Anda di halaman 1dari 2

Nama : Mochamad Faliqul Ishbah NIM : 082011101019 1. Prinsip pemberian obat pada epilepsi?

• Monoterapi lebih baik  o mengurangi potensi adverse effect, o meningkatkan kepatuhan pasien, o tidak terbukti bahwa politerapi lebih baik dari monoterapi dan biasanya kurang efektif karena interaksi antar obat dan akumulasi efek samping dengan politerapi • Hindari atau minimalkan penggunaan antiepilepsi sedatif  toleransi, efek pada intelegensia, memori, kemampuan motorik bisa menetap selama pengobatan • • • • • • • mulai terapi dengan satu antiepilepsi non-sedatif, jika gagal baru diberi sedatif atau politerapi Terapi sesuai dengan jenis epilepsinya Memperhatikan risk-benefit ratio terapi Penggunaan obat harus sehemat mungkin dan sedapat mungkin dalam jangka waktu pendek Mulai dengan dosis terkecil dan dapat ditingkatkan sesuai dengan kondisi klinis Ada variasi individual terhadap respon obat antiepilepsi  perlu pemantauan ketat dan penyesuaian dosis Jika suatu obat gagal mencapai terapi yang diharapkan  pelan-pelan dihentikan dan diganti dengan obat lain (jangan politerapi) Lakukan monitoring kadar obat dalam darah, jika mungkin, lakukan penyesuaian dosis dengan melihat juga kondisi klinis pasien

2. Apakah setiap pasien epilepsi wajib dilakukan pemeriksaan EEG ? Pemeriksaan EEG seharusnya dilakukan pada semua pasien epilepsi dan merupakan pemeriksaan penunjang yang paling sering dilakukan untuk rnenegakkan diagnosis epilepsi. Adanya kelainan fokal pada EEG menunjukkan kemungkinan adanya lesi

misalnya spasme infantile mempunyai gambaran EEG hipsaritmia. kejang bisa terjadi karena adanya pendarahan akibat infark serebri regional. Kejang sering muncul. sedangkan adanya kelainan umum pada EEG menunjukkan kemungkinan adanya kelainan genetik atau metabolik. Apakah yang di maksud status epilepsi? Yaitu keadaan konvulsi umum yang berlangsung terus – menerus atau timbul secara berturut – turut dengan interval yang sejenak saja. paku-ombak. Apakah ini epilepsi? Berikan alasannya! Tidak. datang ke poli saraf tiba – tiba pasien kejang. 5. 3) Adanya gelombang yang biasanya tidak terdapat pada anak normal. irama gelombang lebih lambat disbanding seharusnya misal gelombang delta. epilepsi petit mal gambaran EEG nya gelombang paku ombak 3 siklus per detik (3 spd). Definisi epilepsi ? Epilepsi adalah suatu serebral kronik dengan berbagai macam etiologi. yang dicirikan oleh timbulnya serangan paroksismal yang berkala. dan gelombang lambat yang timbul secara paroksimal. paku majemuk. Kasus: pasien stroke. Rekaman EEG dikatakan abnormal. 2) Irama gelombang tidak teratur. 4.struktural di otak. 1) Asimetris irama dan voltase gelombang pada daerah yang sama di kedua hemisfer otak. akibat lepas muatan listrik neuron – neuron serebral secara eksesif. misalnya gelombang tajam. epilepsi mioklonik mempunyai gambaran EEG gelombang paku / tajam / lambat dan paku majemuk yang timbul secara serentak (sinkron). . 3. Bentuk epilepsi tertentu mempunyai gambaran EEG yang khas. paku (spike).