepadatan kandang $ang terlalu tinggi, kekurangan suplai air, kandungan energi $ang terlalu rendah atau terlalu tinggi pada pakan, kekurangan pencaha$aan pada saat pemberian pakan, %aktu pemberian pakan $ang tidak teratur, kesalahan dalam menghitung populasi dalam satu pen, dan adan$a pen$akit in(eksius. elain mengontrol berat badan, dalam managemen pemeliharaan juga dilakukan seleksi atau grading terhadap a$am. 0$am $ang mempun$ai berat badan $ang seragam ditempatkan dalam area pen $ang sama. Pada a$am betina, grading sebaikn$a dilakukan pada saat a$am berada pada umur !8.!/ hari, sedangkan pada jantan grading dilakukan setelah umurn$a lebih dari 8@ hari. 0$am.a$am $ang mempun$ai berat lebih kecil akan diperlakukan secara khusus, seperti dilakukan penambahan jumlah pakan sehingga dapat mengikuti pertumbuhan a$am dengan berat lebih besar. 0$am $ang mempun$ai kelainan,

seperti terlihat lemas, terindikasi sakit, dan pincang ditempatkan dalam pen $ang berbeda, $aitu pada area pen di pojok kandang. ebelum a$am berada pada periode produksi, a$am dipindahkan dari peternakan growing ke peternakan la$ing. 1ntuk area kandang la$ing, a$am berasal dari peternakan growing $ang berada di %ila$ah &abupaten ukabumi. edangkan a$am $ang berada pada area kandang pullet merupakan a$am $ang tidak dipindahkan dari peternakan growing. 0dan$a kebijakan khusus peternakan membuat a$am $ang pada periode gro%ing tidak dapat dipindahkan ke dalam area kandang la$ing. Beberapa hal perlu dipersiapkan dalam pemindahan a$am dari area kandang growing ke area kandang laying. 0rea kandang laying harus siap menerima a$am ke dalam (lock, lengkap dengan tempat pakan, tempat minum, dan nestbo$ $ang siap untuk dioperasikan, minimal satu minggu sebelum tanggal pemindahan a$am. ebelum memindahkan a$am, harus dipastikan bah%a area eleksi terakhir dan pemindahan a$am kandang laying harus cukup bersih.

jantan sebaikn$a dilakukan ! hari sebelum pemindahan a$am betina. 1ntuk pemindahan betina harus dilakukan secara hati.hati, dan setelah dilakukan pemindahan dipastikan bah%a a$am tersebut mudah untuk mendapatkan pakan dan minum. Pemindahan a$am sebaikn$a dilakukan pada malam hari atau pagi sebelum matahari terbit. 'al ini dimaksudkan untuk menghindari stres pada a$am. 0$am pada umur 1/.19 minggu sudah mulai diperkenalkan tempat bertelur khusus dengan memasukkan nestbo$ pada area kandang. 'al ini ditujukan agar a$am betina tidak mengalami stres dengan adan$a perubahan pada lingkungan kandangn$a dan melatih a$am untuk menaiki dan masuk ke dalamn$a. elain itu juga mulai dilakukan pencampuran a$am jantan dan a$am betina dalam satu pen pada umur !1 minggu. 1sia a$am saat mulai produksi adalah !4 minggu. Pada saat tersebut, a$am telah menghasilkan telur tetas $ang kemudian akan dipindahkan ke Hatchery untuk diproses lebih lanjut. Pengumpulan telur di 6ianjur Breeding Farm 1 dilakukan @ kali dalam sehari, $aitu pada pukul "+."", "/.8", 1".8", 18."", dan 1@.8", sedangkan pada a%al produksi pengumpulan telur dilakukan ! kali $aitu pada pukul "+.8" dan 1@."". 3elur $ang diambil dari nestbo$ kemudian dipindahkan menggunakan egg tray $ang berkapasitas 8B butirEunit. etelah dilakukan pengambilan kemudian telur diseleksi atau digrading untuk menentukan telur $ang berkualitas baik untuk

dijadikan telur tetas. &riteria telur $ang baik untuk ditetaskan (hatching egg# adalah $ang utuh, bersih, dan mempun$ai bentuk normal. Pemisahan telur $ang tidak ditetaskan juga berman(aat untuk diagnosa terhadap produksi dari kandang $ang bersangkutan. 3elur tetas (hatching egg# kemudian dimasukkan ke dalam ruang (umigasi. 3elur dengan kerabang kotor, retak, hancur, berukuran terlalu besar atau jumbo, berukuran terlalu kecil, berkerabang tipis, dan mempun$ai bentuk $ang abnormal $ang disebut dengan cull eggs kemudian dikumpulkan dalam egg tray $ang terpisah dengan kapasitas 8" butir. 3elur.telur $ang tidak masuk dalam kriteria telur tetas dikirim ke hatchery untuk dijual sebagai telur konsumsi. Pada pelaksanaan managemen pemeliharaan juga dilakukan pencatatan atau recording. Pencatatan $ang dilakukan pada periode growing adalah pencatatan $ang dilakukan tiap hari dan tiap minggu. Pencatatan $ang dilakukan tiap hari meliputi pencatatan kematian, pencatatan a$am $ang disisihkan, pencatatan pakan, suhu, dan konsumsi air. edangkan pencatatan $ang dilakukan tiap minggu meliputi pencatatan berat badan dan keseragaman. Pencatatan pada periode produksi juga meliputi pencatatan tiap hari dan tiap minggu. Pencatatan $ang dilakukan tiap hari sama seperti pada periode growing dan ditambahkan dengan pencatatan jumlah total produksi telur, berat telur, jumlah telur tetas, telur $ang jelek, dan (ertilitas telur. 1ntuk menge:aluasi kinerja a$am dalam menghasilkan telur tetas, dilakukan perhitungan Hen (ay -roduction % dan Hatching &gg % setiap harin$a pada masa produksi. Hen (ay -roduction merupakan ban$akn$a a$am betina $ang menghasilkan telur setiap harin$a $ang dihitung dari pembagian jumlah total telur $ang diproduksi dengan jumlah total a$am betina dalam kandang produksi dikalikan 1""%. edangkan Hatching &gg % merupakan perbandingan jumlah telur $ang la$ak dijadikan telur tetas (Hatching egg# dengan jumlah total telur $ang diproduksi dalam satu hari. Berikut adalah nilai standar Hen (ay -roduction % dan Hatching &gg % $ang ditunjukkan pada 3abel 11. 3abel 11 tandar hen day production dan hatching egg. 1mur Produksi 1 ! 8 4 Hen day production /%# @ 1@ 4" @+ Hatching eggs /%# 4" /" /@ //

1mur Produksi @ B + / 9 1" 11 1! 18 14 1@ 1B 1+ 1/ 19 !" !1 !! !8 !4 !@ !B !+ !/ !9 8" 81 8! 88 84 8@ 8B 8+ 8/ 89 4"

Hen day production /%# +! ++ /" /1 /1 /" +9 +/ ++ +B +@ +4 +8 +! +1 +" B9 B/ B+ BB B@ B4 B8 B! B1 B" @9 @/ @+ @B @@ @4 @8 @! @1 @"

Hatching eggs /%# 94 9B 9+ 9/ 9/ 9/ 9/ 9/ 9/ 9/ 9/ 9/ 9/ 9/ 9/ 9/ 9/ 9/ 9/ 9/ 9/ 9/ 9/ 9+ 9+ 9+ 9+ 9+ 9+ 9+ 9+ 9+ 9+ 9+ 9+ 9+

1mur Produksi 41 4!

Hen day production /%# 49 4/

Hatching eggs /%# 9+ 9+

PENUTUP Ke!#mpulan P3. 5L 3rimitra merupakan salah satu produsen -26 $ang berkualitas bagus di Indonesia. &egiatan di P3. 5L 3rimitra berlangsung secara bertahap dengan alur $ang jelas dan tepat. &egiatan utaman$a terdiri dari7 pengambilan telur, grading, (umigasi, pen$impanan di cool room, trans(er dan candling telur, pull out, :aksinasi, pengemasan, sanitasi, dan transportasi -26. 3rimitra. Saran istem isolasi dan pengaturan lalu lintas ke lokasi peternakan dan populasi a$am dalam kandang merupakan hal $ang penting untuk diperhatikan. 3ujuann$a adalah mengurangi terjadin$a kontaminasi ke area peternakan karena dapat menurunkan produkti:itas. istem biosecurit$ sangat diutamakan dalam pelaksanaan setiap kegiatan di P3. 5L

DA+TA" PUSTAKA KBP L. !"1". tatistics Indonesia. %%%.bps.go.idE K1/ *uni !"18L KB AL Badan tandardisasi Aasional. !""@. AI Ao."1.4/B/.1.!""@7 Bibit Aiaga (Final Stoc ! 0$am =as 3ipe Pedaging 1mur ehari (&uriE-26#. *akarta7 B A. K-epartement o( 0gricultureL. !""@. 'atcher$EBreeder 3ipM 6hick 5ualit$7 0n 1pdate. 6ooperati:e <Ctention er:ice. ?eorgia7 6ollege o( 0gricultural and <n:irontmental ciencesE0thens, 1ni:ersit$ o( ?eorgia.

K-itjennakL -irektorat *enderal Peternakan. !""@. -edoman -embibitan ,yam Ras yang Bai . *akarta7 -irektorat Pembibitan, -irektorat *endaral Peternakan, -epartemen Pertanian. Butcher ?-, ,iles =. !""9. Heat Stress 0anagement in Broilers. Institute o( 9ood and 0gricultural ciences, 1ni:ersit$ o( 9lorida 6ah$adi --, 4ija$a ,=, $ahrania A-, 0di$ati PA. !"11. istem kandang tertutup dalam manajemen peternakan unggas Kterhubung berkalaL http7EE%%%.acehpublication.comEadic!"11E0-I6!"11."+!.pd( K/ *uli !"18L 6<;0. !"1"a. 6<;06N Broiler A- &. Kterhubung berkalaL http7EE%%%.ce:a. co.idEidEProdukE-a(tar.ProdukE6<;06.=.B=2IL<=.A-.& K/ *uli !"18L. 6<;0. !"1"b. 6<;06N 3ransmune IB-. Kterhubung berkalaL http7EE%%%.ce:a.co. idE idE ProdukE-a(tar.ProdukE6<;06.=.3=0A ,1A<.IB- K/ *uli !"18L. 6obb. !""@. Bu u -etunju -engelolaan ,yam Bibit. P3. ?alur Prima 6obbindo, Penerjemah. *akarta7 6obb Indonesia. 3erjemahan dari7 Breeder 0anagement Guide. 6obb. !""/a. Breeder 0anagement Guide. 0rkansas7 6obb.;antres Inc. 6obb. !""/b. Broiler 0anagement Guide. 0rkansas7 6obb.;antress Inc. -a(%ang II, 2diba *O, Ikani <I. !""@. 'atcher$ management practices in poultr$. >aria7 Aational 0gricultural <Ctension and =esearch Liasion er:ices, 0hmadu Bello 1ni:ersit$. -it$a =, , 'ananto. !"1!. Pentingn$a mengetahui kualitas anak a$am (-26# di hatchery anda. *akarta7 P3 Ao:indo 0gritech 'utama. <lijah 20, 0dedapo 0. !""B. 3he e((ect o( climate on poultr$ producti:it$ in Ilorin &%ara tate, Aigeria. )nter. 1.-oul. Scie. ;<1"B1.1"B/. 9adilah =, Polana 0.!""4. ,ne a -enya it -ada ,yam dan "ara 0engatasinya. *akarta7 0gromedia 9anatico 0. !""+. Poultr$ house management (or alternati:e production. Kterhubung berkalaL. http7EEattra.ncat.org K/ *uli !"18L. ,auldin *,. !""9. Breakout anal$ses guide (or hatcheries. Bulletin 11BB 2niversity of Georgia. Aort ,2, Bell --. 199". "ommercial "hic en -roduction 0anual. <d ke.4. 7 6onnecticut7 3he 0:i Publishing 6ompan$ Inc. Pa$ne *B, &roger <6, 4atkins <. !""!. <:aluation o( litter treatments on Salmonella reco:er$ (rom poultr$ litter. 1. ,ppl. -oult. Res. 117 !89.!48. uska -. !""9. aatn$a rekonstruksi kandang7 open atau close house.kah pilihan andaP. Kterhubung berkalaL http7EE%%%.majalahin(o:et. comE!""9E"1Esaatn$a.rekonstruksi.kandang.open.atau.html K+ *uli !"18L

3ullett . !""9. Breaking out (resh unincubated eggs. Kterhubung berkalaL http7EE%%%.thepoultr$site.comEarticlesE1B"8Ein:estigating.hatcher$.practice .assessing.(ertilit$ K/ *uli !"18L. 4irapartha ,, 4i$ana &0, 4ijana ,, -e%i ?0,&, &arnama &.!"1!. Penerapan sistem ka%in sodok dan mesin tetas meningkatkan produkti:itas a$am buras sebagai he%an upakara di -esa *imbaran. 2dayana 0engabdi 11(1#74".44. >ainuddin -, 4iba%an 43. !""+. Biosekuriti dan ,anajemen Penanganan Pen$akit 0$am Lokal. *akarta7 ?ramedia Pustaka.

Lampiran

*urnal 'arian &oasistensi -aerah ,agang Pro(esi 4ajib Perunggasan (,P4P# di 6ianjur Breeding Farm dan Hatchery P3. 5L 3rimitra.

M#nggu I Har#= tanggal enin, 1+ *uni !"18 elasa, 1/ *uni !"18

Waktu .WIB) "+."" D 1"."" 1!.8" D 14.8" 11."" D "!."" 14.8" D 1B."" 1B."" D 1B.8" "/."" D 1!.""

=abu 19 *uni !"18

1!."" D 18."" 18."" D 1+.""

&amis, !" *uni !"18

"@."" D "+.8" "+.8" D "/.""

Keg#atan Perjalanan ke &antor Pusat P3. 5L 3rimitra Pengarahan dan diskusi oleh drh. 6handra Brahmant$a Perjalanan ke &antor Pusat P3. 5L 3rimitra Perjalanan ke Hatchery P3. 5L 3rimitra di Bunia$u, &ertamukti, 'aur%angi, 6ianjur -iskusi dengan ,anager, drh. <r%in =usmana Grading telur $ang dikirim dari Breeding Farm (-arent Stoc #. ?rading dilakukan dengan memilah telur kualitas hatching egg kategori besar (B# dan kecil (&#, serta memisahkan telur a(kir (bentukn$a abnormal, kerabang tipis, berbentuk lonjong, berukuran jumbo, kotor, dan terlalu kecil# untuk dijadikan telur komersilM 3rans(er telur dari mesin setter ke dalam mesin hatcher, pada saat trans(er hatching egg dipastikan lagi perkembangann$a melalui candling Ishoma Grading telur di Grading Room (lanjutan#, 9umigasi hatching egg ('<# di dalam ruang (umigasi menggunakan serbuk P& $ang dilarutkan dengan cairan (ormalin (perbandingan 17!# eleksi (ay 3ld "hic (-26# $ang sudah diambil dari ,esin Hatcher di Hatcher Room Istirahat dan makan pagi

"/."" D 1!."" 1!."" D 18."" 14."" D 1@.8" 1@.8" D 1+.""

*umat, !1 *uni !"18

"@."" D "+.8" "+.8" D "/."" "/."" D 1"."" 1"."" D 11."" 11."" D 18."" 18."" D 1B.8"

eleksi -26 (lanjutan# Ishoma Rechec ing jumlah dan seleksi ulang -26 $ang sudah dimasukkan dalam boC di -26 Room Persiapan distribusi dan loading -26 ke dalam kendaraan distribusiM -iskusi mengenai mesin Setter dan Hatcher eleksi (ay 3ld "hic (-26# $ang sudah diambil dari ,esin Hatcher Istirahat dan makan pagi eleksi -26 (lanjutan# Rechec ing jumlah dan seleksi ulang -26 $ang sudah dimasukkan dalam boC di -26 Room Ishoma Rechec ing jumlah dan seleksi ulang -26 $ang sudah dimasukkan dalam boC di -26 Room (lanjutan# Persiapan distribusi -26 Grading telur $ang dikirim dari Breeding Farm (-arent Stoc #. Ishoma Grading telur (lanjutan# LIB1=

abtu, !! *uni !"18

1B.8" D 1+."" "/."" D 1!."" 1!."" D 18."" 18."" D 1+.""

,inggu, !8 *uni !"18 M#nggu II Har#= tanggal enin, !4 *uni !"18

Waktu .WIB) "@."" D "+.8" "+.8" D "/."" "/."" D 1"."" 1"."" D 11.""

11."" D 18."" 18."" D 1B.8" 1B.8" D 1+."" elasa, !@ *uni !"18 "@."" D "+.8" 1+.8" D "/."" "/."" D 1".""

Keg#atan eleksi (ay 3ld "hic (-26# $ang sudah diambil dari ,esin Hatcher Istirahat dan makan pagi eleksi -26 (lanjutan# Rechec ing jumlah dan seleksi ulang -26 $ang sudah dimasukkan dalam boC di -26 Room Ishoma Rechec ing jumlah dan seleksi ulang -26 $ang sudah dimasukkan dalam boC di -26 Room (lanjutan# Persiapan distribusi -26 eleksi (ay 3ld "hic (-26# $ang sudah diambil dari ,esin Hatcher di Hatcher Room Istirahat dan ,akan eleksi -26 (lanjutan#M Rechec ing jumlah dan seleksi ulang -26 $ang

1"."" D 1!."" 1!."" D 18."" 18."" D 1B.8" 1B.8" D 1+."" =abu !B *uni !"18 "/."" D 1!.""

sudah dimasukkan dalam boC di -26 Room Ishoma Rechec ing jumlah dan seleksi ulang -26 $ang sudah dimasukkan dalam boC di -26 Room Persiapan distribusi -26. Grading telur $ang dikirim dari Breeding Farm (-arent Stoc #. ?rading dilakukan dengan memilah telur kualitas hatching egg kategori besar (B# dan kecil (&# serta, memisahkan telur a(kir (bentukn$a abnormal, kerabang tipis, berbentuk lonjong, berukuran jumbo, kotor, dan terlalu kecil# untuk dijadikan telur komersilM 3rans(er telur dari mesin setter ke dalam mesin hatcher, pada saat trans(er hatching egg dipastikan lagi perkembangann$a melalui candling Ishoma Grading telur di Grading Room (lanjutan#M 9umigasi hatching egg ('<# di dalam ruang (umigasi menggunakan serbuk P& $ang dilarutkan dengan cairan (ormalin (perbandingan 17!#M -iskusi dengan Pak &us$adi (,anajer Produksi# eleksi (ay 3ld "hic (-26# $ang sudah diambil dari ,esin Hatcher di Hatcher Room Istirahat dan makan pagi eleksi -26 (lanjutan# Rechec ing jumlah dan seleksi ulang -26 $ang sudah dimasukkan dalam boC di -26 Room Ishoma pembuatan laporan sementara -iskusi Pembuatan laporan dengan drh <r%in =usmana Ishoma Pembuatan laporan di &antor Hatchery P3 5L 3rimitra Pen$elesaian laporan ,P4P di Hatchery P3 5L 3rimitra, 6ianjur. LIB1=

1!."" D 18."" 18."" D 1+.8"

&amis, !+ *uni !"18

"@."" D "+.8" "+.8" D "/."" "/."" D 1"."" 1"."" D 1!."" 1!."" D 18.""

*umat, !/ *uni !"18

18."" D 1+."" "9."" D 11."" 11."" D 18."" 18."" D 1+.""

abtu, !9 *uni !"18 ,inggu M#nggu III Har#= tanggal

"9."" D 1+.""

Waktu .WIB)

Keg#atan

enin, 1 *uli !"18

"+."" D "/.""

"/."" D 1!."" 1!."" D 18."" 18."" D 1@."" 1@."" D 1B."" elasa, ! *uli !"18 "/."" D 1!."" 1!."" D 18."" 18."" D 1B."" =abu 8 *uli !"18 "/."" D 1!."" 1!."" D 18."" 18."" D 1B."" &amis, 4 *uli !"18 "/."" D 1!."" 1!."" D 18."" 18."" D 1B."" *umat, @ *uli !"18 "/."" D 1!."" 1!."" D 18."" 18."" D 1B."" "/."" D 1!."" 1!."" D 18."" 18."" D 1B."" ,inggu M#nggu I8 Har#= tanggal enin, / *uli !"18 Waktu .WIB) "+."" D "/.""

Pindah dari Hatchery ke Breeding Farm, koordinasi dengan drh. >an =i$adi (,anager Breeding Farm# Program 0(kir Ishoma Program 0(kir Bersih.bersih Program 0(kir Ishoma Program 0(kir Program 0(kir Ishoma Program 0(kir Program 0(kir Ishoma Program 0(kir Program 0(kir Ishoma Program 0(kir Program 0(kir. Ishoma Program 0(kir LIB1=

abtu, B *uli !"18

"/."" D 1!.""

1!."" D 18."" 18."" D 1@.""

Keg#atan Pemberian pakan di kandang P@, a$am broiler umur 8! minggu. Pakan $ang diberikan adalah P0= LII LB 66 (*ap(a# Pengambilan telur di kandang P@, dilanjutkan grading dan (umigasi. Produksi telur per hari rata.rata 49"" butir Ishoma Pengambilan telur di kandang P@, dilanjutkan grading dan (umigasi (lanjutan#

1@."" D 1B."" elasa, 9 *uli !"18 "+."" D "/.""

Bersih.bersih Pemberian pakan di kandang P@, a$am broiler umur 8! minggu. Pakan $ang diberikan untuk betina adalah P0= LII LB 66 (*ap(a# Pengambilan telur di kandang P@, dilanjutkan grading dan (umigasi. Ishoma Pengambilan telur di kandang P@, dilanjutkan grading dan (umigasi (lanjutan# anitasi kandang dan nest bo$ Pengambilan telur di kandang P@, dilanjutkan grading dan (umigasi (lanjutan# Pemberian pakan di kandang P@, a$am broiler umur 8! minggu. Pakan $ang diberikan adalah P0= LII LB 66 (*ap(a# untuk betina, dan P0= *antan LB untuk jantan Aekropsi a$am dari di kandang P@ Ishoma Pengambilan telur di kandang P@, dilanjutkan grading dan (umigasi. Pemberian pakan di kandang P@, a$am broiler umur 8! minggu. Pakan $ang diberikan adalah P0= LII LB 66 (*ap(a# untuk betina, dan P0= *antan LB untuk jantan Pengambilan telur di kandang P@, dilanjutkan grading dan (umigasi. Ishoma Pengambilan telur di kandang P@, dilanjutkan grading dan (umigasi (lanjutan# anitasi kandang dan nest bo$ Pengambilan telur di kandang P@, dilanjutkan grading dan (umigasi (lanjutan# Pembuatan Laporan dan PP3 Presentasi

"/."" D 1!."" 1!."" D 18."" 18."" D 14."" 14."" D 1@."" 1@."" D 1B.""

=abu 1" *uli !"18

"+."" D "/.""

"/."" D 1!."" 1!."" D 18."" 18."" D 1B."" &amis, 11 *uli !"18 "+."" D "/.""

"/."" D 1!."" 1!."" D 18."" 18."" D 14."" 14."" D 1@."" 1@."" D 1B.""

*umat, 1! *uli !"18

"/."" D 1"."" 14."" D 1B.""