Anda di halaman 1dari 7

Bronkhopneumonia

PENDAHULUAN
Di negara yang sedang berkembang seperti Indonesia, faktor infeksi masih merupakan masalah utama dibidang kesehatan. Infeksi yang paling sering dan tidak jarang diikuti dengan kematian adalah infeksi saluran nafas. Saluran nafas dan paru merupakan organ yang paling sering terkena infeksi oleh karena organ ini berhubungan langsung dengan dunia luar. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) ialah infeksi akut yang dapat terjadi disetiap tempat di sepanjang saluran napas. Secara anatomi ISPA dikelompokkan menjadi ISPA atas misalnya batuk pilek, faringitis, tonsillitis, dan ISPA ba!ah seperti brokhitis, bronkiolitis, pneumonia termasuk bronchopneumonia, dan lain lain. ISPA atas jarang menimbulkan kematian !alaupun insidennya jauh lebih tinggi dari pada ISPA ba!ah, sedangkan ISPA ba!ah banyak menimbulkan kematian, hingga berperan besar dalam tingginya angka kematian bayi. Secara klinis pneumonia didefinisikan sebagai suatu peradangan paru yang disebabkan oleh mikroorganisme (bakteri, "irus, jamur, parasit dan lain lain). Secara anatomis pneumonia dapat diklasifikasikan sebagai pneumonia lobaris, pneumonia segmentalis dan pneumonia lobularis yang lebih dikenal sebagai bronchopneumonia.

DEFINISI
#ronchopneumonia adalah peradangan pada parenkim paru yang melibatkan bronchus dan bronchilus yang berupa distribusi berbentuk bercak bercak (Pathy distribution)

EPIDEMIOLOGI
Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi saluran nafas yang terbanyak didapatkan dan sering merupakan penyebab kematian hampir diseluruh dunia. Di Inggris pneumonia menyebabkan kematian $% kali lebih banyak dari pada penyakit infeksi lain, sedangkan di Amerika Serikat merupakan penyebab kematian urutan ke $&. Di Indonesia berdasarkan sur"ai kesehatan rumah tangga $'() yang dilakukan Departemen *esehatan, pneumonia tergolong dalam penyakit infeksi akut saluran nafas, merupakan penyakit yang terbanyak dijumpai, dan sebagai penyebab kematian urutan pertama. +enis dan keparahan penyakit dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk umur, jenis kelamin, musim dalam tahun tersebut, dan kepadatan penduduk. Anak laki laki terkena sedikit lebih sering daripada anak perempuan.

/. . 1hiannydia trachomatis.ETIOLOGI #ronchopneumonia umumnya disebabkan oleh bakteri. legionella pneumophila. . stadium ini disebut stadium kongesti atau hyperemia. kuman dan debris menghilang. . stadium ini disebut stadium resolusi. . #akteri lain yang dapat menimbulkan bronchopneumoni ialah Streptococcus grup #. Akhirnya jumlah sel makrofag meningkat di al"eoli.(0454& Sistem bronkopulmoner jaringan paru yang tidak terkena akan tetap normal. . serius dan sangat progresif dengan mortalitas yang tinggi. bakteri dalam jumlah banyak. basil enteric gram negati"e. stadium ini disebut stadium hepatisasi kelabu.ula mula terjadi oedem karena reaksi jaringan. fibrin. Selanjutnya terjadi deposisi fibrin kepermukaan pleura sehingga permukaan pleura suram. Pada bayi dan anak kecil juga ditemukan Staphylococcus aureus sebagai penyebab bronchopneumonia dan merupakan infeksi yang berat.aemophilia influen-a.ikroorganisme ini mempunyai struktur yang sangat primiti"e berbentuk bulat (garis tengah $0& 0&% nm) atau berupa filament halus (panjang antara beberapa 0&% nm). eritrosit. stadium ini disebut stadium hepatisasi merah. beberapa neutropil dan makrofag.pneumonia adalah satu satunya species mycoplasma yang dikenal menyebabkan infeksi saluran pernafasan pada manusia. kapiler melebar dan kongesti serta didalam al"eolus terdapat eksudat jernih.)) PATOGENESIS 3mumnya bakteri penyebab terisap ke paru ke perifer melalui saluran nafas.(0. dan lain $ain. terdapatnya fibrin dan leukosit polimorfonuklear dial"eoli dan terjadinya proses fagositosis yang cepat. Dinegara berkembang yang tersering sebagai penyebab bronchopneumonia pada anak ialah Streptococcus pneumoni dan . sel akan degenerasi dan fibrin menipis. . bakteri anaerob.ycoplasma pneumonia sering dilaporkan sebagai salah satu penyebab pneumonia pada anak. tidak mempunyai rambut getar hingga tidak mempunyai kemampuan untuk bergerak secara aktif. #agian paru yang terkena mengalami konsolidasi yaitu terjadinya sebukan sel polimorfonuklear. Pseudomonas aeroginosa..ycoplasma tidak mempunyai dinding sel. 2eisseria meningitis. cairan oedem dan ditemukannya kuman di al"eoli. *lebsiella pneumonia. antibiotik yang diberikan sedini mungkin dapat menolong perjalanan penyakit hingga stadium khas yang diuraikan diatas tidak terlihat lagi.ycoplasmataseae.ycoplasma ialah salah satu dari / genus pada famili . . streptococcus grup A.

pneumoniae menimbulkan peradangan dengan gambaran beragam pada paru dan lebih sering mengenai anak usia sekolah atau remaja. stafilokinase dan koagulase. #ila sarang bronkopneumonia menjadi satu (konfluens) mungkin pada perkusi terdengar keredupan dan suara pernafasan pada auskultasi terdengar mengeras. PEMERIKSAAN LABORATORIUM DAN RADIOLOGIS 3mumnya didapatkan terjadinya leukositosis. Pneumotokel dapat menetap sampai berbulan bulan tetapi biasanya tidak memerlukan terapi lebih lanjut. pernafasan cepat dan dangkal disertai pernafasan cuping hidung dan sianosis sekitar hidung dan mulut. pneumoniae cenderung berkembang biak pada permukaan sel mukosa saluran nafas. karena S. biasanya $&%%% 5%%%%9mm/ dengan predominan polimorfonuclear dan pergeseran kekiri. aureus menghasilkan berbagai toksin dan en-im seperti hemolisin.& gr9dl dan glukosa relatif . Pneumotokel atau abses abses kecil sering disebabkan oleh S. leukosidin. *adang kadang ditemukan anemia ringan atau sedang.isalnya S. *oagulase berinteraksi dengan faktor plasma dan menghasilkan bahan aktif yag mengkon"ersi fibrinogen hingga terjadi eksudat fibrinopurulen. GAMBARAN KLINIS #ronchopneumonia biasanya didahului oleh infeksi saluran napas bagian atas selama beberapa hari. Pada stadium permulaan sukar dibuat diagnosis dengan pemeriksaan fisis. 1airan pleura menunjukkan eksudat dengan sel polimorfonuclear berkisar /%% $%%%%%9mm/.. Akibatnya terbentuknya .. protein diatas 0. mula mula kering kemudian menjadi produktif.070 pada metabolismenya maka terjadi kerusakan lapisan mukosa saluran nafas. 6erdapat korelasi antara produksi koagulase dan "irulensi kuman. oedem dinding bronchus dan timbulnya dalam !aktu yang relati"e singkat antara 05 5( jam dan dapat terjadi pada bagian paru yang cukup luas. ronki terdengar lagi. 6erdapat batuk setelah beberapa hari. harus dipikirkan kemungkinan pneumonia. perdarahan dan ka"itasi. *erusakan yang terjadi ialah deskuamasi dan ulserasi lapisan mukosa. dispnu. . Pada stadium resolusi. 2amun bila terdapat leukopeni (kurang dari &%%%9mm/) menunjukkan prognosis yang jelek. pneumonia biasanya bermanifestasi sebagai bercakbercak konsolidasi merata diseluruh lapangan pare (bronchopneumonia). 6oksin dan en-im ini menyebabkan nekrosis. Suhu dapat naik sangat mendadak sampai /' 5%81 dan mungkin disertai kejang karena demam yang tinggi. Staphylococcus yang tidak menghasilkan koagulase jarang menimbulkan penyakit yang serius. . aureus pada neonatus atau bayi.#eberapa bakteri tertentu lebih sering menimbulkan gejala atau keadaan tertentu bila dibandingkan dengan bakteri lain. Anak sangat gelisah. Pada auskultasi mungkin hanya terdengar ronki basah nyaring halus atau sedang. Demikian pula bakteri tertentu lebih sering ditemukan pada kelompok umur tertentu. tetapi dengan adanya nafas cepat dan dangkal. *adang kadang disertai muntah dan diare. . pernafasan cuping hidung dan sianosis sekitar mulut dan hidung.

3ntuk pemeriksaan mikrobiologik specimen dapat berasal dari usap tenggorok.enetapnya gambaran infiltrat menunjukkan adanya proses yang mendasarinya seperti adanya benda asing atau defisiensi imun. Pada bayi dan anak gambaran konsolidasi lobus jarang ditemukan. dan masih sanggup minum.S dan diberi antibiotik. harus dira!at di . Pada pneumonia dengan bakteri Streptococcus. DIAGNOSIS BANDING . . letargi. membuat suatu sistem klasifikasi penyakit. status nutrisi. pemeriksaan fisik dan pemeriksan penunjang. Pada infeksi Streptococcus didapatkan titer antistreptolisin serum meningkat dan dapat menyokong diagnosis. dan menentukan dasar pemakaian antibiotik. Analisa gas darah menunjukkan hipoksemia dan hipokarbia. bilasan bronchus atau sputum. harus dira!at di . *adang kadang konsolidasi sudah ditemukan pada radiologi sebelum gejala klimik. pada stadium lanjut dapat terjadi asidosis respiratorik. tetapi nafas cepat= >)%?9menit pada bayi @0 bulan >&%?9menit pada anak 0 bulan A $ tahun >5%?9menit pada anak $ A & tahun 6idak perlu dira!at. cukup diberi antibiotik ora$. Infiltrat mula mula berupa bercak bercak dan kemudian memadat dan mengenai keseluruhan lobus atau hemitoraks. .lebih rendah dari glukosa darah. • #ronchopneumonia= bila tidak ada retraksi. sianosis.7 mengembangkan pedoman klinik diagnosis dan tatalaksana pneumonia pada anak meliputi penilaian demam. obser"asi dinding dada untuk medeteksi retraksi dan auskultasi untuk mendeteksi stridor dan !hee-ing (mengi). #erdasarkan pedoman tersebut bronchopneumonia dibedakan atas= • #ronchopneumonia sangat berat= bila ada sianosis sentral dan tidak sanggup minum. dengan tujuan menyederhanakan kriteria diagnosis menjadi sejumlah kecil tanda fisik yang langsung dapat dideteksi. *adang kadang terdapat adenopati hilus. aspirasi trakea.S dan diberi antibiotik.esolusi infiltrat sering memerlukan !aktu lebih lama setelah gejala klinik menghilang. gambaran radiologi menunjukkan bronchopneumonia difus atau infiltrat intersisialis. tanpa sianosis. Perubahan radiologi tidak selalu berhubungan dengan gambaran klinis. pungsi pleura dan aspirasi paru. sekresi nasofaring. Pneumonia dengan bakteri Staphylococcus mempunyai gambaran radiologi tidak khas pada permulaan penyakit. • #ronchopneumonia berat= bila ada retraksi. :ambaran radiologi brnchopneumonia dengan bakteri pneumococcus ber"ariasi dari infiltrat ringan sampai bercak bercak konsolidasi merata. <. frekuensi nafas. DIAGNOSIS Diagnosis pneumonia ditegakkan berdasarkan ri!ayat penyakit. sering disertai efusi pleura yang berat.

Penderita yang tidak dira!at B Istirahat ditempat tidur.umah Sakit Pada penderita yang dira!at penatalaksanaan dibagi atas penatalaksanaan umum dan pengobatan kausal. #ila nyeri pleura hebat dapat diberikan obat anti nyeri. #ronchiolitis Aspirasi benda asing 6# paru 5) PENATALAKSANAAN Dalam mengobati penderita bronchopneumonia perlu diperhatikan keadaan klinisnya. bila perlu dilakukan pembersihan jalan nafas 7bat penurun panas diberikan hanya pada penderita dengan suhu lebih dari 5%81. #ila keadaan klinis baik dan tidak ada indikasi ra!at dapat diobati dirumah.inum banyak B 7bat obat penurun panas. 0. 0.eningitis PROGNOSIS . B Penatalaksanaan umum= Pemberian oksigen $ 0 liter9menit Pemasangan infus untuk rehidrasi dan koreksi elektrolit . /. bila panas tinggi dikompres B . Pengobatan *ausal Pemberian antibiotik ada 0 kombinasi yaitu= a. mukolitik dan ekspektoran B Antibiotika 0. *ombinasi II = Ampicilin $%% 0%% mg9kg##9hari95 dosis9i" (test) :entamicin & C mg9kg##9hari90 dosis9i". *ombinasi I = Ampicillin $%% 0%% mg9kg##9hari95 dosis9i" (test) *loramfenico$&% $%% mg9kg##9hari95 dosis9i" b. B KOMPLIKASI $. /. takikardia atau terjadi dikelainan jantung.$.ukolitik dan ekspektoran. Dmpiema Pericarditis . $. Pera!atan di .

DAF6A. P3S6A*A . mortalitas dapat diturunkan sampai kurang dari $E. Anak dalam keadaan malnutrisi energi protein dan yang datang terlambat menunjukkan mortalitas yang lebih tinggi.Dalam pemberian antibiotika yang tepat dan adekuat.

.asan .H Pneumonia dan #ronkiolitis pada Anak sebagai .3S3 I . . Adam .. Adam . .ahajoe 22... . /. Prober 1:H PneumonaH 2elson <DH Ilmu *esehatan AnakH Ddisi=$&H Ko$=0H Penerbit #uku *edokteran H D:1H +akartaH $'''H pp=((/ '.S.asmin .alikH pp=5C. Supardi PGH Infeksi Paru 2on 6uberkulosisH Iunus F. PneumoniaH . S!idarmoko #H Pulmonologi *linikH #agian Pulmonologi Fakultas *edokteran 3ni"ersitas IndonesiaH +akartaH $''0H pp=(C '(. &.alikH #agian Ilmu *esehatan F*. <irjodiardjo .asalah Pulmonologi Anak saat iniH Pendidikan *edokteran #erkelanjutan Ilmu *esehatan Anak ke JJJIIIH Fakultas *edokteran 3ni"ersitas IndonesiaH +akartaH $''5H pp=$5/ &5.anifestasi Infeksi Saluran Pernafasan Akut. PneumoniaH 1or!in D+H #uku Saku PatofisiologiH Penerbit #uku *edokteranH D:1H +akartaH 0%%%H pp=5$$ 5. Said .udoyo A. . Putra S6.ula!arman A. ). #oediman I.edik Ilmu *esehatan anak F*. 0. 5.S.#eratH ..H Perkembangan dan .$. Latief A.aharjoe 2.. Pudjiadi AH Ilmu *esehatan AnakH #uku *uliah /H #agian Ilmu *esehatan AnakH Fakultas *edokteran 3ni"ersitas IndonesiaH +akartaH $''CH pp=$00( //.3S3 9 . Said . #ronchopneumoniaH Standard Pelayanan . .