Anda di halaman 1dari 9

PRAKTIKUM JEMBATAN WHEATSTONE

3) Mempelajari rangkaian jembatanwheatstone sebagai pengukur hambatan. yang terdiri dari susunan komponen komponen elektronika yang berupa resistor dan catu daya seperti tampak pada gambar dibawah : Jembatan Wheatstone Prinsip dasar dari jembatan wheatstone adalah keseimbangan. Sifat umum dari arus listrik adalah arus akan mengalir menuju polaritas yang lebih rendah. Jika terdapat persamaan polaritas antara kedua titik maka arus tidak akan mengalir dari kedua titik tersebut. 2) Menerapkan rangkaian jembatan wheatstone pada rangkaian deteksi. Tinjaun Pustaka Jembatan wheatstone merupakan salah satu rangkaian elektronika yang digunakan untuk mengukur suatu resistansi yang tidak diketahui dengan menyeimbangkan dua kali dari rangkaian jembatan.PRAKTIKUM JEMBATAN WHEATSTONE Tujuan: Setelah selesai praktikum mahasiswa diharapkan dapat : 1) Memahami tentang cara kerja dan prinsip rangkaian jembatan wheatstone. . satu kaki yang mencakup komponen diketahui kerjanya mirip dengan aslinya potensiometer. Alat dan Bahan :  Komponen elektronika sesuai skema rangkaian percobaan  Catu daya DC  Dua buah multimeter digital.

seorang fisikawan dari Jerman pada tahun 1825 dan dipublikasikan pada sebuah paper yang berjudul The Galvanic Circuit Investigated Mathematically pada tahun 1827. maka besamya R3 dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan berikut. maka tidak ada arus yang mengalir sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa besar beda potensial antara titik B dengan titik C sama dengan nol.R . Rumus Hukum Ohm Secara matematis. R1 merupakan hambatan yang sudah diketahui nilainya. hukum Ohm ini dituliskan V = I. maka persamaan di atas dapat disederhanakan lagi sehingga pada rangkaian jembatan Wheatstone akan berlaku persamaan: R1R4 = R2R3 Jika Anda mengganti hambatan R2 dan R4 dengan seutas kawat tipis yang diletakkan di atas sebuah penggaris kayu dan titik B dapat digeser bebas ke arah A atau D sehingga dapat diketahui panjang l1 (sebagai jarak BD) dan l2 (sebagai jarak AB) atau jika tidak menggunakan kawat tipis dapat berupa hambatan geser. Rangkaina ini ditemukan oleh Samuel Hunter Christie pada 1833 dan meningkat kemudian dipopulerkan oleh Sir Charles Wheatstone pada tahun 1843 Hukum dasar rangkaian listrik yang berhubungan dengan jembatan wheatstone : 1. maka kekuatan arus tersebut adalah sebanding-larus dengan tegangan listrik yang terdapat diantara kedua ujung penghantar tadi”. Hukum ini dicetuskan oleh Georg Simon Ohm. sedangkan R3 merupakan hambatan yang belum diketahui nilainya dan akan dihitung. l2 = panjang kawat yang dibatasi oleh titik A dengan titik B.Saat galvanometer menunjukkan angka nol. R1l2 = l1R3 dengan:   l1 = panjang kawat yang dibatasi oleh titik D dengan titik B. Jika sudah terangkai lengkap dan titik B digeser-geser hingga galvanometer menunjukkan angka nol. Hukum Ohm Hukum Ohm menyatakan “Jika suatu arus listrik melalui suatu penghantar. Karena besamya I1 = I3 dan besamya I4 = I2.

Hukum Kirchoff II Hukum Kirchoff II berbunyi. Hukum Kirchoff berbunyi “Jumlah kuat arus yang masuk dalam titik percabangan sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik percabangan. Carilah persamaan di loop I dan persamaan di loop II.atau I=V/R dimana I = arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar (Ampere) V = tegangan listrik yang terdapat pada kedua ujung penghantar (Volt) R = hambatan listrik yang terdapat pada suatu penghantar (Ohm) 2. R4. R2 + I3 .” Maksud dari jumlah penurunan potensial sama dengan nol adalah tidak adanya energi listrik yang hilang dalam rangkaian tersebut atau dalam arti semua energi bisa digunakan atau diserap. Berikut adalah penerapan hukum Kirchoff untuk memperoleh persamaan R1 . Pertama-tama perhatikanlah dengan cermat rangkaian jembatan wheatston kita anggap R4 adalah Rx. R4 = 0 Persamaan di loop III . “Dalam rangkaian tertutup. jumlah aljabar GGL (E) dan jumlah penurunan potensial sama dengan nol.” Jumlah I masuk = I keluar 3. R3 = R2 . Gustav Robert Kichoff (1824-1887) menemukan cara untuk menentukan arus listrik pada rangkaian bercabang yang kemudian dikenal dengan hukum Kirchoff.I1 . R5 . Hukum Kirchoff I Dipertengahan abad 19. yaitu Persamaan di loop II I2 .

1) Persamaan di loop II I2 .I1 ...(I3 + I1)R3 . maka . R1 .. R2 + I3 . R5 ... R1 ..... Untuk lebih jelasny. maka analisis rangkaian akan menjadi lebih rumit...I3R5 = 0 I3R5 = (I2 ...... R2 .I4 . ikutilah langkah-langkah berikut Persamaan di loop III I4 . R3 ... R1 .. sehinnga bentuk ini akan menjadi Bagaimana Jika I3 tidak sama dengan nol Pada kasus I3 ≠ 0.. persamaan di loop III akan menjadi (I2 .I5 .I5 .I3)R1 . R5 = 0 Jika tidak ada arus yang mengalir ke R5 (I3 = 0).I5 ... R3 = 0 Bagi persamaan di loop II dengan persamaan di loop III.(I3 + I1)R3. R4 = 0 Persamaan loop III I4 . maka I2 = I4 dan I1 = I5. maka akan di peroleh bentuk berikut Pada saat I3 = 0. Persamaan loop II I2 .I3)R1 ..I3 .. di mana variabel kuat arus listrik (I) akan muncul dalam persamaan.I1 ..I3 .. dengan menerapkan hukum I Kirchoff akan didapat persamaan I = I1 + I2 I2 = I4 + I3 I5 = I3 + I1 Oleh karena itu. R5 = 0 Perhatikanlah arah arus listrik pada rangkaian. R4 = 0 .. R3 .

...... maka akan berlaku persamaan berikut I2(R1 + R2) .. maka akan didapat bentuk seperti berikut (I2 . R2 I2(R1 + R2) . R2. R1 .. R5 = I1 .I1(R3 + R4) = I3 (R1 + R3) Jadi persamaan akhir apabila I3 ≠ 0...2) Substitusi persamaan 1) ke persamaan 2).I3 ..I1(R3 + R4) = I3 (R1 + R3) Besaranya hambatan total rangkaian dapat dicari dengan persamaan Rtotal = E/I Langkah Kerja : Langkah-langkah kerja yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu : ...I1 . R1 .(I3 + I1)R3 = I1 .I2 .. R4 ..... R4 . R2 I2 ..I2 . dalam artian ada beda potensial antara ujung-ujung R5...I2 ... R3 ...I3 .I3)R1 . R4 . R3 = I1 ..I3 ....