Anda di halaman 1dari 4

TUGAS EPIDEMIOLOGI FAKTOR INANG YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN EPIDEMI (Diterjemahkan dari Plant Pathology 5th. Ed.

)

Oleh : Happy Nur Afni R. 10/302242/12143/PN

Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 2013

tetapi perkembangan laju epidemi dan penyakit akan tergantung pada tingkat ketahanan dan kondisi lingkungan. Tanaman inang yang rentan kekurangan gen tahan untuk melawan patogen dan menjadi substr at ideal untuk pembentukan dan perkembangan infeksi yang baru. Tingkat gen resisten atau kerentenan tanaman inang Secara jelas. .Faktor Inang yang Mempengaruhi Perkembangan Epidemi Beberapa faktor internal dan eksternal dari tanaman inang tertentu berperan penting dalam perkembangan epidemi. Tanaman inang yang memiliki ketahanan horisontal (partial) kemungkinan akan terinfeksi . sehingga epidemi tidak akan berkembang. tanaman inang yang memiliki ketahanan vertikal (race-specific) tidak akan membiarkan patogen berada pada tanaman tersebut.

buah. laju tertinggi perkembangan epidemi secara umum terjadi pada tanaman yang disebarkan secara vegetatif. dimana terjadi percampuran variasi genetik tanaman. Untuk alasan yang sama dengan keseragaman gen. Dengan beberapa penyakit seperti karat dan infeksi viral. dan infeksi viral. downy mildews. Perubahan ketahanan karena umur dikenal sebagai ketahanan ontogenik. menjadi semakin lebih rentan selama pertumbuhannya. inang rentan mendukung perkembangan epidemi penyakit. tumbuh pada area yang luas. pear decline. kapas. Hal ini menjelaskan kenapa hampir seluruh epidemi berkembang lebih lambat pada populasi alami . epidemi umumnya berkembang lebih cepat (biasanya dalam beberapa minggu) daripada penyakit pada batang dan cabang tanaman tahunan berkayun seperti pohon budah-buiahan dan pohon hutan. contohnya tristeza pada jeruk. keriting daun persik. Derajat Keseragaman Gen pada Inang Ketika tanaman inang secara genetik seragam. sebagai contoh pada hawar Cochliobolus (Helminthosporium) pada Oats Victoria dan southern corn leaf blight pada jagung mengandung sitoplasma Texas jantan steril. bagian tanaman sebenarnya agak tahan terhadap infeksi ketika masih sangat muda. karat. inang (atau bagiannya) rentan hanya pada waktu periode tumbuh dan menjadi tahan selama periode dewasa. Tipe Tanaman Penyakit pada tanaman semusim. Pada beberapa kombinasi tanaman-patogen. Fenomena ini telah diamati berulang kali. penyakit Dutch elm. dan tahan kembali sebelum tersebar luas. peach leaf curl.Oleh karena itu. dan laju terendah terjadi pada tanaman menyerbuk silang. seperti jagung. adanya patogen virulen dan lingkungan yang mendukung. membutuhkan waktu setahun untuk berkembang. jamur api sistemik. Beberapa epidemi pada pohon buah dan pohon hutan. sayuran. hawar bakteri. padi. . contohnya rebah Pythium dan busuk akar. kemungkinan besar akan muncul ras patogen baru yang dapat menyerang genom tanaman tersebut dan menghasilkan epidemi. dan chestnut blight. terutama yang berkaitan terhadap gen tahan penyakit. bunga pada pohon dan tanaman merambat. laju menengah terjadi pada tanaman menyerbuk sendiri. dan penyakit pada daun. Umur tanaman inang Reaksi tanaman berubah (rentan atau tahan) terhadap penyakit karena umurnya.

bagian tanaman tahan selama masa pertumbuhan dan pada waktu awal periode dewasa tetapi. stadia juvenile rentan selama periode pertumbuhan tanaman diikuti periode relatif tahan pada stadia awal dewasa dan rentan setelah dewasa. Monilinia. seperti hawar daun kentang (disebabkan oleh Phytopthora infestans) dan hawar daun tomat (disebabkan oleh Alternaria solani). Ternyata kemudian. umur tanaman inang pada waktu datangnya patogen secara jauh dapat mempengaruhi perkembangan infeksi dan epidemi. . Penicillium. juga pada infeksi pasca panen. dan Glomerella. menjadi rentan pada saat menjelang pematangan.Pada penyakit lain. seperti infeksi pada bunga dan buah oleh Botrytis. tergantung pada kombinasi bagian tanaman-patogen. Masih pada penyakit lain.