Anda di halaman 1dari 17

SISTEM BILANGAN DAN KONVERSI BILANGAN

By : Gerson Feoh, S.Kom

1

. ( dan ). $. Dalam sistem desimal menggunakan basis 10. !alah satunya perkembangan ilmu komputer yang sedang berkembang pesat dalam era informasi sekarang ini.satuan waktu dan frekuensi sistem pengkodean karakter. kalkulus semua itu sangat aplikatif dalam dunia s ien e dan teknologi . statistika dan peluang. statistika dan peluang.eori grup.BAB I PENDAHULUAN Konsep dasar sistem komputer yaitu adanya sistem biner. *da beberapa sistem bilangan yang gunakan dalam sistem digitalyang paling umum adalah sistem bilangan de imal. hexa berarti & dan de a berarti 10. struktur al/abar. 2. heksadesimal. -aringan komputer. (. o tal. B. Banyak ilmu yang berkembang atas dasar penerapan konsep dari matematika.eori grup. !alah satunya perkembangan ilmu komputer yang sedang berkembang pesat dalam era informasi sekarang ini. struktur al/abar.. Dalam sistem biner kita akan mengenal sistem satuan elemen informasi. kalkulus semua itu sangat aplikatif dalam dunia s ien e dan teknologi . %. aplikasi dari berbagai softwere diambil dari penerapan konsep dan pemikiran dari para ahli yang telah dirangkum dalam ilmu matematika. &. %. !istem bilangan hexade imal menggunakan 1& ma am simbol bilangan yaitu 0. . 1. Yang disebut dengan istilah Bit. !istem bilangan desimal merupakan sistem bilangan yang paling familier dengan kita karena berbagai 2 . $. '. #. '. Dalam sistem biner adalah sistem yang mengenal 2 buah angka. ). komputer grafis. Banyak ilmu yang berkembang atas dasar penerapan konsep dari matematika. de a berarti 10. Dalam sistem hexadesimal menggunakan basis 1&. kema/uan teknologi luar angkasa yang sangat pesat di /aman sekarang karena kema/uan bidang ilmu fisika. sistem desimal dan hexadesimal. D dan . 1. #. !istem bilangan desimal menggunakan 10 ma am simbol bilangan yaitu " 0. 2. &. komputer grafis. -aringan komputer. biner. aplikasi dari berbagai software diambil dari penerapan konsep dan pemikiran dari para ahli yang telah dirangkum dalam ilmu matematika. *. +.

3 .kemudahannya yang kita pergunakan sehari0hari.

BAB II PEMBAHASAN 4 .

itik radiks memisahkan bilangan bulat dan pe ahan. digit480.% 6 0x. bilangan magnitude dan posisi titik radiks. +ontoh" Bilangan desimal" %1(%. m 4 mantissa.2% 6 1x. . .12% 4 %.12%10 B.1 6 (x0. Re resen!"s# D"!" Data adalah bilangan biner atau informasi berkode biner lain yang dioperasikan untuk men apai beberapa hasil penghitungan penghitungan aritmatik. 19: 101. e 4 eksponen 5ntuk menyatakan bilangan yang sangat besar atau sangat ke il.01 Bilangan biner 7radiks42. 1enggunaan titik radiks berkaitan dengan /a/aran bilangan yang dapat ditampung oleh komputer. Re resen!"s# B#$"n%"n Pos#!#& '"n Ne%"!#& "'" (#$"n%"n BINER 1. dengan menggeser titik radiks dan mengubah eksponen untuk mempertahankan nilainya. representasi data Dinyatakan dengan sign.A.&(10 4 %x10# 6 1x102 6 (x101 6 %x100 6 & x 1001 6 ( x 1002 4 %x1000 6 1x100 6 (x10 6 % x 1 6 &x0. 2epresentasi 3loating0point " a4mxre r 4 radiks. pemrosesan data dan operasi logika. 2epresentasi 3ixed0point " titik radiks selalu pada posisi tetap.0012 4 1x$ 6 0x2 6 1x1 6 0x.abel tanda kon<ensional " ) dan * +ontoh " 6$ dan 0$ 5 .

Data bit0tunggal " untuk operasi seperti !?@3. !epresentasi Komplemen 2 Dengan representasi komplemen01 ditambah 1.*2 dan ..2. +ontoh " Dalam ( bit 012 4 .Kom $emen/01 2.ogikal " digunakan oleh operasi logika dan untuk menentukan atau memriksa kondisi seperti yang dibutuhkan untuk instruksi ber abang kondisi. Contoh : !ign-Magnitude +9 dalam 8 bit = 00001001 SignMagnitude –4 dalam 4 bit = 1100 Magnitude dari bilangan positif dan negatif sama hanya berbeda pada sign digitnya/MSB. +.ipe data dapat dibagi $ 7empat: yaitu " 1. +ontoh " Dalam ( bit 612 4 +0001100 012 4 . $. T# e D"!" .. 2.++ . untuk negatif:.!.. #.... real floating0point dan desimal berkode biner.1.1110011 4.. 2epresentasi Komplemen 1 *ngka nol diubah men/adi satu dan satu men/adi nol..1111011 7Komplemen01: 1 6 . Data >umerik " merepresentasikan integer dan pe ahan fixed0point. =enggunakan posisi digit sebelah kiri 7=!B: sebagai s#%n '#%#! 7+ untuk positif dan . Data *lfanumerik " data yang tidak hanya dikodekan dengan bilangan tetapi /uga dengan huruf dari alpabet dan karakter khusus lainnya 6 . 3. Data .

!istem bilangan menggunakan basis 7base A radix: tertentu yang tergantung dari /umlah bilangan yang digunakan. M"4"m/M"4"m S#s!em B#$"n%"n !uatu sistem komputer mengenal beberapa ma am sistem bilangan. senantiasa mempunyai Base 7radix:. seperti " . Konsep Dasar !istem Bilangan adalah !uatu sistem bilangan.D.De4#m"$ N3m(er#n% Sys!em1.. S#s!em B#$"n%"n . absolute digit dan positional 7pla e: <alue. S#s!em B#$"n%"n Des#m"$ . " .N3m(er S#s!em: !istem Bilangan adalah suatu ara untuk mewakili besaran dari suatu item fisik.

n10 Digit biner digunakan untuk menun/ukan dua keadaan le<el tegangan" ?@F? atau . S#s!em B#$"n%"n O4!"$ .GH direpresentasikan oleh 0 atau G33. ( 4 10B x ( 1( 4 710C x 1: 6 710B x (: 2000 10D x 2: 6 710E x 0: 6 710C x 0: 6 710B x 0: 0. &.+ 2adix banyaknya suku angka atau digit yang digunakan dalam sistem bilangan 1enulisan" 1' 4 1'10 .!istem bilangan de imal adalah bilangan yang menggunakan basis 10 suku angka 7radix: yaitu 0.. !istem bilangan biner adalah susunan bilangan yang mempunyai basis 2 sebab sistem bilangan ini menggunakan dua nilai koefisien yang mungkin yaitu + '"n .110 5. $. !ebagian besar sistem digital le<el ?@F? direpresentasikan oleh 1 atau G> dan le<el .B#n"ry N3m(er#n% Sys!em1. # . (. '. 0 0 0 0 >otasi " . 1enulisan " 1100 . #. ( 4 (10 +ontoh. %. 2.n1. ) 0 0 0 >otasi " .GH.O4!en"ry N3m(er#n% Sys!em1. S#s!em B#$"n%"n B#ner . 1.

3 0 0 >otasi " .He8"'en"ry N3m(er#n% Sys!em1 !istem Bilangan ?exadesimal adalah bilangan yang memiliki radix 1& atau berbasis 1& yaitu 0.$. +.!istem Bilangan G tal adalah Bilangan yang mengguna%an basis # &!adi' #( yaitu 0. #. . *. D. %.9 B#$"n%"n Den%"n B"s#s y"n% Ber(e'" $ .9 . 1.9 1enulisan " ()1. '$( 7.& dan ' 0 0 >otasi " .#*. )..1.#.2. S#s!em B#$"n%"n He8"'es#m"$ . '.n1. 2.%. &. $. (. B.n16 1enulisan " $%( .

: B#n"ry .9 1 + .++ +.+ ++.+. .5 .. ("se . +6 +< . +. He8"'e4#m"$ . .. 6 < A B 2 D E F $ ..5 ..++ .. O4!"$ . ..0 .+ +. ("se . ..+ ..9 .7 .. ++.0 .: ... . ("se 6 1 ++ +. 0 5 7 : 9 . +. ("se 01 ++++ +++. .+++ .+.++. .+..+ ..De4#m"$ ..+ 1 ++ +.+ .+ .+.. +0 +5 +7 +: +9 +.7 . +0 +5 +7 +: +9 +.

'%10 $021.E. anr 6 a n01 r +ontoh.% 6 0.% 4 %11.2 6 1.2 6 0.2 6 1. !e ara umum ekspresi sistem bilangan basisIr mempunyai perkalian koefisien oleh pangkat dari r.% 6 2.112 4 1.% 6 1.2% 4 $. Kon<ersi bilangan n berbasisi r ke desimal 11010.2 6 1.$10 # 2 1 0 01 $ # 2 1 0 01 02 n n01 6 J 6 a2r 6 a1r 6 a0r 6 a01 r 2 1 0 01 6 a02 r 6 J 02 1* .2 4 2&.2 61.2 6 0.% 6 2. Kon=ers# S#s!em B#$"n%"n Setiap ang%a pada suatu sistem bilangan dapat di%on)ersi%an &disama%an/diubah( %e dalam sistem bilangan yang lain.

D#"%r"m Kon=ers# B#$"n%"n 11 .

. yaitu sisa yang pertama akan men/adi least signifi ant bit 7.!B: A ( 4 2 sisa & 1 2 .!B: dan sisa yang terakhir men/adi most signifi ant bit 7=!B:. !isa0sisa pembagian membentuk /awaban. !isa0sisa pembagian membentuk /awaban. +ontoh" Konersi 1')10 ke biner" 1') A 2 4 () sisa 1 7. Kon=ers# (#$"n%"n Des#m"$ >e O>!"$ Kon<ersi bilangan desimal bulat ke bilangan oktal" Funakan pembagian dgn ( se ara suksesif sampai sisanya 4 0. yaitu sisa yang pertama akan men/adi least significant bit (LSB) dan sisa yang terakhir men/adi most signifi ant bit 7=!B:.!B 0. +ontoh" Konersi 1')10 ke oktal" 1') A ( 4 22 sisa # 7. Kon=ers# (#$"n%"n Des#m"$ >e B#ner Kon<ersi bilangan desimal bulat ke bilangan Biner" Funakan pembagian dgn 2 se ara suksesif sampai sisanya 4 0..!B: A 2 4 $$ sisa 1 A 2 4 22 sisa 0 A 2 4 11 sisa 0 A 2 4 % sisa 1 A 2 4 2 sisa 1 A 2 4 1 sisa 0 A 2 4 0 sisa 1 7=!B: ⇒ 1')10 4 101100112 =!B .

!B: A 1& 4 0 sisa 11 7dalam bilangan hexadesimal berarti B:=!B ⇒ 1')10 4 B#1& =!B . !isa0sisa pembagian membentuk /awaban.!B 5. yaitu sisa yang pertama akan men/adi least signifi ant bit 7.!B: dan sisa yang terakhir men/adi most signifi ant bit 7=!B:.A ( 4 0 sisa 2 7=!B: ⇒ 1')10 4 2&#( =!B .!B 7. Kon=ers# (#$"n%"n Des#m"$ >e He8"'es#m"$ Kon<ersi bilangan desimal bulat ke bilangan hexadesimal" Funakan pembagian dgn 1& se ara suksesif sampai sisanya 4 0. Kon=ers# R"'#>s/r >e 'es#m"$ 2umus kon<ersi radiks0r ke desimal" +ontoh" 11012 4 1×2 6 1×2 6 1×2 4 ( 6 $ 6 1 4 1#10 %'2( 4 %×( 6 '×( 6 2×( 2 1 0 # 2 0 4 #20 6 %& 6 1& 4 #)210 1 3 . +ontoh" Konersi 1')10 ke hexadesimal" 1') A 1& 4 11 sisa # 7.

Kon=ers# B#$"n%"n B#ner >e He8"'es#m"$ 5ntuk mengkon<ersi bilangan biner ke bilangan hexadesimal. Kon=ers# B#$"n%"n B#ner >e O>!"$ 5ntuk mengkon<ersi % # 2 0 bilangan biner ke bilangan oktal..!B sampai ke =!B +ontoh" kon<ersikan 101100112 ke bilangan oktal -awab " 1011 0011 B # -adi 101100112 4 B#1& 1 4 .2*1& 4 2×1& 6 10×1& 1 0 4 #2 6 10 4 $210 :. lakukan pengelompokan # digit bilangan biner dari posisi . Kon=ers# B#$"n%"n B#ner >e Des#m"$ 5raikan masing0masing digit bilangan biner kedalam susunan radik 2 1011012 4 1×2 6 1×2 6 1×2 6 1×2 4 #2 6 ( 6 $ 6 1 4 $%10 9. lakukan pengelompokan $ digit bilangan biner dari posisi .!B sampai ke =!B +ontoh" kon<ersikan 101100112 ke bilangan oktal -awab " 10 110 011 2 & # -adi 101100112 4 2&#( .

+.6. -awab" 2 & # 010 110 011 -adi 2&#( 4 0101100112 Karena 0 didepan tidak ada artinya kita bisa menuliskan 101100112 . Kon=ers# B#$"n%"n O>!"$ >e B#ner !ebaliknya untuk mengkon<ersi Bilangan Gktal ke Biner yang harus dilakukan adalah ter/emahkan setiap digit bilangan oktal ke # digit bilangan biner +ontoh Kon<ersikan 2&#( ke bilangan biner. -awab" B # 1 5 1011 0011 . Kon=ers# B#$"n%"n He8"'es#m"$ >e B#ner !ebaliknya untuk mengkon<ersi Bilangan ?exadesimal ke Biner yang harus dilakukan adalah ter/emahkan setiap digit bilangan ?exadesimal ke $ digit bilangan biner +ontoh Kon<ersikan B#1& ke bilangan biner. Kon=ers# B#$"n%"n O>!"$ >e Des#m"$ 5raikan masing0masing digit bilangan biner kedalam susunan radik ( 12#$( 4 1×( 6 2×( 6 #×( 6 $×( 4 $0)& 6 12( 6 2$ 6 $ 4 $2%210 # 2 1 0 <.

& B 3 2 .0. 1111 00102 4 2.&B.321& 2 ..-adi B#1& 4 101100112 . 001 010 1002 & ' # 1 2 $  #0&.12$( 4 110 111 011. '$( 2 & 1 % # ' $  10 1110 0110 1011. Kon=ers# '"r# O4!"$ '"n He8"'e4#m"$ >e (#ner +ontoh "  &'#.. Kon=ers# '"r# (#ner >e O4!"$ D"n >e He8"'e4#m"$ +ontoh "  10 110 001 101 011.D1& 4 0011 0000 0110. 11012 # 0 & D 1 6 . 111 1002 4 2&1%#.