Anda di halaman 1dari 23

5

BAB II TINJAUAN KASUS A. PENGERTIAN Gagal ginjal kronis (GGK) adalah penyakit ginjal yang disebabkan menahun oleh proses tubuh penurunan kemampuan metabolisme fungsi tubuh dan ginjal gagal yang untuk bersifat cairan dimana

mempertahankan dalam

keseimbangan tertimbunnya 2)

sehingga

menyebabkan

racun uremia dalam darah

(Bruner & Suddarth, 2

Sesuai dengan topik yang saya tulis didepan cronic kidney disease (!K"), pada dasarnya pengelolaan tidak jauh beda dengan cronoic renal failure (!#$), namun pada terminologi akhir !K" lebih baik dalam rangka untuk membatasi kelainan klien pada kasus secara dini, kerena dengan !K" dibagi % grade, dengan harapan klien datang&merasa masih dalam stage ' stage a(al yaitu ) dan 2* secara konsep !K", untuk menentukan derajat (stage) menggunakan terminology !!+ (clearance creatinin test) dengan (cronic rumus renal stage ) sampai hanya dengan stage , %* sedangkan Secara 2 dan , !#$ umum atau failure) datang stage*

ditentukan !#$* B. • • ETIOLOGI -nfeksi

klien

derajat

datang dengan terminal stage bila menggunakan istilah

misalnya

pielonefritis

kronik,

glomerulonefritis .enyakit /askuler hipertensif misalnya nefrosklerosis benigna, renalis • Gangguan jaringan penyambung misalnya lupus nodosa, eritematosus sistemik, poliarteritis nefrosklerosis maligna, stenosis arteria

sklerosis sistemik progresif

,

• Gangguan • .enyakit • 1efropati • 1efropati atas2 Saluran striktur

kongenital metabolik toksik

dan

herediter misalnya

misalnya "0,

penyakit gout,

ginjal polikistik, asidosis tubulus ginjal hiperparatiroidisme, amiloidosis misalnya penyalahgunaan saluran analgesik, bagian nefropati timbal obstruktif kemih misalnya ba(ah2 kemih kalkuli neoplasma, bagian anomali fibrosis netroperitoneal* prostat, leher pada

hipertropi

uretra,

kongenital

kandung kemih dan uretra* • Batu saluran kencing yang menyebabkan hidrolityasis* !* a* TANDA DAN GEJALA 3remia b* .roteinuria c* 4dema d* 0enurunnya output urine e* 0eningkatnya bun dan creatinine f* +idak mau makan (anoreksia) g* $ati5ue (keletihan dan kelemahan) D. PATOFISIOLOGI .ada (aktu terjadi kegagalan ginjal sebagian nefron (termasuk glomerulus dan tubulus) diduga utuh sedangkan yang lain rusak (hipotesa nefron utuh)* 1efron6nefron yang yang utuh hipertrofi dan memproduksi reabsorpsi berfungsi bahan yang yang /olume filtrasi dalam 7 dari meningkat disertai untuk Beban (alaupun sampai harus

keadaan penurunan G$# & daya saring* 0etode adaptif ini memungkinkan nefron'nefron menjadi lebih ginjal rusak* besar dilarut

daripada

bisa

direabsorpsi

berakibat diuresis osmotik disertai poliuri dan haus* Selanjutnya karena jumlah nefron yang rusak bertambah

enurunan G$# sedang .enuerunan G$# berat Gagal ginjal E. protein setiap sampah 2 (yang sistem maka normalnya tubuh* )::<. = % 1ormal @: < 68 . stadium 2 . $ungsi renal menurun. Klasifikasi Gagal ginjal kronik dibagi .<8) ke dalam urin) produk gejala produk akhir metabolisme diekskresikan banyak tertimbun dalam darah* +erjadi uremia dan mempengaruhi Semakin timbunan Banyak gejala akan semakin berat* uremia membaik setelah dialisis* (Brunner & Suddarth. .enurunan G$# ringan . 6%: )%62: A)% 0enurut gagal ginjal di bagi2 "iskripsi 1ormal . ) 2 )==8)* #umus G$# 2 ()= 6umur) > BB&kg ?2 > serum kreatinin G$# di bagi menjadi sebagai berikut2 Stadium ) 2 .ong. 6%: )%62: A)% G$# @: < 68: .banyak lebih oliguri jelas dan timbul muncul disertai retensi produk sisa* +itik dimana timbulnya gejala6gejala pada pasien menjadi gejala6gejala khas kegagalan ginjal bila kira6kira fungsi ginjal telah hilang 8 9 6 : 9* .ada tingkat ini fungsi renal yang demikian nilai kreatinin clearance turun sampai )% ml&menit atau lebih rendah itu* (Barbara ! .

b* Gejala yang lebih depresi lanjut 2 anoreksia.?. F. MANIFESTASI KLINIS )* 0anifestasi klinik antara lain (. disertai muntah. )::< 2 . mungkin juga sangat parah* 0anifestasi klinik menurut (SmeltBer. dimana lebihb Blood 3rea 1itrogen stadium akhir atau dan kreatinin serum meningkat* 2 gagal ginjal - Stadium uremia* . berat badan berkurang. tingkat adalah kesadaran. (akibat toksik. nafas dangkal atau sesak nafas udem yang pruritis mungkin tidak ada tapi ) 2 )==:) sakit kepala. fisik dan mental. disertai lekukan. muntah. tersinggung.$G antara )%6 2: ml&menit&). .ong. tidak mampu berkonsentrasi)* 0anifestasi klinik menurut Suyono sebagai berikut2 .- Stadium stadium kadar asimptomatik* ) 2 penurunan cadangan normal ginjal. m. perubahan (2 )) anoreksia. antara lain 2 hipertensi.$G A )% ml&menit&). perikardial mual. Stadium = 2Kelainan ginjal dengan . (akibat retensi cairan dan angiotensin ' dan udem oleh dan kongestif pulmoner (akibat cairan berlebihan) dan perikarditis iriotasi pruritis.<:)2 kelelahan mudah mual a* Gejala dini 2 lethargi. kedutan lapisan kejang. 2 natrium dari akti/itas sisytem renin 6 aldosteron). cegukan.?. dari ?% 9 jaringan telah rusak.* gagal jantung pada otot. (B31) meningkat. dan pada kreatinin serum penderita - Stadium 2 2 insufisiensi ginjal. Stadium % 2Kelainan ginjal dengan . 2* baik (aktui ada kegiatan atau tidak. m.

burning feet syndrom ( rasa kesemutan dan terbakar. effusi perikardiac dan gagal jantung akibat penimbunan cairan. dan fomitus yang berhubungan dan Dnoreksia. gangguan irama jantung dan edema* b* Gannguan . hipomagnesemia. asidosis. nafas bau ammonia* d* Gangguan muskuloskeletal #esiles leg sindrom ( pegal pada kakinya sehingga selalu digerakan ). hipokalsemia* h* system hematologi glukosa. nyeri dada. kuku tipis dan rapuh* f* Gangguan endokrim Gangguan seksual 2 libido fertilitas dan ereksi menurun. gatal ' gatal akibat toksik. kussmaul. suara krekels* c* Gangguan gastrointestinal nausea. tremor. pada dengan metabolisme protein dalam usus.ulmoner 1afas dangkal. batuk dengan sputum kental dan riak. ulserasi perdarahan mulut. miopati ( kelemahan dan hipertropi otot ' otot ekstremitas* e* Gangguan -ntegumen kulit ber(arna pucat akibat anemia dan kekuning ' kuningan akibat penimbunan urokrom. hiperkalemia. terutama ditelapak kaki ). gangguan metabolic lemak dan .a* Gangguan kardio/askuler Cipertensi. gangguan menstruasi dan aminore* Gangguan metabolic /itamin "* g* Gangguan cairan elektrolit dan keseimbangan asam dan basa biasanya retensi garam dan air tetapi dapat juga terjadi kehilangan natrium dan dehidrasi. dan sesak nafas akibat perikarditis. perdarahan saluran gastrointestinal.

++.* Cipertensi =* Dnemia %*.++K kalium. +rombosit . eritopoetin..emeriksaan lab*darah .koagulasi studi )) .ekosit. .hematologi Cb.erikarditis . . PEMERIKSAAN PENUNJANG "idalam memberikan pelayanan kepera(atan terutama inter/ensi maka perlu pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan baik secara medis ataupun kolaborasi antara lain 2 )*.anemia produksi yang disebabkan sum ' karena sehingga sum tulang berkurangnya rangsangan berkurang.BGD 2* 3rine . 4ritrosit.$+ (li/er fungsi test) . KOMPLIKASI Komplikasi yang mungkin timbul akibat gagal ginjal kronis antara lain 2 )* Ciperkalemia 2* . dapat juga terjadi gangguan fungsi trombosis dan trombositopeni* G. .#$+ (renal fungsi test) ureum dan kreatinin . kalsium . pada eritopoesis hemolisis akibat berkurangnya masa hidup eritrosit dalam suasana uremia toksik. Ct.4lektrolit Klorida.enyakit tulang (SmeltBer & Bare. 2 H.

* pemeriksaan kardio/askuler =* #adidiagnostik ." (!ontinues Dmbulatori ..enatalaksanaan a) b) Konser/atif "ilakukan pemeriksaan lab*darah dan urin Ebser/asi balance cairan Ebser/asi adanya odema Batasi cairan yang masuk "ialysis peritoneal dialysis biasanya dilakukan pada kasus ' kasus emergency* Sedangkan dialysis yang bisa dilakukan dimana saja yang tidak bersifat akut a* Cemodialisis .3SG abdominal . . .- urine rutin urin khusus 2 benda keton. PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN .#enogram .D limbah dari dalam tubuh ketika ginjal tidak mampu melaksanakan proses tersebut* .4!E analisa kristal batu .G (retio pielografi) I.!+ scan abdominal .engertian "ialisis digunakan untuk merupakan suatu cairan proses dan yang mengeluarkan produk adalah !D.eritonial "ialysis) kepera(atan pada pasien dengan !K" dibagi tiga yaitu 2 $.4!G .#.B1E&-F.

seperti ureum.asien6pasien tersebut .Cemodialisa merupakan proses eleminasi sisa6sisa produk metabolisme (protein) dan koreksi gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit antara kompartemen darah dan <)* dialisat melalui selaput membran semipermiabel yang berperan sebagai ginjal buatan (Sukandar. kreatinin. yaitu membuang sisa6sisa metabolisme dalam tubuh.asien yang memerlukan hemodialisa adalah pasien GGK dan GGD untuk sementara sampai fungsi ginjalnya pulih* . dan sisa metabolisme yang lain* b*0enggantikan fungsi ginjal dalam mengeluarkan cairan tubuh yang seharusnya dikeluarkan sebagai urin saat ginjal sehat c*0eningkatkan d*0enggantikan kualitas fungsi hidup pasien sambil yang menderita penurunan fungsi ginjal* ginjal menunggu program pengobatan yang lain* c*-ndikasi Cemodialisis . 2 Cemodialisa merupakan suatu proses yang digunakan pada pasien dalam keadaan sakit akut dan memerlukan terapi dialysis jangka pendek (beberapa hari hingga beberapa minggu) atau pasien dengan penyakit ginjal stadium terminal (4S#"G end6stage renal panjang sintetik disease) atau yang yang membutuhkan permanent* terapi jangka membrane terapi Sehelai semipermeabel menggantikan glomerulus serta tubulus renal dan bekerja sebagai filter bagi ginjal yang terganggu fungsinya itu* b*+ujuan 0enurut Ca/ens & +erra (2 ginjal %) tujuan dalam dari fungsi pengobatan hemodialisa antara lain2 a*0enggantikan fungsi ekskresi.

C darah kurang dari ?.) m*Dnuria berkepanjangan. atas tekanan .erikarditis dan konfusi yang berat* g*Ciperkalsemia dan hipertensi* h*Gagal i*Gagal ginjal ginjal akut kronik. lebih dari % hari n*-ntoksikasi obat dan Bat kimia o*Sindrom Cepatorenal d*$ungsi Cemodialisa $ungsi hemodialisa menurut Cudak & Gallo ()::<).dinyatakan memerlukan hemodialisa apabila terdapat indikasi 2 a*Ciperkalemia ( K @ < m45&l) b*Dsidosis c*kegagalan terapi konser/atif d*Kadar ureum&kreatinin tinggi dalam darah e*Kelebihan cairan* f*. bila laju filtrasi gromelurus kurang dari % ml&menit j*Kalium serum lebih dari < m45&l k*3reum lebih dari 2 mg&dl l*. kreatinin dan asam urat* kelebihan terdiri yang mempengaruhi positif dalam tekanan banding antara darah dan bagian cairan. adalah 2 )*0embuang 2*0embuang biasanya produk metabolisme air protein seperti urea.

"ialiser2 artifisial halus sementara yang . bersirkulasi semipermaebel* cairan disekelilingnya lalu terjadi pertukaran limbah dengan air dialisat dan membran tersebut* .empengan yang berisi bekerja "arah rata&ginjal ribuan tubulus sebagai mele(ati dialisat serat yang membran tubulus.Dliran nitrogen darah yang penuh dari toksin tubuh dan limbah ke dialirkan pasien atau mengembalikan kadar dialiser tempat darah tersebut dibersihkan dan kemudian dikembalikan lagi ke tubuh pasien .roses difusi2 Berpindahnya Bat karena makin adanya perbedaan kadar di dalam darah banyak yang berpindah ke dialisit* 2) .Sistem cairan Buffer dialisat tubuh ke dipertahankan darah dengan dan penambahan asetat yang akan berdifusi dengan dalam pasien yaitu perbedaan osmolalitas .roses Esmosis2 Berpindahnya air karena tenaga kimia(i dan dialisat* .arus dalam darah dan tekanan negatif dialisat (penghisap) (proses kompartemen ultrafiltrasi)* .rinsip Cemodialisa .) .+iga (.roses 3ltrafiltrasi2 Berpindahnya Bat dan air karena perbedaan hidrostatik di dalam darah dan dialisat* .) prinsip kerja C"2 )) .*0empertahankan atau mengembalikan sistem buffer tubuh* =*0empertahankan elektrolit tubuh* e*.

kalium. antara lain 2 (penarikan cairan) yang cepat dengan /olume berat cairan* osmol lain dari otak dan bersihan urea yang dibandingkan suatu gradien mengakibatkan osmotik diantara . dan bikarbonat serum yang cepat berpengaruh terhadap aritmia pada pasien hemodialisa* d*Sindrom ketidakseimbangan dialisa Sindrom secara kurang ketidakseimbangan primer cepat dapat dialisa dipercaya osmol6 yang diakibatkan dari dari darah.mengalami bikarbonat* metabolisme untuk membentuk . hipotensi. dimungkinkan karena pemakaian dialisat asetat. penurunan kalsium. tambahan kelebihan ultrafiltrasi +isher +erra sering dan (2 sekali Hilco> %) ()::?) serta selama tindakan komplikasi ditemukan yang terjadi. hipotensi penyakit otonomik. penghentian obat antiaritmia selama dialisa. neuropati c*Dritmia Cipoksia. rendahnya dialisat jantung dan aterosklerotik."arah yang sudah dibersihkan dikembalikan ke dalam tubuh melalui /ena pasien* f*Komplikasi Cemodialisa 0enurut Ca/ens dan hemodialisa a* Kram otot Kram otot pada umumnya terjadi pada separuh (aktu berjalannya hemodialisa sampai mendekati (aktu berakhirnya terjadi hemodialisa* pada Kram otot seringkali yang tinggi* b*Cipotensi +erjadinya natrium. magnesium.

gangguan tidur (insomnia & gelisah atau somnolen) . kelemahan.kompartemen6kompartemen yang yang menyebabkan menjalani oedem ini* Gradien osmotik ini ini menyebabkan perpindahan air ke dalam otak serebri* Sindrom tidak laBim dan biasanya terjadi pada pasien hemodialisa pertama dengan aBotemia berat* e*Cipoksemia Cipoksemia selama hemodialisa merupakan hal penting yang perlu dimonitor pada pasien yang mengalami gangguan fungsi kardiopulmonar* f*.embekuan darah bisa disebabkan karena dosis pemberian heparin yang tidak adekuat ataupun kecepatan putaran darah yang lambat* KONSEP KEPERAWATAN A. Pengkajian 1) Ak i!i a" # i" i$a%a Gejala 2 Kelelahan ekstrem.enggunaan merupakan heparin faktor hemodialisa terjadinya perdarahan* g*Ganguan pencernaan Gangguan pencernaan yang sering terjadi adalah mual dan muntah yang disebabkan pencernaan karena sering hipoglikemia* Gangguan disertai dengan sakit kepala* h*-nfeksi atau peradangan bisa terjadi pada akses /askuler* i*.erdarahan 3remia (aktu menyebabkan perdarahan* juga ganguan fungsi trombosit* selama risiko $ungsi trombosit dapat dinilai dengan mengukur . malaise.

penurunan subkutan. takut. mudah terangsang.ai$an Gejala 2 .tangan. oliguria. dapat menjadi (umum. 2 "istensi abdomen kulit & & asites. oliguria. atau konstipasi* urine. tak ada kekuatan* +anda 2 0enolak. contoh financial. rasa metalik tak sedap di mulut (pernapasan amonia). diare. nyeri ulu hati. penurunan rentang gerak &) Si$k'(a"i dan Gejala 2 ri(ayat hipertensi lama. telapak.enurunan .bera(an. tak ada harapan. nyeri dada (angina) +anda 2 Cipertensi. kuning anuria. perasaan tak berdaya. pembesaran edema gusi & perubahan penurunan turgor oto. kecenderungan perdarahan* )) In eg$i a" eg* Gejala 2 $actor stress.edema jaringan umum pitting pada kaki. atau berat. palpitasi. cokelat. mual&muntah. disritmia jantung* 1adi lemah halus. kelembaban. hubungan dan sebagainya.ina"i Gejala +anda anuria* -) Makanan# . perubahan kepribadian +) E(i. ulserasi gusi. kehilangan tonus.- +anda 2 Kelemahan otot.. abdomen kembung. penampilan tak bertenaga* /) Ne'$*"en"*$i . merah. perdarahan lemak 2 2 . pucat. contoh pekat. ansietas. lidah. penggunaan diuretic +anda hati. nadi kuat.erubahan frekuensi (arna urine. penuruna berat badan (malnutrisi).hipotensi ortostatik menunjukan hipo/olemia.tergantung).eningkatan berat badan cepat (edema). marah. anoreksia.

2 napas pendek G dispnea nocturnal paroksimal G batuk dengan & tanpa sputum kental dan 2 2 1yeri panggul. contoh tak bekerja. kehilangan memori. sindrom I kaki gelisahJ. 15)Sek"'a(i a" Gejala infertilitas 11)In e$ak"i "*. sakit kepala G kram otot&nyeri kaki (memburuk saat malam hari) . penglihatan kabur. mempertahankn fungsi peran biasanya dalam keluarga* 2 . sputum merah dispnea. ada& berulangnya infeksi +anda normotermia 2 . kram otot&kejang. kacau. contoh penurunan lapang perhatian. +anda 2 Gangguan status mental. ketidakmampuan berkosentrasi.ruritus. stupor. pada pasie yang mengalami suhu tubuh lebih rendah dari normal*.enurunan libido G amenorea G . rambut tipis. penurunan tingkat kesadaran. kuku rapuh dan tipis* 0) N1e$i # ken1a. actual terjdai dehidrasi). muda ' peningkatan batuk (edema encer kedalaman (pernapasan kusmaul).- Gejala 2 Sakit kepala.(sepsis.anan Gejala 2 Kulit gatal.ia( mampu Gejala 2 kesulitan menentukan kondisi. koma.anan Gejala +anda gelisah* 2) Pe$na3a"an Gejala banyak* +anda frekuensi produktif paru)* 4) Kea. peningkatan dapat & 2 dengan +akipnea. secara demam.erilaku berhati6hati& distraksi. petechie.

enurunan +ujuan2 . contoh. INTER7ENSI )* .*. racun lingkungan J. polikistik.1&)Pen1'('%an # Pe. DIAGNOSA KEPERAWATAN 0enurut "oenges ():::) dan . malignasi.erubahan pola nafas %*Gangguan perfusi jaringan <*-ntoleransi akti/itas ?*kurang pengetahuan tentang tindakan medis 8*resti terjadinya infeksi K. nefritis ri(ayat herediter.erubahan nutrisi =*.enurunan curah jantung tidak terjadi dengan kriteria hasil 2 mempertahankan curah jantung dengan bukti tekanan nadi darah dan frekuensi jantung dalam batas normal.enurunan curah jantung 2*Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit .kalkulus terpajan oleh toksin. penyakit urinaria.ynda Kuall (2 )*. -nter/ensi2 a* Duskultasi bunyi jantung dan paru #2 Ddanya teratur b* Kaji adanya hipertensi takikardia frekuensi jantung tidak curah jantung berhubungan dengan beban jantung yang meningkat ).6e(aja$an gagal Gejala 2 ri(ayat "0 keluarga (resiko tinggi untuk ginjal). diagnosa kepera(atan yang muncul pada pasien !K" adalah2 perifer kuat dan sama dengan (aktu pengisian kapiler . obat.

* . tanda6tanda /ital b* Batasi masukan cairan #2 . c* Kelaskan #2 pembatasan cairan .#2 Cipertensi dapat terjadi karena gangguan pada sistem aldosteron6renin6angiotensin (disebabkan oleh disfungsi ginjal) c* Selidiki rediasi. tentang dan haluaran urin. muntah masukan nutrisi yang adekuat 0empertahankan dan respon terhadap terapi dan turgor kulit edema. keseimbangan masukan dan haluaran. 6) ) perhatikanlokasi. keluhan nyeri dada.emahaman meningkatkan & ajari kerjasama pasien pasien keluarga dalam pembatasan cairan d* Dnjurkan pasien untuk mencatat penggunaan cairan terutama pemasukan dan haluaran #2 3ntuk mengetahui keseimbangan input dan output . +ujuan2 mual. beratnya (skala #2 C+ dan GGK dapat menyebabkan nyeri d* Kaji tingkat akti/itas. tubuh kelebihan cairan dengan kriteria hasil2 tidak keseimbangan antara input output dengan kriteria hasil2 menunjukan BB stabil -nter/ensi2 .erubahan nutrisi2 kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anoreksia. 2* Gangguan berhubungan +ujuan2 keseimbangan dengan edema respon terhadap akti/itas cairan sekunder berat dan 2 elektrolit cairan tanpa dan #2 Kelelahan dapat menyertai GGK juga anemia /olume ideal tidak seimbang oleh karena retensi 1a dan C2E) 0empertahankan ada -nter/ensi2 a* Kaji status cairan dengan menimbang BB perhari.embatasan pada cairan pasien akn menentukan keluarga BB ideal.

erhatikan adanya mual dan muntah #2 Gejala yang menyertai akumulasi toksin endogen yang dapat mengubah atau menurunkan pemasukan dan memerlukan inter/ensi c* Beikan makanan sedikit tapi sering #2 .orsi lebih kecil dapat meningkatkan masukan makanan d* +ingkatkan makan #2 0emberikan pengalihan dan meningkatkan aspek sosial e* Berikan pera(atan mulut sering #2 0enurunkan ketidaknyamanan stomatitis oral dan rasa tak disukai dalam mulut yang dapat mempengaruhi masukan makanan =* .a* D(asi konsumsi makanan & cairan #2 0engidentifikasi kekurangan nutrisi b* .ola nafas kembali normal & stabil -nter/ensi2 a* Duskultasi bunyi nafas.erubahan pola nafas berhubungan dengan hiper/entilasi sekunder2 kompensasi melalui alkalosis respiratorik +ujuan2 . catat adanya crakles #2 0enyatakan adanya pengumpulan sekret b* Djarkan pasien batuk efektif dan nafas dalam #2 0embersihkan jalan nafas dan memudahkan aliran E2 c* Dtur posisi senyaman mungkin #2 0encegah terjadinya sesak nafas d* Batasi untuk berakti/itas #2 0engurangi beban kerja dan mencegah terjadinya sesak atau hipoksia %* Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pruritis kunjungan oleh orang terdekat selama .

antau masukan cairan dan hidrasi kulit dan membran mukosa #2 0endeteksi yang adanya dehidrasi atau hidrasi dan berlebihan mempengaruhi sirkulasi integritas jaringan c* -nspeksi area tergantung terhadap udem #2 Karingan udem lebih cenderung rusak & robek d* 3bah posisi sesering mungkin #2 0enurunkan tekanan pada udem .ertahankan linen kering #20enurunkan kulit g* Dnjurkan #2 pasien menggunakan kompres dan lembab dan dingin untuk memberikan tekanan pada area pruritis 0enghilangkan risiko cedera h* Dnjurkan memakai pakaian katun longgar #20encegah iritasi dermal langsung dan meningkatkan e/aporasi lembab pada kulit ketidaknyamanan menurunkan iritasi dermal dan risiko kerusakan robekan kulit jaringan dengan perfusi buruk untuk menurunkan iskemia . yang perhatikan kadanya kemerahan menimbulkan pembentukan dekubitus & turgor. /askuler. #2 0enandakan area sirkulasi buruk atau kerusakan dapat infeksi* b* . e* Berikan pera(atan kulit #2 0engurangi pengeringan . f* .+ujuan2 -ntegritas kulit dapat terjaga dengan kriteria hasil 2 0empertahankan kulit utuh 0enunjukan perilaku & teknik untuk mencegah kerusakan kulit -nter/ensi2 a* -nspeksi kulit terhadap perubahan (arna.

tanda dan gejala !K" serta penatalaksanaannya (tindakan hemodialisa)* .ertahankan status nutrisi yang adekuat ?* Kurang pengetahuan tentang tindakan a* b* medis (hemodialisa) informasi* Kaji ulang penyakit&prognosis dan kemungkinan yang akan dialami* Beri pendidikan kesehatan mengenai pengertian.antau pasien untuk melakukan akti/itas b* Kaji fektor yang menyebabkan keletihan c* Dnjurkan akti/itas alternatif sambil istirahat d* .asien dapat meningkatkan akti/itas yang dapat a* .<* -ntoleransi akti/itas berhubungan dengan oksigenasi jaringan yang tidak adekuat. ditoleransi -nter/ensi2 keletihan +ujuan2 . b*d salah prognosis dan interpretasi .ibatkan keluarga dalam memberikan kondisi. c* tindakan* d* e* Dnjurkan keluarga untuk memberikan support system* 4/aluasi pasien dan keluarga setelah diberikan penkes* penyebab.

B !* ()::<)* Perancanaan 4disi Pendokumentasian Perawatan Pasien* Perawatan Medikal Bedah (Suatu Pendekatan Proses Keperawatan) Kilid . Syl/ia D dan . : dkk* Pedoman ():::)* Untuk Rencana Asuhan dan .ong.3S+DKD "oenges 4. 0arilynn.--* Kakarta*2 Balai .* Bandung 2 Layasan -katan Dlumni .orraine Konsep 0 Hilson* ()::%)* Patofisiologi Kllinis Proses-proses ))* Buku A!ar " Suddarth* Pen akit* 4disi =* Kakarta 2 4G! SmeltBer."D$+D# .endidikan Kepera(atan . SuBanne ! dan Brenda G Bare* (2 Keperawatan Suyono.enerbit $K3- .rice. Slamet* (2 Medikal Bedah Brunner 4disi 8* Kakarta 24G! ))* Buku A!ar #lmu Pen akit $alam* 4disi .* Keperawatan Kakarta 2 4G! .* Kilid .

.

.

melena anemia edema %kelebihan volume cairan& preload naik aliran darah ginjal turun !O' turun payah jantung kiri bendungan atrium kiri naik nausea+ vomitus tek$ vena pulmonalis beban jantung naik suplai O2 jaringan turun metab$ anaerob timb$ as$ laktat naik .hematemesis .-R turun .H..fatigue . infeksi PATHWA8S reaksi antigen antibodi vaskuler arteriosklerosis suplai darah ginjal turun zat toksik tertimbun ginjal Obstruksi saluran kemih Retensi urin batu besar dan kasar iritasi / cidera jaringan hematuria anemia menekan saraf perifer nyeri pinggang . sekresi protein terganggu retensi a sekresi eritropoitis turun sindrom uremia urokrom tertimbun di kulit total !"# naik resiko gangguan nutrisi suplai nutrisi dalam darah turun produksi Hb turun perpospatemia pruritis gang$ keseimbangan asam .basa tek$ kapiler naik perubahan *arna kulit vol$ interstisial naik gangguan perfusi jaringan oksihemoglobin turun intoleransi aktivitas suplai O2 kasar turun gangguan integritas kulit prod$ asam naik as$ lambung naik iritasi lambung infeksi gastritis mual+ muntah perdarahan ..nyeri sendi suplai O2 ke otak turun syncope %kehilangan kesadaran& resiko gangguan nutrisi kapiler paru naik hipertrofi ventrikel kiri R(( turun retensi a ) H2O naik edema paru gang$ pertukaran gas kelebihan vol$ cairan intoleransi aktivitas .