Anda di halaman 1dari 24

Presentasi Hasil Pengalaman Belajar Lapangan (PBL2) UPF Puskesmas Kecamatan Sukaraja Kab Bogor Jawa Barat

Tahu, Berantas, dan Cegah TBC


Oleh: Kelompok 25

Latar Belakang
Melakukan program intervensi sesuai dengan masalah yang didapat dari PBL 1, yaitu TB Paru TB Paru menjadi prioritas karena penularannya yang sangat mudah, kurangnya perilaku hidup bersih dan sehat, penderita positif TB yang enggan mengakui penyakitnya, serta tingkat pengetahuan yang rendah mempengaruhi kasus TB Paru belum terselesaikan hingga saat ini.

Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Nagrak mengenai TB Paru

PBL 2 dilaksanakan di Desa Nagrak pada Bulan September 2013. Intervensi ini dilakukan dengan program kegiatan Tahu, Berantas dan Cegah TBC.
Penderita TB Paru (Putus Obat)

Kader Desa Nagrak

Sasaran program

Masyarakat (Non Penderita)

Penderita TB Paru (Sedang dalam Pengobatan)

Tujuan Kegiatan Tahu, Berantas dan Cegah TBC


Tujuan umum
Meningkatkan pemahaman sasaran mengenai TB Paru di Desa Nagrak

Tujuan khusus

Sasaran mengetahui penyebab, gejala, pencegahan, penularan, dan pengobatan TB Paru Sasaran mengetahui jenis pengobatan TB Paru dan bahaya putus obat (DO) Sasaran mengetahui lingkungan sehat (rumah sehat, ventilasi, kepadatan penghuni, pencahayaan, lantai rumah dan kandang)

Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan PBL 2 dilakukan berupa penyuluhan langsung sebagai bentuk intervensi, sasaran menjadi empat kelompok dan materi yang diberikan sesuai dengan apa yang dibutuhkan.

Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab serta diselingi dengan pemutaran video mengenai TBC. Evaluasi hasil penyuluhan post test sebagai panduan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan sasaran tentang penyakit TB Paru. Selain melakukan kegiatan penyuluhan , kegiatan intervensi lainnya adalah pembuatan poster sebagai salah satu cara untuk menyebarluaskan informasi tentang penyakit TB Paru

Tahapan Kegiatan

Indikator kesehatan Evaluasi


Pre-test Post-test Terjadinya perubahan perilaku kesehatan yang lebih baik

Pelaksanaan
Penyuluhan dengan metode ceramah & tanya jawab

Persiapan
Penyusunan proposal Sosialisasi dan perijinan kegiatan

Kegiatan penyuluhan dilakukan di balai Desa Nagrak, pada hari Selasa-Kamis, tanggal 3-5 September 2013

Analisis Pencapaian Kegiatan


Intervensi tahap pertama yaitu memberikan informasi kepada kader mengenai pengetahuan umum tentang penyakit TB Paru

Tahap kedua dilakukan penyuluhan kepada penderita TB Paru yang sedang dalam masa pengobatan dan putus obat

Tahap ketiga dilakukan kepada masyarakat umum, diutamakan adalah keluarga terdekat.

Data Sebelum & Sesudah Intervensi


Pre-test dan post-test kader Variabel Nilai pre-test Nilai post-test

Mean
Median 72,92 70,00 89,17 90,00

Minimal
Maksimal 40 100 70 100

Lalu dilakukan perhitungan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan kader dengan rumus: Mean (rata-rata) Post-test Mean (rata-rata) Pre-test Mean Pre-test
x

100%

Pengetahuan Kader Desa Nagrak


22,2

pre-test (mean) 72,92 post-test (mean)


peningkatan

89,17

Data Sebelum & Sesudah Intervensi


Pre-test dan post-test masyarakat Variabel Nilai pre-test Nilai post-test

Mean
Median 63,94 70 78,18 80

Minimal
Maksimal 20 90 50 100

Pengetahuan Masyarakat Desa Nagrak


22 63.9

pre-test (mean) post-test (mean) peningkatan

78.18

Data Sebelum & Sesudah Intervensi


Pre-test dan post-test penderita TB Paru Variabel Nilai pre-test Nilai post-test

Mean
Median 53.33 55.55 70.83 70.00

Minimal
Maksimal 30 80 50 90

Pengetahuan Penderita TB Paru Desa Nagrak


32 53.33 pre-test (mean) post-test (mean) peningkatan 70.83

Masalah dalam implementasi


Masyarakat desa Nagrak kurang mengetahui bahasa Indonesia yang baku, sehingga masih sering menggunakan istilah lokal dalam berkomunikasi Kesulitan untuk menemukan penderita TB Paru dan putus obat. Banyak penderita yang tidak mengakui penyakitnya Penyelenggara mengalami kesulitan dalam membatasi sasaran

Keterbatasan intervensi
Materi yang disajikan dibeberapa bagian masih kurang dimengerti oleh warga
Fasilitas di Balai Desa yang kurang memadai Waktu pelaksanaan intervensi

Rekomendasi untuk Peningkatan Program


Penyelenggaran intervensi seperti ini sangat baik jika pihak dari puskesmas juga melakukan hal seperti ini disetiap tahunnya Puskesmas juga harus memaksimalkan kader untuk membantu penyebaran informasi kesehatan di setiap desa agar peningkatan pengetahuan selalu meningkat dan menghasilkan perilaku yang sehat

Kesimpulan
Kegiatan PBL 2 ini memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat mengenai pentingnya pengobatan TB Paru dan bahaya putus obat

Keberhasilan intervensi ini juga dilihat dari nilai pre-test dan post-test setiap katogeri yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada 3 kelompok sasaran
Kelompok sasaran penderita TB mengalami peningkatan pengetahuan paling tinggi dibandingkan kelompok sasaran yang lain yaitu sebesar 32 %. Kelompok sasaran masyarakat mengalami peningkatan pengetahuan sebesar 22 % dan kelompok sasaran kader peningkatan pengetahuan mencapai 22.2%

Saran
Mengadakan kegiatan penyuluhan berkala untuk masyarakat, khususnya desa-desa yang mengalami banyak masalah kesehatan Dalam kegiatan penyuluhan, materi yang diberikan sebaiknya dibuat menarik dan disesuaikan dengan kemampuan peserta, kemudian dilakukan pre-post test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peserta Mefasilitasi para kader agar semakin berdaya guna dan hasil

Dokumentasi

Terima kasih ..