Anda di halaman 1dari 36

MAKALAH ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PRESBIKUSIS

DI Susun Oleh : Irwan apriandi Enny triani tyas angraini Relin rosmidianyah Inta lestari Yora nopriani Nivota sari Winda apriani Kelompok : IV

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ( STIKES ) TRI MANDIRI SAKTI BENGKULU 2013

KATA PENGANTAR

Dengan segala kerendahan hati penulis panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “asuhan keparawatan geronti presbikusis”. Penulis menyadari bahwa masih banyak sekali kekurangan yang belum terjangkau oleh penulis, maka penulis mengharapkan kritik dan saran serta masukan yang membangun demi kesempurnaan makalah ini. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ns. Ida rahmawati, S. Kep selaku dosen Mata Kuliah Keperawatan gerontik dan beberapa pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah ini. Semoga amal baik yang telah diberikan kepada saya mendapat imbalan yang setimpal dari Allah SWT.Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Bengkulu, juni 2013

Penulis

DAFTAR ISI ………………………………………………….. …………………………………………………..

Kata pengantar Daftar isi BAB I pendahuluan a. Latar belakang b. Rumusan masalah c. Tujuan penulisan BAB II tinjauan teoritis a. Definisi b. Etiologi c. Patopisiologi d. Manifestasi klinis e. Penatalaksanaan f. Pemeriksaan penunjang BAB III konsep askep a. Pengkajian b. Analisis c. Diagnosa keperawatan d. Intervensi e. Evaluasi BAB IV penutup Kesimpulan Saran Daftar pustaka

………………………………………………….. ………………………………………………….. …………………………………………………..

………………………………………………….. ………………………………………………….. ………………………………………………….. ………………………………………………….. ………………………………………………….. …………………………………………………..

………………………………………………….. ………………………………………………….. ………………………………………………….. ………………………………………………….. …………………………………………………..

………………………………………………….. …………………………………………………..

namun juga dapat berupa tuli konduktif atau tuli campur. bentuk lain dari presbikusis pernah dilaporkan. Sebagai tambahan. dan juga gangguan terhadap pusat pengolah informasi pada saraf auditorik.Latar belakang Perubahan patologik pada organ auditorik akibat proses degenerasi pada orang tua (geriatri ). Selain itu. . menyebabkan mereka melepaskan kesempatan bersosialisasi seperti menghadiri konser musik. atau tuli pada orang tua diartikan sebagai gangguan pendengaran sensorineural pada individu yang lebih tua. sehingga disebut tuli karena usia.BAB I PENDAHULUAN 1. dan lain sebagainya. Hal ini terjadi pada populasi lansia yang merupakan akibat dari penurunan fungsi yang berhubungan dengan usia. Tuli pada pasien usia lanjut dapat juga disebabkan oleh kombinasi faktor kausatif. menyebabkan gangguan pendengaran. Jenis ketulian yang terjadi pada kelompok geriatri umumnya adalah tuli saraf. Hubungan antara usia yang lanjut dengan ketulian pada frekuensi yang tinggi pertama sekali dipaparkan oleh Zwaardemarker pada 1899. kegiatan-kegiatan sosial. adalah hilangnya pendengaran akibat faktor ekstrinsik seperti bising atau ototoksisitas atau faktor intrinsik seperti predisposisi genetik terhadap hilangnya pendengaran. bertambahnya umur menyebabkan gangguan konsentrasi untuk mengingat memori sehingga terjadi kesulitan dalam memahami pembicaraan khususnya pada suasana yang bising. Presbikusis merupakan masalah yang penting dalam masyarakat. Istilah presbikusis atau presbiakusis. penelitian lebih lanjut dilakukan untuk mengetahui perubahan patologik yang terjadi pada presbikusis. penurunan fungsi pendengaran ini akan mengakibatkan isolasi dari sejumlah orang tua/lansia dengan cara membatasi penggunaan telepon.1. Yang paling mungkin terjadi pada usia lanjut. Sejak itu. tetapi mekanisme terjadinya masih belum diketahui. Akhirnya. presbikusis menyebabkan gangguan pendengaran bilateral terhadap frekuensi tinggi yang diasosiasikan dengan kesulitan mendiskriminasikan kata-kata. Yang khas daripadanya.

2. Tujuan khusus :        Mengetahui apa itu presbikusis Apa penyebeb presbikusis Bagaimana gejala presbikusis Bagaimana penatalaksanaan pada presbikusis Apa pemeriksaan pada presbikusis Diagnose presbikusis Klasifikasi presbikusis .Tujuan Tujuan umun : dari penulisan makalah ini adalah untuk menambah wawasan tentang presbikusis.1.

Gangguan Pendengaran Tipe Konduktif Gangguan bersifat mekanik. Dengan makin lanjutnya usia terjadi degenerasi primer di organ corti berupa hilangnya sel epitel syaraf yang di mulai pada usia pertengahan (Vander Cammen. tetapi juga dapat berupa komponen konduksi yang berkaitan dengan presbiskusis. hereditas. Gangguan Pendengaran Tipe Sensori-Neural Penyebab utama dari kelainan ini adalah kerusakan neuron akibat bising. Hanya dengan membersihkan lobang telinga dari serumen ini pendengaran bisa menjadi lebih baik. b. faktor dan arteriosklerosis. tetapi berbagai faktor yang telah diteliti adalah: nutrisi. Salah satu penyebab gangguan pendengaran tipe konduktif yang terjadi pada usia lanjut adalah adanya serumen obturans. obat yang oto-toksik. Penyebabnya tidak diketahui. 1991) Kehilangan pendengaran pada lansia disebut presbikusis. 1990) 2.1. Prebiakusis . yang justru sering dilupakan pada pemeriksaan. sebagai akibat dari kerusakan kanalis auditorius. fenonema tersebut sebagai suatu penyakitsimetris bilateral pada pendengaran yang berkembang secara progresif lambat terutama memengaruhi nada tinggi dan dihubungkan dengan penuaan. Klasifikasi Gangguan Pendengaran a. c. Penurunan pendengaran terutama berupa sensorineural. (Rees and Deekert. prebiakusis. reaksi pasca radang dan komplikasi aterosklerosis.BAB II TINJAUAN TEORITIS 2. membrana timpani atau tulang-tulang pendengaran. Definisi Gangguan pendengaran merupakan suatu keadaan yang menyertai lanjutnya usia.2.

Persepsi Pendengaran Abnormal Sering terdapat pada sekitar 50% lansia yang menderita presbiakusis. dengan perjalanan yang progresif lambat. 3) Prebiakusis Konduktif Kohlear Diakibatkan oleh terjadinya perubahan mekanik pada membrane basalis kohlea sebagai akibat proses dari sensitivitas diseluruh daerah tes. Biasanya terdengar lebih keras di waktu malam atau ditempat yang sunyi. Terdapat beberapa tipe presbiakusis. terutama dalam lingkungan yang agak bising. 2) Prebiakusis Strial Abnormalitas vaskularis striae berupa atrofi daerah apical dan tengah dari kohlea. 2. bisa terus menerus atau intermiten. yang berupa suatu peningkatan sensitivitas terhadap suara bicara yang keras. Letak dan jumlah kehilangan sel neuronal akan menentukan apakah gangguan pendengaran yang timbul berupa gangguan atas frekwensi pembicaraan atau pengertian kata-kata. Tingkat suara bicara yang pada orang normal terdengar biasa. Tinitus Suatu bising yang bersifat mendengung. pada penderita tersebut menjadi sangat mengganggu. Apabila bising itu begitu keras hingga bisa didengar oleh dokter saat auskkkultasi disebut sebagai tinnitus obyektif. Bersifat simetris. f.Hilangnya pendengaran terhadap nada murni berfrekwensi tinggi. yang merupakan suatu fenomena yang berhubungan dengan lanjutnya usia. Gangguan Terhadap Lokalisasi Suara Pada lansia seringkali sudah terdapat gangguan dalam membedakan arah suara. yaitu : 1) Presbiakusis Sensorik Patologinya berkaitan erat dengan hilangnya sel neuronal di ganglion spiralis. e. d.3 Etiologi . Prebiakusis jenis ini biasanya terjadi pada usia yang lebih muda disbanding jenis lain. bisa bernada tinggi atau rendah.

Diduga kejadian presbikusis mempunyai hubungan dengan faktor-faktor herediter. . infeksi. Gacek dan Schuknecht telah mempelajari perubahan histologik dari koklea pada telinga seseorang dengan presbikusis. bising. Proses atrofi disertai dengan perubahan vaskuler juga terjadi pada stria vaskularis. Pada koklea perubahan yang mencolok ialah atrofi dan degenerasi sel-sel rambut penunjang pada organ korti. Presbikusis sensorik Tipe ini menunjukkan atrofi dari epitel disertai hilangnya sel-sel rambut dan sel penyokong Organ Corti. Saxen. Perubahan ini berhubungan dengan penurunan ambang frekuensi tinggi. Banyak peneliti menyelidiki penyebab dari ketulian ini. gaya hidup atau bersifat multifaktor. Selain itu terdapat pula perubahan. Perubahan histologik ini berhubungan dengan gejala yang timbul dan hasil pemeriksaan auditorik. Beberapa teori mengatakan perubahan ini terjadi akibat akumulasi dari granul pigmen lipofusin.1. Prosesnya berasal dari bagian basal koklea dan perlahan-lahan menjalar ke daerah apeks. atrofi dapat terbatas hanya beberapa millimeter awal dari basal koklea. Adapun keempat tipe dari prebikusis adalah sebagai berikut : 2. metabolisme. pola makanan.4. Progesifitas penurunan pendengaran dipengaruhi oleh usia dan jenis kelamin.patopisiologi vestibulocochlearis ( VIII ). Secara histology.4. arteriosklerosis. Menurunnya fungsi pendengaran secara berangsur merupakan efek kumulatif dari pengaruh faktor-faktor tersebut diatas. yang dimulai setelah usia pertengahan. Proses berjalan dengan lambat. berupa berkurangnya jumlah dan ukuran sel-sel ganglion dan saraf. Biasanya terjadi pada usia lebih dari 60 tahun. Gacek dan Schucknecht mengidentifikasi 4 lokasi penuaan koklea dan membagi presbikusis menjadi 4 tipe berdasarkan lokasi tersebut. Hal yang sama terjadi juga pada myelin akson saraf.Umumnya diketahui bahwa presbikusis merupakan akibat dari proses degenerasi. Crowe dan rekannya. pada laki-laki lebih cepat dibandingkan dengan perempuan. 2.

Berkembang dengan lambat dan mungkin bersifat familial. seperti yang dikemukakan oleh Suga dan Lindsay juga oleh Nelson dan Hinojosa.4. dengan bagian basilarnya sedikit lebih banyak terkena dibanding sisa dari bagian koklea lainnya. Hilangnya neuron ini dimulai pada awal kehidupan dan mungkin diturunkan secara genetik. Keparahan tipe ini menyebabkan penurunan diskriminasi kata-kata yang secara klinik berhubungan dengan presbikusis neural dan dapat dijumpai sebelum terjadinya gangguan pendengaran.3. Presbikusis Mekanik ( presbikusis konduktif koklear ) Kondisi ini disebabkan oleh penebalan dan kekakuan sekunder dari membran basilaris koklea.4.4. Proses ini berlangsung pada seseorang yang berusia 30-60 tahun. Diskriminasi kata-kata dijumpai. Atrofi dari stria ini menyebabkan hilangnya pendengaran yang direpresentasikan melalui kurva pendengaran yang mendatar ( flat ) sebab seluruh koklea terpengaruh. Perubahan histologik presbikusis jarang sekali ditemukan hanya pada satu area saja. . Presbikusis Metabolik Kondisi ini dihasilkan dari atrofi stria vaskularis. karena perkembangan presbikusis melibatkan perbuahan simultan pada banyak tempat. Atrofi terjadi mulai dari koklea. Schuknecht memperkirakan adanya 2100 neuron yang hilang setiap dekadenya ( dari totalnya sebanyak 35000 ). Stria vaskularis normalnya berfungsi menjaga keseimbangan bioelektrik dan kimiawi dan juga keseimbangan metaboliK dari koklea. Presbikusis Neural Tipe ini memperlihatkan atrofi dari sel-sel saraf di koklea dan jalur saraf pusat. 2. 2.2. tidak didapati adanya penurunan ambang terhadap frekuensi tinggi bunyi. Berhubungan dengan tuli sensorineural yang berkembang sangat lambat. Hal ini menjelaskan sulitnya menghubungan gejala klinik atau tanda dengan lokasi anatomik yang spesifik.4. Tetapi. Efeknya tidak disadari sampai seseorang berumur lanjut sebab gejala tidak akan timbul sampai 90 % neuron akhirnya hilang. Terjadi perubahan gerakan mekanik dari duktus koklearis dan atrofi dari ligamentum spiralis.2.

tetapi sulit untuk memahaminya. dkk. menjumpai adanya hubungan antara defisiensi asam folat dan vitamin B12 dengan hilangnya pendengaran tetapi hubungannya tidak signifikan secara statisti. Terkadang suara pria terdengar seperti suara wanita. Walaupun pneumatisasi dari mastoid tidak berhubungan dengan terjadinya presbikusis pada penelitian yang dilakukan oleh Pata. 2. yang saat dimulainya tidak disadari. yang efek sampingnya mempengaruhi struktur telinga dalam. Salah satu penemuan yang paling terkenal sebagai penyebab potensial presbikusis adalah mutasi genetik pada DNA mitokondrial. terutama bila diucapkan secara cepat dengan latar belakang yang riuh ( cocktail party deafness). Penurunan perfusi ke koklea dihubungkan dengan umum mungkin berperan dalam pembentukan metabolit oksigen reaktif. Bila intensitas suara ditinggikan akan timbul rasa nyeri di telinga. simetris pada kedua telinga. Keluhan lain adalah adanya telinga berdenging ( tinnitus ). hal ini disebabkan oleh faktor kelelahan ( recruitment ). Nutrisi dan anatomi diduga berperan juga dalam menyebabkan presbikusis. dkk. yang berujung pada masalah fungsi neuron di telinga dalam. Sebahagian besar menitikberatkan pada abnormalitas genetik yang mendasarinya. atau memiliki peranan ataupun mencetuskan perkembangan dari penyakit ini. tetapi perubahan ultrastruktur pada lempeng kutikular tampak berhubungan dengan riwayat ketulian pada frekuensi tinggi pada studi terhadap tulang temporal manusia yang dilakukan oleh Scholtz. Martin Villares menemukan hubungan antara level kolesterol yang tinggi dengan berkurangnya pendengaran.5.Banyaknya penelitian terbaru ditujukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya dari presbikusis. Pasien dapat mendengar suara percakapan. Keluhan utama presbikusis berupa berkurangnya pendengaran secara perlahan dan progresif. . Tanda Dan Gejala Gejala klinik bervariasi antara masing-masing pasien dan berhubungan dengan perubahan yang terjadi pada koklea dan saraf sekitarnya. Berner. Kerusakan DNA mitokondrial dapat menyebabkan berkuranya posforilasi oksidatif.

maka keikutsertaan keluarga atau teman dekat dalam bagian-bagian tertentu dari terapi terbukti bermanfaat. dan latihan mendengar ( auditory training ).9 Pasien harus dibantu dalam mengembangkan kesadaran terhadap isyarat-isyarat lingkungan dan bagaimana isyarat-isyarat tersebut dapat membantu kekurangan informasi dengarnya. prosedur pelatihan tersebut dilakukan bersama ahli terapi wicara ( speech therapist ).6. sedangkan program kelompok memberi kesempatan untuk menyusun berbagai tipe situasi komunikasi yang dapat dianggap sebagai situasi harian normal untuk tujuan peragaan ataupun pengajaran. Tujuan rehabilitasi pendengaran adalah memperbaiki efektifitas pasien dalam komunikasi sehari-hari. Bila informasi dengar yang diperlukan untuk . Petunjuk lingkungan. Pembentukan suatu program rehabilitasi untuk mencapai tujuan ini tergantung pada penilaian menyeluruh terhadap gangguan komunikasi pasien secara individual serta kebutuhan komunikasi sosial dan pekerjaan. Selama latihan pendengaran. Partisipasi pasien ditentukan oleh motivasinya. gerakan tubuh dan sikap alami cenderung melengkapi pesan yang diucapkan. Pemasangan alat bantu dengar hasilnya akan lebih memuaskan bila dikombinasikan dengan latihan membaca ujaran ( speech reading ). pemakaian telepon. Latihan tambahan dapat dipusatkan pada lokalisasi. Penatalaksanaan Rehabilitasi sebagai upaya untuk mengembalikan fungsi pendengaran dilakukan dengan pemasangan alat bantu dengar ( hearing aid ). Program rehabilitasi dapat bersifat perorangan ataupun dalam kelompok. Membaca gerak bibir dan latihan pendengaran merupakan komponen tradisional dari rehabilitasi pendengaran.2. ekspresi wajah. cara-cara untuk memperbaiki rasio sinyal-bising dan perawatan serta pemeliharaan alat bantu dengar. Penyuluhan dan tugas-tugas khusus paling efektif bila dilakukan secara perorangan. Pasien harus dibantu untuk memanfaatkan secara maksimal isyaratisyarat visual sambil mengenali beberapa keterbatasan dalam membaca gerak bibir. pasien dapat melatih diskriminasi bicara dengan cara mendengarkan katakata bersuku satu dalam lingkungan yang sunyi dan yang bising. Perlu diperagakan bagaimana struktur bahasa menimbulkan hambatan-hambatan tertentu pada pembicara. Oleh karena komunikasi adalah suatu proses yang melibatkan dua orang atau lebih.

dan jika dilakukan tes penala. 5. bilateral dan simetris. 2. Pada semua jenis presbikusis tahap lanjut juga terjadi penurunan pada frekuensi yang lebih rendah.8. maka petunjuk-petunjuk lingkungan dapat mengisi kekurangan ini. Tetapi dengan pemeriksaan otoskopi tampak membran timpani suram.Pemeriksaan Fisik Tidak dijumpai keabnormalan pada pemeriksaan fisik. 3. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan misalnya pemeriksaan audiometric nada murni.Pemeriksaan audiometri tutur menunjukkan adanya gangguan diskriminasi wicara ( speech discrimination ). Seluruh aspek rehabilitasi pendengaran harus membantu pasien untuk dapat berinteraksi lebih efektif dengan lingkungannya. menunjukkan tuli saraf nada tinggi.7.Pada tahap awal terdapat penurunan yang tajam ( sloping ) setelah frekuensi 2000 Hz. Gunakan pelindung telinga (ear plegs atau ear muffs) untuk mencegah kerusakan lebih mendengar. Gunakan alat bantu dengar . Garis ambang dengar pada audiogram jenis metabolik dan mekanik lebih mendatar. lanjut. Terdapat beberapa pilihan terapi untuk penderita presbikusis. Berbicaralah kepada penderita presbikusis dengan nada rendah dan jelas. Gambaran ini khas pada presbikusis sensorik dan neural. 2. kemudian pada tahap berikutnya berangsur-angsur terjadi penurunan. Dengan memahami kondisi yang dialami oleh para lansia dan memberikan terapi yang tepat bagimereka. 4. . maka akan menunjukkan suatu tuli sensorineural yang bilateral.memahami masih belum mencukupi. Keadaan ini jelas terlihat pada presbikusis jenis neural dan koklear. diharapkan kita dapat membatu mengatasi masalah sosial yang mungkin mereka alami akibatadanya keterbatasan fungsi pendengaran mereka. 2. diantaranya: 1. Lakukan latihan untuk meningkatkan keterampilan membaca gerak bibir dan latihan kurangi paparan terhadap bising. Kedua jenis presbikusis ini sering ditemukan.

5 bulan : pensiunan : BPPLU pagar dewa provinsi Bengkulu : jl. Pengkajian Nama panti Alamat panti ` Tanggal masuk Tanggal pengkajian No register A.R : jln. Alasan kunjungan ke panti . 12345678910 Keluarga yang dapat dihubungi : Ny. Prumnas unib Bengkulu : Laki-laki : 58 tahun : duda : islam : palembang : sajana hukum . 9 pagar dewa provinsi Bengkulu : 12 Juni 2013 : 14 juni 2013 . Adam malik no.BAB III KONSEP ASKEP 3. Identitas klien Nama Alamat Jenis kelamin Umur Status perkawinan Agama Suku Pendidikan terakhir Lama tinggal dipanti Sumber pendapatan : KK.1. H Riwayat pekerjaan : Wiraswasta B.

Sejak kapan gangguan pendengaran mulai dirasakan klien ? biasanya prebikusis sering muncul pada umur 60 tahun keatas . Keluarga klien mengatakan lebih senang menyendiri dan dengan kesendiriannya itu klien mengekspresikan kesepian dan keluarga klien mengatakan bahwa klien sering menarik diri dari lingkungan dan tidak mau tampil bersama anggota keluarga. Riwayat kesehatan a) Keluhan utama Klien susah mendengar pesan atau rangsangan suara b) Riwayat kesehatan sekarang Saat sekarang keluarga klien mengatakan susah mendengar pesan atau rangsangan berupa suara. apakah klien seorang perokok berat atau tidak. apakah ada kelurga yang menderita DM. Untuk mengisi kebosanannya. 2. kakek mengatakan bahwa klien lebih banyak tidur dan tidak mau melakukan aktivitas apapun. : 1.R mengatakan dibawa kepanti oleh anaknya karena tidak ada yang peduli dan jarang mendapat perhatian dari anak-anaknya ataupun keluarga yang lain sedangkan suami NK. Ketika berbicara dengan orang lain klien tidak mengerti terhadap pembicaraan. 3.R sudah meninggal 1 tahun yang lalu. . Komunikasi dengan klien sebagian besar berjalan melalui pesan-pesan tertulis. apakah klien mengalami penyakit akut maupun kronis.Bagaimana gaya hidup klien.Untuk lebih mengerti. klien sering meminta untuk mengulangi pembicaraan. C. c) Riwayat penyakit dahulu Dikaji dari keluarga klien.Apakah Klien sering terpajan dengan suara bising ? d) Riwayat kesehatan keluarga Apakah ada keluarga yang menderita penyakit pada sistem pendengaran. 4.tapi hal tersebut belum terlalu mengganggu bagi klien. Apakah klien pernah mengalami cedera kepala dan mengalami alergi terhadap berbagai makanan dan minuman.KK.

b) Palpasi: 1) Apakan terdapat nyeri raba 2) Apakah ada pembengkakan E.Pengkajian Daun telinga a) Inspeksi: Kesimetrisan daun telinga (simetris kiri dan kanan) Posisi telinga normal yaitu sebanding dengan titik puncak Penempatan pada lipatan luar mata ( masih terdapat/tampak atau tidak) Terdapat pembengkakan pada Auditorius eksternal atau tidak.D . Biasanya klien tidak mendengar secara jelas angka-angka yang disebutkan 2. konsistensi kental.Status fisiologis . Dinding liang telinga berwarna merah muda F. Pemeriksaan Fisik 1. Tes ketajaman pendengaran 1) Tes penyaringan sederhana Hasil: 1. Klien tidak mendengar secara jelas detak jarum jam pada jarak 1–2 inchi. 2) Uji rinne Hasil: Biasanya klien tidak mendengarkan adanya getaran garpu tala dan tidak jelas mendengar adanya bunyi dan saat bunyi menghilang. G. . Pemeriksaan Penunjang a) Pemeriksaan otoskopik Menggunakan alat otoskop untuk memeriksa meatus akustikus eksternus dan membran timpani dengan cara inspeksi: Hasil: 1) 2) Serumen berwarna kuning.

Mata Konjungtiva Sklera Strabismus Penglihatan Peradangan : anemis : ikterik : tidak : normal : tidak Riwayat katarak : tidak ada. Mulut dan tenggorokan Kebersihan : bersih . Keluhan 3.  Postur tulang : Tegap Tanda – tanda vital dan status gizi : Suhu Tekanan darah Nadi Respirasi Bb Tb : 37 ˚c : 12o / 70 mmhg : 80 x/i : 20 x/i : 60 kg : 175 cm H. Hidung Bentuk Peradangan Penciuman : simetris : tidak : tidak terganggu : tidak ada keluhan 4. Kepala Kebersihan Kerontokan rambut Keluhan : bersih : tidak : tidak 2.Pengkajian head to toe : 1.

Dada Bentuk dada Retraksi Wheezing Ronchi Suara jantung tambahan Iotus cordis 8. Leher Pembesaran kljar tirood Jvp Kaku kuduk 7. Telinga Kebersihan Peradangan Pendengaran Keluhan lain 6. tidak : tidak : tidak ada : tidak ada : teraba satu jari : lengkap : tidak ada : tidak : tidak : kurang bersih : ada peradangan : tuli :nyeri pada telinga : ada : tidak :tidak : simetris : Ada 9.Mukosa : lembab Peradangan/ stamatitis : tidak ada Gigi geligi Radang gusi Kesulitan mengunyah Kesulitan menelan 5. Genitalia Kebersihan Haemoroid : tidak : bersih . Abdomen Bentuk Nyeri tekan Kembung Bising usus Massa : simestris : tidak ada : tidak ada : 12x/i .

1998 ) 1. Duduk di kursi : KK.R masih dapat bangun dari duduk dengan kali gerakan .Hernia 10. Ektremitas : tidak Kekuatan otot : 555 555 555 555 Postur tubuh Rentang gerak Deformitas Tremor Edema kaki : tidak : tegap ( normal) : maksimal : tidak : tidak Penggunaan alat bantu : tidak Reflek Reflek Bisep Triceps Knee Achiles 11. Pengkajian keseimbangan untuk lansia ( tinneti. Perubahan posisi atau gerakan keseimbangan Bangun dari kursi : KK. SF. ME dang inter . Integument kebersihan Warna Kelembaban Gangguan pada kulit : bersih : tidak ( sawo matang ) : lembab : tidak ada Kanan + + + + Kiri + + + + e. . R duduk dikursi secara perlahan dan mengatur posisi duduk untuk bersandar dan posisi yang nyaman. pada saat berdiri pertama kali nenek tampak stabil.

R masih mampu membungkuk untuk mengambil objek-objek kecil seperti pulpenn dari lantai. Penyimpangan jalur saat berjalan tidak terjadi berbalik KK. Kontinuitas langkah kaki. pengkajian psikososial hubungan dengan orang lain dalam wisma : 1. Komponen gaya bergerak atau berjalan Saat diminta berjalan pada tempat yang telah ditentukan KK.R tampak ragu dan perlahan berjalan pada tempat yang ditentukan. tanpa memegang objek. Mampu berinteraksi√ 4. 2. Sebatas kenal√ 3. Mata tertutup KK.Gerakan menggapai sesuatu KK.R menggerakan kaki dan memegang objek dukungan yang teraba untuk menahan dorongan. R tidak menggeser / menyeret kaki dan tidak mengangkat kaki terlalu tinggi. Setelah langkah-langkah awal. Ketinggian langkah kaki KK. kontiunitas langkah kaki tidak konsisten.R dapat berputar. tidak memerlukan usaha multiple untuk bangun. Tidak kenal 2.Menahan dorongan pada sternum KK. ada perbedaan yang signifikan.R masih bisa menggapai sesuatu dengan bahu fleksi Membukuk KK.R dapat menahan dorongan pada sternum. R berhenti terlebih dahulu sebelum berbalik dan mulai membalikkan langkah dengan perlahan. Perputaran leher KK. I. Mampu bekerjasama . Kesimetrisan langkah Panjang langkah kaki kanan dan kiri tidak simetris.

Selalu 2. Sering 3. Jarang√ 4. Sebatas kenal√ 3. Stabilitas emosional 1. Stabil 3. Terpaksa . Datar → Kk. Mampu bekerjasama → KK.R mengatakan teman-temannya jarang datang kewismanya untuk mengobrol bersama-sama. 1. Motivasi penghuni panti 1.R tidak mampu berinteraksi dengan baik pada teman-teman diwismanya dan sehingg hubungan yang terbina kurang baik hubungan dengan orang lain di luar wisma di dalam panti. Kemauan sendiri √ 2. 1. Tidak pernah → Kk.→ KK. Tidak kenal 2. R mengatakan emosinya kadang-kadang labil karena sering kesal dengan teman sewismanya. R jaramg melakukan interaksi dengan teman-teman di wisma lainnya biasanya kakek hanya diam di wismanya. Iritabel 4. Mampu berinteraksi 4. Labil √ 2.

KK. Keluhan lebih dari 3 bulan atau lebih dari 1 bulan 1 kali dalam satu bulan? Ya. kakek mengatakan tidak suka dengan temam panti yang jarang bermain dengannya 3. R mengatakan anaknya sering mengunjunginya dip anti. Ada gangguan atau masalah dengan orang lain ? : ya kakek tidak suka dengan teman di . 1 kali/bulan 2. Apakah klien sering was-was atau kwatir : tidak lanjutkan pertanyaan tahap ke 2 Jika jawabannya ya 1 atau lebih Pertanyaan tahap 2 1. Apakah klien murung atau menangis sendiri : tidak d. karena di rumah juga tidak ada yang mengurusinya karna anak nya bekerja pulang sore jdi kakek merasa sepi kalau di rumah.R mengatakan merasa senang karena dikunjungi karena bisa mengobrol tentang keluarga lainnya. c. Ada masalah atau banyak pikiran panti. 2. Tidak pernah → KK. Frekuensi kunjungan keluaraga 1.Masalah emosional Pertanyaan tahap 1 : a. J. Ada masalah atau banyak pikiran ? Ya. R mengatakan masuk ke panti di bawa oleh anaknya. 2 kali/ bulan √ 3. Apakah klien mengalami susah tidur : tidak ada b. lebih dari 1 bulan. Karna kekek yang meminta tidak ada factor keterpaksaan dari siapapun.→KK.

yesavage dkk. Apakah bapak /ibu bahagia sebagian besar waktu? Ya 10. Menggunakan obat tidur atau penenang atas anjuran dokter ? Tidak ada. Pernyataan Apakah bapak/ibu sekarang ini merasa puas dengan kehidupannya ? Ya Ya √ Ya √ Ya√ Ya Tidak√ 2. Apakah bapak/ibusering merasa tidak mampu berbuat apa-apa? 11. Apakah bapak/ibu memiliki semangat yang baik setiap saat ? Tidak Tidak √ Tidak √ Tidak √ Tidak √ 8. 1983 No 1. Apakah bapak/ibu sering merasa resah dan gelisah? 12. K. Apakah bapak/ibu mempunyaipikiran jelek yang mengganggu terus menerus ? Ya Ya √ 7.Pengukuran tingkat depresi Skala depresi geriatric ( GDS) . Apakah bapak/ibu sering merasa hampa/kosong dalam hidup ini ? Tidak 4. Apakah bapak/ibu takut bahasa sesuatu yang buruk akan terjadi pada anda ? Ya 9. 5. Apakah bapak/ibu telah meninggalkan banyak kegiatan atau kesenangan akhir-akhir ini ? Tidak 3.Tidak ada 4. Apakah bapak/ibu lebih senang tinggal dirumah Ya Ya Ya√ sTidak . Apakah bapak/ibu sering merasa bosan ? Apakah bapak / ibu merasa mempunyai harapan yang baik di masa depan ? Tidak Tidak√ Tidak √ 6.

Apakah bapak/ibu sering merasa khawatir tentang masa lalu? 19. Apakah bapak/ibu merasa penuh semangat? 22. Apakah bapak/ibu piker bahwa hidup bapak/ibu sekarang menyenangkan? 16. Apakah bapak/ibu merasa senang waktu bangun tidur dipagi hari? 28.daripada keluar dan mengerjakan sesuatu? 13. Apakah bapak /ibu sering merasa khawatir tentang masa depan? 14. Apakah sulit bagi Bapak/ibu untuk memulai kegiatan yang baru? 21. Apakah bapak/ibu tidak suka berkumpul di pertemuan social? Ya√ Tidak Ya √ Ya√ Tidak Tidak Ya Tidak √ Ya√ Tidak Ya Tidak √ Ya Ya√ Tidak √ Tidak Ya√ Tidak Ya Tidak √ Ya√ Tidak Ya √ Tidak Ya Tidak √ Ya Ya Tidak √ Tidak √ Ya Tidak√ . Apakah bapak/ibu sering merasa sedih dan putus asa? 17. Apakah bapak/ibu sering merasa ingin menangis? 26. Apakah bapak/ibu merasa tidak berharga akhirakhir ini? 18. Apakah bapak/ibu sulit berkonsentrasi? 27. Apakah bapak/ibu merasa situasi sekarang ini tidak ada harapan? 23. Apakah bapak/ibu sering marah karena hal sepele? 25. Apakah bapak/ibu akhir-akhir ini sering pelupa? 15. Apakah bapak/ibu berfikir bahwaorang lain lebih baik keadaannya daripada bapak/ibu? 24. Apakah bapak/ibu merasa hidup ini menggembirakan? 20.

London.P 2-3 Scor : Hitung jumlah jawaban yang bercetak tebal ( setiap jawaban yang bercetak tebal mempuyai nilai 1) 0 – 1 = Not depressed 11 – 20 = Mild depressed 21 – 30 = Severe depressed Nilai 15 : depresi ringan sampe sedang. L.29. Assasment Scales in old Age Psychiatry Martin Duintz Ltd. Apakah mudah bagi bapak/ibu membuat suatu keputusan? 30. Apakah pikiran bapak/ibu masih tetap mudah dalam memikirkan sesuatu seperti dulu? Ya√ Tidak Tidak √ Ya Sumber : Burns. 1991.Pengukuran tingkat kerusakan intelektual Short portable mental status questioner ( SPMSQ) : Benar √ √ √ Salah Nomor 1 Pertanyaan Tanggal berapa hari ini ? 2 Hari apa sekarang ? 3 Apa nama tempat ini ? .

ltd. Assessment scales in old age psychiatry. London p. Jumlah : 10 0 Sumber : burn. 1999.√ √ √ √ √ 4 Dimana alamat ini ? 5 Berapa umur anda ? 6 Kapan anda lahir ? 7 Siapa presiden Indonesia? 8 Siapa presiden Indonesia sebelumnya ? √ √ 9 Siapa nama ibu anda? 10 Kurangi 3 dari 20 dan tetap pengurangan 3 dari setiap anggota baru. Interpretasi Salah 0-2 : fungsi intelektual utuh Salah 3-4 : fungsi intelektual kerusakan ringan Salah 5-7 : fungsi intelektuaal kerusakan sedang . Martin dunitz. secara menurun. 5557.

fungsi intelektual kerusakan berat Hasilnya : salah 0-2 : fungsi intelektual utuh. Hitunglah jumlah percobaan dan catatlah ( kertas. folstein MF .65). ulang penyebutan k 3 nama tersebut sampai ia dapat mengulangnya dengan benar.(kota). ( bulan). Berhenti setelah 5 hitungan (93.pena.Salah 8-10 . 1995 Skor minimum 5 Skor manual 5 Sekarang (hari).(kabupaten). Orientasi 3 3 Tanyakan kembali nama ke3 benda yang telah . D.(provinsi). (tahun). Kemungkinan lain : ejalah kata”dunia” dari akhir keawal ( a-i-n-u-a) 0 Mengingat kembali ( RECALL). Kemudian mintalah pasien mengulangi ke3 nama tersebut berikan satu angka untuk setiap jawaban yang benar.1 detik untuk tiap benda.jam) (jumlah percobaan : 3) 3 5 0 Hitunglah berturut-turut selang 7 mulai dari 100 kebawah 1 angka untuk tiap jawaban yang benar.rumah).(tanggal).86. 3 3 Registrasi Pewawancara menyebutkan nama 3 buah benda. berapa dan musim apa? 5 5 0 Sekarang kita berada dimana? (jalan).72.9no. identitas aspek kognitif Mini mental state examination ( MMSE) . Bila masih salah.

3 9 7 a. f. d. c. Marthin dunitz ltd. Laksanakan 3 buah perintah ini : “ peganglah selembar kertas dengan tangan kananmu. e. Assessment scales in old age psychiatry. Tulislah sebuah kalimat (1). lipatlah kertas itu pada pertengahan dan letakkan di lantai (3). P. Skor Nilai 24-30 : normal Nilai 17-23 : probable gangguan kognitif Nilai 0-16 : definitive gangguan kognitif Hasilnya 18 : probable gangguan kognitif . Tirukan gambar ini (0) Skor total 18 Sumber : burn. Apakah nama benda-benda ini ? ( perlihatkan pena dan buku) 2 b.disebutkan diatas berikan 1 angka untuk setiap jawaban yang benar. (1). Ulanglah kalimat berikut : jika tidak dan atau tapi (1).35.1999. Bacalah dan laksanakan perintah berikt : “ pejamkan mata anda”. London.

Pola aktivitas kakek mengatakan masih mampu untuk melakukan pekerjaan rumah tangga. Mahoney & barthel. Pola kebiasaan tidur kakek mengatakan tidak ada masalah pada pola tidur nya. Pola pemenuhan cairan: kakek mengatakan tidak sering minum air putih hanya minum 4-5 gelas. b. tidak ada keluhan dalam proses bak. 1965 No Aktivitas Nilai . a. kakek mengatakan mandi 3x/sehari dengan menggunakan sabun mandi. tidak ada keluhan dengan proses bab. Tingkat kemandirian dalam kehidupan sehari-hari Pengkajian fungsional berdasarkan barthel indeks . nenek lebih sering minum teh atau kopi. nenek juga mengatakan jika banyak minum nenek malas bolak balik ke kamar mandi. Nenek mengatakan masih bisa mencuci pakaian nya. kakek mengatakan ia sering kencing dalam sehari bisa 4-6 kali sehari bila banyak minum. gosok gigi gigi.M. untuk melakukan kegiatan keterampilan nenek tidak bisa lagi. Pola eliminasi bab/bak kakek mengatakan bab 1x/sehari . Pengkajian perilaku terhadap kesehatan Kebiasaan merokok : KK. Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari Pola pemenuhan kebutuhan nutrisi : Nenek r mengatakan nenek makan 3x sehari.R mengatakan tidak merokok. dalam sehari nenek mengganti baju saat mandi pagi dan mandi sore.

P.London.menyisir.133 Penilaian 0-2 : Ketergantungan 21-61 : Ketergantungan berat/sangat tergantung 62-90 : Ketergantungan berat 91-99 : Ketergantungan ringan . 5 5-10 10 15 10 15 3 Kebersihan diri .mencuci muka .1999.Martin Dunitz Ltd.Bantuan Mandiri Nilai manu lar 1 2 Makan Berpindah dari kursi roda ke tempat tidur dan sebaliknya termasuk duduk di tempat tidur.mencukur dan Menggosok gigi o 5 5 4 5 Aktivitas toilet Berjalan di jalan yang datar (jika tidak mampu berjalan Lakukan dengan kursi roda) 5 10 10 15 10 10 6 7 8 9 10 Mandi Naik turun tangga Berpakaian termasuk mengenakan sepatu Mengontrol defekasi Mengontrol berkemih JUMLAH 0 5 5 5 5 5 10 10 10 10 100 5 10 10 10 10 95 Sumber : Burns.Assesment Scales m old Age psychiatry.

Bangunan sudah permanen . 1 ruang TV. banyak turunan dan licin karena jenis lantainya keramik. kakek mengatakan jika ada acara pertemuan atau TAK biasanya ruangan yang dipakai adalah ruang aula untuk sarana hiburan yang dimanfaatkan adalah TV. teras depan dan teras samping. Untuk pembuangan sampah. Sanitasi Penyediaan air bersih menggunakan sumur yang di alirkan melalui pipa. Cara penyebaran informasi hanya secara langsung dari mulut ke mulut. sarana ibadah di panti ada yaitu mushola Keamanan dan transportasi kakek mengatakan jalan mau ke panti tidak rata. hanya ada halaman samping yang ditanami pepohonan.100 : Mandiri Hasil : Tingkat kemandirian kk a dalam kehidupan sehari-hari berada pada tingkat ketergantungan ringan dengan score 95 N. Untuk toileting menggunakan jamban leher angsa secara bersama dimana jarak septic tank > 10 meter. Lantai dalam wisma dalam keadaan bersih. Fasilitas kake mengatakan di panti biasanya ada kegiatan lansia kadang kakek tidak suka ikutan kegiatan senam lansia tersebut. . ventilasi dan jendela ada ditiap kamar dan ruangan. Pengkajian lingkungan Pemukiman Luas bangunan 15x15m berbentuk rumah dengan 6 buah kamar. atap genteng. kalau untuk air minum kakek mengambil air yang disediakan dari dapur umum atau dari air galon yang ada di ruangan. tidak ada alat transportasi yang kakek miliki. sampah ditimbun dan dibakar di belakan wisma oleh petugas panti atau nenek yang membersihkan lingkungan sekitar rumah. pencahayaan baik. Untuk taman di wisma cempaka tidak ada. dinding tembok dan lantai keramik. 2 kamar mandi. tidak ada juga sarana komunikasi yang bisa digunakan.

Pelaksanaan ibadah kakek mengatakan beragama islam. Sering merasa sedih.O. ke kamar kecil. klien juga sering melaksanakan sholat 5 waktu. Kesulitan membedakan pembicaraan serta bunyi suara orang lainyang parau atau bergumam. makan. menarik diri. terutama dengan latar belakang yang bisisng. depresi. BAB/BAK. 5. Pengkajian spritual/ kultural 1. klien jg mengatakan telinganya berdenging . 6. Memalingkan kepala terhadap pembicraan 4. kakek mengatakan ia sholat 5 waktu setiap hari. Masalah pendengaran pada kumpulan yang besar. berpakaian.R DX : presbikusis Etiologi Penumpukan sering menalami telinga serum Masalah di Ketidak mendengar mampuan No. 2. Meminta untuk mengulang pembicaraan 2. dan frustasi. di tolak lingkungan. bosan. Analisa data Nama : KK. malu. Jawaban tidak sesuai dengan pertanyaan 3. 8. Ketergantungan dalam melakukan aktivitas pemenuhan kebutuhan sehari-hari (mandi. Keyakinan tentang kesehatan kakek mengatakan ia sakit karena sudah tua dan juga karena kehendak Allah. Volume bicara meningkat 7. berdering / berdesis yang konstan. Pengkajian pada lansia yang mengalami gangguan pada sistem pendengaran meliputi halhal sebagai berikut ini: 1. Data 1 Ds : Klien kesulitan mendengar. serta berpindah) .

Kurang aktivitas berhubungan dengan menarik diri dengan lingkungan. Klien mengatakan kadang Degenerasi tl. Pendengaran dapat mendengar tapi sulit memahami pembicaraan Klien tidak juga silit mengatakan untuk Gangguan komunikasi mengucapkan kata-kata yg riuh Klien mengatakan nyeri bila mendengar suara yang keras di telingah. Diagnosa keperawatan a. d. b.Do: klien tampak sulit mendengar. Gangguan komunikasi verbal berhubungan dengan degenerasi tulang pendengaran bagian dalam Tujuan : komunikasi verbal klien berjalan dengan baik Kriteria Hasil : Dalam 1 hari klien dapat : 1) Menerima pesan melalui metode alternatif 2) Mengerti apa yang diungkapkan 3) Memperlihatkan suatu peningkatan kemampuan untuk berkomunikasi . Gangguan komunikasi verbal berhubungan dengan degenerasi tulang pendengaran bagian dalam. Harga diri rendah berhubungan dengan penurunan fungsi pendengaran. ketidak mampuan mendengar berhubungan dengan penumpukan serum Intervensi Keperawatan a. Terdapat serum di telinga yang menjadi atrofi 2. c.

Harga diri rendah berhubungan dengan penurunan fungsi pendengaran.4) Menggunakan alat bantu dengar dengan cara yang tepat Intervensi : 1) Kaji tingkat kemampuan klien dalam penerimaan pesan 2) Periksa apakah ada serumen yang mengganggu pendengaran 3) Bicara dengan pelan dan jelas 4) Gunakan alat tulis pada waktu menyampaikan pesan 5) Beri dan ajarkan klien pada penggunaan alat bantu dengar 6) Pastikan alat bantu dengar dapat berfungsi dengan baik 7) Anjurkan klien untuk menjaga kebersihan telinga. 2) Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaan penyebab klien tidak mau bergaul atau menarik diri 3) Diskusi bersama klien tentang perilaku menarik diri. B . tanda-tanda serta penyebab yang mungkin 4) Beri pujian terhadap kemampuan klien mengungkapkan perasaan 5) Diskusikan tentang keuntungan dari berhubungan dan kerugian dari perilaku menarik diri 6) Dorong dan bantu klien untuk berhubungan dengan orang lain 7) Beri pujian atas keberhasilan yang telah dicapai klien . Tujuan : klien dapat menerima keadaan dirinya Kriteria Hasil : Secara bertahap klien dapat : 1) Mengenal perasaan yang menyebabkan perilaku menarik diri 2) Berhubungan sosial dengan orang lain 3) Mendapat dukungan keluarga mengembangkan kemampuan klien untuk berhubungan dengan orang lain 4) Membina hubungan saling percaya dengan perawat . Intervensi : 1) Kaji pengetahuan klien tentang perilaku menarik diri dan tanda-tandanya.

Tujuan : klien dapat melakukan aktivitas tanpa kesulitan Kriteria Hasil Secara bertahap klien dapat : 1) Menceritakan perasaan-perasaan bosan 2) Melaporkan adanya peningkatan dalam aktivitas yang menyenangkan.8) Bina hubungan saling percaya dengan klien 9) Anjurkan anggota keluarga untuk secar rutin dan bergantian mengunjungi klien 10) Beri reinforcement positif atas hal-hal yang telah dicapai oleh keluarga 11) Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip hubungan terpeutik C. 3) Menceritakan metode koping terhadap perasaan marah atau depresi yang disebabkan oleh kebosanan. c) Intervensi : 1) Beri motivasi untuk dapat saling berbagi perasaan dan pengalaman 2) Bantu klien untuk mengatasi perasaan marah dari berduka 3) Variasikan rutinitas sehari-hari 4) Libatkkan individu dalam merencanakan rutinitas sehari-hari 5) Rencanakan suatu aktivitas sehari-hari 6) Beri alat bantu dengar dalam melakukan aktivitas . Kurang aktivitas berhubungan dengan menarik diri dengan lingkungan.

. metabolisme.1. 1991) Kehilangan pendengaran pada lansia disebut presbikusis. fenonema tersebut sebagai suatu penyakitsimetris bilateral pada pendengaran yang berkembang secara progresif lambat terutama memengaruhi nada tinggi dan dihubungkan dengan penuaan.BAB IV PENUTUP 4. pada laki-laki lebih cepat dibandingkan dengan perempuan. faktor dan arteriosklerosis. arteriosklerosis. tetapi berbagai faktor yang telah diteliti adalah: nutrisi.2. Progesifitas penurunan pendengaran dipengaruhi oleh usia dan jenis kelamin. Biasanya terjadi pada usia lebih dari 60 tahun. Dengan makin lanjutnya usia terjadi degenerasi primer di organ corti berupa hilangnya sel epitel syaraf yang di mulai pada usia pertengahan (Vander Cammen. dan membaca makalah ini.kesimpulan Gangguan pendengaran merupakan suatu keadaan yang menyertai lanjutnya usia. gaya hidup atau bersifat multifaktor. infeksi. kita dapat mengerti mengenai Cidera Kepala. Menurunnya fungsi pendengaran secara berangsur merupakan efek kumulatif dari pengaruh faktor-faktor tersebut diatas. pola makanan. bising. tetapi juga dapat berupa komponen konduksi yang berkaitan dengan presbiskusis. 4. Penurunan pendengaran terutama berupa sensorineural.Saran Semoga dengan kita bersama-sama mempelajari. Penyebabnya tidak diketahui. membahas. dan nantinya jika kita menemukan pasien di rumah sakit dengan penderita Cidera kepala InsyaAllah kita bisa menanganinya. Diduga kejadian presbikusis mempunyai hubungan dengan faktor-faktor herediter.

Presbycusis. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga . Ear Diagram. Inner ear. 9-15. 2008. Available from www. Jakarta : FK UI. Last update on July 9. Dalam : Soepardi E. h.emedicine. available from www. 3.com . Rusmarjono.entusa.33-34.com. Kartosoediro S. 2001. 2.Hidung – Tenggorok Kepala Leher.DAFTAR PUSTAKA 1. Iskandar N (eds). Odinofagi.