Anda di halaman 1dari 8
Relawan Warga Dalam rangka penanggulangan kemiskinan Aug 04- Sonny H Kusuma Siapakah Relawan Warga ? Seseorang secara individu atau berkelompok, yang secara “ikhlas” atau “rela” karena panggilan nuraninya memberikan (sebagian) apa yang dimilikinya (waktu, tenaga, pemikiran, dan/atau asset) untuk membantu orang lain yang membutuhkan pertolongannya. Time, Talent, and Treasure – yang sesungguhnya adalah karunia Illahi. Sebagai bentuk syukur. Apa kontribusi relawan bagi pengembangan masyarakat ? Kerelawanan menghasilkan suatu cara masyarakat untuk dapat berkumpul dan membuat suatu perubahan melalui tindakan nyata (langsung). Tindakan kerelawanan yang dilakukan bersamasama dapat membantu membangun “kepercayaan” diantara para relawan. Bekerja bersama juga membantu menjembatani berbagai perbedaan menuju “rasa percaya” dan “penghormatan” antar individu yang mungkin belum pernah bertemu sebelumnya. Secara alamiah kerelawanan kolektif berkontribusi pada pengembangan sosial dari masyarakat yang justru akan terus memperkuat kegiatan-kegiatan kerelawanan mereka. Mengapa ada relawan di P2KP ? Tolong menolong; hampir di semua masyarakat, nilai yang paling mendasar adalah orang membantu orang lain yang dalam prosesnya justru membantu mereka sendiri. (kita adalah makhluk sosial) Banyak cara; seseorang membantu orang lain dengan banyak cara (tidak terhitung). Gotong royong dalam kerelawanan adalah suatu bentuk tipikal dari “Jaring Pengaman Sosial (JPS)” yang paling utama di masyarakat miskin. Kebersamaan (social cohesion); adalah dampak positif dari tindakan kerelawanan. Apa fungsi dan tugas Relawan ? Fungsinya: Mempercepat terjadinya proses penanggulangan kemiskinan dimasyarakat Tugasnya: Membantu orang-orang lain (warga masyarakat), dan menjalankan misi sbg agen perubahan / pembaharu di masyarakat. Peran-perannya: – Pendampingan masyarakat (terutama KSM, BKM, dan UP-UPnya) Capacity Building melalui “Coaching” Bantuan Teknis Membangun jaringan Mobilisasi sumberdaya Bagaimana P2KP membuka ruang untuk mereka ? Sejak awal RKM, setiap tahapan siklus, dan setiap saat dibuka kesempatan seluas-luasnya bagi relawan melalui: Pendaftaran relawan. Konsep dasar : Menjadi relawan adalah panggilan hati seseorang untuk membantu orang lain secara “ikhlas”. Tidak dibayar (upah); maksudnya ini adalah saringan awal untuk menyisihkan “si-dolphin”, dan membangun kultur sehat di warga agar terjamin keberlanjutannya. Basisnya: Nilai-nilai dan prinsip Pembelajaran bagi BKM; bagaimana mengorganisasi kegiatan kerelawanan secara terencana baik (melalui siklus P2KP) Dukungan teknis dan perlindungan dari pemerintah melalui fasilitasi P2KP - (suatu bentuk pengakuan); caranya: – Kesempatan mengikuti pelatihan-pelatihan (Capacity Building) – Fasilitasi Berjaringan Bagaimana mengelola Kerelawanan kemudian ? Pengorganisasian kegiatan dan sumber-daya relawan oleh “BKM” dengan cara; – Networking; Membangun jaringan sumberdaya, (informasikomunikasi, teknologi, capital) – Services Providing; Menyediakan keahlian teknis dan profesional, – Fund-rising; Menggalang modal, dll – Resources mobilization; mobilisasi sumber-daya Dalam rangka memenuhi pertolongan apa yang dibutuhkan masyarakat. Mengupayakan dukungan teknis dan perlindungan dari pemda. Dukungan teknis dan perlindungan dari Pemda….. Pemerintah terus memperkuat tindakan kerelawanan dengan mengembangkan kebijakan dan tindakan pengaturan sebagai bentuk pelayanan untuk ; – mempertegas posisi relawan, – memperjelas peran dan hubungannya dengan stakeholders lain, dan …. – mengidentifikasi kebutuhan legalitas, bagi dukungan sosial, administrasi dan finansial.