Anda di halaman 1dari 7

REVISI 27 DES 2013 By.

LINDA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ukuran berhasilnya suatu pelayanan kesehatan tercermin dari penurunan Angka Kematian Ibu (Maternity Mortality Rate) sampai pada batas terendah yang dapat dicapai sesuai dengan kondisi dan situasi setempat serta waktu. Menurut Survei emogra!i Kesehatan Indonesia (S KI) tahun

"##$ Angka Kematian Ibu (AKI) ""%&'##.### kelahiran hidup. (arapan pemerintah untuk mencapai milleniun development goals (M )s) tahun "#'* angka kematian ibu ditekan men+adi '#"&'##.### kelahiran hidup ( epKes, "##$). Menurut -rawirohard+o ("##.), Secara global %#/ kematian ibu tergolong pada kematian langsung sebagai akibat komplikasi kehamilan, persalinan, atau masa ni!as dan segala intervensi atau penanganan tidak tepat dari komplikasi tersebut yaitu perdarahan pasca persalinan ("*/), sepsis ('*/), hipertensi dalam kehamilan ('"/), komplikasi abortus tidak aman ('0/), dan sebab lain (%/), Sedangkan partus macet menyumbang sekitar %/ dari penyebab kematian langsung, salah satu penyebab partus macet adalah kekuatan dan si!at his (kontraksi uterus) yang tidak normal yang menyebabkan kerintangan pada +alan lahir yang la1im terdapat pada setiap persalinan tidak dapat diatasi, sehingga persalinan mengalami hambatan atau kemacetan.

REVISI 27 DES 2013 By. laserasi$ &er'ara(an$ )n*ek+) 'an +y. -alpasi !undus selama his memungkinkan untuk mengka+i !rekuensi. 4ara induksi ataupun stimulasi persalinan dapat dilakukan dengan tindakan amniotomi ataupun penggunaan oksitosin (Myles. cedera akibat tindakan !orcep bahkan in!eksi paru akibat cairan ketuban. Akibat berbahaya yang dialami ibu bisa ter+adi atonia uteri. 5erdasarkan penelitian )erli S dkk tahun "#'#. LINDA BERAPA ANGKA KE ADIAN INERSIA U!ERI BAIK SE"ARA GL#BAL$ NASI#NAL% Kelainan his dimana uterus tidak berkontaksi dengan baik (Inertia uteri) dapat mengakibatkan partus macet dan lama yang dapat menimbulkan akibat berbahaya terhadap ibu maupun +anin. ANGKAN/A0%%% angka kelahiran dengan tindakan semakin tinggi. melibatkan **%0 wanita.k$ -BERAPA . +ika tidak terdapat kontraksi yang e!ekti!. penurunan bagian presentasi +anin akan belangsung lambat (23orn. "##0). -DI DELE!E01 Salah satu cara yang dilakukan untuk perbaikan ker+a uterus yang tidak adekuat adalah dengan induksi persalinan bila his tidak baik dari awal persalinan atau dengan stimulasi bila his lemah saat persalinan berlangsung. Semakin lama persalinan. Kemudian secara acak dilihat antar wanita dengan persalinan normal . trauma cerebri. semakin tinggi morbiditas serta mortalitas +anin dan semakin sering ter+adi as!iksia. "##0). durasi dan kekuatan his dengan cara meletakkan telapak tangan yang ditempelkan pada !undus. tu+uannya agar ter+adi pembukaan serviks dan dapat mendorong +anin.

Kelompok amniotomi. 5erdasarkan penelitian yang dilakukan Makarem M( dkk tahun "#'#. dilakukan induksi persalinan pada 0"# wanita dengan indikasi medis atau kebidanan. Kelompok amniotomi mencapai persalinan pervaginam dalam waktu "7 +am dan pada kelompok kontrol persalinan lebih dari "7 +am. amniotomi dilakukan pada !ase akti! awal persalinan. Keadaan serviks yang matang akan ter+adi keberhasilan partus pervaginam. -ro!. Sedangkan pada kelompok kontrol.REVISI 27 DES 2013 By. amniotomi dan kelompok kontrol. dari hasil penelitian didapatkan ada konsistensi antara saat amniotomi selama persalinan dalam hal dilatasi serviks. Margono B. Setiap peserta menerima vagina misoprostol *# mg setiap 6 +am untuk induksi persalinan. R343+an 2a+ala( . dr. dengan demikian pematangan serviks atau persiapan induksi harus dinilai sebelum pemilihan terapi. LINDA spontan dan wanita dengan tindakan amniotomi. ALASAN 2ENGA2BIL DI2ARG#N# APA% 5erdasarkan data diatas penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian dengan +udul 8(ubungan pemberian stimulasi pada kasus Inertia Uteri dengan ke+adian persalinan normal di 9SU Soekar+o tahun "#'0:. membran dibiarkan pecah secara spontan. Mereka secara acak dibagi men+adi dua kelompok yang sama.

dr. dr. Man!aat teoritis -ro!. Margono Soekar+o tahun "#'0. Menganalisis hubungan pemberian stimulasi pada kasus inertia uteri dengan ke+adian persalinan normal di 9SU Soekar+o tahun "#'0 D. <u+uan Umum <u+uan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian stimulasi pada kasus inertia uteri dengan ke+adian persalinan normal di 9SU -ro!. dr. <u+uan Khusus <u+uan khusus dalam penelitian ini adalah= a. dr. Mendeskripsikan pemberian stimulasi pada kasus Inertia uteri di 9SU -ro!.REVISI 27 DES 2013 By. . 8Adakah hubungan pemberian stimulasi pada kasus Inertia Uteri dengan ke+adian persalinan normal di 9SU Soekar+o tahun "#'0. !353an Penel)t)an '. Mendeskripsikan ke+adian persalinan normal di 9SU Margono Soekar+o tahun "#'0 c. ". Margono Soekar+o tahun "#'0 b. dr. Margono -ro!. 2an*aat Penel)t)an '.: -ro!. LINDA 5erdasakan latar belakang permasalahan diatas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut. Margono ".

wawasan dan re!erensi bagi penelitian selan+utnya. c. b. d. 5agi Institusi Kesehatan -enelitian ini dapat digunakan sebagai sumber bacaan atau masukan bagi pihak institusi kesehatan. ". LINDA (asil penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber in!ormasi dalam menambah pengetahuan. 5agi -eneliti -enelitian ini sebagai sarana mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama mengikuti proses pembela+aran di institusi pendidikan kebidanan pada pelayanan kesehatan khususnya pelayanan kesehatan ibu dan bayi.REVISI 27 DES 2013 By. . Man!aat praktis a. 5agi Ilmu -engetahuan -enelitian ini dapat digunakan sebagai masukan dalam ilmu pengetahuan terutama dalam bidang kebidanan untuk meningkatkan mutu pelayanan terhadap penanganan inertia uteri dengan tindakan stimulasi persalinan. 5agi Masyarakat -enelitian ini dapat menambah pengetahuan bagi masyarakat mengenai persalinan terutama persalinan dengan kasus inertia uteri.

dr. Koesma <uban en)+ &enel)t)an esain penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional. ("##6) 3'3l &enel)t)an pengaruh induksi persalinan terhadap ke+adian as!iksia bayi baru lahir 9SU . responden. Sampel yang diambil adalah seluruh ibu bersalin yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak "$.7/ mengalami as!iksia. Sa!aah.REVISI 27 DES 2013 By.1 Kea+l)an &enel)t)an Na4a 'an ta(3n &enel)t)an '. ?estari ("#'") (ubungan antara induksi persalinan dengan robekan +alan lahir spontan di 9SU Kebumen <ahun "#'' Ada hubungan antara induksi persalinan dengan robekan +alan lahir spontan di 9SU Kebumen tahun "#'' 1 LAGI PENELI!IAN /G PERNAH DILAKUKAN .77 berarti (o diterima artinya tidak ada pengaruh induksi persalinan terhadap ke+adian as!iksia bayi baru lahir.77/ mengalami as!iksia. <eknik pengambilan data yaitu dengan Simple Random Sampling. ". dan bayi yang dilahirkan $. untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh antar variabel kemudian dilakukan u+i Chi Square c " hitung > c " tabel yaitu >0.. 9. Kea+l)an Penel)t)an 5erikut ini adalah beberapa penelitian terdahulu dan terdapat beberapa perbedaan antara penelitian terdahulu dengan penelitian ini yaitu sebagai berikut6 !a7el 1. ata yang telah terkumpul dibuat tabel silang dan prosentase. Analitik dengan pendekatan case control Ha+)l &enel)t)an (asil penelitian dari "$. LINDA E. (asil u+i Chi Square = 2.7%'. responden didapatkan ibu bersalin dengan induksi sebanyak .# dan bayi yang dilahirkan '7. Sedangkan ibu bersalin normal sebesar '%.

2AS!ER !ABEL DIBUA! . "#VER DISER!AKAN 2. 2ARG#N# S#EKAR # !AHUN 2013 1.REVISI 27 DES 2013 By. DR. DA8!AR PUS!AKA DI SER!AKAN 9. LINDA 2 2ASUKKAN UGA PENELI!IAN INI "A!A!AN 27 DESE2BER 2013 PE2BERIAN S!I2ULASI PADA KASUS INERTIA UTERI DENGAN KE ADIAN PERSALINAN N#R2AL DI RSUD PR#8. DIBUA! BAB II DAN BAB III 3.