Anda di halaman 1dari 20

SURAT KETERANGAN DOKTER

Geska Hermawati 07310102 Univ. Malahayati


PEMBIMBING:

dr. Surjit Singh, MBBS, SpF, DFM dr. Desi Harianja, SpF

DEFINISI

Surat keterangan dokter (medis) adalah surat keterangan tertulis yang dibuat oleh dokter untuk tujuan tertentu mengenai keadaan kesehatan atau sakit seorang pasien atau permintaan pihak ketiga dengan persetujuan pasien.

JENIS JENIS SURAT KETERANGAN DOKTER


1. 2. 3. 4. 5.

6. 7. 8.

9.

10.

Surat Keterangan Sakit Surat Keterangan Sehat Surat Keterangan Kelahiran Surat Keterangan Kematian Surat untuk kepentingan pengadilan (visum et repertum) Surat Keterangan Cacat Surat Keterangan Pelayanan Medis (klaim) Surat Keterangan Cuti Hamil Surat Keterangan Ibu Hamil bepergian dengan pesawat udara Laporan Penyakit Menular

Surat Keterangan Sakit

Surat ini dibuat sebagai alasan tidak dapat mengikuti ujian, tidak masuk kerja/ sekolah, dan tidak dapat mengikuti sidang peradilan. hanya menyebutkan pasien sedang sakit dan membutuhkan istirahat selama jumlah hari tertentu.

Surat Keterangan Sehat

Surat ini biasanya dibuat untuk : kepentingan seperti melamar pekerjaan, asuransi jiwa, menikah, pembuatan SIM dan general check up.

Surat Kesehatan Jiwa

Untuk keperluan Kasus/ sengketa perdata (perkawinan, perceraian,hak asuh anak) Untuk menentukan kompetensi untuk disidangkan Untuk kepentingan seleksi pejabat

Surat Keterangan Kelahiran

Berisikan tentang waktu (tanggal dan jam) lahirnya bayi, jenis kelamin, berat badan, serta nama orang tua.

Surat Keterangan Kematian

Surat keterangan kematian di rumah sakit biasanya mencantumkan identitas pasien, lama perawatan, dan waktu kematian apabila jenazah akan dibawa keluar negeri, khusus kematian karena penyakit menular maka harus diperhatikan

Surat Keterangan Peradilan (VER)

Surat keterangan dokter yang dibuat oleh dokter berdasarkan permintaan oleh penyidik, hidup atau mati, utuh atau terpotong-potong untuk kepentingan berdasarkan sumpah jabatan dan keilmuan. Visum agar dibuat dengan teliti dan mudah di pahami berdasarkan apa yang dilihat. Selain itu visum et repertum harus objektif tanpa pengaruh dari yang berkepentingan dalam perkara itu.

Surat Keterangan untuk Kepentingan Peradilan (VER)

Surat keterangan dokter yang dibuat oleh dokter berdasarkan permintaan oleh penyidik, hidup atau mati, utuh atau terpotong-potong untuk kepentingan berdasarkan sumpah jabatan dan keilmuan.

Dasar Hukum Pembuatan Surat Keterangan Dokter


Pasal 7 KODEKI seorang dokter hanya memberikan surat keterangan dan pendapat yang telah diperiksa sendiri kebenarannya Pasal 7b KODEKI seorang dokter harus bersikap jujur dalam berhubungan dengan pasien dan sejawatnya, dan berupaya untuk mengingatkan sejawatnya yang dia ketahuan memiliki kekurangan dalam karakter kompetensi, atau yang melakukan penipuan atas martabat manusia.

Apabila terdapat dokter yang dalam praktiknya melanggar apa yang telah ditetapkan dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI), maka kewenangan untuk menangani pelanggaran etik ada pada organisasi profesi : IDI (Ikatan Dokter Indonesia).pengaduan ditujukan kepada Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK IDI).

Aspek Yuridis dari Pemberian Surat Keterangan Dokter

Pasal 267 KUHP 1) Seorang dokter yang dengan sengaja memberikan surat keterangan palsu tentang ada atau tidaknya penyakit, kelemahan atau cacat diancam dengan hukuman penjara paling lama empat tahun. 2) Jika keterangan diberikan dengan maksud untuk memasukkan seseorang dalam rumah sakit jiwa atau untuk menahannya disitu, dijatuhkan pidana penjara paling lama delapan tahun enam bulan. 3) Diancam dengan pidana yang sama, barangsiapa memakai surat keterangan palsu itu seolah olah isinya sesuai dengan kebenaran.

Pasal 268 KUHP

1) Barangsiapa membuat secara palsu atau memalsu surat keterangan dokter tentang ada atau tidak adanya penyakit, kelemahan atau cacat, dengan maksud untuk menyesatkan penguasa umum atau penaggung, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun. 2) Diancam dengan pidana yang sama, barangsiapa dengan maksud yang sama memakai surat keterangan yang tidak benar atau yang dipalsu seolah-olah surat itu benar dan tidak dipalsu.

Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004, tentang Praktik Kedokteran.

Tindakan dokter dalam pemberian pelayanan terhadap pasien hendaknya memberikan pelayanan medis yang sesuai dengan standar profesi, dan standar prosedur operasional serta kebutuhan medis pasien. Standar profesi : pengetahuan, skill dan sesuai attitude Standar prosedur: langkah langkah yang dibakukan untuk menyelesaikan suatu proses kerja rutin tertentu (protap/ tatalaksana)

Seorang dokter yang dengan sengaja memberikan surat keterangan yang tidak sesuai dengan kondisi pasien yang sebenarnya, demi kepentingan non medis. Maka dapat dikatakan tindakan dokter tersebut telah melanggar Pasal 51 huruf a, dan Pasal 79 huruf c, yang berbunyi : Pasal 51 huruf a : Memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional serta kebutuhan medis pasien.

Pasal 79 huruf c: Dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp: 50.000.000.00; (lima puluh juta rupiah), setiap dokter atau dokter gigi yang: Dengan sengaja tidak memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 huruf a.

KESIMPULAN

Surat keterangan dokter harus dibuat oleh dokter yang memeriksa pasien peminta surat keterangan atau biasanya bisa juga di buat oleh petugas kesehatan atau medis yang di tanda tangani dokter dan stempel resmi dari klinik atau rumah sakit tersebut. Dokter yang menerbitkan surat keterangan medis tersebut harus mampu membuktikan kebenaran keterangan yang tertulis tersebut bila diminta.

dalam menjalankan profesinya dokter harus bekerja profesional sesuai dengan prinsip etik dan hukum yang berlaku. Secara khusus, tindakan dokter tersebut dalam memberikan surat keterangan dokter palsu sudah melanggar beberapa norma, yaitu etika, dan sistem nilai yang berlaku, serta kode etik kedokteran dan ketentuan hukum pidana.

TERIMAKASIH