Anda di halaman 1dari 30

Wiryanto Bisma Pandia

PSPA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER FAKULTAS FARMASI USU
31 December 2013 Wiryanto, Bahan Diskusi Kuliah Manajemen Farmasi Komunitas/Apotik 1

Sarjana Farmasi
Identitas?

• Biaya mahal • Penyusutan umur • Penundaan peluang Kerja

Tujuan PSPA:
Menyiapkan Sarjana Farmasi menjadi Apoteker sebagai anggota masyarakat yang memiliki kompetensi profesional, mencakup bidang-bidang: • Pelayanan Farmasi Klinis dan Komunitas melalui Rumah Sakit dan Apotek; • Farmasi Industri meliputi obat, bahan obat, obat tradisional, makanan/minuman, dan kosmetika; • Administrasi Kefarmasian di Pemerintahan.

kode etik.TUJUAN PEMBELAJARAN Mampu memahami permasalahan dan pengelolaan apotek secara profesional sesuai dengan peraturan perundangundangan. dan standar profesi 31 December 2013 Wiryanto. Bahan Diskusi Kuliah Manajemen Farmasi Komunitas/Apotik 4 .

• pendirian apotek: studi kelayakan. • peraturan perundangan-undangan tentang perapotekan.Mata Kuliah membahas tentang: • apotek sebagai bisnis. strategi pengembangan. • apotek sebagai sarana pelayanan kefarmasian. laporan keuangan. . • akuntansi: administrasi. analisis impas. • perpajakan. analisis laporan keuangan.

FASILITAS PELAYANAN KEFARMASIAN • • • • • • APOTEK INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT PUSKESMAS KLINIK TOKO OBAT PRAKTEK BERSAMA 12/31/2013 6 .

(FIP.• Community Pharmacy: The area of pharmacy practice in which medicines and other related products are sold or provided directly to the public from a retail (or other commercial) outlet designed primarily for the purpose of providing medicines. The sale or provision of the medicine may be either on the order or prescription of a doctor (or other health care worker). 1998) . or “over the counter” (OTC).

889/2011) Surat Izin Apotik (SIA) adalah Surat izin yang diberikan oleh Menteri kepada Apoteker atau Apoteker bekerjasama dengan pemilik sarana untuk menyelenggarakan Apotik di suatu tempat tertentu (Kepmenkes No. (PP No.51/2009) Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA) adalah surat izin yang diberikan kepada Apoteker untuk dapat melaksanakan praktik kefarmasian pada fasilitas pelayanan kefarmasian (Permenkes No. Bahan Diskusi Kuliah Manajemen Farmasi Komunitas/Apotik 8 .1332/2002) 31 December 2013 Wiryanto.Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh Apoteker.

untuk mendukung praktek profesional farmasi PATIENT CARE PROCESS • penetapan problem terapi. 1998 • Pharmaceutical Care PRACTICE PHILOSPHY PRACTICE MANAGEMENT SYSTEM • sebuah sistem manajemen yang menjadi dasar kerangka kerja organisasi. Strand. dan evaluasi hasil .Components of Professional Practice Cipole. Morley. menyusun langkah-langkah.

Praktik Farmasi Komunitas/Apotek Cipole. Morley. 1998 • Asuhan Kefarmasian PRACTICE PHILOSPHY PRACTICE MANAGEMENT SYSTEM • Manajemen Apotek PATIENT CARE PROCESS • Farmasi Komunitas/Apotek . Strand.

Mee. demikian pula mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan maksimal baik bagi pimpinan maupun para pekerja serta memberikan pelayanan yang sebaik mungkin kepada masyarakat 11 . 1962) • Manajemen adalah seni untuk mencapai hasil yang maksimal dengan usaha yang minimal.• Management is the art of securing maximum result with minimum of effort as to secure maximum prosperity and happeness for both employer and employee and give the public the best posible service (John F.

orgenizing. 1992) • Manajemen dapat didefinisikan sebagai penggunaan perencanaan. pengarahan. and controlling functions in the most efficient manner possible to accomplish objectives (Skinner & Ivancevich. staffing. pengorganisasian. pengerjaan. dan fungsi pengendalian dalam cara yang paling efisien untuk mencapai tujuan 12 .• Management will be defined as the application of planning.

1992) • Mengapa belajar bisnis? o Adanya saling ketergantungan o Adanya peluang o Usaha untuk mempertahankan dan meningkatkan standar hidup o Adanya perubahan o Mencegah kesalahpahaman 13 . atau uang yang saling menguntungkan atau memberi manfaat (Skinner. jasa.• Bisnis: pertukaran barang.

para manajer menggunakan sumber daya/sarana/alat manajemen yang disebut 5 M: Man. Money. Methods.• Untuk mencapai tujuan. dan Markets (Manulang. 1992) 14 . Material.

STAKEHOLDERS APOTEK PEMILIK (OWNERS) MANAJER (APOTEKER) ORGANISASI PERUSAHAAN (APOTEK) PEMERINTAH KARYAWAN KREDITOR PELANGGAN 15 .

 Chain Pharmacy: : 300 outlets  Guardian : 90 outlets Pharmaceutical Manufacturer:  Century : 50 outlets 198 34 Foreign Investment.000 medical doctors.  Melawai : 17 outlets 10. Shoppe : 17 outlets (2002).  Boston : 4 outlets 34 Drugs consumption $ 1.  K24 : 2012:  Stand-alone : approx.000 50. School of Pharmacy. Pharmacist. 4 owned by the Government .  Roxy : 11 outlets 6000 Pharmacies.5 billion  Med. 6600 outlets (2003) 65 PT 6  Kimia Farma .

Boston  Ethical Plus : Most stand-alone pharmacy  Combination : Kimia Farma Melawai. Mahakam. Medicine Shoppe. or mixed 5  Combination . sub-urban. K24  Location  OTC Plus : City. Supermarket : Most in Prime locations  Ethical Plus : City. Type of Merchandise  OTC KAJIAN TAHUN 2003 Plus : Guardian. Century. Mall.

laboratory) IT System Inhouse IT 2 Guardian Hero Supermarket 90 • High income • Middle to High income • • • • Mall Hypermarket Strategic location Focus on big cities • Credit Card facility • Focus on OTC drugs • Modern layout ERP 3 Century PT Perintis 50 • High income • Middle to High income • • • • Mall Hypermarket Strategic location Focus on big cities • Credit Card facility • Focus on OTC drugs • Modern layout ERP 4 Apotek Indofarma Indofarma 15 • Middle to Low income • Location less strategic • Limited coverage • All ethical drugs available • Traditional layout N/A 5 Apotek Melawai Melawai 17 • Middle to High income • Strategic location • Only in Jakarta • • • • Some are open 24 hours Credit Card facility All ethical drugs available Modern layout ERP KAJIAN TAHUN 2003 7 . optic.Chain Pharmacy in Indonesia No 1 Chain Apotek Kimia Farma Group Kimia Farma Number of Apotek 300 Market Segment • Middle income • Middle to Low income Location • Strategic location • Spreading throughout Indonesia • • • • Service Quality Some are open 24 hours Credit Card facility All ethical drugs available Other facilities available (clinic.

 Profile: Existing Pharmacy Retail Business Tight competition Specific Retail Distribution Not easy to provide all customer needs Generally not well-managed Most are stand-alone owned Mostly depend on Doctor KAJIAN TAHUN 2003 4 .

0% 2001 12.000 10.944 32.644 23.3% 2002 15.654 27.873 19.Trend Indonesian Pharmaceutical Market 25.000 40% 35% 15.756 13.6% 2003 17.000 30% 25% 20% 5.5% 2004 20. Milyar % growth 2000 9.000 50% 45% 20.1% 5% Source : IMS Health .6% P 2005 23.000 15% 10% 0 Rp.598 13.

. Wiryanto. Fakultas Farmasi USU Medan 21 . MS.Permasalahan Utama 31/12/2013 Drs. Apt.

000.82% ≤ Rp.10.1.000.000.Gambar 3.Provinsi Sumut: 73.000.2. bonus tahunan.7% ≤ Rp.1.3% ≤ Rp.000.500. •Tahun 2013: Rp.000.437.1.3.82% ≤Rp. Distribusi (%) rerata Imbalan per bulan .Sumut: imbalan minimum bulanan 2½ UMP di luar THR.000.2. dan transport harian. 58.8.000.

81% $91.000.dan minimal imbalan per tahun $70.000 hingga >$150.Sebagai perbandingan:  Survei tahun 2011 imbalan apoteker di AS: 6% dari 565 responden: ≤ $70.500.000 hingga $140.000.000.9.55..000. imbalan bulanan terendah di AS adalah Rp.  asumsi kurs $ = Rp. selebihnya $71.000 per thn.- .000.

Bahan Diskusi Kuliah Manajemen Farmasi Komunitas/Apotik 24 .31 December 2013 Wiryanto.

889/2011 KepMenKes No.36/2009 PP No. 1621/2011 KepMenKes No.1332/2002 25 .1.51/2009 Permenkes No. ASPEK PERUNDANG-UNDANGAN      UU No.

Pengelolaan meliputi: perencanaan pengadaan. Pengelolaan Sumber Daya Manusia 26 . pengarsipan dan pelaporan) Pengelolaan Sediaan Farmasi dan Perbekalan Kesehatan Apotek merupakan sarana kesehatan yang berkewajiban mendistribusikan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan yang diperlukan oleh masyarakat. 1. penyimpanan/pergudangan. pemesanan. ASPEK MANAJERIAL 2. 3.2. Administrasi Administrasi diperlukan untuk mengontrol seluruh kegiatan di apotek dan mencatat transaksi-transaksi yang dilakukan. meliputi: pembukuan.penjualan. kontrol inventori dan pengelolaan obat rusak/kadaluwarsa.

penentuan harga dan penginformasian kepada pelanggan.3. Peracikan. – Penyiapan Obat Tanpa Resep serta perbekalan kesehatan lainnya 31 December 2013 Wiryanto. ASPEK PEKERJAAN KEFARMASIAN Administrasi: buku pembelian barang. mengontrol apakah obat dalam resep tersedia. Penerimaan resep (skrining: admistratif. penyiapan obat dan etiket/aturan pakai – Penyiapan obat berdasarkan resep. perhitungan dosis. dsb) dan pelaporan 2. buku penerimaan barang. farmasetik. FEFO. kartu stok/penyimpanan barang (sistem FIFO. 3. dan klinis). Bahan Diskusi Kuliah Manajemen Farmasi Komunitas/Apotik 27 . 1.

penyimpanan dan pemusnahan obat narkotika dan psikotropika. ASPEK PEKERJAAN KEFARMASIAN 6. 5. Monitoring penggunaan obat Pelaporan. 7.3. Pengarsipan dan dokumentasi {misalnya: resep. Komunikasi dan Konseling. pencatatan PMR (Patient Medication Record). •Farmasi komunitas •Asuhan Kefarmasian 31 December 2013 Wiryanto. laporanlaporan. 4. Asuhan kefarmasian. serta pelayanan residensial. penyerahan. dsb}. Bahan Diskusi Kuliah Manajemen Farmasi Komunitas/Apotik 28 .

. Kepmenkes No. Jakarta.. Peraturan Pemerintah RI No. No.. Lembaran Negara RI tahun 2009 No.51 tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian. 4. Edisi 2. Departemen Kesehatan RI. Manajemen Apotik Praktis. FW. CS. Kepmenkes RI No. 2009. 7.Bahan Bacaan: 1.. Warren. Accounting. M. Solo. 2004.. Yogyakarta Menkes RI. PE.. JM. Ar-Rahman. Pemerintah RI. Atmadi. Undang-undang No. Edisi XV JuliSeptember 2003 halaman 29-29 ISFI-APTFI 2009. 29 . 2011. 8. 2003. 003/APTFI/VI/2009 Tentang Program Pendidikan Profesi Apoteker (P3A) Mardiasmo. 1993. 3... Akuntansi Keuangan Dasar 1. 9.. Media AAM... CV..36/2009 tentang Kesehatan Presiden RI. Manajemen Praktis. 2.1027/Menkes/SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. 2004. BPFE. Reeve. Fees. 2005. 6.1621/2011 tentang Keanggotaan Komite Farmasi Nasional Umar.. Singapore 5. Thomson Learning. 2009. 083/ SK/ ISFI/ VI/ 2009. SKB ISFI dan APTFI No.124 Menkes RI.

4. 2. 5. ASPEK BISNIS 1. 3. Permodalan Studi Kelayakan Strategi pengembangan Laporan dan Analisis Keuangan Perpajakan 31 December 2013 30 .4.