Anda di halaman 1dari 165

PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGENALAN MEMBACA ANAK MELALUI PERMAINAN LINGKARAN KATA DI TK AISYIYAH PADANG PANJANG SKRIPSI Untuk memenuhi

sebagai persyaratan memperoleh gelar sarjana pendidikan

oleh : ELIDA BP/NIM : 2008 / 08377

JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2011

i

PERSETUJUAN PEMBIMBING SKRIPSI
Judul : Peningkatan Kemampuan Membaca Anak Melalui Lingkaran Kata di TK Aisyiyah PadangPanjang Nama NIM Program Studi Jurusan Fakultas : ELIDA : 2008/ 08377 : SI : Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini : Ilmu Pendidikan

Padang, Disetujui Oleh : Pembimbing I,

Januari 2012

Pembimbing II.

Dra. Hj. Yulsyofriend, M.Pd NIP. 19620730 198803 2 002

Serli Marlina, S.Pd NIP. 19860416 200812 2 004

Ketua Jurusan,

Dra. Hj. Yulsyofriend, M.Pd NIP. 19620730 198803 2002

i

ii

HALAMAN PENGESAHAN LULUS UJIAN SKRIPSI Dinyatakan lulus setelah dipertahankan di depan Tim Penguji Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Peningkatan Kemampuan Membaca Anak Melalui Lingkaran Kata di TK Aisyiyah PadangPanjang Judul : Peningkatan Kemampuan Membaca Anak Melalui Lingkaran Kata di TK Aisyiyah PadangPanjang Nama NIM Program Studi Jurusan Fakultas : ELIDA : 2008/ 08377 : SI : Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini : Ilmu Pendidikan Padang, Tim Penguji Nama Tanda tangan Januari 2012

1. Ketua

: Dr. Hj. Rakimahwati, M.Pd.

1.

2. sekretaris

: Asdi Wirman, S.Pd.I

2.

3. Anggota

: Drs. Amril Amir, M. Pd.

3.

4. Anggota

: Serli Marlina, S. Pd

4.

5. Anggota

: Dra. Rivda Yetti

5.

. Amin..BA Suami tercinta Sakti.iii HALAMAN PERSEMBAHAN HALAMAN PERSEMBAHAN Ya Allah... Yulsyofriend. dengan hanya cinta dan kasih kepada-Mu. Penuhilah relung-relung hatiku.... M.. Jangan engkau kasihani aku.. Jangan engkau angkat beban ini dari pundakku.. Ibu Dra.. Bimbinglah aku terus dalam kasih dan hanya cinta kepada-Mu....... Semua keluarga yang telah mendukung dan memberi semangat serta tidak lupa memberikan doa-doanya kepadaku agar tetap melangkah untuk mencapai impian. Maftuh Dani Maulana Dan Nauval Alghani. Tuhan. Hj... Terima kasih banyak ya Bu! ELIDA... Tuhan Yang Maha Pendidik masukkanlah aku melalui pintu masuk yang benar. Almarhum Ayah Azwar dan Ibu Hj.. Kupersembahkan... dan keluarkanlah aku melalui pintu keluar yang benar dan jadikanlah untukku kekuatan / kekuasaan dari sisimu yang dapat menolong (Surat Al-isra’:80) Tuhan... 2012 .Pd sebagai pembimbing dalam penyelesaian skripsi ini... Tapi kuatkan pundakku ini untuk tetap tegar menerima beban yang engkau berikan.. S.... Bimbinglah aku terus dalam rahmad-Mu... S. Berkat doa dan restu keluarga tercinta akhirnya aku selesaikan skripsi ini...Anis Raja..Pd dan Ibu Serli Marlina...Pd dan Anakku tersayang Fathina Raissa. Sebagai dosen yang sangat penulis kagumi dan hormati.

rumusan dan penelitian saya sendiri yang dibantu dan diarahkan oleh pembimbing. Pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan apabila pada kemudian hari terdapat penyimpangan dan ketidakbenaran di dalam pernyataan ini. tugas akhir berupa skripsi dengan judul “Peningkatan Kemampuan Membaca Anak Melalui Lingkaran Kata di TK Aisyiyah Padangpanjang” adalah asli belum pernah diajukan untuk mendapatkan gelar akademik. 2. Dalam karya tulis ini. baik Universitas Negeri Padang maupun di Perguruan Tinggi lainnya. Karya tulis ini murni gagasan. tidak terdapat karya tulis atau pendapat yang telah ditulis atau dipublikasikan orang lain. Padang.iv SURAT PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa: 1. Karya tulis saya. ELIDA NIM 2008/ 08377 . 4. kecuali secara tertulis dan jelas dicantumkan sebagai acuan didalam naskah dengan menyebutkan pengarang dan dicantumkan pada daftar pustaka. saya bersedia menerima sangsi akademik dan sangsi lainnya sesuai dengan norma dan ketentuan hukum yang berlaku. 3. Januari 2012 Yang menyatakan pernyataan.

Skripsi.v ABSTRAK ELIDA. Pada kegiatan membaca di TK hendaklah merupakan pelajaran yang menyenangkan bagi anak. Universitas Negeri Padang. Fakultas Ilmu Pendidikan. Dari penelitian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam meningkatkan kemampuan pengenalan membaca pada anak di kelompok B5 TK Aisyiyah Bustanul Athfal Padangpanjang dilaksanakan pembelajaran membaca dengan menggunakan permainan Lingkaran kata. menirukan 3-5 urutan kata. Cara tersebut di tempuh dengan menerapkan pembelajaran dengan menggunakan metode permainan. terutama dalam kegiatan membaca kosa kata. Hasil persentase nilai anak menunjukkan bahwa Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah dicapai melebihi ketentuannya. hasil ketuntasan minimal. indikator yang belum tercapai adalah menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya. Untuk itu perlu adanya perubahan ke arah pembelajaran yang memberikan kesempatan atau peluang kepada anak untuk lebih aktif. Pembelajaran kemampuan pengenalan membaca di TK semestinya ditekankan pada suasana pembelajaran yang lebih memungkinkan siswa terlibat secara aktif dan menyenangkan. Pada umumnya anak membaca kata dengan mengeja huruf hal ini anak tidak bisa membedakan bentuk huruf dan melafalkan dengan tepat. Peningkatan kemampuan pengenalan membaca anak pada siklus I masih rendah dan peningkatan kemampuan pengenalan membaca anak melalui lingkaran kata pada siklus II mencapai sangat tinggi. Kemampuan pengenalan membaca anak pada siklus I umumnya rendah. Dengan jumlah murid 15 orang 8orang anak perempuan dan 7 orang anak lakilaki. menghubungkan gambar atau benda sederhana dengan kata. Peningkatan Kemampuan Membaca Anak Melalui Lingkaran Kata di TK Aisyiyah Padangpanjang. berminat dan menyenangkan. Berdasarkan hasil dari siklus I. Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian muridTK Aisyiyah Bustanul Athfal Padangpanjang pada kelompok B5. Dengan demikian secara teoritis terbukti hipotesis yang menyatakan bahwa dengan menggunakan permainan lingkaran kata dapat meningkatkan kemampuan pengenalan membaca anak . 2012/08377. yaitu melalui permainan lingkaran kata. Pada tahun ajaran 2011/2012. Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. maka rencana pada siklus II direvisi kembali dan pada siklus II kemampuan pengenalan membaca anak menjadi meningkat. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II.

Ibu Dra. diucapakan terima kasih yang tulus kepada Ibu Dra. Rakimahwati. penulisan skripsi ini telah diselesaikan. M. dan kemudahan . Ibu. motivasi. dan teman-teman menjadi amal di sisi Allah SWT. Yulsyofriend. Dr. Padang . Universitas Negeri Padang. Akhirnya dipersembahkan penelitian ini kepada tim penguji serta membaca yang budiman agar dapat memberikan saran-saran demi kesempurnaan penelitian ini. Penyusunan skripsi ini mendapat bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu. Januari 2012 Peneliti vii . M. Sebagai Dekan FIP UNP yang telah memberikan berbagai fasilitas : Ibu Afriyeni sebagai Kepala Sekolah TK Aisyiyah Padangpanjang yang telah memberi izin untuk melakukan PTK di sekolah yang dipimpinnya : Ibu Fitri Melisa sebagai kolaborator dalam penelitian ini.KATA PENGANTAR Alhamdulillah. Yulsyofriend. Hj. Mudah-mudahan penelitian ini bermamfaat bagi kita semua. Skripsi yang berbentuk penelitian tindakan kelas ini mencermati dan menganalisis Peningkatan Kemampuan Membaca Anak melalui Permainan Lingkaran Kata di TK Aisyiyah Padang panjang.Pd sebagai Ketua dan Sekretaris Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini : Prof. Hj. Firman. M. Semoga segala budi baik Bapak.S.Pd dan Ibu Dr. baik moral maupun material.Pd dan Ibu Serli Marlina. Kons. M. Hj.Pd sebagai pembimbing yang banyak memberikan arahan. Fakultas Ilmu Pendidikan. Skripsi ini diajukan sebagai tugas akhir dalam mengikuti pendidikan untuk mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan pada Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. M. H.

................................................................... Latar Belakang Masalah ........21 .................................10 c..............................................................................................................………………..........................................……………………14 b...........................…………………..............15 3........................................ i HALAMAN PENGESAHAN .......... 14 a...... x DAFTAR BAGAN DAN GAMBAR ................................ Karakteristik Anak Usia Dini…………………………………................... Perkembangan Anak Usia Dini………........ 9 1................... Perkembangan Anak Usia Dini……………......................6 F............………………........................................... Pengertian Bahasa………………………......... 7 H.....................................7 BAB II............... 13 2......20 d................................. Landasan Teori............ Tahap-Tahap Membaca Anak……………….......................... Manfaat Penelitian ..... xi BAB I.... v KATA PENGANTAR .................... Hakekat Anak Usia Dini a........... iv ABSTRAK ........... Tujuan Penelitian ... iii SURAT PERNYATAAN .............................................. Rancangan Pemecahan Masalah……………………………………..................................................... 5 D................................ 9 b.... 1 B..............…………………….... Identifikasi Masalah ................................... Tujuan Membaca…………………………...............…………….................. Pembatasan Masalah ............................................................................................. vii DAFTAR TABEL……………………………………………………………........................................................... Pengertia Anak Usia Dini ................................... 17 a..............viii DAFTAR GRAFIK ................................................... 6 G................. Pengertian Membaca………………………........................................... Definisi Operasional…………………………………………………...................................................... 5 C.................... Membaca ......................... vi DAFTAR ISI . 6 E................ Bahasa Anak Usia Dini ............................. PENDAHULUAN…… ............................................................................………………....viii DAFTAR ISI HALAMAN PERSETUJUAN . ii HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................18 c............................................ KAJIAN PUSTAKA………………………………………………… 9 A............. Perumusan Masalah ...........................17 b....................................... Metode-Metode Membaca……………………................................... 1 A....

............ Saran……………………………………………………………….................34 b. Pembahasan………………………………………………………114 BAB V PENUTUP……………………………………………………………118 A...................... 40 A...................60 3...... Implikasi…………………………………………………………......39 BAB III...... Simpulan…………………………………………………………. Teknik Analisis Data ................ ............................................................. …................................ RANCANGAN PENELITIAN ....85 B................................ 40 B.........Permainan Lingkaran Kata………………………………….............. 41 C. 42 D........ Deskripsi Kondisi Awal ………………..... Teknik Pengumpulan Data .........119 C....... 23 f. Analisis Data………………………………………………………107 C............. Deskripsi Data……………………………………………………....................……….................... 54 F......... Prosedur Penelitian ....................... Pengenalan Membaca Melalui Kegiatan Bermain…….........58 A......................... 42 E........58 2........................... Subjek Penelitian .....29 4.....................................…………………….................. 55 G..37 E.....................................................................................................................................…….......................37 D.........................118 B... Meningkatkan Kemampuan Membaca…………………………...........................................58 1....34 a.............. Penelitian Yang Relevan .........………..............Media Pembelajaran…………………………………………...…………….................................…………... …..... Instrumentasi ............... Hipotesis Tindakan ... 55 BAB IV HASIL PENELITIAN……………………………………………………............120 DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………121 LAMPIRAN ........ Tempat dan Waktu Penelitian ...... Perkembangan Kemampuan Membaca Bagi Anak Usia Dini ...36 C....ix e........... Deskripsi Siklus I ………………............... Kerangka Konseptual.................................... Deskripsi Siklus II ………………………………………........ Jenis Penelitian .........

......................................................x DAFTAR TABEL Tabel 1 Kemampuan Anak Dalam Proses Pembelajaran Membaca ................................................................. 90 Tabel 15 Hasil Kemampuan Membaca Anak melalui Permainan Lingkaran Kata Pada Siklus II Pertemuan II (Setelah Tindakan) ................................... 57 Tabel 2 Format Wawancara ............................ 71 Tabel 8 Hasil Kemampuan Membaca Anak melalui Permainan Lingkaran Kata Pada Siklus I Pertemuan III (Setelah Tindakan) .............................................................................................. 81 Tabel 11 Hasil wawancara Anak melalui Permainan Lingkaran Kata Pada Siklus I Pertemuan IV (Setelah Tindakan) ..................................... 77 Tabel 10 Hasil Kemampuan Membaca Anak melalui Permainan Lingkaran Kata Pada Siklus I Pertemuan IV (Setelah Tindakan) .... 64 Tabel 5 Hasil Wawancara Anak melalui Permainan Lingkaran Kata Siklus I Pertemuan I (Setelah Tindakan) ......................................... 65 Tabel 6 Hasil Kemampuan Membaca Anak melalui Permainan Lingkaran Kata Pada Siklus I Pertemuan II (Setelah Tindakan) ............................................ 88 Tabel 14 Hasil wawancara Anak melalui Permainan Lingkaran Kata Pada Siklus II Pertemuan I (Setelah Tindakan).............................................................................................. 82 Tabel 12 Rekap Hasil Kemampuan Membaca Anak melalui Permainan Lingkaran Kata Pada Siklus I .... 75 Tabel 9 Hasil wawancara Anak melalui Permainan Lingkaran Kata Pada Siklus I Pertemuan III (Setelah Tindakan) .................. 58 Tabel 4 Hasil Kemampuan Membaca Anak melalui Permainan Lingkaran Kata Pada Siklus I Pertemuan I (Setelah Tindakan)............ 70 Tabel 7 Hasil wawancara Anak melalui Permainan Lingkaran Kata Pada Siklus I Pertemuan II (Setelah Tindakan)................... 84 Tabel 13 Hasil Kemampuan Membaca Anak melalui Permainan Lingkaran Kata Pada Siklus II Pertemuan I (Setelah Tindakan) ............................... 93 Tabel 16 Hasil wawancara Anak melalui Permainan Lingkaran Kata Pada ...... 57 Tabel 3 Kemampuan Membaca Anak dalam Proses Pembelajaran pada Kondisi Awal (sebelum tindakan) ............

................111 Tabel 24 Persentase Peningkatan Kemampuan Membaca Anak melalui Permainan Lingkaran Kata pada Proses Pembelajaran (Kategori Rendah)…………………………………………………....105 Tabel 21 Rekap Hasil Kemampuan Membaca Anak melalui Permainan Lingkaran Kata Pada Siklus II………………………………………...........................103 Tabel 20 Hasil wawancara Anak melalui Permainan Lingkaran Kata Pada Siklus II Pertemuan IV (Setelah Tindakan)…………….............100 Tabel 19 Hasil Kemampuan Membaca Anak melalui Permainan Lingkaran Kata Pada Siklus II Pertemuan IV (Setelah Tindakan)……………................................113 ..........xi Siklus II Pertemuan II (Setelah Tindakan) ..110 Tabel 23 Persentase Peningkatan Kemampuan Membaca Anak melalui Permainan Lingkaran Kata pada Proses Pembelajaran (Kategori Tinggi) ………………………………………………………………………....... 98 Tabel 18 Hasil wawancara Anak melalui Permainan Lingkaran Kata Pada Siklus II Pertemuan III (Setelah Tindakan)…………………………............ 95 Tabel 17 Hasil Kemampuan Membaca Anak melalui Permainan Lingkaran Kata Pada Siklus II Pertemuan III (Setelah Tindakan) .106 Tabel 22 Persentase Peningkatan Kemampuan Membaca Anak melalui Permainan Lingkaran Kata Pada Proses Pembelajaran (Kategori Sangat Tinggi)……………………………..

84 Grafik 7 Kemampuan Membaca Anak melalui Permainan Lingkaran Kata pada Siklus II Pertemuan I (Setelah Tindakan)……………………….xii DAFTAR GRAFIK Grafik 1 Kemampuan Membaca Anak dalam Proses Pembelajaran pada Kondisi Awal (Sebelum Tindakan)………………………………….99 Grafik 10 Kemampuan Membaca Anak melalui Permainan Lingkaran Kata pada Siklus II Pertemuan IV (Setelah Tindakan)……………………104 Grafik 11 Kemampuan Membaca Anak melalui Permainan Lingkaran Kata .89 Grafik 8 Kemampuan Membaca Anak melalui Permainan Lingkaran Kata pada Siklus II Pertemuan II (Setelah Tindakan)………………………94 Grafik 9 Kemampuan Membaca Anak melalui Permainan Lingkaran Kata pada Siklus II Pertemuan III (Setelah Tindakan)……………………...60 Grafik 2 Kemampuan Membaca Anak melalui Permainan Lingkaran Kata pada Siklus I Pertemuan I (Setelah Tindakan) ……………………65 Grafik 3 Kemampuan Membaca Anak melalui Permainan Lingkaran Kata pada Siklus I Pertemuan II (Setelah Tindakan)………………………...71 Grafik 4 Kemampuan Membaca Anak melalui Permainan Lingkaran Kata pada Siklus I Pertemuan III (Setelah Tindakan)………………………76 Grafik 5 Kemampuan Membaca Anak melalui Permainan Lingkaran Kata pada Siklus I Pertemuan IV (Setelah Tindakan)………………………82 Grafik 6 Rekap Hasil observasi Kemampuan Membaca Anak melalui Permainan Lingkaran Kata pada Siklus I (Setelah Tindakan)………..

111 Grafik 12 Kemampuan Membaca Anak melalui Permainan Lingkaran Kata pada Siklus II (Kategori Tinggi)……………………………………112 Grafik 13 Kemampuan Membaca Anak melalui Permainan Lingkaran Kata pada Siklus II (Kategori Rendah)…………………………………..114 .xiii pada Siklus II (Kategori Sangat Tinggi)……………………………...

xiv DAFTAR BAGAN DAN GAMBAR 1.. Kerangka konseptual……………………………………………………...38 2.43 Siklus II…………………………………………………………………. . Siklus I………………………………………………………………….

... 50 51 Kemampuan Membaca Anak dalam Proses Pembelajaran ............................... 63 7 Hasil Wawancara Anak dalam Proses Pembelajaran pada Siklus I Pertemuan III ( setelah tindakan )………………………….................. dan III (Setelah Tindakan) ..... 52 4 Hasil Observasi Peningkatan Berbicara Anak Melalui Buku Cerita Bergambar Siklus I Pertemuan I ( setelah tindakan ) …………… 57 5 Hasil Observasi Peningkatan Berbicara Anak Melalui Buku Cerita Bergambar Siklus I Pertemuan II ( setelah tindakan ) …………….........................xv DAFTAR TABEL Tabel 1 2 3 Format wawancara anak Halaman ....... 77 11 Hasil Observasi Peningkatan Berbicara Anak Melalui Buku Cerita Bergambar Melalui Bercerita Siklus II Pertemuan III …………… 81 12 Hasil Wawancara Anak dalam Proses Pembelajaran pada Siklus II Pertemuan III ( setelah tindakan )………………………….............................................. 66 8 Rekapitulasi Peningkatan Keterampilan Berbicara Anak Usia Dini Melalui Bercerita pada siklus I pertemuan I...... 86 14 Persentase Perkembangan Keterampilan Berbicara Anak Melalui Buku Cerita Bergambar pada Proses Pembelajaran (anak kategori sangat tinggi) ……………………………………………………....................... 69 9 Hasil Observasi Peningkatan Berbicara Anak Melalui Buku Cerita Bergambar Melalui Bercerita Siklus II Pertemuan I ……………....... 61 6 Hasil Observasi Peningkatan Berbicara Anak Melalui Buku Cerita Bergambar Siklus I Pertemuan III ( setelah tindakan ) ……………....... 82 13 Rekapitulasi Peningkatan Keterampilan Berbicara Anak Usia Dini Melalui Bercerita ..................................... Peningkatan Berbicara Anak Melalui Buku Cerita Bergambar Pada Kondisi Awal ( sebelum tindakan ) ……………………………….... 73 10 Hasil Observasi Peningkatan Berbicara Anak Melalui Buku Cerita Bergambar Melalui Bercerita Siklus II Pertemuan II …………….................................. II...... 91 15 Persentase Perkembangan Keterampilan Berbicara Anak Melalui ........

....... 93 ................xvi Buku Cerita Bergambar pada Proses Pembelajaran (anak kategori tinggi) 16 ……………………………………………………………......... 92 Persentase Perkembangan Keterampilan Berbicara Anak Melalui Buku Cerita Bergambar pada Proses Pembelajaran (anak kategori rendah) ………………………………………...

20 Tahun 2003 Tentang pendidikan Nasional. fisik motorik maka untuk terlaksananya perkembangan tersebut didalam pendidikan yang optimal bagi anak TK diperlukan Program yang terencana. orang tua. Taman Kanak-kanak (TK) adalah salah satu bentuk pendidikan anak usia dini yang berada dijalur formal yang menyediakan program pendidikan bagi 1 . bahasa.BAB I PENDAHULUAN A. Dalam rangka mewujudkan tatanan pendidikan yang mandiri dan berkualitas sebagai mana diatur dalam Undang-Undang no. guru dan masyarakat guna mewujudkan manusia seutuhnya. Oleh karena itu pendidikan anak usia dini khususnya Taman Kanak-kanak (TK) perlu menyediakan berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan berbagai aspek perkembangan yang meliputi kognitif. Kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas berlaku untuk semua (education for all). mulai dari usia dini sebagai masa golden age (masa keemasan) sampai jenjang pendidikan tinggi. sosial emosional. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah. Pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) merupakan salah satu pendidikan anak usia dini yang memiliki peran penting untuk mengembangkan kepribadian anak serta mempersiapkan mereka kejenjang pendidikan selanjutnya. perlu dilakukan berbagai upaya strategis dan integral yang menunjang penyelenggaraan pendidikan.

hal ini menunjukan peran kecerdasan yang berbeda pula. Beberapa hal yang penting dalam perkembangan bahasa adalah perkembangan persepsi. Anak harus . Pendidikan ini merupakan untuk memberikan. dan keterdidikan lingkungan. Misalnya seorang anak belajar bahasa mungkin menggunakan elemen bunyi. emosional. membimbing. demokratis. anak menempuh cara belajar yang berbeda dengan anak lainnya. cerita. adaptasi. atau bermain kata-kata. Pada hakekatnya pendidikan TK yang diselenggarakan dengan tujuan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh atau sesuai tahap perkembangannya. agama. berbicara. mendengarkan. sosial emosional. Materi pembelajaran dapat dilakukan dengan berbagai cara. Pendidikan bertujuan membantu mengembangkan berbagai potensi baik yang fisik maupun psikis yang meliputi moral. huruf. dan kompetatif. bahasa.2 anak berumur 4-6 tahun. Setiap anak unik. karena anak memiliki kecendrungan cara belajar yang tidak sama. dan ekspresi. kemandirian. pengertian. Maka kegiatan belajar pun dapat dilakukan dengan berbagai aktivitas yang bervariasi. fisik motorik dan seni secara optimal dalam lingkungan yang kondusif. Artinya untuk memperoleh kemampuan bahasa. dukungan lingkungan. menulis. kognitif. Syarat penting lain adalah pendengaran yang baik untuk menangkap berbagai jenis nada bicara dan kemampuan untuk dapat merasakan nada emosi lawan bicara. Perkembangan bahasa tergantung kepada kematangan sel kortek. imitasi. mengasuh dan pemberian kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan daya pikir dan keterampilan pada anak.

Jadi sebagai orang tua dan guru. Kualitas bahasa orang-orang disekeliling anak akan mempengaruhi keterampilan anak dalam berbicara atau berbahasa. harapan. Berdasarkan perkembangan bahasa diatas maka peneliti mengembangkan kemampuan bahasa anak melalui kegiatan membaca. Sehingga bisa menambah wawasan kosa kata anak. terlihat dari komunikasi yang mereka gunakan sehari-hari. hendaklah mentimulasi serta mendidik anak untuk bisa bicara dan berbahasa yang baik dengan orang lain. Disinilah peran seorang guru sangat dibutuhkan dalam mengembangkan bahasa anak terutama disekolah.3 belajar mengerti semua proses ini. yang termasuk dalam . Penuansaan bahasa sangat erat kaitannya dengan kemampuan kognisi anak. Kadang juga ada anak yang tidak mau berbicara jika ada pertanyaan dari guru atau orang lain. Pada usia 4-6 tahun aktivitas berbahasa anak perlu dibina dan dikembangkan terutama keterampilan mendengarkan dan membaca. Namun potensinya dapat dirangsang lewat komunikasi yang aktif dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Perkembangan bahasa anak TK memang masih jauh dari sempurna. pikiran. Bahasa yang dipakai oleh anak dapat menyampaikan keinginan. Salah satu perkembangan anak saat usia TK adalah kemampuan berbahasa. Sistematika berbicara anak menggambarkan sistematikanya dalam berpikir. berusaha meniru dan kemudian baru mencoba mengekspresikan keinginan dan perasaannya. permintaan dan lainnya untuk kepentingan pribadinya. Dalam kenyataan anak usia dini rata-rata masih belum banyak menguasai kosa kata.

Pada kegitan membaca merupakan pelajaran yang sulit bagi anak. sehingga anak sulit memahami dan meresapi apa yang disampaikan guru. Dimana alat permainan ini peneliti fokuskan pada kegiatan pengembangan . Serta di sekolah guru kurang kreatif dalam menggunakan alat dan media dalam kegiatan bermain.4 pengembangan bahasa selain dari bicara adalah kemampuan menyimak. Pada dasarnya pembelajaran membaca guru masih kurang menguasai metode yang ada. Guru lebih cendrung menggunakan metode yang mudah dan tidak menggunakan alat peraga yang perlu disiapkan sebelumnya. Dari fenomena yang ditemui dilapangan. Untuk meningkatkan kemampuan berbahasa dan berbicara lancar anak dalam pendidikan perlu adanya variasi kegiatan dalam bentuk permainan. membaca dan menulis. terutama dalam kegiatan membaca kosa kata. Apalagi pembelajaran tersebut tidak bervariasi. Dampaknya anak tidak bisa dan sulit untuk membedakan bentuk huruf dan melafalkannya tidak tepat. Permaianan ini anak dapat menambah pemahaman kosa kata dan imajinasi dalam ber-ekspresi. Selama ini guru mengajarkan anak membaca melalui kegiatan mengeja huruf dan kata tanpa alat peraga atau gambar. Seringnya guru menggunakan metode mengeja dan menghafalkan huruf pada anak. peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tentang permaianan yang dapat meningkatkan perkembangan membaca anak melalui permaianan lingkaran kata. Oleh karena itu guru harus menciptakan pembelajaram membaca yang menarik dan menyenangkan bagi anak.

Pembatasan Masalah Mengingat luasnya permasalahan. Metode yang digunakan pengenalan membaca yang dilakukan disekolah kurang tepat. dana dan tenaga serta referensi yang dimiliki. 3. 2. C. serta hambatan-hambatan yang ditemui . Alat dan Media yang digunakan guru belum dapat menunjang kegiatan untuk membantu perkembangan membaca anak.5 kemampuan dasar anak. keterbatasan waktu. Kurangnya kemampuan guru dalam mengelola kegiatan dan pemanfaatan waktu dalam pelaksanaan kegitan membaca 5. salah satunya kemampuan berbahasa anak dalam kegiatan membaca. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan kegiatan membaca pada TK Aisyiyah kota Padangpanjang dapat diidentifikasikan sebagai berikut: 1. 4. B. Kurang tertariknya anak dalam kegiatan membaca yang dilaksanakan guru. Di samping itu untuk menjawab dan mengungkapkan permasalahan-permasalahan dilapangan. Anak belum mampu mengenal huruf dan melafalkan dengan tepat. Sulitnya anak mengenal bentuk huruf dan melafalkannya. maka peneliti perlu membatasi masalah yang diteliti yaitu: 1.

sampai bagian-bagian dari Lingkaran kata terisi. .6 2. Kurangnya alat dan media pendukung untuk kelancaran pembelajaran membaca. Anak mencari kata dan mencocokan sesuai dengan contoh kata bergambar yang ada pada anak tersebut. Rancangan Pemecahan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah yang dikemukakan di atas maka untuk mengatasi masalah tersebut peneliti merancang sebuah permainan Lingkaran kata di TK Aisyiyah Padangpanjang khususnya kelompok B5 untuk meningkatkan kemampuan pengenalan membaca pada anak. E. maka tujuan yang dicapai sebuah penelitian adalah : 1. 3. Bentuk permainan ini dapat dilaksanakan dengan perlombaan beregu atau perorangan agar anak lebih bersemangat. D. Tujuan Penelitian Berdasarkan uraian perumusan masalah diatas. Metode yang digunakan disekolah kurang tepat dalam pengenalan membaca. Perumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan yaitu “Bagaimana Permainan Lingkaran Kata dapat meningkatkan kemampuan Membaca anak di TK Aisyiyah Padangpanjang”. Sebelum permainan ini dimulai guru menyiapkan kartu kata bergambar dan kartu huruf sesuai dengan tema sebagai contoh anak. Agar anak dapat mengenal dan melafalkan huruf dengan benar. F.

Bagi guru sebagai pedoman dan menjadikan bahan masukan untuk meningkatkan pelaksanaanya serta untuk menyampaikan pesan atau isi pelajaran kepada anak didik. 5. H. Bagi peneliti sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas-tugas serta penyelesaian studi dan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan Pada Jurusan Pendidikan Guru pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan. Tumbuhnya minat anak dalam kegiatan membaca. Bagi anak untuk mengembangkan kreatifitas dan minatnya kearah yang lebih baik untuk pertumbuhan dan perkembangan bahasa anak. 3. Definisi Operasional Membaca yang dimaksud dalam penelitian ini adalah mengubah simbol tertulis berupa huruf menjadi system bunyi atau suara dimana setiap huruf dalam kata. 4.7 2. dan meningkatkan proses belajar mengajar pada . menjadi bunyi dalam suatu paket bunyi secara otomatis. 3. 2. Universitas Negeri Padang. Supaya anak senang dan termotifasi dalam kegiatan membaca. Bagi sekolah untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan pada umumnya khususnya. maka kegunaan penelitian ini adalah : 1. Manfaat Penelitian Dengan memperhatikan tujuan penelitian. G. Bagi peneliti berikutnya dan pustakawan sebagai informasi serta bahan bacaan yang berguna.

.8 Membaca dini mencakup kemampuan bunyi huruf dan menggabungkan bunyi menjadi kata. diharapkan permainan lingkaran kata ini dapat meningkatkan kemampuan membaca anak. Permainan lingkaran kata merupakan permainan yang dirancang untuk mengembangkan pengetahuan membaca anak. Bermain dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan demi kesenangan dan tanpa mempertimbangkan hasil akhir kegiatan tersebut dilakukan secara sukarela tanpa paksaan atau tekanan dari pihak luar. Jadi membaca adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan menggunakan bentuk huruf dari sebuah kata serta membaca kata tersebut dengan gambar melalui permainan lingkaran kata. Melalui permaianan lingkaran kata anak termotifasi dan bersemangat dalam kegiatan membaca. Karena permainan ini dapat diadakan dalam bentuk perlombaan. Dalam permainan ini anak mencari kartu kata atau gambar sesuai dengan simbol huruf yang telah ditentukan oleh guru.

Hakikat Anak Usia Dini a. Pengertian ini didasarkan pada pembatasan psikologi perkembangan yang meliputi bayi (infancy atau babyhood) yakni usia 0 – 1 tahun. Masa keemasan hanya terjadi satu kali dalam perkembangan kehidupan manusia. karena dalam masa ini ada era yang dikenal dengan masa keemasan (golden age). Musfiroh (2005: 1). Pengertian Anak Usia Dini Usia dini merupakan masa penting. masa kanak-kanak akhir (late childhood) yakni usia 6 – 12 tahun. 9 .BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Jika dalam masa ini anak kurang mendapat perhatian dalam hal pendidikan. pengasuhan dan layanan kesehatan serta kebutuhan gizinya dikhawatirkan anak tidak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Pada masa ini merupakan masa kritis bagi perkembangan anak. Defenisi ke dua membatasi pengertian usia dini pada anak usia satu hingga lima tahun. Landasan Teori 1. anak usia dini adalah anak yang berusia nol tahun atau sejak lahir sampai berusia kurang lebih delapan tahun (0-8). Terdapat beberapa definisi mengenai anak usia dini. usia dini (early chilhood) yakni usia 1 . dan seterusnya.5 tahun. perawatan. Definisi yang pertama.

2005: 28) menyatakan bahwa pada dasarnya anak memiliki pembawaan yang baik. berumur sekitar antara 3 sampai dengan 6 tahun dan didik serta masih sangat tergantung kepada kedua orang tua dalam setiap kegiatannya. b. maka anak usia dini adalah saat diaman anak belum memasuki jenjang pendidikan sekolah dasar. Pendapat Pestalozzi (dalam Masitoh. Anak mempunyai potensi-potensi yang ada dalam diri anak itu sendiri. menurut Undang-Undang RI No.10 Setiap anak mempunyai perilaku yang baik. Karakteristik Anak Usia Dini Anak usia dini adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan dengan sangat pesat dan sangat . dapat dikembangkan dalam pembelajaran di TK melaui bermain seraya belajar yang menyenangkan dan ketertarikkan anak. Dalam Aisyiyah (2007:1. Berdasarkan beberapa batasan diatas.3). 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Butir 14 yang menyebutkan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Guru adalah teman dan fasilisator dalam kegiatan bermain anak sehingga anak secara tidak sadar belajar berbagai hal.

antusias dan hampir selalu ingin tahu terhadap apa yang dilihat dan didengarnya. anak usia dini memiliki karakteristik yang khas. Anak sangat aktif. latar belakang keluarga dan lain sebagainya. 2007:1. Berbeda dengan fase usia anak lainnya. diantaranya dalam hal belajar.4) ada beberapa karakteristik untuk anak usia dini tersebut : 1) Memiliki rasa ingin tahu yang besar Anak usia dini sangat tertarik dengan dunia sekitarnya. Menurut Hartati (dalam Aisyiyah. 2) Merupakan pribadi yang unik Setiap anak memiliki keunikan yang berbeda-beda. minat. Dalam memenuhi rasa ingin tahunya anak mulai gemar bertanya meski dalam bahasa yang masih sangat sederhana. 3) Suka berfantasi dan berimajinasi Anak usia dini belum bisa membedakan dengan jelas antara khayalan dan kenyataannya. 4) Masa paling potensial untuk belajar . Anak usia dini memiliki dunia dan karakteristik tersendiri yang jauh berbeda dari dunia dan karakteristik fase usia anak lainnya maupun orang dewasa. Fantasi dan imajinasi ini sangat penting bagi pengembangan kreativitas dan bahasanya. seolah-olah tak pernah berhenti untuk belajar.11 fundamental bagi kehidupan selanjutnya. dinamis.

baik aspek fisik. kecuali untuk hal-hal yang membuatnya senang. Ia mulai belajar berbagi. karena pada rentang usia ini anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat pada berbagai aspek. 7) Sebagai bagian dari makhluk sosial Anak usia dini mulai suka bergaul dan bermain dengan teman sebayanya. 5) Menunjukkan sikap egosentris Anak usia dini umumnya hanya memahami segala sesuatu dari sudut pandang dirinya. anak usia prasekolah juga sangat peka untuk menerima berbagai rangsangan yang datang dari luar diri anak. Anak egosentrik lebih banyak berpikir dan berbicara tentang diri sendiri daripada tentang orang lain. mengalah dan antri saat menunggu giliran. Anak merupakan individu yang sedang belajar mengenai kehidupan yang akan menjadi pondasi untuk jenjang kehidupannya yang lebih kompleks lagi. kognitif.12 Anak usia dini juga sering disebut dengan istilah golden age. Rangsangan-rangsangan tersebut dapat membentuk kepribadian setiap anak yang akan berkembang terus hingga anak tumbuh dewasa. Pada masa ini. . motorik. 6) Memiliki rentang daya konsentrasi yang pendek Berg mengatakan bahwa rentang perhatian anak usia 5 tahun untuk dapat duduk tenang memperhatikan sesuatu adalah berkisar 10 menit. seni serta sosial emosinya.

Peningkatan berat badan anak lebih banyak dari pada panjang badannya. Peningkatan berat badan anak terjadi terutama karena bertambahnya ukuran system rangka. Anak juga akan menemukan guru sebagai sosok yang berpengaruh. Mereka juga sudah mampu menggunakan alat manipulasi dan konstruktif. berusaha meniru dan kemudian baru mencoba mengekspresikan keinginan dan perasaannya. perkembangan makna kata. Musfiroh (2005: 6) perkembangan anak usia dini dapat dipaparkan sebagai berikut : 1) Perkembangan Fisik dan Motorik Pertumbuhan fisik pada masa ini (kurang lebih usia 4 tahun) lambat dan relative seimbang. perkembangan penyusunan kalimat dan perkembangan pragmatik. nilai. imitasi dan ekspresi. . 2) Perkembangan Bahasa Hal yang penting dalam perkembangan bahasa adalah persepsi. Anak harus belajar mengerti semua proses ini. dan perilaku) dan psikososial serta diikuti oleh perubahan-perubahan yang lain. 3) Perkembangan Sosial Anak-anak mulai mendekatkan diri pada orang lain disamping anggota keluarganya. Periode ini merupakan kelanjutan dari masa bayi (lahir sampai usia 4 tahun) yang ditandai dengan terjadinya perkembangan fisik. Perkembangan motorik pada usia ini menjadi lebih halus dan lebih terkoordinasi dibandingkan dengan masa bayi. Mereka mulai menyukai alat–alat tulis dan meraka sudah mampu membuat desain maupun tulisan dalam gambarnya. Pada masa ini anak bersifat spontan dan selalu aktif. Perkembangan bahasa pada anak meliputi perkembangan fonologis. motorik dan kognitif (perubahan dalam sikap. Meluasnya lingkungan sosial anak menyebabkan mereka berhadapan dengan pengaruh– pengaruh dari luar. Perkembangan Anak Usia Dini. perkembangan kosakata.13 c. otot dan ukuran beberapa organ tubuh lainnya. pengertian adaptasi.

14 4) Perkembangan Moral Perkembangan moral berlangsung secara berangsur– angsur. Daya ingat anak menjadi sangat kuat. 2. Pengertian Bahasa Menurut Bromley (dalam Nurbiana. Simbol-simbol visual tersebut dapat dilihat. Jadi perkembangan anak usia dini tidak hanya berkembang pada satu aspek saja namun berkembang secara keseluruhan. Anak dapat memanipulasi simbol-simbol tersebut dengan berbagai cara sesuai dengan kemampuan berfikirnya. ditulis dan dibaca. tahap demi tahap. tahap konvesional (anak menerima nilai dan moral dari orang tua dan masyarakat). 2008:1. sehingga anak benarbenar berada pada stadium belajar. Daya pikir anak yang masih bersifat imajinatif dan egosentris pada masa sebelumnya maka pada periode ini daya pikir anak sudah berkembang kearah yang lebih konkrit.11) mendefenisikan bahasa sebagai simbol yang teratur untuk mentransfer berbagai ide maupun informasi yang terdiri dari simbol-simbol visual maupun verbal. tahap amoral (tidak mempunyai rasa benar atau salah). tahap otonomi (anak membuat pilihan sendiri secara bebas) 5) Perkembangan Kognitif Pikiran anak berkembang secara berangsur-angsur pada periode ini. Bahasa Anak Usia Dini a. . Sedangkan simbol verbal dapat diucapkan dan didengar. Perkembangan dalam suatu aspek dapat bersifat membatasi atau mendukung perkembangan pada aspek lain. Terdapat tiga tahap utama dalam pertumbuhan ini. rasional dan objektif.

yaitu suatu proses di mana anak menyerap arti kata baru setelah mendengarnya sekali atau dua kali dalam percakapan. dan kata menjadi kalimat. Pada masa kanak-kanak awal inilah anak mulai mengkombinasikan suku kata menjadi kata. dan perintah. Anak usia 4 tahun sudah mulai dapat menggunakan kalimat yang beralasan seperti ”ingin ikut mama ingin jalan-jalan”. Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini Anak usia dini khususnya usia 4-5 tahun dapat mengembangkan kosakata secara mengagumkan. dan pragmatik (penggunaan) bahasa. negatif. Dalam mengembangkan kosakata anak menggunakan fast mapping. Anak usia 4-5 tahun rata-rata dapat menggunakan 900 sampai 1000 kosakata yang berbeda.15 Menurut Santrock (dalam Nurbiana. Pada usia 5 tahun . Dengan demikian bahasa adalah suatu modifikasi komunikasi yang meliputi sistem simbol khusus yang digunakan sekelompok individu untuk mengkomunikasikan berbagai ide dan informasi. tanya. Owens (dalam Papalia et al. Mereka menggunakan 4-5 kata dalam satu kalimat yang dapat berbentuk kalimat pernyataan. semantik (variasi arti). 2008:3) bahwa bahasa adalah suatu system simbol untuk berkomunikasi yang meliputi fonologi (unit suara). morfologi (unit arti). b. Mereka sering mengulangi kosakata yang baru dan unik sekalipun mungkin belum memahami artinya. sintaksis (tata bahasa). 1990) mengemukakan bahwa anak usia tersebut memperkaya kosakatanya melalui pengukangan.

2008:2. 2005:9) perkembangan bahasa anak TK masih bersifat egosentrik dan self-expressive. Pada masa itu anak menguasai kemampuan bicara.15) mengemukakan bahwa perkembangan kognitif dan bahasa anak berkaitan erat dengan kebudayaan dan masyarakat tempat anak dibesarkan. Perkembangan bahasa dapat dipakai sebagai tolak ukur kecerdasannya dikemudian hari. Menurut Vygotsky (dalam Nurbiana. yaitu segala sesuatu masih berorientasi pada dirinya sendiri. Pengasuhan yang menurut perkembangan bahasa adalah pengasuhan yang memberikan stimulasi sensorimotorik. 2005:9) mengungkapkan ada dua hal penting yang harus dipertimbangkan dalam mendidik anak di TK yakni perkembangan bahasa dan pengasuhan. Lasuardi (dalam Musfiroh. Berdasarkan pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa. Kosa kata yang diperoleh anak pada awal masuk Taman Kanak-kanak kira kira berjumlah 2000 kata. perkembangan bahasa anak dalam mengembangkan kosakata dengan .16 pembicaraan mereka mulai berkembang di mana kosakata yang digunakan lebih banyak dan rumit. Menurut Piaget (dalam Musfiroh. sering bercerita dan berdiskusi dengan anak serta memberikan dorongan untuk mengungkapkan dirinya. karena keduanya sangat menentukan keberhasilan hari depannya kelak. tetapi mereka harus lebih banyak belajar sebelum mereka mencapai kemampuan bahasa orang dewasa.

dan wacana serta menghubungkannya dengan bunyi dan maknanya. Membaca a. Menurut Andreson (dalam Nurbiana. Menurut Hodgson (dalam Tarigan.5) membaca adalah merupakan interprestasi yang bermakna dari simbol verbal yang tertulis atau tercetak. ungkapan. kalimat. Pengertian Membaca Menurut Hari sebagaimana dikutip oleh Nurbiana (2008:5. jadi membaca pada hakikatnya adalah kegiatan fisik dan mental untuk menemukan makna dari tulisan”. Proses yang dialami dalam membaca adalah berupa penyajian kembali dan penafsiran suatu kegiatan dimulai dari mengenali. huruf.5) adalah : “Membaca adalah ketrampilan mengenal dan memahami tulisan dalam bentuk urutan lambanglambang grafis dan perubahannya menjadi wicara bermakna dalam bentuk pemahaman diem-diem atau pengujaran keras-keras. 1994:7) membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan penulis melalui media kata-kata.17 memperkayanya melalui pengungkapan. dimana kosakata yang digunakan lebih banyak dan rumit. Suatu proses yang menuntut agar kelompok kata yang . 2008:5. 3.5) memandang membaca sebagai proses untuk memahami makna suatu tulisan. frosa. kata. Pengertian membaca menurut Kridalaksana sebagaimana dikutip oleh Nurbiana (2008:5.

Membaca adalah suatu proses komunikasi antara pembaca dan penulis. karena seseorang yang membaca dengan suatu tujuan. b. Maka melalui permainan lingkaran kata dapat meningkatkan kemampuan pengenalan membaca pada anak. berbicara sopan pada orang tua mereka. Tujuan utama membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi. cendrung lebih memahami daripada orang yang tidak mempunyai tujuan.18 merupakan satu kesatuan akan terlihat dalam satu pandangan sekilas dan agar makna kata-kata secara individual akan dapat diketahui. dan anak-anak melihat tingginya nilai membaca dalam kegiatan pribadinya akan lebih giat belajar. prilaku kognitif mengacu pada pikiran. mencakup isi. Belajar membaca merupakan usaha yang terus menerus. dan prilaku bahasa mengacu pada bahasa anak pada temannya. . Kalau hal ini tidak dapat terpenuhi. maka pesan yang tersurat dan tersirat tidak akan tertangkap atau dipahami. Tujuan Membaca Membaca hendaknya mempunyai tujuan. tujuan atau intensif kita dalam membaca. Makna. dengan bahasa tulisan hakekat membaca adalah prilaku afektif yang mengacu pada perasaan. arti ( meaning) erat sekali berhubungan dengan maksud. memahami makna bacaan. dan proses mambaca itu tidak terlaksana dengan baik.

4) Membaca untuk mengelompokkan. membaca inferensi (reading for inference). 5) Membaca menilai. 3) Membaca untuk menyimpulkan. informasi yang dimaksud disini mencakup informasi tentang fakta dan kejadian sehari – hari sampai informasi tingkat tinggi tentang teori-teori serta penemuan dan temuan ilmiah canggih. membaca evaluasi (reading to evaluate). mereka ini mungkin membaca karya penulis kenamaan. Tujuan ini mungkin berkaitan dengan keinginan pembaca untuk mengembangkan diri.19 Tarigan (1984:9-10) mengemukakan tujuan membaca adalah sebagai berikut. membaca untuk mengklasifikasikan (reading to classify). 2) Membaca untuk mengetahui urutan atau susunan. Membaca untuk memperoleh perincian-perincian atau fakta-fakta (reading for details or facts). 1) Membaca untuk memperoleh ide-ide utama (reading for main ideas). . organisasi cerita (reading for sequence or organization). bukan karena berminat terhadap karya tersebut melainkan agar orang memberikan nilai positif terhadap diri mereka. 2) Agar citra diri meningkat. 6) Membaca untuk memperbandingkan atau mempertentangkan (reading to compare or contrast) Membaca mempunyai beberapa tujuan menurut Nurbiana (2005:54) tujuan membaca adalah : 1) Untuk mendapatkan informasi.

. 2008 : 5. bacaan yang dipilihnya untuk tujuan ini adalah bacaan ringan atau jenis bacaan yang disukainya. memahami makna. 4) Membaca untuk tujuan rekreatif untuk mendapatkan kesenangan atau hiburan. diharapkan kemampuan pengenalan membaca anak melalui permaiana lingkaran kata dapat berkembang sesuai dengan apa yang diharapkan c. jenuh. mencakup isi. 6) Tujuan membaca mencari nilai-nilai keindahan atau pengalaman estetis.20 3) Untuk melepaskan diri dari kenyataan misalnya saat dia sedih. Anak mulai berpikir bahwa buku itu penting dengan cara membolak-balik buku.12). tujuan utama membaca adalah untuk mendapatkan informasi. 5) Tujuan membaca hanya untuk mengisi waktu luang. pura-pura membaca buku. 2) Tahap Pembetukan Konsep Diri (Self Concept Stage) Anak memandang dirinya sebagai pembaca dan mulai melibatkan dirinya dalam kegiatan membaca. Dengan adanya tujuan membaca menurut para ahli. perkembangan dasar kemampuan membaca pada anak usia 4-6 tahun berlangsung dalam lima tahap yakni: 1) Tahap Fantasi (Magical Stage) Pada tahap ini anak mulai belajar menggunakan buku. Dalam hal ini membaca merupakan penyaluran yang positif. Tahap-tahap Membaca Anak Menurut Cochrane (dalam Nurbiana. dalam situasi iseng itu. bahkan putus asa. orang tidak memilih atau menentukan bacaannya.

21 3) Tahap Membaca Gambar (Bridging Reading Stage) Anak menyadari cetakan yang tampak dan mulai dapat menemukan kata yang sudah dikenal. semantic dan syntactic) secara bersama-sama. Dan agar tidak ada kesan pemaksaan belajar membaca pada anak maka harus dilakukan dengan bentuk permainan yang menyenangkan. Metode-Metode Membaca Menurut Firnamawaty (2004:7) menyatakan bahwa berdasarkan cara penyampaian membaca terbagi dalam : 1. pasta gigi dan lain-lain. Huruf dan kata-kata merupakan suatu yang abstrak bagi anak-anak. 5) Tahap Membaca Lancar (Independent Reader Stage) Anak dapat membaca berbagai jenis buku secara bebas. sehingga untuk mengenalkannya guru harus membuatnya menjadi nyata dengan mengasosiasikan pada hal-hal yang mudah diingat oleh anak. 4) Tahap Pengenalan Bacaan (Take-off Reader Stage) Anak mulai menggunakan tiga sistem isyarat (graphoponic. Dari lima tahap perkembangan dasar kemampuan membaca anak menurut para ahli diatas diharapkan sebagai pedoman bagi guru dalam mengetahui perkembangan membaca anak. Anak mulai tertarik pada bacaan dan mulai membaca tanda-tanda yang ada di lingkungan seperti membaca kardus susu. Pertama kali mengenalkan huruf biasanya guru memusatkan hanya pada huruf awal suatu kata yang sudah di kenal anak. Simultan Mengajarkan anak secara langsung. yaitu seluruh kata atau kalimat dengan sistem “lihat dan ucapkan”. Gagasan yang mendasari . d.

Hal-hal yang dilakukan dalam membaca simultan yaitu : a. Cara ini menggunakan pendekatan permainan. kemudian dipilah-pilah atau dipisah-pisah menjadi kata. “Membaca” Gambar Pada metode ini disajikan suatu gambar dan kata yang menunjukkan gambar tersebut. . b. misalnya mengenalkan suatu gambar “Ayam” yang berhubungan dengan huruf-huruf “Ayam” tersebut.22 metode ini adalah membentuk hubungan antara yang dilihat dan diingat anak dengan yang didengarnya sehingga membentuk satu rangkaian kata yang berkaitan seperti yang dilakukan orang dewasa ketika membaca. c. kemudian suku kata dan huruf. kartu kata ini diperlihatkan kepada anak disertai dengan bacaannya. Kartu Kata Metode ini menggunakan kartu kata yang ukurannya besar. Membaca “keseluruhan” dan kemudian “sebagian” Yaitu memperkenalkan kalimat yang lengkap terlebih dahulu.

Pencampurannya sesuai kebutuhan anak karena setiap anak merupakan individu yang unik dan memiliki karateristik yang berbeda termasuk dalam hal membaca. e. Menurut Anderson (1986:23) mengemukakan ada lima ciri membaca yaitu : 1) Membaca adalah proses konstruktif Tidak ada satu pun tulisan yang dapat dipahami tanpa bantuan latar belakang pengetahuan dan pengalaman pembaca. dapat digunakan sebagai pedoman yang digunakan guru dalam kegiatan membaca anak. Dari metode-metode membaca menurut para ahli.23 2. dengan rasa ingin tahunya itu individu berusaha memenuhinya melalui kegiatan membaca. Pengertian dan pemahaman pembaca mengenai suatu tulisan merupakan hasil pengolahan berdasarkan . Perkembangan Kemampuan Membaca bagi Anak Usia Dini Kemampuan membaca merupakan salah satu upaya individu dalam memenuhi kebutuhan mengenai suatu informasi karena pada dasarnya setiap individu mempunyai dorongan untuk selalu ingin tahu. Elektik Cara ini merupakan pencampuran cara sekuensi dan simultan.

serta tujuan membacanya. Artinya pembaca harus dapat menghubungkan tulisan dengan maknanya. Keterampilan tidak diperoleh secara mendadak atau dalam waktu singkat dan untuk selamanya. tahap demi tahap dalam waktu yang panjang . Membaca pada dasarnya adalah sesuatu yang menyenangkan. 5) Membaca merupakan keterampilan yang harus dikembangkan secara bersinambungan. 2) Membaca harus lancar Kelancaran membaca ditentukan oleh kesanggupan pembaca mengenali kata-kata. pengajaran membaca mungkin membosankan. lebih-lebih bagi anak yang sering menemui kegagalan. pengenalan tentang topik yang dibaca. 3) Membaca harus dilakukan strategi yang tepat Pembaca yang terampil dengan sendirinya akan menyesuaikan strategi membaca dengan taraf kesulitan tulisan.24 informasi yang terdapat didalam tulisan itu dipadukan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah dimilikinya. Keterampilan itu diperoleh melalui belajar. 4) Membaca memerlukan motivasi Motivasi merupakan kata kunci keberhasilan dalam belajar membaca. Akan tetapi.

Pendidikan formal orang tua akan sangat berpengaruh.25 Menurut Anderson dalam Nurbiana (2008:5. 3) Bahan bacaan Bahan bacaan yang terlalu sulit untuk seseorang akhirnya akan mematahkan selera atau keinginannya untuk terus membacanya.18) yang mempengaruhi kemampuan membaca anak adalah : 1) Motivasi faktor-faktor Motivasi merupakan faktor yang cukup besar pengaruhnya terhadap kemampuan membaca. Kerap kali kegagalan dalam bidang membaca disebabkan oleh rendahnya motivasi. Pembicaraan orang tua serta anggota keluarga lainnya juga mempengaruhi kemampuan membaca anak. sebab dengan latar belakang pendidikan yang memadai orang tua dapat melakukan komunikasi yang lebih tinggi kualitasnya. 2) Lingkungan keluarga Kebiasaan orang tua membacakan cerita untuk anak-anak yang masih kecil merupakan usaha yang besar sekali artinya dalam penumbuhan minat baca. Seorang anak yang diberi bacaan yang disajikan dalam struktur kalimat serta istilah-istilah yang terlalu tinggi baginya akhirnya akan menolak untuk membacanya. sebaliknya bahan bacaan yang terlalu kekanak-kanakan jika diberikan kepada anak yang sudah dewasa atau telah memiliki kemampuan bacaan .

Tentu saja keterbacaan maupun kesulitan bacaan itu berbeda-beda bagi tingkatantingkatan kemampuan membaca. Suatu bacaan mempunyai tingkatan keterbacaan atau kesulitan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Sebaliknya bila anak belum siap. b) Keterbacaan bahan Faktor keterbacaan merupakan faktor yang sangat penting dalam pemilihan bahan bacaan. maka kita perlu memberikan motivasi dan mengkondisikan anak agar ia siap belajar. Sehubungan dengan bahan bacaan ini ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan. . maka keberhasilan akan mudah diraih.26 tingkat tinggi juga tidak akan diminati. a) Topik Topik yang sesuai dengan kehidupan pembaca tentu akan lebih menarik dan lebih mudah dipahami dari pada yang tidak sesuai. antara lain sebagai berikut: 1) Kematangan mental Kematangan mental sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar anak. bila anak telah siap. Menurut Shofi (2008:92) ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan anak dalam belajar membaca.

untuk dapat membedakan bunyi huruf yang berbeda anak membutuhkan pendengaran yang baik. Namun tidak ada salahnya. anak akan dapat membedakan perbedaan karakter masing-masing huruf secara baik. akan sangat membantu ketepatan daya tangkap terhadap kegiatan membaca. 5) Keterampilan berpikir dan mendengarkan Keterampilan anak berpikir dan mendengar yang baik.27 2) Kematangan visual Bila kemampuan visual anak berkembang baik. maka akan sangat membantu keberhasilan belajarnya. 3) Kemampuan mendengarkan Kemampuan mendengarkan yang bagus juga akan sangat membantu keberhasilan belajar. Ketika anak belum mampu berbicara dengan baik. oleh karena itu mengasah kepekaan bunyi sebaiknya . pengenalan membaca akan berhenti pada tahap mengenal karakter huruf. pengenalan membaca ini kita mulai sejak anak baru belajar berbicara. karena pengenalan membaca sangat berkaitan erat dengan masalah bunyi suara. 4) Perkembangan wicara dan bahasa Perkembangan wicara dan bahasa diperlukan ketika anak hendak mengucapkan sebuah kata atau kalimat. Karena dengan kemampuan tersebut.

maka emosi anak akan lebih mudah dikendalikan. 7) Kematangan sosial dan emosional Ketika anak telah memiliki kematangan sosial-emosional. sejak awal dilakukan sebelum melakukan pengenalan membaca.28 dilakukan sejak dini dan dapat dimulai sejak anak berusia nol sampai tiga bulan. dan akan mampu bersabar. aktifitas mental (daya ingat). bila anak sudah ingin membaca usahakan untuk melayaninya selalu. 8) Motivasi Motivasi yang kuat akan mendorong keberhasilan yang lebih baik. karena kegiatan membaca akan sangat efektif bila dilakukan bersama-sama dengan kegiatan belajar menulis. Oleh karena itu pemberian motivasi pada anak sangat penting untuk dilakukan. dan pemahaman. 9) Minat Membangun minat anak pada kegiatan membaca. sehingga anak mampu berkonsentarasi lebih lama. 6) Perkembangan motorik Perkembangan motorik anak terutama motorik halusnya. Setiap anak dapat membaca dengan baik bila . Aktifitas membaca merupakan aktifitas kompleks yang mencakup fisik gerakan mata dan ketajaman penglihatan. berkaitan erat dengan keberhasilan membaca.

Kemampuan ini berkaitan dengan kesanggupan anak menangkap isi pesan dari orang lain secara benar.29 mampu melihat huruf-huruf dengan jelas. memahami simbol-simbol bahasa secara tepat dan memiliki penalaran yang cukup untuk memahami bacaan. guna mempersiapkan dirinya menjadi manusia yang dapat mandiri. 2) Kemampuan melihat dan memahami . dapat menggerakan mata secara lincah. Dalam Depdikbud (2000:26-29) pengenalan permainan membaca meliputi kemampuan : 1) Kemampuan mendengar Merupakan kemampuan anak untuk dapat menghayati alam dan mendengar pendapat orang lain dengan indera pendengaran. Pengenalan Membaca melalui Kegiatan Bermain Bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan anak dengan atau tanpa mempergunakan alat yang menghasilkan pengertian atau memberikan informasi. berwawasan dan berdaya guna dalam hidupnya. memberi kesenangan maupun mengembangkan imajinasi anak. Pemberian stimulasi untuk mengembangkan kemampuan membaca sangat penting untuk dilakukan sejak usia dini karena membaca merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap orang. Membaca dan menulis merupakan salah satu pintu utama untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan informasi. f.

Kemampuan ini merupakan bentuk kesanggupan anak untuk melihat sesuatu serta memahami hal-hal yang berkaitan dengan sesuatu tersebut. menemukan sendiri. mengeluarkan pendapat dan memecahkan masalah. mempraktekkan dan mendapatkan bermacam-macam konsep serta pengeritian yang terkira banyaknya. 3) Kemampuan berbicara (komunikasi) Merupakan kemampuan anak untuk berkomunikasi secara lisan dengan orang lain. Disinilah proses pembelajaran terjadi. mencipa. Kemampuan ini sebagai tahap awal dalam membaca permulaan. bereksplorasi. mereka mengambil keputusan. 4) Membaca gambar Kemampuan ini mengungkapkan kesanggupan anak membaca sesuatu dengan menggunakan gambar. Kemampuan ini memberikan gambaran tentang kesanggupan anak menyusun berbagai kosa kata yang telah dikuasai menjadi suatu rangkaian pembicaraan secara terstruktur. Menurut Mayke (dalam Anggani. mencoba. memilih. Begitu banyak kandungan arti bermain sehingga perlu setiap kali guru mengetahui apa arti bermain bagi anak. mengulang-ulang.30 Merupakan kemampuan anak untuk dapat menghayati dan mengamati alam dengan indera penglihatan. 1995:3) bahwa belajar dengan bermain memberi kesempatan kepada anak untuk memanipulasi. menentukan. mengerjakan secara tuntas. .

gembira. namun anak mengulagulang kegiatan itu karena ada rasa nikmat yang diperolehnya.dkk (dalam Tedjasaputra. misalnya saat harus meluncur dari tempat yang tinggi. Kadang-kadang kegiatan bermain dibarengi oleh perasaan takut. tegang. Permainan merupakan alat pendidikan karena memberikan rasa kepuasan. Permainan mempunyai arti sebagai sarana mensosialisasikan diri anak artinya permainan digunakan sebagai sarana membawa anak ke alam masyarakat.31 Permainan dan bermain memiliki arti dan makna tersendiri bagi anak. Dalam situasi bermain anak akan menunjukkan bakat. 2) Perasaan dari orang yang terlibat dalam kegiatan bermain diwarnai oleh emosi-emosi yang positif. Kalaupun emosi positif tidak tampil. Maksudnya muncul atas keinginan pribadi serta untuk kepentingan sendiri. setidaknya kegiatan bermain mempunyai nilai (value) bagi anak. mengenal dan menghargai masyarakat. fantasi dan kecendrungan-kecendrungannya. yaitu: 1) Dilakukan berdasarkan motivasi instrinsik. kepuasan dan mungkin rasa kecewa. 2001:16) diungkapkan adanya beberapa ciri-ciri kegiatan bermain. . kegembiraan dan kebahagiaan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Smith . Saat bermain anak akan menghayati berbagai kondisi emosi yang mungkin muncul seperti rasa senang.

Tidak adanya tekanan untuk mencapai prestasi membebaskan anak untuk mencoba berbagai variasi kegiatan. Kebebasan memilih menjadi tidak begitu penting bila anak beranjak besar. Yang ditandai mudahnya kegiatan beralih dari satu aktivitas ke aktivitas lain. Tetapi dikategorikan bekerja. Sebagai contoh pada anak seusia TK. Ciri ini merupakan elemen yang sangat penting bagi konsep bermain pada anak-anak kecil. ditugaskan oleh guru. perhatian anak-anak lebih terpusat pada kegiatan yang berlangsung dibandingkan tujuan yang ingin dicapai. menyusun balok disebut bermain bila dilakukan atas kehendak sendiri anak tersebut. Kegiatan bermain mempunyai kerangka tetentu yang memisahkannya dari kehidupan nyata sehari-hari.32 3) Fleksibelitas. 6) Mempunyai kualitas pura-pura. 4) Lebih menekankan pada proses yang berlangsung dibandingkan hasil akhir. 5) Bebas memilih. Saat bermain. Karena itu bermain cenderung lebih fleksibel. karena tidak semata-mata ditentukan oleh sasaran yang ingin di capai. Kerangka ini .

berarti hak anak untuk bermain sudah dirampas. Artinya anak tersebut tidak lagi menikmati kegiatannya sebagai bermain. Ciri ke 6 menjadi indikasi paling kuat bahwa seorang anak usia pra sekolah sedang melakukan kegiatan bermain. . tindakan-tindakan anak akan berbeda dengan perilakunya saat sedang tidak bermain. karena anak memberi ’makna’ baru terhadap objek yang dimainkan dan mengabaikan keadaan objek yang sesungguhnya. menyusun kepingan gambar dan lain-lain. Misalnya anak yang purapura minum dari ’cangkir’ yang sebenarnya berujud balok. yaitu (1) permainan dengan aturan (games with rules) dan (2) melamun. Ada dua ciri lagi dari kegiatan bermain. yaitu bebas dari aturanaturan yang ditetapkan dari luar dan keterlibatan secara aktif dari si pemain (Rubin. 1983). atau menganggap kepingan gambar sebagai kue keju.33 berlaku terhadap semua bentuk kegiatan bermain seperti bermain peran. Kualitas ’purapura’ memungkinkan anak bereksperimen dengan kemungkinankemungkinan baru. Karena itu hendaknya lebih berhati-hati dalam memberikan kegiatan pada anak. Keadaan ini bisa kita simak pada saat anak bermain. Realitas internal lebih di utamakan dari pada realitas eksternal. Namun kedua ciri ini kurang tepat bila diterapkan kepada dua bentuk bermain lainnya. Fein & Vandenberg. karena bila kegiatannya lebih condong ke arah bekerja. menyusun balok-balok.

Menurut Gagne (dalam Nurbiana. 2006 : 10. sedangkan remaja serta orang dewasa akan ’bermain’ dengan ide-ide mereka.3). Jadi makin jelas bagaimana sumbangan kegiatan bermain khayal/bermain peran untuk mengembangkan idea seseorang di kemudian hari. Sebenarnya lambat laun kegiatan melamun menggantikan kegiatan bermain peran.34 Padahal. Dari batasan yang disampaikan oleh para ahli mengenai media maka dapat disimpulkan bahwa pengertian media dalam sebagai Cara untuk .kaset. Media Pembelajaran Kata media berasal dari bentuk jamak bahasa Latin Medium yang secara harfiah berarti antara. Buku. bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan anak didik yangdapat memotivasi anak didik dalam belajar. 4. Permainan melalui Lingkaran Kata Meningkatkan Kemampuan Membaca a. perantara atau pengantar. Banyak batasan pengertian media yangdikemukakan para ahli. permainan yang menggunakan aturan mempunyai makna penting bagi anak-anak usia lebih besar (diatas 7 tahun). film bingkai adalah contohnya.3) bahwa media adalah segala alat fisik yangdapat menyajikan pesan serta merangsang anak didik untuk belajar. film. 2006 : 10. sedangkan melamun sering muncul saat anak menjelang remaja. Sedangkan menurut Briggs (dalam Nurbiana.

2) Memperdalam pelajaran. waktu dan daya indera manusia.4) peranan media dalam proses belajar mengajar : 1) Memperjelas penyajian pesan dan mengurangi verbalitas.35 pembelajaran adalah segala bentuk alat komunikasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan/informasi dari sumber pada anak didik yang bertujuan agar dapat merangsang pikiran. Seperti yang diuraikan oleh Hamalik (dalam Nurbiana. Media selain dapat digunakan untuk mengantarkan pembelajaran secara utuh dapat juga dimanfaatkan untuk menyampaikan bagian tertentu dari kegiatan pembelajaran. 4) Mengatasi keterbatasan ruang. 6) Mengatasi sifat unik pada setiap anak didik yang diakibatkan oleh lingkungan yang berbeda. 3) Memperagakan pengertian yang abstrak kepada pengertian yang konkret dan jelas. perasaan. minat dan perhatian anak didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. memberikan penguatan maupun motivasi. 2005:10. 5) Penggunaan media pembelajaran yang tepat akan dapat mengatasi sikap pasif anak didik. pemahaman anak didik terhadap materi .

. Hindari kesan bahwa anak melakukan kegagalan. Permainan Lingkaran Kata Permainan kata dan huruf dapat memberikan suatu situasi belajar yang santai dan menyenangkan. Anak dengan aktif dilibatkan dan dituntut untuk memberikan tanggapan dan keputusan. Guru perlu banyak memberikan sanjungan dan semangat. b. 9) Memperlancar pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan mempermudah tugas mengajar guru. maka guru perlu membantu agar anak merasa senang dan berhasil dalam belajar.36 7) Media mampu memberikan variasi dalam proses belajar mengajar. Untuk kemampuan berbahasa Peabody (dalam Sudono. Jika permainan sukar dilakukan oleh anak. 1995) mengembangkan berbagai keterampilan bahasa bagi anak yang meliputi pengetahuan tentang keterangan tempat dan sebagainya. Kosa kata yang tepat berasal dari lingkungan terdekat anak dapat dikembangkan sedemikian rupa sehingga tidak membosankan bagi anak. 8) Meberi kesempatan pada anak didik untuk mereview pelajaran yang diberikan. Dan dapat pula disesuaikan dengan imajinasi anak sehingga tetap dapat menarik minat anak.

37 B. Rahman (2010) dalam penelitian tindakan kelas yang berjudul “meningkatkan minat baca anak melalui permainan kartu bergambar dengan metode Cantol Raudhoh di TK Negeri 2 Padang”. melalui bermain anak dengan sendirinya telah belajar. 3. 2. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada peningkatan kemampuan membaca anak melalui permainan rumah kata. dalam penelitian tindakan kelas yang berjudul “Upaya meningkatkan minat baca anak melalaui metode bermain peran di TK Izzah Duri”. C. Winda (2010). Hasil ini terbukti dengan presentase kemampuan membaca anak dari sebelum tindakan sampai dengan siklus III yakni sebelum tindakan 40% mencapai 70%. Pendidikan di TK dilakukan dengan cara bermain sambil belajar. Kerangka Konseptual Dunia anak adalah bermain. Belajar di TK biasanya dilakukan seperti pengenalan angka untuk . siklus II mencapai 85%. dalam penelitian tindakan kelas dengan berjudul “Meningkatkan kemampuan membaca melalui permainan rumah kata di TK Tarbiyah Luak Begau Kabupaten Lima Puluh Kota”. dan siklus III mencapai 87%. Melalui penelitian menemukan bahwa terdapat peningkatan minat baca anak melalui bermain peran. Aryani (2011). Penelitian yang Relevan 1. Menemukan bahwa terdapat peningkatan minat baca anak melalui permainan kartu bergambar.

Hal ini disebabkan karena kurangnya variasi guru dan media yang digunakan tidak menarik. Setelah diamati dalam kegiatan menghubungkan dan menyebutkan tulisan dengan symbol yang melambangkan banyak anak mengalami kesulitan dalam membaca.KARTU GAMBAR. pengenalan huruf untuk perkembangan membaca termasuk juga menulis. PENGENALAN MEMBACA PERMAINAN LINGKARAN KATA KARTU KATA. Alat permaianan lingkaran kata ini terbuat dari bahan yang tidak berbahaya.38 perkembangan kognitif. Permainan lingkaran kata ini diharapkan perkembangan membaca anak . HURUF KEMAMPUAN MEMBACA ANAK MENINGKAT Bagan I Kerangka konseptual Dalam proses pembelajaran membaca anak dilakukan melalui permainan lingkaran kata. diharapkan dapat menambah kosa kata dan wawasan anak. Kegiatan ini diadakan dalam bentuk perlombaan dua orang anak atau lebih.

Hipotesis Tindakan Berdasarkan kajian teori dan kerangka konseptual yang telah dikemukakan di atas maka melalui permainan lingkaran kata dapat meningkatkan Padangpanjang. D.39 dengan menyebutkan huruf satu per satu serta membaca sebuah kata berdasarkan gambar dapat meningkat sesuai tahap perkembangan anak. pengenalan membaca pada anak di TK Aisyiyah .

Jenis Penelitian Penelitian mengenai pengenalan kemampuan pengenalan membaca anak melalui Pemainan Lingkaran Kata merupakan penelitian berbentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). melaksanakan. Kunandar (2010:46) PTK adalah: PTK adalah suatu penelitian yang dilakukan guru dikelas sendiri dengan jalan merancang. Seorang guru harus mampu mengembangkan kemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah yang terjadi ketika pembelajaran dikelas sedang berlangsung melalui tindakan bermanfaat dan tepat untuk memperbaiki situasi dan Akondisi dalam pembelajaran yang berguna untuk meningkatkan mutu dan tingkat keberhasilan dalam pembelajaran.BAB III RANCANGAN PENELITIAN A. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) memiliki peranan yang sangat penting dan strategis untuk meningkatkan mutu pembelajaran. 40 . mengamati dan merefleksikan tindakan melalui beberapa siklus secara kolaboratif dan partisipatif yang bertujuan memperbaiki atau meningkatkan mutu proses pembelajaran dikelasnya.

sehingga guru memperoleh umpan balik yang sistematis. Penelitian Tindakan Kelas dilakukan melaui tindakan yang direncanakan. B. dilaksanakan dan di evaluasi. 3. Kelas adalah sekelompok anak dalam waktu yang sama. Tindakan adalah sesuatu aktifitas yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu yang dalam penelitian ini berbentuk rangkaian siklus kegiatan. Penetilian Tindakan Kelas yang dilakukan oleh seorang guru atau kolaborasi dengan guru lain melibat anaknya sendiri dengan tujuan memperbaiki kinerja guru sehingga tercapai tujuan pembelajaran. 2. menerima pelajaran yang sama dari seorang guru. menggunakan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti. Tempat dan Waktu Penelitian Pelaksanaan penelitian dilakukan bertempat dilokasi Sekolah peneliti sendiri yaitu pada TK Aisiyah Padangpanjang. Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu objek. Dimana sekolah tersebut memiliki 5 kelas dengan masing-masing jumlah siswa 15 orang dan mempunyai 2 orang guru kelas pada masing-masing kelas.41 Dalam PTK terdapat tiga unsur menurut Kunandar (2010:45) adalah sebagai berikut: 1. Jumlah dari tenaga .

Subjek Penelitian Pelaksanaannya dilakukan pada bulan November 2011 sampai Desember 2011. Refleksi (Reflecting) . Pelaksanaan tindakan (Acting) c. D. dengan populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas B5 yang terdaftar pada tahun ajaran 2011/2012 di TK Aisyiyah Padangpanjang yang mana jumlah siswa terdiri dari 8 siswa perempuan dan 7 siswa laki-laki. Prosedur Penelitian Menurut Arikunto (2008: 16). penelitian tindakan kelas dilakukan melalui proses yang dinamis dan komplementari yang terdiri dari empat momentum esensial yaitu antara lain : a. dan 1 orang Tata Usaha dikantor. Menyusun rancangan tindakan (Planning) b. C.42 kependidikan 12 orang ditambah 1 orang Kepala Sekolah. Pengamatan (Observing) d. 2 orang sopir.

. Kondisi Awal Sebelum peneliti melakukan tindakan.43 * Kondisi Awal Refleksi Siklus I Perencanaan Siklus II Tindakan Perencanaan Siklus I Observasi Observasi Tindakan Refleksi Siklus II Tujuan Tercapai Hasil/Laporan Bagan 2 Prosedur Penelitian (Arikunto. Hasil pengamatan tersebut diteliti kemudian berdasarkan hasil analisis tersebut dilakukan tindakan pada siklus pertama pertemuan I. terlebih dahulu dilakukan pengamatan tentang perkembangan membaca anak kelas B5 TK Aisyiyah. Dari pengamatan kemampuan anak dalam membaca dan menyebutkan huruf abjad yang terdapat pada kata anak belum mampu. 2008:16) 1.

dan kesuksesan hasil yang diperoleh”. pelaksanaan tindakan. . dilakukan empat kali pertemuan. Siklus I Kegiatan yang berlangsung pada siklus I. Sesuai dengan prinsip umum Penelitian Tindakan Kelas setiap tahapan dan siklusnya selalu secara partisipatoris dan kolaboratif antar peneliti dan praktisi (guru dan siswa) dalam sistim pembelajaran. Perencanaan yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah membuat rencana pembelajaran berupa satuan kegiatan mingguan dan satuan kegiatan harian yang berisikan tentang pembelajaran permainan Lingkaran kata. perenungan terhadap perencanaan. pengamatan. Perencanaan 1) Menyusun rencana pembelajaran berupa satuan kegiatan mingguan dan satuan kegiatan harian yang berisikan tentang peningkatan kemampuan membaca anak melalui permainan lingkaran kata 2) Menyiapkan media pembelajaran yang akan diberikan kepada anak 3) Menyiapkan lembaran instrument penelitian yaitu lembaran format observasi. a. lembaran wawancara dan lembaran penilaian serta menyiapkan dokumantasi.44 Menurut Mahyuddin (2008 :69) proses penelitian tindakan “Merupakan proses daur ulang atau siklus yang dimulai dari aspek mengembangkan perencanaan tindakan. kegiatan tindakan. 2.

45

1. Guru menyiapkan potongan kepingan Lingkaran yang telah bertulisan kata, kepingan bergambar dan kepinagan bertulisan huruf 2. Guru memberikan penjelasan dan perkenalan bahan-bahan yang digunakan dalam permainan Lingkaran kata, 3. Guru memperkenalkan cara memainkan Lingkaran kata 4. Guru merancang kegiatan yang dilakukan anak saat bermain Lingkaran kata 5. Merancang penilaian awal dan akhir yang dilakukan untuk meninggkatkan kemampuan membaca anak 6. Membuat lembaran hasil pengamatan (observasi), lembaran wawancara dan dokumentasi b. Tindakan Pelaksanaan tindakan terdiri dari tiga bagian utama yaitu kegiatan pembukaan (awal), kegiatan inti, dan kegiatan penutup (akhir). Untuk lebih jalasnya akan dikemukakan pada bagian berikut ini

46

1. Pertemuan I 1. Kegiatan Awal ± 30 menit a. Mencek kehadiran anak didik dan mengkondisikan tempat duduk anak b. Apsersepsi, yaitu memberikan kaitan pembelajaran yang akan diberikan kepada anak c. Menciptakan kegiatan pembelajaran yang menarik melalui tanya jawab dan percakapan 2. Kegiatan Inti ± 60 menit a. Pertama kali guru memperkenalkan tema hari ini kepada anak b. Guru memperlihatkan gambar tersebut c. Guru menerangkan permainan lingkaran kata terlebih dahulu Cara permainannya adalah : 1) Guru memperkenalkan alat permainan lingkaran kata 2) Guru menjelaskan dan memperagakan tentang alat permainan dan cara memainkannya kepada anak 3) Setelah anak mengetahui cara memainkannya guru

mempersilahkan anak untuk mencobanya 4) Anak melaksanakan permainan tersebut dalam bentuk perlombaan 5) Guru memberikan penghargaan kepada anak yang berhasil dan anak yang belum berhasil guru memberikan bimbingan serta motivasi

47

3. Kegiatan Akhir ± 30 menit 1) Guru Mengadakan tanya jawab kepada anak untuk evaluasi terhadap permainan yang telah dilakukan anak 2) Diskusi kegiatan hari ini dan informasi 2. Pertemuan II Pertemuan II juga terdiri dari tiga bagian yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Untuk lebih jelasnya lagi dikemukakan pada bagian berikut : 1. Kegiatan Awal ± 30 menit a) Mencek kehadiran anak didik dan mengkondisikan tempat duduk anak b) Apersepsi, yaitu memberikan kaitan pembelajaran yang akan diberikan kepada anak c) Menciptakan kegiatan pembelajaran yang menarik melalui tanya jawab dan percakapan 2. Kegiatan inti ± 60 menit a) Guru mengenalkan kembali alat-alat permainan lingkaran kata dan menayakan kepada anak masih ingatkah cara permainan lingkaran kata tersebut b) Untuk lebih mengingatkan lagi, guru menjelaskan cara bermain lingkaran kata kembali c) Guru mencontohkan kembali cara permainan lingkaran kata kepada anak

Kegiatan Akhir ± 30 menit a) Mendiskusikan dengan anak tentang permainan lingkaran kata yang telah dilakukan dan menyimpulkan kegiatan pembelajaran sambil mengevaluasi anak secara lisan tentang materi yang dipelajari untuk mengetahui berhasil atau tidak tercapainya tujuan pembelajaran yaitu anak-anak dapat membaca sebuah kata.48 d) Guru kembali mempersilahkan anak untuk bermain dalam bentuk perlombaan e) Guru memberikan bimbingan kepada anak yang belum berhasil dalam melakukan permainan lingkaran kata f) Guru memberikan penghargaan berupa tepuk tangan. pujian. sedang anak yang belum berhasil. . yes”. 3. guru member bimbingan dan arahan serta motivasi kepada anak. c) Mengucapkan syukur”Alhamdulillah”. b) Mengakhiri pembelajaran dengan tepuk tangan semangat”aku anak hebat.

49 3. Kegiatan Inti ± 60 menit a) Guru mengenalkan kembali alat-alat permainan lingkaran kata dan menanyakan kepada anak masih ingatkah cara permainan lingkaran kata tersebut b) Untuk lebih mengingatkan lagi. Pertemuan III Pertemuan tiga juga terdiri dari tiga bagian yaitu kegiatan awal. Kegiatan awal ± 30 menit a) Mencek kehadiran anak didik dan mengkondisikan tempat duduk anak b) Apersepsi. kegiatan inti dan kegiatan akhir. guru menjelaskan cara bermain lingkaran kata kembali c) Guru mencontohkan kembali cara permainan lingkaran kata kepada anak d) Guru kembali mempersilahkan anak untuk bermain dalam bentuk perlombaan e) Guru memberikan bimbingan kepada anak yang belum berhasil dalam melakukan permainan lingkaran kata . Untuk lebih jelasnya lagi dikemukakan pada bagian berikut : 1. yaitu memberikan kaitan pembelajaran yang akan diberikan kepada anak c) Menciptakan kegiatan pembelajaran yang menarik melalui janya jawab dan percakapan 2.

yaitu memberikan kaitan pembelajaran yang akan diberikan kepada anak .50 f) Guru memberikan penghargaan berupa tepuk tangan. yes”. sedangkan anak yang belum berhasil. pujian. Kegiatan awal ± 30 menit a) Mencek kehadiran anak didik dan mengkondisikan tempat duduk anak b) Apersepsi. 3. Kegiatan Akhir ± 30 menit a) Mendiskusikan dengan anak tentang permainan lingkaran kata yang telah dilakukan dan menyimpulkan kegiatan pembelajaran sambil mengevaluasi anak secara lisan tentang materi yang dipelajari untuk mengetahui berhasil atau tidak tercapainya tujuan pembelajaran yaitu anak-anak dapat membaca sebuah kata b) Mengakhiri pembelajaran dengan tepuk tangan semangat “aku anak hebat. Pertemuan IV Pertemuan tiga juga terdiri dari tiga bagian yaitu kegiatan awal. c) Mengucapkan syukur “Alhamdulillah”. 4. Untuk lebih jelasnya lagi dikemukakan pada bagian berikut : 1. kegiatan inti dan kegiatan akhir. guru member bimbingan dan arahan serta motivasi kepada anak.

Kegiatan Akhir ± 30 menit a) Mendiskusikan dengan anak tentang permainan lingkaran kata yang telah dilakukan dan menyimpulkan kegiatan pembelajaran sambil mengevaluasi anak secara lisan tentang materi yang dipelajari untuk mengetahui berhasil . 3. guru member bimbingan dan arahan serta motivasi kepada anak. pujian. Kegiatan Inti ± 60 menit a) Guru mengenalkan kembali alat-alat permainan lingkaran kata dan menanyakan kepada anak masih ingatkah cara permainan lingkaran kata tersebut b) Untuk lebih mengingatkan lagi. sedangkan anak yang belum berhasil. guru menjelaskan cara bermain lingkaran kata kembali c) Guru mencontohkan kembali cara permainan lingkaran kata kepada anak d) Guru kembali mempersilahkan anak untuk bermain dalam bentuk perlombaan e) Guru memberikan bimbingan kepada anak yang belum berhasil dalam melakukan permainan lingkaran kata f) Guru memberikan penghargaan berupa tepuk tangan.51 c) Menciptakan kegiatan pembelajaran yang menarik melalui janya jawab dan percakapan 2.

keputusan.52 atau tidak tercapainya tujuan pembelajaran yaitu anak-anak dapat membaca sebuah kata b) Mengakhiri pembelajaran dengan tepuk tangan semangat “aku anak hebat. proses. Evaluasi dilakukan berdasarkan hasil pengamatan. Menurut Davies (2002:190) menyatakan bahwa evaluasi merupakan proses sederhana memberikan / menetapkan nilai kepada sejumlah tujuan. Kegiatan observasi dilakukan setiap kali pertemuan. c. Jadi hasil belajar anak dapat dilihat selama proses belajar mengajar berlangsung. unjuk kerja. kegiatan. objek dan masih banyak yang lain. Sedangkan evaluasi hasil pembelajaran merupakan proses untuk menentukan nilai belajar siswa melalui kegiatan penilaian atau pengukuran hasil belajar. orang. . Observasi Kegiatan observasi dilakukan untuk mengamati aktifitas anak dan guru selama proses pembelajaran berlangsung. c) Mengucapkan syukur “Alhamdulillah”. yes”. Selama pembelajaran berlangsung setiap kreativitas anak yang tertera pada format observasi dicatat oleh observer.

Instrumentasi Dalam penelitian tindakan kelas ini menggunakan instrument antara lain : a. Siklus II Dalam siklus II ini. Sama dengan siklus I. Siklus I dan II akan dilakukan dalam beberapa kali pertemuan. Observasi Lembaran observasi merupakan cara mengumpulkan data untuk mendapatkan informasi dengan cara pengamatan langsung terhadap proses pembelajaran. Sedangkan siklus II permainan dilaksanakan diluar kelas. pada siklus II juga dilakukan perencanan.53 d. Agar observasi lebih terarah. pengamatan dan refleksi. penelitian akan melakukan perbaikan kegiatan pembelajaran berdasarkan hal-hal yang ditemukan atau hal-hal yang telah ditemukan pada siklus I. maka diperlukan pedoman observasi yang dikembangkan oleh guru dengan mengacu pada indikator . Refleksi a) Merumuskan hal-hal yang belum dan telah dilakukan berdasarkan hasil observasi dan evaluasi b) Merumuskan tindakan yang perlu dilakukan selanjutnya. Pada siklus I permainan Lingkaran Kata ini dimainkan dalam ruang kelas sehingga lokasinya sedikit sempit. E. Dengan demikian anak akan lebih tertarik dan termotivasi untuk bermain. pelaksanaan. dan menjelaskan bagaimana melakukannya 4.

Dokumentasi Dokumentasi berupa fortofolio. F. Format wawancara Format wawancara dilakukan untuk mengamati siswa sejauh mana anak memahami tentang permainan lingkaran kata dengan menjawab beberapa pertanyaan terhadap proses pembelajaran membaca yang telah berlangsung tadi diharapkan tercapai. . pormat penilaian dan kamera foto yang digunakan untuk hasil foto pembelajaran yang sedang berlangsung c. format penilaian dan hasil foto dalam pembelajaran c. Teknik dokumentasi Penulis menggunakan dokumentasi berupa fortofolio. dimana pedoman observasi digunakan untuk mengecek kegiatan yang dilakukan berdasarkan indikator yang sudah ditentukan sebelumnya yang berkaitan tentang proses belajar mengajar. Teknik wawancara Dilakukan untuk mengetahui keaktifan anak terhadap kegiatan yang sudah dilakukan. Teknik Pengumpulan Data Cara penulis lakukan untuk mendapatkan data adalah sebagai berikut : a.54 yang telah ditetapkan. Teknik observasi Observasi ini selama proses pembelajaran berlangsung dan hasil observasi ditulis pada lembaran observasi. b. b.

setiap kegiatan mengajar yang dilakukan merupakan sebagian untuk menentukan tindakan berikutnya. Cara menganalisa hasil observasi Data yang telah diperoleh dari hasil pengamatan dengan teknik persentasi. maka intervestasi aktivitas belajar anak adalah sebagai berikut dengan . 1. Data diperoleh selama proses pembelajaran diolah dengan teknik persentase seperti yang dikemukakan oleh Sudijono ( 2009:43 ) sebagai berikut : P = F X 100% N Keterangan P = Persentase aktivitas F = Frekuensi aktivitas yang dilakukan anak N = Jumlah anak dalam satu kelas 2. data ditampilkan dalam bentuk tabel dan diolah secara deskriptif. Teknik Analisis Data Data yang diperoleh dari hasil observasi belajar mengajar akan dianalisis. yaitu membandingkan yang muncul dari keseluruhan anak yang hadir dikalikan 100% untuk melihat kecendrungan data. Disamping itu juga seluruh data digunakan untuk mengambil kesimpulan dan tindakan yang dilakukan. untuk menentukan bahwa aktivitas anak meningkat.55 G. Data tentang aktivitas anak yang diamati Dari pengamatan.

Untuk menentukan bahwa aktivitas anak meningkat. maka intervestasi aktivitas belajar anak adalah sebagai berikut : Arikunto ( 2006:241 ) melambangkan dengan sangat tinggi ( ST ) rentang persentasenya antara 75% sampai dengan 100% dengan kriteria berkerja mandiri tapi masih ada sedikit kesalahan. .56 kategori: anak yang berkategori bernilai sangat tinggi berarti anak sudah dikatakan mampu. anak yang kategori tinggi berarti anak masih berkembang dan anak yang kategori rendah berarti anak perlu bimbingan. tinggi rentang persentase 41% sampai dengan 74% dan rendah ( R ) rentang persentasenya 0% sampai dengan 40% dengan kriteria masih perlu bimbingan dan masih terdapat banyak kesalahan. Dengan demikian dapat dikategorikan : anak yang berkategori bernilai sangat tinggi berarti anak sudah dikatakan mampu. anak yang kategori tinggi berarti anak masih berkembang dan anak yang kategori rendah berarti anak perlu bimbingan.

Cara menganalisis hasil wawancara TABEL 1 Format Observasi Kemampuan Anak Dalam Proses Pembelajaran Membaca Nilai No Aspek yang dinilai F Menghubungkan dan menyebutkan 1 tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya 2 3 Menirukan 3-5 urutan kata Membaca kata sesuai gambar Persentase rata .57 3.rata Keterangan : ST : sangat tinggi T : Tinggi R : Rendah ST % F T % F R % TABEL 2 Format Wawancara Anak No 1 Pertanyaan Apakah kamu bisa menyebutkan huruf yang terdapat pada gambar binatang ? 2 Apakah kamu bisa menghubungkan kata dengan gambar yang terdapat pada permainan lingkaran kata? 3 Apakah kamu bisa membaca kata sesuai dengan gambar binatang? Jawaban .

rata 0 0 0 0 0 0 1 1 1 7 7 9. Deskripsi Data 4. Pada umumnya anak hanya bisa membaca dengan gambar tanpa mengetahui huruf yang dibacanya. Deskripsi Kondisi Awal Pada kondisi awal sebelum penelitian dilakukan.4 14 14 14 93 93 90. yaitu tanggal 29 November 2011 yang diteliti adalah anak berusia 5 – 6 tahun.BAB IV HASIL PENELITIAN A. kemampuan membaca anak TK Aisyiyah terutama pada pengenalan huruf abjad masih rendah. hal ini terlihat sebagian besar anak di kelas mengalami kesulitan ketika diadakan kegiatan pembelajaran membaca ( mengenal bentuk huruf dan kata ).6 0 0 2 14 13 86 ST % F T % F R % . Tabel 3 Kemampuan Membaca Anak dalam Proses Pembelajaran Pada Kondisi Awal ( sebelum tindakan ) Nilai No Aspek yang dinilai F Menghubungkan dan menyebutkan 1 tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya 2 3 Menirukan 3-5 urutan kata Membaca kata sesuai gambar Persentase rata . Untuk lebih jelasnya dapat kita lihat pada tabel dibawah ini.

14 anak rata-rata persentase yang rendah 93 %. 1 anak rata-rata persentase tinggi 7 %. . tidak satupun anak rata-rata persentase sangat tinggi 0 %. Sesuai tabel diatas dapat dilihat pada grafik dibawah ini. Rata-rata persentase kemampuan membaca kata sesuai gambar yaitu tidak satupun anak persentase sangat tinggi 0 %. 14 anak rata-rata persentase rendah 93 %. Jadi kemampuan membaca anak dalam proses pembelajaran dengan katagori sangat tinggi 0%. tidak satupun anak persentase jumlah sangat tinggi 0 %. 2 anak rata-rata persentase jumlah yang tinggi 14 %. 1 anak yang tinggi 9. Rata-rata persentase menirukan 35 urutan kata yaitu.59 Berdasarkan tabel 3 diatas. 14 anak yang rendah 90. Rata-rata dari aspek yang dinilai diatas masih rendah dan perlu bimbingan. 13 anak rata-rata persentase yang rendah 86 %. terlihat rata-rata persentase kemampuan menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya yaitu.4%.6%. 1 anak rata-rata persentase yang tinggi 7 %.

dan pertemuan keempat pada hari rabu tanggal 7 Desember 2011. a. pertemuan kedua pada hari sabtu tanggal 3 Desember 2011. Pertemuan I 1) Perencanaan Guru melakukan Analisis Kurikulum untuk menentukan kompetensi dasar dan indikator yang akan disampaikan kepada anak dalam kegiatan permainan lingkaran kata. Deskripsi Siklus I Siklus pertama dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan.60 Grafik 1 Kemampuan Membaca Anak dalam Proses Pembelajaran Pada Kondisi Awal ( sebelum tindakan ) 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 1 2 3 Sangat Tinggi Tinggi Rendah Pada penelitian ini pembelajaran dilakukan dalam dua siklus sebagai berikut : 5. pertemuan ketiga pada hari senin tanggal 5 Desember 2011. Kompetensi . Pertemuan pertama dilakukan pada hari kamis tanggal 1 Desember 2011.

Kemudian. 2) Tindakan Guru melaksanakan proses pembelajaran membaca sesuai dengan SKH yang telah disusun dan guru menggunakan beberapa macam nama binatang sebagai alat peraganya sesuai dengan satuan kegiatan yang telah dirancang. guru mempersiapkan media yang akan digunakan di dalam pelaksanaan pembelajaran yaitu kartu kata bergambar. menghubungkan gambar atau benda sederhana dengan kata. Pada pertemuan pertama. Pada awal pembelajaran. praktek langsung dan memberikan tugas. guru melakukan diskusi dengan anak tentang kegiatan yang akan dilaksanakan. menirukan 3-5 urutan kata. . selanjutnya menentukan metode yang akan digunakan yaitu.61 dasarnya adalah anak mampu mendengarkan dan berkomunikasi secara lisan. guru mendemonstrasikan cara memainkan alat permainan dengan memperkenalkan alat permainan dan cara melakukan permainan kepada anak. Dengan indikator menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya. kartu kata dan kartu huruf. memiliki perbendaharaan kata dan mengenal simbolsimbol yang melambangkannya. Perencanaan yang dilakukan adalah membuat persiapan mengajar seperti Satuan Kegiatan Harian ( SKH ) yang akan dilaksanakan.

1 Desember 2011 Binatang Nama-nama Binatang a) Kegiatan awal ± 30 menit (1) Guru mengatur tempat duduk anak dengan rapi dan kemudian membaca do’a minta kemudahan dan do’a akan belajar.62 Hari/Tanggal : Tema Sub Tema : : Kamis. (4) Mengadakan tanya jawab tentang tema. . (3) Guru bercakap-cakap tentang tema dan subtema. (2) Guru memperkenalkan gambar-gambar binatang yang ada dalam permainan tersebut. (4) Guru meminta anak untuk melakukan kegiatan menghubungkan kata dengan gambar melalui permainan lingkaran kata. (3) Guru meminta anak untuk mengulang kembali nama-nama binatang. (5) Setelah itu melanjutkan pada kegiatan berikutnya. (5) Anak melaksanakan permainan tersebut dalam bentuk kelompok. b) Kegiatan Inti ± 60 menit (1) Guru memperkenalkan alat permainan lingkaran kata dengan menggunakan kartu kata dan gambar kepada anak. (2) Guru mengadakan apersepsi melalui tanya jawab.

format wawancara. untuk jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini : . dalam mengamati dan mencatat pembelajaran yang telah dilakukan dengan mengisi format observasi. Pada tahap penelitian ini peneliti bekerja sama dengan teman sejawat. (7) Guru mengadakan tanya jawab sebagai evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilakukan. Anak melakukan kegiatan membaca dengan membolak-balik gambar dan mengacak-acak kartu gambar dan huruf. 3) Observasi Dari tahap awal pengamatan. (2) Guru mengevaluasi anak secara lisan tentang materi yang dipelajari untuk mengetahui berhasil atau tidak tercapainya tujuan pembelajaran. serta mengucapkan Alhamdulillah. c) Kegiatan Akhir ± 30 menit (1) Guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran. serta penilaian pada pertemuan pertama ini. (3) Guru mengakhiri pembelajaran dengan memberikan tepuk tangan dan pujian kepada anak-anak. kemampuan anak dalam membaca gambar dan mengenal huruf masih rendah.63 (6) Anak yang belum berhasil melakukan kegiatan permainan kata diberi bimbingan oleh guru.

4 1 7 2 13 12 80 ST % F T % F R % Berdasarkan tabel 4 diatas. 13 anak rata-rata jumlah persentase yang rendah 86 %. 14 anak jumlah persentase rendah 93 %. 2 anak rata-rata persentase jumlah yang tinggi 13 %. Rata-rata persentase menirukan 3-5 urutan kata yaitu.rata 1 0 1 7 0 4.6 1 1 1 7 7 9 13 14 13 86 93 86. 1 anak rata-rata jumlah persentase tinggi 7 %. jumlah rata-rata yang tinggi 1 anak yang tinggi dengan persentase . Jadi kemampuan membaca anak melalui permainan lingkaran kata pada katagori sangat tinggi 1 anak dengan persentase rata-rata 4.64 Tabel 4 Hasil Kemampuan Membaca Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata Siklus I Pertemuan I ( setelah tindakan) Nilai No Aspek yang dinilai F Menghubungkan dan menyebutkan 1 tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya 2 3 Menirukan 3-5 urutan kata Membaca kata sesuai gambar Persentase rata .6%. 1 anak ratarata jumlah persentase yang tinggi 7 %. 1 anak rata-rata jumlah persentase sangat tinggi 7 %. Rata-rata persentase kemampuan membaca kata sesuai gambar yaitu tidak satupun anak jumlah persentase sangat tinggi 0 %. terlihat rata-rata persentase kemampuan menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya yaitu. 1 anak rata-rata persentase jumlah sangat tinggi 7 %. 12 anak rata-rata persentase jumlah yang rendah 80 %.

Grafik 2 Kemampuan Membaca Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata pada Siklus I Pertemuan I ( setelah tindakan ) 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 1 2 3 Sangat Tinggi Tinggi Rendah Tabel 5 Hasil Wawancara Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata pada Siklus I Pertemuan I ( setelah tindakan ) No 1 2 3 Pertanyaan Apakah kamu bisa menyebutkan huruf yang terdapat pada gambar binatang ? Apakah kamu bisa menghubungkan kata dengan gambar yang terdapat pada permainan lingkaran kata? Apakah kamu bisa membaca kata sesuai dengan gambar binatang? Jawaban 1 anak bisa 14 anak tidak bisa 1 anak bisa 14 anak tidak bisa Tidak satupun bisa 15 anak tidak bisa Pada pertanyaan pertama dibahas tentang apakah kamu bisa menyebutkan huruf yang terdapat pada gambar binatang? . jumlah rata-rata yang rendah 13 anak dengan persentase 86. Dari rata-rata aspek yang dinilai masih rendah dan perlu bimbingan.4%. Sesuai tabel diatas dapat dilihat pada grafik dibawah ini.65 9%.

b. Perencanaan yang dilakukan guru adalah membuat persiapan mengajar seperti Satuan Kegiatan Harian (SKH) yang akan dilaksanakan. 14 anak menjawab tidak mampu. apakah kamu bisa menghubungkan kata dengan gambar yang terdapat pada permainan lingkaran kata? 1 anak menjawab bisa.66 Dinyatakan 1 anak menjawab bisa. dan 15 anak tidak bisa membaca. 14 anak menjawab tidak bisa. Pada umumnya anak mengenal dari gambar saja. untuk lebih mengenalkan kembali permaianan lingkaran kata. Pada pertanyaan ketiga. Hal ini terlihat dari sebagian besar anak di kelas mengalami kesulitan ketika diadakan kegiatan pengenalan membaca kata. 4) Refleksi pertemuan I Di lihat pada kondisi awal sebelum penelitian dilakukan. kemampuan pengenalan membaca anak kelompok B5 di TK Aisyiyah Padang panjang masih rendah. Dengan indikator . maka dilanjutkanlah pertemuan II dengan melakukan perencanaan. Pada pertemuan pertama peneliti perlu lagi melanjutkan pada pertemuan kedua. Pertemuan ke II 1) Perencanaan Dari pencapaian persentase rata-rata anak pada pertemuan 1 masih rendah atau masih jauh dari nilai KKM. Untuk pertanyaan kedua. apakah kamu bisa membaca kata sesuai gambar binatang? Tidak satupun anak menjawab bisa membaca.

67 menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya. . 3 Desember 2011 Binatang Nama-nama Binatang a) Kegiatan awal ± 30 menit (1) Guru mengatur tempat duduk anak dengan rapi dan kemudian membaca do’a minta kemudahan dan do’a akan belajar. (4) Mengadakan tanya jawab tentang tema. dan guru menggunakan beberapa kartu gambar macam nama binatang sebagai alat peraganya yang sesuai dengan satuan kegiatan yang telah dirancang. Hari/Tanggal : Tema Sub Tema : : Sabtu. Pada pertemuan kedua ini guru mengadakan apersepsi pada pertemuan yang lalu (pertama) setelah itu melanjutkan kegiatan yang telah dirancang. menirukan 3-5 urutan kata. (3) Guru bercakap-cakap tentang tema dan subtema. 2) Tindakan Guru melaksanakan proses pembelajaran membaca sesuai dengan SKH yang telah disusun. Pada awal pembelajaran. guru melakukan diskusi dengan anak tentang kegiatan yang akan dilaksanakan. (2) Guru melakukan apersepsi yaitu mengkaitkan pembelajaran yang lalu dengan yang akan diberikan. serta menghubungkan gambar atau benda sederhana dengan kata.

(2) Guru mengevaluasi anak secara lisan tentang materi yang dipelajari untuk mengetahui berhasil atau tidak berhasilnya tujuan pembelajaran. (2) Guru meminta anak untuk mengulang kembali membaca nama-nama binatang pada kartu-kartu. (6) Anak yang belum berhasil melakukan permainan tersebut diberi bimbingan oleh guru. (3) Guru mengakhiri pembelajaran dengan memberikan tepuk tangan dan pujian kepada anak-anak. c) Kegiatan Akhir ± 30 menit (1) Guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran. b) Kegiatan Inti ± 60 menit (1) Guru kembali memperkenalkan nama-nama binatang dan memperlihatkan gambar-gambar yang ada pada kegiatan tersebut. (3) Guru kembali mengenalkan cara permainan lingkaran kata.68 (5) Guru melanjutkan pada kegiatan berikutnya. . serta mengucapkan Alhamdulillah. (4) Guru meminta anak untuk melakukan permainan lingkaran kata dengan menghubungkan kata dengan gambar. (5) Anak melakukan permainan dalam bentuk kelompok. (7) Guru mengadakan tanya jawab sebagai evaluasi terhadap permainan lingkaran kata yang telah dilakukan.

. Dari aspek yang dinilai kemampuan anak telah mulai muncul dari beberapa anak mulai tinggi nilai melakukan kegiatan permainan yang di perintah guru. Dari jumlah anak yang rendah kemampuan membacanya sudah mulai nampak tinggi dalam menghubungkan gambar dan kata. Ini dapat dilihat pada data table berikut ini. Dari pengamatan peneliti lakukan kemampuan membaca gambar anak mulai nampak tinggi.peneliti bekerja sama dengan teman sejawat untuk melakukan mengisi format yang telah disediakan.69 3) Observasi Pada pertemuan kedua ini. keinginan anak dalam melakukan kegiatan permainan mulai meningkat.

12 anak persentase jumlah rendah 80 %. 2 anak jumlah persentase tinggi 13 %. 9 anak persentase jumlah yang rendah 60 %. terlihat rata-rata persentase kemampuan menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya yaitu. 1 anak persentase jumlah sangat tinggi 7 %. Rata-rata persentase kemampuan membaca kata sesuai gambar yaitu 1 anak persentase jumlah sangat tinggi 7 %. Rata-rata persentase menirukan 3-5 urutan kata yaitu. 11 anak persentase jumlah yang rendah 73 %. Kemampuan membaca anak melalui permainan lingkaran kata pada jumlah rata-rata 1 anak yang sangat tinggi dengan persentase rata-rata 9%. 2 anak persentase jumlah sangat tinggi 13 %.rata 1 1 1 7 7 9 3 2 3 20 13 20 11 12 11 73 80 71 2 13 4 27 9 60 ST % F T % F R % Berdasarkan tabel 6 diatas. jumlah rata-rata yang tinggi 3 anak dengan persentase rata-rata 20%. 4 anak persentase jumlah tinggi 27 %. 3 anak persentase jumlah yang tinggi 20 %. jumlah rata- .70 Tabel 6 Hasil Kemampuan Membaca Anak melalui Permainan Lingkaran Kata pada Siklus I Pertemuan II ( setelah tindakan) Nilai No Aspek yang dinilai F Menghubungkan dan menyebutkan 1 tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya 2 3 Menirukan 3-5 urutan kata Membaca kata sesuai gambar Persentase rata .

71 rata yang rendah 11 anak dengan persentase rata-rata 71%. Sesuai tabel diatas dapat dilihat pada grafik dibawah ini. Grafik 3 Kemampuan Membaca Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata Siklus I Pertemuan II ( setelah tindakan ) 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 1 2 3 Sangat Tinggi Tinggi Rendah Tabel 7 Hasil Wawancara Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata pada Siklus I Pertemuan II ( setelah tindakan ) No 1 2 3 Pertanyaan Apakah kamu bisa menyebutkan huruf yang terdapat pada gambar binatang ? Apakah kamu bisa menghubungkan kata dengan gambar yang terdapat pada permainan lingkaran kata? Apakah kamu bisa membaca kata sesuai dengan gambar binatang? Jawaban 1 anak bisa 14 anak tidak bisa 1 anak bisa 14 anak tidak bisa 1 anak bisa 14 anak tidak bisa . Dari rata-rata aspek yang dinilai yang diatas masih rendah dan perlu bimbingan.

apakah kamu bisa menghubungkan kata dengan gambar yang terdapat pada permainan lingkaran kata? 1 anak menjawab bisa. 4) Refleksi pertemuan II Dari pertemuan kedua. Untuk lebih meningkat lagi peneliti melanjutkan pada pertemuan ketiga. Pada pertanyaan ketiga. 14 anak menjawab tidak bisa. Dengan indikator menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya.72 Pada pertanyaan pertama dibahas tentang apakah kamu bisa menyebutkan huruf yang terdapat pada gambar binatang? Dinyatakan 1 anak menjawab bisa. 14 anak menjawab tidak mampu. keinginan anak dalam melakukan kegiatan permainan mulai ada peningkatan. Dari aspek yang dinilai kemampuan pengenalan membaca anak mulai muncul dari beberapa anak. Dengan merancang kembali perencanaan dengan meningkatkan bentuk kegiatan permainan. Untuk pertanyaan kedua. dan 14 anak tidak bisa membaca. Pertemuan ke III 1) Perencanaan Perencanaan yang dilakukan guru adalah membuat persiapan mengajar seperti Satuan Kegiatan Harian (SKH) yang akan dilaksanakan. . c. apakah kamu bisa membaca kata sesuai gambar binatang? 1 anak menjawab bisa membaca.

Pada pertemuan ke tiga ini guru mengadakan apersepsi untuk meransang daya ingat anak.73 menirukan 3-5 urutan kata. (2) Guru mengadakan apersepsi yaitu mengkaitkan pembelajaran yang lalu dengan sekarang. . (4) Mengadakan tanya jawab tentang tema. serta menghubungkan gambar atau benda sederhana dengan kata. b) Kegiatan Inti ± 20 menit (1) Guru memperkenalkan bentuk-bentuk gambar yang memiliki kata / tulisan dengan permainan lingkaran kata. 2) Tindakan Melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan SKH yang telah dirancang untuk kegiatan membaca. Hari/Tanggal : Tema Sub Tema : : Senin. 5 Desember 2011 Binatang Nama dan jenis-jenis Binatang a) Kegiatan awal ± 30 menit (1) Guru mengatur tempat duduk anak dengan rapi dan kemudian membaca do’a minta kemudahan dan do’a akan belajar. Guru menyiapkan media yang digunakan anak dan mejelaskan tahapan kegiatan yang telah dirancang oleh guru. (5) Melanjutkan pada kegiatan berikutnya. (3) Guru bercakap-cakap tentang tema dan subtema.

c) Kegiatan Akhir ± 30 menit (1) Guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran. (2) Guru mengevaluasi anak secara lisan tentang materi yang dipelajaru untuk mengetahui berhasil atau tidak tercapainya tujuan pembelajaran. (4) Anak melakukan permainan dengan 3 orang anak. serta mengucapkan Alhamdulillah. (3) Guru meminta anak melakukan permainan lingkaran kata. . (6) Guru mengadakan tanya jawab sebagai evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilakukan.74 (2) Guru meminta anak untuk mengulang kembali membaca nama-nama binatang pada kartu dan menanyakan kepada anak masih ingatkan cara bermain lingkaran kata. (5) Anak yang belum mengetahui bacaan kata tersebut diberi bimbingan oleh guru. (3) Guru mengakhiri pembelajaran dengan memberikan tepuk tangan dan pujian kepada anak-anak. 3) Observasi Dari hasil pengamatan yang peneliti lakukan. kemampuan anak dalam kegiatan menghubungkan kata dan menyebutkan tulisan dengan gambar nilai tinggi aktif anak mulai bertambah.

3 anak persentase yang tinggi 20%. 7 anak persentase yang rendah 47%. 9 persentase rendah 61%. Dapat dilihat pada data tabel berikut. 5 anak persentase jumlah tinggi 33%. Table 8 Hasil Kemampuan Membaca Anak melalui Permainan Lingkaran Kata pada Siklus I Pertemuan III ( setelah tindakan) Nilai No Aspek yang dinilai F Menghubungkan dan menyebutkan 1 tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya 2 3 Menirukan 3-5 urutan kata Membaca kata sesuai gambar Persentase rata . terlihat rata-rata persentase kemampuan menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya yaitu.rata 1 2 2 7 13 13 3 4 4 20 26 27 11 9 9 73 61 60 3 20 5 33 7 47 ST % F T % F R % Berdasarkan tabel 8 diatas. kemampuan anak pada kegiatan membaca mulai bertambah nilai tinggi aktif anak. 4 anak persentase tinggi 26%. Rata-rata persentase menirukan 3-5 urutan kata yaitu. 11 anak persentase yang rendah 73%. Rata-rata persentase kemampuan membaca kata sesuai gambar yaitu 2 anak persentase sangat tinggi 13%.75 Pada kondisi pertemuan ketiga penelitian dilakukan. 1 anak persentase sangat tinggi 7%. Kemampuan membaca anak melalui permainan lingkaran kata . 3 anak persentase persentase jumlah sangat tinggi 20%.

Grafik 4 Kemampuan Membaca Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata Siklus I Pertemuan III ( setelah tindakan ) 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 1 2 3 Sangat Tinggi Tinggi Rendah . Sesuai tabel diatas dapat dilihat pada grafik dibawah ini. jumlah rata-rata yang tinggi 4 anak dengan persentase rata-rata 27%. Dari aspek yang dinilai diatas persentase sangat tingginya masih rendah dan perlu bimbingan. jumlah rata-rata yang rendah 9 anak dengan persentase 60%.76 pada jumlah rata-rata yang sangat tinggi 2 anak dengan psersentase rat-rata 13%.

kemampuan anak dalam kegiatan menghubungkan kata dan menyebutkan tulisan dengan gambar makin bertambah nilai aktif sangat tinggi dan nilai aktif anak yang tinggi. 12 anak menjawab tidak mampu. Pada pertanyaan ketiga. . 14 anak menjawab tidak bisa.77 Tabel 9 Hasil Wawancara Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata pada Siklus I Pertemuan III ( setelah tindakan ) No 1 2 3 Pertanyaan Apakah kamu bisa menyebutkan huruf yang terdapat pada gambar binatang ? Apakah kamu bisa menghubungkan kata dengan gambar yang terdapat pada permainan lingkaran kata? Apakah kamu bisa membaca kata sesuai dengan gambar binatang? Jawaban 3 anak bisa 12 anak tidak bisa 1 anak bisa 14 anak tidak bisa 2 anak bisa 13 anak tidak bisa Pada pertanyaan pertama dibahas tentang apakah kamu bisa menyebutkan huruf yang terdapat pada gambar binatang? Dinyatakan 3 anak menjawab bisa. Namun hal itu belum mencapai hasil maksimal KKM. dan peneliti merancang kegiatan kembali dengan perencanaandengan meningkatkan bentuk perlombaan dengan satu kelompok 3 orang anak. apakah kamu bisa menghubungkan kata dengan gambar yang terdapat pada permainan lingkaran kata? 1 anak menjawab bisa. apakah kamu bisa membaca kata sesuai gambar binatang? 2 anak menjawab bisa membaca. 4) Refleksi pertemuan III Pada pertemuan ketiga penelitian dilakukan. dan 13 anak tidak bisa membaca. Untuk pertanyaan kedua.

Pertemuan ke IV 1) Perencanaan Perencanaan yang dilakukan guru adalah membuat persiapan mengajar seperti Satuan Kegiatan Harian (SKH) yang akan dilaksanakan. menghubungkan gambar atau benda sederhana dengan kata. 7 Desember 2011 Binatang Nama dan Jenis-jenis Binatang a) Kegiatan awal ± 30 menit (1) Guru mengatur tempat duduk anak dengan rapi dan kemudian membaca do’a minta kemudahan dan do’a akan belajar. Hari/Tanggal : Tema Sub Tema : : Rabu. Pada pertemuan ke empat ini guru mengadakan apersepsi untuk meransang daya ingat anak. (2) Guru mengadakan apersepsi yaitu mengkaitkan pembelajaran yang lalu dengan sekarang. Dengan indikator menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan symbol yang melambangkannya.78 d. . Guru menyiapkan media yang digunakan anak dan mejelaskan tahapan kegiatan yang telah dirancang oleh guru. menirukan 3-5 urutan kata. 2) Tindakan Melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan SKH yang telah dirancang untuk kegiatan membaca.

(4) Mengadakan tanya jawab tentang tema. serta mengucapkan Alhamdulillah. (2) Guru meminta anak untuk mengulang kembali membaca nama-nama binatang. . c) Kegiatan Akhir ± 30 menit (1) Guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran. (5) Anak yang belum mengetahui bacaan kata tersebut diberi bimbingan oleh guru. b) Kegiatan Inti ± 60 menit (1) Guru kembali memperkenalkan nama-nama binatang.79 (3) Guru bercakap-cakap tentang tema dan subtema. (6) Guru mengadakan tanya jawab sebagai evaluasi terhadap permainan lingkaran kata yang telah dilakukan. memperlihatkan gambar-gambar macam-macam binatang yang ada pada kegiatan tersebut. (3) Guru mengakhiri pembelajaran dengan memberikan tepuk tangan dan pujian kepada anak-anak. (2) Guru mengevaluasi anak secara lisan tentang materi yang dipelajaru untuk mengetahui berhasil atau tidak tercapainya tujuan pembelajaran. (4) Anak melakukan permainan dengan 3 orang anak. (5) Kegiatan dilanjutkan sesuai dengan SKH yang dirancang. (3) Guru meminta anak melakukan permainan lingkaran kata.

yang mana pada Siklus II ini juga dilakukan empat kali pertemuan. Oleh karena itu diadakan Siklus II. kemampuan membaca anak kelompok B5 di TK Aisyiyah Padang panjang masih rendah. untuk jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini : . 3) Observasi Pada tahap penelitian ini. format wawancara. Pada kondisi awal sebelum penelitian dilakukan. menghubungkan gambar atau benda dengan kata. serta format penilaian pada setiap pertemuan. dan membaca gambar yang memiliki kata/kalimat sederhana. Pada umumnya anak hanya mampu mengenal bacaan dari gambar saja.80 Hasil evaluasi akhir dari Siklus I ditemukan bahwa indikator tersebut antara lain : menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya. ketuntasan minimal belum secara maksimal. Hal ini terlihat dari sebagian besar anak di kelas mengalami kesulitan ketika diadakan kegiatan pembelajaran membaca kata. peneliti bekerja sama dengan teman sejawat dalam mengamati dan mencatat pembelajaran yang telah dilakukan dengan mengisi format observasi.

terlihat rata-rata persentase kemampuan menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya yaitu. Rata-rata persentase menirukan 3-5 urutan kata yaitu. 8 anak persentase yang rendah 54%. jumlah rata-rata yang tinggi pada 5 anak dengan persentase 33%. Rata-rata persentase kemampuan membaca kata sesuai gambar yaitu 3 anak persentase sangat tinggi 20%.rata 2 3 3 13 20 18 5 4 5 33 26 33 8 8 7 54 54 49 3 20 6 40 6 40 ST % F T % F R % Berdasarkan tabel 10 diatas. 5 anak persentase yang tinggi 33%. jumlah rata-rata yang rendah pada 7 anak dengan . 6 anak persentase yang rendah 40%. Kemampuan membaca anak melalui permainan lingkaran kata pada jumlah rata-rata yang sangat tinggi dari 3 anak dengan persentase 18%. 2 anak persentase sangat tinggi 13%.81 Table 10 Hasil Kemampuan Membaca Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata Siklus I Pertemuan IV ( setelah tindakan) Nilai No Aspek yang dinilai F Menghubungkan dan 1 menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya 2 3 Menirukan 3-5 urutan kata Membaca kata sesuai gambar Persentase rata . 8 anak persentase yang rendah 54%. 4 anak persentase yang tinggi 26%. 6 anak persentase jumlah yang tinggi 40%. 3 anak persentase jumlah sangat tinggi 20%.

12 anak menjawab tidak mampu. apakah kamu bisa menghubungkan kata dengan gambar yang terdapat pada permainan lingkaran kata? 2 anak menjawab bisa.82 persentase 49%. 13 anak . Untuk pertanyaan kedua. dibawah ini. Sesuai tabel diatas dapat dilihat pada grafik Grafik 5 Kemampuan Membaca Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata Siklus I Pertemuan IV ( setelah tindakan ) 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 1 2 3 Sangat Tinggi Tinggi Rendah Tabel 11 Hasil Wawancara Anak Melalui Lingkaran Kata pada Siklus I Pertemuan IV ( setelah tindakan ) No 1 2 3 Pertanyaan Apakah kamu bisa menyebutkan huruf yang terdapat pada gambar binatang ? Apakah kamu bisa menghubungkan kata dengan gambar yang terdapat pada permainan lingkaran kata? Apakah kamu bisa membaca kata sesuai dengan gambar binatang? Jawaban 3 anak bisa 12 anak tidak bisa 2 anak bisa 13 anak tidak bisa 3 anak bisa 13 anak tidak bisa Pada pertanyaan pertama dibahas tentang apakah kamu bisa menyebutkan huruf yang terdapat pada gambar binatang? Dinyatakan 3 anak menjawab bisa.

83

menjawab tidak bisa. Pada pertanyaan ketiga, apakah kamu bisa membaca kata sesuai gambar binatang? 3 anak menjawab bisa membaca, dan 12 anak tidak bisa membaca. 4) Refleksi pertemuan IV Dari hasil pertemuan IV tingkat pencapaian kemampuan

pengenalan membaca pada anak masih rendah dari KKM. Untuk itu peneliti kembali melakukan penelitian dengan merancang kembali perencanaan untuk tahap pada siklus ke II. Dan meningkatkan pola kegiatan yang lebih menarik lagi. Setiap penelitian dilakukan peneliti bekerja sama dengan teman sejawat, dalam mengamati dan mencatat pembelajaran yang telah dilakukan dengan mengisi format observasi, format wawancara. Dari hasil penelitian pada pertemuan I, II, III, dan IV dapat dilihat kemampuan membaca anak mulai meningkat. Hal ini dapat diperbandingkan dari hasil data tabel rekapitulasi dari pertemuan I, II, III, dan IV.

84

Tabel 12 Rekap Hasil Observasi Kemampuan Membaca Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata pada Siklus I (anak kategori sangat tinggi)
No Aspek yang dinilai
Menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya Menirukan 3-5 urutan kata Membaca kata sesuai gambar Persentase rata - rata

Sebelum Pertemuan Pertemuan Pertemuan Pertemuan tindakan
0

I
7

II
13

III
20

IV
20

1 2 3

0 0 0

7 0 4,6

7 7 7

7 13 13

13 20 18

Grafik 6 Rekap Hasil Observasi Kemampuan Membaca Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata pada Siklus I (anak kategori sangat tinggi)
100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 1 2 3 Sebelum Tindakan Pertemuan I Pertemuan II Pertemuan III Pertemuan IV

Berdasarkan dari rekapitulasi tabel dan grafik diatas, ratarata persentase jumlah anak sangat tinggi (ST) adalah 4,6% pada pertemuan I, 7% pada pertemuan ke II, 13% pada pertemuan III, dan 18% pada pertemuan IV. Pada rata-rata persentase jumlah anak

85

yang tinggi (T) adalah 9% pada pertemuan I, 20% pertemuan II, 27% pertemuan III, dan 33% pada pertemuan IV. Sedangkan pada rata-rata peresentase jumlah anak rendah (R) adalah 86,4% pada pertemuan I, 71% pertemuan II, 60% pertemuan III, 49% pertemuan IV. Hal ini belum tercapai KKM (kriteria ketuntasan minimal). Menurut Bentri (2005:10), kemampuan kriteria

ketuntasan minimal adalah 75 %. Sehingga penelitian ini dilanjutkan pada Siklus II. 6. Deskripsi Siklus II Dari pelaksanaan Siklus I, ternyata belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Sebab tingkat kemampuan membaca anak pada Siklus I masih dibawah 75%. Maka penelitian dilanjutkan pada siklus II, yaitu pada pertemuan pertama dilakukan pada hari sabtu tanggal 10 Desember 2011, pertemuan kedua hari senin tanggal 12 Desamber 2011, pertemuan ketiga pada hari rabu tanggal 14 Desember 2011, dan pertemuan keempat dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 17 Desember 2011. a. Pertemuan 1 1) Perencanaan Perencanaan yang dilakukan guru adalah membuat

persiapan mengajar seperti Satuan Kegiatan Harian (SKH) yang akan dilaksanakan. Dengan indikator menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang

86 melambangkannya. Hari/Tanggal : Tema Sub Tema : : Sabtu. 2) Tindakan Bagi anak yang sudah meningkat kemampuan membacanya dipisah dari anak yang masih belum bisa memaksimalkan kemampuan membacanya agar lebih mudah untuk membimbing dan mengarahkan kelompok anak tersebut dalam meningkatkan kemampuan membaca anak melalui permainan lingkaran kata. (5) Guru melanjutkan pada kegiatan berikutnya b) Kegiatan Inti ± 60 menit . menghubungkan gambar atau benda sederhana dengan kata. 10 Desember 2011 Tanaman Macam-macam Tanaman a) Kegiatan awal ± 30 menit (1) Guru mengatur tempat duduk anak dengan rapi dan kemudian membaca do’a minta kemudahan dan do’a akan belajar. (4) Mengadakan tanya jawab tentang tema. (3) Guru bercakap-cakap tentang tema dan subtema. Proses pembelajaran pada Siklus II lebih baik dan lebih lancar dibandingkan Siklus I. menirukan 3-5 urutan kata. (2) Guru mengadakan apersepsi yaitu mengkaitkan pembelajaran yang lalu dengan sekarang.

(2) Guru meminta anak untuk mengulang kembali membaca nama-nama binatang. (2) Guru mengevaluasi anak secara lisan tentang materi yang dipelajaru untuk mengetahui berhasil atau tidak tercapainya tujuan pembelajaran. (6) Guru mengadakan tanya jawab sebagai evaluasi terhadap permainan lingkaran kata yang telah dilakukan. menghubungkan gambar atau benda dengan kata. (3) Guru mengakhiri pembelajaran dengan memberikan tepuk tangan dan pujian kepada anak-anak. memperlihatkan gambar-gambar macam-macam binatang yang ada pada kegiatan tersebut. (3) Guru meminta anak melakukan permainan lingkaran kata. (5) Anak yang belum mengetahui bacaan kata tersebut diberi bimbingan oleh guru. dan membaca . serta mengucapkan Alhamdulillah. (4) Anak melakukan permainan dengan 3 orang anak. Hasil evaluasi akhir dari Siklus I ditemukan bahwa indikator tersebut antara lain : menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya.87 (1) Guru kembali memperkenalkan nama-nama binatang. c) Kegiatan Akhir ± 30 menit (1) Guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran.

peneliti bekerja sama dengan teman sejawat dalam mengamati dan mencatat pembelajaran yang telah dilakukan dengan mengisi format observasi. untuk jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Table 13 Hasil Kemampuan Membaca Anak Melalui Lingkaran Kata pada Siklus II Pertemuan I ( setelah tindakan) Nilai No Aspek yang dinilai F Menghubungkan dan 1 menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya 2 3 Menirukan 3-5 urutan kata Membaca kata sesuai gambar Persentase rata . serta format penilaian pada setiap pertemuan.rata 3 3 3 20 20 22 6 5 5 40 34 35 6 7 6 40 46 42 4 27 5 33 6 40 ST % F T % F R % Berdasarkan tabel 13 diatas. Oleh karena itu diadakan Siklus II. terlihat rata-rata persentase kemampuan menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya yaitu. format wawancara.88 gambar yang memiliki kata/kalimat sederhana. 6 anak persentase yang rendah 40%. 5 anak persentase jumlah tinggi 33%. ketuntasan minimal belum secara maksimal. 3) Observasi Pada tahap penelitian ini. yang mana pada Siklus II ini juga dilakukan empat kali pertemuan. Rata-rata persentase menirukan . 4 anak persentase jumlah sangat tinggi 27%.

jumlah yang rendah 6 anak persentase 42%. Jadi kemampuan membaca anak melalui permainan lingkaran kata pada jumlah ratarata sangat tinggi pada 3 anak dengan persentase 22%. 7 anak persentase yang rendah 46%. 6 anak persentase yang rendah 40%. 5 anak persentase tinggi 34%. Rata-rata persentase kemampuan membaca kata sesuai gambar yaitu 3 anak persentase sangat tinggi 20%.89 3-5 urutan kata yaitu. jumlah ratarata yang tinggi pada 5 anak persentase rata-rata 35%. Grafik 7 Kemampuan Membaca Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata Siklus II Pertemuan I ( setelah tindakan ) 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 1 2 3 Sangat Tinggi Tinggi Rendah . 3 anak persentase sangat tinggi 20%. Sesuai tabel diatas dapat dilihat pada grafik dibawah ini. 6 anak persentase yang tinggi 40%.

apakah kamu bisa membaca kata sesuai gambar binatang? 4 anak menjawab bisa membaca. apakah kamu bisa menghubungkan kata dengan gambar yang terdapat pada permainan lingkaran kata? 3 anak menjawab bisa. Untuk pertanyaan kedua. dan 11 anak tidak bisa membaca. . Pada pertanyaan ketiga. 11 anak menjawab tidak mampu. kemampuan pengenalan membaca anak kelompok B5 di TK Aisyiyah Padangpanjang melalui permainan lingkaran kata makin meningkat.90 Tabel 14 Hasil Wawancara Anak Melalui Lingkaran Kata pada Siklus II Pertemuan I ( setelah tindakan ) No 1 2 3 Pertanyaan Apakah kamu bisa menyebutkan huruf yang terdapat pada gambar binatang ? Apakah kamu bisa menghubungkan kata dengan gambar yang terdapat pada permainan lingkaran kata? Apakah kamu bisa membaca kata sesuai dengan gambar binatang? Jawaban 4 anak bisa 11 anak tidak bisa 3 anak bisa 12 anak tidak bisa 4 anak bisa 11 anak tidak bisa Pada pertanyaan pertama dibahas tentang apakah kamu bisa menyebutkan huruf yang terdapat pada gambar binatang? Dinyatakan 4 anak menjawab bisa. 4) Refleksi pertemuan I Di lihat pada siklus I pertemuan I penelitian dilakukan. 12 anak menjawab tidak bisa. Untuk lebih mencapai yang makin baik peneliti merancang perencanaan dengan pola permainan dalam bentuk perlombaan dengan tiga-tiga orang anak.

12 Desember 2011 Tanaman Macam-macam Tanaman a) Kegiatan awal ± 30 menit (1) Guru mengatur tempat duduk anak dengan rapi dan kemudian membaca do’a minta kemudahan dan do’a akan belajar. serta menghubungkan gambar atau benda sederhana dengan kata.91 b. Pertemuan II 1) Perencanaan Perencanaan yang dilakukan guru adalah membuat persiapan mengajar seperti Satuan Kegiatan Harian (SKH) yang akan dilaksanakan. Pada pertemuan ke tiga ini guru mengadakan apersepsi untuk meransang daya ingat anak. Guru menyiapkan media yang digunakan anak dan mejelaskan tahapan kegiatan yang telah dirancang oleh guru. 2) Tindakan Melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan SKH yang telah dirancang untuk kegiatan membaca. . Pertemuan kedua ( II ) Hari/Tanggal : Tema Sub Tema : : Senin. Dengan indikator menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya. menirukan 3-5 urutan kata.

92

(2) Guru

mengadakan

apersepsi

yaitu

mengkaitkan

pembelajaran yang lalu dengan sekarang. (3) Guru bercakap-cakap tentang tema dan subtema. (4) Mengadakan tanya jawab tentang tema. (5) Kemudian guru melanjutkan pada kegiatan berikutnya. b) Kegiatan Inti ± 20 menit (1) Guru memperkenalkan bentuk-bentuk gambar yang

memiliki kata / tulisan dengan permainan lingkaran kata. (2) Guru meminta anak untuk mengulang kembali membaca nama-nama binatang pada kartu dan menanyakan kepada anak masih ingatkan cara bermain lingkaran kata. (3) Guru meminta anak melakukan permainan lingkaran kata. (4) Anak melakukan permainan dengan 2 orang anak. (5) Anak yang belum mengetahui bacaan kata tersebut diberi bimbingan oleh guru. (6) Guru mengadakan tanya jawab sebagai evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilakukan. c) Kegiatan Akhir ± 30 menit (1) Guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran. (2) Guru mengevaluasi anak secara lisan tentang materi yang dipelajaru untuk mengetahui berhasil atau tidak tercapainya tujuan pembelajaran.

93

(3) Guru mengakhiri pembelajaran dengan memberikan tepuk tangan dan pujian kepada anak-anak, serta mengucapkan Alhamdulillah. 3) Observasi Dari hasil pengamatan yang peneliti lakukan, kemampuan anak dalam kegiatan menghubungkan kata dan menyebutkan tulisan dengan gambar nilai tinggi aktif anak mulai bertambah. Dapat dilihat pada data tabel berikut. Table 15 Hasil Kemampuan Membaca Anak Melalui Lingkaran Kata pada Siklus II Pertemuan II ( setelah tindakan)
Nilai No Aspek yang dinilai F Menghubungkan dan 1 menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya 2 3 Menirukan 3-5 urutan kata Membaca kata sesuai gambar Persentase rata - rata 5 4 5 33 27 31 5 5 5 33 33 35 5 6 5 34 40 34 5 33 6 40 4 27 ST % F T % F R %

Berdasarkan tabel 15 diatas, terlihat rata-rata persentase kemampuan menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya yaitu, 5 anak persentase jumlah sangat tinggi 33%, 6 anak persentase jumlah yang tinggi 40%, 4 anak persentase yang rendah 27%. Rata-rata persentase menirukan 3-5 urutan kata yaitu, 5 anak persentase sangat tinggi

94

33%, 5 persentase anak yang tinggi 33%, 5 anak persentase yang rendah 34%. Rata-rata persentase kemampuan membaca kata sesuai gambar yaitu 4 anak persentase sangat tinggi 27%, 5 anak persentase tinggi 33%, 6 anak persentase rendah 40%. Jadi kemampuan membaca anak melalui permainan lingkaran kata pada jumlah rata-rata yang sangat tinggi 5 anak persentase 31%, jumlah rata-rata yang tinggi 5 anak persentase 35%, jumlah yang rendah 5 anak persentase 34%. Sesuai tabel diatas dapat dilihat pada grafik dibawah ini. Grafik 8 Kemampuan Membaca Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata Siklus II Pertemuan II ( setelah tindakan )
100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 1 2 3 Sangat Tinggi Tinggi Rendah

dan 10 anak tidak bisa membaca. keinginan anak dalam melakukan kegiatan permainan mulai tinggi peningkatan. 8 anak menjawab tidak mampu. Untuk lebih meningkat lagi peneliti melanjutkan pada pertemuan ketiga. . apakah kamu bisa membaca kata sesuai gambar binatang? 5 anak menjawab bisa membaca. Dari aspek yang dinilai kemampuan pengenalan membaca anak mulai tinggi dari beberapa anak. 9 anak menjawab tidak bisa. Pada pertanyaan ketiga. 4) Refleksi pertemuan II Dari pertemuan kedua. Dengan merancang kembali perencanaan dengan meningkatkan bentuk kegiatan permainan. Untuk pertanyaan kedua.95 Tabel 16 Hasil Wawancara Anak Melalui Lingkaran Kata pada Siklus II Pertemuan II ( setelah tindakan ) No 1 2 3 Pertanyaan Apakah kamu bisa menyebutkan huruf yang terdapat pada gambar binatang ? Apakah kamu bisa menghubungkan kata dengan gambar yang terdapat pada permainan lingkaran kata? Apakah kamu bisa membaca kata sesuai dengan gambar binatang? Jawaban 7 anak bisa 8 anak tidak bisa 6 anak bisa 9 anak tidak bisa 5 anak bisa 10 anak tidak bisa Pada pertanyaan pertama dibahas tentang apakah kamu bisa menyebutkan huruf yang terdapat pada gambar binatang? Dinyatakan 7 anak menjawab bisa. apakah kamu bisa menghubungkan kata dengan gambar yang terdapat pada permainan lingkaran kata? 6 anak menjawab bisa.

serta menghubungkan gambar atau benda sederhana dengan kata. menirukan 3-5 urutan kata. Pertemuan III 1) Perencanaan Perencanaan yang dilakukan guru adalah membuat persiapan mengajar seperti Satuan Kegiatan Harian (SKH) yang akan dilaksanakan. Dengan indikator menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya. Guru menyiapkan media yang digunakan anak dan mejelaskan tahapan kegiatan yang telah dirancang oleh guru. Pada pertemuan ke tiga ini guru mengadakan apersepsi untuk meransang daya ingat anak. 14 Desember 2011 Tanaman Macam-macam Tanaman a) Kegiatan awal ± 30 menit (1) Guru mengatur tempat duduk anak dengan rapi dan kemudian membaca do’a minta kemudahan dan do’a akan belajar.96 c. 2) Tindakan Melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan SKH yang telah dirancang untuk kegiatan membaca. Hari/Tanggal : Tema Sub Tema : : Rabu. (2) Guru melakukan apersepsi yaitu mengkaitkan pembelajaran yang lalu dengan yang akan diberikan. .

(5) Anak melakukan permainan dalam bentuk kelompok. (5) Guru meneruskan kegiatan selanjutnya sesuai dengan SKH. (4) Mengadakan tanya jawab tentang tema. (2) Guru meminta anak untuk mengulang kembali membaca nama-nama binatang pada kartu-kartu. (3) Guru kembali mengenalkan cara permainan lingkaran kata. (2) Guru mengevaluasi anak secara lisan tentang materi yang dipelajari untuk mengetahui berhasil atau tidak berhasilnya tujuan pembelajaran. . b) Kegiatan Inti ± 60 menit (1) Guru kembali memperkenalkan nama-nama binatang dan memperlihatkan gambar-gambar yang ada pada kegiatan tersebut.97 (3) Guru bercakap-cakap tentang tema dan subtema. c) Kegiatan Akhir ± 30 menit (1) Guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran. (6) Anak yang belum berhasil melakukan permainan tersebut diberi bimbingan oleh guru. (4) Guru meminta anak untuk melakukan permainan lingkaran kata dengan menghubungkan kata dengan gambar. (7) Guru mengadakan tanya jawab sebagai evaluasi terhadap permainan lingkaran kata yang telah dilakukan.

serta mengucapkan Alhamdulillah.rata 8 7 8 53 46 51 5 6 6 33 40 37 2 2 1 14 14 12 8 53 6 40 1 7 ST % F T % F R % Berdasarkan tabel 17 diatas. 1 anak persentase yang rendah 7%. terlihat rata-rata persentase kemampuan menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya yaitu. kemampuan anak dalam kegiatan menghubungkan kata dan menyebutkan tulisan dengan gambar nilai tinggi aktif anak mulai bertambah. Table 17 Hasil Kemampuan Membaca Anak Melalui Lingkaran Kata pada Siklus II Pertemuan III ( setelah tindakan) Nilai No Aspek yang dinilai F Menghubungkan dan 1 menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya 2 3 Menirukan 3-5 urutan kata Membaca kata sesuai gambar Persentase rata . Rata-rata persentase menirukan 3-5 urutan kata yaitu. Dapat dilihat pada data tabel berikut. 8 anak persentase jumlah sangat tinggi 53%. 5 anak . 3) Observasi Dari hasil pengamatan yang peneliti lakukan.98 (3) Guru mengakhiri pembelajaran dengan memberikan tepuk tangan dan pujian kepada anak-anak. 6 anak persentase jumlah tinggi 40%. 8 anak persentase sangat tinggi 53%.

jumlah yang rendah 1 anak persentase rata-rata 12%. 6 anak persentase tinggi 40%. Jadi kemampuan membaca anak melalui permainan lingkaran kata pada jumlah rata-rata yang sangat tinggi 8 anak persentase 51%.99 persentase yang tinggi 33%. Sesuai tabel diatas dapat dilihat pada grafik dibawah ini. 2 persentase rendah 14%. Hal ini aspek yang dinilai diatas hampir mancapai KKM. Rata-rata persentase kemampuan membaca kata sesuai gambar yaitu 7 anak persentase sangat tinggi 46%. jumlah yang tinggi 6 anak rata-rata persentase 37%. Grafik 9 Kemampuan Membaca Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata Siklus II Pertemuan III ( setelah tindakan ) 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 1 2 3 Sangat Tinggi Tinggi Rendah . 2 anak persentase yang rendah 14%.

dan 3 anak tidak bisa membaca. Namun hal itu akan mencapai hasil maksimal KKM.100 Tabel 18 Hasil Wawancara Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata pada Siklus II Pertemuan III ( setelah tindakan ) No 1 2 3 Pertanyaan Apakah kamu bisa menyebutkan huruf yang terdapat pada gambar binatang ? Apakah kamu bisa menghubungkan kata dengan gambar yang terdapat pada permainan lingkaran kata? Apakah kamu bisa membaca kata sesuai dengan gambar binatang? Jawaban 11 anak bisa 4 anak tidak bisa 10 anak bisa 5 anak tidak bisa 12 anak bisa 3 anak tidak bisa Pada pertanyaan pertama dibahas tentang apakah kamu bisa menyebutkan huruf yang terdapat pada gambar binatang? Dinyatakan 11 anak menjawab bisa. apakah kamu bisa membaca kata sesuai gambar binatang? 12 anak menjawab bisa membaca. Untuk pertanyaan kedua. kemampuan anak dalam kegiatan menghubungkan kata dan menyebutkan tulisan dengan gambar makin bertambah nilai aktif sangat tinggi dan nilai aktif anak yang tinggi. d. 5 anak menjawab tidak bisa. Pertemuan IV . Pada pertanyaan ketiga. apakah kamu bisa menghubungkan kata dengan gambar yang terdapat pada permainan lingkaran kata? 10 anak menjawab bisa. 4) Refleksi pertemuan III Pada pertemuan ketiga penelitian dilakukan. dan peneliti merancang kegiatan kembali dengan perencanaandengan meningkatkan bentuk perlombaan dengan satu-satu orang anak. 4 anak menjawab tidak mampu.

menirukan 3-5 urutan kata. serta menghubungkan gambar atau benda sederhana dengan kata. 17 Desember 2011 Tanaman Macam-macam Tanaman a) Kegiatan awal ± 30 menit (1) Guru mengatur tempat duduk anak dengan rapi dan kemudian membaca do’a minta kemudahan dan do’a akan belajar. Guru menyiapkan media yang digunakan anak dan mejelaskan tahapan kegiatan yang telah dirancang oleh guru. Dengan indikator menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya. (3) Guru bercakap-cakap tentang tema dan subtema. Hari/Tanggal : Tema Sub Tema : : Sabtu. 2) Tindakan Melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan SKH yang telah dirancang untuk kegiatan membaca.101 1) Perencanaan Perencanaan yang dilakukan guru adalah membuat persiapan mengajar seperti Satuan Kegiatan Harian (SKH) yang akan dilaksanakan. . (2) Guru melakukan apersepsi yaitu mengkaitkan pembelajaran yang lalu dengan yang akan diberikan. Pada pertemuan ke tiga ini guru mengadakan apersepsi untuk merangsang daya ingat anak.

(2) Guru meminta anak untuk mengulang kembali membaca nama-nama binatang pada kartu-kartu. (4) Guru meminta anak untuk melakukan permainan lingkaran kata dengan menghubungkan kata dengan gambar.102 (4) Mengadakan tanya jawab tentang tema. (3) Guru kembali mengenalkan cara permainan lingkaran kata. . (6) Anak yang belum berhasil melakukan permainan tersebut diberi bimbingan oleh guru. (2) Guru mengevaluasi anak secara lisan tentang materi yang dipelajari untuk mengetahui berhasil atau tidak berhasilnya tujuan pembelajaran. c) Kegiatan Akhir ± 30 menit (1) Guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran. (5) Guru melanjutkan kegiatan berikutnya sesuai yang telah direncanakan atau sesuai SKH. (5) Anak melakukan permainan dalam bentuk kelompok. b) Kegiatan Inti ± 60 menit (1) Guru kembali memperkenalkan nama-nama binatang dan memperlihatkan gambar-gambar yang ada pada kegiatan tersebut. (7) Guru mengadakan tanya jawab sebagai evaluasi terhadap permainan lingkaran kata yang telah dilakukan.

103 (3) Guru mengakhiri pembelajaran dengan memberikan tepuk tangan dan pujian kepada anak-anak.rata 12 12 12 80 80 82 3 3 3 20 20 18 0 0 0 0 0 0 13 87 2 13 0 0 ST % F T % F R % Berdasarkan tabel 19 diatas. Tabel 19 Hasil Kemampuan Membaca Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata Siklus II Pertemuan IV ( setelah tindakan) Nilai No Aspek yang dinilai F Menghubungkan dan menyebutkan 1 tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya 2 3 Menirukan 3-5 urutan kata Membaca kata sesuai gambar Persentase rata . terlihat rata-rata persentase kemampuan menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya yaitu. kemampuan anak dalam kegiatan menghubungkan kata dan menyebutkan tulisan dengan gambar nilai tinggi aktif anak mulai bertambah. Rata-rata persentase menirukan 3-5 urutan . 2 anak persentase jumlah tinggi 13%. Dapat dilihat pada data tabel berikut. 13 anak persentase jumlah sangat tinggi 87%. serta mengucapkan Alhamdulillah. 3) Observasi Dari hasil pengamatan yang peneliti lakukan. anak yang rendah 0%.

jumlah yang rendah persentase 0%. 3 anak persentase yang tinggi 20%. persentase rendah 0%. Grafik 10 Kemampuan Membaca Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata Siklus II Pertemuan IV ( setelah tindakan ) 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 1 2 3 Sangat Tinggi Tinggi Rendah . Rata-rata persentase kemampuan membaca kata sesuai gambar yaitu 12 anak persentase sangat tinggi 80%.104 kata yaitu.12 anak persentase sangat tinggi 80%. 3 anak persentase tinggi 20%. Dari aspek yang dinilai diatas pencapaian kemampuan membaca anak melalui permainan lingkaran kata telah mencapai KKM. jumlah yang tinggi 3 anak persentase 18%. persentase anak yang rendah 0%. Hal ini sesuai tabel diatas dapat dilihat pada grafik dibawah ini. Jadi kemampuan membaca anak melalui permainan lingkaran kata pada jumlah rata-rata sangat tinggi pada 12 anak persentase 82%.

4) Refleksi pertemuan IV Dari hasil pertemuan IV tingkat pencapaian kemampuan pengenalan membaca pada anak sudah mencapai dari KKM. tidak ada anak menjawab tidak bisa. Untuk pertanyaan kedua. .105 Tabel 20 Hasil Wawancara Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata pada Siklus II Pertemuan IV ( setelah tindakan ) No 1 Pertanyaan Apakah kamu bisa menyebutkan huruf yang terdapat pada gambar binatang ? Apakah kamu bisa menghubungkan kata dengan gambar yang terdapat pada permainan lingkaran kata? Apakah kamu bisa membaca kata sesuai dengan gambar binatang? Jawaban 15 anak bisa Tidak ada anak tidak bisa 15 anak bisa Tidak ada anak tidak bisa 15 anak bisa Tidak ada anak tidak bisa 2 3 Pada pertanyaan pertama dibahas tentang apakah kamu bisa menyebutkan huruf yang terdapat pada gambar binatang? Dinyatakan 15 anak menjawab bisa. dan tidak ada anak tidak bisa membaca. apakah kamu bisa menghubungkan kata dengan gambar yang terdapat pada permainan lingkaran kata? 15 anak menjawab bisa. dalam mengamati dan mencatat pembelajaran yang telah dilakukan dengan mengisi format observasi. tidak ada anak menjawab tidak mampu. Setiap penelitian dilakukan peneliti bekerja sama dengan teman sejawat. Pada pertanyaan ketiga. format wawancara. Maka penelitian hanya sampai pada siklus II. apakah kamu bisa membaca kata sesuai gambar binatang? 15 anak menjawab bisa membaca.

II. Hal ini dapat dilihat pada tabel rekapitulasi hasil observasi berikut ini : . dan IV dapat dilihat kemampuan pengenalan membaca anak melalui permainan lingkaran kata sudah mencapai KKM.106 Dari hasil penelitian pada siklus ke II pada pertemuan I. III.

6 1 1 7 9 9 13 14 86 93 86. Membaca kata sesuai gambar. Menirukan 3 -5 urutan kata.Rekapitulasi Kemampuan Pengenalan Membaca Anak melalui Lingkaran Kata Pada Siklus I N O Aspek Yang Dinilai Sangat Tinggi F % 1 Menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya.4 1 1 7 7 9 3 2 20 13 20 11 12 73 80 71 1 2 7 13 13 3 4 20 26 27 11 9 73 61 60 2 3 13 20 18 5 4 33 26 33 8 8 54 54 49 . 1 7 Pertemuan I Nilai Tinggi F 2 % 13 Rendah F 12 % 80 Pertemuan II Nilai Sangat Tinggi F % 2 13 Tinggi F 4 % 27 Rendah F 9 % 60 Sangat Tinggi F % 3 20 Pertemuan III Nilai Tinggi F 5 % 33 Rendah F 7 % 47 Sangat Tinggi F % 3 20 Pertemuan IV Nilai Tinggi F 6 % 40 Rendah F 6 % 40 2 3 1 0 7 0 4.

37% pertemuan III. 0% pertemuan IV. 35% pertemuan II. Hal ini sudah mencapai standard KKM. Sedangkan pada rata-rata peresentase jumlah anak rendah (R) adalah 42% pada pertemuan I. 2) Mampu menirukan 3-5 urutan kata. dan 18% pada pertemuan IV. 31% pada pertemuan ke II. berdasarkan hasil pengamatan dampak pembelajaran belum cukup berhasil ini terlihat dari : a. Analisis Siklus I Pelaksanaan pembelajaran pada Siklus I sudah sesuai dengan rencana.Berdasarkan dari rekapitulasi tabel dan grafik diatas. ratarata persentase jumlah anak sangat tinggi (ST) adalah 22% pada pertemuan I. Analisis Data 1. Peningkatan kemampuan membaca anak usia dini melalui permainan lingkar kata. anak yang mencapai persentase sangat tinggi memperoleh nilai dari 0% menjadi 20%. 51% pada pertemuan III. dan 82% pada pertemuan IV. yaitu : 1) Mampu menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya. A. 12% pertemuan III. . Pada rata-rata persentase jumlah anak yang tinggi (T) adalah 35% pada pertemuan I. anak yang mencapai persentase sangat tinggi memperoleh nilai dari 0% menjadi 13%. 34% pertemuan II.

maka peneliti melakukan hal sebagai berikut : 1) Mendampingi dan memperhatikan anak secara individual terutama bagi anak-anak yang masih mengalami kesulitan dalam membaca. b. anak yang mencapai persentase sangat tinggi memporeh nilai dari 0% menjadi 20%. Untuk mengatasi hal tersebut diatas. hal ini bisa dilihat dari persentase kemampuan anak yang semakin meningkat selain hal positif yang telah dicapai.108 3) Mampu membaca kata sesuai gambar. Ditinjau dari aktifitas guru dalam pembelajaran Siklus I sudah berjalan baik dan berhasil. 3) Anak masih ada yang malas dan tidak tertarik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. 2) Merevisi kembali semua indikator yang belum tercapai pada Siklus I. adapula hal-hal yang harus menjadi perhatian guru. 2) Semua indikator yang dinilai pada Siklus I belum mencapai persentase rata-rata Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75%. sehingga kegiatan membaca belum berkembang dengan baik. yaitu : 1) Masih banyak anak yang perlu bimbingan dalam melakukan kegiatan membaca. Melihat hasil pengamatan siklus I masih sangat rendah maka penilitian ini dilanjutkan pada siklus II .

Hal ini berarti permainan lingkar kata dapat meningkatkan kemampuan pengenalan membaca anak di kelompok B5 TK Aisyiyah Bustanul Athfal Padang panjang melebihi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75%. 3) Mampu membaca kata sesuai gambar. Permainan lingkar kata untuk meningkatkan kemampuan membaca anak nilai rata-rata yang diperoleh dari pencapaian keseluruhan sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). anak yang mencapai persentase sangat tinggi memperoleh nilai dari 0% menjadi 87%. 2) Mampu menirukan 3-5 urutan kata. pembelajaran pada Siklus II sudah berjalan dengan baik dan berhasil. yaitu : 1) Mampu menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya. anak yang mencapai persentase sangat tinggi memporeh nilai dari 0% menjadi 80%. b. Peningkatan kemampuan membaca anak usia dini melalui permainan lingkar kata. Analisis Siklus II Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh pada Siklus II Jumlah anak yang memperoleh rata-rata mampu meningkat dan mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan.109 2. Peningkatan kemampuan pengenalan membaca di kelompok B5 TK Aisyiyah . Hal ini terlihat dari persentase rata-rata pertemuan IV Siklus II 82% . a. anak yang mencapai persentase sangat tinggi memperoleh nilai dari 0% menjadi 80%. Ditinjau dari aktifitas guru.

Tabel 22 Persentase Peningkatan kemampuan membaca Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata pada Proses Pembelajaran (anak kategori sangat tinggi) No Aspek yang dinilai Menghubungkan dan menyebutkan 1 tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya 2 3 Menirukan 3-5 urutan kata Membaca kata sesuai gambar Persentase rata .rata 0 0 0 13 20 18 80 80 82 Naik Naik Naik 0 20 87 Naik Sebelum tindakan Siklus I Siklus II Ket Berdasarkan tabel 22 dapat diketahui bahwa rata-rata persentase peningkatan kemampuan pengenalan membaca anak melalui permainan lingkar kata pada proses pembelajaran anak kategori sangat tinggi mengalami peningkatan dimana sebelum tindakan rata-ratanya 0%. Siklus I. dan Siklus II.110 Bustanul Athfal Padang panjang terjadi peningkatan mulai dari kondisi awal. pada Siklus I rata-ratanya 18% dan pada Siklus II rata-ratanya naik menjadi 82%. Sesuai tabel di atas dapat dilihat pada grafik dibawah ini: Grafik 11 .

4 33 20 33 20 20 18 14 40 13 Sebelum tindakan Siklus I Siklus II Ket Berdasarkan tabel 23 dapat diketahui bahwa rata-rata persentase peningkatan kemampuan pengenalan membaca anak melalui permainan lingkar kata pada proses pembelajaran anak kategori tinggi mengalami peningkatan dimana sebelum tindakan rata-ratanya 9.111 Perkembangan Peningkatan kemampuan membaca Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata pada Proses Pembelajaran (anak kategori sangat tinggi) 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 1 2 3 Sebelum Tindakan Siklus I Siklus II Tabel 23 Persentase Peningkatan kemampuan membaca Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata pada Proses Pembelajaran (anak kategori tinggi) No Aspek yang dinilai Menghubungkan dan menyebutkan 1 tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya 2 3 Menirukan 3-5 urutan kata Membaca kata sesuai gambar Persentase rata . pada Siklus I .rata 7 7 9.4%.

112 rata-ratanya menjadi 33% dan pada Siklus II rata-ratanya turun menjadi 18%. Sesuai tabel di atas dapat dilihat pada grafik dibawah ini: Grafik 12 Perkembangan Keterampilan Berbicara Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata pada Proses Pembelajaran (anak kategori tinggi) 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 1 2 3 Sebelum Tindakan Siklus I Siklus II Tabel 24 .

6 54 54 49 0 0 0 Turun Turun Turun 86 40 0 Turun Sebelum tindakan Siklus I Siklus II Ket Berdasarkan tabel 24 dapat diketahui bahwa rata-rata persentase peningkatan kemampuan pengenalan membaca anak melalui permainan lingkar katpada pada proses pembelajaran anak kategori tinggi mengalami peningkatan dimana sebelum tindakan rata-ratanya 90.113 Persentase Peningkatan kemampuan membaca Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata pada Proses Pembelajaran (anak kategori rendah) No Aspek yang dinilai Menghubungkan dan menyebutkan 1 tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya 2 3 Menirukan 3-5 urutan kata Membaca kata sesuai gambar Persentase rata . pada Siklus I rata-ratanya menjadi 49% dan pada Siklus II rata-ratanya turun menjadi 0%.6%.rata 93 93 90. Sesuai tabel di atas dapat dilihat pada grafik dibawah ini: Grafik 13 Perkembangan Peningkatan kemampuan membaca Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata pada Proses Pembelajaran (anak kategori rendah) .

.114 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 1 2 3 Sebelum Tindakan Siklus I Siklus II B. Hal ini disebabkan kurangnya pengelolaan kegiatan belajar sambil bermain dan media pembelajaran kurang menunjang dan kurang menarik sehingga pembelajaran tidak menyenangkan bagi anak. Pada kondisi awal diperoleh gambaran kemampuan pengenalan membaca anak masih rendah dimana sebagian anak di TK Aisyiyah Padang panjang megalami kesulitan ketika ditanya dan disuruh membaca kata-kata sederhana pada kegiatan pembelajaran membaca. “Menurut Gagne dalam Nurbiana (2006:10.3) mengatakan bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang anak didik untuk belajar”. Pembahasan Hasil penelitian Peningkatan Kemampuan Pengenalan Membaca Anak melalui Permainan Lingkaran Kata di TK Aisyiyah Padangpanjang khususnya pada kelas B5 diperlukan pembahasan guna menjelaskan dan memperdalam kajian dalam penelitian ini.

pada permainan ini setiap kelompok anak mendapatkan potongan lingkaran yang telah diberi kertas warna dan bagian-bagian potongan yang telah diberi gambar yang ada kata dan yang ada tulisan sesuai gambar. sehingga terlihat peningkatan . Disini anak sangat senang ketika anak menyusun gambar pada lingkaran dan mencocokkan kata dengan gambar. Pada siklus I peneliti melakukan kegiatan Permainan Lingkaran Kata. Untuk mencari hasil yang optimal peneliti melakukan pembelajaran yang lebih menarik pada siklus II dengan menambah jumlah kartu kata dan kartu gambar. Bagi anak yang cepat menyelesaikan permainan maka dialah pemenangya. Permainan pada pertemuan selanjutnya yaitu permainan mencocokkan kata dengan gambar. Pada permainan ini anak juga terlihat semangat ketika melakukan permainan. peneliti melakukan tindakan untuk memperbaiki pembelajaran membaca melalui permainan.115 Setelah melihat kondisi awal tentang kemampuan pengenalan membaca anak di TK Aisyiyah Padangpanjang. Anak merasa percaya diri kerena kelompoknya adalah pemenang. Permainan selanjutnya adalah menyusun huruf sesuai kata pada gambar. Pada permainan ini anak merasa senang dan antusias karena anak berlomba mencari kartu kata dan kartu huruf kemudian menirukan kata yang telah disusun anak. dengan perlombaan perkelompok 3 orang anak. Yang membuat anak semakin tertarik dan termotivasi dalam melakukan permainan. Hal ini terlihat ketika anak berlomba perkelompok mencari kata yang sesuai dengan gambar dan menyebutkan gambar-gambar yang telah berhasil disusun oleh kelompok anak.

. Cara ini menggunakan pendekatan permainan. Ditinjau dari aktifitas guru. Kemampuan pengenalan membaca anak dalam kegiatan permainan lingkaran kata meningkat : a. Anak berfikir dan mendengar yang baik. pembelajaran pada siklus II sudah berjalan dengan baik dan berhasil. b. antara lain salah satunya keterampilan berpikir dan mendengarkan. oleh karena itu mengasah kepekaan bunyi sebaiknya dilakukan sejak dini. Menurut Shofi (2008 :92) ada beberapa factor yang dapat mempengaruhi keberhasilan anak dalam membaca. 2. akan sangat membantu ketepatan daya tangkap terhadap kegiatan membaca. Menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan symbol yang melambangkannya. Menirukan 3-5 urutan kata. Berdasarkan tindakan penelitian siklus I dan siklus II dapat dijabarkan keberhasilan penggunaan alat permainan lingkaran kata sebagai berikut : 1. misalnya mengenalkan suatu gambar “Ayam” yang berhubungan dengan huruf-huruf “Ayam” tersebut. Menyajikan suatu gambar dan kata yang menunjukkan gambar tersebut. anak yang mencapai persentase sangat tinggi memperoleh nilai dari 0% manjadi 80%.116 kemampuan pengenalan membaca anak. anak mencapai persentase sangat tinggi memperoleh nilai dari 0% menjadi 87% sebagaimana menurut Firnamawaty (2004:7) menyatakan bahwa berdasarkan cara penyampaian membaca salah satunya yaitu membaca gambar.

Menurut Firnamawaty (2004:7) menyatakan bahwa berdasarkan cara penyampaian membaca salah satunya membaca gambar dan kartu kata. .117 c. Menbaca kata sesuai gambar kemampuan anak yang mencapai persentase sangat tinggi memperoleh nilai dari 0% manjadi 80%.

3. Melalui permainan lingkaran kata dapat meningkatkan kemampuan membaca anak dalam menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya. . Siklus I ke Siklus II. Agar tercapai tujuan peningkatan kemampuan pengenalan membaca dapat tercapai secara optimal. dapat disimpulkan bahwa permainan lingkaran kata mampu memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan pengenalan membaca pada anak Taman Kanak – kanak sebagai berikut : 1. Melalui permainan lingkaran kata dapat memberikan pengaruh yang cukup nyata untuk meningkatkan kemampuan membaca anak. 2. membaca kata sesuai gambar. yaitu melalui bermain dengan menggunakan metode mengajar yang tepat untuk meningkatkan keterampilan membaca serta melibatkan anak dalam kegiatan yang dapat memberikan berbagai pengalaman bagi anak.BAB V PENUTUP A. diperlukan strategi dan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran di TK. Simpulan Berdasarkan uraian di atas. ini dapat dilihat dengan adanya peningkatan persentase dari sebelum tindakan. menirukan 3-5 urutan kata.

. Peningkatan kemampuan pengenalan membaca anak di kelompok B5 TK Aisyiyah Bustanul Athfal Padang panjang setelah dilakukan tindakan menunjukkan adanya peningkatan pada menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya. Aplikasi permainan lingkaran kata ini memudahkan guru dalam mengembangkan pempelajaran pengenalan membaca pada anak karena permainannya menarik dan memudahkan guru dalam mengembangkan kemampuan pengenalan membaca anak. pada Siklus II dengan nilai sangat tinggi 82%. membaca kata sesuai gambar dapat berkembang secara optimal. 2. menirukan 3-5 urutan kata.119 4. Selama ini pengenalan kata dipergunakan untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak. Implikasi Berdasarkan hasil penelitian dan kajian kepustakaan maka implikasi penelitian ini adalah : 1. Namun setelah penelitian ditemukan bahwa permainan lingkaran kata dapat dimodifikasi menjadi permainan yang meningkatkan kemampuan pengenalan membaca anak. Hasil persentase rata-rata anak pada Siklus I dengan nilai sangat tinggi 18%. 5. B. Kemampuan membaca anak anak dalam proses pembelajaran dapat meningkat dengan menggunakan permainan lingkaran kata pada anak di kelompok B5 TK Aisyiyah Bustanul Athfal Padangpanjang.

Dalam menggunakan permainan untuk meningkatkan kemampuan pengenalan membaca anak. 3. bervariasi dan memancing minat dan antusias anak dalam melaksanakan kegiatan permainan. 4. menyenangkan dan bervariasi agar dapat membuat anak berminat dan antusias terhadap proses pembelajaran. Diharapkan agar peneliti lebih jauh yang lain dapat melakukan dan mengungkapkan tentang peningkatan kemampuan pengenalan membaca melalui metode dan media yang lainnya. maka penulis memberikan saran untuk peningkatan kemampuan pengenalan membaca anak sebagai berikut : 1. diantaranya adalah: permainan yang dibawakan harus menarik.120 C. Diharapkan pembaca dapat menggunakan skripsi ini sebagai sumber ilmu pengetahuan guna menambah wawasan. . Saran Berdasarkan kesimpulan diatas. 2. Agar pembelajaran berjalan lebih kondusif dan menarik bagi anak sebaiknya guru mampu mengoptimalkan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan permainan yang menarik. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh guru.

2005. Suharsimi. 2002. Psikologi Perkembangan Jilid 1. 2007. Jakarta : Depdiknas. Psikologi Perkembangan Anak. Rineka Cipta _________. Prosedur Penelitian. Perkembangan dan Pengembangan Anak Usia Taman Kanak – Kanak. 2007. S. Kurikulum TK. Psikologi Perkembangan Anak Usia Taman Kanak Kanak. Jakarta : PT. Dkk.Kanak. Bercerita Untuk Anak Usia Dini. Jakarta : PT Rineka Cipta Dhieni. 2004.2004. Jakarta : PT. 2007. 2010. Jakarta : Universitas Terbuka Arikunto. Bunga Rampai Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran atau Bimbingan dan Konseling. Padang : UNP Hildayani. Pendekatan Belajar Aktif di Taman Kanak – Kanak. Rineka Cipta _________. Grasindo Kunandar. Dkk. Pembelajaran Terpadu.2008.121 DAFTAR PUSTAKA Aisyah. Jakarta : Erlangga Jamaris. Bahri. Jakarta : Dirjen Dikti Depdiknas . Siti. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Depdiknas Eriamsyah. Martini. Rini. Jakarta Djamarah. Strategi Belajar Mengajar. Dkk. Metode Pengajaran di Taman Kanak. 2005. Nurbiana. Jakarta : Universitas Terbuka Hurlock. 2006. 2007. Dkk. Raja Grafindo Persada Masitoh. Jakarta : PT. Dkk. Perkembangan dan Konsep Dasar Pengembangan Anak Usia Dini. 2008. Pengembangan Kemampuan Motorik Halus di Taman Kanak – Kanak. _________. Jakarta : PT. Jakarta : Dirjen Dikti Depdiknas Masitoh. Jakarta : Universitas Terbuka _________. Elizabeth. Jakarta : Universitas Terbuka Moeslichatoen. Metode Pengembangan Bahasa. Jakarta : Universitas Terbuka Depdiknas 2003. 1978. 2006. Strategi Pembelajaran TK. 2006.

Undang Undang RI No. Jakarta. 2003. Alat Permaianan dan Sumber Belajar. Guntur. Carol. Pembaharuan Pendidikan TK. Anas. 2011. Angkasa Yulsyofriend. Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. H. Dkk. Anggani. empat. Padang : UNP Zaman. 20. Dkk.122 PG-PAUD. Padang : UNP Seefeldt. 2008. 2010. Pengembangan Baca Tulis ( Literacy ) Anak Usia Dini. Indeks Sudono. 2003. Media Pengajaran TK. 2008. Jakarta : Depdikbud Dirjen Proyek Pendidikan Tenaga Kependidikan Sisdiknas. Jakarta : PT. Media dan sumber Belajar TK. dan lima tahun masuk sekolah. Pendidikan anak usia dini menyiapkan anak usia tiga. Sinar Grafika Syafril. 2007. Raja Grafindo Persada Tarigan. Bandung : PT. Jakarta : PT. Padang : UNP Solehuddin. 2009. Jakarta : Universitas Terbuka Sudijono. Statistik Pendidikan. 1995. Jakarta : Universitas Terbuka . Badru. 1981. PT. Panduan Penulisan Skripsi.

Penutupan ± 30 menit . 30 November 2011 Guru Kelompok B5 Afriyeni. Kepala sekolah III.Menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya (B152) . A.Berbagi cerita .Doa pulang dan salam Observasi Observasi Padang panjang.19740712200801 2 004 Elida .Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan dengan lebih tertib (P111) . do’a .Berbicara dg suara yang ramah dan teratur(tidak berteriak) (P142) . Istirahat ± 30 menit .Mau mengemukakan pendapat secara sederhana ( P 110 1) Mengetahui. doa makan .Mengurus diri sendiri tanpa bantuan (f111) Anak Unjuk kerja Unjuk kerja Gambar dan anak Kartu kata Penugasan Kartu gambar Permainan lingkaran kata . salam.Menghubungkan gambar dengan kata . ikrar.Ma NIP.Menghubungkan dan menyebutkan gambar binatang pada permainan lingkar kata .Membaca kata sesuai gambar . Pembukaan ± 30 menit . makan dan cuci piring IV. nyanyi.Merayap dan merangkak dengan bervariasi (f138) .Diskusi .Cuci tangan.LAMPIRAN 1 SATUAN KEGIATAN HARIAN UNTUK SIKLUS I PERTEMUAN I Semester/Minggu : I/XVI Tema/Subtema : Binatang/Nama-nama Binatang Hari/Tanggal : Kamis/1 Desember 2011 Waktu : 08:00 – 11:00 wib Sumber Belajar Anak Penilaian Perkembangan Anak Alat Anak Observasi Indikator Kegiatan Pembelajaran I.Berbaris. Inti ± 60 menit Sentra Persiapan .Merangkak bervarias seperti binatang II.

Penutupan ± 30 menit .Ma NIP. ikrar. do’a . A. makan dan cuci piring IV. Inti ± 60 menit Sentra Persiapan .Membaca kata sesuai gambar .Menghubungkan dan menyebutkan gambar binatang pada permainan lingkar kata Kartu kata Kartu gambar Permainan lingkaran kata Penugasan III. Kepala sekolah Padangpanjang. doa makan .Menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya (B152) .Berbaris. Istirahat ± 30 menit . 2 Desember 2011 Guru Kelompok B5 Afriyeni.19740712200801 2 004 Elida . nyanyi.Cuci tangan.Berbagi cerita Sumber Belajar Anak Anak Unjuk kerja .Diskusi .Menceritakan pengalaman/kejadian secara urut (B132) Kegiatan Pembelajaran I. Pembukaan ± 30 menit .Doa pulang dan salam Observasi Observasi Mengetahui.Membersihklan peralatan makan setelah digunakan (P1143) .Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan dengan lebih tertib (P111) .96 LAMPIRAN 2 SATUAN KEGIATAN HARIAN UNTUK SIKLUS I PERTEMUAN II Semester/Minggu : I/XVI Tema/Subtema : Binatang/Nama-nama Binatang Hari/Tanggal : Sabtu/3 Desember 2011 Waktu : 08:00 – 11:00 wib Penilaian Perkembangan Anak Alat Anak Observasi Indikator .Berdoa sebelum dan sesudah kegiatan (P111) II.Menghubungkan gambar dengan kata . salam.

Meloncat dari atas kursi Sumber Belajar Anak Anak Unjuk kerja Unjuk kerja Penugasan Kursi dan anak II. makan dan cuci piring IV. salam.Meniru kata III. Kepala sekolah Padangpanjang. nyanyi.Meloncat dari ketinggian 3050 cm (F133) Kegiatan Pembelajaran I.Doa pulang dan salam Observasi Observasi Mengetahui.19740712200801 2 004 Elida . Istirahat ± 30 menit .Berbagi cerita .Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan dengan lebih tertib (P111) .Menghubungkan dan menyebutkan gambar binatang pada permainan lingkar kata .Berbaris.Meniru 3-5 urutan kata (B121) .Berani bertanya secara sederhana (P 1 10 1) Unjuk kerja .Cuci tangan. Penutupan ± 30 menit . do’a . Pembukaan ± 30 menit .Mendengarkan dan memeperhatikan teman bicara(P172) . doa makan .Menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya (B152) .Ma NIP. ikrar.Menghemat pemakai air dan listrik (P1 14 1) .97 LAMPIRAN 3 SATUAN KEGIATAN HARIAN UNTUK SIKLUS I PERTEMUAN III Semester/Minggu : I/XVII Tema/Subtema : Binatang/Macam-macam Binatang Hari/Tanggal : Senin/5 Desember 2011 Waktu : 08:00 – 11:00 wib Penilaian Perkembangan Anak Alat Anak Observasi Indikator .Diskusi .Membaca gambar Kartu kata Kartu gambar Permainan lingkaran kata .Menyebutkan dan membaca huruf kata sesuai gambar . Inti ± 60 menit Sentra Persiapan . 4 Desember 2011 Guru Kelompok B5 Afriyeni. A.

Pembukaan ± 30 menit . makan dan cuci piring IV. kamu. Penutupan ± 30 menit .Doa pulang dan salam Observasi Observasi Padangpanjang. ikrar.Cuci tangan.98 LAMPIRAN 4 SATUAN KEGIATAN HARIAN UNTUK SIKLUS I PERTEMUAN IV Semester/Minggu : I/XVII Tema/Subtema : Binatang/Jenis Binatang Hari/Tanggal : Rabu/7 Desember 2011 Waktu : 08:00 – 11:00 wib Penilaian Perkembangan Anak Alat Anak Observasi Indikator . dia. A.Diskusi .Membaca gambar Kartu kata Kartu gambar Permainan lingkaran kata Penugasan Unjuk kerja .Berbaris. perubahan gerak dan penghayatan (S161) Kegiatan Pembelajaran I. Istirahat ± 30 menit .Menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya (B152) .19740712200801 2 004 Elida .Menyebutkan dan membaca huruf kata sesuai gambar . Inti ± 60 menit Sentra Persiapan . mereka (B 141) .Bercerita menggunakan kata ganti aku. 6 Desember 2011 Guru Kelompok B1 Afriyeni. doa makan . do’a .Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan dengan lebih tertib (P111) .Mengucapkan syair binatang Sumber Belajar Anak Anak Percakapan Anak dan majalah Unjuk kerja . Kepala sekolah II.Berbicara dg suara yang ramah dan teratur(tidak berteriak) (P142) Mengetahui. nyanyi. salam.saya.Meniru 3-5 urutan kata (B121) .Berbagi cerita .Membersihklan peralatan makan setelah digunakan (P1143) .Mengucapkan sajak dengan ekskpresi yang bervariasi mis: perubahan intonasi.Meniru kata III.Ma NIP.Menghubungkan dan menyebutkan gambar binatang pada permainan lingkar kata .

Berani bertanya secara sederhana (P 1 10 1) Mengetahui.Meniru 3-5 urutan kata (B121) .Menyusun benda dari besar ke kecil atau sebaliknya (K118) Kegiatan Pembelajaran I. Kepala sekolah .Cuci tangan.Berbicara dg suara yang ramah dan teratur(tidak berteriak) (P142) . salam.Menyusun daun dari basar ke kecil II.Berbaris. A.99 LAMPIRAN 5 SATUAN KEGIATAN HARIAN UNTUK SIKLUS II PERTEMUAN I Semester/Minggu : I/XVII Tema/Subtema : Tananam/ Macam-macam Tanaman Hari/Tanggal : Sabtu/10 Desember 2011 Waktu : 08:00 – 11:00 wib Penilaian Perkembangan Anak Alat Anak Observasi Indikator . do’a .19740712200801 2 004 Elida .Berbagi cerita Sumber Belajar Anak Anak Unjuk kerja Unjuk kerja .Menghemat pemakai air dan listrik (P1 14 1) .Menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya (B152) .Doa pulang dan salam Padangpanjang.Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan dengan lebih tertib (P111) . makan dan cuci piring IV. 9 Desember 2011 Guru Kelompok B1 Kartu kata Penugasan Kartu gambar Permainan lingkaran kata Penugasan Afriyeni.Ma NIP.Menyebutkan dan membaca huruf kata sesuai gambar .Diskusi . nyanyi. ikrar.Meniru kembali urutn kata yang ada pada gambar dalam permainan Penugasan lingkaran III.Menghubungkan dan menyebutkan gambar binatang pada permainan lingkar kata Gambar dan anak . doa makan . Penutupan ± 30 menit Observasi .Membaca huruf yang ada pada gambar . Istirahat ± 30 menit Observasi . Inti ± 60 menit Sentra Persiapan . Pembukaan ± 30 menit .

Merangkak bervariasi Gambar Unjuk seperti binatang dan anak kerja II.Meniru kata (B121) Dapat memuji teman/orang . 11 Desember 2011 Kepala sekolah Guru Kelompok B1 Afriyeni.Berbaris.100 - - - - - - LAMPIRAN 6 SATUAN KEGIATAN HARIAN UNTUK SIKLUS II PERTEMUAN II Semester/Minggu : I/XVII Tema/Subtema : Tananam/ Macam-macam Tanaman Hari/Tanggal : Senin/12 Desember 2011 Waktu : 08:00 – 11:00 wib Penilaian Perkembangan Sumber Indikator Kegiatan Pembelajaran Anak Belajar Alat Anak Berdoa sebelum dan sesudah I. Istirahat ± 30 menit Observasi makan setelah digunakan . (P1143) makan dan cuci piring Berbicara dg suara yang IV. doa makan .19740712200801 2 004 Elida . A. do’a Berbicara dg suara yang ramah dan teratur(tidak . Padangpanjang.Berbagi cerita Anak Unjuk berteriak) (P142) kerja Merayap dan merangkak dengan bervariasi (f138) . Anak Observasi lebih tertib (P111) salam.Memuji teman yang lain (P193) menang Membersihklan peralatan III.Cuci tangan.Perlombaan lingkar kata Kartu menyebutkan tulisan menghubungkan gambar gambar sederhana dengan simbol dengan kata Permainan yang melambangkannya lingkaran (B152) kata Menyebutkan dan membaca .Menyebutkan kata yang huruf kata sesuai gambar disusun Meniru 3-5 urutan kata . nyanyi.Doa pulang dan salam Mengetahui.Diskusi berteriak) (P142) . ikrar. Penutupan ± 30 menit Observasi ramah dan teratur(tidak . Pembukaan ± 30 menit melakukan kegiatan dengan . Inti ± 60 menit Sentra Persiapan Kartu kata Penugasan Menghubungkan dan .Ma NIP.

Berbagi cerita .Berdoa sebelum dan sesudah I. lebih tertib (P111) salam. doa makan . nyanyi.Diskusi .Berbaris.Ma NIP.Mau mengemukakan pendapat secara sederhana ( P 110 1) . A. ikrar.Mengungkapkan sebab akibat . Kepala sekolah Observasi Observasi Padangpanjang.Meniru kata yang III.Doa pulang dan salam Anak Anak Percakapan Gambar dan anak Kartu kata Kartu gambar Permainan lingkaran kata Percakapan Penugasan .19740712200801 2 004 Elida .Tanya jawab sebab akibat II. Pembukaan ± 30 menit melakukan kegiatan dengan . makan dan cuci piring IV. do’a .Perlombaan menghubungkan dan menyebutkan gambar binatang pada permainan lingkar kata .Meniru 3-5 urutan kata (B121) .Membersihklan peralatan makan setelah digunakan (P1143) .Menyebutkan dan membaca huruf kata sesuai gambar .Membaca kata yang telah disusun . 13 Desember 2011 Guru Kelompok B1 Afriyeni. Penutupan ± 30 menit .Menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya (B152) .101 LAMPIRAN 7 SATUAN KEGIATAN HARIAN UNTUK SIKLUS II PERTEMUAN III Semester/Minggu : I/XVII Tema/Subtema : Tananam/ Macam-macam Tanaman Hari/Tanggal : Rabu/14 Desember 2011 Waktu : 08:00 – 11:00 wib Penilaian Perkembangan Anak Alat Anak Observasi Indikator Kegiatan Pembelajaran Sumber Belajar .Cuci tangan. Istirahat ± 30 menit . Inti ± 60 menit Sentra Persiapan .Berbicara dg suara yang ramah dan teratur(tidak berteriak) (P142) Mengetahui.

Mendengarkan dan memeperhatikan teman bicara(P172) Kegiatan Pembelajaran I.Ma NIP. Pembukaan ± 30 menit .Berbaris. A.Menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya (B152) .19740712200801 2 004 Elida .Doa pulang dan salam Kartu kata Kartu gambar Permainan lingkaran kata Penugasan Observasi Observasi Mengetahui.Diskusi . Istirahat ± 30 menit . Inti ± 60 menit Sentra Persiapan .Membaca kata yang ada pada lingkar kata .Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan dengan lebih tertib (P111) . doa makan .Menyebutkan dan membaca huruf kata sesuai gambar .Berbagi cerita Anak Percakapan . do’a .Berbicara dg suara yang ramah dan teratur(tidak berteriak) (P142) II.Meniru kata III.Meniru 3-5 urutan kata (B121) . makan dan cuci piring IV.Perlombaan menghubungkan dan menyebutkan gambar binatang pada permainan lingkar kata . 16 Desember 2011 Guru Kelompok B1 Afriyeni. Kepala sekolah Padangpanjang. Penutupan ± 30 menit .Membersihklan peralatan makan setelah digunakan (P1143) . salam.102 LAMPIRAN 8 SATUAN KEGIATAN HARIAN UNTUK SIKLUS II PERTEMUAN IV Semester/Minggu : I/XVII Tema/Subtema : Tananam/ Tanaman Pohon Hari/Tanggal : Sabtu/17 Desember 2011 Waktu : 08:00 – 11:00 wib Sumber Belajar Anak Penilaian Perkembangan Anak Alat Anak Observasi Indikator .Cuci tangan. ikrar. nyanyi.

Menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya 2.103 Lampiran 9 Lembaran Penilaian Meningkatkan Kemampuan Pengenalan Membaca Anak Pada kondisi awal Keterangan No Nama Anak Aspek yang Nilai 2 R R R R R R R R R R R T R R R 1 Bilbina 2 Barqi 3 Fajri 4 Fajer 5 Hafizah 6 Laras 7 Naufal 8 Olivia 9 Rafi 10 Ratu 11 Ridho 12 Suci 13 Winda 14 Yolanda 15 Yusuf Aspek yang di nilai: 1. Membaca kata sesuai gambar Kriteria Penilaian: Sangat Tinggi (ST)  Menghubungkan tulisan dengan gambar  Menirukan dan membaca kata yang disusun Tinggi (T)  Menghubungkan tulisan dengan gambar  Menirukan dan membaca kata yang disusun masih agak ragu-ragu Rendah (R)  Tidak dapat menghubungkan gambar dengan tulisan dan menirukan kembali kata  Perlu bimbingan 1 R R R R R R R T R R R R R T R 3 R R R R R R R R R R R R R T R . Menirukan 3-5 urutan kata 3.

Menirukan 3-5 urutan kata 3. Menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya 2. Membaca kata sesuai gambar Kriteria Penilaian: Sangat Tinggi (ST)  Menghubungkan tulisan dengan gambar  Menirukan dan membaca kata yang disusun Tinggi (T)  Menghubungkan tulisan dengan gambar  Menirukan dan membaca kata yang disusun masih agak ragu-ragu Rendah (R)  Tidak dapat menghubungkan gambar dengan tulisan dan menirukan kembali kata  Perlu bimbingan .104 Lampiran 10 Lembaran Penilaian Meningkatkan Kemampuan Pengenalan Membaca Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata Pada Siklus I Pertemuan I Keterangan Aspek yang Nilai No Nama Anak 1 2 3 1 Bilbina R R R 2 Barqi R R R 3 Fajri T R R 4 Fajer R R R 5 Hafizah R R R 6 Laras R R R 7 Naufal R R R 8 Olivia T R R 9 Rafi R R R 10 Ratu R T R 11 Ridho R R R 12 Suci R ST R 13 Winda R R R 14 Yolanda ST R T 15 Yusuf R R R Aspek yang di nilai: 1.

Membaca kata sesuai gambar Kriteria Penilaian: Sangat Tinggi (ST)  Menghubungkan tulisan dengan gambar  Menirukan dan membaca kata yang disusun Tinggi (T)  Menghubungkan tulisan dengan gambar  Menirukan dan membaca kata yang disusun masih agak ragu-ragu Rendah (R)  Tidak dapat menghubungkan gambar dengan tulisan dan menirukan kembali kata  Perlu bimbingan .105 Lampiran 11 Lembaran Penilaian Meningkatkan Kemampuan Pengenalan Membaca Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata Pada Siklus I Pertemuan II Keterangan Aspek yang Nilai No Nama Anak 1 2 3 1 Bilbina T T R 2 Barqi R R R 3 Fajri T R T 4 Fajer R R R 5 Hafizah ST R R 6 Laras R T T 7 Naufal R R R 8 Olivia T R R 9 Rafi R R R 10 Ratu R T R 11 Ridho T R R 12 Suci R ST R 13 Winda R R R 14 Yolanda ST R ST 15 Yusuf R R R Aspek yang di nilai: 1. Menirukan 3-5 urutan kata 3. Menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya 2.

Menirukan 3-5 urutan kata 3.106 Lampiran 12 Lembaran Penilaian Meningkatkan Kemampuan Pengenalan Membaca Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata Pada Siklus I Pertemuan III Keterangan Aspek yang Nilai No Nama Anak 1 2 3 1 Bilbina ST T R 2 Barqi R R R 3 Fajri T R T 4 Fajer T R R 5 Hafizah ST R R 6 Laras R T T 7 Naufal R R R 8 Olivia T R R 9 Rafi R R R 10 Ratu R T T 11 Ridho T R R 12 Suci R ST T 13 Winda R R R 14 Yolanda ST R ST 15 Yusuf T R R Aspek yang di nilai: 1. Membaca kata sesuai gambar Kriteria Penilaian: Sangat Tinggi (ST)  Menghubungkan tulisan dengan gambar  Menirukan dan membaca kata yang disusun Tinggi (T)  Menghubungkan tulisan dengan gambar  Menirukan dan membaca kata yang disusun masih agak ragu-ragu Rendah (R)  Tidak dapat menghubungkan gambar dengan tulisan dan menirukan kembali kata  Perlu bimbingan . Menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya 2.

107 Lampiran 13 Lembaran Penilaian Meningkatkan Kemampuan Pengenalan Membaca Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata Pada Siklus I Pertemuan IV Keterangan Aspek yang Nilai No Nama Anak 1 2 3 1 Bilbina T T R 2 Barqi R R R 3 Fajri T T T 4 Fajer R R R 5 Hafizah R R R 6 Laras T T T 7 Naufal R R R 8 Olivia T R R 9 Rafi R R R 10 Ratu R T T 11 Ridho ST R R 12 Suci R ST ST 13 Winda R R R 14 Yolanda ST R ST 15 Yusuf T R T Aspek yang di nilai: 1. Membaca kata sesuai gambar Kriteria Penilaian: Sangat Tinggi (ST)  Menghubungkan tulisan dengan gambar  Menirukan dan membaca kata yang disusun Tinggi (T)  Menghubungkan tulisan dengan gambar  Menirukan dan membaca kata yang disusun masih agak ragu-ragu Rendah (R)  Tidak dapat menghubungkan gambar dengan tulisan dan menirukan kembali kata  Perlu bimbingan . Menirukan 3-5 urutan kata 3. Menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya 2.

Menirukan 3-5 urutan kata 3. Menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya 2.108 Lampiran 14 Lembaran Penilaian Meningkatkan Kemampuan Pengenalan Membaca Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata Pada Siklus II Pertemuan I Keterangan Aspek yang Nilai No Nama Anak 1 2 3 1 Bilbina ST T T 2 Barqi R R R 3 Fajri T ST T 4 Fajer T T R 5 Hafizah R R R 6 Laras T T ST 7 Naufal R R R 8 Olivia ST R T 9 Rafi T T R 10 Ratu R ST T 11 Ridho ST R R 12 Suci R ST ST 13 Winda R T R 14 Yolanda ST R ST 15 Yusuf T T T Aspek yang di nilai: 1. Membaca kata sesuai gambar Kriteria Penilaian: Sangat Tinggi (ST)  Menghubungkan tulisan dengan gambar  Menirukan dan membaca kata yang disusun Tinggi (T)  Menghubungkan tulisan dengan gambar  Menirukan dan membaca kata yang disusun masih agak ragu-ragu Rendah (R)  Tidak dapat menghubungkan gambar dengan tulisan dan menirukan kembali kata  Perlu bimbingan .

109 Lampiran 15 Lembaran Penilaian Meningkatkan Kemampuan Pengenalan Membaca Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata Pada Siklus II Pertemuan II Keterangan Aspek yang Nilai No Nama Anak 1 2 3 1 Bilbina ST ST T 2 Barqi R T R 3 Fajri ST ST T 4 Fajer T T R 5 Hafizah R R T 6 Laras T T ST 7 Naufal R R R 8 Olivia ST R ST 9 Rafi T T R 10 Ratu R ST T 11 Ridho ST R R 12 Suci R ST ST 13 Winda T ST R 14 Yolanda ST R ST 15 Yusuf T T T Aspek yang di nilai: 1. Menirukan 3-5 urutan kata 3. Menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya 2. Membaca kata sesuai gambar Kriteria Penilaian: Sangat Tinggi (ST)  Menghubungkan tulisan dengan gambar  Menirukan dan membaca kata yang disusun Tinggi (T)  Menghubungkan tulisan dengan gambar  Menirukan dan membaca kata yang disusun masih agak ragu-ragu Rendah (R)  Tidak dapat menghubungkan gambar dengan tulisan dan menirukan kembali kata  Perlu bimbingan .

Menirukan 3-5 urutan kata 3. Menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya 2. Membaca kata sesuai gambar Kriteria Penilaian: Sangat Tinggi (ST)  Menghubungkan tulisan dengan gambar  Menirukan dan membaca kata yang disusun Tinggi (T)  Menghubungkan tulisan dengan gambar  Menirukan dan membaca kata yang disusun masih agak ragu-ragu Rendah (R)  Tidak dapat menghubungkan gambar dengan tulisan dan menirukan kembali kata  Perlu bimbingan .110 Lampiran 16 Lembaran Penilaian Meningkatkan Kemampuan Pengenalan Membaca Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata Pada Siklus II Pertemuan III Keterangan Aspek yang Nilai No Nama Anak 1 2 3 1 Bilbina ST ST T 2 Barqi R ST ST 3 Fajri ST ST T 4 Fajer ST T T 5 Hafizah T R ST 6 Laras ST T ST 7 Naufal T ST T 8 Olivia ST T ST 9 Rafi T T R 10 Ratu R ST T 11 Ridho ST R R 12 Suci T ST ST 13 Winda T ST T 14 Yolanda ST T ST 15 Yusuf ST ST ST Aspek yang di nilai: 1.

Menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya 2.111 Lampiran 17 Lembaran Penilaian Meningkatkan Kemampuan Pengenalan Membaca Anak Melalui Permainan Lingkaran Kata Pada Siklus II Pertemuan IV Keterangan Aspek yang Nilai No Nama Anak 1 2 3 1 Bilbina ST ST ST 2 Barqi T ST ST 3 Fajri ST ST ST 4 Fajer ST ST ST 5 Hafizah ST T ST 6 Laras ST T ST 7 Naufal ST ST T 8 Olivia ST T ST 9 Rafi ST ST T 10 Ratu T ST ST 11 Ridho ST ST T 12 Suci ST ST ST 13 Winda ST ST ST 14 Yolanda ST ST ST 15 Yusuf ST ST ST Aspek yang di nilai: 1. Membaca kata sesuai gambar Kriteria Penilaian: Sangat Tinggi (ST)  Menghubungkan tulisan dengan gambar  Menirukan dan membaca kata yang disusun Tinggi (T)  Menghubungkan tulisan dengan gambar  Menirukan dan membaca kata yang disusun masih agak ragu-ragu Rendah (R)  Tidak dapat menghubungkan gambar dengan tulisan dan menirukan kembali kata  Perlu bimbingan . Menirukan 3-5 urutan kata 3.

112 Gambar I Siklus I pertemuan I Mengenalkan tema dan cara permainan Lingkaran Kata Gambar 2 Pertemuan I Anak mencoba menghubungkan gambar dengan kata .

113 Gambar 3 Siklus I pertemuan II Anak berkelompok menghubungkan gambar dengan kata Gambar 4 Siklus I Pertemuan III anak berlomba perkelompok menghubungkan gambar dengan kata .

114 Gambar 5 Siklus I Pertemuan IV Anak berlomba memainkan lingkaran kata Gambar 6 Siklus I Pertemuan IV Anak menyusun dan menyebutkan tulisan dengan gambar .

115 Gambar 7 Siklus II Pertemuan I anak berlomba menyusun permainan Lingkaran Kata Gambar 8 Siklus II Pertemuan II Anak Berkelompok Menyusun Huruf sesuai Kata dengan Gambar .

116

Gambar 9 Siklus II Pertemuan III Anak Berlomba Perkelompok Menyusun Huruf sesuai dengan kata pada gambar

Gambar 10 Siklus II Pertemuan IV Anak Berlomba per-orang menyusun huruf sesuai dengan gambar

117

Gambar 11 Hasil Anak Menyusun Huruf sesuai kata dengan gambar

118

119 .

120 .