Anda di halaman 1dari 20

PENDAHULUAN

Pemetaan geologi bersistim Lembar Siberut, Sumatra, skala 1: 250.000 dilaksanakan dalam rangka Pelita III, Proyek Pemetaan Geologi dan Interpretasi Foto Udara, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, tahun anggaran 1983/1984.

Pekerjaan lapangan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung dari pertengahan Mei 1983 sampai pertengahan juli 1983. Tahap kedua berlangsung dari awal September 1983 sampai awal November 1983. Pelaksananya ialah S.Andi Mangga, Sukardi, E.Suryanila, G.Burhan, S.Suwarto, D.Satria<, S.L. Tobing dan dibantu oleh Marino dan O. Setiawan. Daerah pemetaan dibatasi koordinat 00 48’ 45’’ – 20 00’ LS, dan 98015’ – 99037’30’’ BT, mencakup P. Siberut dan sejumlah pulau kecil di sekitarnya, dengan luas sekitar 5.000 km2 , dan termasuk kepulauan Mentawai. Laut sekitarnya adalah Samudra Hindia dan Selat Mentawai. Laut sekitarnya adalah Samudra Hindia dan Selat Mentawai. Secara kepamongprajaan daerah tersebut termasuk wilayah Propinsi Sumatra Barat, Kabupaten Padang Pariaman yang meliputi dua kecamatan, yaitu Kecamatan Siberut Salatan dengan ibukota Muara Sikabaluan, dan Kecamatan Siberut Selatan dengan ibukota Muara Siberut.

Penduduk daerah ini masih sedikit jumlahnya, yakni 18.149 jiwa dengan kepadatan lebih kurang 4 jiwa/km2. Lebih kurang 90 penduduknya Suku Mentawai, sisanya kaum pendatang, yaitu Suku Minang, Jawa dan Batak. Bagian terbesar daerah ini beragam Nasrani (Katholik dan Protestan), sisanya beragama Islam dan penganut kepercayaan masyarakat asli yang disebut Sabulungan. Yang terakhir ini khususnya dari suku Mentawai. Penduduk pada umumnya bertani, menangkap ikan dan mencari hasil hutan seperti rotan; hanya sebagian kecil yang bekerja di kantor pemerintahan dan yang berdagang.

Pulai Siberut merupakan pulai terbesar bila dibandingkan dengan pulau lain yang membentuk Kepulauan Mentawai, namun perkembangannya sangat lambat.

Daerah pemetaan beriklim tropika dengan musim kemarau dan hujan. Musim kemarau berlangsung pada bulan Pebruari, Juni dan Desember, sisanya musim hujan. Hari hujan terbanyak terdapat pada September dan Oktober yaitu 22 dan 25 dari dalam sebulan. Curah hujan dalam setahun berkisar 2.500 sempai 4.000 mm; suhu umumnya antara 260 dan 270 C.

Daerah ini berhutan tropis yang lebat. Daerah pantai, terutama pantai timur ditumbuhi bakau, sedangkan daerah pebukitan ditumbuhi pohon jenis meranti (kerai), kruing (elogat) dan rotan.

Perusahaan kayu yang terdapat hak pengusahaan hutan (HPH) di Siberut yaitu PT Cirebon Agung (1970), PT Sumber Jaya (1972) dan PT Tridatu (1983) di Siberut Utara dan PT CPPS (1969), PT Kayu Siberut, dan PT Inkappa (1973) di Siberut Selatan. Perusahaan kayu yang masih beroperasi adalah PT Tridatu dan PT Inkappa.

Binatang yang terdapat di antaranya bilou (Kloss gibbong), joja (Mentawai laguar), simakobu (Smias concolar), bokkoi (Mentawai masaque, Macaca pagensis), binatang ini termasuk jenis kera/monyet, selain itu terdapat juga rusa, ular, dan babi; kira-kira 60 dari binatang menyusui yang hidup di daerah ini merupakan binatang endemik yaitu spesies atau subspecies yang hanya terdapat di daerah ini.

Daerah pemetaan dapat dicapai dari Padang dengan kapal laut perintis milik PT Pelni yang beroperasi 2 kali sebulan, yang menyinggahi ibukota kecamatan, selain itu terdapat kapal-kapal motor bermuatan 10 sampai 20 ton milik swasta dan perusahaan kayu yang jadwalnya tidak teratur. Di daerah pemetaan belum ada jalan yang dapat dilalui kendaraan bermotor, kecuali jalan yang dibuat oleh perusahaan kayu.

yang dibuat oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi. Daerah ini sebagian besar berupa pebukitan menggelombang dan bagian lain berupa dataran. House di Blok Mentawai. . Sebaran satuan ini terdapat di daerah pantai. Elber dan Ranneft daerah Siberut.Hubungan antara satu tempat dengan yang lain berlangsung dengan kapal/perahu motor dan sampan. Satuan ini menempati sekitar 80 Lembar. Laporan geologi daerah ini yang tersedia berasal dari Terpestra (1992). Penyaliran berpola kisi dan dendrite. Satuan pebukitan menggelombang berketinggian antara 50 dan 384 meter di atas muka laut dan berkemiringan antar 100 sampai 700 . Satuan dataran berketinggian kurang dari 50 m di atas muka laut dan berkemiringan lereng di bawah 100. FISIOGRAFI DAN MORFOLOGI Secara fisiografi daerah pemetaan termasuk dalam busur luar takbergunungapi. Penyaliran berpola sejajar. AMS Seri T 503 Lembar SA 47-2. terutama terlampar di bagian tengah dan beberapa bagian di pantai barat. Sekitar 80 daerah ini terlingkup potret udara dengan jalur berarah baratlaut-tenggara dengan tutupan awan sekitar 30 dan bersekala 1 : 80.000. 6 & 7. terutama di pantai timur dan merupakan daerah pemukiman dan kebun kelapa. Hertog (1940) dan House (1971). Peta dasar yang digunakan adalah peta topografi sekala 1 : 250. Terpestra menyelidiki daerah Siberut dan Sipora. berasal dari peta topografi U.000. Hertog.S. Satuan ini pada umumnya berupa daerah perladangan.

terutama di pantai timur dan di beberapa sungai. batugamping. hasil rombakan batuan yang lebih tua. lanau. Formasi Saibi menjemari dengan Formasi Sagulubbek. batulanau. dengan lensa batupasir gampingan dan lapisan tipis lignit. batulempung. Batuan sedimen yang menindih Komplek Bancuh adalah Formasi Saibi (Tmps) dan Formasi Sagulubbek (Tmpsa). umurnya Miosen Akhir. tufa dengan kongkresi dari batupasir gampingan. Satuan ini tersebar di sepanjang pantai. batulempung tufaan. lempung dan bongkah. . kerakal. dalam masa dasar berbutir pasir sangat halus sampai lempung yang tergeruskan secara menyeluruh. kerikil. batugamping. napal. umurnya Miosen Akhir sampai Pliosen Akhir. batulempung tufaan. Formasi Kalea (QTpk) menjemari dengan Formasi Sagulubbek (Tmpsa) yang terdiri dari perselingan antara napal. Formasi Saibi terdiri dari tufa. serpih. umurnya Miosen Akhir sampai Plistosen Awal. Formasi Sagulubbek terdiri dari batupasir bermika. Perian Satuan Peta ENDAPAN PERMUKAAN Qa ALUVIUM : Pasir. Batuan tertua yang tersingkap di daerah ini yaitu Komplek Bancuh Tarikan yang terdiri dari bongkah aneka bahan dengan berbagai ukuran dan umur. batulempung tufaan.STRATIGRAFI Tataan Stratigrafi Daerah pemetaan ditempati batuan sedimen dan tektonit berupa batuan bancuh. umurnya Miosen Akhir sampai Pliosen Awal. batupasir tufaan dan batupasir gampingan. batupasir. Satuan termuda ialah batugamping koral. endapan rawa dan alluvium yang berumur Holosen. batulempung. napal.

berbutir halus – sedang. struktur sedimen berupa perarian sejajar. napal dan batupasir gampingan. mengandung fosil. kesarangan kecil. berlapis. rapuh. setempat berkemiringan 150 sampai 200. rapuh – padat. kelabu kehijauan. tebal lapisan 2 sampai 5 cm. tergerus. terpilah buruk. berkemiringan 300 sampai 600. Formasi ini berlapis baik. terlipat kuat. BATUAN SEDIMEN Tmps FORMASI SAIBI : Tufa. Struktur sedimen berupa perarian sejajar. lanau.Qs ENDAPAN RAWA : Pasir. tebal lapisan antara 5 dan 50 cm. dapat diremas. kelabu kehijauan. batulempung tufaan. mengandung fosil. perarian konvolut dan pita kusut. terkekarkan. rapuh.menyudut tanggung. Batupasir tufaan. berlapis. lumpur. batulempung. Napal. menyudut . dan gambut. berbutir halus sampai sedang. tergerus. setempat gampingan. Batulempung tufaan. putih-putih kekuningan. padat. Fosil foraminifera plangton yang terdapat pada batulempung tufaan di antaranya : . lempung. menyudut – menyudut tanggung. mengandung fosil dan karbon. Batupasir. terpilah sedang. Tufa. kelabu muda – kelabu kecoklatan. getas – padat. mengandung fosil. berbutir halus. Satuan ini tersebar di muara beberapa sungai terutama di pantai utara. kelabu kehijauan. batupasir tufaan.

batulempung.. hubungan tertulis). Uvigerina spp. pantai timur bagian tenggara. dalam Marks. Globigerinoides obliquus (Bolli)... Bolivina sp. globigerinoides extremus (Bolli & Bermudez). . Textularia sp. Gynoidina spp. batupasir gampingan. bagian atas terdiri dari batupasir. Sipora (Budhitrisma dan Andi Mangga.. Planulina sp. dengan lokasi tipe di Sungai Saibi. berhubungan menjemari dengan Formasi Sagulubbek dan secara tektonik dengan Komplek Bancuh Tarikan (Tmbt). batulanau. (Budiman. 1983).. batugampingan dengan lensa batupasir gampingan. serpih.000 m. Glocassidulina sp. batulempung.. Sphaeroidinellopsis subdehiscens (Blow). Singkapan terbaik terdapat di Kampung Katurai.Pulleniatina primalis (Banner & Blow). Satuan ini dapat disebandingkan dengan Formasi Maonai di P. Pullenia sp. batupasir gampingan. Formasi ini terlampar di pantai timur dan membentuk pebukitan menggelombang. batulempung gampingan dan sisipan tipis lignit. Tmpsa FORMASI SAGULUBBEK : Bagian bawah terdiri dari tufa. 1957). Pagai dan P. Kumpulan fosil ini menunjukkan umur Miosen Akhir sampai Pliosen Awal (N13 – N19) dan lingkungan pengendapan laut dalam (batial). 1984. Nama formasi ini pertama kali diajukan oleh Hertog (1940. Satuan ini tebalnya diperkirakan antara 600 dan 1. Globigerina Venezuelana (Hedberg).. bagian tengah terdiri dari perselingan batupasir bermika.. selain itu dijumpai pula duri – duri echinoid. Nodosaria sp.

perarian sejajar. mengandung mika. agak padat. dan mika dalam jumlah yang banyak. glaukonit. berlapis baik. kadang – kadang membentuk kongkresi yang kehitaman. tebal lapisan dari 5 sampai 20 cm. kelabu – kelabu kehijauan. Setempat pada bidang permukaannya terdapat lapisan oksida besi berwarna coklat tua sampai kehitaman. . padat. Batulanau. agak keras. membundar – menyudut tanggung. struktur sedimen berupa silang siur. struktur sedimen berupa silang siur. silang siur. karbon. perarian konvolut. mengandung mineral mika. karbon. tebal lapisan dari 20 sampai 60 cm. kelabu muda – kelabu kehijauan. menyudut – menyudut tanggung. mengandung mineral kuarsa. Serpih. berbutir halus – sedang. lengseran dan pembebanan. Batupasir bermika. Batugamping. kadang – kadang membentuk kengkresi yang bergaris menengah dari 2 sampai 4 cm. struktur sedimen berupa perarian sejajar. tebal lapisan dari 2 sampai 10 cm. berbutir halus – sedang. berlapis. berlapis.Tufa. berlapis. berlapis. putih kekuningan . tebal lapisan dari 30 sampai 100 cm. padat. perarian konvolut. agak padat – padat. feldspar. rapuh. kelabu muda. kelabu tua. perarian konvolut dan perarian menggelombang. mengandung mineral mika. struktur sedimen berupa perarian sejajar.kuning kecoklatan. setempat gampingan. tebal lapisan dari 2 sampai 10 cm. setempat mencapai 60 cm.

terpilah sedang. berlapis. lunak. dan terlipat kuat. membundar tanggung – menyudut tanggung. Lignit. tebal lapisan 2 -10 cm. setempat memperlihatkan kemiringan 150 – 300. feldspar. membundar – membundar tanggung. Batulempung. mika. berbutir halus – sedang. setempat gampingan repui. kelabu muda. terabak dan terlipat kuat. Batuan pembentuk formasi ini menunjukkan perlapisan yang baik. setempat bersifat gampingan. coklat – coklat kebiruan. berlapis. rapuh sampai agak padat. tebal 5 – 20 cm. struktur sedimen berupa perarian sejajar. . Batupasir. Dalam serpih dijumpai fosil foraminifera plangton dan bentos. dapat diremas. mengandung fosil. hitam kecoklatan. kelabu. mengandung mineral kuarsa. terpilah sedang. mineral hitam. kelabu kebiruan. tebal lapisan5 – 45 cm. repui. dengan kemiringan 400 – 800. coklat muda – coklat kebiruan. Lensa batupasir gampingan. ukuran komponen kerakal – kerikil terdiri dari kuarsa dan butiran sela. kelabu – kelabu kebiruan. Napal. silang siur. berbutir halus – sedang. padat. tersesarkan. pada daerah sentuhan dengan Komplek Bancuh terabak. mengandung mika. menyudut tanggung – menyudut. berbutir halus – sedang. Konglomerat. tebal 2 – 7 cm. berjurus baratlaut – tenggara. perarian konvolut.Batupasir gampingan.

Dan Uvigerina sp. 1977. Nias (Hehanussa. 1979). Globorotalia plesiotumida (Blow & Banner). Sagulubbek.200 m. hubungan tertulis) Formasi ini tebalnya diperkirakan antara 700 dan 1. 1983) dan Lapisan/Formasi Nias di P. bersentuhan secara tektonik dengan Komplek Bancuh Tarikan (Tmbt) dan menjemari dengan Formasi Kalea (QTpk).Foraminifera plangton yang dapat dikenal antara lain: Globorotalia mangaritae (Bolli & Bermudez). Globoquadrina altispira (Cushman & Jarvis). Globigerinoides immaturus (Le Roy). 1983. . zona batial (Budiman. sedangkan foraminifera bentosnya terdiri atas: Nodosaria sp. Singkapan terbaik terdapat di S. namun tidak dijelaskan lokasi tipenya secara tepat. diduga lokasi tipe tersebut di daerah Sungai Sagulubbek.. Globigerinoides ruber (D’Orbigny) dan Globorotalia acostaensis (Blow). pantai barat. membentuk morfologi pebukitan menggelombang. Planulina sp. Sipora (Budhitrisna dan Andi Mangga. Satuan ini dapat disebandingkan dengan Formasi Tolopulai di P. dalam Sukamto. Kumpulan fosil ini menunjukkan umur Miosen Akhir sampai Pliosen Akhir (N15 – N21). Globigerinoides extremus (Bolli & Bermudez). Globigerinoides trilobus (Reuss). Globigerinoides obliquus (Bolli). dengan lingkungan pengendapan laut dalam. Siberut Selatan. Pagai dan P. Globigerinoides sacculigerus (Brady). Nama lain yang pernah dipakai adalah Marepan Stage (Formation) oleh Hertog (1940. Sebarannya terdapat di pantai barat dan bagian tengah. 1957). Globorotalia sp. dalam Marks.

tufa dengan kongkresi batupasir gampingan. batupasir. membundar tanggung – menyudut tanggung. struktur sedimen berupa perarian sejajar. mengandung mineral kuarsa.QTpk FORMASI KALEA: Perselingan napal. berlapis. kelabu muda. perarian sejajar. batulempung tufaan dan batulempung pasiran. mengandung mineral kalsit. lunak – padat. Fosil foraminifera plangton dan bentos terdapat dalam napal. Napal. Formasi ini berlapis baik. rapuh. Globigerinoides immaturus (Le Roy). berlapis. kelabu muda. setempat berkemiringan 350 – 600 berjurus baratlaut – tenggara dan terlipat lemah. Batulempung. Globigerinoides obliquus (Bolli) dan foraminifera kecil bentosnya . batulempung tufaan. setempat tufaan. tebal lapisan 2 – 40 cm. kelabu muda – kelabu kehijauan. rapuh – agak padat. Orbulina universa (D’Orbigny). Sphaeroidinellopsis subdehiscens (Blow). tebal lapisan 10 – 30 cm. terpilah buruk. perarian menggelombang. tebal lapisan 5 – 20 cm. Batupasir. Globigerinoides conglobatus (Brady). Kuarsa. Foraminifera plangton yang dapat dikenal antara lain: Sphaeroidinellopsis seminulina (Schwager). batulempung. struktur sedimen berupa perlapisan bersusun. batulempung. perarian konvolut. berbutir halus – kasar. setempat tufaan. dengan kemiringan lapisan 50 – 300. berlapis. feldspar dan fosil. moluska dan foraminifera kecil dalam jumlah yang banyak. mika.

Selain itu dijumpai pula koral Ostracoda. Pseudorotalia sp. Eponides sp. duri – duri echinoid dan cangkang –cangkang moluska. Globorotalia tosaensis (Takayanagi & Saito). dengan lingkungan pengendapan laut terbuka berkisar pada zona sublitoral bagian luar (Budiman. Cellantus sp. Triloculina spp. Gyroidina sp. Globorotalia multicamerata (Cushman & Jarvis). Globorotalia acostaensis (Blow). Globorotalia scitula (Brady). sedangkan foraminifera besar yang ditemukan adalah Operculina sp. Siphonodosaria sp. Kumpulan fosil ini menunjukkan umur Miosen Akhir sampai Pliosen atau N17 – N20. Globocassidulina sp. Melonis sp. Pulleniatina obliquiloculata (Parker & Jones). Globigerinoides conglobatus (Brady). 1983. Nonion sp. Kumpulan fosil ini menunjukkan umur Pliosen Akhir (N21).. hubungan tertulis). Textularia sp.. Globorotalia tumida (Brady). Globorotalia acostaensis (Blow). Pyrgo sp. Globorotalia scitula (Brady). Lenticulina sp. Gaudriyina sp.. Sphiroloculina sp. hubungan tertulis) Foraminifera plangton yang terdapat pada napal adalah: Globorotalia tosaensis (Takayanagi & Saito). Globorotalia menardii (D’Orbigny). Globigerinoides saculigerus (Brady).. Nodosaria sp.m Calcarina sp. Globorotalia tumida (Brady). Pulleniatina obliquiloculata (Parker & Jones). Sphaeroidinella sp. (Budiman. Amphistegina sp. dan foraminifera bentosnya adalah: Quinquiloculina sp. Globorotalia truncatulinoides . Globorotalia acostaensis humerosa (Takanayagi & Saito).adalah: Pullenia sp. Orbulina universa (D’Orbigny). Uvigerina spp. Foraminifera plangton yang terdapat pada napal adalah: Sphaeroidinella dehiscens (Parker & Jones). Lenticulina sp. 1983. Planulina sp.

Sebaran formasi ini terdapat di pantai barat. membentuk pebukitan menggelombang.. zona N22. 1983) dan Lapisan Nalawa di P. hubungan tertulis).. 1979). Nama formasi ini pertama kali diajukan oleh Hertog (1940. tertindih tak selaras oleh batugamping koral (Qg). Siberut Selatan.(D’Orbigny). Bulimina sp. Globigerinoides immaturus (Le Roy). maka unsur satuan ini adalah Miosen Akhir sampai Plistosen (N17 – N22). Bolivinita sp. dan foraminifera kecil bentosnya adalah: Quinquiloculina sp. dengan lokasi tipe di sungai Kalea. Pagai dan P. dalam Sukamto. Kumpulan fosil ini menunjukkan umur Plistosen. Uvigerina sp. dan beberapa tempat di pantai timur.. Satuan ini dapat disebandingkan dengan Formasi Batumonga di P. 1983. Pyrgo sp. 1957).. Gyroidina sp. pantai barat. dan Sphaeroidina sp. Sphaeroidinellopsis subdehiscens (Blow). pulau – pulau kecil. Brizalina sp... 1977. Globigerinoides trilobus (Reuss). Satuan ini tebalnya diperkirakan antar 150 750 m. Berdasarkan hasil penentuan umur tersebut di atas. Nias (Hehanussa. dalam Marks. Globigerinoides ruber (D’Orbigny). Sipora (Budhitrisna dan Andi Mangga.. dengan lingkungan pengendapan laut dalam (Budiman. .

komponen utama cangkang – cangkang koral dan batugamping. dan lingkungan pengendapan laut dangkal. tidak berlapis. 1979). Satuan ini dapat dikorelasikan dengan Formasi Simatobat di P. genes dan batugamping. Sebarannya terdapat terutama di pulau-pulau di pantai timur dan beberapa tempat di pantai Taileleu. kaya atas cangkang koral dan ganggang. batulanau malih. Sipora (Budhitrisna dan Andi Mangga. Nias (Hehanussa. sabak. Kalkarenit. padat. serpih. amfibolit. Pagai dan P. di dalam masadasar berbutir pasir sangat halus sampai lempung bersisik yang tergerus secara menyeluruh. Bongkah batuan yang terdiri dari grewake. rijang. 1977. Fosil penunjuk tidak dijumpai. pantai selatan dan di P. kalkarenit dan kalsirudit.Qg BATUGAMPING KORAL. dalam Sukanto. putih. TEKTONIT Tmbt KOMPLEK BANCUH TARIKAN. filit. umur satuan diperkirakan Plistosen sampai Holosen. mengandung cangkang koral. 1983) dan batugamping Koral di P. ukuran komponen 2 sampai 5 mm. . Kalsirudit. sekis mika. Jujuat. padat. padat. Batugamping koral. konglomerat. Batugamping koral. putih kekuningan – coklat muda. putih kekuningan. basal.

terpilah sedang. terpilah baik. mineral lempeng. merah kecoklatan. kelabu muda. getas –padat. Napal. berbutir kasar. batupasir malih. . kuarsa. mengandung mineral kuarsa. mineral bijih. mengandung mineral feldspar. membundar tanggung – menyudut tanggung. feldspar. Konglomerat. biotit. getas – padat. karbon. agak padat. menunjukkan adanya perdaunan. kesarangan kecil. kelabu. masadasar pasir. membundar tanggung – menyudut tanggung. serisih. mika. Tufa. padat. mika dalam jumlah yang banyak. membundar – membundar tanggung. kelabu muda. menunjukkan struktur bodin dengan N 3000 – 3300 E.Grewake. muskovit. kesarangan sedang. agak padat. kaca. kemas terbuka. komponen terdiri dari kuarsa. Batupasir malih. berbutir halus – sedang. ortoklas. mengandung kuarsa. ukuran komponen kerikil – kerakal. berbutir pasir halus. semen silica. terpilah sedang. piroksen. mengandung mineral kuarsa. menyudut tanggung – membundar tanggung. kelabu muda – kelabu kehijauan. mengandung mika. terdiri dari kuarsa. padat. mengandung mineral kuarsa. Sepih. pirit. berbutir pasir halus – sedang. terkersikkan padat. Rijang. Batulanau malih. kelabu muda – kelabu kehijauan. mineral hitam. terpilah baik. Batupasir kuarsa. kelabu muda – kelabu kehitaman. kelabu muda. kelabu muda – kelabu tua. padat.

klorit yang mungkin berasal dari mineral mafik. berbutir tak seragam. porfiritik. berbutir kasar. padat. tersusun oleh mineral kuarsa. ortoklas. Kuarsit. padat. albit. Basal malih. kelabu muda. kelabu kehijauan. Andesit. tersusun oleh mineral piroksen. berbutir menengah. dan mineral . kelabu kehijauan. dengan mineral nematoblas yang menunjukkan perdaunan membentuk sekistosa yang kurang baik. hypidiomorfik granular. mengandung mineral bijih sebagai mineral tambahan. terkloritkan. kelabu kehijauan. Sekis. padat. mineral bijih dan klorit. mununjukkan hubungan intergranular. muskovit dan mineral bijih. fragmen batuan terkersikkan. olivin. mineral lepidoblas membentuk perdaunan dan segregasi bending. bersifat heteroblas. terkekarkan. Filit. padat. muscovite. terdapat retakan yang diisi oleh kalsit. berbutir halus. garnet. holokristalin. mineral granoblas membentuk sekistosa tertutup. padat. kelabu kehijauan. kuarsa. kelabu muda – kelabu kehijauan. dengan mineral berbentuk lepidoblas dan granoblas.Basal. beberapa mineral terutama mineral fenokris telah terputar dan mineral masadasar terdaunkan. fenokris terdiri dari plagioklas tertanam dalam masadasar mikrolit feldspar. bersifat heteroblas. Horenblendit. tersusun oleh mineral kuarsa. kelabu muda. tersusun oleh mineral horenblenda. dan mika. berbutir sengat halus. kelabu kehijauan. karbonat. Amfibolit. padat. piroksen dan mineral bijih.

. kelabu kehijauan.. .bijih sebagai mineral tambahan. dan diendapkan dalam lingkungan laut dangkal (Budiman. Terdapat retakan yang diisi oleh silika yang telah terhablur ulang. padat. bertekstur porfiri. tergerus secara menyeluruh. serpentin sebagai mineral ubahan dari batuan ultramafik. kelabu muda – kelabu tua. 1983. terdapat retakan yang diisi oleh kalsit. mineral piroksen telah terubah menjadi serpentin. serpentin. bertekstur bioklastika. kelabu muda. lunak. idingsit. Dunit. berbutir halus. biru kehijauan. dan Miogypsinoides sp. menunjukkan struktur mesh. dari sisa – sisa mineral dan jejak ubahannya diduga berasal dari piroksenit. pejal. napal dan batulempung tufaan yang tergerus. Spiroclypeus sp. terkekarkan dan terbreksikan. menunjukkan struktur bastit. yang menunjukkan umur antara Oligosen Akhir dan Miosen Awal. Serpentinit.. kuarsa dan mineral bijih. terserpentinkan. pejal. dan mineral bijih. Lempung. penyusun utamanya cangkang fosil. coklat muda. Dalam bongkah batugamping dijumpai fosil foraminifera besar yang terdiri dari Lepidocyclina sp. Batugamping. Umur bantuan bancuh ditentukan dari fosil yang terdapat di dalam batugamping. mineral bijih. Piroksenit. jenjang Te bawah – Te atas. hubungan tertulis). pejal. terdiri dari mineral olivin. hubungan satu sama lain umumnya tidak bersinggungan.

Saibi dan S. Globorotalia siakensis (Le Ray) dan fosil foraminifera bentos: Gyroidina spp. berlingkungan pengendapan neritik. Globoquadrina altispira (Cuchman & Jarvis). Nias (Hehanussa. dan Komplek Oyo di P.. maka umur satuan ini diduga Miosen Tengah sampai Miosen Akhir.. Komplek bancuh ini tersingkap dengan baik di S. 1983. 1979). Kumpulan fosil tersebut menunjukkan umur Oligosen – Miosen Tengah. S. dalam Sukamto. zona sublitoral bagian dalam (Budiman. Eponides spp. 1977. tersingkap terpisah-pisah tetapi searah dengan sumbu panjang pulau (baratlaut-tenggara) dan membentuk pebukitan menggelombang.Dalam bongkah batulempung tufaan yang tergerus dijumpai fosil plangton. Sipora (Budhitrisna dan Andi Mangga. Mauku (cabang S. hubungan tertulis). Pagai dan P. di P. . Siberut Selatan). Berdasarkan hasil penentuan umur tersebut di atas. 1983). Globocassidulina sp. Tarikan. pantai baratlaut. Komplek Bancuh Tarikan dapat disebandingkan dengan Komplek Bancuh Simatutu.. Nodosaria sp. Sebaran satuan pada umumnya terdapat di bagian tengah dan beberapa tempat di pantai timur bagian tenggara. Saibi.

sesar mendatar dan sesar turun. hampir sejajar dengan sumbu panjang pulau. Lipatan pada umumnya berkembang baik pada sedimen paling tua dan menbentuk antiklin dan sinklin. Bersamaan dengan pembentukan itu terjadi penggerusan. Sesar naik umumnya berarah baratlaut-tenggara. 1976). 1983). Pada Miosen Akhir sampai Pliosen Awal diendapkan Formasi Saibi. Kenampakan di lapangan menunjukkan hubungan yang sangat erat antara sesar naik dengan bancuh. batuan asal benua dan bagian kerak bumi yang lebih dalam membentuk bancuh (Komplek Bancuh Tarikan). umumnya berkembang baik pada satuan sedimen paling tua (Formasi Saibi dan Sagulubbek). dikutip karig. 1980). Pembentukkan Bancuh tersebut diduga berlangsung sampai Miosen Akhir. 1980. dalam Budhitrisna. 1977. Formasi sedimen tersebut di atas diendapkan dalam cekungan di antara tinggian-tinggian bancuh (cekungan akrasi) sebagai endapan kubang. Tekuk lereng parit ini telah bergeser ke atas laut. Sentuhan antara bancuh dengan satuan batuan sedimen di atasnya adalah sesar naik. Bagian bawah formasi ini (Formasi Saibi . yang berhubungan saling menjari. penyesaran naik batuan sedimen dalam parit. dengan Lempeng Eurasia. drr. Jawa (Hamilton. sesar naik. jenis lipatan taksetangkup. kemiringan bidang sesar antara 300 – 500 berarah ke timurlaut. Struktur geologi yang terdapat di daerah ini berupa lipatan. Lipatan rebah yang sebagian besar berkembang menjadi sesar naik. Kegiatan tektonik di daerah ini pada Oligosen – Miosen Akhir menunjukkan pembenturan kerak Samudera Hindia yang bergerak ke utara. Formasi Sagulubbek dan Formasi Kalea. Jalur pelentukan condong ke timurlaut (Karig. drr. 1973.STRUKTUR DAN TEKTONIKA Daerah penyelidikan merupakan bagian tekuk lereng parit pada Sistem Busur Sunda (Moore. membentuk punggung busur luar yang menerus dari Kepulauan Andaman ke baratdaya P. dengan bidang sumbu miring ke timurlaut. sedimen samudera.

ACUAN Anonymous. Bahan-bahan ini dapat diusahakan untuk bahan bangunan dan jalan. A.. napal.. 1980. Laporan Geologi Lembar Pagai dan Sipora. Kegiatan tektonik diduga masih terus berlangsung sampai saat ini. Pada Plistosen Akhir daerah ini berbentuk cekungan laut dengkal tempat koral berkembang baik. Mangga. pasir dan bongkah batuan ultramafik terdapat dalam jumlah yang cukup banyak. Report on a regional survey of the Mentawai Island and the Island of Enggano. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi. tersesarkan dan bersentuhan secara tektonik dengan bancuh. . R. Elber. Budhitrisna. 1940. Saving Siberut A Conservation Master Plan. Fasa tektonik yang akhir terjadi selama itu. hal ini ditunjukkan oleh adanya terumbu koral terangkat dan yang masih tumbuh. ditunjukkan oleh cenanggaan yang berkurang ke bagian atas.. pencenanggaan yang terjadi menyebabkan pelipatan dan penyesaran batuan terdahulu. Bandung. tidak diterbitkan.dan Formasi Sagulubbek) tercenangga kuat. laporan terbuka. Bogor. Batugamping. T.. Fasa tektonik berikutnya terjadi pada Plistosen Akhir. 1983. bersamaan dengan pendangkalan pengendapannya. Pertamina. dan S. The World Wildlife Fund Indonesia Programme For The Government of Indonesia. Pebruari 1980. SUMBERDAYA MINERAL Batugamping koral. batulempung dan batupasir terdapat dalam jumlah yang banyak dan mungkin dapat digunakan sebagai bahan dasar untuk industri bangunan.

. Indonesia. 18 – 20.W. L.E. Hehanussa. 1971. Departemen Perhubungan R. The Hague. Assoc. Lap.. 1978. Desember 1979.. R.. tidak diterbitkan. and P. and R. 1975. Voorloopige mededeeling over een geologische verkenningstocht op de eilanden Siberoet en Sipoera (Mentawai eilanden).I. 87 – 108. April 1971. Jaw. Karig. Suparka. Office. Ranneft. Geol. Bandung. PROD. Santosa. 12. Melange sebagai Satuan Tektono Stratigrafi yang penting di Indonesia. Moore. Terpestra.. vol. S. Seri Geol. v. Print. Soeparyadi.. Stratigraphic lexicon of Indonesia. The Geology of Indonesia. Pusat Meteorologi dan Geofisika.. Fourth Annual Conv..P. VIII. Van Bemmelen.. UN ESCAP CCOP Techni. 1957. 1979. 1932. G. Jenney Indonesia Joint Venture.Hariadi M. Bandung. Keilmuan No. Exploration of Mentawai Block. Sukamto. M. 31. Petroleum geology of the Mentawai Contract area. 1971. Pertem.. Mark.. Pemeriksaan Hujan di Indonesia. . dan S.M. Jakarta. P.E. Gov. tidak diterbitkan. 1978. June 1975. p. R... Pertamina Jakarta. West Sumatra : Indon. n. D. De Mijning. IA. Bull..A.S. Structure and Genozoic Evolution of the Sunda Arc in the central Sumatra Region. Proc. 89. Publ. Pertamina Jakarta. Petrol.. House. T. Ilmiah Tahunan Ikatan Ahli Geol Indon. 1949. Reconnaissance report Jenney offshore and onshore Southwest Sumatra contract area.