Anda di halaman 1dari 10

15 Langkah Efektif Menghafal Al Quran

Sesuatu yang paling berhak dihafal adalah Al Quran, karena Al Quran adalah Firman Allah, pedoman hidup umat Islam, sumber dari segala sumber hukum, dan bacaan yang paling sering diulang-ulang oleh manusia. Oleh Karenanya, seorang penuntut ilmu hendaknya meletakan hafalan Al Quran sebagai prioritas utamanya. Berkata Imam Nawawi : Hal Pertama (yang harus diperhatikan oleh seorang penuntut ilmu) adalah menghafal Al Quran, karena dia adalah ilmu yang terpenting, bahkan para ulama salaf tidak akan mengajarkan hadits dan fiqh kecuali bagi siapa yang telah hafal Al Quran. Kalau sudah hafal Al Quran jangan sekali- kali menyibukan diri dengan hadits dan fikih atau materi lainnya, karena akan menyebabkan hilangnya sebagian atau bahkan seluruh hafalan Al Quran. (Imam Nawawi, Al Majmu,(Beirut, Dar Al Fikri, 1996) Cet. Pertama, Juz : I, hal : 66)) Di bawah ini beberapa langkah efektif untuk menghafal Al Quran yang disebutkan para ulama, diantaranya adalah sebagai berikut : Langkah Pertama : Pertama kali seseorang yang ingin menghafal Al Quram hendaknya mengikhlaskan niatnya hanya karena Allah saja. Dengan niat ikhlas, maka Allah akan membantu anda dan menjauhkan anda dari rasa malas dan bosan. Suatu pekerjaan yang diniatkan ikhlas, biasanya akan terus dan tidak berhenti. Berbeda kalau niatnya hanya untuk mengejar materi ujian atau hanya ingin ikut perlombaan, atau karena yang lain. Langkah Kedua : Hendaknya setelah itu, ia melakukan Sholat Hajat dengan memohon kepada Allah agar dimudahkan di dalam menghafal Al Quran. Waktu sholat hajat ini tidak ditentukan dan doaanyapun diserahkan kepada masingmasing pribadi. Hal ini sebagaimana yang diriwayat Hudzaifah ra, yang berkata : Bahwasanya Rosulullah saw jika ditimpa suatu masalah beliau langsung mengerjakan sholat. Langkah Ketiga : Memperbanyak doa untuk menghafal Al Quran. Doa ini memang tidak terdapat dalam hadits, akan tetapi seorang muslim bisa berdoa menurut kemampuan dan bahasanya masing-masing. Mungkin anda bisa berdoa seperti ini : . Ya Allah berikanlah kepada saya taufik untuk bisa menghafal Al Quran, dan berilah saya kekuatan untuk terus membacanya siang dan malam sesuai dengan ridhal dan tuntunan-Mu , wahai Yang Maha Pengasih . Langkah Keempat : Menentukan salah satu metode untuk menghafal Al Quran. Sebenarnya banyak sekali metode yang bisa digunakan untuk menghafal Al Quran, Masing-masing orang akan mengambil metode yang sesuai dengan dirinya. Akan tetapi di sini hanya akan disebutkan dua metode yang sering dipakai oleh sebagian kalangan, dan terbukti sangat efektif : Metode Pertama : Menghafal per satu halaman ( menggunakan Mushaf Madinah ). Kita membaca satu lembar yang mau kita hafal sebanyak tiga atau lima kali secara benar, setelah itu kita baru mulai menghafalnya. Setelah hafal satu lembar, baru kita pindah kepada lembaran berikutnya dengan cara yang sama. Dan jangan sampai pindah ke halaman berikutnya kecuali telah mengulangi halaman- halaman yang sudah kita hafal sebelumnya. Sebagai contoh : jika kita sudah menghafal satu lembar kemudian kita lanjutkan pada lembar ke-dua, maka sebelum menghafal halaman ke-tiga, kita harus mengulangi dua halaman sebelumnya. Kemudian sebelum menghafal halaman ke-empat, kita harus mengulangi tiga halaman yang sudah kita hafal. Kemudian sebelum meghafal halaman ke-lima, kita harus mengulangi empat halaman yang sudah kita hafal. Jadi, tiap hari kita mengulangi lima halaman : satu yang baru, empat yang lama. Jika kita ingin menghafal halaman ke-enam, maka kita harus mengulangi dulu empat halaman sebelumnya, yaitu halaman dua, tiga, empat dan lima. Untuk halaman satu kita tinggal dulu, karena sudah terulangi lima kali. Jika kita ingin menghafal halaman ke-tujuh, maka kita harus mengulangi dulu empat halaman sebelumnya, yaitu halaman tiga, empat, lima, dan enam. Untuk halaman satu dan dua kita tinggal dulu, karena sudah terulangi lima kali, dan begitu seterusnya. Perlu diperhatikan juga, setiap kita menghafal satu halaman sebaiknya ditambah satu ayat di halaman berikutnya, agar kita bisa menyambungkan hafalan antara satu halaman dengan halaman berikutnya. Metode Kedua : Menghafal per- ayat , yaitu membaca satu ayat yang mau kita hafal tiga atau lima kali secara benar, setelah itu, kita baru menghafal ayat tersebut. Setelah selesai, kita pindah ke ayat berikutnya dengan cara yang

sama, dan begiu seterusnya sampai satu halaman. Akan tetapi sebelum pindah ke ayat berikutnya kita harus mengulangi apa yang sudah kita hafal dari ayat sebelumnya. Setelah satu halaman, maka kita mengulanginya sebagaimana yang telah diterangkan pada metode pertama. Untuk memudahkan hafalan juga, kita bisa membagi Al Quran menjadi tujuh hizb ( bagian ) : 1. Surat Al Baqarah sampai Surat An Nisa 2. Surat Al Maidah sampai Surat At Taubah 3. Surat Yunus sampai Surat An Nahl 4. Surat Al Isra sampai Al Furqan 5. Surat As Syuara sampai Surat Yasin 6. Surat As Shoffat sampai Surat Al Hujurat 7. Surat Qaf sampai Surat An Nas Boleh juga dimulai dari bagian terakhir yaitu dari Surat Qaf sampai Surat An Nas, kemudian masuk pada bagian keenam dan seterusnya. Langkah Kelima : Memperbaiki Bacaan. Sebelum mulai menghafal, hendaknya kita memperbaiki bacaan Al Quran agar sesuai dengan tajwid. Perbaikan bacaan meliputi beberapa hal, diantaranya : a/ Memperbaiki Makhroj Huruf. Seperti huruf ( dzal) jangan dibaca ( zal ), atau huruf ( tsa) jangan dibaca ( sa ) b/ Memperbaiki Harakat Huruf . Langkah Keenam : Untuk menunjang agar bacaan baik, hendaknya hafalan yang ada, kita setorkan kepada orang lain, agar orang tersebut membenarkan jika bacaan kita salah. Kadang, ketika menghafal sendiri sering terjadi kesalahan dalam bacaan kita, karena kita tidak pernah menyetorkan hafalan kita kepada orang lain, sehingga kesalahan itu terus terbawa dalam hafalan kita, dan kita menghafalnya dengan bacaan tersebut bertahun-tahun lamanya tanpa mengetahui bahwa itu salah, sampai orang lain yang mendengarkannya akhirnya memberitahukan kesalahan tersebut. Langkah Ketujuh : Faktor lain agar bacaan kita baik dan tidak salah, adalah memperbanyak untuk mendengar kasetkaset bacaan Al Quran murattal dari syekh yang mapan dalam bacaannya. Kalu bisa, tidak hanya sekedar mendengar sambil mengerjakan pekerjaan lain, akan tetapi mendengar dengan serius dan secara teratur. Untuk diketahui, akhirakhir ini alhamdulillah banyak telivisi-telelivisi parabola yang menyiarkan secara langsung pelajaran Al Quran murattal dari seorang syekh yang mapan, diantaranya adalah acara di televisi Iqra . Tiap pekan terdapat siaran langsung pelajaran Al Quran yang dipandu oleh Syekh Aiman Ruysdi seorang qari yang mapan dan masyhur, kitapun bisa menyetor bacaan kita kepada syekh ini lewat telpun. Rekaman dari acara tersebut disiarkan ulang setiap pagi. Selain itu, terdapat juga di channel Al Majd , dan channel- channel televisi lainnya. Acara-acara tersebut banyak membantu kita di dalam memperbaiki bacaan Al Quran. Langkah Kedelapan : Untuk menguatkan hafalan, hendaknya kita mengulangi halaman yang sudah kita hafal sesering mungkin, jangan sampai kita sudah merasa hafal satu halaman, kemudian kita tinggal hafalan tersebut dalam tempo yang lama, hal ini akan menyebabkan hilangnya hafalan tersebut. Diriwayatkan bahwa Imam Ibnu Abi Hatim, seorang ahli hadits yang hafalannya sangat terkenal dengan kuatnya hafalannya. Pada suatu ketika, ia menghafal sebuah buku dan diulanginya berkali-kali, mungkin sampai tujuh puluh kali. Kebetulan dalam rumah itu ada nenek tua. Karena seringnya dia mengulang-ulang hafalannya, sampai nenek tersebut bosan mendengarnya, kemudian nenek tersebut memanggil Ibnu Abi Hatim dan bertanya kepadanya : Wahai anak, apa sih yang sedang engkau kerjakan ? Saya sedang menghafal sebuah buku , jawabnya. Berkata nenek tersebut : Nggak usah seperti itu, saya saja sudah hafal buku tersebut hanya dengan mendengar hafalanmu. . Kalau begitu, saya ingin mendengar hafalanmu kata Ibnu Abi Hatim, lalu nenek tersebut mulai mengeluarkan hafalannya. Setelah kejadian itu berlalu setahun lamanya, Ibnu Abi Hatim datang kembali kepada nenek tersebut dan meminta agar nenek tersebut menngulangi hafalan yang sudah dihafalnya setahun yang lalu, ternyata nenek tersebut sudah tidak hafal sama sekali tentang buku tersebut, dan sebaliknya Ibnu Abi Hatim, tidak ada satupun hafalannya yang lupa. Cerita ini menunjukkan bahwa mengulang-ulang hafalan sangatlah penting. Barangkali kalau sekedar menghafal banyak orang

yang bisa melakukannya dengan cepat, sebagaimana nenek tadi. Bahkan kita sering mendengar seseorang bisa menghafal Al Quran dalam hitungan minggu atau hitungan bulan, dan hal itu tidak terlalu sulit, akan tetapi yang sulit adalah menjaga hafalan dan mengulanginya secara kontinu. Langkah Kesembilan : Faktor lain yang menguatkan hafalan adalah menggunakan seluruh panca indra yang kita miliki. Maksudnya kita menghafal bukan hanya dengan mata saja, akan tetapi dibarengi dengan membacanya dengan mulut kita, dan kalau perlu kita lanjutkan dengan menulisnya ke dalam buku atau papan tulis. Ini sangat membantu hafalan seseorang. Ada beberapa teman dari Marokko yang menceritakan bahwa cara menghafal Al Quran yang diterapkan di sebagian daerah di Marokko adalah dengan menuliskan hafalannya di atas papan kecil yang dipegang oleh masing-masing murid, setelah mereka bisa menghafalnya di luar kepala, baru tulisan tersebut dicuci dengan air. Langkah Kesepuluh : Menghafal kepada seorang guru. Menghafal Al Quran kepada seorang guru yang ahli dan mapan dalam Al Quran adalah sangat diperlukan agar seseorang bisa menghafal dengan baik dan benar. Rosulullah saw sendiri menghafal Al Quran dengan Jibril as, dan mengulanginya pada bulan Ramadlan sampai dua kali katam. Langkah Kesebelas : Menggunakan satu jenis mushaf Al Quran dan jangan sekali-kali pindah dari satu jenis mushaf kepada yang lainnya.Karena mata kita akan ikut menghafal apa yang kita lihat. Jika kita melihat satu ayat lebih dari satu posisi, jelas itu akan mengaburkan hafalan kita. Masalah ini, sudah dihimbau oleh salah seorang penyair dalam tulisannya : Mata akan menghafal apa yang dilihatnya- sebelum telinga- , maka pilihlah satu mushaf untuk anda selama hidupmu. Yang dimaksud jenis mushaf di sini adalah model penulisan mushaf. Di sana ada beberapa model penulisan mushaf, diantaranya adalah : Mushaf Madinah atau terkenal dengan Al Quran pojok, satu juz dari mushaf ini terdiri dari 10 lembar, 20 halaman, 8 hizb, dan setiap halaman dimulai dengan ayat baru. Mushaf Madinah ( Mushaf Pojok ) ini paling banyak dipakai oleh para pengahafal Al Quran, banyak dibagi-bagikan oleh pemerintah Saudi kepada para jamaah haji. Cetakan-cetakan Al Quran sekarang merujuk kepada model mushaf seperti ini. Dan bentuk mushaf seperti ini paling baik untuk dipakai menghafal Al Quran. Di sana ada model lain, seperti mushaf Al Quran yang dipakai oleh sebagian orang Mesir, ada juga mushaf yang dipakai oleh sebagain orang Pakistan dan India, bahkan ada model mushaf yang dipakai oleh sebagian pondok pesantren tahfidh Al Quran di Indonesia yang dicetak oleh Manar Qudus , Demak. Langkah Keduabelas : Pilihlah waktu yang tepat untuk menghafal, dan ini tergantung kepada pribadi masing-masing. Akan tetapi dalam suatu hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, disebutkan bahwasanya Rosulullah saw bersabda : Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidak ada yang mempersulit diri dalam agama ini kecuali dia akan capai sendiri, makanya amalkan agama ini dengan benar, pelan-pelan, dan berilah kabar gembira, serta gunakan waktu pagi, siang dan malam ( untuk mengerjakannya ) ( HR Bukhari ) Dalam hadist di atas disebutkan waktu pagi ,siang dan malam, artinya kita bisa menggunakan waktu-waktu tersebut untuk menghafal Al Quran. Sebagai contoh : di pagi hari, sehabis sholat subuh sampai terbitnya matahari, bisa kita gunakan untuk menghafal Al Quran atau untuk mengulangi hafalan tersebut, waktu siang siang, habis sholat dluhur, waktu sore habis sholat Ashar, waktu malam habis sholat Isya atau ketika melakukan sholat tahajud dan seterusnya. Langkah Ketigabelas : Salah satu waktu yang sangat tepat untuk melakukan pengulangan hafalan adalah waktu ketika sedang mengerjakan sholat sholat sunnah, baik di masjid maupun di rumah. Hal ini dikarenakan waktu sholat, seseorang sedang konsentrasi menghadap Allah, dan konsentrasi inilah yang membantu kita dalam mengulangi hafalan. Berbeda ketika di luar sholat, seseorang cenderung untuk bosan berada dalam satu posisi, ia ingin selalu bergerak, kadang matanya menengok kanan atau kiri, atau kepalanya akan menengok ketika ada sesuatu yang menarik, atau bahkan kawannya akan menghampirinya dan mengajaknya ngobrol . Berbeda kalau seseorang

sedang sholat, kawannya yang punya kepentingan kepadanya-pun terpaksa harus menunggu selesainya sholat dan tidak berani mendekatinya, dan begitu seterusnya. Langkah Keempatbelas : Salah satu faktor yang mendukung hafalan adalah memperhatikan ayat-ayat yang serupa (mutasyabih) . Biasanya seseorang yang tidak memperhatikan ayat-ayat yang serupa ( mutasyabih ), hafalannya akan tumpang tindih antara satu dengan lainnya. Ayat yang ada di juz lima umpamanya akan terbawa ke juz sepuluh. Ayat yang mestinya ada di surat Surat Al-Maidah akan terbawa ke surat Al-Baqarah, dan begitu seterusnya. Di bawah ini ada beberapa contoh ayat-ayat serupa ( mutasyabihah ) yang seseorang sering melakukan kesalahan ketika menghafalnya : Untuk melihat ayat ayat mutasyabihat seperti ini secara lebih lengkap bisa dirujuk buku buku berikut : Duurat At Tanzil wa Ghurrat At Tawil fi Bayan Al Ayat Al Mutasyabihat min Kitabillahi Al Aziz , karya Al Khatib Al Kafi. Asrar At Tikrar fi Al Quran, karya : Mahmud bin Hamzah Al Kirmany. Mutasyabihat Al Quran, Abul Husain bin Al Munady Aunu Ar Rahman fi Hifdhi Al Quran, karya Abu Dzar Al Qalamuni Langkah Kelimabelas : Setelah hafal Al Quran, jangan sampai ditinggal begitu saja. Banyak dari teman-teman yang sudah menamatkan Al Quran di salah satu pondok pesantren, setelah keluar dan sibuk dengan studinya yang lebih tinggi, atau setelah menikah atau sudah sibuk pada suatu pekerjaan, dia tidak lagi mempunyai program untuk menjaga hafalannya kembali, sehingga Al-Quran yang sudah dihafalnya beberapa tahun di pesantren akhirnya hanya tinggal kenangan saja. Setelah ditinggal lama dan sibuk dengan urusannya, ia merasa berat untuk mengembalikan hafalannya lagi. Fenomena seperti sangat banyak terjadi dan hal itu sangat disayangkan sekali. Boleh jadi, ia mendapatkan ijazah sebagai seorang yang bergelar hafidh atau hafidhah , akan tetapi jika ditanya tentang hafalan Al- Quran, maka jawabannya adalah nihil. Yang paling penting dalam hal ini bukanlah menghafal, karena banyak orang bisa menghafal Al Quran dalam waktu yang sangat singkat, akan tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga hafalan tersebut agar tetap terus ada dalam dada kita. Di sinilah letak perbedaan antara orang yang benar-benar istiqamah dengan orang yang hanya rajin pada awalnya saja. Karena, untuk menjaga hafalan Al Quran diperlukan kemauan yang kuat dan istiqamah yang tinggi. Dia harus meluangkan waktunya setiap hari untuk mengulangi hafalannya. Banyak cara untuk menjaga hafalan Al Quran, masing-masing tentunya memilih yang terbaik untuknya. Diantara cara untuk menjaga hafalan Al Quran adalah sebagai berikut : Mengulangi hafalan menurut waktu sholat lima waktu. Seorang muslim tentunya tidak pernah meninggalkan sholat lima waktu, hal ini hendaknya dimanfaatkan untuk mengulangi hafalannya. Agar terasa lebih ringan, hendaknya setiap sholat dibagi menjadi dua bagian, sebelum sholat dan sesudahnya. Sebelum sholat umpamanya :i sebelum adzan, dan waktu antara adzan dan iqamah. Apabila dia termasuk orang yang rajin ke masjid, sebaiknya pergi ke masjid sebelum adzan agar waktu untuk mengulangi hafalannya lebih panjang. Kemudian setelah sholat, yaitu setelah membaca dzikir bada sholat atau dzikir pagi pada sholat shubuh dan setelah dzkir sore setelah sholat Ashar. Seandainya saja, ia mampu mengulangi hafalannya sebelum sholat sebanyak seperempat juz dan sesudah sholat seperempat juz juga, maka dalam satu hari dia bisa mengulangi hafalannya sebanyak dua juz setengah. Kalau bisa istiqamah seperti ini, maka dia bisa menghatamkan hafalannya setiap dua belas hari, tanpa menyita waktunya sama sekali. Kalau dia bisa menyempurnakan setengah juz setiap hari pada sholat malam atau sholat-sholat sunnah lainnya, berarti dia bisa menyelesaikan setiap harinya tiga juz, dan bisa menghatamkan Al Quran pada setiap sepuluh hari sekali. Banyak para ulama dahulu yang menghatamkan hafalannya setiap sepuluh hari sekali. Ada sebagian orang yang mengulangi hafalannya pada malam saja, yaitu ketika ia mengerjakan sholat tahajud. Biasanya dia menghabiskan sholat tahajudnya selama dua jam. Cuma kita tidak tahu, selama dua jam itu berapa juz yang ia dapatkan. Menurut ukuran umum, kalau hafalannya lancar, biasanya ia bisa menyelesaikan satu juz dalam waktu setengah jam. Berarti, selama dua jam dia bisa menyelesaikan dua sampai tiga juz dengan dikurangi waktu sujud dan ruku. Ada juga sebagian teman yang mengulangi hafalannya dengan cara masuk dalam halaqah para penghafal Al Quran. Kalau halaqah tersebut berkumpul setiap tiga hari sekali, dan setiap peserta wajib menyetor hafalannya

kepada temannya lima juz berarti masing-masing dari peserta mampu menghatamkan Al Quran setiap lima belas hari sekali. Inipun hanya bisa terlaksana jika masig-masing dari peserta mengulangi hafalannya sendiri-sendiri dahulu.

Inspiring Tips to Memorize the Quran


Mrs. Iffath Hasan, over 55 years old, is originally from Hyderabad, India. She first moved to Canada with her husband before settling down in Chicago, United States. The mother of two sons has not just memorized the Quran, but she also teaches young girls memorization of the Quran and the Arabic language at the Institute for Islamic Education in Chicago, Masha Allah! In this interview with Productive Muslimah and Rayhaanah Omar, we talked about how she was inspired to become a Hafidhah. She also shares productive tips that help one stay focused on the goal of memorizing the Quran. We hope she inspires you too! Hafidhah Iffath, please tell us when and how did you begin memorizing the Quran? I memorized the Quran at the age of 37. Generally, during difficult situations in our lives, we happen to connect with Almighty Allah. So this was one of those situations that I was going through, and I really wanted Allah to answer my prayer. I would wake up for Tahajjud and make my heartfelt duas. With the barakah of Tahajjud, Allah granted me my wish. Then I said to myself How can I stop performing Tahajjud, when it was through Tahajjud that Allah granted me my wish? Alhamdulillah I was able to continue my Tahajjud. After a couple of months, I felt that night after night I would only reciting the same few long surahs that I knew. So I felt I should memorize three or four juz for some variety in my Tahajjud, and that is how it all got started. Allah Almighty says in His holy book: It may be that you dislike something that is good for you, and it may be that you like something that is bad for you. God knows and you do not know. *Quran: Chapter 2, Verse 216+ In my case, the disliked situation became a source two of the greatest blessings: Tahajjud and hifdh. Who inspired you during your memorization of Quran? I have a friend who is a Hafidhah. I always used to admire her, but I had never thought of ever memorizing the Quran myself. Then, when I got started she was there to help me, giving me ideas and tips on how to follow the process of memorization. Allah Almighty has promised His special help especially in the matters of deen: As for those who struggle for Our sake, We will guide them in Our ways. For God is with those who do good *Quran: Chapter 29, Verse 69+. How did you stay focused on your goal? First and foremost I thank Allah Most High from the bottom of my heart for everything. Even though it seems like we did something or we are doing something, it is only through Allahs grace that we are able to do the things that we do. Secondly the only way to achieve something is to have a goal and seek Allahs help and work towards achieving it until we get it. That seems to be the only reasonable approach to focus on. We need to have the firm belief that with Allahs help nothing is difficult, and without His help nothing is easy. How did you manage your time? Everything will fall into place when we work towards a goal, which for believers, the goal is seeking Allahs pleasure in every moment of our lives. When we are focused on achieving this goal, time management becomes easy. We will be able to keep track of time, we will realize that there is no room for haram or makruh things in our lives, and we will only want things that are mubah. Through this, we are also able to sort out important from unimportant, and that is the key to having the barakah in our time. We need to value our free time and make the most of it. Time is our life. When we waste time, we waste our lives. Realisation of the importance of time is very important. We should always remember that this is one of the first things we will be asked about on the Day of Judgment. How long did it take for you to complete the memorization? It took me one year to memorize the first ten juz. Until then, I had not thought of memorizing the whole Quran. At that point, I said to myself, Allah has made it so easy for me, how can I stop now? Alhamdulillah, I was able to continue with more enthusiasm and was able to complete the hifdh in two years. What were the challenges that you faced during memorization?

I had to fulfill my responsibilities as a wife and a mother of two, and run the household smoothly. I had to make the most of my time when I was by myself. People do ask me about how many hours I used to spend during the day for memorization. During the morning hours I had a few hours to myself, but even in between I used to make the most of whatever time I got. And the second challenge was my migraine headaches, which used to be quite frequent in those days. And once I fall sick, there is nothing I can do (i.e. I cant memorize). Yet, that challenge in itself again became another blessing for me, because it made me really value my time, so I would try to make the most of it when I was not sick. I am sure Allah gave barakah in my time. What / whom motivates you daily? My motivation every single day comes to me through the realization of the great gift Allah has blessed me with. Every single day I weep, because I am out of words to express my gratitude for the best possible gift I am blessed with after iman. With this realisation it becomes easy to do my review every single day, because I know I cant afford to lose it. Also, I just love doing it. In fact, I look forward to doing it everyday as soon as I possibly can. Lets talk favourites. Please share with us your favourite: 1) Verse of Quran, 2) surah, and 3) Your best memory from the days of memorizing the Quran? My favourite verses are many, and one of them is: Those who believe and whose hearts are satisfied by remembrance of God. Oh, it is by remembrance of God that hearts are satisfied! *Quran: Chapter 13, Verse 28+. My favorite surah is surah Al-Ikhlas *Quran: Chapter 112, Verses 1-4]. My best memories from the days of memorizing the Quran are two. One is when, after quietly doing it on my own without my husband knowing about it for a year, I told him that I had memorized ten juz. He was really happy for me. The second is during my second year, I was able to persuade my son to start memorizing. He was in eleventh grade at that time, we were both doing it together. And Masha Allah, he was able to complete his hifdh as well when he was in college. And also I was able to make my parents so happy through this! As a Quran teacher, how do you feel the challenges of past and present students differ? Masha Allah, I have come across students who are still very eager and anxious to memorize, While there are definitely more temptations to do all sorts of time-wasting things with modern technology, this same technology when used for good helps the students achieve their goal with much ease. My students benefit a lot through listening to different Huffadh with their iPods, mp3 players etc. What advise or learning resources would you offer/recommend to those currently memorizing Quran? My advice is, first and foremost, to turn to Allah for help and to do it for His pleasure with utmost ikhlas (sincerity). Then we need to commit ourselves just the way we commit for all the other things that we want to achieve in our lives. Finally, we also make the most of all the resources that are available on an individual basis. What advise would you present to those who have completed memorization of Quran? As we know this is a unique thing in itself, we need to make a life long commitment to review a portion of the Quran regularly every single day. That portion should be one seventh of the Quran. I call it a seven day cycle. No matter where we are, this shouldnt get disturbed. And besides that, we should be able to recite a juz or so in our daily salahs. These two things have really helped me and I do emphasize on these when I am asked for advice. What are the different ways that can be used to motivate our sisters to memorize the Quran? First we need to fall in love with our Creator. This can be achieved through realizing all the blessings He has bestowed on us, the greatest of which is iman the key to Jannah. He didnt just create us, He also gave us a beautiful manual through which we are guided to lead a safe, secure, and peaceful life in this world of corruption and confusion. When Allahs love becomes intense, it will be expressed through our connection with His Book. We will never have enough of it. We will recite it with love and reverence for this best possible gift for mankind. Then, we will also learn to focus on understanding it, and we will then live our lives in accordance with its teachings. When we are constantly living with the Quran in our daily lives, we have made a very strong connection with our Lord. We also know that this is the only book where, when we read one word of it, there are ten hasanat for every letter. How is it then that we will not want to recite it more and more? When this happens, the next stage will follow. We will have an urge to at least memorize some of it, that will In sha Allah lead us to memorizing all of it. We will do it because we want to and not because we have to.

My advice to those who want to memorize but feel that they dont have the time, is to get started even if it is just two lines a day and be consistent with it. Allah will give them barakah and they will be amazed on how much they are able to achieve just through being consistent with whatever little they are able to memorize. The key is doing with sincerity and consistency. Being on wudu (the believers weapon against Satan) all the time is a tremendous blessing. Through this we have a special connection with Allah Most High, and we dont become an easy target for Satan. Also, we are able to reach out for the Quran whenever we have any free time. This will In sha Allah speed up the process of memorization. Please tell us more on your published work on Quranic Language Made Easy? Alhamdulillah I was able to learn the Arabic language with the basic grammar to understand the Quran around the same time when I was memorizing the Quran. Later on when I started teaching, I didnt have a textbook. I was teaching from the notes that I took from my teachers. Some of my students at the end of their course insisted that I should get my notes published so that others can also benefit from it. Alhamdulillah I hear that, Masha Allah, more and more people are using Quranic Language Made Easy. It is basically written for non-Arabic speaking students. This book will In sha Allah be a good start for those who want to learn the basic grammar on their own and who are fluent with their recitation of the Quran. What traits or character makes one a Productive Muslimah? A Productive Muslimah is one who takes pride in being a muslimah. She is focused on preaching Islam through her own practice. She loves Allah, her focus in life is Allahs pleasure, and she loves to do things that bring her closer to her Creator and Sustainer. Her main concern is her success in the akhirah, thus she makes the most of this world as a means to achieve that success. Her iman is reflected through her outward appearance and mannerism, which is a complete submission to the shariah. She lives a simple life that takes care of her needs and instead of going after her wants. She has a heart free of love for this world, free of love of leadership, free of bad opinions about others, free of grudges, malice, rancour, greed, envy and all other evil traits. Her tongue is not engaged in haram or vain talk, she thinks before she speaks, she controls her anger. She is a humble person; her goal is to be a better person every day of her life. She doesnt hesitate to admit when she is wrong and is quick in correcting her wrongs/faults when she sees them. She is neither stingy nor a spendthrift, but she loves to spend generously for those things which will bring her closer to her Creator. Her heart is clean and pure, filled with love and reverence for her Creator: love, compassion, kindness, and forgiveness for the creation. She is full of gratitude for every single blessing, especially for the spiritual blessings, and she is always striving to progress spiritually. She has complete trust and reliance in Allah, and when she goes through difficult or disliked situations, she knows there is good in it for her both in this world and the next. She loves to be in the company of saliheen (righteous slaves of Allah). She strives to keep her promises and commitments. She is soft spoken but firm in her words and works. She always strives to be a part of solution and not a part of problem. She shows beautiful patience during difficult times, for she realizes things could have been worse, and that these are tests from Allah Who can be called upon and He will answer the duas. And she also has the certainty that, Indeed, with hardship, there will be ease *Quran: Chapter 94, Verse 6+. She is a living proof of what a muslimah should be, and all this with the utmost sincerity to please her Almighty Lord. Do you have any final words of advice to Productive Muslimah fans? My advice to myself and to everyone is to rejoice in being a Muslim/Muslimah; that we be a true Muslim in deeds and not just in words, for we know the literal meaning of Muslim is one who submits to Allahs will and His commands. We shouldnt take things for granted. We should take everything with gratitude, for Allah promises us increase for the things that we show gratitude for. We also need to reflect upon the meaning of gratitude, which is to use Allahs blessings (which include our time, health, sight, hearing, speech, all the latest technology and all other countless blessings) only for the things that He is pleased with. Our gratitude should be even more for the spiritual favours. The best way to show gratitude for them is to know that these are gifts from Allah Most High for which we have no words to express our thanks. Last but not least, we need to be focused on our goal, which is our akhirah. To achieve our goal, we need to be in the company of those who have achieved this focus or are working for it, as we know that the company one keeps has the greatest impact on a persons life. Do you have productive tips on memorizing the Quran? Share your tips with us and the sisters of our ummah by writing in the comments below, and lets learn from each other

I wanted to share a moving story that I once heard and will always remember and cherish for its meanings.!It's the story of one of the great Imams of this Ummah, Imam Ahmad bin Hanbal. His son, Abdullah, asked his father one day:!Abi when will we ever relax?! His father, one of the greatest! revivers of the Sunnah and a role model for all Muslims, looked him in the eye!and said: With the first step we take into Jannah. Ya Allah, what a beautiful response!