Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH PROSES INDUSTRI KIMIA PETROKIMIA_POLYPROPILENA DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ..........................................................................................................i BAB I PENDAHULUAN .................................................

..............................................1

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Plastik.........................................................................................................................2 2.2 Jenis-jenis plastik a. Sifat fisiknya .......................................................................................................3 b. Kinerja dan penggunaannya .................................................................................3 c. Berdasarkan Jumlah Rantai Karbonnya ...............................................................4 d. Berdasarkan Sumbernya ......................................................................................4

2.3 Arti Simbol-Simbol Pada Kemasan Plastik 1. PETE Atau PET (Polythylene Terephthalate) ....................................................5 2. HDPE (High Density Polythylene) ......................................................................6 3. V Atau PVC (Polyvinyl Chloride) ......................................................................6 4. LDPE (Low Density Polyethylene) .....................................................................6 5. PP (Polypropylene) ..............................................................................................7 6. PS (Polystyrene) .................................................................................................7 7. OTHER Atau Biasanya Polycarbonate ................................................................8

2.4 Proses Pembuatan Plastik ..........................................................................................10 Gambar 1. Flowsheet Polimer ........................................................................................12

BAB III

.....PENUTUP........ Butadina. Xylena...... Pyrolisis Gas olina............................ Etilena.... Sumber daya alam inilah yang menjadi target mengapa negara asing ingin mendapatkan ataupun memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia..................... Mengapa demikian? Karena Indonesia dikaruniai sumber daya alam yang melimpah dan didukung dengan sumber daya manusia yang berkompeten............13 Daftar Pustaka ..... Namun dari migas dapat menghasilkan berbagai produk melalui industri pertrokimia....14 BAB I PENDAHULUAN A....... Toluena........... Sedangkan Indusrtri petrokimia yaitu industri yang berkembang berdasarkan suatu pola yang mengkaitkan suatu produk-produk industri minyak bumi yang tersedia..... Petrokimia adalah bahan-bahan atau produk-produk yang dihasilkan dari minyak dan gas bumi.. ..... Industri Petrokimia Hulu (Upstream Petrochemical Industry) Mengolah produk produk primer menjadi produk setengah jadi (produk antara)................... Propilena................. Pertamina adalah perusahaan petrokimia lokal terbesar di Indonesia............ Fuel Coproducts..... dengan kebutuhan masyarakat akan bahan kimia atau bahan konsumsi dalam kehidupan sehari-hari.. Pirolisis Fuel Oil. Secara umum Industri petrokimia dibagi menjadi dua bagian besar yaitu : a.... Benzena..... Contoh : Methanol.. Dari sumber daya alam sektor minyak dan gas sebenarnya cukup untuk menopang pertumbuhan perekonomian nasional...... Latar Belakang Kita sering mendengar bahwa Indonesia itu adalah surga dunia....... karena migas tidak hanya dapat dibakar untuk menghasilkan energi........ kekayaan dibawah daratan Indonesia juga melimpah dengan sumber bahan bakar fosilnya yang berupa minyak dan gas.......... Selain kekayaan alam diatas daratannya yang merupakan paru-paru dunia........................

Pada umumnya berupa barang-barang atau bahan-bahan yang dalam kehidupan kita sehari-hari banyak dipakai di rumah tangga. Mengubah bahan dasar menjadi produk setengah jadi. peralatan plastik untuk industri mobil dan pesawat terbang. karet sintetis. Untuk memperoleh produk petrokimia. Industri petrokimia dibagi menjadi 3 kelompok dari bahan dasarnya. dan 3. diperlukan 3 tahapan. Produk antara. etil alkohol.b. yaitu: 1. adalah amonia. methanol dan sebagainya. poli propilena. yaitu : 1. Adapun produk petrokimia berdasarkan proses pembentukan dan pemanfaatannya dapat dibagi atas 4 jenis. formaldehida. etana (C2H6). 3. adalah gas CO dan H2 sintetik. Produk jadi. Produk dasar. Produk terbesar dari petrokimia jenis ini adalah urea yang sangat dibutuhkan dalam pertanian dan industri. carbon black. Contoh : Seperti plastik. Untuk memperoleh bahan baku produk petrokimia. poli etilena. Sedangkan bahan baku dari lapangan gas bumi seperti : Metana (CH4). poli vinil klorida. Industri Petrokimia Hilir (Downstream Petrochemical Industry) Yaitu industri yang menghasilkan produk petrokimia yang sudah berupa produk akhir atau produk jadi. Syn-gas dibuat dari reaksi gas bumi atau LPG melalui proses yang disebut stean reforming atau oksidasi parsial menghasilkan dihasilkan urea. Mengubah minyak dan gas bumi menjadi bahan dasar petrokimia. dll. kerosin. 2. plastik untuk produk-produk elektronik dan telekomunikasi dll. dll. . Produk akhir antara lain adalah urea. nilon dll. urea. asetilena. Gas sintetis disebut (syn-gas) yang merupakan campuran karbon monoksida (CO) dan hidrogen (H2). dll. 4. dibutuhkan bahan baku yang berasal dari kilang minyak yang berupa nafta. etilena. yaitu: 1. carbon black. fuel oil dll. butana (N-C4H10) dan kondensat (C5H12 – C11H24). propilena. 2. ammonia. gas oil. inetanol. propana (C3H8). Mengubah produk setengah jadi menjadi produk akhir.

berdasarkan data-data tersebut. menghasilkan etilen beserta produk turunannya. toluene. sumber bahan baku petrokimia. Tujuan Makalah Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini. 3. paraxylena dan sebagainya.2. B. Mengetahui pengertian petrokimia dan industri petrokimia b. petrokimia berbasis aromatic menghasilkan benzene. isopropyl alcohol dan poli propilena yang digunakan sebagai tali dan karung plastik. Mengetahui produk dari polypropilena . c. Petrokimia berbahan dasar Aromatic. Rumusan Masalah Luasnya cakupan mengenai petrokimia berdasarkan kelompok-kelompok industri petrokimia. lem/perekat dan sebagainya. maupun berdasarkan proses pembentukan dan pemanfaatan produk petrokimia. bahan ini lebih kuat dari poli etilena. Mengetahui tahap-tahap untuk memperoleh produk petrokimia d. diantaranya : a. Butadiena dan Propilena dengan produk turunannya seperti gliserol. Dalam kehidupan kita sehari hari. C. produk akhirnya diantaranya dalam bentuk obat obatan. Kelompok berusaha untuk menjelaskan bagaimana proses produk polypropilena pada industri petrokimia itu berlangsung. pestisida. Mengetahui proses pembuatan polypropilena e. Petrokimia berbahan dasar Oelofin. Mampu menjelaskan pengertian upstream petrochemical industry dan downstream petrochemical industry. mengharapkan mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan.

25. Kekakuan dan kekuatan biasanya ditingkatkan dengan menggunakan bahan penguat dari gelas.930 Polyethylene) HDPE (High Density 0.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Sifat-sifat dari polipropilena yaitu : 1.916 . Bersifat ringan dan memiliki densitas yang rendah Polymer Melt Index Density (gr/ml) LDPE (Low Density 0.960 Polyethylene) . Digunakan pada banyak keperluan baik dalam industri maupun kemasan makanan.0. Bahan ini buram tetapi bahan ini dapat diwarnai dengan banyak macam warna.20. Polipropilena ini digunakan baik sebagai plastik maupun serat. Polipropilena sama dengan HDPE tetapi lebih kaku dan meleleh pada suhu 165-170ºC.0. mudah dibentuk. Bahan ini merupakan bahan yang relatif murah.2 . Permukaan material ini seperti lilin dan mudah digores. ketahanan rendah dengan tampilan luar yang baik.0 0.950 . Pengertian Polipropilena Polipropilena atau polipropena merupakan polimer termoplastik yang terbentuk dari monomer C3H6 berasal dari pemurnian minyak bumi.0 0.2 . kapur atau talc.

Polypropylene · 2.910 . yang digambarkan seperti: Gambar 1. f. Pada suhu ruang.0. daya renggang dan kekakuan sama dengan sifat polyethylene bermassa jenis tinggi. Tahan terhadap suasana basa dan asam.0 . Sifat Fisik Polypropylene dengan kristalinitas yang tinggi memberikan kekuatan tarik. pelarut organik tetapi kurang tahan terhadap pelarut aromatik. Memiliki sifat dielktrik yang baik 4. Selain itu PP mempunyai titik leleh yang rendah di bandingkan polimer lain (polimer termoseting) yaitu sekitar 130–171 °C. alifatik dan yang mengandung klor juga terhadap sinar UV 5. tetapi sifat itu berubah pada suhu yang lebih tinggi.50. kekauan serta kekerasan yang tinggi. Mudah diproduksi dan merupakan material yang ekonomis Umumnya polipropilena yang biasa digunakan adalah polipropilena isotaktis dimana semua gugus metil berada pada sisi yang sama dalam rantai polimer. Tidak beracun 6. Tahan terhadap tekanan tinggi karena titk lelehnya sekitar 165-170ºC 3. Tidak berwarna 7.928 2. Termoplastik merupakan jenis plastik yang menjadi lunak jika dipanaskan dan akan mengeras jika didinginkan dan proses ini bisa dilakukan berulang kali. Tahan .0 0. Isotic polypropulena Polimer polypropilene (PP) dengan struktur (C3H6)n merupakan polimer jenis termoplastik.

dan pelarut golongan alkali. Asam sulfanik 98% dan hydrogen peroksida 30% menyebabkan efek yang kecil pada struktur molekulnya tetapi pada suhu 60 oC atau lebih akan terdegradasi.1 kal/g). Panas fusi polimer yang dibuat dengan katalis metalosena dilaporkan sebesar +79 J/g (19 kal/g). dan tetap kuat sampai suhu -100 oC. sangat tahan terhadap suhu yang sangat dingin. Kedua sifat tersebut memiliki nilai yang lebih rendah daripada polypropylene isotaktik.Gugus Polipropilena . pelarut organik polar. Sifat kimia Polypropylene tidak mudah larut dalam air. Titik leleh polypropylene isotaktik murni adalah 176 oC. oleum 100%. Polypropylene sindiotaktik memiliki titik leleh akhir pada 174oC dan panas fusi sebesar +105 J/g (+25. Ketahanannya dapat diperbaiki dengan zat-zat antioksidan dan penyerap radiasi atau penstabil sinar UV. dan tahan terhadap kelembaban. gas asam nitrit. Namun jika dilarutkan dalam pelarut organik non polar seperti renggang dan fleksibilitasnya. Kepekaan polypropylene yang sangat besar terhadap kerusakan karena fotooksida disebabkan oleh adanya sejumlah besar atom hydrogen tersier di dalam molekul polypropylene. Panas fusi propylene isotaktik dilaporkan sebesar +88 J/g (+21 kal/g) sedangkan panas kristalisasi polypropylene terbesar diperoleh pada rentang +87 s/d +92 J/g. tidak mudah sobek. Gambar 2. dan gas halogen.terhadap kelembaban dan karena mempunyai berat jenis rendah maka bersifat kenyal. g. sedangkan untuk pengaruh cahaya polypropylene peka terhadap oksidasi yang disebabkan oleh cahaya. Polypropilene direduksi oleh zat-zat oksidator kuat seperti asam klorosulfonik. sedangkan ataktik dan sindiotaktik mempunyai titik leleh kristal 165-170 oC.

Bahan Penunjang 1. heptena. nCH2 = CH – CH2 → (.Polipropena adalah hasil polimerisasi propena. B. Laju alir TEAL yang diumpankan ditentukan oleh rasio katalis terhadap kokatalis dalam reaktor. Kokatalis Kokatalis berfungsi sebagai pembentuk kompleks katalis aktif sehingga mempermudah terjadinya polimerisasi. TEAL yang berwujud cairan pada kondisi ruang. Wujud katalis berupa slurry (padatan tersuspensi dalam minyak) sehingga memungkinkan katalis dapat dialirkan ke dalam reaktor.CH2 – CH -)n CH3 B. propylene oxide. akrilonitril. Molekul yang bergabung disebut monomer – monomer. Polimerisasi adalah pengabungan molekulmolekul sejenis menjadi molekul raksasa sehingga berantai karbon sangat panjang. 3. asam akrilat. White mineral oil berfungsi untuk melindungi kompleks TiCl4 dari kontak dengan udara lembab atau uap air karena TiCl4 sangat reaktif terhadap air. Sedangkan molekul raksasa yang terbentuk disebut polimer. 2. isopropyl alcohol. kumena. Kokatalis yang digunakan adalah TEAL (Tri Etil Alumunium. Katalis Katalis yang biasa digunakan adalah TiCl4. Selectivity Control Agent (SCA) . Bahan Baku Utama Propylene Propylene adalah senyawa hidrokarbon yang umum digunakan sebagai bahan baku induk (feedstock) untuk pembuatan produk polypropylene. (C2H5)3 Al. bening. Bahan Baku A. Contoh katalis yang digunakan dalam industri adalah SHAC (Shell High Activity Catalyst) 201 yaitu terdiri dari TiCl4 (30% berat) dan white mineral oil (60-75%). yaitu sangat reaktif terhadap udara dan air sehingga semua peralatan penyimpanan da pemrosesan TEAL harus bebas oksigen dan air. TEAL bersifat phyrophoric. dan tidak berwarna.

6. yaitu untuk menjaga kestabilan tekanan dan temperature di dalam reactor.8 kg/cm2). slurry feed tank. Panjang pendeknya rantai yang terbentuk dapat dilihat dari kekentalan aliran produk (melt flow).Selectivity Control Agent (SCA) berfungsi untuk mengatur kecenderungan rantai isotaktik dalam polimer dengan cara mematikan sisi aktif katalis yang menghasilkan resin ataktik. 5. Semakin panjang rantai molekul polipropilen. Nitrogen bertekanan rendah digunakan untuk sistem aditif. dan sistem pemurnian propylene. yaitu nitrogen bertekanan Tinggi (40 kg/cm2) dan nitrogen bertekanan rendah (7. sebagai gas pembawa katalis dan membantu terjadinya fluidisasi di dalam reactor. Selain digunakan dalam sistem reaksi.. Kill system bekerja dengan menyuntikan racun katalis ke dalam reaktor lewat aliran gas siklus. lembaran tersebut akan memadat dan membesar. Apabila meltflow produk yang diinginkan tinggi. resin dalam unggun akan saling melekat dan membentuk lembaran hingga dapat membuat keseluruhan unggun menjadi gumpalan padat (chunk). SCA yang cocok untuk SHAC adalah Normal Para Tri Metoksi Silane (NPTMS). Jika temperatur terus naik. laju gas hydrogen diperbesar. Hidrogen Hidrogen berfungsi sebagai terminator akhir reaksi polimerisasi sehingga diperoleh polimer dengan panjang rantai dan berat molekul tertentu. melt flow-nya akan semakin kecil. Aditif . Karbon Monoksida (CO) Reaksi polimerisasi merupakan reaksi yang menghasilkan panas (eksotermik). Nitrogen digunakan karena bersifat inert (tidak bereaksi) sehingga tidak mengganggu reaksi polimerisasi. hydrogen digunakan dalam reaksi hidrogenasi dalam pemisahan metil asetilen dan butadiene pada sistem pemurnian Propylene. Melt Flow diatur dengan menentukan rasio gas hydrogen yang masuk ke dalam reactor. Racun yang dipakai pada kill system adalah gas CO (karbon monoksida). 7. pembawa propilen dalam vent recovery system pada resin degassing. Penghentian reaksi dilakukan lewat suatu sistem yang disebut kill system. Nitrogen bertekanan tinggi digunakan dalam sistem reaksi. Jika temperatur di dalam reaktor melampui temperatur pelelehan. 4. Nitrogen Nitrogen pada Polypropylene Plant dibagi menjadi dua macam.

C. Sebelum terjadi tahapan reaksi ini. katalis TiCI4 diaktifkan terlebih dahulu oleh kokatalis AI(C3H5) sehingga akan terbentuk pusat aktif (active center) katalis seperti reaksi berikut ini : Gambar 3. ditambahkan pada resin sebelum proses pelleting. maka monomer propilen akan menyerang bagian aktif ini dan berkoordinasi dengan logam transisi. . berbentuk serbuk padatan dan cairan. propagansi dan terminasi. selanjutnya ia menyisip antara metal dan grup alkil. yaitu : inisiasi. sehingga mulailah terbentuk rantai polipropilen. Mekanisme Reaksi Reaksi polimerisasi pertumbuhan rantai terdiri dari 3 tahapan. Reaksi polimerisasi Propilen menjadi polipropilen 1.Aditif ditambahkan guna mendapatkan produk polypropylene tertentu yang diinginkan. Reaksi Inisiasi Setelah katalis diaktifkan oleh ko-katalis membentuk radikal bebas Ti.

Gambar 5. Reaksi Propagasi 3. Pada tahap ini tidak terjadi pengakhiran.Gambar 4. Reaksi Propagasi Radikal propilen yang terbentuk akan menyerang monomer propilen lainnya terus menerus dan mementuk radikal polimer yang panjang. Hidrogen sebagai terminator akan bergabung dengan sisi aktif katalis sehingga terjadi pemotongan radikal polimer yang akan menghentikan polimerisasi propilen. Cara penghentian reaksi yang biasa dikenal adalah dengan penghentian ujung atau dengan menggunakan salah satu monomer secara berlebihan. Reaksi Terminasi Pada tahap ini diinjeksikan sejumlah hidrogen yang berfungsi sebagai terminator. polimerisasi terus berlangsung sampai tidak ada lagi gugus fungsi yang tersedia untuk bereaksi. Reaksi Inisiasi 2. .

Produk resin yang tebentuk akan diolah lebih lanjut untuk menjadi produk baru. monomer mengalami polimerisasi pada produksi yang lebih besar. Reaksi Terminasi D. hasil dari polimerisasi terbentuk resin – resin (pelet / butiran).1. Sedangkan untuk bahan baku penunjangnya antara lain: Katalis (Kaminsky/ Ziegler-Natta/ metallocene). BAB III PERMASALAHAN Permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah tentang proses pembuatan produk Botol Plastik dari polipropilena dan alat utama yang digunakan ? BAB IV PEMBAHASAN 4. Kaminsky atau katalis metallocene. carbon monoxide. Untuk bahan baku utama (feedstock) dari PP adalah Propena yang diambil dari minyak bumi untuk menjadi Polipropilena. selectivity control agent (NPTMS). Pembuatan propena terdiri dari 4 tahap besar. Keempat. Proses Pembuatan Botol Plastik dari Polypropilen Material (Biji Plastik) Hoper Dryer Injection Process Pemeriksaan Pembersihan . dan aditif. nitrogen. kokatalis (TEAL). Pertama. hidrogen. Polipropilen dapat dibuat dari monomer propilen melalui proses polimerisasi menggunakan katalis Ziegler-Natta.Gambar 6. Tahapan Proses Pembuatan Polipropilena Bahan Baku pembuatan polipropilena terdiri dari bahan baku utama dan bahan baku penunjanng. Ketiga. persiapan bahan baku dari minyak mentah untuk mendapatkan monomer. Kedua.

setelah meleleh atau disebut dengan melting dalam keadaan ini untuk menghasilkan produknya dilakukan dengan cara Blow Molding. udara ditiupkan sehinggga plastik mengembang dan menempel sesuai bentuk cetakan. Parison ini diambil dan diletakkan didalam acuan besi (cetakan) untuk disejukkan atau didinginkan. setelah plastik tersebut dingin. Blow Molding terbagi 2 yaitu: a. dan udaradialirkan untuk membentuk parison menjadi botol kosong. . Perbedaan dari kedua cara ini adalah pada Extrusion tidak ada injeksi terhadap melting namun melting langsung masuk kedalam cetakan kemudian ditiupkan fluida namun pada Injeksion Blow Molding. Melting diinjeksi sehingga membentuk bentuk yang kecil kemudian ditiupkan kedalamcetakan agar mengikuti permukaan cetakan. didalam hopper dryer ini biji plastik akan dilelehkan. Block Diagram Pembuatan Plastik Pertama Biji plastik dimasukkan kedalam Hopper Dryer. plastik dipindahkan kecetakan blowing. Extrusion Blow Molding Yaitu dengan cara : Biji Plastik/polypropilen dicairkan terlebih dahulu kemudian diekstrusikan menjadi batang berongga ( Parison). kemudian cetakan dibuka untuk pengeluaran produk. b.Gambar. cetakan dibuka dan produk dikeluarkan dari cetakan. Blow Molding adalah pembentukan material plastik dengan cara meniupkan suatu fluida (udara) kedalam cetakan/acuan untuk membentuk suatu bentukan yang diinginkan.4. Injection Blow Molding yaitu dengan cara Biji plastik yang sudah dalam keadaan melting diinjeksi kedalam kaviti dalam entuk bakalan.4. dan bentuk yang lainnya yang diinginkan.

Gambar.Setelah proses ini selesai maka Produk yang sudah dibentuk dibersihkan dari zat-zat pengotor yang melekat. Kemudian diperiksa agar tidak ada produk yang bocor atau tidak jadi masuk kedalam proses packing. Hopper Dryer .2. 4.2. 4. Alat Utama Alat utama yang akan dibahas kali ini adalah Hopper Dryer.

Pelet / butiran kemudian lolos ke wadah ( C ) yang memegang bahan yang dikeringkan . Proses pembuatan plastik merupakan proses industri kimia yang paling sederhana. 5. 4. Produk yang dihasilkan adalah botol plastik yang bias digunakan berulang-ulang karena menggunakan bahan polipropilen. BAB V KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan makalah ini maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. . Hopper Dryer merupakan alat pencairan biji plastik 3. kemudian ( B ) akan mengalirkan panas untuk mencairkan biji plastik yang berada pada wadah (C) kemudian masuk kedalam alat injeksi untuk mencetak produk. Proses injeksi plastik dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan Extrusion Mold Blow Molding dan Injection Blow Molding 2. Didalam Hopper Dryer terdapat pemindai elektromagnetik yang digunakan untuk menarik biji besi yang ikut serta masuk dalam biji plastik. melewati ruang khusus dibatasi untuk pemindaian magnetik sempurna dan memikat setiap partikel besi . Biji plastik dimasukkan ke tutup penutup ( L ) .Hopper Dryer adalah suatu alat mencairkan biji plastik .