Anda di halaman 1dari 15

1. A. Latar Belakang 1. 1.

Air Limbah Limbah merupakan bahan buangan yang berbentuk cair, gas dan padat yang mengandung bahan kimia yang sukar untuk dihilangkan dan berbahaya sehingga air limbah tersebut harus diolah agar tidak mencemari dan tidak membahayakan kesehatan lingkungan. Air limbah yaitu air dari suatu daerah permukiman yang telah dipergunakan untuk berbagai keperluan, harus dikumpulkan dan dibuang untuk menjaga lingkungan hidup yang sehat dan baik. Unsur – unsur dari suatu sistem pengolahan air limbah yang modern terdiri dari : 1. Masing – masing sumber air limbah 2. Sarana pemrosesan setempat 3. Sarana pengumpul 4. Sarana penyaluran 5. Sarana pengolahan, dan 6. Sarana pembuangan.

Dan dua faktor yang penting yang harus diperhatikan dalam sistem pengolahan air limbah yaitu jumlah dan mutu. 1. 2. Ciri- Ciri Air Limbah Disamping kotoran yang biasanya terkandung dalam persediaan air bersih air limbah mengandung tambahan kotoran akibat pemakaian untuk keperluan rumah tangga, komersial dan industri. Beberapa analisis yang dipakai untuk

Nitrogen organik.  Ciri-ciri kimia Selain pengukuran BOD. bau. Bila warnanya abu – abu tua atau hitam. warna. Senyawa utama yang berbau adalah hidrogen sulfida.  Ciri-ciri fisik Ciri – ciri fisik utama air limbah adalah kandungan padat. air limbah sudah membusuk setelah mengalami pembusukan oleh bakteri dengan kondisi anaerobik. Suhu air limbah biasanya lebih tinggi dari pada air bersih karena adanya tambahan air hangat dari pemakaian perkotaan. Suhu air limbah biasanya bervariasi dari musim ke musim. Fosfor organik dan Fosfor anorganik. dan suhunya. senyawa – senyawa lain seperti indol skatol. Bahan padat total terdiri dari bahan padat tak terlarut atau bahan padat yang terapung serta senyawa – senyawa yang larut dalam air. Nitrat. Jika warnanya coklat muda. Kandungan bahan padat terlarut ditentukan dengan mengeringkan serta menimbang residu yang didapat dari pengeringan. maka umur air kurang dari 6 jam. cadaverin dan mercaptan yang terbentuk pada kondisi anaerobik dan menyebabkan bau yang sangat merangsang dari pada bau hidrogen sulfida. Warna adalah ciri kualitatif yang dapat dipakai untuk mengkaji kondisi umum air limbah. dan juga tergantung pada letak geografisnya. kimiawi. dan biologis dari kotoran yang terdapat dari air limbah. COD dan TOC pengujian kimia yang utama adalah yang bersangkutan dengan Amonia bebas. Nitrit. Warna abu – abu muda sampai setengah tua merupakan tanda bahwa air limbah sedang mengalami pembusukanatau telah ada dalam sistem pengumpul untuk beberapa lama.penentuan ciri – ciri fisik. Penentuan bau menjadi semakin penting bila masyarakat sangat mempunyai kepentingan langsung atas terjadinya operasi yang baik pada sarana pengolahan air limbah. Nitrogen dan fosfor sangat penting .

Sulfat. bakteri. limbah padat kegiatan perdagangan. Jenis Limbah Berdasarkan karakteristiknya. Limbah domestik pada umumnya berbentuk limbah padat rumah tangga.K. dll  Limbah gas dan partikel Polusi udara adalah tercemarnya udara oleh berberapa partikulat zat (limbah) yang mengandung partikel (asap dan jelaga). limbah dapat digolongkan menjadi 4 macam. perkantoran. karet/kulit tiruan. kain. Limbah cair 2. kayu.karena kedua nutrien ini telah sangat umum diidentifikasikan sebagai bahan untuk pertumbuhan gulma air.  Limbah cair Limbah cair adalah sisa dari suatu hasil usaha atau kegiatan yang berwujud cair (PP 82 thn 2001). Limbah padat 3. 1. Jenis-jenis limbah padat: kertas.  Limbah padat Limbah padat berasal dari kegiatan industri dan domestik. ozon (asap kabut fotokimiawi). kulit telur. metal. karbon monoksida dan timah. Pengujian – pengujian lain seperti Klorida. gelas/kaca. 1995). nitrogen oksida. yaitu : 1. Limbah gas dan partikel 4.  Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) . organik. (Linsley.R. hidrokarbon. peternakan. sulfur dioksida. 3. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). plastik. pH serta alkalinitas diperlukan untuk mengkaji dapat tidaknya air limbah yang sudah diolah dipakai kembali serta untuk mengendalikan berbagai proses pengolahan. pertanian serta dari tempat-tempat umum.

menyebabkan infeksi. yaitu limbah yang berasal dari pengolahan biologi dengan digested aerobic maupun anaerobic di mana padatan/lumpur yang dihasilkan cukup stabil dan banyak mengandung padatan organik.Yang termasuk limbah B3 antara lain adalah bahan baku yang berbahaya dan beracun yang tidak digunakan lagi karena rusak. Macam Limbah Beracun  Limbah mudah meledak adalah limbah yang melalui reaksi kimia dapat menghasilkan gasdengan suhu dan tekanan tinggi yang dengan cepat dapat merusak lingkungan. sisa proses. Bahan-bahan ini termasuk limbah B3 bila memiliki salah satu atau lebih karakteristik berikut: mudah meledak. mudah terbakar. yaitu limbah yang berasal dari proses pengolahan dengan lumpur aktif sehingga banyak mengandung padatan organik berupa lumpur dari hasil proses tersebut. dapat merusak atau mencemarkan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan manusia.  Digested sludge. yaitu limbah yang dihasilkan dari proses koagulasi dan flokulasi  Excess activated sludge. yaitu limbah yang berasal dari tangki sedimentasi pada pemisahan awal dan banyak mengandung biomassa senyawa organik yang stabil dan mudah menguap. bersifat korosif. percikan api. bersifat reaktif. dan oli bekas kapal yang memerlukan penanganan dan pengolahan khusus.  Chemical sludge. beracun. limbah B3 dapat diklasifikasikan menjadi:  Primary sludge.  Limbah mudah terbakar adalah limbah yang bila berdekatan dengan api.Suatu limbah digolongkan sebagai limbah B3 bila mengandung bahan berbahaya atau beracun yang sifat dan konsentrasinya. yang bila diuji dengan toksikologi dapat diketahui termasuk limbah B3. . Berdasarkan sumbernya. dan lain-lain. baik langsung maupun tidak langsung. tumpahan. gesekan atau sumber nyala lain akan mudah menyala atau terbakar dan bila telah menyala akan terus terbakar hebat dalam waktu lama. sisa kemasan.

000 m3 perjam. Limbah B3 dapat menimbulkan kematian atau sakit bila masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan.0 untuk limbah yang bersifat asam dan lebih besar dari 12.  Limbah yang menyebabkan infeksi adalah limbah laboratorium yang terinfeksi penyakit atau limbah yang mengandung kuman penyakit. Perbandingan yang mencolok jumlahnya antara volume limbah dan volume penerima limbah juga menjadi ukuran tingkat pencemaran yang ditimbulkan terhadap lingkungan. Kaitan antara volume limbah dengan volume badan penerima juga sering digunakan sebagai indikasi pencemaran.  Limbah beracun adalah limbah yang mengandung racun yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan. 4. bahan pencemarnya semakin banyak.blogspot. (http://www. penghancuran atau pemisahan air dari partikel-partikel yang dapat merusak . 5.chem-is-try. Limbah reaktif adalah limbah yang menyebabkan kebakaran karena melepaskan atau menerima oksigen atau limbah organikperoksida yang tidak stabil dalam suhu tinggi.org/materi_kimia/). pada umumnya.5 untuk yang bersifat basa. Oleh sebab itu dalam pengendalian limbah sering juga diupayakan pengurangan volume limbah. 1. Yang mempunyai debit 8. kulit atau mulut. Misalnya limbah sebanyak 100 m3 air per 8 jam mempunyai konsentrasi plumbum 4 mg/hari dialirkan ke suatu sungai. Hubungan ini biasanya terjadi secara linier. Pengolahan Limbah Cair Secara umum penanganan air limbah dapat dikelompokkan menjadi  Pengolahan Awal/Pendahuluan (Preliminary Treatment) Tujuan utama dari tahap ini adalah usaha untuk melindungi alat-alat yang ada pada instalasi pengolahan air limbah. (http://educorolla8. seperti bagian tubuh manusia yang diamputasi dan cairan tubuh manusia yang terkena infeksi. Volume Limbah Semakin besar volume limbah. yaitu memiliki pH sama atau kurang dari 2. Pada tahap ini dilakukan penyaringan.com) 1.  Limbah yang bersifat korosif adalah limbah yang menyebabkan iritasi pada kulit atau mengkorosikan baja.

suspended film dan lagoon system. yakni sedimentasi dan flotasi.com/) Menurut Ehless dan Steel. (http://aimyaya. antara lain: 1. sampah.alat-alat pengolahan air limba. Sehingga partikel padat akan mengendap (disebut sludge) sedangkan partikel lemak dan minyak akan berada di atas / permukaan (disebut grease). Rumah tangga . plastik dan lainlain. seperti pasir. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menambahkan khlorin ataupun dengan menggunakan sinar ultraviolet  Pengolahan Lanjutan (Advanced Treatment) Pengolahan lanjutan diperlukan untuk membuat komposisi air limbah sesuai dengan yang dikehendaki. Misalnya untuk menghilangkan kandungan fosfor ataupun amonia dari air limbah. industry.  Pengolahan Sekunder (Secondary Treatment) Pada tahap ini air limbah diberi mikroorganisme dengan tujuan untuk menghancurkan atau menghilangkan material organik yang masih ada pada air limbah.  Pengolahan Akhir (Final Treatment) Fokus dari pengolahan akhir (Final Treatment) adalah menghilangkan organisme penyebab penyakit yang ada pada air. kayu. Air limbah dapat berasal dari berbagai sumber. dan tempat-tempat umum lainnya dan biasanya mengandung bahan-bahan atau zat yang dapat membehayakan kehidupan manusia serta mengganggu kelestarian lingkungan. air limbah adalah cairan buangan yang berasal dari rumah tangga.  Pengolahan Primer (Primary Treatment) Tujuan pengolahan yang dilakukan pada tahap ini adalah menghilangkan partikel-artikel padat organik dan organik melalui proses fisika. Tiga buah pendekatan yang umum digunakan pada tahap ini adalah fixed film.

pabrik tinta. 2. 3. dan pabrik karet. Menghindari pencemaran tanah permukaan. Menghilangkan tempat berkembangbiaknya bibit dan vector penyakit.air bekas memasak. danau. 4. dan sebagainya.P. Industri Contoh: air limbah dari pabrik baja.Contoh: air bekas cucian. 3. sungai. Perkotaan Contoh: air limbah dari perkantoran. perdagangan. 2001) Air limbah sebelum dilepas kepembuangan akhir harus menjalani pengolahan terlebih dahulu. dan dari tempattempat ibadah. laut akan berdampak pada lingkungan karena jumlah polutan di dalam air menjadi semakin tinggi. dan tersier. Adapun tujuan dari pengelolaan air limbah itu sendiri.. antara lain: 1. Pada dasarnya ada dua alternative penanganan yaitu membawa limbah cair ke pusat pengolahan limbah atau memiliki sendiri instalasi pengolahan air limbah (IPAL) proses pengolahan limbah cair pada dasarnya dikelompokkan menjadi tiga tahap yaitu proses pengolahan primer. Melindungi hewan dan tanaman yang hidup dalam air. Untuk dapat melaksanakan pengolahan air limbah yang efektif diperlukan rencana pengelolaan yang baik. Mencegah pencemaran pada sumber air rumah tangga. selokan. pabrik cat. Industri dan kegiatan lainnya yang mempunyai air buangan yang membentuk limbah cair dalam skala besar harus melakukan penanganan agar tidak berdampak pada lingkungan disekitarnya. . Apabila limbah cair tersebut tidak dilakukan pengolahan dan dibuang langsung ke lingkungan umum. 2. ( Sunu. sekunder. air bekas mandi.

kecuali bila pabrik blow down. Dari satu sisi suatu limbah mempunyai parameter tunggal dengan konsentrasi yang relatif tinggi. 2. sistem pengelolaan air limbah yang diterapkan harus memenuhi persyaratan berikut. 1. Tidak mengakibatkan kontaminasi terhadap sumber-sumber air minum. dan jumlah buangan nya pun sama. Tidak mengakibatkan pencemaran air permukaan. Disisi lain ada limbah dengan 10 parameter tapi dengan konsentrasi yang juga . Semakin tinggi produksi semakin tinggi volume limbahnya. Tidak terbuka dan harus tertutup. 3. Atau ada pabrik yang hanya membuang limbah sekali dalam seminggu sedangkan pada hari-hari lainnya tidak. Tidak menimbulkan bau atau aroma tidak sedap. Setiap lima hari dalam sebulan volume limbahnya sangat berlebih. Artinya volume air buangannya tergantung dari volume produksinya. Dampak pencemaran limbah terhadap lingkungan harus dilihat dari jenis parameter pencemar dan konsentrasinya dalam air limbah. Tidak menimbulkan pencemaran pada flora dan fauna yang hidup di air didalam penggunaannya sehari-hari.B. Dalam hal sering tidaknya suatu pabrik membuang limbah tergantung terhadap proses pengolahan dalam pabrik. Pengaruh terhadap lingkungan mengalami perbedaan. 5.2007). 6.Sementara itu. Ada pabrik yang dalam periode tertentu jumlah airnya melebihi dari pada kondisi sehari-hari. Pabrik yang secara kontiniu membuang limbah berbeda dengan pabrik yang membuang limbah secara periodik walau konsentrasi pencemar sama. Tidak dihinggapi oleh vector atau serangga yang menyebabkan penyakit. 4. (Chandra. Semakin banyak frekuensi pembuangan limbah. semakin tinggi tingkat pencemaran yang ditimbulkan.

P. ( Agusnar. belerang dan lain-lain yang cenderung menyerap oksigen. lemah dan bakteri terutama golongan fekal coli.  Non domestik Limbah domestic sangat bervariasi.1992). tempat cuci pakaian. Karakter Limbah  Domestik Limbah domestic adalah semua buangan yang berasal dari kamar mandi. Sejumlah unit dalam kebanyakan system penanganan harus dirancang berdasarkan puncak laju aliran dan memberikan pertimbangan untuk meminimumkan keragaman laju aliran bila mana mungkin. rumah sakit.1993 ). hydrogen.melewati ambang batas. apotek. bahan berbahaya. sulfur. dapur.2008 ) Laju aliran dan keragaman laju aliran merupakan factor penting dalam rancangan proses. ( Ginting. cuci peralatan rumah tangga. dan beracun.A. Oleh karena itu dibutuhkan bantuan pereaksi oksidator yang kuat dalam suasana asam.S. (Sastrawijaya. rumah makan dan sebagainya yang secara kuantitatif limbah tadi terdiri dari zat organic baik berupa zat padat ataupun cair. mineral. . terlebih lebih untuk limbah industri.L. dan parasit. dan oksigen dengan unsure tambahan yang lain seperti nitrogen. fosfor. jasad pathogen. Pengukuran ini diperlukan untuk mengukur kebutuhan oksigen terhadap zat organic yang sukar dihancurkan secara oksidasi. garam terlarut. Nilai BOD selalu lebih kecil dari pada nilai COD diukur pada senyawa organic yang dapat diuraikan maupun senyawa organic yang tidak dapat berurai. bahan pemberantas hama dan penyakit ( peptisida bahan pupuk yang mengandung nitrogen.H. dan sebagainya. Persoalannya bukan yang mana lebih baik dari pada yang terburuk. melainkan seharusnya lebih mendapat prioritas. Dalam air buangan terdapat zat organic yang terdiri dari unsure karbon. Limbah pertanian biasanya terdiri atas bahan padat bekas tanaman yang besifat organis. kakus. 2001). Bentuk lain untuk mengukur oksigen ini adalah COD. ( Jenie. 1.T.

Penggunaan dua katalis perak sulfat dan merkuri sulfat diperlukan masingmasing untuk mengatasi gangguan klorida dan untuk menjamin oksidasi senyawa-senyawa organik kuat menjadi teroksidasi. 1. Berbagai prosedur COD yang menggunakan waktu reaksi dari menit sampai 2 jam dapat digunakan. Angka COD merupakan ukuran bagi pencemaran oleh zat-zat organis yang secara alamiah dapat dioksidasi melalui proses mukrobiologi dan mengakibatkan berkurangnya oksigen terlarut di dalam air. Logam berat yang berbahaya dan sering mencemari lingkungan. Kromium (Cr). diantaranya berbagai jenis logam berat yang berbahaya.1. yang terutama adalah Merkuri (Hg).P. Logam-logam berat tersebut diketahui dapat mengumpul dalam tubuh suatu organisme dan tetap tinggal dalam tubuh dalam jangka waktu yang lama sebagai racun yang terakumulasi. Larutan asam dikromat digunakan untuk mengoksidasi bahan organik pada suhu tinggi. 7. Nikel (Ni). ( Kristanto. Arsenik (As). Chemical Demand Oxygen (COD) Chemical Oxygen Demand (COD) adalah jumlah oksigen (mg O2) yang dibutuhkan untuk mengoksidasi zat-zat organis yang terdapat dalam 1 ml sampel air. 2002 ). dan Zink (Zn). yang beberapa diantaranya banyak digunakan dalam skala industri. (Alaerts. Nilai-nilai COD selalu . Analisis BOD dan COD dari suatu limbah akan menghasilkan nilai-nilai yang berbeda karena kedua uji mengukur bahan yang berbeda. di mana pengoksidasi K2Cr2O7 digunakan sebagai sumber oksigen terlarut.1984) Uji COD adalah suatu pembakaran kimia secara basah dari bahan organik dalam sampel. Industri – industri logam berat tersebut harus mendapatkan pengawasan yang ketat sehingga tidak membahayakan bagi para pekerja maupun lingkungan sekitarnya. Logam Berat Air sering tercemar oleh berbagai komponen anorganik. Timbal (Pb). Kadmium (Cd).

S. Untuk limbah spesifik dan pada fasilitas penanganan limbah spesifik. Limbah industri yaitu limbah yang berasal dari industri berupa bahan-bahan kimia berbahaya.1993.lebih tinggi dari nilai BOD. Terdapat 2 macam limbah yaitu : Limbah rumah tangga yaitu limbah yang berasal dari dapur. limbah bekas industri rumah tangga dan kotoran manusia. cucian. Bahan yang tidak teroksidasi secara biologik akan terdapat dalam limbah yang belum diberi penanganan dan akan meningkat karena residu massa sel dari respirasi endogenes. Berdasarkan bentuknya. limbah dibagi menjadi 2 macam yaitu : Limbah Padat Limbah Cair (terdiri atas limbah organik dan anorganik) . Perubahan nilai-nilai BOD dan COD suatu limbah akan terjadi selama penanganan. sedangkan bahan yang tidak teroksidasi secara biologik tetapi teroksidasi secara kimia tidak turun. Walaupun metode COD tidak mampu mengukur limbah yang dioksidasi secara biologik.).(Jenie. Perbedaan di antara kedua nilai disebabkan oleh banyak faktor seperti bahan kimia yang tahan terhadap oksidasi kimia. Nisbah COD dan BOD akan meningkat dengan stabilnya bahan yang teroksidasi secara biologik. bahan kimia yang dapat dioksidasi secara kimia dan peka terhadap oksidasi biokimia tetapi tidak dalam uji BOD 5 hari seperti selulosa. seperti lignin .L. adalah mungkin untuk memperoleh korelasi yang baik antara nilai COD dan BOD. kamar mandi. metode COD mempunyai nilai praktis. Bahan yang teroksidasi secara biologik akan turun selam penanganan. lemak berantai panjang atau sel-sel mikroba dan adanya bahan toksik dalam limbah yang akan menggangu uji BOD tetapi tidak uj COD.

Akan tetapi. temperatur. 1. warna. Polusi zat organik biasanya dinyatakan dalam BOD (Biological Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand ). yaitu : 1. seperti : bakteri. air limbah mempunyai komposisi yang sangat bervariasi dari setiap tempat dan setiap saat. Karakteristik kimia terbagi dalam tiga kategori : zat organik. bau. zat anorganik dan gas – gas.Sesuai dengan sumber asalnya. Karakteristik Biologi Merupakan banyaknya mikroorganisme yang terdapat dalam air limbah tersebut. Sifat biologis ini perlu diketahui dalam kaitannya untuk mengetahui tingkat pencemar air limbah sebelum dibuang ke badan air penerima. algae. 3. 1. fungi. Parameter yang termasuk dalam kategori ini adalah solid ( zat padat ). . secara garis besar zat yang terdapat di dalam air limbah dikelompokkan seperti skema berikut : Pengetahuan mengenai karakteristik air buangan baik kuantitas maupun kualitasnya adalah suatu hal yang perlu dipahami dalam merencanakan suatu unit pengolahan limbah air buangan. 1. virus. Kualitas air buangan dibedakan atas tiga karakteristik. 2. Karakteristik fisik.

Bila konsentrasi oksigen terlarut dibawah 4 – 5 mg/l maka ikan tidak mau makan dan tidak berkembang dengan baik. bahan tersuspensi dan bahan terlarut. rasa. optimum dan maksimum untuk hidupnya dan mempunyai kemempuan menyesuaikan diri sampai batas tertentu. pH dan karbondioksida. masih ada lainnya yaitu panas. semakin cepat pula perairan tersebut mengalami kejenuhan. bau dan radioaktif.  pH Efek polutan bersifat asam terhadap kehidupan ikan dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangbiakan. Bila konsentrasi oksigen terlarut tetap sebesar 3 atau 4 mg/l untuk jangka waktu .  Oksigen terlarut (DO) Kadar DO merupakan salah satu parameter kualitas air yang penting bagi kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan. Dampak terhadap badan air. Ikan memerlukan oksigen dalam bentuk oksigen terlarut. limbah industri dapat diklasifikasikan sebagai berikut :  Suhu Setiap organisme mempunyai suhu minimum. warna. Suhu air mempunyai pengaruh yang besar dalam proses pertukaran zat atau metabolisme dari makhluk hidup. yaitu bahan terapung. Selain dari tiga kategori tersebut. Semakin tinggi temperatur suatu perairan. Selain itu suhu juga berpengaruh terhadap kadar oksigen terlarut dalam air. Suhu air untuk budidaya ikan berkisar antara 25 – 300C.Bahan polutan yang terkandung di dalam air buangan secara umum dapat diklasifikasikan dalam tiga kategori. Air kolam yang mengandung konsentrasi oksigen terlaut yang rendah akan mempengaruhi kesehatan ikan. Menurut sifatnya tiga kategori bahan polutan tersebut dapat dibedakan sebagai yang mudah terurai secara biologi (biodegradable) dan tidak mudah terurai secara biologi (non biodegradable). Oksigen terlarut dipengaruhi oleh suhu. karena ikan lebih mudah terserang penyakit atau parasit. Batas minimum air tawar pada umumnya adalah pada pH 4 dan batas maksimum pada pH11.

yang lama maka ikan akan menghentikan makan dan pertumbuhannya terhenti. sehingga badan air tersebut mengalami kekurangan oksigen yang sangat diperlukan oleh kehidupan air dan menyebabkan menurunnya kualitas badan air tersebut. zone pengurai aktif. Pengolahan fisik sering disebut pengolahan primer dengan maksud untuk mereduksi zat padat . COD juga dikatakan sebagai jumlah oksigen yang dikonsumsi. dimana selama prosesnya meliputi tahapan – tahapan perbaikan kualitas air yang terdiri dari empat zone. Proses pengolahan air limbah merupakan proses tiruan dari proses self purification. Kadar oksigen 0. Penyingkatan waktu tersebut dapat dilakukan dengan cara melalui pengolahan limbah. Cara pengolahan secara fisik disebut unit operasi. zone perbaikan dan zone normal yang waktunya dipersingkat. harus dilakukan survei. yaitu proses pemurnian kembali pada badan air yang terkena buangan limbah tanpa pengolahan/bantuan manusia.2 – 0.8 mg/l merupakan konsentrasi yang dapat mematikan ikan gurameh.  Zat organik terlarut (BOD) Zat organik terlarut menyebabkan menurunnya kadar oksigen terlarut di badan air. analisis contoh limbah dan yang paling penting adalah dilakukan percobaan dalam skala laboratorium untuk menentukan parameter yang akan digunakan sebagai kriteria perencanaan. dan biologi.  COD (Chemical Oxygen Demand) COD diperlukan untuk menentukan kekuatan pencemaran suatu limbah dengan mengukur jumlah oksigen untuk mengoksidasi zat – zat organik yang terdapat pada air limbah tersebut. Sedangkan pengolahan dengan mempergunakan zat – zat kimia atau aktivitas biologi disebut unit proses. kimia. yaitu dimulai dari zone degradasi. COD adalah ukuran dari jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi kimia bahan – bahan organik perairan. Mengingat sifat – sifat limbah sedemikian kompleksnya maka cara pengolahannya harus disesuaikan dengan sifat – sifat limbah yang bersangkutan. Unsur – unsur yang tidak dikehendaki kehadirannya dalam air limbah dapat dihilangkan dengan cara fisik.

.tersusupensi dan tergantung dari waktu tinggal dalam bak pengendapan. Pengolahan biologi sering pula disebut pengolahan sekunder dengan tujuan untuk mengurangi kandungan bahan organik dalam limbah cair (BOD). Pengolahan kimia sering disebut pengolahan sekunder yang bertujuan untuk mengendapkan partikel yang mudah mengendap.