Anda di halaman 1dari 37

RESISTENSI ANTIBIOTIK

dr. IKA KOMALA
1

Issue
 Dalam 60 th terakhir antibiotik menjadi sangat penting dalam melawan penyakit infeksi yang disebabkan bakteri dan mikroba lain.  Terapi antimikroba merupakan penyebab utama peningkatan angka harapan hidup di abad 20.  Namun, di seluruh dunia terjadi peningkatan kekhawatiran bahwa organisme tertentu (bakteri,virus,jamur,parasit) menjadi resisten terhadap obat yang digunakan untuk melawan mereka.
2

 Di satu sisi, masalah ini muncul karena adanya kemampuan bakteri dan mikroba lain penyebab penyakit membangun resistensi terhadap antibiotik dan obat-obat antimikroba lain.  Di sisi lain, munculnya resistensi karena adanya peningkatan pemakaian, kesalahan penggunaan, baik pada manusia, peternakan, perikanan maupun pertanian.

3

dan hanya dapat diobati menggunakan obat yang toksisitasnya tinggi 4 .500 ton antibiotik/th  60% Pertanian (US) menggunakan antibiotik  18.  Beberapa organisme telah resisten terhadap semua jenis antibiotik. Tahun 1998 (US) : 80 juta resep antibiotik ∞ 12.000 ton/th antibiotik beredar di lingkungan  Saat ini : 70% bakteri patogen di RS resisten terhadap sekurangnya satu jenis obat yang biasa digunakan.

A zone of inhibition of bacterial growth surrounds the fungal colony where penicillin has diffused into the medium. Penelitian terbaru 25% kasus pneumonia bakteri resisten terhadap penisilin dan 25% kasus resisten terhadap lebih dari satu antibiotik. the plate was overlaid with a bacterial culture of Micrococcus luteus which forms a yellow "lawn" of growth. a mold that produces penicillin. 5 . After appearance of the mold colony. In the center of the plate is a colony of Penicillium notatum.

Background  Resistensi antibiotik terjadi ketika sebuah obat antimikroba tidak lagi efektif dalam membunuh atau menghentikan pertumbuhan mikroorganisme tertentu.  Istilah antimikroba merujuk kepada bahan (baik alami maupun sintetis) seperti antibiotik atau desifektan yang dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme 6 .

7 .CAUSES OF ANTIBIOTIC RESISTANCE  Penyebab utama dari resistensi diyakini berasal dari penggunaan yang berlebihan atau penggunaan antibiotik yang tidak tepat. dalam mencegah atau mengobati infeksi pada manusia.  Kuman secara terus menerus beradaptasi dengan lingkungannya dan memiliki kemampuan untuk mengambil karakteristik kuman lainnya. hewan dan tanaman.

sementara yang kuat akan bertahan hidup dan berkembang biak. Hal ini disebut “resistensi silang” 8 .  Kuman yang dapat mengembangkan resistensi terhadap satu antibiotik memiliki kemampuan untuk mengembangkan resistensi terhadap antibiotik lain. Bila antibiotik digunakan tidak tepat. bakteri yang lemah akan terbunuh.

 Juga terdapat hubungan antara pemberian obat-obatan pada hewan dengan timbulnya Resistensi AB pada manusia.  Obat-obatan seringkali diberikan pada industri makanan ternak untuk pengobatan dan pencegahan infeksi serta untuk memacu pertumbuhan. 9 .

susu. buah atau air minum. menambah masalah resistensi  Sebagai contoh dalam hal ini adalah Salmonella resisten obat yang dapat berpindah dari hewan ke manusia lewat rantai makanan 10 . Ini kemudian dapat ditransfer ke manusia lewat daging. Zat-zat ini juga disemprotkan pada buah dan sayuran untuk mencegah dan mengendalikan penyakit.

contohnya tidak mengambil semua resep atau tidak menghabiskan antibiotik yang telah diresepkan 11 . Faktor lain yang turut berperan dalam resistensi termasuk didalamnya adalah kesalahan diagnosis yang menyebabkan obat yang diresepkan tidak sesuai. atau tidak mengambil resep antibiotik sesuai instruksi.

Penggunaan antibiotik yang tidak perlu 2. Makanan mentah atau makanan setengah matang 12 . Penggunaan antibiotik dalam bidang pertanian. perairan dan hewan peliharaan 6. Kegagalan pasien dalam mematuhi resep saat pengobatan 4. Kesalahan penggunaan oleh para petugas kesehatan 3. Penggunaan sejumlah kecil dosis antibiotik pada makanan ternak 5.IN OTHER WORD : CAUSES OF ANTIBIOTIC RESISTANCE 1.

mulai ada resistensi terhadap streptomisin. chloramphenicol dan tetrasiklin 13 .THE FIRST SIGNS OF ANTIBIOTIC RESISTANCE  Secara alamiah selalu ada kemungkinan sumber genetik yang resisten antibiotik selama masih ada produksi antibiotik.  Staphylococcus resisten penisilin mulai ditemukan tidak lama setelah penemuan penisilin th 1946.  Tidak lama setelah ditemukannya (akhir 1940-an).

 Pertukaran gen antibiotik resisten antar strain dan spesies terjadi melalui proses pertukaran gen horisontal 14 .  Contohnya : gen antibiotik resisten Staphylococcus dibawa melalui plasmid dan dapat bertukar dengan Bacillus. Streptococcus dan Enterococcus  Beberapa gen dibawa melaui transposon. suatu segmen DNA yang terdapat pada kromosom dan plasmid. Bukti menunjukkan bahwa gen resisten bakteri dapat berpindah antar strain bahkan antar spesies.

Destruksi/inaktivasi 3. Mutasi 2. bakteri dapat merubah antibiotik secara kimiawi. Efflux  Dengan mekanisme ini. atau merubah tempat target agar tidak dikenali oleh antibiotik 15 .  Biasanya terjadi lewat beberapa mekanisme biokemikal: 1.BACTERIAL MECHANISMS OF ANTIBIOTIC RESISTANCE  Terdapat beberapa mekanisme pada bakteri yang dapat mengubah mereka menjadi antibiotikresisten. membuatnya menjadi tidak aktif dengan cara mengeluarkannya dari sel.

Efflux 16 . Destruksi/ inaktivasi 3.Mechanisms of antibiotic resistance in bacteria: 1. Mutasi 2.

antimikroba dapat berikatan dengan enzim spesifik (DNA gyrase).  Saat bakteri tertentu terpapar dengan antimikroba.  Fluoroquinolon menghambat replikasi DNA bakteri sehingga terjadi kematian sel. mis: fluoroquinolon. 17 . DNA gyrase adalah enzim yang sangat penting untuk replikasi bakteri. ketika terjadi mutasi spontan pada gen yang mengkode enzim ini. sehingga bakteri dapat meneruskan replikasinya.  Namun.MUTASI  Mutasi adalah perubahan pada DNA yang dapat menyebabkan perubahan pada organisme yang menjadi target antimikroba. antimikroba tidak dapat lagi berikatan dengan sempurna.

antimikroba dirusak atau dirubah oleh aktivitas enzim sebelum mencapai sasaran dan merusak sel. 18 .DESTRUKSI ATAU INAKTIVASI  Beberapa bakteri memiliki gen yang mampu memproduksi enzim yang secara kimia dapat merusak atau menginaktivasi antimikroba.  Pada kasus ini. membuat antimikroba tidak dapat lagi melawan bakteri.

 Pompa efflux berupa kanal yang secara aktif memompa antimikroba dan bahan lain keluar dari sel. pompa efflux mencegah penumpukan antimikroba intraseluler sehingga bakteri terhindar dari kematian.  Antimikroba masuk kedalam bakteri melalui kanal yang disebut porin. 19 . kemudian antimikroba dipompa keluar melalui pompa efflux.  Dengan memompa antimikroba secara aktif.EFFLUX  Bakteri tertentu dapat menjadi resisten terhadap antimikroba melalui mekanisme yang dikenal sebagai Efflux.

 Cara yang paling umum adalah inaktivasi antibiotik secara enzimatik.  Enzim seluler yang ada dimodifikasi agar bereaksi dengan antibiotik dalam beberapa cara agar tidak dapat lagi mempengaruhi mikroorganisme.  Cara lain yang digunakan oleh banyak bakteri dengan merubah tempat target antibiotik 20 .

ANTIBIOTIK Chloramphenicol Tetracyclin METODE RESISTENSI Mengurangi pengambilan obat ke sel Mengaktifkan pengeluaran obat dari sel Menghilangkan atau mengurangi β-lactams. Erythromycin. Chloramphenicol Sulfonamides. Trimethoprim Perubahan enzim atau modifikasi enzim untuk menonaktifkan molekul antibiotik Mempersingkat metabolisme dalam menghalangi reaksi Memperbanyak target antibiotik (titrasi) 21 . Trimethoprim Sulfonamides. Aminoglycosides. Lincomycin ikatan antara antibiotik dan sel target β-lactams.

22 . Resistensi antibiotik pada bakteri dapat diturunkan (co: struktur dinding sel) yang merupakan resistensi alamiah atau didapat dari mutasi DNAnya sendiri atau penggabungan dengan DNA resisten dari tempat lain.

 Contoh : 1. Dinding sel dilapisi oleh membran luar yang merupakan barrier terhadap antibiotik (pada bakteri Gram-negatif) 23 . Tidak memiliki system transport terhadap antibiotik 2.Inherent (natural) resistance  Bakteri dapat secara alamiah resisten terhadap antibiotik. Tidak memiliki tempat target terhadap molekul antibiotik 3.

 Terdiri dari modifikasi materi genetik yang telah ada dan melakukan penggabungan dengan materi genetik baru dari sumber lain 24 .Acquired resistance  Beberapa mekanisme dikembangkan oleh bakteri sebagai resistensi antibiotik dapatan.

Vertical gene transfer  Terjadinya mutasi spontan untuk resistensi antibiotik adalah sekitar 10-8 – 10-9  Artinya setiap satu dari 108 – 109 bakteri saat infeksi akan berkembang menjadi resisten lewat proses mutasi. 25 .  Pada E.coli diperkirakan terjadinya resistensi streptomisin sekitar 10-9 saat terpapar streptomisin konsentrasi tinggi.

namun karena pesatnya pertumbuhan bakteri dan sejumlah besar sel ikut terlibat. gen tersebut dikirimkan secara langsung ke seluruh keturunan bakteri saat replikasi DNA.  Sekali terbentuk gen resisten. tipe non mutan akan terbunuh dan mutan yang resisten akan terus tumbuh dan berkembang biak 26 . perkembangan resistensi pada suatu populasi tidak membutuhkan waktu lama. Meskipun terjadinya mutasi sangat jarang.  Hal ini dikenal sebagai Vertical Gen Transfer atau Vertical Evolution.  Pada seleksi alam terhadap antibiotik.

KONJUGASI 27 .  Ada 3 mekanisme ( 3 proses pertukaran gen pada bakteri) : TRANSDUKSI. TRANSFORMASI.  Lateral atau horizontal transfer gen merupakan proses dimana materi genetik dalam suatu paket DNA dapat dipindahkan antar bakteri (dalam spesies yang sama maupun berbeda).Horizontal gene transfer  Mekanisme lain yang berperan dalam mutasi spontan bertanggung jawab terhadap timbulnya resistensi antibiotik dapatan.

 Jembatan ini dapat dilewati oleh plasmid dan memungkinkan bakteri mendapatkan resistensi terhadap agen antimikroba 28 .  Banyak plasmid membawa gen antimikroba resisten  Saat dua sel bakteri berdekatan. struktur seperti jembatan yang dikenal sebagai pilus terbentuk diantara 2 sel. yang bereplikasi secara bebas pada kromosom.KONJUGASI  Konjugasi diperantarai oleh sebentuk DNA sirkuler yang disebut PLASMID.

 Saat sel mati dan hancur. DNA ini mungkin mengandung gen yang menguntungkan. seperti gen antimikroba-resisten yang berguna bagi sel penerima. Bakteri lain yang berada dekat dapat menangkap DNA bebas ini dan menggabungkan dengan DNA miliknya. DNA dapat terlepas ke lingkungan sekitarnya. 29 .TRANSFORMASI  Merupakan proses dimana bagian-bagian DNA diambil oleh bakteri dari lingkungan eksternal.

phage mengambil alih proses genetik bakteri untuk memperbanyak diri. phage yang baru menginfeksi bakteri yang lain sambil membawa gen dari bakteri sebelumnya.  Ketika phage menginfeksi bakteri. 30 . DNA bakteri dipindahkan dari satu bakteri ke bakteri lain lewat virus yang menginfeksi bakteri. Virus ini dikenal sebagi bacteriophage atau phage. DNA bakteri dapat bergabung dengan DNA virus membentuk phage yang baru.  Saat terjadi kematian dan lisis bakteri (hancur).  Pada proses ini.TRANSDUKSI  Pada proses ini.

Mechanisms of horizontal gene transfer (HGT) in bacteria 31 .

Tests for sensitivity and resistance to antibiotics. This image shows a close-up of the novobiocin disk (marked by an arrow on the whole plate) near which individual mutant cells in the bacterial population that were resistant to the antibiotic and have given rise to small colonies within the zone of inhibition. 32 . (Right) By the use of these disks it is also possible to detect the occurrence of individual mutants within the culture that have developed antibiotic resistance. (Left) The size of the zones of inhibition of microbial growth surrounding the antibiotic disks on the plate are an indication of microbial susceptibility to the antibiotic.

Resep antibiotik yang tidak perlu adalah jika resep diberikan untuk infeksi virus (antibiotik tidak memiliki efek terhadap virus).Gunakan Antibiotik yang tepat pada penyakit infeksi sesuai dengan hasil tes sensitivitas. Hal ini memberi kesempatan pada flora normal menjadi resisten. 2.UPAYA PENCEGAHAN RESISTENSI 1. Resep antibiotik yang tidak perlu merupakan penyebab timbulnya resistensi. jika memungkinkan.Hentikan pemberian resep antibiotik yang tidak perlu. sehingga dapat menjadi kuman patogen. 33 .

Resep antibiotik yang tidak dihabiskan dapat meninggalkan bakteri yang masih hidup atau dapat menyebabkan bakteri terpapar antibiotik konsentrasi rendah. sehingga pengobatan diberikan minimal 6 bulan bahkan sampai 1 tahun. Hal ini menyebabkan banyak kasus Drop Out (pengobatan tidak sampai tuntas) sehingga saat ini terdapat 5% strain yang resisten terhadap semua obat yang ada (MDR-TB). Menghabiskan resep antibiotik.3. Mycobacterium tuberculosis merupakan bakteri yang pertumbuhannya lambat. 34 .

bioteknologi dan perusahaan farmasi harus melakukan penelitian berkesinambungan. 35 .Mencari antibiotik baru. Untuk melawan resistensi bakteri. 5.4.Hentikan penggunaan antibiotik untuk elemen penambah pertumbuhan pada peternakan. hal ini menimbulkan munculnya bakteri yang resisten terhadap antibiotik sehingga mengancam kesehatan manusia dan menurunkan efektivitas antibiotik tersebut saat digunakan untuk melawan infeksi. Pemakaian antibiotik sebagai makanan tambahan untuk meningkatkan pertumbuhan banyak terjadi di peternakan.

Vaksinasi. 36 .6. maka kita mencegah timbulnya infeksi primer sehingga mengurangi pemberian resep antibiotik. Dengan melakukan vaksinasi.

.??? 37 ...ANY QUESTION..