Anda di halaman 1dari 5

ANALISA KASUS TEORI Definisi Ketuban Pecah Dini (KPD; Premature Pada kasus, dijumpai ketuban pecah dini

pada Rupture of Membranes / PROM) adalah kehamilan preterm yaitu usia kehamilan 29keadaan pecahnya selaput ketuban sebelum 30 minggu, sehingga termasuk Ketuban KASUS

persalinan. Hal ini dapat terjadi pada Pecah Dini pada kehamilan preterm (Preterm kehamilan aterm atau kehamlan preterm. Bila Premature ketuban pecah dini terjadi sebelum usia PPROM). kehamilan 37 minggu disebut Ketuban Pecah Dini pada kehamilan preterm (Preterm Premature PPROM). Rupture of Membranes / Rupture of Membranes /

Etiologi Sampai saat ini penyebab KPD belum Pada kasus ini, factor predisposisi yang diketahui secara pasti, tetapi ditemukan beberapa faktor predisposisi yang berperan menjadi penyebab adalah KPD infeksi, kemungkinan defisisiensi

diantaranya

vitamin C atau factor selaput ketuban. Faktor

pada terjadinya ketuban pecah dini antara umur dan paritas tidak menjadi faktor lain adalah: 1. Infeksi 2. Defisiensi vitamin C 3. Faktor selaput ketuban 4. Faktor umur dan paritas 5. Faktor tingkat sosio-ekonomi 6. Faktor-faktor lain predisposisi pada pasien ini.

20

2. Pemeriksaan USG untuk mencari .Diagnosis 1. c. Kelainan congenital atau deformitas - Anak hidup FM (+). FHR (+) BPD 72 mm FL 55 mm AC 264 mm Placenta Corpus anterior Kesan : Oligohidramnion + IUP (29-30) minggu + PK + AH Penatalaksanaan 1. Pengukuran BB janin d. portio licin. Detak jantung janin e. Nitrazin test (+). F/A (-). Pemeriksaan lakmus yang akan berubah menjadi biru – sifat basa. kesan mengalir. Tirah baring dapat dikombinasikan 21 Pada kasus ini usia kehamilan 29-30 minggu sehingga diberikan terapi: Bed Rest Total Diet MB IVFD RL 20 gtt/i . Aktifitas janin c. lividae (+). Volume 2x ganti celana dalam per hari. Kemungkinan infeksi dengan memeriksa : Beta streptokokus Clamydia trachomatis Neiseria Gonorrheae Dan dari pemeriksaan USG. Fern tes cairan amnion. Tirah baring untuk mengurangi keluarnya air ketuban sehingga masa kehamilan dapat diperpanjang. Amniotic Fluid Index (AFI) b. Konservatif Tatalaksana konservatif antara lain : a. Pada kasus ini. erosi (-). Pada pemeriksaan dalam: Inspekulo: Tampak cairan merembes dari OUE. a. diagnosis KPD ditegakkan berdasarkan: Anamnesa dijumpai keluhan utama pasien adalah keluar air-air dari kemaluan. 3. keluar air tidak dapat ditahan. b. darah (-). valsava test (+). b. didapatkan: Janin tunggal. dibersihkan. Untuk menegakkan diagnosis dapat diambil pemeriksaan: Inspekulo untuk pengambilan cairan pada forniks posterior a. . Riwayat penegeluaran cairan dalam jumlah besar secara mendadak atau sedikit demi sedikit pervaginam. tidak berbau dan berwarna. Presentasi kepala.

dengan pemberian antibiotic sehingga dapat mencegah infeksi c. Tindakan tatalaksana aktif juga tidak terlalu banyak dapat meningkatkan maturitas janin dan paru. dan kemungkinan tanda-tanda chorioamninitis Awasi tanda-tanda inpartu 22 . Antibiotic yang dianjurkan adalah : Ampisilin dosis tinggi - Inj. Bahaya infeksi dan keadaan oligohidramnion akan Rawat ekspektatif Awasi vital sign. Tatalaksana Aktif a. c. Dilakukan tindakan untuk memperpanjang usia kehamilan dengan memberi kombinasi antara    Kortikosteroid untuk mematangkan paru Tokolitik untuk mengurangi atau menghambat kontraksi otot uterus Antibiotic untuk mengurangi peranan infeksi sebagai pemicu terjadinya proses persalinan b. Dexamethasone 6 mg/12 jam Nifedipin 10 mg 3x1 Rencana 2.Viccilin sx1.5 gr/8 jam Inj. Dalam keadaan terpaksa harus dilakukan terminasi kehamilan untuk menyelamatkan bayi atau maternal. kemungkinan HIS. Dalam upaya menunda proses persalinan dikemukakan 5 kriteria sikap sebagai berikut:  Usia kehamilan kurang dari 26 minggu Sulit mempertahankan kehamilan samapai aterm atau sampai usia kehamilan sekitar 34 minggu. DJJ.

 Usia kehamilan antara 31-33 minggu Dianjurkan untuk melakukan amniosentesis untuk menentukan maturitas paru.menimbulkan masalah pada janin. Perhatikan tanda infeksi intrauteri Umumnya BB janin sudah sekitar 2000 gram sehingga sangat mungkin tertolong  Usia kehamilan 34-36 minggu BB janin sudah cukup baik sehingga langsung dapat dilakukan induksi atau seksio 23 .  Usia kehamilan 26-31 minggu Persoalan tentang sikap dan komplikasi persalinan masih sama seperti pada usia kehamilan 26 minggu Pada rumah sakit yang sudah maju mungkin terdapat unit perawatan intensif neonates untuk perawatan janin Pertolongan persalinan dengan BB janin kurang dari 2000 gram dianjurkan dengan seksio sesarea. Bayi dengan usia kehamilan kurang dari 26 minggu sulit untuk hidup dan beradaptasi di luar kandungan.

Tatalaksana Agresif Tindakan agresif dilakukan jika ada indikasi vital sehingga tidak dapat ditunda karena mengancam kehidupan janin atau maternal.  Usia kehamilan di atas 36 minggu Sudah dianggap aterm sehingga seharusnya dapat hidup di luar kandungan dengan selamat. Solusio plasenta c. BB janin cukup viable untuk dapat beradaptasi di luar kandungan. Infeksi Intrauterin b. Prolaps tali pusat e. 3. Kapankan saat yang tepat untuk merujuk?  Apakah Pada kehamilan berikutnya akan terjadi kembali?  Bagaimana Pencegahan kasus berulang di kehamilan berikutnya? 24 . Permasalahan  Apakah penanganan pada pasien ini sudah tepat ?  Bila terjadi pada daerah perifer.sesarea. Gawat janin d. Indikasi vital yang dimaksudkan adalah: a.